Anda di halaman 1dari 41

PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS (PKP)

UPT PUSKESMAS MAYONG I

TAHUN 2016

UPT PUSKESMAS MAYONG I


Jalan Raya Pancur Km 07 Mayong Jepara Telp.085100304918
Email.puskesmas.mayong1@gmail.com
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya Laporan
Pencapaian SPM Bidang Kesehatan UPT Puskesmas Mayong tahun 2016. Laporan ini memberikan
gambaran SPM Bidang Kesehatan UPT Puskesmas Mayong I yang telah dilaksanakan selama 12
bulan.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
tersusunnya laporan PKP UPT Puskesmas Mayong I ini. Besar harapan kami, laporan pencapaian
SPM UPT Puskesmas Mayong I ini dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan peningkatan
pelayanan minimal di wilayah kerja UPT Puskesmas Mayong I.

Jepara, 3 Januari 2017


Penyusun

dr. Hadi Saputro


NIP. 19720908 200604 1009
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat telah
dibangun Puskesmas.Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten
Jepara yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah
kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai:

(1) Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan,

(2) Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat,

(3) Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya, Puskesmas dilengkapi


dengan instrumen manajemen yang terdiri dari:

(1) Perencanaan Tingkat Puskesmas

(2) Lokakarya mini Puskesmas,

(3) Penilaian kinerja Puskesmas dan manajemen sumberdaya termasuk alat, obat,
keuangan dan tenaga, serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan
pelaporan disebut sistem Informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) dan upaya
peningkatan mutu pelayanan (antara lain melalui penerapan quality assurance).

Mempertimbangkan rumusan pokok-pokok program dan program-program unggulan


sebagaimana disebutkan dalam rencana Strategis Departemen Kesehatan dan Program spesifik
Daerah, maka area program yang akan menjadi prioritas di suatu daerah, perlu dirumuskan
secara spesifik oleh daerah sendiri demikian pula strategi dalam pencapaian tujuannya, yang
harus disesuaikan dengan masalah, kebutuhan serta potensi setempat.Puskesmas merupakan
ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan, mempunyai peran cukup besar dalam
mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut di atas, maka pedoman stratifikasi
Puskesmas yang telah dipergunakan selama ini telah disempurnakan dan selanjutnya
digunakan istilah Penilaian Kinerja Puskesmas.

B. PENGERTIAN

Penilaian Kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil
kerja/prestasi Puskesmas.Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai
instrument mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara
mandiri, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara melakukan verifikasi hasilnya.Adapun
aspek penilaian meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajement kegiatan termasuk mutu
pelayanan (khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan mutu pelayanan) atas
perhitungan seluruh puskesmas.Berdasarkan hasil verifikasi, Dinas Kesehatan Kabupaten
Jepara bersama Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas ke dalam kelompok (I, II, III) sesuai
dengan pencapaian kinerjanya.

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam mendukung
pencapaian tujuan pembangunan kesehatan

2. Tujuan Khusus

a. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan serta
manajemen Puskesmas pada Desemberi 2016.

b. Mengetahui tingkat kinerja Puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan peringkat
kategori kelompok Puskesmas.

c. Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masukan dalam


penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten untuk tahun
yang akan datang.

D. MANFAAT

1. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan dibandinngkan dengan


target yang harus dicapainya.

2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari penyebab dan latar
belakang serta hambatan masalah kesehatan di wilayah kerjanya berdasarkan adanya
kesenjangan pencapaian kinerja Puskesmas (out put dan out come)

3. Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara dapat menetapkan tingkat urgensi suatu
kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan dating berdasarkan prioritasnya.

4. Dinas Kesehatan Kabupaten dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan sumberdaya


Puskesmas dan urgensi pembinaan Puskesmas
E. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup penilaian kinerja puskesmas meliputi penilaian pencapaian hasil


pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan.
Penilaian terhadap kegiatan upaya kesehatan wajib puskesmas yang telah ditetapkan di tingkat
kabupaten dan kegiatan upaya kesehatan pengembangan dalam rangka penerapan ketiga fungsi
Puskesmas yang diselenggarakan melalui pendekatan kesehatan masyarakat dengan tetap
mengacu pada kebijakan.

Secara garis besar lingkup penilaian kinerja Puskesmas tersebut berdasarkan pada upaya-
upaya Puskesmas dalam menyelenggarakan :

1. Pelayanan kesehatan yang meliputi :

a. Upaya kesehatan wajib sesuai dengan kebijakan nasional, dimana penetapan jenis
pelayanan disusun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara

b. Upaya kesehatan pengembangan antara lain penambahan upaya kesehatan atau


penerapan pengembangan program baru (inovasi) upaya kesehatan dalam pelaksanaan
pengembangan program kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas.

2. Pelaksanaan manajemen Puskesmas dalam penyelenggaraan kegiatan, meliputi :

a. Proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan lokakarya mini dan pelaksanaan penilaian


kinerja.

b. Manajemen sumber daya termasuk manajemen alat, obat, keuangan, dll

3. Mutu pelayanan puskesmas, meliputi :

a. Penilaian input pelayanan berdasarkan standar yang ditetapkan

b. Penilaian proses pelayanan dengan menilai tingkat kepatuhannya terhadap standar


pelayanan yang telah ditetapkan.

c. Penilaian output pelayanan berdasarkan upaya kesehatan yang diselenggarakan. Dimana


masing-masing program/kegiatan mempunyai indikator mutu tersendiri, sebagai contoh
angka drop out pengobatan pada program penanggulangan TBC.

d. Penilaian outcome pelayanan antara lain melalui pengukuran tingkat kepuasan pengguna
layanan jasa pelayanan puskesmas.

Belum semua kegiatan pelayanan yang dilaksanakan di Puskesmas dapat dinilai tingkat
mutunya, baik dalam aspek input, proses, output maupun outcomenya karena indicator dan
mekanisme untuk penilaiannya belum ditentukan.

Sehingga, secara keseluruhan tidak akan diukur dalam penilaian kinerja akan tetapi dipilih
beberapa indicator yang sudah ada standar penilaiannya.
BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

A. BAHAN DAN PEDOMAN

Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah hasil pelaksanaan pelayanan
kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan.Sedangkan dalam pelaksanaannya
mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil/ masalah sampai dengan
penyusunan laporan berpedoman pada Buku Pedoman Penilaian Kinerja Puskesmas dari
Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan RI tahun 2006.

B. TEKNIS PELAKSANAAN

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja UPT Puskesmas Mayong I Januari sampai dengan
Desember 2016 sebagaimana berikut di bawah ini :

1. Pengumpulan data

Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukan data hasil kegiatan puskesmas tahun
2016 (Januari s.d Desember 2016) dengan variable dan sub variable yang terdapat dalam
formulir penilaian kinerja puskesmas Tahun 2016.
TABEL PENGUMPULAN DATA PKP : PUSKESMAS MAYONG I TAHUN 2016
TARGET TARGET CAKUPAN PER - BULAN KUM
No
JENIS KEGIATAN SATUAN SASARA KAB/KOTA JU NO DE U
. JAN FEB MAR APR MEI UN AGS SEP OKT
N (%) 2016 L V S LATIF
UPAYA KESEHATAN WAJIB
I PROMOSI KESEHATAN

Rumah tangga ber PHBS (Rumah tangga


1 rt 700 75,0 0 0 0 0 140 0 140 280 560
sehat)
Desa dilakukan survey PHBS tatanan
2 desa 8 100,0 0 0 0 0 2 0 2 4 8
rumah tangga
Institusi Pendidikan dilakukan penilaian
3 Sekolah 36 100,0 0 0 0 0 0 0 8 8 8 10 34
PHBS
4 Tempat kerja dilakukan penilaian PHBS Instansi 44 100,0 0 0 0 0 2 0 10 12 8 10 42
5 Desa siaga aktif mandiri Desa 8 5,35 0 0 0 0 0 0 0
6 PKD dengan hari buka 6 hari kerja PKD 8 100 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
7 Posyandu Mandiri Posyandu 36 22,22 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
8 Pembinaan Poskestren Pesantren 4 100 0 0 0 0 0 0 2 2
anggota
9 Pembinaan SBH 5 100 0 0 0 0 0 0 1 2 3
SBH
Pos.
10 Pembinaan Pos Lansia 8 100 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
Lansia
SD/ sederajat yang mempromosikan
11 sd/MI 25 100,0 0 0 0 0 0 0 6 6 6 7 25
kesehatan
SMP/ sederajat yang mempromosikan
12 SMP/MTS 7 100,0 0 0 0 0 0 0 2 2 2 1 7
kesehatan
SMA/ sederajat yang mempromosikan
13 SMA/MA 5 100,0 0 0 0 0 0 0 1 1 2 4
kesehatan
SMA/ sederajat dilakukan kegiatan
14 sd/MI 5 100,0 0 0 0 0 0 0 2 2
penyuluhan Narkoba
SMA/ sederajat dilakukan kegiatan
15 SMP/MTS 5 100,0 0 0 0 0 0 0 2 2
penyuluhan KRR
II KESEHATAN LINGKUNGAN
Penduduk yang memiliki akses terhadap Air
A orang 38293 82 31400 31400 31400 31400 31400 31400 31400 31400 31400 31400 31400 30530 31328
Minum berkualitas
B Penduduk yang menggunakan jamban sehat orang 38293 75 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27188 27104 27181
Jumlah desa bebas buang air besar
C desa 8 25 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
sembarangan
Jumlah desa STBM Sanitasi Total Berbasis
D desa 8 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Masyarakat
E TTU yang memenuhi syarat kesehatan unit 55 76 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 1 41
F Rumah yang memenuhi syarat kesehatan unit 8436 76 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907 5907
Tempat Pengelolaan makanan (TPM) yang
G unit 26 60 0 1 1 2 1 2 1 2 2 1 2 0 15
memenuhi syarat kesehatan

III KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB


A Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu
1 Cakupan kunjungan Bumil K 4 orang 724 95 58 59 56 61 74 40 46 56 83 68 48 47 696
Cakupan komplikasi kebidanan yang
2 orang 145 80 29 14 26 30 15 26 0 0 0 140
ditangani 0
Cakupan pertolongan persalinan oleh
3 orang 691 95 70 49 51 69 45 63 48 42 71 46 56 661
nakes 51
4 Cakupan pelayanan nifas (KF3) orang 691 95 70 49 51 68 45 63 47 42 71 51 46 56 659
5 Jumlah kematian ibu orang 0 17 1 1
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak dan
B
Bayi
Cakupan Neonatal dengan komplikasi yang
1 orang 98,7 80 3 6 11 8 7 8 4 6 9 10 5 83
ditangani 6
2 Cakupan kunjungan bayi orang 658 90 67 58 56 48 58 56 62 52 59 53 34 52 655
3 Cakupan pelayanan anak balita orang 2281 90 186 187 234 201 206 179 178 135 174 211 165 159 2215
4 Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) orang 658 95 70 49 51 68 45 64 47 43 70 51 46 56 660
6 Jumlah kematian bayi 140 3 1 1 1 6
7 Jumlah kematian balita 155 0
D Peningkatan Pelayanan Keluarga Berencana
1 Cakupan peserta KB aktif PUS 7643 80,0 4878 4970 5126 5168 5197 5262 5317 5345 5437 5471 5520 5595 5274
IV UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
A Penimbangan Balita orang 0
D/S orang 2.870 80 2494 2449 2457 2404 2437
2413 2538 2499 2275 2351 2386 2400 2577
N/D orang 2.413 80 2033 2043 2058 1994 2053
2003 2151 2124 1980 2043 2037 2033 2134
K/S orang 2870 90 2870 2880 2884 2882 2836 2874 2836 2858 2908 2873 2856 2851 2867

Gizi Buruk orang 2413 <3 24 21 19 14 16 16 17 16 16 17 19 21 18

Gizi Kurang orang 2413 < 12 58 37 40 47 52 48 55 51 47 43 25 25 44

BGM orang 2413 < 15 50 60 47 39 50 43 39 55 33 27 26 30 42

B Pemberian VIT A dosis tinggi orang 0

Bayi 672 90,0 349 323 672

Balita 4442 90,0 2197 2188 4385

Bufas 660 90,0 67 56 51 61 61 63 47 42 42 54 58 58 660

C Balita Gizi buruk yang mendapat perawatan orang 40 100,0 6 3 1 4 4 4 4 5 4 1 1 3 40

D ASI Esklusif orang 580 80,0 42 38 31 38 34 50 39 30 37 32 32 32 435

E Strata Posyadu orang


Pratama Posyandu 36 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Madya Posyandu 36 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16 16

Purnama Posyandu 36 52,0 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15 15

Mandiri Posyandu 36 35,0 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4


Penggunaan garam beryodium tingkat rumah
F rt 360 90,0 305 305
tangga
G Bumil mendapatkan 90 tablet Fe orang 724 713,0 56 59 57 57 74 43 46 46 46 66 52 57 659

H Puskesmas melaksanakan survailans gizi orang 5 100,0 0 0 0 0 5 5


UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
V
PENYAKIT
A PENYAKIT TIDAK MENULAR
1 Prevalensi tekanan darah tinggi 25,8 73 82 71 77 90 120 87 82 102 140 61 96 1081
B TB Paru
1 Penemuan insiden TB Paru (+) orang 37 37 0 0 3 2 2 1 2 1 1 2 1 1 16
2 Penemuan angka mortalitas TB Paru orang 37 >5% 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pengobatan penderita TB Paru (DOTS) BTA
3 orang 16 90,0 2 1 1 2 1 1 16
+ 0 0 3 2 2 1

C Malaria * )
Pemeriksaan Sediaan Darah ( SD ) pada
1 slide 1915 110,0 70 59 70 74 46 79 782
penderita malaria klinis* ) 67 46 57 89 78 47
2 Penderita malaria klinis yang diobati orang 782 0,0 67 46 57 89 78 47 70 59 70 74 46 79 782
Penderita ' + ' ( positif ) malaria yang diobati
3 orang 2 1,0 2
sesuai standard 1 - - - 1 -
D Kusta
Penemuan tersangka penderita kusta baru/
1 orang 7,0 0
tahun 0,9/100.000 penduduk 3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Pengobatan penderita kusta orang 3 7,0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Pemeriksaan kontak penderita orang 3 52,0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1

E Pelayanan Imunisasi * )
1 % UCI desa Desa 8 100 8 8
2 % Cakupan LIL orang 658 90 57 53 57 47 62 51 58 100 46 51 54 56 692
3 Cakupan BIAS orang 679 98 0 0 0 0 0 0 0 0 673 0 0 0 673
4 Cakupan per Antgen orang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
a. HB 0 < 7 hari orang 658 90 60 59 50 70 44 62 45 43 49 59 48 49 638
b. BCG orang 658 95 26 59 51 56 79 95 68 47 43 49 61 50 684
c. Polio 1 orang 658 95 50 60 51 57 0 45 64 47 0 49 55 50 528
d. Polio 2 orang 658 95 42 42 55 50 51 75 47 70 46 45 59 47 629
e. Polio 3 orang 658 90 53 45 51 57 53 46 75 42 67 56 38 50 633
f. Polio 4 orang 658 90 45 56 37 56 64 50 43 76 42 61 34 41 605
g. DPT, HB, HIB 1 orang 658 95 41 42 52 50 52 73 48 70 47 45 49 47 616
h. DPT, HB, HIB 2 orang 658 95 53 45 49 56 53 46 75 41 67 54 38 49 626
i. DPT, HB, HIB 3 orang 658 90 45 56 37 49 64 50 44 75 45 71 43 44 623
5 Cakupan TT 2 WUS orang 724 80 5 1 11 19 5 5 6 21 15 0 5 93
6 Imunisasi Booster DPT, HB, HIB orang 658 90 68 76 55 47 38 74 63 63 60 15 39 66 664
7 Imunisasi campak orang 658 95 57 53 57 47 62 51 58 100 56 51 42 56 690
F Diare
Penemuan kasus diare di Puskesmas dan
1 kasus 1915 5,50% 46 81 65 49 47 55 617
Kader 70 34 42 42 36 50
Kasus Diare ditangani oleh Puskesmas dan
2 kasus 617 100 46 81 65 49 47 55 617
kader dengan oral rehidrasi 70 34 42 42 36 50
G ISPA
1 Penemuan kasus ISPA (PN) oleh Puskesmas kasus 69 6,10% 109 31 52 97 69 108 58 86 54 72 59 65 108
Jumlah kasus PN dan pneumonia berat
2 kasus 16 79 1 0 0 4 1 5 1 1 1 1 1 16
ditangani
Jumlah kasus pneumonia berat/ dengan
3 kasus 0 24 0
tanda bahaya ditangani/ dirujuk
H Demam Berdarah Dengue ( DBD ) * )
1 Penemuan DBD (+) per 100.000 penduduk kasus 38 60 5 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 9
2 ABJ (8 desa > 85 %) wilayah 8 85% 0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
3 Cakupan PE kasus 8 85% 1 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4
VI UPAYA PENGOBATAN
A Pengobatan
1 Kunjungan rawat jalan umum orang 24000 15,0 2319 1761 2177 2199 1900 2241 1660 2217 1918 2238 2011 1943 24584

2 Kunjungan rawat jalan GIGI orang 1200 4,0 21 10 20 39 35 45 60 70 71 98 96 93 658

VII UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN


A Puskesmas dengan Rawat Inap
1 BOR puskesmas tempat tidur unit/hari 0,65 65,0 55% 69% 53% 48% 58% 55% 47% 47% 31% 35% 39% 29% 47%
Hari rawat rata2 (ALOS) di puskesmas
2 hari 3-4 6-9 4
tempat tidur 3 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4
Asuhan keperawatan individu pada pasien
3 orang 464 100,0 50 50 41 41 42 42 43 39 27 31 33 25 464
rawat inap
4 Kunjungan rawat inap orang 450 70,0 50 50 41 41 42 42 43 39 27 31 33 25 464
B Upaya Kesehatan Usia Lanjut
1 Posyandu Lansia posyandu 8 100,0 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak
C Sekolah dan Remaja
1 Cakupan penjaringan kesehatan SD/MI SD 25 100,0 6 6 6 7 25
2 Penjaringan anak SMP/MTS & UKGS SMP 7 100,0 2 2 2 1 7
3 Penjaringan anak MA/SMK & UKGS sma 2 100,0 2 2
4 Pembinaan Dokter Kecil SD 1 100,0 1 1
BAIK
KURANG CUKUP NILAI
NO JENIS VARIABLE NILAI =
NILAI = 4 NILAI = 7 HASIL
10
MANAJEMEN OPERASIONAL
I 8,7
PUSKESMAS
Membuat data
Sebagian Sebagian Semuanya
1 pencapaian/cakupan kegiatan 10,0
< 50% 50% - 80% 100%
pokok tahun lalu
Ya, Ya, Ya,
beberapa sebagian seluruhny
Menyusun RUK melalui analisa
ada ada a ada
2 dan perumusan masalah 7,0
analisa analisanya analisa
berdasarkan prioriotas
perumusa perumusa perumusa
n n n
Ya, terinci Ya, terinci
Menyusun RPK secara terinci dan Ya, terinci
3 sebagian sebagian 10,0
lengkap semuanya
kecil besar
Melaksanakan mini lokakarya <5 5-8 9 - 12
4 10,0
bulanan kali/thn kali/thn kali/thn
Melaksanakan mini lokakarya <2 2-3
5 4 kali / thn 7,0
tribulanan (lintas sektor) kali/thn kali/thn
Membuat dan mengirimkan
<6 6-9 10-12
6 laporan bulanan ke Kab/Kota tepat 7,0
kali/thn kali/thn kali/thn
waktu
Membuat data 10 penyakit <6 6-8 9-12
7 10,0
terbanyak setiap bulan kali/thn kali/thn kali/thn
II MANAJEMEN ALAT DAN OBAT 9,4
Membuat kartu iniventaris dan
< 60% 61-80% 81-100%
1 menempatkan di masing-masing 10,0
ruang ruang ruang
ruangan
Melaksanakan updating daftar <3 4-6
2 Tiap bulan 7,0
inventaris alat kali/thn kali/thn
Ya,
seluruhny
Mencatat penerimaan dan Ya, Ya,
a ada
3 pengeluaran obat di setiap unit beberapa sebagian 10,0
analisa
pelayanan unit besar
perumusa
n
Ya,
Membuat kartu stok untuk setiap Ya, Ya,
sebagian
4 jenis obat/bahan di gudang obat beberapa seluruh 10,0
besar item
secara rutin item obat item obat
obat
Ya,
Ya, Ya,
sebagian
5 Menerapkan FIFO dan FEFO beberapa seluruh 10,0
besar item
item obat item obat
obat
III MANAJEMEN KEUANGAN 10,0
Membuat catatan bulanan uang Ya, tidak Ya, setiap Ya, setiap
1 10,0
masuk - keluar dalam buku kas tentu tiga bulan bulan
Kepala Puskesmas melakukan
Ya, tidak Ya, setiap Ya, setiap
2 pemeriksaan keuangan secara 10,0
tentu tiga bulan bulan
berkala
IV MANAJEMEN KETENAGAAN 8,5
1 Membuat daftar/catatan Ada, Ya, Ada, 10,0
kepegawaian petugas beberapa sebagian semua
besar
pegawai pegawai
pegawai
Ya,
Ada, Ada,
Membuat uraian tugas dan sebagian
2 beberapa seluruh 10,0
tanggung jawab setiap petugas besar
petugas pegawai
petugas
Membuat rencana kerja bulanan Ada,
Ada, Ada,
bagi setiap petugas sesuai dengan sebagian
3 beberapa seluruh 7,0
tugas, wewenang dan tanggung besar
petugas petugas
jawab petugas
Ada,
Ada, Ada,
Membuat penilaian DP3 tepat sebagian
4 beberapa seluruh 7,0
waktu besar
petugas petugas
petugas
NILAI RERATA 9,3

KRITERIA BAIK

KRITERIA :
NILAI AKHIR ≥ 8,5 BAIK
NILAI AKHIR 5,5 - 8,4 CUKUP
NILAI AKHIR < 5,5 KURANG

MUTU PELAYANAN PUSKESMAS : MAYONG I TAHUN 2016


KURANG CUKUP BAIK NILAI
NO JENIS VARIABLE
NILAI = 4 NILAI = 7 NILAI = 10 HASIL
1 Drop out pelayanan ANC (k1-k4) >20 11-20 K1(10)K4<10 10,0

2 Persalinan oleh tenaga kesehatan <50 70-80 >80 10,0


Kepatuhan petugas terhadap standart
3 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan KIA
Kepatuhan petugas terhadap standar
4 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan ruang pendaftaran
Kepatuhan petugas terhadap standar
5 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan Bp umum
Kepatuhan petugas terhadap standar
6 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan Bp gigi
Kepatuhan petugas terhadap standar
7 <50 51-75 >75 10,0
pelayanan ruang obat
Kepatuhan petugas terhadap standar
8 <50 51-75 >75 10,0
pelayanan pemeriksaan laboratorium
Tingkat kepuasan pasien terhadap
9 <50 51-80 >80 10,0
pelayanan puskesmas

NILAI RERATA 8,7


KRITERIA Baik
KRITERIA :
NILAI AKHIR ≥ 8,5 BAIK
NILAI AKHIR 5,5 - 8,4 CUKUP
NILAI AKHIR < 5,5 KURANG

2. Pengolahan data

Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan penghitungan sebagaimana


berikut di bawah ini:

a. Penilaian Cakupan kegiatan pelayanan Kesehatan

Untuk memperhitungkan cakupan maka target (T) merupakan pembagi terhadap


pencapaian hasil kegiatan (H) dalam proses pengolahan data. Cakupan diperoleh
dengan menghitung pencapaian hasil kegiatan dibagi dengan target (H/T) untuk
setiap variable.

Menghitung pencapaian cakupan hasil komponen kegiatan pelayanan kesehatan,


masing-masing kegiatan dihitung reratanya dari hasil masing-masing variable.

Jadi nilai cakupan kegiatan pelayanan kesehatan adalah rerata per jenis kegiatan.

Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

 Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 %

 Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81 % - 90 %

 Kelompok III (kinerja kurang) : Tingkat pencapaian hasil ≤ 80 %

Hasil Cakupan kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas mayong I tahun 2015


b. Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dikelompokkan menjadi empat kelompok:

 Manajemen Operasional Puskesmas

 Manajemen alat dan obat

 Manajemen keuangan

 Manajemen ketenagaan

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dengan mempergunakan skala nilai sebagai


berikut :

 Skala 1 nilai 4
 Skala 2 nilai 7

 Skala 3 nilai 10

Nilai masing-masing kelompok manajemen adalah rata-rata nilai kegiatan masing-


masing kelompok manajemen

Cara penilaian :

 Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian puskesmas dan


dimasukkan kedalam kolom yang sesuai

 Hasil nilai skala dimasukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variable.

 Hasil rata-rata dari penjumlahan nilai variable dalam manajemen merupakan nilai
akhir manajemen.

 Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi :

Baik : Nilai rata - rata > 8,5

Cukup : Nilai rata - rata 5,5 – 8,4

Kurang : Nilai rata – rata <5,5

c. Penilaian mutu pelayanan

 Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian puskesmas dan dimasukkan
kedalam kolom yang sesuai

 Hasil nilai skala dimasukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variable.

 Hasil rata-rata nilai variable dalam satu komponen merupakan nilai akhir mutu.

 Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi :

Baik : Nilai rata - rata > 8,5

Cukup : Nilai rata - rata 5,5 – 8,4

Kurang : Nilai rata – rata <5,5


BAB III
HASIL DAN ANALISA KINERJA
TAHUN 2015

A. HASIL CAKUPAN PROGRAM

Hasil Cakupan Kegiatan Program yang dilaksanakan di Puskesmas merupakan indikator


yang dapat dipergunakan untuk memberi gambaran hasil kinerja Puskesmas yang
bersangkutan. Berikut ini akan ditampilkan hasil cakupan program UPT Puskesmas
Mayong I, yang terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan
Pengembangan

Hasil cakupan pelayanan di puskesmas mayong I tahun 2016 tergambar pada tabel-
tabel dan Grafik berikut ini :

1. Upaya kesehatan wajib dan Pengembangan

CAKUPAN KEGIATAN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS : MAYONG I


TAHUN 2016
TAR CAKUPAN
PENC
GET TARGET SUB-
No SATU APAIA VARIABE
JENIS KEGIATAN SASA INDIKATO VAR (
. AN N L(V)
RAN R(%) SV )
(H) (%)
(T) 2015 (%)
UPAYA KESEHATAN WAJIB
I PROMOSI KESEHATAN 70,07

1 Rumah tangga ber PHBS


rt 700 560
(Rumah tangga sehat) 75,0 80
2 Desa dilakukan survey PHBS
desa 8 8
tatanan rumah tangga 100,0 100
3 Institusi Pendidikan Sekol
36 34
dilakukan penilaian PHBS ah 100,0 94
4 Tempat kerja dilakukan Instan
44 42
penilaian PHBS si 100,0 95
5 Desa 8 0
Desa siaga aktif mandiri 5,35 -
PKD dengan hari buka 6 hari
6 PKD 8 8
kerja 100,0 100
Posya
7 36 4
Posyandu Mandiri ndu 22,2 11
Pesan
8 4 2
Pembinaan Poskestren tren 100,0 50
anggo
9 ta 5 3
60
Pembinaan SBH SBH 100,0
Pos.
10 8 8
Pembinaan Pos Lansia Lansia 100,0 100
SD/ sederajat yang
sd/MI 25 25
11 mempromosikan kesehatan 100,0 100
SMP/ sederajat yang SMP/
7 7
12 mempromosikan kesehatan MTS 100,0 100
SMA/ sederajat yang SMA/
5 4
13 mempromosikan kesehatan MA 100,0 80
14 SMA/ sederajat dilakukan sd/MI 5 100,0 2
kegiatan penyuluhan 40
Narkoba
SMA/ sederajat dilakukan SMP/
5 2
15 kegiatan penyuluhan KRR MTS 100,0 40
II KESEHATAN LINGKUNGAN 0 71,01
Penduduk yang memiliki akses terhadap
A orang 38293 82 31328
Air Minum berkualitas 82
Penduduk yang menggunakan jamban
B orang 38293 75 27181
sehat 71
Jumlah desa bebas buang air besar
C desa 8 25 0
sembarangan -
Jumlah desa STBM Sanitasi Total
D desa 8 20 0
Berbasis Masyarakat -
E TTU yang memenuhi syarat kesehatan unit 55 76 41
75
Rumah yang memenuhi syarat
F unit 8436 76 5907
kesehatan 70
Tempat Pengelolaan makanan (TPM)
G unit 26 60 15
yang memenuhi syarat kesehatan 58
KESEHATAN IBU DAN ANAK
III 0 87,00
TERMASUK KB
A Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 0 96,74
1 Cakupan kunjungan Bumil K 4 orang 724 696
95,0 96
Cakupan komplikasi kebidanan yang
2 orang 145 140
ditangani 80,0 97
Cakupan pertolongan persalinan oleh
3 orang 691 661
nakes 95,0 96
4 Cakupan pelayanan nifas (KF3) orang 691 659
95,0 95
5 Jumlah kematian ibu orang 0 1
17,0 100
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak
B 0 95,26
dan Bayi
Cakupan Neonatal dengan komplikasi
1 orang 99 83
yang ditangani 80,0 84
2 Cakupan kunjungan bayi orang 658 655
90,0 100
3 Cakupan pelayanan anak balita orang 2281 2215
90,0 97
Cakupan kunjungan neonatal pertama
4 orang 658 660
(KN1) 95,0 100
6 Jumlah kematian bayi 0 0 6
140,0 -
7 Jumlah kematian balita 0 0 0
155,0 -
Peningkatan Pelayanan Keluarga
D 0 69,00
Berencana
1 Cakupan peserta KB aktif PUS 7643 5274
80,0 69
IV UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 0 82,78
A Penimbangan Balita 94,98
D/S orang 2870 2437
80,0 85
N/D orang 2413 2053
80,0 85
K/S orang 2870 2867
90,0 100
Gizi Buruk orang 2413 18
<3 100
Gizi Kurang orang 2413 44
< 12 100
BGM orang 2413 42
< 15 100
B Pemberian VIT A dosis tinggi 99,57
Bayi orang 672 672
90,0 100
Balita orang 4442 90,0 4385 98,7
Bufas orang 660 660
90,0 100
Balita Gizi buruk yang mendapat
C orang 40 40
perawatan 100,0 100
D ASI Esklusif orang 580 80,0 435 75,00
E Strata Posyadu
Posya
Pratama 36 1
ndu 0,0 3
Posya
Madya 36 16
ndu 0,0 44
Posya
Purnama 36 15
ndu 52,0 42
Posya
Mandiri 36 4
ndu 35,0 11
Penggunaan garam beryodium tingkat
F rt 360 305
rumah tangga 90,0 85
G Bumil mendapatkan 90 tablet Fe orang 724 659
713,0 91
Puskesmas melaksanakan survailans
H orang 5 5
gizi 100,0 100
UPAYA PENCEGAHAN DAN
V 0 59,42
PEMBERANTASAN PENYAKIT
Prevalensi tekanan darah tinggi
A 1081
25,8
A TB Paru 0 71,62
1 Penemuan insiden TB Paru (+) orang 37 16
37,0 43
2 Penemuan angka mortalitas TB Paru orang 0 0
80,0 -
Pengobatan penderita TB Paru
3 orang 16 16
(DOTS) BTA + 100,0 100

B Malaria * ) 0 80,28
Pemeriksaan Sediaan Darah ( SD )
1 slide 1915 782
pada penderita malaria klinis* ) 110,0 41
2 Penderita malaria klinis yang diobati orang 782 782
80,0 100
Penderita ' + ' ( positif ) malaria yang
3 orang 2 2
diobati sesuai standard 80,0 100
C Kusta 0 11,11
Penemuan tersangka penderita kusta
1 orang 3 0
baru/ tahun 0,9/100.000 penduduk 7,0 -
2 Pengobatan penderita kusta orang 3 0
7,0 -
3 Pemeriksaan kontak penderita orang 3 1
52,0 33
D Pelayanan Imunisasi * ) 0 88,17
1 % UCI desa Desa 8 8
100,0 100
2 % Cakupan LIL orang 658 692
90,0 105
3 Cakupan BIAS orang 679 673
98,0 99
4 Cakupan per Antgen orang 94,26
a. HB 0 < 7 hari orang 658 638
90,0 97
b. BCG orang 658 684
95,0 104
c. Polio 1 orang 658 528
95,0 80
d. Polio 2 orang 658 629
95,0 96
e. Polio 3 orang 658 633
90,0 96
f. Polio 4 orang 658 605
90,0 92
g. DPT, HB, HIB 1 orang 658 616
95,0 94
h. DPT, HB, HIB 2 orang 658 626
95,0 95
i. DPT, HB, HIB 3 orang 658 623
90,0 95
5 Cakupan TT 2 WUS orang 724 93
80,0 13
6 Imunisasi Booster DPT, HB, HIB orang 658 664
90,0 101
7 Imunisasi campak orang 658 690
95,0 105
E Diare 0 0 0,0 0 66,11
Penemuan kasus diare di Puskesmas
1 kasus 1915 617
dan Kader 0,1 32
Kasus Diare ditangani oleh
2 Puskesmas dan kader dengan oral kasus 617 617
100
rehidrasi 100,0
F ISPA 0 0 0,0 0 50,00
Penemuan kasus ISPA (PN) oleh
1 kasus 0 6,10% 108
Puskesmas -
Jumlah kasus PN dan pneumonia
2 kasus 16 79 16
berat ditangani 100
Jumlah kasus pneumonia berat/
3 dengan tanda bahaya ditangani/ kasus 0 24 0
-
dirujuk
G Demam Berdarah Dengue ( DBD ) * ) 0 0 0,0 0 48,68
Penemuan DBD (+) per 100.000
1 kasus 38 9
penduduk 60,0 24
wilaya
2 ABJ (8 desa > 85 %) 8 5
h 0,85 63
3 Cakupan PE kasus 8 4
0,85 50
VI UPAYA PENGOBATAN 0 0 0,0 0 78,63
A Pengobatan 0 0 0,0 0 78,63
1 Kunjungan rawat jalan umum orang 24000 24584
15,0 102
2 Kunjungan rawat jalan GIGI orang 1200 658
4,0 55
VII UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN 93,91
A Puskesmas dengan Rawat Inap 93,91
unit/ha
1 BOR puskesmas tempat tidur 65% 47% 73
ri 65,0
Hari rawat rata2 (ALOS) di
2 hari 3-4 4
puskesmas tempat tidur 6-9 100
Asuhan keperawatan individu pada
3 orang 464 464
pasien rawat inap 100,0 100
4 Kunjungan rawat inap orang 450 464
70,0 103
B Upaya Kesehatan Usia Lanjut 0 0 0 100,00
0,0 -
posya
1 Posyandu Lansia 8 8
ndu 100,0 100
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak
C 0 0 0 100,00
Sekolah dan Remaja 0,0 -
Cakupan penjaringan kesehatan
1 SD 25 25
SD/MI 100,0 100
2 Penjaringan anak SMP/MTS & UKGS SMP 7 7
100,0 100
3 Penjaringan anak MA/SMK & UKGS sma 2 2
100,0 100
4 Pembinaan Dokter Kecil SD 1 1
100,0 100
REKAPITULASI CAKUPAN KEGIATAN UTAMA PUSKESMAS : MAYONG
I TAHUN 2016
NO JENIS KEGIATAN CAKUPAN

1 PROMOSI KESEHATAN 70,07


2 KESEHATAN LINGKUNGAN 71,01
3 KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB 87,00
4 UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT 82,78
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
5 59,42
MENULAR
6 UPAYA PENGOBATAN 78,63
7 RAWAT INAP 93,91
8 USILA 100,00
9 UKS 100,00
NILAI RATA-RATA 82,54
KRITERIA CUKUP

KRITERIA :
TINGKAT PENCAPAIAN HASIL ≥ 91 % BAIK
TINGKAT PENCAPAIAN HASIL 81 - 90 % CUKUP
TINGKAT PENCAPAIAN HASIL ≤ 80 % % KURANG

CAKUPAN KEGIATAN UTAMA PUSKESMAS : MAYONG I TAHUN 2016


Berdasarkan tabel hasil Cakupan diatas dapat disimpulkan bahwa Cakupan tertinggi
diperoleh program Rawat Inap dengan rata2 hasil cakupan 90,84 %. Cakupan Terendah
Upaya pengobatan dengan nilai cakupan 27,8 %. Secara Umum cakupan Upaya Kegiatan
utama puskesmas masuk kategori Kurang dengan nilai Rata-rata 70,63.

NILAI
NO JENIS VARIABEL TARGET
CAPAIAN
MANAJEMEN OPERASIONAL
1 8,7 10
PUSKESMAS
2 MANAJEMEN ALAT DAN OBAT 9,4 10
3 MANAJEMEN KEUANGAN 10,0 10
4 MANAJEMEN KETENAGAAN 9,2 10
KEGIATAN MANAJEMEN PUSKESMAS : MAYONG I TAHUN 2016

Berdasarkan tabel hasil Cakupan diatas dapat disimpulkan bahwa Cakupan manajemen
puskesmas tertinggi terdapat pada Manjemen Keuangan dengan Nilai cakupan 10. Cakupan
Terendah Kegiatan Manajemen alat dan Obat dengan nilai cakupan 7,6. Secara Umum
cakupan Kegiatan manajemen puskesmas masuk kategori BAIK dengan nilai Rata-rata 9,3.

C. Mutu Pelayanan

MUTU PELAYANAN PUSKESMAS : MAYONG I TAHUN 2016

BAIK
KURANG CUKUP NILAI
NO JENIS VARIABLE NILAI =
NILAI = 4 NILAI = 7 HASIL
10
K1(10)K4
1 Drop out pelayanan ANC (k1-k4) >20 11-20 10,0
<10
2 Persalinan oleh tenaga kesehatan <50 70-80 >80 10,0
Kepatuhan petugas terhadap standart
3 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan KIA
Kepatuhan petugas terhadap standar
4 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan ruang pendaftaran
Kepatuhan petugas terhadap standar
5 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan Bp umum
Kepatuhan petugas terhadap standar
6 <50 51-75 >75 7,0
pelayanan Bp gigi
Kepatuhan petugas terhadap standar
7 <50 51-75 >75 10,0
pelayanan ruang obat
Kepatuhan petugas terhadap standar
8 <50 51-75 >75 10,0
pelayanan pemeriksaan laboratorium
Tingkat kepuasan pasien terhadap
9 <50 51-80 >80 10,0
pelayanan puskesmas

NILAI RERATA 8,7


KRITERIA Baik
KRITERIA :
NILAI AKHIR ≥ 8,5 BAIK
NILAI AKHIR 5,5 - 8,4 CUKUP
KURAN
NILAI AKHIR < 5,5
G

MUTU PELAYANAN PUSKESMAS :MAYONG I TAHUN 2016

REKAPITULASI NILAI MUTU PELAYANAN PUSKESMAS


MAYONG I TAHUN 2016
NILAI
NO JENIS VARIABEL TARGET
CAPAIAN
1 Drop out pelayanan ANC (k1-k4) 10,0 10
2 Persalinan oleh tenaga kesehatan 10,0 10
3 Kepatuhan petugas terhadap standart pelayanan KIA 7,0 10
Kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan ruang
4 7,0 10
pendaftaran
Kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan Bp
5 7,0 10
umum
6 Kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan Bp gigi 7,0 10
Kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan ruang
7 10,0 10
obat
Kepatuhan petugas terhadap standar pelayanan
8 10,0 10
pemeriksaan laboratorium
Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan
9 10,0 10
puskesmas

Berdasarkan Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan puskesmas mayong I
tahun 2016 masuk kategori baik dengan nilai rata2 8,7

D. HASIL TOTAL KINERJA KEGIATAN

NILAI RATA-
NO JENIS KEGIATAN HASIL KINERJA
RATA
1 Cakupan pelayanan Kesehatan 82,4 CUKUP
2 Manajemen Puskesmas 9,3 BAIK
3 Mutu Pelayanan Kesehatan 8,7 Baik

B. ANALISA HASIL KINERJA PUSKESMAS MAYONG I TAHUN 2016

Pada bahasan ini akan dilakukan Analisa masalah yang ditemukan di UPT Puskesmas
mayong I sampai dengan intervensi kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut. Adapun
sistematika/alur dari proses analisa masalah sampai dengan pemecahan masalah adalah sebagai
berikut :

1. Identifikasi Masalah

2. Penentuan Prioritas Masalah

3. Perumusan Masalah

4. Mencari Penyebab Masalah

5. Mencari Alternatif Pemecahan Masalah

6. Identifikasi Kegiatan
Dengan menganalisa masalah-masalah kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas
Mayong I dengan cermat diharapkan UPT Puskesmas Mayong I dapat menemukan alternatif
pemecahan masalah kesehatan melalui kegiatan-kegiatan intervensi secara efektif dan
efisien. Sehingga dapat membantu dan meningkatkan pembangunan di wilayah kerja UPT
Puskesmas Mayong I khususnya bidang kesehatan.

1. Identifiasi Masalah
Tabel Identifikasi Masalah Puskesmas Mayong I

NO PROGRAM TARGET CAKUPAN KESENJANGAN


I PROMOSI KESEHATAN
Rumah tangga ber PHBS (Rumah tangga sehat) 75 80,0 Sudah tercapai
Desa dilakukan survey PHBS tatanan rumah
tangga 100 100,0 Sudah tercapai
Institusi Pendidikan dilakukan penilaian PHBS 100 94,4 -5,6
Tempat kerja dilakukan penilaian PHBS 100 95,5 -4,5
Desa siaga aktif mandiri 5,35 0,0 -5,4
PKD dengan hari buka 6 hari kerja 100 100,0 Sudah tercapai
Posyandu Mandiri 22,22 11,1 -11,1
Pembinaan Poskestren 100 50,0 -50,0
Pembinaan SBH 100 60,0 -40,0
Pembinaan Pos Lansia 100 100,0 Sudah tercapai
SD/ sederajat yang mempromosikan kesehatan 100 100,0 Sudah tercapai
SMP/ sederajat yang mempromosikan
kesehatan 100 100,0 Sudah tercapai
SMA/ sederajat yang mempromosikan
kesehatan 100 80,0 -20,0
SMA/ sederajat dilakukan kegiatan penyuluhan
Narkoba 100 40,0 -60,0
SMA/ sederajat dilakukan kegiatan penyuluhan
KRR 100 40,0 -60,0
II KESEHATAN LINGKUNGAN 0,0
Penduduk yang memiliki akses terhadap Air
A Minum berkualitas 82 81,8 -0,2
B Penduduk yang menggunakan jamban sehat 75 71,0 -4,0
Jumlah desa bebas buang air besar
C sembarangan 25 0,0 -25,0
Jumlah desa STBM Sanitasi Total Berbasis
D Masyarakat 20 0,0 -20,0
E TTU yang memenuhi syarat kesehatan 76 74,5 -1,5
F Rumah yang memenuhi syarat kesehatan 76 70,0 -6,0
Tempat Pengelolaan makanan (TPM) yang
G memenuhi syarat kesehatan 60 57,7 -2,3
III KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KB 0,0
A Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu 0,0
Cakupan kunjungan Bumil K 4 95 96,1 Sudah tercapai
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80 96,6 Sudah tercapai
Cakupan pertolongan persalinan oleh nakes 95 95,7 Sudah tercapai
Cakupan pelayanan nifas (KF3) 95 95,4 Sudah tercapai
Jumlah kematian ibu 17 100,0 83,0
B Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak dan Bayi 0,0
Cakupan Neonatal dengan komplikasi yang
ditangani 80 84,1 Sudah tercapai
Cakupan kunjungan bayi 90 99,5 Sudah tercapai
Cakupan pelayanan anak balita 90 97,1 Sudah tercapai
Cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) 95 100,3 Sudah tercapai
Masih
Jumlah kematian bayi 140 6,0 Ditemukan
Jumlah kematian balita 155 0,0 Sudah tercapai
C Peningkatan Pelayanan Keluarga Berencana
Cakupan peserta KB aktif 80 69,0 -11,0
IV UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
A Penimbangan Balita
D/S 80 84,9 Sudah tercapai
N/D 80 85,1 Sudah tercapai
K/S 90 99,9 Sudah tercapai
Gizi Buruk <3 1,0 Sudah tercapai
Gizi Kurang < 12 2,0 Sudah tercapai
BGM < 15 2,0 Sudah tercapai
B Pemberian VIT A dosis tinggi
Bayi 90 100,0 Sudah tercapai
Balita 90 98,7 Sudah tercapai
Bufas 90 100,0 Sudah tercapai
C Balita Gizi buruk yang mendapat perawatan 100 100,0 Sudah tercapai
D ASI Esklusif 80 75,0 -5,0
E Strata Posyadu
Pratama 0 2,8 -2,8
Madya 0 44,4 -44,4
Purnama 52 41,7 -10,3
Mandiri 35 11,1 -23,9
Penggunaan garam beryodium tingkat rumah
F tangga 90 84,7 -5,3
G Bumil mendapatkan 90 tablet Fe 90 91,0 Sudah tercapai
H Puskesmas melaksanakan survailans gizi 100 100,0 Sudah tercapai
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN
V PENYAKIT
A Prevalensi tekanan darah tinggi 25,8 -25,8
A TB Paru
Penemuan insiden TB Paru (+) 100 43,2 -56,8
Penemuan angka mortalitas TB Paru 80 0,0 -80,0
Pengobatan penderita TB Paru (DOTS) BTA + 100 100,0 Sudah tercapai
0,0
B Malaria * ) 0,0
Pemeriksaan Sediaan Darah ( SD ) pada
penderita malaria klinis* ) 110 40,8 -69,2
Penderita malaria klinis yang diobati 80 100,0 20,0
Penderita ' + ' ( positif ) malaria yang diobati
sesuai standard 80 100,0 20,0
C Kusta 0,0
Penemuan tersangka penderita kusta baru/
tahun 0,9/100.000 penduduk 7 0,0 -7,0
Pengobatan penderita kusta 7 0,0 -7,0
Pemeriksaan kontak penderita 52 33,3 -18,7
D Pelayanan Imunisasi * )
% UCI desa 100 100,0 Sudah tercapai
% Cakupan LIL 90 105,2 Sudah tercapai
Cakupan BIAS 98 99,1 Sudah tercapai
Cakupan per Antgen 94,3 Sudah tercapai
a. HB 0 < 7 hari 90 97,0 Sudah tercapai
b. BCG 95 104,0 Sudah tercapai
c. Polio 1 95 80,2 -14,8
d. Polio 2 95 95,6 Sudah tercapai
e. Polio 3 90 96,2 Sudah tercapai
f. Polio 4 90 91,9 Sudah tercapai
g. DPT, HB, HIB 1 95 93,6 -1,4
h. DPT, HB, HIB 2 95 95,1 Sudah tercapai
i. DPT, HB, HIB 3 90 94,7 Sudah tercapai
Cakupan TT 2 WUS 80 12,8 -67,2
Imunisasi Booster DPT, HB, HIB 90 100,9 Sudah tercapai
Imunisasi campak 95 104,9 Sudah tercapai
E Diare 0
Penemuan kasus diare di Puskesmas dan Kader 0,055 32,2 32,2
Kasus Diare ditangani oleh Puskesmas dan kader
dengan oral rehidrasi 100 100,0 Sudah tercapai
F ISPA 0 0,0
Penemuan kasus ISPA (PN) oleh Puskesmas 0,061 0,0 -0,1
Jumlah kasus PN dan pneumonia berat ditangani 79 100,0 21,0
Jumlah kasus pneumonia berat/ dengan tanda
bahaya ditangani/ dirujuk 24 0,0 -24,0
G Demam Berdarah Dengue ( DBD ) * ) 0 0,0
Penemuan DBD (+) per 100.000 penduduk 60 23,7 -36,3
ABJ (8 desa > 85 %) 0,85 62,5 61,7
Cakupan PE 0,85 50,0 49,2
VI UPAYA PENGOBATAN 0 0,0
A Pengobatan 0 0,0
Kunjungan rawat jalan umum 100 102,4 Sudah tercapai
Kunjungan rawat jalan GIGI 100 54,8 -45,2
VII UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
A Puskesmas dengan Rawat Inap
BOR puskesmas tempat tidur 100 72,5 -27,5
Hari rawat rata2 (ALOS) di puskesmas tempat
tidur 100 100,0 Sudah tercapai
Asuhan keperawatan individu pada pasien rawat
inap 100 100,0 Sudah tercapai
Kunjungan rawat inap 100 103,1 Sudah tercapai
B Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Posyandu Lansia 100 100,0 Sudah tercapai
Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Sekolah
C dan Remaja
Cakupan penjaringan kesehatan SD/MI 100 100,0 Sudah tercapai
Penjaringan anak SMP/MTS & UKGS 100 100,0 Sudah tercapai
Penjaringan anak MA/SMK & UKGS 100 100,0 Sudah tercapai
Pembinaan Dokter Kecil 100 100,0 Sudah tercapai
IDENTIFIKASI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN-KEGIATAN UPAYA KESEHATAN
KELUARGA (IBU DAN ANAK)

VARIABEL
No PERALATAN KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN
SUMBER
DAYA
Puskesmas
Petugas binaan memiliki 5
Masih ada dukun
- Tenaga sudah sesuai orang bidan
bayi
dengan kebutuhan Puskesmas,
8 Bidan desa
Tersedianya dana tersedianya
1
untuk Program KIA- Biaya untuk adanya kebutuhan
- Biaya
KB yang berasal kemitraan dana tak terduga
dari BOK dan APBD dukun bayi
Puskesmas
Leaflet dan
Puskesmas sudah eror pada perangkat
Poster atau
- Alat memiliki alat – alat penunjang elektronik
lemar balik yang
penyuluhan (Laptop, penunjang
kurang memadai
Proyektor)
Padatnya
penduduk Kurangnya
Masyarakat sudah Banyaknya
kesadaran
mengerti Banyaknya BPS di
masyarakat, Masih
2 Lingkungan pentingnya Rakyat Miskin wilayah
ada masyarakat
memeriksakan diri kerja
yang percaya dukun
ke Nakes Pendidikan Puskesmas
bayi
rendah
Adanya gambaran kegiatan
POA lebih
Kemitraan paraji & Tidak sesuai terencana Adanya kegiatan
3 Perencanaan
bidan jadwal POA Cakupan lain diluar POA
Pembinaan bidan lebih
swasta meningkat
Karyawan konsisten Karyawan Peningkatan
4 Pelaksaanaan dengan tupoksi-nya memiliki tugas cakupan Karyawan alih tugas
masing-masing rangkap pelayanan
Masih ada
pencapaian
kegiatan berjalan masyarakat yang
5 Evaluasi kurang dari
sesuai jadwal percaya dukun
indikator
paraji

GIZI

VARIABEL
No PERALATAN KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN
SUMBER DAYA

Kegiatan
- Tenaga luar gedung
Memiliki 1 orang sudah
1 petugas Gizi maksimal Mutasi karyawan
Tersedianya dana
untuk Program Gizi adanya kebutuhan
- Biaya
yang berasal dari dana tak terduga
BOK dan APBD
- Alat set tumbang
Leaflet dan Puskesmas
eror pada perangkat
Poster atau sudah
elektronik
lemar balik penunjang
penunjang, rusak
yang kurang ( Laptop,
set tumbang
memadai Proyektor)

Sebagian
Kurangnya
masyarakat sadar Jumlah Kader
2 Lingkungan kesadaran
akan pentingnya sedikit
masyarakat
kesehatan

Karyawan konsisten
Tidak sesuai Adanya kegiatan
3 Perencanaan dengan tupoksi-nya
jadwal POA lain diluar POA
masing-masing

Koordinasi
Karyawan konsisten lintas
adanya jadwal
4 Pelaksaanaan dengan tupoksi-nya program
diluar kegiatan
masing-masing berjalan
cukup baik

pencapaian
kegiatan berjalan
5 Evaluasi kurang dari
sesuai jadwal
indikator

PROMOSI KESEHATAN

VARIABEL
No PERALATAN KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN
1
SUMBER DAYA
Adanya
pelatihan-
Jumlah petugas
pelatihan
kesehatan tdk
- Tenaga Kerjasama lintas untuk
sesuai dengan
sektoral dan Masih meningkatkan
yang dibutuhkan
program berjalan kurangnya pengetahuan
dengan baik pengetahuan karyawan

Tersedianya dana
untuk Promkes adanya kebutuhan
- Biaya
yang berasal dari dana tak terduga
BOK dan APBD

- Alat Puskesmas Leaflet dan Puskesmas eror pada


memiliki alat – Poster atau sudah perangkat
alat penyuluhan lemar balik memiliki
yang kurang peralatan elektronik
memadai penunjang penunjang
(laptop,
Adanya
Padatnya
kelompok
penduduk
Pengajian
Sebagian
Adanya Kurangnya
masyarakat sadar Banyaknya
2 Lingkungan kelompok kesadaran
akan pentingnya Rakyat Miskin
Pemuda masyarakat
kesehatan
Adanya
Pendidikan
kelompok Usia
rendah
Pelajar

Karyawan
konsisten dengan Tidak sesuai Adanya kegiatan
3 Perencanaan
tupoksi-nya jadwal POA lain diluar POA
masing-masing

Karyawan Koordinasi
Karyawan
konsisten dengan lintas program adanya jadwal
4 Pelaksaanaan memiliki tugas
tupoksi-nya berjalan diluar kegiatan
rangkap
masing-masing cukup baik
Lokbul berjalan Karyawan Kemungkinan
5 Evaluasi dengan cukup memiliki tugas adanya mutasi
baik rangkap karyawan

KESEHATAN LINGKUNGAN

VARIABEL
No PERALATAN KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN
SUMBER DAYA
Adanya
Kerjasama lintas
pelatihan- Jumlah petugas
sektoral dan Masih
pelatihan untuk kesehatan tdk
- Tenaga program kurangnya
meningkatkan sesuai dengan
berjalan dengan pengetahuan
pengetahuan yang dibutuhkan
baik
karyawan
Tersedianya
1 dana untuk adanya
- Biaya Program Kesling kebutuhan dana
yang berasal dari tak terduga
BOK dan APBD
Puskesmas
Leaflet dan
sudah eror pada
Puskesmas Poster atau
penunjang perangkat
- Alat memiliki alat – lemar balik
( Laptop, elektronik
alat penyuluhan yang kurang
Proyektor, penunjang
memadai
Sanitarian Kit)
Adanya
Padatnya
Sebagian kelompok
penduduk
masyarakat Pengajian Kurangnya
2 Lingkungan sadar akan kesadaran
Adanya
pentingnya Banyaknya masyarakat
kelompok
kesehatan Rakyat Miskin
Pemuda
Adanya
Pendidikan
kelompok Usia
rendah
Pelajar

Karyawan
konsisten
Tidak sesuai Adanya kegiatan
3 Perencanaan dengan tupoksi-
jadwal POA lain diluar POA
nya masing-
masing

Karyawan
Koordinasi
konsisten Karyawan
lintas program adanya jadwal
4 Pelaksaanaan dengan tupoksi- memiliki tugas
berjalan cukup diluar kegiatan
nya masing- rangkap
baik
masing
pencapaian Kemungkinan
kegiatan berjalan
5 Evaluasi kurang dari adanya mutasi
sesuai jadwal
indikator karyawan

P2P

VARIABEL
No PERALATAN KEKUATAN KELEMAHAN PELUANG ANCAMAN

SUMBER DAYA
Adanya
Kerjasama lintas Jumlah petugas
pelatihan-
sektoral dan Masih kesehatan tdk
pelatihan untuk
- Tenaga program kurangnya sesuai dengan
meningkatkan
berjalan dengan pengetahuan yang
pengetahuan
baik dibutuhkan
karyawan

Tersedianya
1 adanya
dana untuk P2
- Biaya kebutuhan dana
yang berasal dari
tak terduga
BOK dan APBD

Puskesmas
Leaflet dan
sudah memiliki eror pada
Puskesmas Poster atau
peralatan perangkat
- Alat memiliki alat – lemar balik
penunjang elektronik
alat penyuluhan yang kurang
(laptop, penunjang
memadai
proyektor)
Adanya
Padatnya
kelompok
penduduk
Sebagian Pengajian
masyarakat Adanya Kurangnya
Banyaknya
2 Lingkungan sadar akan kelompok kesadaran
Rakyat Miskin
pentingnya Pemuda masyarakat
kesehatan Adanya
Pendidikan
kelompok Usia
rendah
Pelajar

Karyawan
konsisten Adanya
Tidak sesuai
3 Perencanaan dengan tupoksi- kegiatan lain
jadwal POA
nya masing- diluar POA
masing

4 Pelaksaanaan Karyawan adanya jadwal


konsisten diluar kegiatan
dengan tupoksi- Karyawan Koordinasi lintas
nya masing- memiliki tugas program berjalan
Kemungkinan
adanya mutasi
Lokbul berjalan Karyawan
karyawan,Tidak
5 Evaluasi dengan cukup memiliki tugas
ada dana
baik rangkap
kegiatan tidak
berjalan

2. PERUMUSAN MASALAH

Identifikasi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ditemukan di wilayah kerja UPT


Puskesmas Mayong I dilakukan dengan menganalisa data-data hasil cakupan program UPT
Puskesmas Mayong I dalam kurun satu tahu yaitu pada bulan Januari sampai dengan Desember
Tahun 2016.

1. PROMKES
HASIL EVALUASI MASALAH PENYEBAB MASALAH PEMECAHAN
MASALAH

% Rumah tanggaber Hasil cakupan Di samping faktor Untuk faktor


PHBS [Rumah rendah kemiskinan, ketidak kemiskinan di
tangga sehat ] tahuan masyarakat perlukan kerja sama
tentang penerapan lintas sektor dan
PHBS rumah tangga desinfo tentang PHBS
rumah tangga

% Desa siaga aktif Hasil cakupan Keaktifan dari FKD Monitoring dan
mandiri rendah masih kurang evaluasi untuk
pertemuan FKD setiap
6 bulan sekali

% Posyandu mandiri Hasil cakupan Kesiapan dari Monitoring dan


rendah petugasdan dukungan evaluasi dari
dari masyarakat puskesmas
setempat yang masih
kurang

% SMP/MTs yang Hasi cakupan Kurngnya dana untuk Mengumpulkan dana


mempromosikan yang masih alokasi kegiatan untuk kegiatan
kesehatan kurang promosi promosi

% SMA di lakukan Hasil cakupan Kurangnya dana untuk Penyuluhan lewat


penyuluhan HIV yang masih alokasi kegiatan media cetak
kurang promosi

% SMA di lakukan Hasil cakupan Kurangnya dana untuk Penyuluhan lewat


KRR dan Narkoba yang masih alokasi kegiatan media cetak
kurang promosi

2. KESEHATAN LINGKUNGAN
JENIS KEGIATAN PERMASALAHAN PENYEBAB MASALAH PEMECAHAN
MASALAH

Jumlah desa Kurangnya Pendidikan rendah Meningkatkan


bebas buang air pengetahuan kerjasama lintas
besar tentang ODF program, lintas sektor
sembarangan dan pemicuan di desa
Pendidikan rendah
Kurangnya
Meningkatkan
pengetahuan
kerjasama lintas
Jumlah desa tentang STBM
program , lintas sektor
Kurangnya pengetahuan
STBM (Sanitasi
dan sosialisasi STBM
pengelola tentang TTU
Total Berbasis Fasilitas sanitasi
sehat Meningkatkan kerjasam
Masyarakat) TTU kurang
lintas sektoral

Pendidikan rendah,
% TTU ( Tempat- Kurannya ekonomi
Tempat Umum) pengetahuan dan Meningkatkan kerjasam
memenuhi lintas sektoral
faktor ekonomi
Kurangnya
syarat kesehatan
pengetahuan
Fasilitas sanitasi
Meningkatkan
pengelola tentan TPM
TPM kurang
kerjasama lintas
sehat
% rumah program dan linntas
memenuhi sektoral
syarat kesehatan

% TPM (Tempat
Pengelolaan
Makanan)

3. KIA-KB

HASIL PEMECAHAN
MASALAH PENYEBAB MASALAH
EVALUASI MASALAH
 Sebagian status pendidikan  Refresing/pelatiha
Kematian masih rendah n kader ttg materi
Masih ditemukan
Bayi kesehatan
kematian bayi  Sosial ekonomi rendah
termasuk tentang
 Masih rendahnya perhatian posyandu
masyarakat thd kesehatan ibu
 Peningkatan
& anak
pengetahuan dan
 Pengambilan keputusan keterampilan ibu
Masih banyak dilakukan oleh hamil melalui
kepala keluarga kelas Ibu dan
Balita
 Promosi kesehatan kurang
 Pelaksanaan PMT
 Penemuan / pencarian kasus
bumil KEK
kurang
 Pelacakan dan
 Koordinasi lintas program
pendampingan
kurang baik
bumil K4

 Kunjungan rumah
bumil baru P4K

4. PROGRAM GIZI

HASIL EVALUASI MASALAH PENYEBAB MASALAH PEMECAHAN


MASALAH

% Asi exelusif Cakupan masih Kurangnya pengetahuan Kerja sama lintas


kurang karena Masyarakat tentang asi sektor , lintas program
masih banyak exelusif, adanya kebiasaan tentang Promosi Asi
masyarakat memberikan makanan Exelusif.
yang terlalu dini, terpengaruh
memberikan iklan susu formula.
makanan
tambahan
terlalu dini ( di
dulang )

Kurangnya pengetahuan
Cakupan Strata masyarakat ttg fungsi
Posyandu Posyandu, kerja sama lintas
Kerjasama lintas
masih kurang, program dan lintas sektor
sektor , lintas program
karena masih masih kurang, SDM dan tentang Posyandu
kurangnya keterampilan kader kurang, perlu ditingkatkan,
pengetahuan sarana dan prasarana refresing kader perlu
% Strata masyarakat posyandu masih kurang ditingkatkan
Posyandu tentang fungsi
Posyandu, dan
masih
beranggapan
bahwa
posyandu milik
Puskesmas,
peran serta
lintas sektor
masih kurang.

Cakupan masih
kurang, karena
kebiasaan Kurangnya pengetahuan ttg
masyarakat garam beryodium,
yang masih kebiasaan menggunakan
menggunakan garam grosok, banyak Penyuluhan tentang
garam grosok, produsen garam yang garam beryodium,
dan produsen nakal. meningkatkan kerja
garam yang sama lintas program
nakal dan lintas sektor
tentang garam
beryodium, kebijakan
pemerintah terhadap
produsen garam.

% Penggunaan
garam
beryodium
tingkat rumah
tangga

5. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT


HASIL MASALAH PENYEBAB PEMECAHAN PEMECAHAN
EVALUASI MASALAH MASALAH MASALAH

Penemuan TB+ Cakupan Tb -Susah Memberi Kerjasama lintas


paru baru 62% mengeluarkan pengertian tata sektoral<penyuluhan>
dahak yang baik cara dalam penemuan
mengeluarkan suspek Tb
dahak yang
benar

-Kurang
Memberikan Peningkatan
kesadaran
pengertian tata penjaringan
pasien dalam
cara alur penemuan BTA +
ketaatan
pemeriksan TB
prosedur
pemeriksaan
ABJ ( 8 desa > Cakupan masih Kurangmya Kerja sama Penyuluhan dan
85 % ) kurang karena pengetahuan linta sector , melibatkan kader
masih banyak masyarakat pemberdayaan dalam PJB, di bentuk
masyarakatyang tentang PSN masyarakat tenaga jumantik oleh
kurang ( Pembasmian kader
kesadaran jentik )
untuk PSN

Cakupan PE Kurangnya Kerjasama Meningkatkan kerja


Cakupan PE
tenaga lintas sector, sama lintas program
kurang karena
kesehatan lintas program dan lintas sektor
tidak ada tenaga
khusus P2 di
khusus
karenakan
epidemiologi di
banyak petugas
puskesmas,
yang merangkap
keterlambatan
pekerjaan di
surat FEDBACK
puskesmas.
dr Rs
Keterlambatan
surat Fedback dr
RS, di karenakan
jauhnya
jangkauan
puskesmas.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan permasalahan dan analisis masalah yang telah diuraikan, dapat diambil
beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Permasalahan cakupan program KIA, P2P, Gizi, Promkes, Kesling adalah program yang
harus diperhatikan dalam perencanaan kegiatan di tahun berikutnya.

2. Pada umumnya sebagian besar hasil cakupan program di UPT Puskesmas Mayong I
kurang, masih ada beberapa cakupan program yang perlu ditingkatkan lagi
diantaranya adalah frekuensi penyuluhan didalam dan diluar gedung, kunjungan GIGI
puskesmas,.

B. SARAN

Dalam rangka peningkatan kinerja Puskesmas Mayong I secara keseluruhan maka ada
beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti yaitu :
1. Peningkatan kinerja petugas melalui kerjasama lintas program dan pengembangan
fungsi bina wilayah serta peningkatan skill / kemampuan petugas melalui kegiatan
refreshing program atau pelatihan.

2. Peningkatan pembinaan dan pengawasan oleh dinas kesehatan dalam memantau


kinerja Puskesmas.

3. Peningkatan mutu pelayanan dan meningkatkan promosi kesehatan kepada


masyarakat.

4. Peningkatan kerjasama lintas sektoral,


BAB V
PENUTUP

Demikian laporan kinerja UPT Puskesmas Mayong I Januari sampai dengan Desember
2016 yang kami susun berdasarkan pencapaian program Tahun 2016 serta mempertimbangkan
hasil kegiatan atau masukan dari masing-masing staf/ seksi di Puskesmas maupun dari lintas
sektoral sehingga dengan adanya Laporan Kinerja Puskesmas ini diharapkan hasil kegiatan untuk
tahun ini dapat lebih baik disbanding tahun sebelumnya.
Tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih atas kerjasamanya yang baik serta
bibmbingan dari Allh SWT. Diharapkan pencapaian tingkat Puskesmas ini dapat menjadi bahan
acuan terhadap kegiatan bulan berikutnya.Untuk itu perlu kesungguhan dan pengabdian kepada
tugas yang sebaik-baiknya dari seluruh staf UPT Puskesmas Mayong I.
Kami sadari pembuatan Laporan Kinerja Puskesmas ini masih belum sempurna,
sehingga kami harapkan saran dan masukan sehingga Laporan Kinerja Puskesmas tersebut dapat
menjadi acuan dalam kegiatan tahun berikutnya.

Kepala UPT Puskesmas Mayong I

dr. Hadi Saputro


Penata Tk I
NIP. 19720908 200604 1009