Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

PEMBAHASAN

Dalam hal ini penulis akan membahas tentang kasus pada Tn. J dengan kasus gangguan pada
system pernafasan yang dirawat diruang CEMPAKA RSUD Soetrasno Rembang,pembahasan ini
telah disesuaikan oleh penulis sesuai dengan tahapan-tahapan proses keperawatan yang dimulai
dari pengkajian,diagnosa keperawatan,perencanaan atau intervensi,pelaksanaan atau
implementasi dan evaluasi.

Asuhan keperawatan pada Tn. J dengan Tetanus dilakukan oleh penulis pada tanggal 10
juli 2018 sampai dengan tanggal 13 juli 2018 di ruang Cempaka RSUD Soetrasno
Rembang.penulis mengadakan pengkajian pertama kali pada Tn. J pada tanggal 10 juli 2018
(09:00) WIB.Dalam melaksanakan pengkajian penulis memperoleh data atau informasi dari
keluarga Tn.J, buku catatan perkembangan pasien Tn. J dan perawat di Ruang Cempaka RSUD
Soetrasno Rembang.

1. Pengkajian
Menurut Wijaya & putri (2013),data yang dikaji pada pengkajian mencakup data yang
dikumpulkan melalui riwayat kesehatan,pengkajian fisik,pemeriksaan laboratorium dan
diagnostic ,serta review catatan sebelumnya.langkah-langkah pengkajian yang sistematik
adalah pengumpulan data,sumber data, klasifikasi data dan diagnose keperawatan.
Selama pengkajian penulis mendapatkan data subjektif dan objektif. Data subjektif
merupakan data yang didapat dari klien sebgai suatu pendapat terhadap situasi dan
kejadian,data tersebut tidak dapat ditentuan oleh perawat secara independent melalui suatu
interaksi dan komunikasi. Data objektif adalah data yang dapat diobservasi dan diukur oleh
perawat. (muttaqin,2010)
Penulis mengumpulkan data menggunakan metode wawancara,observasi,pemeriksaan
fisik dan mempelajari data penunjang klien yaitu pemeriksaan laboratorium dan rekam medis
(Cristensen,2009)
Pengkajian adalah tahap awal proses keperawatan dimana semua data dikumpulkan
secara sistematis guna untuk menentukan status kesehatan klien. (Asmandi,2008)
Pada asuhan keperawatan ini penulis mulai melakukan pengkajian pada Tn.J dengan
kasus Tetanus diruamg cempaka dimulai pada tanggal 10 juli 2018 jam (09:00) WIB.Asuhan
keperawatan yang dilakukan selama 3x24 jam ini dimulai dari pertama mengkaji mengkaji
biodata pasien,riwayat pasien,pengkajian pola fungsional pasien dan analisa data sehingga
muncullah diagnosa keperawatan pada pasien kemudian dilakukan intervensi atau
perencanaan setelah itu diimplementasikan atau dilaksanakan dan dievaluasi.dalam
melakukan pengkajian ini penulis beracuan pada teori keperawatan dari BAB II dan asuhan
keperawatan dari BAB III dari pengkajian tahap awal didapatkan bahwa klien dengan
kesadaran composmentis dan GCS 15 E:4 M:6 VE:5,ekstermitas atas dan bawah pasien
mampu digerakkan .pasien mampu dalam berbicara atau mengucapkan kata. Dan
mengekspresikan wajah.pasien tampak gelisah dan dalam memenuhi kebutuhan ADL pasien
dibantu oleh keluarga.pasien mendapat terapi infuse RL 20 tpm,metronidazole 3x500
mg,ceftriazone 2x1 gr,rantidin 2x1 amp dan diazepam 5 mg dengan TTV TD:113/69
mmhg,HR:80x/menit,RR:17x/menit,S:37,50C dan SPO2:98%.pada pengkajian pola
fungsional penulis menggunakan buku referensi Virginia Handerson 1987 dalam buku
Meldina Dwiyanti (2008).
2. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan adalah sebuah label singkat yang menggambarkan kondisi
pasien.berisi tentang pernyataan yang jelas mengenai status kesehatan,masalah aktual
atau resiko dalam rangka mengidentifikasi dan menentukan intervensi keperawatan untuk
mengurangi,menghilangkan, atau mencegah masalah kesehatan klien yang ada pada
tanggung jawabnya (Wilkinson,2012).
Doagnosa keperawatan yang muncul menurut Muttaqin (2008) yang sudah di
sesuaikan dengan NANDA (2015) pada pasien tetanus,yaitu:
a.Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan jalan nafas terganggu akibat spasma
otot otot pernafasan
b.Resiko cidera berhubungan dengan kejang
c.Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan
kebutuhan oksigen
Diagnosa utama yang diangkat oleh penulis pada kasus tetanus yang di derita Tn.J
adalah Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan jalan nafas terganggu akibat
spasma otot otot pernafasan (Nanda,2015-2017)
Penulis mengangkat diagnose Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan
jalan nafas terganggu akibat spasma otot otot pernafasan . data lain yang menunjang
untuk di angkat diagnose tersebut adalah data subjectif di tandai adanya suara nafas
tambahan yaitu ronchi..sedangkan dari data objektif di dapatkan bahwa tekanan darah
tinggi yaitu TD:120/80 mmHg,nadi teraba kuat yaitu 80x/menitdengan pola nafas tidak
tertur,irama nafas cepat dan dangkal dengan RR:28x/menit.
Diagnosa kedua yang diangkat penulis dari hasil pemeriksaan adalah Resiko
cidera berhubungan dengan kejang . (Nanda,2015-2017)
Penulis mengangkat diagnose Resiko cidera berhubungan dengan kejang data
subjektif yang tidak ditemukan karena klien mengalami kejang.sedangkan dari data
objektif didapatkan bahwa suhu klien 37.5.
Diagnosa terakhir yang muncul adalah Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen (Nanda,2015)
Penulisan mengangkat Intoleransi aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplai oksigen .dan data lain yang menunjang untuk diagnose
tersebut adalaah data subjektif adanya data subjektif yang tidak ditemukan karena
kooperatif untuk menanyakan masalah kesehatan klien. Sedangkan pada data objektif
ditemukan bahawa klien tampak sesak nafas ditandai dengan RR :28x/menit dan
terdengar suara nafas tambahan ronki dan SPO2:102%.
3. Intervensi Keperawatan
Pada tahap perencenaan asuhan keperawatan Tn, J dengan Tetanus di ruang
pengawasan teratai di RSUD Soetrasno Rembang ,penulis menggunakan hiermaslow
yaitu dengan kebutuhan dasar manusia.pada penentuan penulis menggunakan batasan
waktu yang jelas,hal ini dimaksudkan untuk memudahkan kapan evaluasi proses dan
hasil akan dilakukan.pada Tn. J penulis menentukan semua rencana tindakan ,hal ini
dimaksudkan agar dalam pelaksanaan tindakan jelas tujuannya

1.perencanaan keperawatan yang muncul pada Tn. J dan sesuai dengan


(NIC&NOC,2015)terdapat 1 diagnosa yaitu:
a. ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan jalan nafas terganggu akibat
spasme otot-otot pernafasan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam
diharapkan akan tercapai criteria hasil dengan bunyi nafas kembali dan secret sudah
berkurang/secret sudah bersih rencana dan rencana tindakan yang akan dilakukan adalah :
Lakukan section /penghisapan lendir pada jalan nafas ,Pengaturan posisi ( Semi
Fowler),Pemberian terapi O2,Pemberian obat inhalasi melalui nebulizer

b. resiko cidera berhubungan dengan kejang

setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan akan tercapai criteria hasil
dengan frekuensi kejang berkurang, pasien lebih tenang. anjurkan keluarga agar menahan tubuh
pasien saat kejang ,anjurkan keluarga untuk memasang sendok ke mulut pasien saat pasien
kejang ,memberikan obat anti kejang kepada pasien

c. intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan


oksigen setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan akan tercapai
criteria hasil sebagai berikut Klien tidak tampak lemas, Tampak bersemangat, Mampu
melakukan aktivitas rutin, Memenuhi ADM tanpa dibantu orang lain. bantu klien untuk
memenuhi KDM selama klien masa lemah, minta keluarga untuk membantu klien dalam
melakukan aktivitas sehari-hari, anjurkan klien untuk banyak makan dan banyak minum

4.Implementasi Keperawatan

Asuhan keperawatan pada Tn.J dengan tetanus di ruang cempaka di RSUD


SOETRASNO REMBANG selama 3x24 jam .waktu pelaksanaan asuhan keperawatan
dalam perencanaan asuhan keperawatan yang telah di progamkan oleh penulis yaitu
mulai dari tanggal 10 juli 2018 sampai 13 juli 218.

Pelaksanaan asuhan keperawatan merupakan realisasi dari rencana tindakan yang


telah disusun sebelumnya.dalam melaksanakan tindakan keperawatan penulis
menyesuaikan kondisi pasien,sarana dan prasarana yang ada di bangsal ,juga bekerja
sama dengan pasien dan perawat ruangan dalam melaksanakan asuhan keperawatan ini
sehingga dapat melaksanakan sesuai target yang direncanakan.pasien kurang kooperatif
karena tidak sadar,alat tersedua lengkap,keluarga pasien antusias mengikuti saran
perawat,bekerjasama dengan tim medis dalam perawatan.

1.pelaksanaan yang muncul pada Tn.J dan sesuai dengan (NIC&NOC,2015) terdapat 3
diagmosa yaitu:

a. ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan jalan nafas terganggu akibat


spasme otot-otot pernafasan

Pelaksanaan rencana tindakan dari diagnose resiko ketidak efektifan perfusi jaringan
cerebra/otak berhubungan dengan hipertensi dilaksanakan dalam 3x24 jam,karena pasien
kooperatif dikarenakan kesadaran pasien cukup dalam pelaksanaan tindakan.rencana yang
dilaksanakan yaitu Melakukan section /penghisapan lendir pada jalan nafas

, Melakukan pengaturan posisi ( Semi Fowler)

Memberikan terapi O2, Memberikan obat inhalasi melalui nebulizer ,observasi


tanda-tanda vital dan melakukan kolaborasi dalam pemberian obat dengan tim
medis.

b. resiko cidera berhubungan dengan kejang

pelaksanaan rencana tindakan dari diagnose hambatan mobilitas fisik


berhubungan dengan penurunan kekuatan otot dilaksanakan dalam 3x24 jam
,karena pasien kooperatif dalam pelaksanaan tindakan rencana yang dilaksanakan
yaitu mengkaji terjadinya kejang berulang, observasi tanda-tanda vital dan
berkolaborasi dengan tim medis

c. intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai


oksigen dan kebutuhan oksigen

pelaksanaan rencana tindakan dari diagnose intoleransi aktivitas


berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen
dilaksanakan 3x24 jam karena pasien kooperatif yaitu memonitoring tanda-tanda
vital,monitoring pernafasan,memberikan terapi oksigen,manajemen jalan nafas
dan melakukan kolaborasi dalam pemberian obat dengan tim medis.
5.Evaluasi

Dalam melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien Tn. J dengan tetanus
hari ketiga digunakan evaluasi proses dan evaluasi hasil.evaluasi proses dibuat untuk
mengetahui keberhasilan setiap tindakan yang dilaksanakan oleh perawat seangkan
evaluasi hasil dibuat untuk mengetahui perkembangan pasien dari seluruh tindakan yang
dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menyusun rencana lebih lanjut.penulis
melakukan evaluasi hasil setiap 7-8 jam atau per shift.

Berdasarkan pada pelaksanaan yang telah dilakukan,dari 3 diagnosa didapatkan


evaluasi hasil yaitu 3 diagnosa yang tercapai sebagian.

a. ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan jalan nafas terganggu akibat spasme
otot-otot pernafasan

evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan pada hari Senin tanggal 10 juli 2018
untuk diagnose ini masalah belum teratasi hanya teratasi sebagian ditandai dengan
suara nafas tambahan masih ada pasien masih tampak sesak dengan RR : 24x/m

b. . resiko cidera berhubungan dengan kejang


Evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 11 juli 2018
untuk diagnose ini masalah hanya teratasi sebagian ditandai dengan pasien tidak
terjadi kejang berulang S: 37,00C
c. . intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen dan
kebutuhan oksigen

Evaluasi tindakan keperawatan yang dilakukan pada hari Rabu tanggal 12 juli 2018
untuk diagnose ini masalah hanya teratasi sebagian ditandai dengan pasien sudah tidak
terlihat sesak di tandai dengan Rr:24x/menit tetapi pasien masih menggunkan bantuan
terapi oksigen dengan masker oksigen 3liter/menit.