Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KUNJUNGAN KAMAR BEDAH

RSUD KARANGASEM

Disusun oleh :
Gebiliarosa Meilia
18D10125
Anestesiology C

PROGAM STUDI D-IV KEPERAWATAN ANASTESIOLOGI


ITEKES BALI
2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-
Nya sehingga mahasiswa D-IV Anestesiologi bisa melaksanakan kunjungan ke RSUD
Karangasem.
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada kepada pihak kampus juga pihak
RSUD Karangasem yang telah memberi kami kesempatan untuk melaksanakan
kunjungan dan membimbing kami selama kunjungan.
Semoga kunjungan ini dapat bermanfaat bagi seluruh mahasiswa D-IV
Anestesiologi khususnya dalam proses pembelajaran konsep dasar kamar bedah.

Denpasar, 27 Juni 2019

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, rawat jalan dan rawat gawat
darurat. Sedangkan, menurut peraturan menteri kesehatan republik Indonesia
No.124/Menkes/SK/X/2004 Tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah
sakit, di nyatakn bahwa “rumah sakit adalah sarana pelayanan kesehatan
tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi
tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran
lingkungan dan gangguan kesehatan”.
Di rumah sakit terdapat tipe A, B, C Yang di tentukan berdasarkan
fasilitas dan pelayanan kesehatan yang tersedia. Di rumah sakit terdapat area
bebas, area terbatas, area ketat dimana semua area ini di bagi berdasarkan
kesterilannya dengan tujuan dan fungsinya masing-masing untuk menunjang
kegiatan pada rumah sakit. Dan di rumah sakit karangasem terdapat ruang
operasi di IBS (instalasi bedah sentral) dan IGD (Instalasi gawat darurat).
Sebagai calon penata anestesi yang bertugas untuk membantu dokter
anestesi untuk menghilangkan rasa sakit dan nyeri pada saat pasien pre opersi,
selama operasi dan post operasi maka Kita harus mengenala dan mengtahui
apa saja yang ada di ruang operasi/OK.

1.2 TUJUAN
1. Untuk mengenal ruang operasi/OK
2. Untuk mengetahui syarat-syarat ruang operasi /OK
3. Untuk mengetahui pembagian area pada ruang operasi/OK
4. Untuk mengetahui alat-alat yang berada pada ruang operasi/OK
BAB II

ISI

A. Pengenalan ruang operasi/OK


Ruang operasi merupakan suatu unit khusus di rumah sakit, tempat
untuk melakukan tindakan pembedahan baik elektif maupun akut, yang
membutuhkan keadaan suci hama (steril) dan di atur menurut
letak,ukuran, dan bentuk.

ukuran kamar operasi harus terletak di tengah-tengah rumah sakit


berdekatan dengan ICU, IGD, dan Radiologi. bentuk kamar operasi yaitu
sudut-sudutnya tidak boleh tajam, lantai dinding dan langit-langitnya harus
melengkung, Lapisan dinding dari bahan yg keras, tidak berpori, tahan api,
kedap air, tidak mudah kotor, tidak punya sambungan, berwarna terang,
tidak memantulkan cahaya, mudah dibersihkan dan tidak menampung
debu, Dinding terbaik dari porselin atau vinyil setinggi langit-langit atau
dicat yg mengandung weather shield, tidak menghantar listrik, kedap air,
mudah dibersihkan dan berwarna terang. Dan ukuran kamar opersi
tergantung dari besar kecilnya rumah sakit harus Minimal 29,1 – 37,16 m2
(5,6 x 5,6 m), Maksimal (khusus/besar) 56 – 60 m2 (7,2 x 7,8 m), Tinggi
plafon 3,5 m, minimal 2,5 dan maksimal 3,65 m. (terkait alat anestesi,
lampu operasi dan pembersihan.

Di RS Daerah Karangasem ada 2 pembagian Ruang OK, Ruang OK


IGD (Instalasi Gawat Darurat) dan Ruang OK IBS (Instalasi Bedah
Sentral). Di Ruang OK IGD ada 2 kamar operasi dan di Ruang OK IBS
ada 4 kamar operasi (OK 1 : Bedah Mata, OK 2 : Orthopedi, OK 3 :
Kebidanan, OK 4 : Bedah Umum). Yang membedakan Ruang OK IGD
dan IBS adalah indikasi pasiennya. Untuk ruang OK IGD lebih kepada
pasien gawat darurat dan untuk ruang OK IBS lebih kepada pasien elektif.

Dan ruang IBS terdapat 4 kamar operasi yaitu:


1. untuuk mata,
2. untuk ortopedi,
3. untuk kebidanan,
4. untuk bedah umum.

B .Syarat-syarat Kamar Operasi

Adapun syarat-syarat kamar operasi adalah:

1. Letak kamar operasi idealnya berada di tengah-tengah RS.


2. Sudut-sudut ruang operasi tidak boleh tajam dan harus melengkung.
3. Pintu keluar-masuk pasien berbeda.
4. Pintu keluar-masuk petugas sama.
5. Pintu dilengkapi dengan kaca tembus pandang.
6. Pintu keluar-masuk peralatan bersih dan kotor harus berbeda.
7. Menggunakan AC sentral.
8. Lampu penerangan ruangan menggunakan lampu putih.
9. Terdapat heap filter dan exhaust.
10. Sistem gas sentral, dilengkapi dengan penghisap gas anestesi.
11. Sistem komunikasi antar ruang operasi.
12. Sistem lisrik dengan 2 macam voltase/sumber dan berbeda sirkuitnya, dengan
tinggi minimal 1,40 m dari lantai.
13. Semua alat terbuat dari stainless steel.

C.Pembagian area pada ruang operasi/OK

1. Area bebas (unrestricted area)


a. Ruang administrasi, yang digunakan untuk pendataan pasien
bedah, penandatanganan surat pernyataan keluarga pasien, dan
rincian biaya pembedahan
b. Ruang tunggu, digunakan untuk tempat keluarga pasiean
menunggu sampai selsai pembedahan
2. Area terbatas (semi restriscted area)
a. Ruang pre-operasi, tempat untuk mempersiapkan pasien sebelum
pembedahan seperti membersihkan pasien mencukur bagian yang
perlu di cukur, dan mengganti pakaian pasien dengan pakaian
bedah.
b. Ruang pemulihan, di gunakan setelah pasien selesai pembedahan
c. Ruang spoelhock, tempat untuk menaruh alat-alat kotor yang di
keluarkan dari kamar bedah
d. Apotik, tempat penyediaan obat untuk pembedahan
3. Area ketat/CLEAN (restricted area)
a. Ruang operasi, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan
b. Ruang cuci tangan, di gunakan oleh petugas opersi sebelum
memasuki ruang operasi dan melakukan pembedahan
c. Ruang penyimpanan alat steril, di gunakan untuk penyimpanan
alat-alat steril yang akan di gunakan
d. Ruang induksi, tempat untuk mengukur tekanan darah, memasang
infus, memberikan kesempatan pada pasien untuk beristirahat/
menenangkan diri, dan memberikan penjelasan pada pasien bedah
mengenai tindakan yang akan di laksanakan, serta tindakan
anestesi di lakukan pada ruang ini. Jika ruang operasi tidak
memungkinkan.
e. Ruang ganti pakaian, di gunakan untuk petugas mengganti pakaian
bedah
4. Ruang pendukung
a. Dapur
b. Toilet
c. Ruang istirahat petugas pembedahan

D.Alat-alat pada ruang operasi/ OK

1. Meja operasi/bedah, di gunakan untuk membaringkan pasien bedah, sesuai


dengan posisi yang sesuai dimana dokterbedah akan melakukan operasi
pembedahan.
2. Lampu operasi/bedah, di letakkan di langit-langit ruang operasi, dan
berada di atas meja operasi dan utuk keperluan lainnya bisa di letakkan di
lantai (floor mounted) atau jenis pemasangan di dinding (wall mounted)
3. Mesin anestesi, untuk memberikan obat anestesi pada pasien yang
dilakukan oleh dokter spesialis anestesi dan di bantu oleh penata anestesi
sebelum dilakukan pembedahan oleh dokter spesialis bedah.
Ada 3 komponen mesin anestesi yaitu:
a. Vaporizer: sumber uap, sumber gas, dan regulator
b. Circuit nafas: selang inspirasi, selang ekspirasi, soda lime, klep
pengeluaran, klrp pengaturan tekanan, dan corrugator bag.
c. Konektor ke pasien: ETT(Endotrakea tube) Dan gudel, CUFF,
LMA(laryngeal mask airway), dan face mask.
Alat-alat bantu mesin anestesi menggunakan prinsip S T A T I C S
yaitu:
S : Scope (Laryngoscope, Stetoscope)
T : Tube (Endotracheal tube/ETT, LMA)
A : Airway (OPA/Gudel, NPA)
T : Tape (Plaster)
I : Introducer (Stilet)
C : Conector (Penyambung sirkuit ke pasien)
S : Suction (Mesin, selang, dan canulnya), Spuit
4. Alat-alat monitoring
a. Monitoring: oxymeter, suhu, BP, PR, RR, ECG, dan capnograf
b. Stetoscope
c. Tensimeter manual
5. Alat bantu lainnya
a. Maggyl tang
Alat untuk memasukkan packing ke mulut pasien, Mengambil
benda asing di mulut pasien.
b. Bagging/Ambubag
Digunakan untuk memberikan ventilasi positif , Digunakan saat
resusitasi atau MA tidak berfungsi baik, Tersedia ukuran dewasa,
anak-anak, dan infant .
c.exshaust
Alat untuk mengisap sisa gas anestesi yang masih terdapat di
ruangan ok agar penata dan perawat tidak mengirup gas anestesi
tersebut.
d.Hidrometer/Hidromeg
alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban suhu di
ruang ok.
e.Rontgen view
alat yang digunakan untuk melihat hasil rontgen pasien.
f. Telephone
alat yang digunakan untuk berkomunikasi antar ruang ok.
g. Meja mayo
alat yang digunkan untuk menyimpan alat bedah dan berada dekat di
pasien.
h.Lampu operasi
alat yang digunakan unutk pencayahan .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kunjungan ke RSD Karangasem yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2019
untuk pengenalan ruang OK dan pembagian area ruang OK serta alat-alat yang ada di
ruang OK sangat bermanfaat bagi mahasiswa D-IV Anestesiologi ITEKES Bali
karena dapat mengenal ruang OK dan pembagian area ruang OK serta alat-alat yang
harus disiapkan di ruang OK. Serta mengetahui bagaimana alur masuk keluar pasien
dan petugas juga proses masuk pasien mulai dari ruang administrasi sampai ruang
pemulihan.

Lampiran

( ruang ok 1)
( coridor )

(Hidrometer/Hidromeg)

(Mesin Anastesi)

( Rontgen view )