Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH FILSAFAT PANCASILA

“PERKUAT LEGITIMASI MORAL UNTUK MENCEGAH KORUPSI”

Disusun oleh :

Nama : Fatima Darmawanti

NIM : 32318010

PROGRAM STUDI D-III FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA MADIUN

2018
ABSTRAK

Dewasa ini kasus korupsi sering terjadi di kehidupan kita. Tanpa kita sadari yang
dilakukan oleh orang – orang yang melakukan korupsi adalah tindakan yang tidak bermoral
dan beretika. Rapuhnya moralitas dan rendahnya tingkat kejujuran orang – orang yang
berbuat korupsi. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia.
Korupsi di indonesia dewasa ini sudah merupakan penyakit sosial yang sangat berbahaya dan
merugikan semua aspek kehidupan masyarakat. Dan sekarang ini korupsi seolah olah sudah
menjadi budaya dalam masyarakat. Tindakan ini bertentangan dengan arti penting dan fungsi
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Selain itu juga menciderai nilai – nilai
luhur Pancasila. Persoalannya adalah bagaimana korupsi di brantas? kalo kita ingin maju
maka korupsi harus diberantas. Dan korupsi sendiri membawa dampak negatif terhadap
sebuah negara ke jurang kehancuran. Maka suatu pemerintahan harus menanamkan legitimasi
moral agar tidak bertindak semena mena dan berlaku jujur dalam segala hal.

Kata kunci ; moral, legitimasi, korupsi


PERKUAT LEGITIMASI MORAL UNTUK MENCEGAH KORUPSI

Indonesia dewasa ini kasus korupsi semakin bertambah dan sudah menjadi hal biasa
bagi para koruptor – koruptor yang gila harta. Maka kejujuran itu adalah hal yang sangat
penting dan moralitas juga sangat diperlukan dalam suatu pemerintahan. Korupsi sendiri
adalah perbuatan yang sangat tidak baik dan tidak di perbolehkan dalam agama. Tapi para
koruptor tidak sadar diri jika yang dilakukan itu adalah salah. Karena mereka hanya
memikirkan kesenagan sendiri dan tidak memperdulikan masyarakatnya. Hal tersebut dapat
merugikan negara atau perekonomian negara. Kemajuan suatu negara sangat di tentukan oleh
kemampuan dan keberhasilan dalam melakukan suatu pembangunan. Faktor utama adalah
sumber daya manusia dan pembiayaan.

Korupsi merupakan tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan secara perseorangan
atau kelompok dari sumber pendapatan yang ilegal. Tindakan korupsi ini sangat bertentangan
dengan arti dan fungsi pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Korupsi juga
menciderai nilai – nilai luhur Pancasila sebagai Dasar Negara kita. Tindakan ini seolah olah
sudah menjadi budaya dalam masyarakat. Mulai dari kasus yang terkenal yaitu “Gayus
Tambunan”, “Kasus Century”,”Papa minta saham” dan yang sangat heboh sekarang adalah
kasus “KTP-el”.

Kasus korupsi KTP-el yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini dan Setya Novanto
sebagai terdakwa yang secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi
yang merugikan negara sekitar 2,3 triliun. Setyo Novanto menyalahgunakan wewenang untuk
memastikan usulan anggaran proyek penerapan KTP-el yang bernilai 5,9 triliun itu lolos di
DPR. Dan juga meminta pengusaha yang mengerjakan proyek KTP-el untuk memberikan
komisi sebanyak 5% untuk para anggota DPR Komisi II.

Dan jaksa menuntut hukum penjara selama 16 tahun, penvabutan hak politik selama 5
tahun, denda 1 miliar, dan pengembalian uang US7,3 juta. Tuntutan ini merupakan puncak
dari berkas setebal 2.415 halaman yang diarsipkan tim jaksa untuk tedakwa bekas ketua DPR
dan bekas ketua Golkar dalam kasus korupsi KTP-el, lapor wartawan BBC Amindoni dari
persidangan.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada
kamis (29/03) dari pukul 11 hingga pukul 16. Jaksa menilai Setyo Novanto memiliki peran
yang penting dalam skandal korupsi bersama 9 orang lainnya yang merugikan negara. Maka
dari itu jaksa menuntut bahwa Setyo Novanta bersalah dan “menjatuhkan hukuman selama 16
tahun dan denda 1 miliar, apabila tidak di bayar dapat di ganti dengan kurungan selama 6
bulan,” ujar jaksa Abdul Basir.

“Berdasarkan fakta hukum, maka dapat disimpulkan bahwa terdakwa telah menerima
pemberian fee seluruhnya sejumlah US 7,3 juta dan menerima satu jam tangan merk Richard
Mille seharga USD 135 ribu,“ ujar jaksa Wawan. dalam fakta persidangan yng terungkap
dari keterangan 81 saksi dan 9 ahli terdakwa dan barang bukti yang jelas, jaksa menilai
bahwa Setyo Novanto menyalah gunakan wewenang dan kedudukannya sebagai ketua DPR
dalam hal pengadaan barang dan jasa.

Masalah korupsi KTP-el yang masih berjalan merupakan salah satu kasus korupsi
terbesar di Indonesia. Solusi agar tidak terjadi kasus serupa adalah dengan memberikan
hukuman yang berat kepada para pelaku korupsi sehingga memberikan efek jera bagi
pelakunya dan sebagai peringatan kepada yang lainnya.

Dari kasus korupsi yang terjadi itu kita dapat melihat apa saja faktor yang
mempengaruhinya, antara lain :

 Lemahnya pemimpin
Suatu pimpinan dalam negara atau pemimpin harus bertanggung jawab terhadap
bawahnnya, karena seorang pemimpin adalah sebagai leadership yang artinya harus
memberikan contoh yang baik, berkharisma agar tidak dipermainkan anak buahnya.
Agar bawahan tidak berani untuk berbuat korupsi atau berperilaku menyimpang.
 Lemahnya pengajaran etika
Hal ini berkaitan dengan pengajaran etika yang kurang ditekankan kepada semua
orang. Karena dalam suatu pemerintahan harus memiliki etika yang baik yaitu
perilaku atau tindakan.
 Moralitas
Suatu moralitas itu sangat di perlukan dalam suatu pemerintahan yang di tujukan
untuk kepentingan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
 Rendahnya pendidikan
Kurangnya suatu pendidikan dapat menjadi timbulnya korupsi karena dengan
berbagai keterbatasan itulah mereka mencari luang untuk memperoleh keuntungan
yang besar.
 Tidak adanya tindakan hukum yang tegas
Seharusnya pihak hukum lebih tegas lagi dalam menangani sebuah masalah yang
dampaknya sangat merugikan sebuah negara. Dan jangan mau jika ada suap menyuap
karena itu sama saja tidak membuat para pelaku korupsi sadar diri. Lebih baik
mendapatkan hukuman berupa dihukum mati atau penjara seumur hidup agar
menuntaskan tindak korupsi.
 Rendahnya sumber daya manusia
Seseorang kurang keterampilan dan kemampuan dalam mengemban tugas dan
tanggung jawab yang di berikan.
 Masalah ekonomi
Yaitu rendahnya penghasilan yang diperoleh di banding dengan pengeluaran yang
begitu banyak dan gaya hidup yang kosumtif.
 Kemiskinan
Kemiskinan yang merajalela menjadi dampak terjadinya korupsi dan tidak
memikirkan apa dampak yang akan terjadi karena hanya mementingkan kepentingan
pribadi untuk mendapat keuntungan.

Cara Memberantas Korupsi :

 Upaya Pencegahan
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan pemberantasan
korupsi melalui tindakan pencegahan. Tindakan ini di gunakan agar masyarakat
memiliki benteng diri yang kuat agar tidak terjerumus atau terhindar dari perbuatan
yang merigukan negara atau korupsi dalam kehidupan sehari – hari mereka. Upaya ini
dilakukan pemerintah berdasarkan nilai – nilai Pancasila agar dalam pencegahannya
tidak bertentangan dengan nilai – nilai dari Pancasila itu.

 Upaya Penindakan
Upaya penindakan dilakukan oleh pemerintah terhadap tindakan korupsi yang
di bantu oleh sebuah lembaga independen pemberantasan korupsi yaitu KPK (Komisi
Pemberantasan Korupsi). tindakan ini dilakukan sejak KPK berdiri pada tahun 2002.

 Upaya Edukasi
Upaya edukasi ini dilakukan pemerintah dalam usahaya untuk memberantas
korupsi melalui proses pendidikan. Yang dilakukan dalam tiga jenis yaitu pendidikan
formal, informal, dan non formal. lewat upaya edukasi ini masyarakat sadar bahaya
korupsi bagi negara.
KESIMPULAN

Dari paparan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara hukum dan
kekuasaan tidak berjalan dengan baik di Indonesia ini, biasaya orang yang mempunyai
kekuasaan cenderung ingin mengendalikan hukum. Hukum perlu kekuasaan agar hukum
dapat dijalankan dan kekuasaan perlu hukum sebagai pembatas jalannya kekuasaan.

Kasus korupsi pengadaan KTP-el ini melibatkan beberapa tersangka yang berasal dari
Kementrian Dalam Negeri. Selain itu juga di butuhkan keberanian dari KPK sendiri agar di
harapkan mampu mengusut kasus korupsi ini hingga tuntas agar tidak terjadi lagi. Karena
kasus korupsi sampai saat ini masih belum dapat di katakan selesai. Maka suatu tindakan
hukum harus di perkuat lagi agar tidak terjadi lagi kasus korupsi. Dan legitimasi moral di
pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk memberantas korupsi.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/6194387/MAKALAH_TENTAN_KORUPSI

https://guruppkn-com.cdn.ampproject.org/v/s/guruppkn.com/upaya-pemberantasan-korupsi/
amp?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&USQP=MQ331AQHCAFYAYABAQ%3D
%3D#aoh=HTTPS%3A%2F%2Fwww.google.com

https://www-bbc-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.bbc.com/indonesia/amp/indonesia-
43579739?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQHCAFYAYABAQ%3A%2F
%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251524s