Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Geografis Wilayah Provinsi Gorontalo

Gorontalo adalah salah satu provinsi di Indonesia yang merupakan provinsi ke-32 yang terdapat di
Indonesia, memanjang dari timur ke barat di bagian utara Pulau Sulawesi. Sebelah utara berbatasan
dengan Laut Sulawesi, sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara, sebelah barat
berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah, dan sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Tomini.
Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak di sebelah barat atau sebelah utara dari Provinsi Sulawesi
Utara tepatnya 0° 19′ 00” – 1° 57′ 00” LU (Lintang Utara) dan 121° 23′ 00” – 125° 14′ 00” BT (Bujur Timur)
dan memiliki luas wilayah 12.215,44 km2.

Gambar Peta Gorontalo

Provinsi Gorontalo memiliki luas wilayah 12.215,44 km2. Jika dibandingkan dengan luas wilayah
Indonesia, maka luas Provinsi Gorontalo hanya sebesar 0,63%. Provinsi Gorontalo terdiri dari 5 (lima)
kabupaten dan 1 ( satu) kota. Selain itu Provinsi Gorontalo memiliki 77 kecamatan dan 735 desa atau
keluharan. Berikut tabel nama kabupaten beserta pusat pemerintahannya.

No. Kabupaten/Kota Pusat Pemerintahan


1. Kabupaten Boalemo Tilamuta
2. Kabupaten Bone Bolango Suwawa
3. Kabupaten Gorontalo Limboto
4. Kabupaten Gorontalo Utara Kwandang
5. Kabupaten Pohuwato Marisa
6. Kota Gorontalo -
Tabel Daftar Kabupaten/Kota
Kabupaten Pohuwato merupakan wilayah terluas di Provinsi Gorontalo dengan luas area sebesar
35,83%, sedangkan Kota Gorontalo memiliki wilayah terkecil di Provinsi Gorontalo sebesar 0,53%.
Selain itu permukaan tanah di Provinsi Gorontalo sebagian besar adalah perbukitan. Oleh karenanya,
provinsi ini mempunyai banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda-beda. Gunung Tabongo yang
terletak di Kabupaten Boalemo merupakan gunung yang tertinggi di Provinsi Gorontalo. Sedangkan
Gunung Litu-Litu yang terletak di Kabupaten Gorontalo merupakan Gunung terendah. Disamping
memiliki banyak gunung, provinsi ini juga dilintasi banyak sungai. Sungai terpanjang adalah Sungai
Paguyaman yang terletak di Kabupaten Boalemo dengan panjang aliran 99,3 km. Sedangkan sungai
terpendek adalah Sungai Bolontio dengan panjang aliran 5,3 km yang terletak di Kabupaten Gorontalo
Utara. Mempunyai ketinggian dari permukaan laut berkisar 0 – 2.400 meter dengan jumlah pulau-
pulau kecil yang sampai saat ini teridentifikasi sebanyak 67 buah dan dua musim seperti umunya,
yakni musim penghujan dan musim kemarau.
Karena letaknya yang relatif dekat dengan garis khatulistiwa, suhu di Provinsi Gorontalo
cenderung panas. Suhu minimum terjadi di bulan Agustus yaitu 23,3oC. Sedangkan suhu maksimum
terjadi di bulan Oktober dengan kisaran suhu 33,4oC. Selama setahun suhu udara rata-rata Provinsi
Gorontalo berkisar antara 26,6 – 28oC. Selain itu, kelembaban udara relatif tinggi, rata-rata
kelembaban udara tertinggi pada tahun 2017 terjadi pada bulan Januari dengan kelembaban
mencapai 85%. Sedangkan untuk curah hujan tertinggi terdapat di bulan Juni yaitu 253 mm dan
jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Januari dan Mei sebanyak 22 hari dengan curah hujan
rata-rata 207,7 mm per tahun dan memiliki kecepatan angin rata-rata 2 – 3 knot.
Provinsi Gorontalo memiliki letak yang strategis jika dipandang secara ekonomis karena terdapat
di poros tengah pertumbuhan ekonomi, di antara dua Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batui
Provinsi Sulawesi Tengah dan Manado – Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Dari letaknya yang strategis
dapat menjadikannya sebagai daerah transit seluruh komoditi dari dan menuju kedua KAPET tersebut.
Adanya arus tersebut mempunyai dampak positif terhadap meningkatnya aktivitas perekonomian di
daerah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan bahkan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Terletak
pada “mulut” Lautan Pasifik yang menghadap ke negara Korea, Jepang dan Amerika Latin yang
tentunya memberikan keuntungan tersendiri dalam bidang perdagangan.
Adanya dua perairan yang mengapit provinsi ini, yaitu Teluk Gorontalo atau Teluk Tomini di
sebelah Selatan dan Laut Sulawesi juga menjadikan posisi Provinsi Gorontalo sangat strategis. Laut
Sulawesi merupakan menjadi penting karena merupakan rute pelayaran dari Pulau Sulawesi menuju
Filipina yang juga melalui wilayah perairan Kesultanan Sulu di sebelah timur dari Malaysia. Sedangkan
Teluk Gorontalo atau Teluk Tomini merupakan sumber kehidupan bagi kerajaan di sekitarnya sejak
dulu. Jalur ini ramai karena menjadi titik pertemuan kerajaan-kerajaan yang berada di kawasan
"Tomini-Bocht" (wilayah kawasan Teluk Tomini), Ternate, Buton, bahkan menjadi jalur masuknya
perantau dari Hokkian (Tiongkok) serta dari Jazirah Arab.

1.2 Demografis Wilayah di Provinsi Gorontalo

Provinsi Gorontalo memiliki jumlah penduduk sekitar 1.166.142 jiwa berdasarkan data sensus
tahun 2018 dan memiliki tingkat kepadatan penduduk 88 jiwa/km2. Di dalam provinsi ini terdapat
Suku Gorontalo, Suku Suwawa, Suku Bolango, Suku Atinggola, dan Suku Mongondow yang tentunya
memiliki keunikan masing-masing.
Tabel Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Laju Pertumbuhan Provinsi Gorontalo

Selanjutnya adalah grafik yang menunjukkan presentasi jumlah agama yang dianut oleh
penduduk Provinsi Gorontalo.

Islam
Kristen
Hindu
Katolik
Budha

Dari grafik di atas didapatkan data penduduk beragama Islam sebesar 96,82%, agama Kristen
sebesar 2,11%, agama Hindu dan Katolik sebesar 0,71% dan agama Budha sebesar 0,09%. Sehingga
dapat disimpulkan hampir seluruh penduduk di Provinsi Gorontalo beragama Islam.

Sumber

https://www.gorontaloprov.go.id/profil/wilayah-geografis
https://gorontalo.bps.go.id

google images