Anda di halaman 1dari 3

Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa

Oleh Natasya Rosa Fariska Alexandra, 1806140193, Keperawatan Jiwa Kelas B

Jiwa merupakan unsur manusia yang bersifat nonmateri, namun fungsi serta
menifestasinya sangat terkait pada materi. Jiwa merupakan suatu hal yang bersifat
abstrak dan tidak berwujud benda. Melainkan sebuah sistem perilaku, hasil olah
pemikiran, perasaan, persepsi, dan berbagai pengaruh lingkungan sosial. Semua hal
tersebut merupakan manifestasi sebuah kejiwaan seseorang (Yusuf, Fitryasari, &
Nihayati, 2015).

Sementara itu, kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi sejahtera secara fisik,
sosial, dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan.
Atau dapat dikatakan bahwa individu dikatakan sehat jiwa apabila berada dalam
kondisi fisik, mental, dan sosial yang terbebas dari gangguan dan tidak berada dalam
kondisi tertekan, sehingga individu tersebut bisa mengendalikan stress yang timbul
(WHO, 2004 dalam Nurhalimah, 2016). Selain pengertian tersebut, UU Kesehatan
Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 juga menyatakan bahwa kesehatan jiwa merupakan
kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan
sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi
tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk
komunitasnya. Manusia terdiri dari bio, psiko, sosial, dan spiritual yang saling
berinteraksi satu dengan lainnya serta saling mempengaruhi.

Terdapat beberapa kriteria sehat jiwa menurut WHO. WHO menyatakan bahwa
seseorang dapat dikatakan sehat jiwa apabila mampu menyesuaikan diri secara
konstruktif pada kenyataan, memperoleh kepuasan dari hasil jerih payah usahanya,
merasa lebih puas memberi daripada menerima, secara relatif bebas dari rasa tegang,
cemas, dan depresi, mampu berhubungan dengan orang lain secara tolong menolong,
mampu menerima kekecewaan sebagai pelajaran yang akan datang, dan memiliki rasa
kasih sayang terhadap sesama (World Health Organization, 1959 dalam Yusuf,
Fitriyasari, & Nihayati, 2015).

Dalam bukunya, Moeljono Notosoedirdjo dan Latipun (2005) menyatakan


bahwa jiwa dikatakan sehat apabila tidak mengalami sedikitpun gangguan psikis, tidak
sakit atau bisa menahan diri untuk tidak sakit akibat adanya stressor. Stress dapat
dipandang sebagai reaksi individu terhadap perubahan apapun yang memerlukan
penyesuaian atau respon. Respon ini dapat berupa respon fisik, mental, atau emosional
(Townsend, 2009). Selain itu, jiwa dapat dikatakan sehat apabila sejalan dengan
kapasitas dan selaras dengan lingkungan, dan tumbuh secara positif. Individu yang
sehat jiwanya mampu tumbuh selaras dengan lingkungan, berkembang dalam
kehidupannya, menerima tanggung jawab, dan mampu menyesuaikan dirinya,
melaksanakan norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat (Yusuf, Fitryasari, &
Nihayati, 2015).

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan oleh individu untuk


meningkatkan kesehatan jiwa. Diantaranya adalah dengan bersikap jujur, mengatakan
apa adanya tanpa menyinggung perasaan orang lain, senantiasa melakukan instropeksi
dan mengoreksi diri sendiri, menjaga kesehatan fisik dengan runtin berolahraga,
mengonsumsi makanan sehat, dan melatih mekanisme koping yang positif (adaptif)
serta menghilangkan mekanisme koping yang negatif (maladaptif) (Azizah, Zainuri, &
Akbar, 2016).

Keperawatan jiwa memandang manusia sebagai makhluk holistic yang terdiri


dari komponen bio, psiko, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan utuh dari aspek
jasmani dan rohani, serta merupakan makhluk yang unik karena memiliki berbagai
macam kebutuhan sesuai dengan tingkat perkembangannya (Konsorsium Ilmu
Kesehatan, 1992 dalam Nurhalimah, 2016).
Daftar Pustaka
Azizah, L. M., Zainuri, I., & Akbar, A. (2016). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan
Jiwa: Teori dan Aplikasi Praktik Klinik. Yogyakarta: Indomedika Pustaka.

Notosoedirdjo, M., & Latipun. (2017). Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan.
Malang: UMM Press.

Nurhalimah. (2016). Keperawatan JIwa. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik


Indonesia.

Townsend, M. C. (2009). Psychiatric Mental Health Nursing: Concept of Care in


Evidence-Based Practice. Philadelphia, PA: F. A. Davis Company.

Yusuf, Fitryasari, R., & Nihayati, H. E. (2015). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan
Jiwa. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.