Anda di halaman 1dari 5

Pakan satli

lmu gizi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan
kesehatan optimal, oleh karena itu pengetahuan mengenai keseimbangan gizi dalam pengelolaan pakan
satwaliar yang berada dalam penangkaran maupun kebun binatang sangat dibutuhkan dalam merawat dan
menjaga hewan-hewan tersebut agar selalu berada dalam kondisi sehat walafiat. Bersama dengan keadaan
kandang, sanitasi, dan hygiene pakan menjadi poin penting dalam perawatan hewan. Agar nutrisi yang
disediakan seimbang, dalam pakan perlu disediakan air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Manajemen pakan satwa, memerlukan pengetahuan tentang jenis satwa berdasarkan pakannya, adapun
hewan dibedakan menjadi herbivora, karnivora, frugivora (pemakan buah), foligovora (pemakan pucuk
daun), omnivira, dan insektivora. Selain jenis pakan, perlu diketahui juga bentuk mulut, susunan gigi, dan
sistem pencernaan hewan tersebut. Jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan hidup
hewan, sementara cara penyajian dan frekuensi pemberian pakan disesuaikan dengan perilaku alami
hewan. Penyusunan formulasi pakan, memerlukan pengetahuan tentang perkiraan berat badan, status
hewan (pertumbuhan, bunting, laktasi, kerja), serta pengetahuan tentang makanan satwa dan cara
menghitung energi dalam pakan.
Pemberian pakan pada satwaliar membutuhkan banyak percobaan dan pergantian menu pakan. Urutan
tata cara pemberian pakan ini meliputi pemberian pakan, penghitungan sisa pakan, penghitungan
alometrik, evaluasi pakan, dan pemberian menu yang lebih sesuai. Keberhasilan menu pakan dilihat dari
pertumbuhan satwa, keseimbangan berat dan kesehatan satwa, kemampuan reproduksi, dan usia harapan
satwa.

Ligaya,2014. Pengelolaan Pakan Satwaliar.Diambil dari: http://satwaliar.lk.ipb.ac.id/2014/07/21/kuliah-


basic-dan-intermediate-tentang-pengelolaan-pakan-satwaliar/
Pakan Unggas
Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang diberikan
kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan,
perkembangan, dan reproduksi. Agar pertumbuhan dan produksi maksimal, jumlah dan
kandungan zat-zat makanan yang di perlukan pun harus sesuai.Pada usaha peternakan, pakan
berperan sangat strategis. Ditinjau dari aspek ekonomis, biaya pakan sangat tinggi, mencapai
70% dari total biaya produksi. Ditinjau dari aspek biologis, pertumbuhan dan produksi maksimal
tercapai bila kualitas dan kuantitas pakan sesuai, produksi efisien akan tercapai bila tersedia
bahan pakan murah dan kebutuhan zat-zat makanan terpenuhi.

Konversi pakan menjadi daging dan atau telur harus berlangsung secara efisien dan
ekonomis untuk memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Itulah perlunya peternak memahami
dan menerapkan prinsip-prinsip penentuan kebutuhan dan penyusunan pakan sesuai tujuan
usaha.

Pakan yang dikonsumsi sebagai bahan yang hendak dicerna dan diserap tubuh. Sebagian yang
tidak dicerna diekskresikan dalam bentuk feses. Zat-zat makanan (nutrien) dari pakan yang
dicerna digunakan untuk sejumlah proses di dalam tubuh. Nutrien yang digunakan tergantung
dari spesies, umur dan produksivitas unggas. Sebagian besar unggas menggunakan zat-zat
makananya yang diserap untuk:
- Fungsi esensial (meintenan), diantaranya metabolisme tubuh, memelihara panas tubuh, serta
menggganti dan memperbarui sel-sel tubuh dan jaringan.
- Kebutuhan produksi, diantaranya; untuk pertumbuhan, penggemukan, atau produksi telur.

Kebutuhan pakan dipengaruhi oleh fungsi produksi yang khusus, seperti misalnya pertumbuhan,
pengemukan dan reproduksi.

a. Kebutuhan energi
Pada hakekatnya, ayam mengkonsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Apabila
kebutuhan energi telah terpenuhi, maka ayam akan menghentikan konsumsi berlebihan sehingga
menghasilkan karkas yang lebih berlemak dibandingkan dengan ayam yang mengkonsumsi
pakan rendah energi. Pemberian pakan dilapangan biasanya mengandung energi metabolisme
sekitar 2600-2800 kkal untuk ayam petelur dan 2900-3300 kkal untuk ayam broiler.

b. Kebutuhan protein
Protein merupakan zat makanan yang di perlukan sebagai bahan pembentukan jaringan dan telur.
Sumber utama protein yaitu protein yang terdapat dalam pakan yang di konsumsi, karena pakan
yang kandungan proteinnya kurang mengakibatkan laju pertumbuhan dan tingkat produksi
menjadi tidak baik.

Kebutuhan protein untuk kehidupan pokok ayam relatif kecil. Kebutuhan protein terutama
digunakan untuk pertumbuhan dan produksi. Apabila kebutuhan protein untuk pertumbuhan
maksimal telah tercapai, maka kelebihan protein akan di oksidasi menjadi energi karena tidak
dapat ditimbang di dalam tubuh.

Kebutuhan protein pada saat periode pertumbuhan tergantung pada laju pertumbuhan. Laju
pertumbuhan yang cepat menuntut tersedianya protein dalam pakan yang di konsumsi lebih
tinggi dibandingkan pertumbuhan yang lambat.

Ayam broiler memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ayam petelur maupun
buras. Oleh karenanya, pada saat ayam tumbuh laju pertumbuhannnya juga meningkat sehingga
kebutuhan energi dan protein pun meningkat.

Kandungan zat-zat makanan dalam bahan pakan sangat beragam. Pada suatu bahan pakan,
kandang-kandang kadar makanan tertentu sangat tinggi, tetapi zat makanan lainnya rendah
bahkan sama sekali tidak ada. Oleh karena itu, untuk penyusunan pakan sebaiknya mengunakan
campuran beberapa macam bahan pakan. Berdasarkan kandungan zat-zat pakan, bahan pakan di
kelompokan menjadi 4 golongan, Diantaranya:
1. Sumber energi
2. Sumber protein
3. Sumber mineral
4. Vitamin

1. Bahan pakan sumber energi


Bahan pakan sumber energi mengandung karbohidrat (pati) relatif tinggi dibandungkan zat-zat
makanan lainnya. Kandungan protein sekitar 10%. Bahan pakan yang termasuk gologan tersebut
diantarnya jagung kuning, ubi kayu, sorgum, dedak padi dan lain-lain.
a. Jagung kuning, penggunaanya 15-70%. Mengadung pro-vitamin A untuk meningkatkan
kualitas daging dan telur. Vitamin A memberikan warna kuning pada kulit dan kuning telur.
b. Hasil ikutan pengilingan padi berupa dedak halus, dedak lunte , dan bekatul.

Semua ini merupakan bahan pakan sumber energi karena mengandung karbohidrat bahan pakan
yang tersedia melimpah, murah dan mengadung zat makanan tinggi. Tetapi memiliki kelemahan
kandungan lemak dan serat kasarnya tinggi sehingga penggunaanya di batasi hanya 30%
(maksimal).

2. Bahan pakan sumber protein


Bahan pakan sumber protein harus mengandung protein tinggi, sekitar 45%. Bahan tersebut
berupa sumber protein hewani atau nabati.

a. Bahan pakan sumber protein hewani, tepung ikan, tepung bulu ayam, manure.
- Tepung ikan , terbuat dari ikan dan sisa-sisa ikan. Tepung ikan yang beredar umumnya terbuat
dari ikan kecil dan sisa yang tidak dimanfaatkan lagi untuk manusia, sehingga kandungan
proteinnya rendah. Tepung ikan yang baik mengandung protein sekitar 60%, tetapi lebih banyak
berkisar antara 51-53%.
- Tepung bulu ayam, mengandung protein tinggi yaitu 85-90%. Namun kualitasnya rendah
karena kandungan asam amino rendah.

b. Sumber protein nabati,bungkil kedelai, bungkil kacang tanah. Meskipun kandungan protein
tinggi, tetapi kandungan asam amino esensialnya rendah. Dalam pengunaannya harus
diimbangi dengan sumber protein hewani.
- Bungkil kedelai ,kandungan proteinnya 42,7%
- Bungkil kacang tanah, bahan ini merupakan hasil sampingan produksi minyak tanah.
Mengandung protein 38,92%.
- Bungkil kelapa

3. Bahan pakan sumber vitamin


Bahan pakan sumber vitamin berupa hijauan. Bahan tersebut juga berperan sebagai sumber
mineral. Pemberian dalam bentuk segar setelah dicingcang agar mudah dimakan ayam, atau ada
pula yang diberikan dalam bentuk ikatan-ikatan dan di gantung di dalam kandang. Biasanya
pemberian hanya dalam jumlah dan saat tertentu saja. Hijauan misalnya kecambah, bayam,
kangkung, dan daun singkong. Pemberian hijauan dalam bentuk tepung dalam campuran pakan
sekitar 2-5%.

4. Bahan pakan sumber mineral


Bahan pakan sumber mineral meliputi beberapa bahan, seperti tepung tulang, tepung kulit kerang
dan grit. Grit berfungsi sebagai sumber mineral dan dapat membantu pencernaan ayam . Oleh
karena itu grit biasanya terdiri dari berbagi campuran batu, granit, kulit kerang, batu kapur dan
bahan fosfor.
Yunus.Ahmad.2014.Pemberian Pakan Unggas.Diambil Dari:
https://belajarunggas.blogspot.com/2014/07/pemberian-pakan-unggas.html