Anda di halaman 1dari 5

Materi kedua

LOKAKARYA MINI BULANAN

 Pertemuan yang diselenggarakan setiap bulan di Puskesmas yang dihadiri oleh seluruh
staff di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Bidan di desa serta dipimpin oleh Kepala
Puskesmas
 Proses penggalangan kerjasama tim Puskesmas dengan pendekatan sistem

Masukan

1. Laporan hasil kegiatan bulan lalu


2. Informasi: hasil rapat dinas kab /kota, rapat kecamatan, kebijakan, program dan konsep
baru

Proses .

1. Analisis hambatan dan masalah, Analisis sebab masalah,


2. Merumuskan alternatif pemecahan masalah

Keluaran

1. Rencana kerja bulan yang baru

LOKAKARYA MINI TRIBULANAN

 Pertemuan yang diselenggarakan setiap 3 bulan sekali di Puskesmas yang dihadiri oleh
instansi lintas sektor tingkat kecamatan, Badan Penyantun Puskesmas (BPP), staf
Puskesmas dan jaringannya, serta dipimpin oleh camat
 Proses penggalangan kerjasama tim lintas Sektor Puskesmas dengan pendekatan sistem

Masukan

1. Laporan pelaksanaan program kesehatan dan dukungan sektor terkait


2. Inventarisasi masalah/hambatan dari masingmasing sektor dalam pelaksanaan program
kesehatan
3. Pemberian informasi baru

Proses

1. Analisis hambatan dan masalah pelaksanaan program kesehatan


2. Analisis hambatan dan masalah dukungan dari masing-masing sector
3. Merumuskan cara penyelesaian masalah
Keluaran

1. Rencana kerja tribulan yang baru


2. Kesepakatan bersama (untuk hal-hal yang dipandang perlu)

SUPERVISI

 Pengawasan dibedakan atas dua macam yakni pengawasan internal dan eksternal.

1. Pengawasan internal dilakukan secara melekat oleh atasan langsung.


2. Pengawasan eksternal dilakukan oleh masyarakat, dinas kesehatan kabupaten/kota serta
berbagai institusi pemerintah terkait.

 Pengawasan mencakup aspek administratif, keuangan dan teknis pelayanan. Apabila pada
pengawasan ditemukan adanya penyimpangan, baik terhadap rencana, standar, peraturan
perundang-undangan maupun berbagai kewajiban yang berlaku, perlu dilakukan
pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

POSYANDU KB-KES

 Merupakan salah satu bentuk kegiatan BPD (dulu LKMD), dimana masyarakat (antara
lain PKK) menyelenggarakan pelayanan 5 program prioritas secara terpadu di satu
tempat dan dalam waktu yang sama, dengan bantuan pelayanan langsung dari staf
Puskesmas, yaitu pada jenis pelayanan yang masyarakat tidak kompeten untuk
memberikannya sendiri.

KETERPADUAN POSYANDU

1. Keterpaduan antar 5 program (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan penanggulangan diare)
2. Keterpaduan antar sektor terkait (BPD, PKK, BKB, Kes
3. Keterpaduan Pelayanan Kesehatan oleh masyarakat dan kesehatan

POLINDES

 Suatu tempat yang didirikan oleh masyarakat atas dasar musyawarah, sebagai
kelengkapan dari pembangunan kesehatan masyarakat desa, untuk memberikan
pelayanan KIA dan KB.
 Dikelola BDD kerjasama dengan dukun bayi serta dibawah pengawasan dokter
Puskesmas

 Pertolongan persalinan yang ditangani: persalinan normal, faktor risiko sedang
 Kriteria faktor risiko sedang:
 Umur Ibu <20th atau >35Th
 Tinggi badan <145 cm , Jarak antar dua kehamilan < 2 th , Jumlah paritas > 3

Kriteria faktor risiko tinggi:

1. Perdarahan selama kehamilan


2. Panas tinggi atau infeksi
3. Eklamsi
4. Kelainan letak bayi dalam kandungan

PERSYARATAN POLINDES

1. Adanya BDD
2. Adanya peralatan: bidan kit, IUD kit, imunisasi, TB, Infus set, obat sederhana &
uterotonika, buku KIA-KB, inkubator
3. Memenuhi syarat rumah sehat: air bersih, ventilasi cukup, penerangan cukup, SPAL,
pekarangan bersih, ukuran minimal: 3x4m2
4. Lokasi terjangkau roda 4
5. Ada tempat bersalin, post partum, 1 TT

TUJUAN POLINDES
Tujuan Umum:

 Memperluas jangkauan, meningkatkan mutu dan mendekatkan pelayanan KIA-KB


kepada masyarakat desa

Tujuan Khusus:

1. Meningkatkan jangkauan dan mutu ANC dan persalinan normal di desa


2. Meningkatkan pembinaan dukun desa
3. Meningkatkan konsultasi dan penyuluhan
4. Meningkatkan pelayanan kesehatan bayi dan anak oleh bidan

KEGIATAN POLINDES

1. ANC
2. Persalinan normal
3. Pelayanan kesehatan bufas dan buteki
4. Pelayanan kesehatan neonatal, bayi, balita, anak prasekolah, imunisasi
5. Pelayanan KB
6. Pertolongan pertama persalinan risiko tinggi
7. Menampung rujukan dukun bayi dan merujuk ke fasilitas kes yg lebih mampu
8. Melatih dan membina dukun bayi
9. Penyuluhan kesehatan
10. Mencatat dan melaporkan kegiatan ke Puskesmas

 Pembinaan oleh dokter Puskesmas


 Pembiayaan: ditetapkan berdasarkan musyawarah desa
 Perizinan: bidan harus punya SIPB

PENGERTIAN SP2TP

 Sistem Pencatatan dan Pelaporan terpadu Puskesmas: kegiatan pencatatan dan pelaporan
data umum, sarana, tenaga dan upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas yang ditetapkan
melalui SK MENKES/SK/II/1981

JENIS DATA SP2TP

1. Umum dan demografi


2. Ketenagaan
3. Sarana
4. Kegiatan pokok Puskesmas

MACAM PENCATATAN

 Pencatatan dalam gedung dan diluar gedung

1. Pencatatan dalam gedung , menggunakan: family folder, kartu indek penyakit, buku
register dan sensus harian
2. Pencatatan diluar gedung, menggunakan kartu register dan kartu murid

FORMULIR PELAPORAN

1. Formulir LB: untuk data kesakitan dan obat dengan LPLPO


2. Formulir LT: untuk data kegiatan
3. Formulir LS: untuk data sarana, kegiatan dan kematian

 LB1: laporan data kesakitan


 LB2: laporan data kematian (tidak dipakai)
 LB3: laporan gizi, KIA-KB, P2M
 LB4: laporan obat-obatan (LPLPO)
 LT: laporan kegiatan Puskesmas (tribulan)
 Laporan data dasar Puskesmas (LSD1, LSD2, LSD3)
 LSD1: data kependudukan, fasilitas pendidikan, kesehatan, lingkungan dan peran serta)
 LSD2: ketenagaan Puskesmas dan Pustu
 LSD3: peralatan Puskesmas dan Pustu