Anda di halaman 1dari 16

1

Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pemanfaatan mikroorganisme dalam bidang industri semakin banyak digunakan
misalnya dalam menghasilkan berbagai produk seperti bahan pangan, pertanian, obat-
obatan, dan lain sebagainya. Pemilihan mikroorganisme yang tepat untuk suatu tujuan
tertentu dan pemanfaatan mikroorganisme secara maksimal perlu didukung oleh suatu
metode isolasi dan identifikasi yang baik.
Di alam populasi mikroba tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari
campuran berbagai macam sel. Di dalam laboratorium populasi bakteri ini dapat diisolasi
menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologinya, sifat
dan kemampuan biokimiawinya. Dalam mempelajari mikroba tidak bisa dilakukan secara
kasat mata. Sedangkan dalam suatu lokasi yang menurut manusia sudah cukup kecil,
disana masih terdapat bakteri dalam jumlah besar dan juga bermacam–macam jenisnya.
Selain itu, di alam mikroba pada umumnya tidak hidup tersendiri sebagai individu tunggal
dan terlepas dari spesies yang lain, Mikroba lebih sering ditemukan dalam bentuk koloni
dan bersama-sama dengan mikroba yang lain (Sailer,2000).
Mikroorganisme terdapat dimana-mana di dalam lingkungan kita mereka ada pada
tubuh kita, didalam tubuh kita, dan disekeliling kita. Mereka merupakan komponen penting
dalam ekosistem. Dihabitat alamiahnya, mereka hidup dalam suatu komunitas yang terdiri
dari berbagai jenis mikroorganisme, bersama spesies-spesies biologi lainnya. Di dalam
komunitas ini, satu spesies mikroba dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai
cara-cara beberapa bersifat menguntungkan beberapa merugikan ( Pelezar, 1988 ).
Dalam teknik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana memperoleh suatu
biakan yang murni, tetapi juga bagaimana memelihara serta mencegah pencemaran dari
luar. Inokulasi dimaksudkan untuk menumbuhkan, meremajakan mikroba dan
mendapatkan populasi mikroba yang murni. Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan
bakteri dari medium yang lama dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Agar biakan
bakteri dapat dibuat, maka alat – alat harus disterilisasi sebelum inokulasi. Sterilisasi
merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada suatu
benda. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu, penggunaan panas
(pemijaran dan udara panas), penyaringan, penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asam
perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin).

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
2
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

Dalam mengisolasi suatu mikroorganisme, dilakukan dengan cara yang aseptis


untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme lain. Kebanyakan
mikroorganisme dapat diisolasi dan diinokulasi dalam biakan murni dengan memindahkan
suatu koloni secara cermat, mensuspensikan kembali dalam cairan dan menanamnya
kembali pada medium yang selektif.
Adapun yang kedua, yaitu biokimia, merupakan ilmu yang mempelajari tentang
senyawa-senyawa yang ada di dalam sistem hidup, penyusunan senyawa-senyawa tersebut
ke dalam sel-sel dan interaksi kimia yang terjadi. Sel-sel pada makhluk hidup tersusun dari
biomolekul. Untuk dapat mempertahankan hidup, sel-sel mengalami metabolisme (reaksi
pada sel). Dalam metabolisme, sel menyerap energi dari makanan atau nutrisinya, energi
ini digunakan untuk membentuk biomolekul penyusun sel. Karakterisasi dan klasifikasi
sebagian besar mikroba seperti bakteri berdasarkan pada reaksi enzimatik ataupun
biokimia. Mikroba dapat tumbuh pada beberapa tipe media, memproduksi tipe metabolit
tertentu yang di deteksidengan interaksi mikroba dengan reagen tes yang menghasilkan
warna reagen. Reaksi-reaksi dalam sel akan teridentifikasi dengan melakukan pengujian-
pengujian tertentu. Sel akan memberikan respon sesuai dengan kemampuan yang
dimilikinya, misalnya menghasilkan enzim katalase, enzim gelatinase atau kemamupuan
untuuk menghidrolisis lemak. Secara morfologis, biakan maupun sel bakteri yang berbeda
dapat tampak serupa. Karena itu ciri fisiologis atau biokimiawi merupakan kriteria yang
amat penting di dalam identifikasi spesimen yang tidak dikenal. Tanpa hasil pengamatan
fisiologis yang memadai mengenai organisme yang diperiksa maka penentuan spesiesnya
tidaklah mungkin dilakukan. Pentingnya mengetahui kemampuan bakteri satu variabel
dengan variabel lain dalam melakukan metabolisme serta mengetahui perbedaan sifat dari
setiap baketeri melatarbelakangi dilakukannya praktikum ini.

I.2 Tujuan
I.2.1 Inokulasi Mikroorganisme
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari isolasi mikroorganisme dari
suatu campuran dengan teknik cawan gores dan cawan tuang.
I.2.2 Uji Biokimia
I.2.2.1 Uji oksidasi-fermentasi (O-F test)

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
3
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari kemampuan


mikroorganisme dalam mengkatabolisme, apakah berlangsung secara oksidatif dan
fermentatif.
I.2.2.2 Katalase
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari dimiliki atau tidaknya
enzym katalase pada suatu mikroorganisme.
I.2.2.3 Methyl-Red-Voges-Proskauer (MR-VP Test)
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari dihaasilkan atau
tidaknya (bukan logam).
I.3 Rumusan Masalah
I.3.1 Inokulasi Mikroorganisme
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah bagaimana isolasi mikroorganisme
dari suatu campuran dengan teknik cawan gores dan cawan tuang.
I.3.2 Uji Biokimia
I.2.2.1 Uji oksidasi-fermentasi (O-F test)
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah kemampuan mikroorganisme
dalam mengkatabolisme, apakah berlangsung secara oksidatif dan fermentatif.
I.2.2.2 Katalase
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah dimiliki atau tidaknya enzym
katalase pada suatu mikroorganisme.
I.2.2.3 Methyl-Red-Voges-Proskauer (MR-VP Test)
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah dihasilkan atau tidakya asam
organic oleh suatu mikroorganisme.

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
4
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Isolasi Mikroorganisme
Di alam populasi mikroba tidak terpisah sendiri menurut jenisnya, tetapi terdiri dari
campuran berbagai macam sel. Di dalam laboratorium populasi bakteri ini dapat diisolasi
menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat dipelajari morfologinya, sifat
dan kemampuan biokimiawinya. Dalam mempelajari mikroba tidak bisa dilakukan secara
kasat mata. Sedangkan dalam suatu lokasi yang menurut manusia sudah cukup kecil,
disana masih terdapat bakteri dalam jumlah besar dan juga bermacam–macam jenisnya.
Selain itu, di alam mikroba pada umumnya tidak hidup tersendiri sebagai individu tunggal
dan terlepas dari spesies yang lain, Mikroba lebih sering ditemukan dalam bentuk koloni
dan bersama-sama dengan mikroba yang lain (Sailer,2000).
Mikroorganisme terdapat dimana-mana di dalam lingkungan kita mereka ada pada
tubuh kita, didalam tubuh kita, dan disekeliling kita. Mereka merupakan komponen penting
dalam ekosistem. Dihabitat alamiahnya, mereka hidup dalam suatu komunitas yang terdiri
dari berbagai jenis mikroorganisme, bersama spesies-spesies biologi lainnya. Di dalam
komunitas ini, satu spesies mikroba dapat mempengaruhi spesies lain dengan berbagai
cara-cara beberapa bersifat menguntungkan beberapa merugikan ( Pelezar, 1988 ).
Oleh karena itu, dalam mempelajarinya, bakteri harus diambil dari alam lalu
diisolasikan dalam suatu biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang hanya berisi 1
jenis bakteri (Pelczer et al.,1988). Ada berbagai cara untuk mengisolasi bakteri dalam
biakan murni yaitu, cara pengenceran, cara penuanagan, cara penggesekan, atau
penggoresan, cara penyebaran, cara pengucilan 1 sel, dan cara inokulasi pada hewan.
Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. (Waluyi,2007).
Untuk metode streak plate misalnya, mikroba diletakan didalam pada ujung palte
mengguanakan ose, lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut dengan pola
tertentu yang khas. Ada pula metode Pour Plate atau penuanga. Metode ini dapat
digunakan untuk penghitungan bakteri secara langsung. Karena sebelum dituang bakteri
tersebut diencerkan terlebih dahulu. Sehingga syarat penghitungan langsung yaitu dalam 1
media terdapat 30-300 koloni dapat terpenuhi(Prescott et.al.2008).
Dalam keadaan sebenarnya (di alam bebas) tidak ada bakteri yang hidup tersendiri
terlepas dari spesies lainnya. Kerapkali bakteri patogen kedapatan bersama-sama bakteri
saproba. Yang terakhir ini boleh disebut penyerbu yang membonceng (secondary

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
5
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

invaders). Mungkin juga bakteri patogen yang membonceng. Untuk menentukan siapa
pembonceng dan siapa yang diboncengi diberikan pedoman “siapa yang kedapatan di situ
lebih dulu, dan siapa yang datang terkemudian”.
Untuk menyendirikan suatu spesies ada dikenal beberapa cara, yaitu:
1. Dengan pengenceran
Cara ini pertama-tama dilakukan oleh Lister dalam tahun 1865. Ia berhasil
memiara murni Streptococcus lactis yang diisolasikannya dari susu yang sudah masam.
Suatu sampel dari suatu suspensi yang berupa campuran bermacam-macam spesies
diencerkan dalam suatu tabung tersendiri. Dari enceran ini kemudian diambil 1 ml
untuk diencerkan lagi. Dan dari pengenceran yang kedua ini diambil 1 ml untuk
diencerkan lebih lanjut. Jika dari pengenceran yang ketiga ini diambil 0,1 ml untuk
disebarkan pada suatu medium padat, kemungkinan besar kita akan mendapatkan
beberapa koloni tumbuh dalam medium tersebut, tetapi mungkin juga kita hanya
memperoleh satu koloni saja. Dalam hal yang demikian ini kita memperoleh satu
koloni murni, dan selanjutnya spesies ini dapat kita jadikan biakan murni. Kalau kita
belum yakin, bahwa koloni tunggal yang kita peroleh itu murni, kita dapat mengulang
pengenceran dengan menggunakan koloni ini sebagai sampel.

2. Dengan penuangan
Robert Koch (1843 – 1905) mempunyai metode yang lain, yaitu dengan
mengambil sedikit sampel campuran bakteri yang sudah diencerkan, dan sampel ini
kemudian disebarkan di dalam suatu medium dari kaldu dan gelatin encer. Dengan
demikian yang diperoleh hanyalah suatu piaraan adukan. Setelah medium itu
mengental, maka selang beberapa jam kemudian nampaklah koloni-koloni yang
masing-masing dapat dianggap murni. Dengan mengulang pekerjaan seperti tersebut di
atas ini, maka akhirnya akan diperoleh biakan murni yang lebih terjamin. Dalam
melakukan metode ini ada dua orang pembantu Koch yang sangat berjasa, yaitu Petri
yang menciptakan cawan dengan tutup yang sekarang terkenal sebagai cawan Petri
(Petri dish). Pembantu yang kedua ialah Hese yang menemukan agar-agar untuk
menggantikan gelatin. Memang agar-agar ternyata lebih baik daripada gelatin untuk
bahan pengental suatu medium. Agar-agar tidak lekas mencair, titik cairnya 95o C.
3. Denagan pengesekan

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
6
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

Metode ini sekarang banyak digunakan, karena tidak begitu memakan waktu,
tapi dengan cara ini maka bakteri anaerob tidak dapat tumbuh. Jika ujung kawat
inokulasi dibengkokkan, kemudian ujung itu setelah disentuhkan suatu koloni lalu
digesekkan pada permukaan medium padat, maka beberapa waktu kemudian daripada
itu (kurang lebih setelah 12 jam) akan tampaklah koloni-koloni yang letaknya tersebat
di permukaan medium. Jika diadakan pemindahan sampel dari suatu koloni yang
letaknya terpencil, maka akan diperoleh suatu biakan murni.
4. Dengan mengucilakan satu sel
Kita mempunyai alat yang dapat mengambil satu bakteri dari sekian banyak,
dengan tiada ikut sertanya bakteri lain. Alat semacam itu disebut mikropipet. Alat itu
ditempatkan pada tangan-tangan suatu mikromanipulator. Dengan mikropipet dibuat
beberapa tetesan bergantung pada suatu kaca penutup. Pekerjaan ini dilakukan di
bawah obyektif mikroskop. Jika tampak suatu tetesan hanya mengandung satu bakteri,
maka dengan lain mikropipet, tetesan tersebut dipindahkan ke suatu medium encer
dengan maksud supaya bakteri tersebut berbiak dulu. Kemudian dari sini dapat
diperoleh biakan murni. Metode ini sangat memerlukan kesabaran, lagi pula,
mikromanipulator itu sangat mahal.
5. Dengan inokulasi hewan
Metode ini didasarkan atas suatu kenyataan, bahwa tidak semua bakteri dapat
tumbuh di dalam tubuh seekor hewan. Misal kita ambil dahak dari seseorang yang
sedang menderita tbc. Jika dahak itu disuntikkan ke dalam tubuh tikus putih, maka
bakteri-bakteri saproba yang ikut serta itu tidak akan bertahan, sehingga kemudian kita
peroleh semata-mata basil tbc saja. Biakan Pneumococcus murni dapat diperoleh
dengan jalan demikian juga. Bakteri yang ketinggalan dalam tubuh tikus yang sakit
atau mati itu akhirnya dapat dipindahkan ke dalam medium yang sesuai. Inokulasi
dapat dilakukan di dalam kulit (intracutaneous), dapat di bawah kulit (subcutaneous),
dapat di dalam otot (intramuscular), dapat di dalam rongga tubuh atau lain-lain tempat
lagi.
Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan
memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat
ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih
dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap
steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi (Dwijoseputro, 1998).

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
7
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

Teknik yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme pada media agar


memungkinkannya tumbuh dengan agak berjauhan dari sesamanya, juga memungkinkan
setiap selnya berhimpun membentuk koloni, yaitu sekelompok massa sel yang dapat dilihat
dengan mata telanjang. Bahan yang diinokulasikan pada medium disebut inokulum,
dengan menginokulasi medium agar nutrien (nutrien agar) dengan metode agar tuang atau
media agar sebar, sel-sel mikroorganisme akan terpisah sendiri-sendiri. Setelah inkubasi,
sel-sel mikroba individu memperbanyak diri secara cepat sehingga dalam waktu 18 sampai
24 jam terbentuklah massa sel yang dapat dilihat dan dinamakan koloni. Koloni dapat
terlihat oleh mata telanjang. Setiap koloni merupakan biakan murni satu macam
mikroorganisme (Pelczar dan Chan, 2007).
Suatu jenis koloni mikroba yang terpisah dari koloni campurannya akan lebih
mudah untuk diamati. Selain itu teknik untuk memisahkan dan mendapatkan koloni
tunggal serta pemeliharannya terdapat beberapa jenis. Teknik-teknik tersebut memiliki
kelebihan dan kelemahan. Beberapa cara dapat dilakukan untuk menentukan jumlah
bakteri yang terdapat pada bahan pemeriksaan. Cara yang paling sering digunakan adalah
cara penghitungan koloni pada lempeng pembiakan (plate count) atau juga dapat
dilakukan penghitungan langsung secara mikroskopis (Burrows, 2004).

II.2 Uji Biokimia


Biokimia adalah ilmu yang mengenal dasar molekuler kehidupan. Di seluruh
dunia biokimia dianggap sangat menggairahkan kerena berbagai alasan; pertama, mekanis
mekimia banyak sentral pada kehidupan kini mulai dipahami. Kedua, pola dan prinsif-
prnsipmolekular yang umum mendasri penampilan. Ketiga, biokimia sangat mendasari
ilmukedokteran. Keempat, perkembangan yang cepat (Stryer, 1995).
Pengamatan aktivitas biokimia atau metabolisme mikroorganisme yang
diketahuidari kemampuan mikroorganisme untuk menggunakan dan menguraikan molekul
yangkompleks seperti karbohidrat, lemak, protein dan asam nukleat. Selain itu dilakukan
pula pengamatan pada molekul-molekul sederhana seperti asam amino dan monosakarida.
Danhasil dari berbagai uji ini digunakan untuk perincian dan identifikasi
mikroorganisme.Penggunaan zat hara tergantung dari aktivitas metabolisme
mikroba.Metabolisme seringkali menghasilkan hasil sampingan yang dapat digunakan
untukidentifikasi mikroorganisme. Pengamatan aktivitas metabolisme diketahui
dari kemampuanmikroorganisme untuk menggunakan dan menguraikan molekul yang

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
8
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

kompleks seperti zat pati, lemak, protein dan asam nukleat. Selain itu pengamatan
juga dilakukan pada molekulyang sederhana seperti amino dan monosakarida
(Dwidjoseputro, 1980).
Uji biokimia bakteri merupakan suatu cara atau perlakuan yang dilakukan
untukmengidentifikasi dan mendeterminasi suatu biakan murni bakteri hasil isolasi melalui
sifat-sifat fisiologinya. Proses biokimia erat kaitannya dengan metabolisme sel, yakni
selamareaksi kimiawi yang dilakukan oleh sel yang menghasilkan energi maupun
yangmenggunakan energi untuk sintesis komponen-komponen sel dan untuk kegiatan
selular,seperti pergerakan. Ciri fisiologi ataupun biokimia merupakan kriteria yang amat
pentingdi dalam identifikasi spesimen bakteri yang tidak dikenal karena secara morfologis
biakanataupun sel bakteri yang berbeda dapat tampak serupa, tanpa hasil pegamatan
fisiologisyang memadai mengenai kandungan organik yang diperiksa maka penentuan
spesiesnya tidak mungkin dilakukan. Karakterisasi dan klasifikasi sebagian
mikroorganisme seperti bakteri berdasarkan pada reaksi enzimatik maupun biokimia.
Mikroorganisme dapat tumbuh pada beberapa tipe media yang memproduksi tipe metabolit
yang dapat dideteksidengan reaksi antara mikroorganisme dengan reagen test yang dapat
menghasilkan perubahan warna reagen (Cowan, 2004).
Berikut beberapa uji Biokimia yang digunakan untuk identifikasi bakteri antara lain:
1. Indol
Media ini biasanya digunakan dalam indetifikasi yang cepat. Hasil uji indol yang
diperoleh negatif karena tidak terbentuk lapisan (cincin) berwarna merah muda pada
permukaan biakan, artinya bakteri ini tidak membentuk indol daritryptopan sebagai sumber
karbon, yang dapat diketahui dengan menambahkan larutan kovaks. Asam amino triptofan
merupakan komponen asam amino yang lazim terdapat pada protein, sehingga asam amino
ini dengan mudah dapat digunakan oleh mikroorganisme akibat penguraian protein.
2. MR-VP
 Uji MR
Uji MR dengan hasil positif, terjadi perubahan warna menjadi merah
setelahditambahkan methyl red. Artinya, bakteri ini mengahasilkan asam
campuran(metilen glikon) dari proses fermentasi glukosa yang terkandung dalam
mediumMR-VP. Terbentuknya asam campuran pada media akan menurunkan pH
sampai5,0 atau kurang, oleh karena itu bila indikator metil ditambahkan pada

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
9
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

biakantersebut dengan pH serendah itu maka indikator tersebut menjadi merah. Hal
inimenandakan bahwa bakteri ini peragi asam campuran.
 Uji VP
Media yang dipakai adalah pepton glukosa phosphat. Uji ini
digunakanuntuk mengetahui pembentukan asetil metil karbinol (asetoin) dari
hasilfermentasi glukosa. Interpretasi hasil : negatif (-) : tidak terjadi perubahan
warnamedia menjadi merah setelah ditambahkan a naphtol 5% dan KOH 40%.
Positif(+) terjadi perubahan warna media menjadi merah setelah
ditambahkan a naphtol5% dan KOH 40%, artinya hasil akhir fermentasi bakteri
adalah asetilmetil karbinol (asetoin) (Colome, 2001).
3. Uji katalase
Merupakan suatu pengujian terhadap bakteri tertentu untuk mengetahuiapakah
bakteri tersebut merupakan bakteri aerob, anaerob fakultatif, atau anaerobobligat.
Bakteri yang memerlukan oksigen manghasilkan hidrogen peroksida(H2O2) yang
sebenarnya beracun bagi bakteri sendiri. Namun mereka dapat tetaphidup dengan
adanya antimetabolit tersebut karena mereka menghasilkan enzimkatalase yang
dapat mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen (Volkdan Wheeler,
1993).
4. Uji sitrat
Pada Uji sitrat Media yang dipakai adalah Simons citrat. Tujuan dari uji iniadalah
untuk mengetahui apakah kuman menggunakan sitrat sebagai sumberkarbon. Pada
media Simons citrat berisi indikator BTB (Brom Tymol Blue).Apabila bakteri
menggunakan sitrat sebagai sumber karbon maka media berubahmenjadi basa dan
berubah warna menjadi biru. Interpretasi hasil : negatif (-) : tidakterjadinya
perubahan warna media dari hijau menjadi biru. Artinya bakteri ini
tidakmempunyai enzim sitrat permease yaitu enzim spesifik yang membawa sitrat
kedalam sel. Sehingga kuman tidak menggunakan citra sebagai salah satu/satu-
satunya sumber karbon. Positif (+) : terjadinya perubahan warna media dari
hijaumenjadi biru, artinya kuman menggunakan citrat sebagai salah satu/satu-
satunyasumber karbon (Ratna, 2012).
5. Uji Gelatin
Hidrolisis Gelatin terdapat Enzim-enzim yang menguraikan
golongan potein disebut protenase/protease. Contoh pada hidrolisis gelatin dimana

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
10
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

proteindiperoleh dari hidrolisis kalogen, yaitu zat pada jaringan penghubung dan
tendondari hewan. Gelatin akan terurai oleh mikrobia yang mensintesis enzim
proteolisis.Larutan gelatin bersifat cair pada suhu ruang atau suhu kamar dan padat
apabila berada di dalam refrigerator. Dan apabila gelatin sudah dihidrolisis oleh mi
kroba,maka akan tetap bersifat cair (Hadioetomo, 1993).
6. Uji Urenase
Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah kuman mempunyaienzim
urease yang dapat menguraikan urea membentuk amoniak. Media urea
berisiindikator phenol red. Interpretasi hasil : negatif (-) : tidak terjadi perubahan
warnamedia menjadi pink/merah jambu, artinya kuman tidak memecah urea
membentukamoniak. Positif (+) : tidak terjadi perubahan warna media menjadi
pink/merah jambu, artinya kuman memecah urea membentuk amoniak (Lim, 2006).
Enzim merupakan katalis yang lebih efisien daripada kebanyakan
katalislaboratorium atau industri. Enzim juga memungkinkan suatu selektivitas pereaksi-
pereaksidan suatu pengendalian laju reaksi yang tidak dimungkinkan oleh katalis lain.
Kespesifikanenzim disebabkan oleh bentuknya yang unik dan oleh gugus-gugus polar (atau
nonpolar)yang terdapat dalam struktur enzim tersebut. Beberapa enzim bekerja bersama
suatukofaktor nonprotein, yang dapat berupa senyawa organik maupun anorganik
(Lehninger,1995).
Bakteri memiliki berbagai aktivitas biokimia (pertumbuhan dan
perbanyakan)dengan menggunakan raw material (nutrisi) yang diperoleh dari lingkungan
sekitarnya.Transformasi biokimia dapat timbul di dalam dan di luar dari bakteri yang
diatur olehkatalis biologis yang dikenal sebagai enzim. Setiap bakteri memiliki
kemampuan dalammenggunakan enzim yang dimilikinya untuk degradasi karbohidrat,
lemak, protein, danasam amino. Metabolisme atau penggunaan dari molekul organik ini
biasanyamenghasilkan produk yang dapat digunakan untuk identifikasi dan karakterisasi
bakteri(Pelczar, 2006.).
Uji Sitrat digunakan untuk melihat kemampuan mikroorganisme
menggunakansitrat sebagai satu-satunya sumber karbon dan energi. Untuk uji ini dapat
digunakanmedium sitrat-koser berupa medium cair atau medium sitrat-Simmon berupa
medium padat. Simmon’s citrate agar merupakan medium sintetik dengan Na sitrat sebagai
satu-satunya sumber karbon, NH4+ sebagai sumber N dan brom thymol blue sebagai
indikator pH, sedangkan medium sitrat koser tidak mengandung indikator. Bila

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
11
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

mikroorganisme mampu menggunakan sitrat, maka asam akan dihilangkan dari medium
biakan, sehinggamenyebabkan peningkatan pH dan mengubah warna medium dari hijau
menjadi biru. Perubahan warna menunjukkan bahwa mikroorganisme mampu
menggunakan sitrat sebagai satu-satunya sumber karbon. Sedangkan pada medium sitrat-
oser kemampuanmenggunakan sitrat ditunjukkan oleh kekeruhan yang menandakan
adanya pertumbuhan (Lay dan Hastowo, 1994).
Beberapa mikroorganisme mampu menghasilkan enzim urease yang
menguraikanurea menjadi ammonium dan CO2. Aktivitas enzim urease ini dpaat diamati
denganmenumbuhkan mikroorganisme dalam media biakan yang mengandung urea dan
indikator pH (biasanya phenol red). Bila urea dihidrolisiskan, NH4+ terakumulasi dalam
media biaandan menyebabkan pH media menjadi basa. Perubahan warna dari merah-jingga
menjadimerah-ungu merupakan petunjuk terjadinya hidrolisis urea. Urea bersifat labil,
sehinggamedia urea tidak dapat disterilisasikan dengan autoklaf. Sterilisasi dilakukan
denganfiltrasi (Lay dan Hastowo, 1994).

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
12
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

BAB III
METODOLOGI
III.1 Alat dan Bahan
A. Alat
a. Isolasi Mikroorganisme
1. Petridish (2 buah)
2. Pembakar bunsen
3. Jarum ose
4. Incase
5. Incubator
b. Uji Biokimia
1. Tabung reaksi
2. Jarum ose
3. Obyek glass
4. Deck glass
5. Pengaduk gelas
B. Bahan
a. Isolasi mikrorganisme dair suatu campuran
1. Media NB agar
2. Suspense bakteri/campuran (2macam)
3. Kertas cokelat
4. Biakan murni
b. Uji biokimia
1. Media Hugh dan Leifson
2. Mikroorganisme
3. H2O2 3%
4. Media MRVP
5. Indicator Methyl Red
6. Reagen Barrit
7. Biakan bakteri/jamur
III.2 Prosedur
III.2.1 Isolasi Mikroorganisme Dari Suatu Campuran
A. Metode Cawan Gores

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
13
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

1. Balikklah cawan petri, dan dengan menggunakan pensil lilin atau spidol bagilah
seluruh area dasar cawwan sperti diperlihatkan pada gambar III. 1. (kelak anda
telah dapat menguasai teknik penggores ini dengan baik, maka pembagian
semacam itu tidak perlu digambarkan lagi). Perhatikan bahwa sector O lebih
kecil daripada sector-sektor lainnya dan goresan-goresan inokulasinyapun tidak
terpisahkan sebaik seperti pada sector-sektor berikutnya.
2. Tambahkan media NB Agar kedalam 2 buah cawan petri
3. Dengan berpedoman pada gambar III. 1, goreslah biakan campuran yang
disediakan pada cawan petridish.
Perhatian : jangan lupa memijarkan lup anda setiap kali anda akan berpindah
sektor
4. Lakukan penggoresan yang sama dengan menggunakan biakan campuran yang
sama pada cawan petri kedua.
5. Letakkan cawan-cawan petri anda dalam posisi terbalik dalam keranjang yang
telah disediakan untuk diinkubasikan pada suhu 30 C selama 24-48 jam
6. Gambarkan bentuk koloni-koloni yang diamati (pilihan asisten). Beri
penjelasan secukupnya (bentuk koloni (dari atas), tepi koloni, permukaan
koloni (dari samping), warna, kepekatan, dan diameter koloni)!
7. Bandingkan data yang saudara peroleh
B. Metode Cawan Tuang
1. Berilah cawan-cawan petri tersebut nomor 1,2, dan 3.
2. Ambilah 3 tabung reaksi berisi nutrient agar dari penanggas air. Keringkan
bagian luar tabung dengan kain penyeka, berilah nomor 1,2, dan 3; lalu
letakkan dalam rak tabung.
3. Kocoklah tabung berisi suspensi biakan campuran dengan gerakan
kesamping sehingga kekeruhannya tampak rata. Hati-hati jangan sampai
sumbatnya terbasahi
4. Pijarkan lup inokulasi dan dengan menggunakan teknik aseptic pindahkan
satu lup penuh suspensi biakan campuran kedalam tabung NA no.1.
Campurkan inokulum tersebut sampai rata dengan cara memutarkan tabung
tersebut diantara kedua telapak tangan anda (jangan dikocok untuk
menghindarkan timbulnya gelembung-gelembung air)

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
14
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

5. Dengan cara yang sama pindahkan satu lup penuh biakan dari tabung no. 1
kedalam tabung no. 2. Campukan pula hingga rata seperti pada langkah
no.4.
6. Dengan cara yang sama pindahkan satu lup penuh biakan dari tabung no. 2
kedalam tabung no. 3. Campukan pula hingga rata seperti pada langkah
no.4.
7. Secara aseptik tuangkan agar daru tabungnya bernimir 1,2, dan 3 masing-
masing kedalam cawan-cawan petridish yang bernomor 1,2, dan 3 (lihat
gambar); biarkan agar cawan tersebut menjadi padat.
8. Letakkan cawan-cawan petri tersebut dalam posisi terbalik (kalau sudah
memadat) dalam keranjang yang telah disediakan untuk diinkubasikan pada
suhu 30°C selama 24-48 jam.
9. Gambarkan bentuk koloni-koloni yang diamati (pilihan asisten). Beri
penjelasan secukupnya (Bentuk koloni (dari atas ), tepi koloni, permukaan
koloni (samping), warna, kepekatan, dan diameter koloni)
10. Bandingkan data yang saudara peroleh dengan literatur yang saudara baca.

III.2.2 Uji Biokimia


A. Uji Oksidasi-Fermentasi (O-F Test)
1. Panaskan tabung-tabung reaksi yang berisi 10 mL media Hugh dan Leison
steril dalam penanggas air 100°C selama beberapa menit.
2. Inokulasikan satu jenis mikroorganisme (sesuai variabel) pada dua tabung
reaksi dengan menggunakan jarum ose lurus sampai ke dasar tabung.
3. Setelah inokulasi, tambahkan ±1 cm parafin cair yang steril ke dalam salah satu
tabung. Tabung ini berfungsi sebagai tabung anaerob.
4. Sediakan dua tabung kontrol yang berisi media steril yang kondisi aerob dan
anaerob.
5. Inkubasikan semua inokulum pada 30°C
6. Amati perubahan yang terjadi setelah 24 dan 48 jam.
7. Catat adanya perubahan pada pengamatan saudara (bandingkan dengan tabung
kontrol)! Berikan tanda positif (+) untuk mikroorganisme yang melakukan
fermentasi atau oksidasi dan tanda negatif (-) untuk kebalikannya.

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
15
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

B. Katalase
1. Ambil sedikit biakan dari kutur agar miring dengan menggunakan pengaduk
gelas (bukan logam).
2. Suspensikan biakan tersebut pada setetes larutan H2O2 3% pada gelas obyek.
3. Amati segera apakah timbul gelembung-gelembung gas sampai jangka waktu 5
menit setelah pencampuran dengan H2O2.
4. Berikan tanda positif (+) dan negatif (-) pada hasil test yang saudara lakukan.
C. Methyl-Red-Voges-Proskauer (MR-VP Test)
1. Inokulasikan ke dalam 2 tabung reaksi yang berisi 5 ml media MRVP masing-
masing sedikit biakan yang berbeda (sesuai variabel)
2. Inokulasikan kedua tabung pada suhu 37°C selama 24-48 uam.
3. Amati terbentuknya asetil metil karbinol dengan cara sebagai berikut : tuangkan
1 suspensi biakan ke dalam tabung yang bersih. Catat terjadinya perubahan
warna pada biakan setelah ditambah reagent
 Uji Methyl-Red : Menambahkan indikator methyl-red pada biakan.
Perubahan warna menjadi merah, hasil test positif (+).
 Uji Voges-Proskauer : Menambahkan reagent Barrit (A+B) pada biakan.
Perubahan warna menjadi merah atau merah muda. Hasil test positif (+).

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019
16
Laporan Resmi Praktikum Mikrobiologi Industri

Daftar Pustaka
Colome, JS. Et al. 2001. Laboratory Exercises in Microbiology. New York: West
Publishing Company
Cowan,ST. 2004. Manual for the Identification of Medical Fungi . London:
CambridgeUniversity Press
Dwidjoseputro. 1980. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Surabaya: Djambatan
Hadioetomo, R.S. 1993. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium Mikrobiologi. Jakarta:
Gramedia
Lay, Bibiana W. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. Jakarta: PT Raja
GrafindoPersada
Lay, Bibiana W dan Sugyo Hastowo. 1992. Mikrobiologi . Jakarta : Rajawali Pers
Lehninger, A.L. 1985. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1 . Jakarta: Erlangga
Lim, D. 1998. Microbiology . WCB Mcgraw-Hill. Missouri.
Pelczar, Michael J. dan E.C.S Chan. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi . Jakarta:
Universitas Indonesia.
Ratna, Siri.
2012. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek: Teknik dan Prosedur dasar Laboratorium .
Jakarta: PT Gramedia
Stryer, L. 2000. Biokimia Vol 2 Edisi 4. EGC. Jakarta.
Volk & Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Laboratorium Mikrobiologi Industri


Departemen Teknik Kimia FTI-ITS
2019