Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH MENGENAI

KONSEP NYERI PERSALINAN

DOSEN:Ns Bestfy Anitasari,S.Kep.,M.Kep.,Sp.Mat

OLEH:

FAJERIA FITRI

PRODI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

KURNIA JAYA PERSAYA

TAHUN AJARAN 2018/2019


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan

rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah “KONSEP NYERI

PERSALINAN”, dengan tepat pada waktunya. Banyak rintangan dan hambatan yang kami

hadapi dalam penyusunan makalah ini. Namun berkat bantuan dan dukungan dari teman-

teman serta bimbingan dari dosen pembimbing, sehingga kami bisa menyelesaikan

makalah ini. Dengan adanya makalah ini di harapkan dapat membantu dalam proses

pembelajaran dan dapat menambah pengetahuan para pembaca. Penulis juga tidak lupa

mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan,

dorongan dan doa.Tidak lupa pula kami mengharap kritik dan saran untuk memperbaiki

makalah kami ini, di karenakan banyak kekurangan dalam mengerjakan makalah ini.

Palopo,30 September 2018

penulis
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam proses persalinan biasanya membuat gelisah sampai panik bagi orangtua yang baru

akan menjalani proses tersebut. Hal ini dikarenakan orangtua tersebut belum

berpengalaman dan belum memiliki cukup pengetahuan tentang proses bersalin itu sendiri.

Bukan hanya itu faktor yang menyebabkan orangtua panik akan proses persalinan,

ketakutan akan melahirkan itu sendiri juga menjadi factor yang berperan penting dalam

persalinan. Dalam hal inilah, perawat berperan penting sebagai educator untuk

memberikan pengetahuan tentang proses persalinan kepada pasangan suami istri yang

akan menjadi orangtua. Bukan hanya mereka yang merasakan kepanikan, tetapi orangtua

yang telah melahirkan sebelumnya pun bisa juga panik, karena pengalaman masa lalu

yang tidak mengenakkan.

Persalinan itu sendiri merupakan suatu proses alami yang akan berlangsung dengan

sendirinya, tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang

membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan, pertolongan dan

pelayanan dengan fasilitas yang memadai serta petugas yang ramah serta memiliki tutur

kata yang baik disetiap pelayanannya.

Dalam persalinan terjadi perubahan-perubahan fisik di antaranya adalah ibu akan merasa

sakit pinggang, lesu, merasa kurang enak, tidak bias tidur enak, sering kesulitan bernafas

dan perubahan-perubahan psikis diantaranya adalah perasaan takut sehubungan dengan

dirinya sendiri, takut kalau terjadi bahaya atas dirinya pada saat persalinan, takut tidak

dapat memenuhi kebutuhan anaknya. Ketakutan karena anggapannya sendiri bahwa

persalinan itu merupakan hal yang membahayakan.

Persalinan postmatur adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari 42 minggu
lengkap. Postmatur menunjukkan atau menggambarkan keadaan janin yang lahir telah

melampaui batas waktu persalinannya, sehingga dapat menyebabkan beberapa komplikasi.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu nyeri persalinan ?

2. Apa itu teknik farmakologis non farmakologis?

C. Tujuan

1. Bagaimana cara mengatasi nyeri persalinan ?

2. Untuk mengetahai teknik farmakologi dan non farmakologis ?


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Nyeri Persalinan

Pengertian nyeri persalinan adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak

menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual dan potensial (Judha, Sudarti,

Fauziah, 2012). Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan

kesehatan (Smelter & Bare, 2002). Menurut Smelter & Bare (2002), International

Association for the Study of Pain (IASP) mendefenisikan nyeri sebagai suatu sensori

subjektif dan pengalaman emosi yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan

jaringan aktual atau potensial atau yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi

kerusakan (Judha, Sudarti, Fauziah, 2012).

Berdasarkan definisi tersebut nyeri merupakan suatu gabungan dari komponen

objektif yang merupakan aspek fisiologi sensorik nyeri dan komponen subjektif yang

merupakan aspek emosional dan psikologis. Nyeri timbul sebagai akibat dari adanya

rangsangan berbagai zat algesik, meliputi prostaglandin, serotonin, bradikinin, dan lain

sebagainya pada reseptor nyeri yang dapat dijumpai pada lapisan superfisial kulit dan

berbagai jaringan di dalam tubuh seperti periosteum, permukaan sendi, otot rangka.10

Lokasi dari keluhan nyeri persalinan dirasakan pada berbagai tempat selama proses

persalinan, diantaranya adalah daerah sekitar abdomen, pelvis, perineum dan paha.

B. Faktor yang mempengaruhi respon nyeri Menurut Smeltzer & Barre (2004)

1. Usia

Batasan usia menurut DepKes RI (2009) yaitu anak-anak mulai usia 0-12 tahun,

remaja usia 13-18 tahun, dewasa usia 19-59 tahun, lansia usia lebih dari 60 tahun.

Usia mempunyai peranan yang penting dalam mempersepsikan dan mengekspresikan

rasa nyeri. Pasien dewasa memiliki respon yang berbeda terhadap nyeri dibandingkan
pada lansia. Nyeri dianggap sebagai kondisi yang alami dari proses penuaan. Cara

menafsirkan nyeri ada dua. Pertama, rasa sakit adalah normal dari proses penuaan.

Kedua sebagai tanda penuaan. Usia sebagai faktor penting dalam pemberian obat.

Perubahan Metabolik pada orang yang lebih tua mempengaruhi respon terhadap

analgesik opioid. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh usia

terhadap persepsi nyeri dan hasilnya sudah tidak konsisten.

2. Jenis kelamin

Respon nyeri di pengaruhi oleh jenis kelamin. Logan dan Rose (2004) telah

melakukan penelitian terhadap sampel 100 pasien untuk mengetahui perbedaan

respon nyeri antara laki-laki dan perempuan. Hasilnya menunjukan bahwa ada

perbedaan antara lakilaki dan perempuan dalam merespon nyeri yaitu perempuan

mempunyai respon nyeri lebih baik dari pada laki-laki.

3. Budaya Orang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon

terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri

adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan jadi mereka

tidak mengeluh jika ada nyeri. Suza (2003), menemukan bahwa orang Jawa dan Batak

mempunyai respon yang berbeda terhadap nyeri. Dia menemukan bahwa pasien Jawa

mencoba untuk mengabaikan rasa sakit dan hanya diam, menunjukkan sikap tabah,

dan mencoba mengalihkan rasa sakit melalui kegiatan keagamaan.

C. Sumber Nyeri

Berdasarkan sumbernya, nyeri dibagi menjadi:

1. Nyeri Kutan (CutaneusPain). Nyeri berasal dari kulit dan jaringan subkutan. Lokasi

sumber nyeri biasanya diketahui dengan pasti dan nyeri biasanya tajam serta rasa

terbakar.
2. Nyeri Somatis Dalam (Deep Somatic Pain). Nyeri berasal dari otot, tendon, sendi,

pembuluh darah atau tulang. Sifat nyeri biasanya menyebar.

3. Nyeri Visera (VisceralPain). Nyeri berasal dari organ internal, misalnya: Ulser pada

lambung, appendicitis atau batu ginjal. Sensasi nyeri disalurkan dari organ melalui

saraf simpatis atau parasimpatis ke susunan saraf pusat.

4. Psychogenic Pain; dipengaruhi oleh pengalaman fisik dan

5. Mental seseorang.

Berdasarkan penyebabnya, nyeri dibagi menjadi:

1. Neuropatik, berkaitan dengan adanya gangguan/masalah pada sistem saraf baik pusat

maupun perifer, contohnya post-strokepain

2. Nosciceptive, berkaitan dengan adanya gangguan/masalah pada jaringan tubuh

(musculoskeletal, kutaneus, atau visceral), contohnya nyeri inflamasi

3. Campuran, berkaitan dengan komponen neuropati dan nosciceptive, contohnya LBP

disertai radiculopathy.

D. Teknik Farmakologis Dan Non Farmakologis Untuk Menangani Nyeri Persalingan

1. Teknik Farmakologi

Anesthesia adalah salah satu cara untuk mengontrol nyeri selama rosedur

dengan menggunakan obat yang bernama anestesis. Anestesis dapat

membuat relax mencegah nyeri mengantuk dan tidak sadar selama o perasi.

Analgesia adalah bereda nyeri namun tidak menghilangkan

ketidaknyamanan yang muncul. Anesthesia dan Analgesia terbagi menjadi

lokal, regional, dan general. Lokal artinya hanya mengurangi nyeri di

daerah tertentu saja. Regional artinya mengurangi nyeri di daerah yang


cukup luas.Tidak hanya di satu organ,General artinya digunakan untuk

mengurangi nyeri diseluruh tubuh (Admin, 2015)

2. Non Farmakologis

Non Farmakologis dalam manajemen nyeri merupakan trend baru yang dapat

dikembangkan dan merupakan metode alternative dapat digunakan pada ibu untuk

mengurangi nyeri persalinan. Metode non farmakologis dapat memberikan efek

relaksasi kepada pasien dan dapat membantu meringankan ketegangan otot dan emosi

serta dapat mengurangi nyeri persalinan (Astuti, 2009). Metode non farmakologis

juga dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan, karena ibu dapat mengontrol

perasaannya dan kekuatannya. Relaksasi, teknik pernafasan, pergerakan dan

perubahan posisi, massage, hidroterapi, terapi panas/dingin, musik, guided imagery,

akupresur, dan aromaterapi merupakan beberapa teknik non farmakologis yang dapat

meningkatkan kenyamanan ibu saat bersalin dan mempunyai pengaruh pada koping

yang efektif terhadap pengalaman persalinan (Arifin, 2008).

Salah satu metode yang sangat efektif dalam menanggulangi rasa nyeri adalah

dengan massageyang merupakan salah satu metode nonfarmakologi yang dilakukan

untuk mengurangi nyeri persalinan. Dasar teori massageadalah teori gate control yang

dikemukakan oleh Melzack & Wall. Teori ini menjelaskan tentang dua macam

serabut syaraf berdiameter kecil dan serabut berdiameter besar yang mempunyai

fungsi berbeda. Bidan mempunyai andil yang sangat besar dalam mengurangi nyeri

nonfarmakologi intervensi yang termasuk dalam pendekatan nonfarmakologi adalah

analgesia psikologis yang dilakukan sejak awal kehamilan, relaksasi, massage,

aromaterapi, akupuntur dan yoga. Studi yang dilakukan oleh National Birthday Trust

terhadap 1000 wanita menunjukan 90% wanita merasakan manfaat relaksasi

danpijatan untuk meredakan nyeri.Dua studi skala kecil menunjukan bahwa pijatan
dapat memberikan manfaat bagi wanita hamil dan wanita bersalin. Wanita yang

mendapatkan pijatan selama persalinan mengalami penurunan kecemasan,

pengurangan nyeri dan waktu persalinan lebih pendek secara bermakna (Schott, et al,

2002).
BAB III

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Pengertian Nyeri persalinan adalah pengalaman sensorik dan emosional yang

sangat tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Nyeri

adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan (Smelter &

Bare, 2002). Menurut Smelter & Bare (2002), International Association for the Study of

Pain (IASP) mendefenisikan nyeri sebagai suatu sensori subjektif dan pengalaman emosi

yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial atau

yang dirasakan dalam kejadian-kejadian dimana terjadi kerusakan.

B. Saran

Adapun saran dari saya yaitu saya ingin kritik dan saran dari teman-teman tentang

makalah ini agar kira memberi masukan supaya nantinya ketika saya membuat makalah

lagi tidak banyak kesalahan.


DAFTAR PUSTAKA

Admin, 2015. Konsep dan Keperawatn Nyeri. Graha Ilmu: Yogyakarta

Arifin, 2010. Nyeri Dalam Persalinan “Teknik Dan Cara Penanganannya ”

Astuti, 2009. Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta

Judha, Sudarti, Fauziah. 2012. Teori Pengukuran Nyeri & Nyeri Persalinan,Medika:

Yogyakarta.

Schott, et al, 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Cetakan Pertama Edisi 8.

Volume 1,2 Dan 3. Jakarta: EGC

Smeltzer, S C & Bare, B G. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol.3.

Agung Waluyo (penterjemah).2001. EGC: Jakarta

Sukidjo Notoatmodjo, 2001, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta