Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN SKPD TERHADAP PELAYANAN

PEGAWAI INSPEKTORAT

Budi Krisnawan ( ujangdarmo88@gmail.com)

Universitas Terbuka

ABSTRACT

Korupsi yang terjadi dikalangan pemerintahan bukanlah suatu hal yang


mengejutkan lagi, hampir setiap hari di setiap media baik itu media cetak maupun
elektronik selalu saja ada berita tentang korupsi. Entah itu terjadi di kalangan
eksekutif, legislatif maupun yudikatif, bahkan bukan tidak mungkin korupsi itu
sendiri juga terjadi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) walaupun hanya
berupa penyelewengan dan kesalahan administrasi yang menyebabkan kerugian
bagi negara. Oleh sebab itu setiap Kepala Daerah mempunyai tugas dan fungsi
melaksanakan pengawasan terhadap ASN. Dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya ASN diharapkan tunduk dan patuh terhadap peraturan yang berlaku,
baik itu untuk menunjang pembangunan di daerah maupun pembangunan
nasional. Pengawasan terhadap ASN di daerah oleh pemerintah daerah dilakukan
oleh Inspektorat. Inspektorat melaksanakan pengawasan dan pembinaan terhadap
kinerja ASN. Pengawasan dan pembinaan terhadap ASN dilaksanakan secara
periodik setiap tahun. Dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan
terhadap ASN yang ada di SKPD, kinerja Inspektorat juga perlu dianalisis oleh
ASN yang ada di SKPD agar kedua belah pihak dapat berkomunikasi dan
mencapai tujuan pembangunan secara berkesinambungan.
Key words : Pengawasan dan pembinaan, Inspektorat.

1. Latar Belakang Masalah

Penyelenggaraan Pemerintahan dalam bentuk pelayanan publik dewasa ini kerap kali
dikeluhkan oleh masyarakat, terutama pelayanan publik yang berhubungan dengan Aparatur
Pemerintah. Terlebih lagi dengan perkembangan Sosial Media yang kian pesat diantara
masyarakat, sosial media seakan-akan menjadi sarana yang paling tepat untuk menjadi tempat
berkeluh kesah tentang kinerja aparatur saat ini. Sebenarnya bukan hanya masyarakat yang
mengeluhkan kinerja aparatur, bahkan dikalangan aparatur sendiri juga masih sering saling
mengeluh antar aparatur yang berbeda Instansi ( Lintas Sektoral ). Hal ini ditandai dengan
masih adanya kesalahan administrasi atau perbedaan pemahaman antara aparatur satu dengan
aparatur yang lain mengenai suatu peraturan. Dan dalam makalah ini saya lebih menekankan
pada lapisan aparatur pemerintahan. Yaitu Pelayanan publik yang tingkatannya setara antar
SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah ). Pengawasan pada hakekatnya merupakan fungsi

1
yang melekat pada seorang pimpinan dalam suatu organisasi. Sejalan dengan fungsinya sebagai
pengawas seorang pimpinan juga harus mampu menjalankan fungsi perencanaan dan fungsi
manajemennya. Didalam Pemerintahan ke tiga fungsi tersebut ( Pengawasan, perencanaan dan
manajemen ) menjadi tanggung jawab Kepala Daerah. Namun, untuk melaksanakan
keseluruhan fungsi tersebut, Kepala Daerah membutuhkan bantuan dari aparatur pemerintahan.
Untuk mewujudkan pembangunan yang terarah dan terkendali dibutuhkan pengawasan yang
maksimal sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Fungsi pengawasan
ini dimaksudkan untuk membentuk pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean
government). Pengawasan dilaksanakan untuk mengawal pembangunan seperti memahami dan
menemukan kesalahan untuk kemudian dilaksanakan pembinaan agar terus dapat dilakukan
perbaikan di masa mendatang. Dan salah satu tuntutan masyarakat untuk menciptakan
pemerintahan yang Good Governance dalam penyelenggaran pemerintahan Daerah adalah
tugas dari Institusi pengawas daerah, yaitu Inspektorat. Inspektorat sebagai salah satu institusi
pengawas yang bertugas melaksanakan pengawasan pembangunan dan kinerja SKPD yang ada
di Kabupaten/ Kota dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Selain itu Inspektorat juga
melakukan pengawasan terhadap Anggaran yang dikelola SKPD melalui kegiatan- kegiatan
yang dilaksanakan dalam rangka pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Disamping tugas tersebut, inspektorat juga mempunyai fungsi pelayanan, yaitu
memberikan pelayanan berupa pendampingan, pembinaan dan konsultatif terhadap SKPD
yang ada di Kabupaten. Dalam makalah saya ini saya lebih menekankan kepada pelayanan
yang diberikan oleh Inspektorat Kabupaten Nunukan terhadap SKPD yang ada di Kabupaten
Nunukan.

Kadangkala sering terdengar keluhan pada pegawai SKPD tentang ketidaksamaan


penjelasan yang diberikan oleh pegawai Inspektorat terhadap suatu permasalahan yang sama.
Penelitian ini diharapkan akan lebih meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas
pelayanan untuk memberikan yang terbaik terhadap kualitas pelayanan yang telah diberikan,
sekaligus menjadi peluang bagi SKPD untuk memberikan masukan atau pendapatnya. Untuk
mengetahui apakah kepuasan pelayanan yang diberikan sudah terpenuhi, maka perlu diadakan
suatu riset untuk mengidentifikasi kepuasan aparatur SKPD.

Tolak ukur untuk menentukan tingkat kepuasan dari suatu pelayanan tidak terlepas dari
yang namanya atribut pelayanan. Atribut pelayanan merupakan hal yang harus diperhatikan
setiap pegawai Inspektorat. Atribut pelayanan yang pertama adalah keramahtamahan pegawai
dalam menerima dan memberikan informasi kepada publik. Atribut pelayanan yang menjadi

2
prioritas kedua untuk dibenahi adalah atribut kemampuan petugas, pemahaman, dan
kesungguhan, sedangkan atribut ketelitian dan atribut keakuratan menjadi atribut prioritas
ketiga yang harus dibenahi, prioritas keempat yang harus dibenahi adalah atribut realisasi,
kesediaan memberikan infomasi, kesediaan membantu, dan atribut kepercayaan terhadap
petugas, sedangkan atribut yang pada saat ini tidak terlalu menjadi prioritas disebabkan atribut
pelayanan ini tidak terlalu berpengaruh pada tingkat kepentingan publik, diantaranya adalah
atribut lokasi, penampilan kantor, kebersihan, penampilan aparat dan keberadaan pimpinan.

2. LANDASAN TEORI

Teori Pelayanan Publik menurut para ahli :

Menurut UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Menurut Kepmenpan No. 63 Tahun 2003 pelayanan publik adalah segala kegiatan
pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan
kebutuhan penerima pelayanan, maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Mengikuti definisi di atas, pelayanan publik dapat didefinisikan sebagai
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan

Pelayanan publik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur


Negara No: 63/KEP/M.PAN/7/2003 sebagai berikut:
Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara
pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun
pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dalam keputusan No.63 tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan
Pelayanan Publik menyatakan bahwa “hakikat layanan publik adalah pemberian layanan prima
kepada masyarakat yang merupakan perwujudan dari kewajiban aparatur pemerintah sebagai
abdi masyarakat”. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah melalui instansi-instansi
penyedia layanan publik, mereka bertanggung jawab memberikan layanan prima kepada

3
masyarakat. Dengan demikian pelayanan publik adalah pemenuhan keinginan dan kebutuhan
masyarakat oleh penyelenggara negara.
Menurut Moenir (2002:88), dalam pelaksanaan suatu pelayanan publik, terdapat
beberapa faktor yang mendukung yaitu:

1. Kesadaran pegawai
Adanya kesadaran dari pegawai mengenai tindakan terhadap tugas/pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya, sehingga membawa pengaruh yang positif dan menimbulkan
pelayanan yang baik.
2. Adanya aturan
Adanya aturan dalam organisasi mutlak diperlukan agar organisasi dan pekerjaan dapat
berjalan teratur dsan terarah.
3. Faktor organisasi
Yaitu merupakan pengaturan dan mekanismekerjaan (sistem, prosedur, dan metode) yang
harus mampu mengasilkan pelayanan yang memadai.
4. Faktor kemampuan dan keterampilan
Dengan kemampuan dan keterampilan yang memadai maka pelaksanaan tugas/pekerjaan
dapat dilakukan dengan baik, cepat dan memenuhi keinginan semua pihak sehingga
menimbulkan pelayanan yang memuaskan.
5. Faktor sarana pelayanan
Adanya sarana pelayanan yang memadai dan mencukupi sehingga tercipta efektifitas dan
efesiensi suatu pelayanan

Jadi Menurut Moenir (Kurniawan 2005 : 7 ) pelayanan publik adalah kegiatan yang
dilakukan oleh seseoarang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui
system, prosedur dan metode tertentu dalam rangka usaha memenuhi kepentingan orang lain
sesuai dengan haknya. Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada
masyarakat sebenarnya merupakan implikasi dari fungsi aparat negara sebagai pelayan
masyarakat.

Jenis pelayanan yang diberikan oleh Inspektorat kepada SKPD yang membutuhkan atau
masyarakat ini termasuk dalam jenis pelayanan Regulatif, yaitu pelayanan yang sifatnya
melalui penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan, maupun kebijakan hukum yang
mengatur sendi- sendi masyarakat.

4
3. Gambaran Umum Inspektorat Sebagai Fungsi Pengawasan dan Pembinaan
3.1 Profil Kantor Inspektorat Kabupaten Nunukan
 Inspektorat Kabupaten Nunukan dikepalai oleh seorang inspektur dengan dibantu oleh
seorang sekretaris, 4 orang inspektur pembantu (irban) dan 3 orang sub bagian.
 Jumlah pegawai yang ada di Inspektorat berjumlah …..orang yang terdiri dari jabatan
structural dan kelompok jabatan fungsional yang terdiri dari P2UPD, Auditor dan
Audiwan.
 Dengan jumlah kelompok jabatan fungsional sebanyak…..orang, Inspektorat Kabupaten
Nunukan harus melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan kepada seluruh OPD
yang ada di Kabupaten Nunukan.
 Kantor Inspektorat terletak di kompleks Gadis 1 Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan.

3.2 Visi dan Misi Inspektorat


Visi Inspektorat  Menjadi Institusi Pengawasan yang professional sebagai penjamin
mutu dalam mewujudkan peningkatan tata kelola pemerintahan
yang baik dan bersih.
Misi Inspektorat  Meningkatkan profesionalisme aparatur pengawas dan kualitas
pengawasan serta pembinaan guna mewujudkan peningkatan tata
kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
3.3 Inspektur mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :
Inspektur mempunyai tugas membantu Bupati membina dan mengawasi pelaksanaan
urusan pemerintahan yang menjadi kewnangan daerah dan tugas Pembantuan oleh
Perangkat Daerah

Inspektur menyelenggarakan fungsi :


a. perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan;
b. pelaksanaan pengawasan Internal terhadap kinerja dan keuangan melalui Audit,
Reviu, Evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Bupati;
d. penyusunan laporan hasil pengawasan;
e. pelaksanaan Administrasi Inspektorat; dan
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan
fungsinya

5
4. METODE PENELITAN

4.1 Waktu dan tempat penelitian

Penelitian ini mulai dilaksanakan pada minggu pertama bulan September 2017
Sedangkan tempat penelitian yaitu di kantor Inspektorat Kabupaten Nunukan dan
beberapa SKPD yang ada di Kabupaten Nunukan sebagai sample.

4.2 Metode yang digunakan

Penelitian ini menggunakan metode survey. Dengan menggunakan metode survey kita
bisa mengetahui atau mengukur tingkat kepuasan masing-masing objek peneliti, selain itu
hasil yang didapatkan juga akan lebih akurat karena merupakan pendapat pribadi mereka
sendiri.

4.3 Sumber data dan teknik pengumpulan data

4.3.1 Sumber data

Ada dua sumber data yang digunakan untuk membuat laporan penelitian ini, yakni yang
pertama adlaha data-data utama penelitian, seperti hasil pengisian kuesioner dari beberapa
SKPD yang terpilih dan profil kantor Inspektorat. Sedangkan yang kedua adalah data
pendukung penelitian seperti teori-teori atau penjelasan-penjelasan yang diambil dari
beberapa referensi seperti buku, dokumen, internet atau laporan tertulis lainnya yang
berhubungan dengan objek penelitian.

4.3.2 Teknik pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik angket. Angket atau
kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak
langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya
juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau
direspon oleh responden (Sutopo, 2006: 82). Responden mempunyai kebebasan untuk
memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya.

Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan


cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden (Sutopo,

6
2006: 87). Karena kuesioner diisi langsung oleh responden, maka peneliti tidak perlu
menungguinya setelah membagi kuesioner tersebut. Dan yang perlu diingat dari sebuah
kuesioner adalah kejelasan dan kesederhanaan dari setiap butir-butir pertanyaan yang ada.

5. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil yang di peroleh dari penyebaran kuisioner terhadap sejumlah responden akan dipaparkan
pada tabel berikut :

Tabel 5.1

Keramahan Pegawai Inspektorat dalam menerima dan memberikan informasi kepada publik

Tingkat Kepuasan
No. Faktor Yang mempengaruhi Jumlah
Kurang Cukup Baik Sangat Baik

Sikap pegawai inspektorat dalam


a 0 3 11 2 16
menerima tamu

Sikap pegawai inspektorat dalam


b 1 2 11 2 16
memberikan informasi kepada tamu

Jumlah dalam (%) 3,12 15,63 68,75 12,5 100

Sumber : Sampel beberapa ASN pada 5 (lima) SKPD di Kabupaten Nunukan

Dari tabel 5.1 dapat disimpulkan bahwa dari 16 ASN yang mewakili 5 (lima) SKPD di
Kabupaten Nunukan merasa puas dengan keramahan petugas dalam menerima dan
memberikan informasi kepada ASN.

Jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa SKPD Kabupaten Nunukan puas
terhadap keramahan pegawai Kantor Inspektorat

7
Tabel 5.2

Kemampuan, pemahaman dan Kesungguhan petugas

Tingkat Kepuasan
No. Faktor Yang mempengaruhi Jumlah
Kurang Cukup Baik Sangat Baik

a Tingkat kemampuan pegawai inspektorat


0 2 13 1 16
dalam memberikan informasi

b Tingkat pemahaman pegawai inspektorat


0 4 10 2 16
dalam memberikan informasi

c Respon pegawai inspektorat dalam


menghadapi sanggahan atas jawaban 1 3 12 0 16
peminta informasi / SKPD ?

d Kesungguhan pegawai inspektorat


1 6 9 0 16
menjawab pertanyaan SKPD ?

e kesungguhan pegawai inspektorat dalam


hal pendampingan / pembinaan terhadap 1 1 11 3 16
SKPD yang menjadi mitranya ?

Jumlah dalam (%) 3,75 20 68,75 7,5 100

Sumber : Sampel beberapa ASN pada 5 (lima) SKPD di Kabupaten Nunukan

Dari tabel 5.2 dapat disimpulkan bahwa dari tabel diatas responden merasa puas dengan
kemampuan, pemahaman dan kesungguhan pegawai Inspektorat dengan dengan hasil 68,75%
menjawab baik.

8
Tabel 5.3

Realisasi

Tingkat Kepuasan
No. Faktor Yang mempengaruhi Jumlah
Sangat
Kurang Cukup Baik
Baik

a Kesediaan pegawai inspektorat dalam


0 5 11 0 16
memberikan informasi

b Ketelitian pegawai inspektorat dalam


1 4 10 1 16
memberikan jawaban

c Tingkat kecepatan pegawai


inspektorat dalam menjawab 16
0 6 10 0
pertanyaan yang dikonsultasikan oleh
SKPD

d Tingkat keakuratan jawaban pegawai


1 4 11 0 16
inspektorat atas pertanyaan SKPD

e Tingkat kejelasan jawaban dari


1 4 11 0 16
pegawai inspektorat

f Tingkat waktu yang disediakan oleh


pegawai inspektorat untuk melayani 2 3 10 1 16
SKPD

Jumlah dalam (%) 5,21 27,08 65,63 2,08 100

Sumber : Sampel beberapa ASN pada 5 (lima) SKPD di Kabupaten Nunukan

Dari tabel 5.3 dapat disimpulkan bahwa dari 16 kuesioner yang disebar kepada 5 (lima) SKPD
terpilih hanya 2 orang responden menyatakan kepuasan yang sangat baik dan sedangkan
tingkat kurang puas hanya 5 orang responden saja.

Jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa SKPD Kabupaten Nunukan puas
terhadap realisasi kinerja pegawai Kantor Inspektorat termasuk dalam hal waktu, ketelitian,
kecepatan dan keakuratan jawaban yang diberikan kepada SKPD lain.

9
Tabel 5.4

Dampak

Tingkat Kepuasan
No. Faktor Yang mempengaruhi Jumlah
Kurang Tidak Ya

A Informasi yang diberikan pegawai


inspektorat membawa dampak positif 3 0 13 16
bagi SKPD

B Materi/informasi yang diberikan


pegawai inspektorat sesuai dengan 2 0 14 16
peraturan yang berlaku?

C Perlakuan pegawai inspektorat sama


antara SKPD 1 dengan SKPD yang lain 4 5 7 16
?

D Jawaban pegawai inspektorat


memberikan hasil yang maksimal sesuai 5 2 9 16
kebutuhan SKPD ?

E Kesamaan Informasi yang diberikan 10 4 2 16


antar pegawai inspektorat ?

Jumlah dalam (%) 24 11 45 80

Sumber : Sampel beberapa ASN pada 5 (lima) SKPD di Kabupaten Nunukan

Dari tabel 5.4 dapat disimpulkan bahwa dari SKPD Kabupaten Nunukan sangat puas terhadap
pelayanan pegawai Kantor Inspektorat

10
Tabel 5.5

Lingkungan

Tingkat Kepuasan

No. Faktor Yang mempengaruhi Sangat Jumlah


Cukup Baik
Baik

A Lokasi yang digunakan untuk


6 10 0 16
berkonsultasi

B Penampilan ruangan / tempat konsultasi 8 8 0 16

C Tingkat kebersihan Kantor ? 5 11 0 16

D Tingkat kenyamanan kantor untuk


7 9 0 16
berkonsultasi ?

Jumlah dalam (%) 40,63 59,37 0 100

Sumber : Sampel beberapa ASN pada 5 (lima) SKPD di Kabupaten Nunukan

Jadi dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa menurut SKPD yang menjadi sample
lingkungan yang digunakan mendukung kelancaran untuk berkonsultasi dan pembinaan hal
ini dibuktikan dengan perolehan persentase 59,37%.

11
PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil evaluasi lapangan dan pembahasan karya ilmiah tentang analisis tingkat kepuasan
SKPD terhadap pelayanan pegawai kantor Inspektorat, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Kebanyakan ASN dari 5 (lima) SKPD yang menjadi sample penyebaran kuesioner merasa
puas terhadap keramahan Pegawai Inspektorat dalam menerima dan memberikan
informasi kepada publik

2. Hanya 1 dari 16 orang yang menganggap bahwa pegawai inspektorat kurang bersungguh
sungguh dalam pendampingan dan pembinaan terhadap SKPD

3. Respon Pegawai Inspektorat terhadap ASN yang berkonsultasi dan mendapat pembinaan
juga dianggap baik oleh ASN yang menjadi responden

4. Hampir 70% responden puas terhadap keakuratan dan kejelasan jawaban pegawai
Inspektorat.

5. Dalam hal penyediaan waktu juga dianggap baik oleh responden.

6. SKPD merasa bahwa informasi dari pegawai Inspektorat membawa dampak yang positif
bagi SKPD

7. Informasi yang disampaikan oleh pegawai Inspektorat juga berdasarkan pada peraturan
dan perundang-undangan yang berlaku.

8. Namun disini ada responden yang merasa terdapat perbedaan perlakuan antara SKPD satu
dengan SKPD yang lain

9. Begitu pula dengan kesamaan informasi yang diberikan oleh pegawai inspektorat banyak
responden yang merasa bahwa penjelasan yang mereka dapat tidak sama diantara pegawai
Inspektorat.

10. Responden merasa lingkungan yang digunakan untuk berkonsultasi mendukung


kelancaran kegiatan.

12
B. Saran-saran

Diharapkan kepada pegawai Inspektorat lebih menyamakan persepsi dan jawaban


sebelum menyampaikan kepada ASN yang meminta informasi, guna mempertegas
informasi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku, dikarenakan hasil informasi
yang sampaikan juga sebagai pedoman ataupun acuan pelaksanaan kegiatan yang
berlangsung pada semua SKPD.

13
DAFTAR PUSTAKA

Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik

Kepmenpan No. 63 Tahun 2003 tentang pelayanan publik

Menurut Moenir (2002:88), dalam pelaksanaan suatu pelayanan publik, terdapat beberapa
faktor yang mendukung

Moenir (Kurniawan 2005 : 7 ) pelayanan publik adalah

Sutopo( 2006: 82) Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi
sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden.

Sutopo (2006: 87) Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
untuk dijawabnya, dimana peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden

Renstra Inspektorat Kabupaten Nunukan 2016-2021.

Responden ASN pada OPD Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, OPD Dinas Pekerjaan
Umum,Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukinan, OPD Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan. OPD Bagian Pengelolaan Batas Negara
dan OPD Dinas Perdagangan.

14