Anda di halaman 1dari 2

Judul :

Pengaruh YouTube Terhadap Kampanye “Tumpuk di Tengah” Pada Mahasiswa Unika

Sinopsis :

Akhir-akhir ini, sedang marak di gembar gemborkan oleh berbagai kalangan mengenai gerakan “Tumpuk
di Tengah”, mulai dari video, iklan di Youtube, sampai feeds Instagram banyak yang membagikan
mengenai gerakan ini. Namun nyatanya masih banyak masyarakat umum yang belum mengetahui apa
itu gerakan “Tumpuk di Tengah”, ada yang hanya sekedar pernah dengar, tahu tapi tidak melakukan,
hingga benar-benar tidak mengetahui sama sekali apa itu “Tumpuk di Tengah”

“Tumpuk di Tengah” itu sendiri merupakan gerakan dimana kita merapikan piring dan peralatan makan
lainnya sesudah kita makan di temat umum, seperti caffe, atau rumah makan, dengan tujuan
meringanakan pekerjaan pramusaji, selain itu hal ini bisa juga sebagai bentuk apresiasi kita terhadap
mereka karena telah membantu menyiapkan hidangan, namun terlehbih lagi, gerakan ini bisa menjadi
cara kita menyampaikan bahwa kita menghargai pekerjaan dan jabatan satu sama lain tanpa
memandang latar belakang.

Adanya seminar ini, saya ingin menganalisa apakah gerakan, dan berbagai kampanye yang dilakukan
sudah berhasil dan berjalan atau belum khususnya di kota Semarang. Jika sudah berhasil, maka akan di
ulas lebih lanjut mengapa gerakan ini bisa begitu berhasil dan berjalan, jika belum, maka akan di ulas
juga mengapa kegiatan ini dan kampanye yang dilakukan kurang berhasil.
BAB I

1.1 Latar Belakang


Pada akhir tahun 2017 muncul gerakan “#Tumpuk diTengah” di sosial media terutama YouTube,
Instagram, dan Media Masa Online , namun masih banyak dari kita yang kurang mengetahui bahkan
tidak tahu apa itu gerakan “#TumpukdiTengah”. “#TumpukdiTengah” atau yang lebih sering kita
ucapkan dengan “Tumpuk di Tengah” merupakan gerakan merapikan peralatan makan yang sudah
kita gunakan ketika kita makan di tempat umum, misalnya : restoran, kedai makan, warung, dan lain
sebagainya.
Mengapakah kita perlu merapikan peralatan makan kita sendiri padahal di tempat seperti itu
biasanya sudah ada pramusaji yang siap melayani kita, mengantar makanan maupun merapikan
sisanya. Gerakan ini mengajak kita untuk membantu kinerja pramusaji yang terbilang cukup berat,
mereka bukan hanya melayani kita saja, namun juga seluruh pengunjung tempat makan tersebut,
apalagi jika keadaan tempat makan sedang ramai pengunjung, pasti mereka dituntut bekerja dengan
cepat dan bersih. Selain untuk membantu, gerakan ini juga bisa menjadi bentuk apresiasi kita pada
mereka karena sudah melayani kita dengan baik.

1.2 Alasan Pemilihan Judul


Penulis merasa gerakan “Tumpuk di Tengah” merupakan hal yang baik dan bermanfaat bagi sesama
bila dilakukan dan bejalan dengan baik, namun sayangnya gerakan ini hanya diketahui oleh orang-
orang tertentu yang aktif di kegiatan sosial ataupun di media sosial, entah mengapa gerakan ini
kurang booming sehingga tidak banyak orang yang melakukan dan mengerti tentang kegiatan ini,
hanya orang-orang tertentu. Oleh karena itu penulis merasa perlu melakukan analisa lebih lanjut
agar dapat mengetahui mengapa gerakan ini kurang begitu sukses dibanding gerakan lainnya seperti
“Go Green” , “Eco Friendly” , dan lainnya.

1.3 Perumusan Masalah


1. Pengaruh YouTube menurut para ahli
2. Efektifitas dari mengkampanyekan sebuah gerakan melalui YouTube
3. Cara mengkampanyekan sebuah gerakan melalui Youtube dengan baik

1.4 Pentingnya / Keutamaan Penelitian


Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai standart dan penilaian mengenai kampanye yang baik dan
benar melalui media YouTube, sehingga mampu memudahkan pencarian alternative untuk
pemecahan masalah-masalah yang ada. Selain itu hasil penelitian bisa dimanfaatkan untuk
menyusun strategi pengembangan kegiatan kampanye agar lebih efektif dan berhasil tepat sasaran.