Anda di halaman 1dari 47

UPAYA PENYEMBUHAN PENDERITA GANGGUAN

KESEHATAN JIWA PADA USIA REMAJA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Nilai Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar 4.15

Disusun Oleh :

APRILIA SEKARWATI

XI IPA 6

NIS 0026937257

SMA NEGERI 9 KOTA BANDUNG

Jalan LMU 1 Suparmin No 1A Telp. (022) 6123806

2019
LEMBAR PENGESAHAN

MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN PENDERITA


GANGGUAN KESEHATAN JIWA PADA USIA REMAJA.

Bandung, 10 Februari 2019

Mengetahui,

Guru Pembimbing

Citra Setiawati, S.Pd.

NUPTK 8250771672130003

ii
ABSTRAK

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola perilaku yang secara
klinis terkait dengan distress (penderitaan) dan menimbulkan disabilitas pada satu
atau lebih fungsi kehidupan manusia. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi
biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.

Secara umum, gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat
terlihat dari penampilan, komunikasi, proses berpikir, interaksi, dan aktifitasnya
sehari-hari.Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan adanya upaya penyembuhan
bagi para penderita gangguan jiwa.

Oleh karena itu, penulis membuat karya ilmiah dengan judul “Upaya
Penyembuhan Penderita Gangguan Jiwa pada Usia Remaja” yang bertujuan untuk
meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan tentang gangguan jiwa pada usia
remaja, juga untuk mengetahui upaya mengatasi gangguan jiwa pada usia remaja.

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat
karunia dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah berjudul
“Upaya Penyembuhan Penderita Gangguan Jiwa pada Usia Remaja”. Karya
ilmiah ini adalah salah satu tugas Bahasa Indonesia.

Adapun tujuan dari penyusunan karya ilmiah ini adalah untuk


mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan tentang materi yang
disajikan.

Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh
pihak yang telah membantu penulis dalam proses pembuatan karya ilmiah ini.
Khususnya kepada ibu Citra Setiawati S.Pd. yang telah memberi pengarahan
dan dorongan dalam proses penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih memiliki banyak


kekurangan, maka dari itu, penulis bersedia menerima kritik dan saran dari
pembaca yang budiman.

Semoga dengan adanya karya ilmiah ini, dapat memberikan sedikit


pemahaman tentang Mental Illness atau gangguan kesehatan jiwa, agar
memberi dampak positif serta bermanfaat bagi banyak pihak.

Bandung, Februari 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

ABSTRAK .................................................................................................. i

KATA PENGANTAR ................................................................................ ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

DAFTAR TABEL

A. Tabel 1.1

B. Tabel 1.2

C. Tabel 1.3

DAFTAR GAMBAR

A. Gambar 1.1

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………….....1

A. Latar Belakang Masalah

B. Perumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

BAB II TELAAH KEPUSTAKAAN

A. Pengertian Mental Illness

B.

BAB III METODE PENELITIAN

A………………………………………………………….

iv
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN .……………………

A. Proses Penelitian……………………………………………….

B. Hasil Penelitian………………………………………………...

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………….…….…………………

A. Simpulan………………………………………………………..

B. Saran……………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………....

RIWAYAT HIDUP……………………………………………………………...

LAMPIRAN……………………………………………………………………..

v
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola perilaku yang secara
klinis terkait dengan distress (penderitaan) dan menimbulkan disabilitas pada satu
atau lebih fungsi kehidupan manusia. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi
biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Secara umum, gangguan fungsi jiwa
yang dialami seorang individu dapat terlihat dari penampilan, komunikasi, proses
berpikir, interaksi, dan aktifitasnya sehari-hari. Saat ini, lebih dari sepertiga orang
dari sebagian besar negara di dunia melaporkan masalah pada satu waktu dalam
kehidupan mereka yang memenuhi kriteria pada salah satu tipe umum dari
gangguan jiwa.

Namun, makna gangguan jiwa disini bukan berarti penyakit orang gila, seperti
kebanyakan orang pikir. Gangguan kesehatan jiwa juga bisa terjadi pada siapa
saja. Pada umumnya, mayoritas penderita gangguan jiwa adalah orang dewasa,
karena pada masa tersebut, manusia mengalami masa yang sulit. Namun, ternyata,
anak-anak pada usia remaja juga memiliki kemungkinan mengalami gangguan
jiwa.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan adanya upaya penyembuhan bagi
para penderita gangguan jiwa. Oleh karena itu, penulis membuat karya ilmiah
dengan judul “Upaya Penyembuhan Penderita Gangguan Jiwa pada Usia
Remaja”. Mengacu pada hukum tentang kesehatan jiwa, yaitu UUD No. 3, Tahun
1966 Bab 2 Pasal tentang Pemeliharaan Kesehatan Jiwa sebagai berikut:

Dalam bidang kesehatan jiwa usaha-usaha Pemerintah meliputi:

1. Memelihara kesehatan jiwa dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-


anak.

1
2. Menggunakan keseimbangan jiwa dengan menyesuaikan penempatan
tenaga selaras dengan bakat dan kemampuannya.
3. Perbaikan tempat kerja dan suasana kerja dalam perusahaan dan
sebagainya sesuai dengan ilmu kesehatan jiwa.
4. Mempertinggi taraf kesehatan jiwa seseorang dalam hubungannya dengan
keluarga dan masyarakat.
5. Usaha-usaha lain yang dianggap perlu oleh Menteri Kesehatan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis
membahas beberapa pokok pemasalahan perihal upaya penyembuhan penderita
gangguan jiwa pada usia dini dalam pengajuan usulan penelitian sebagai berikut:

1. Mengapa anak usia remaja juga memiliki kemungkinan mengalami


gangguan jiwa?
2. Bagaimana menghadapi remaja yang mengalami gangguan jiwa?
3. Bagaimana upaya mengatasi gangguan jiwa pada usia remaja?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan adanya penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan tentang


gangguan jiwa pada usia remaja.
2. Untuk mengetahui upaya mengatasi gangguan jiwa pada usia remaja.

2
B. Manfaat Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan akan diperoleh hasil yang mampu
memberikan banyak manfaat bagi pembaca. Adapun manfaatnya sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis
Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber
informasi di bidang yang berkaitan.

2. Manfaat Praktis
a. Bagi keluarga dapat dijadikan sebagai solusi tentang bagaimana
menghadapi penderita dan memecahkan permasalahan akibat dari
gangguan jiwa.
b. Bagi penderita dapat dijadikan sebagai upaya untuk mengatasi
gangguan jiwa yang dialami.

3
BAB II

TELAAH KEPUSTAKAAN

A. Definisi Gangguan Jiwa

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola perilaku yang secara
klinis terkait dengan distress (penderitaan) dan menimbulkan disabilitas pada satu
atau lebih fungsi kehidupan manusia. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi
biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
Secara umum, gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat
terlihat dari penampilan, komunikasi, proses berpikir, interaksi, dan aktifitasnya
sehari-hari. Gangguan jiwa ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir,
perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera).
Gangguan jiwa menurut Depkes RI (2000) adalah suatu perubahan pada
fungsi jiwa yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan
dalam melaksanakan peran sosial.
Seseorang bisa dikatakan jiwanya sehat jika ia mampu menikmati hidup,
punya keseimbangan antara aktivitas kehidupannya, mampu menangani masalah
secara sehat, serta berperilaku normal dan wajar, sesuai dengan tempat atau
budaya dimana dia berada. Orang yang jiwanya sehat juga mampu
mengekspresikan emosinya dengan baik dan mampu beradaptasi dengan
lingkungannya.

B. Penyebab Gangguan Jiwa

Gangguan jiwa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor


organobiologi, seperti faktor genetik, ketidakseimbangan neurokimia dalam otak.
Faktor psikologis, seperti mood yang labil, cemas berlebihan, dan gangguan
persepsi yang ditangkap panca indera kita (halusinasi). Faktor lingkungan atau
sosial, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

4
Faktor Organobiologi terdiri dari :

1. Nerokimia
2. Nerofisiologi
3. Neroanatomi
4. Tingkat kematangan dan perkembangan organik
5. Faktor-faktor prenatal dan perinatal

Faktor Psikologis terdiri dari :

1. Interaksi ibu-anak
2. Interaksi ayah-anak : peranan ayah
3. Sibling rivalry ( persaingan antara saudara)
4. Hubungan dalam keluarga, teman, dan masyarakat.
5. Kehilangan objek yang dicintai
6. Konsep diri : pengertian identitas diri dan peran diri yang tidak
menentu.
7. Tingkat perkembangan emosi
8. Pola adaptasi dan pembelaan sebagai reaksi terhadap bahaya :
mekanisme pertahanan diri yang tidak efektif
9. Adanya trauma pada suatu kejadian
10. Pola asuh patogenik (sumber gangguan penyesuaian diri pada anak),
antara lain:
a) Melindungi anak secara berlebihan karena
memanjakannya.
b) Melindungi anak secara berlebihan karena sikap berkuasa
c) Rejected child (penolakan)
d) Menentukan norma-norma etika dan moral yang terlalu tinggi
e) Disiplin yang terlalu keras
f) Disiplin yang bertentangan
g) Perselisihan antara ayah dan ibu
h) Perceraian
i) Nilai-nilai yang buruk (tidak bermoral)
j) Perfeksionisme

5
k) Ayah dan atau ibu mengalami gangguan jiwa (psikotik atau non-
psikotik)

Faktor Lingkungan (Sosial) terdiri dari :

1. Tingkat ekonomi
2. Lingkungan tempat tinggal
3. Masalah kelompok minoritas yang meliputi prasangka, fasilitas
kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan yang tidak memadai.
4. Pengaruh rasial dan keagamaan
5. Nilai-nilai moral

C. Jenis-jenis Gangguan Jiwa

Jenis-jenis gangguan jiwa yang berpotensi diderita oleh remaja antara lain,
depresi, kecemasan (Anxiety Disorder), gangguan pemusatan perhatian (Attention
Deficit Hyperactivity Disorder), anak pemberontak (Oppositional Defiant
Disorder), Gangguan mood (Bipolar Disorder)

1. Depresi

Depresi adalah gangguan patologis terhadap mood mempunyai


karakteristik berupa bermacam-macam perasaan, sikap dan kepercayaan bahwa
seseorang hidup menyendiri, pesimis, putus asa, ketidakberdayaan, harga diri
rendah, bersalah, harapan yang negatif dan takut pada bahaya yang akan datang.
Depresi juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada
alam perasaan yang ditandai dengan kemurungan, keleluasaan, ketiadaan gairah
hidup, perasaan tidak berguna, putus asa dan lain sebagainya (Hawari, 1997).
Individu yang menderita suasana perasaan (mood) yang depresi biasanya akan
kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju
keadaan mudah lelah dan berkurangnya aktifitas (Depkes, 1993). Depresi
dianggap normal terhadap banyak stress kehidupan dan abnormal hanya jika ia
tidak sebanding dengan peristiwa penyebabnya dan terus berlangsung sampai titik
dimana sebagian besar orang mulai pulih (Atkinson, 2000). Depresi akan lebih
mudah disembuhkan jika lebih cepat ditangani. Penanganan pada penderita

6
depresi mencakup psikoterapi, obat-obatan, dan pencegahan pada saat gejala-
gejala mulai timbul.

2. Kecemasan (Anxiety Disorder)

Kecemasan adalah suatu keadaan seseorang merasa khawatir dan takut


sebagai bentuk reaksi dari ancaman yang tidak spesifik (Rawlins 1993). Penyebab
adanya gangguan ini belum diketahui secara pasti namun, para peneliti menduga
bahwa gangguan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu

a) Adanya aktivitas berlebihan dari bagian otak yang


mengendalikan emosi dan tingkah laku.
b) Senyawa serotonin dan noradrenalin yang tidak seimbang dalam
otak.
c) Pernah mengalami trauma, misalnya kekerasan dalam rumah
tangga serta perundungan.
d) Menggunakan obat terlarang dan mengonsumsi minum minuman
beralkohol.

Menurut Sundeen (1995) mengidentifikasi rentang respon kecemasan ke


dalam empat tingkatan yang meliputi, kecemasan ringan, sedang, berat dan
kecemasan panik. Penanganan pada penderita gangguan kecemasan adalah
melalui obat-obatan dan terapi psikologis seperti CBT (Cognitive Behavioral
Therapy).

3. Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas


motorik anak-anak dan remaja hingga menyebabkan aktivitas mereka yang tidak
lazim dan cenderung berlebihan. ADHD diperkirakan mempengaruhi sekitar 6-7%
orang berusia kurang dari atau sama dengan 18 tahun.

Berbagai keluhan dialami penderita ADHD seperti, berperilaku tampak


canggung, sering mengalami kecelakaan, perilaku berubah-ubah, gerakan konstan
atau monoton, lebih ribut dibandingkan anak-anak lainnya, kurang konsentrasi,
tidak bisa diam, mudah marah, nafsu makan buruk, koordinasi mata dan tangan

7
tidak baik, suka menyakiti diri sendiri, dan gangguan tidur. Penyebabnya belum
diketahui, namun diyakini ada keterkaitannya dengan interaksi antara faktor
genetik dan lingkungan. Diantaranya adalah :

a) Lingkungan/psikososial
b) Konflik keluarga.
c) Sosial ekonomi keluarga yang tidak memadai.
d) Jumlah keluarga yang terlalu banyak.
e) Orang tua terkena kasus kriminal.
f) Orang tua dengan gangguan jiwa (psikopat).
g) Anak yang diasuh di penitipan anak.
h) Riwayat kehamilan dengan eklampsia, perdarahan antepartum,
fetal distress, bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, ibu
merokok saat hamil, dan alkohol.

Tiga gejala utama yang tampak pada perilaku seorang anak yaitu inatensi,
hiperaktif, dan impulsif.

Inatensi : Kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian misalnya jarang


menyelesaikan perintah sampai tuntas, mainan sering tertinggal, sering membuat
kesalahan, mudah beralih perhatian (terutama oleh rangsang suara).

Hiperaktif : Perilaku yang tidak bisa diam, seperti banyak bicara, tidak dapat
tenang/diam (mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak), sering membuat
gaduh suasana, selalu memegang apa yang dilihat, sulit untuk duduk diam, lebih
gelisah dan impulsif dibandingkan dengan mereka yang seusia, suka teriak-teriak.

Impulsif : Kesulitan untuk menunda respon (dorongan untuk


mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak sabar) seperti sering mengambil
mainan teman dengan paksa, tidak sabaran, reaktif, sering bertindak tanpa dipikir
dahulu.

Gejala-gejala lainnya yaitu sikap menentang, cemas, dan memiliki


masalah sosial. Penanganan penderita gangguan kecemasan adalah melalui
konseling, terapi perilaku, dan obat-obatan.

8
4. Anak Pemberontak (Oppositional Defiant Disorder)

ODD (Oppositional Defiant Disorder) adalah perilaku anak suka


melawan ditandai dengan anak yang memiliki kecenderungan untuk terus-
menerus marah-marah atau berdebat. Merupakan hal wajar jika anak
menunjukkan perilaku melawan di tiap perkembangannya. Tetapi, pada ODD
tampak gejala konsisten seperti:

a) Gigih
b) Berlangsung selama sekurang-kurangnya enam bulan
c) Jelas mengganggu keluarga dan lingkungan rumah atau sekolah

Berikut ini adalah perilaku yang terkait dengan ODD:

a) Negatif
b) Ketidaktaatan
c) Permusuhan diarahkan kepada figur otoritas

Perilaku ODD menunjukkan gejala-gejala yang konsisten seperti berikut:

a) Sering marah-marah
b) Argumentatif pada orang dewasa
c) Penolakan untuk mematuhi permintaan atau peraturan
d) Secara sengaja membuat jengkel orang lain
e) Menyalahkan orang lain atas kesalahan atau kenakalan
f) Bertindak sensitif dan mudah jengkel
g) Kemarahan dan kebencian
h) Pendendam
i) Agresif terhadap teman sebaya
j) Kesulitan mempertahankan persahabatan
k) Masalah akademik

Pengobatan gangguan pemberontak oposisi dan kemungkinan melibatkan


terapi obat untuk mengobati kondisi kesehatan mental yang terkait. Orang tua,
tidak perlu melakukannya sendiri dalam mencoba untuk mengelola anak dengan
gangguan pemberontak oposisi. Dokter, konselor dan ahli perkembangan anak

9
dapat membantu mempelajari strategi khusus untuk mengatasi ODD (medlineplus
dan mayoclinic).

5. Gangguan Mood (Bipolar Disorder)

Bipolar disorder atau yang juga dikenal sebagai gangguan bipolar adalah
suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang
ekstrem. Hal ini membuat orang yang memiliki gangguan ini dapat berubah
perasaan secara tiba-tiba dari sangat bahagia (mania) menjadi sangat sedih
(depresi). Sering kali, di antara perubahan keduanya, pasien tetap mengalami
kondisi mood yang normal.Saat pasien merasa sedih, ia akan merasa tertekan,
kehilangan harapan, dan bahkan dapat kehilangan keinginan untuk melakukan
kegiatan sehari-hari. Tetapi saat merasa senang, pasien akan merasa sangat
bersemangat dan penuh gairah. Perubahan mood tersebut dapat terjadi beberapa
kali dalam setahun.

Kondisi jiwa ini dapat menyebabkan rusaknya hubungan pribadi,


rendahnya motivasi dan produktivitas di tempat kerja, dan yang lebih buruk lagi
dapat menyebabkan perasaan ingin melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, orang-
orang dengan bipolar disorder sangat disarankan untuk menghubungi bantuan
medis saat mengalami perubahan mood yang signifikan.

Berikut merupakan ciri-ciri orang yang mengalami bipolar:

a) Merasa terlalu bahagia dan bersemangat.


b) Sangat sensitif.
c) Mudah tersinggung.
d) Banyak makan.
e) Tidak terasa mengantuk karena merasa sangat berenergi
f) Bersikap gegabah dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berisiko.
g) Berbicara dengan sangat cepat dan mengubah topik pembicaraan dari satu
topik ke yang lainnya.
h) Mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan penilaian atau
pembuatan suatu keputusan.

10
i) Anda bisa juga dapat melihat hal-hal aneh dan mendengar suara-suara
misterius.

Sedangkan, Dalam fase depresi ada beberapa tanda dan gejala gangguan
mental ini adalah:

a) Merasa sangat bersedih dan kehilangan harapan pada jangka waktu yang
panjang.
b) Kehilangan ketertarikan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
c) Nafsu makan menurun
d) Merasa ngantuk dan malas.
e) Merasa terlalu sadar diri dan minder.
f) Sulit berkonsentrasi.
g) Memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan seseorang menderita gangguan


bipolar, yaitu:

a) Faktor biologis
b) Faktor genetik
c) Faktor psikososial

Penanganan bagi penderita gangguan bipolar yaitu dengan melakukan


psikoterapi intensif, mengikuti terapi kognitif perilakuan (CBT), melakukan terapi
keluarga, berkumpul dengan teman-teman dengan rutin atau ikut terapi kelompok.

D. Gejala-gejala Gangguan Jiwa

1. Menarik diri atau mengasingkan diri (withdrawn). Tidak mau bergaul atau
kontak dengan orang lain, suka melamun (day dreaming).
2. Tidak ada atau kehilangan kehendak (avalition), tidak ada inisiatif, tidak
ada upaya/usaha, tidak ada spontanitas, monoton, serta tidak ingin apa-apa
dan serba malas dan selalu terlihat sedih.
3. Kontak emosional amat miskin, sukar diajak bicara, pendiam.
4. Sulit dalam berpikir abstrak.
5. Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.

11
6. Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun
pekerjaan tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.
7. Cemas pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak perlu ditakuti atau
dicemaskan.
8. Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.
9. Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.
10. Pola tidur terjadi perubahan tidak seperti biasa.
11. Kekacauan alam pikir yaitu yang dapat dilihat dari isi pembicaraannya,
misalnya bicaranya kacau sehingga tidak dapat diikuti jalan pikirannya.
12. Gaduh, gelisah, tidak dapat diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan
semangat dan gembira berlebihan.

12
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian Kualitatif

1. Pengertian

Metode penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat


deskriptif dan cenderung menggunakan analisis . Proses dan makna (perspektif
subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian
sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat
untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan
pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan
teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data,
dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan;
sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan
teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Penelitian kualitatif jauh lebih subjektif daripada penelitian atau survei
kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan
informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam
dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan
terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang
diwawancarai secara mendalam.

2. Ciri-ciri

Ciri-ciri penelitian kualitatif adalah sebagai berikut :


a. Menggunakan lingkungan alamiah untuk sumber data
Sumber data yang digunakan berupa lingkungan alamiah. Kajian
utamanya adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi pada situasi dan
kondisi sosial.

13
b. Mempunyai sifat deskriptif analitik
Data yang didapatkan disusun di lokasi penelitian. Hasil analisis
data tersebut berupa pemaparan berkenaan dengan situasi yang
sedang diteliti, disajikan dalam bentuk uraian narasi. Pemaparan
data dengan menjawab pertanyaan dari rumusan masalah yang
telah ditetapkan.
c. Menekankan pada proses, bukan hasil
Data dan informasi yang dibutuhkan bersangkut paut pada
pertanyaan untuk mengungkapkan proses, bukan hasil dari
kegiatan.
d. Bersifat induktif
Peneliti mempelajari proses penemuan yang terjadi dengan
mencatat, menganalisis, melaporkan, dan menarik kesimpulan dari
hasil penelitian.
e. Mengutamakan makna
Makna yang diungkapkan berkisar pada persepsi orang dengan hal
yang diteliti.

3. Metode

Berikut ini adalah metode-metode dari penelitian kualitatif

a. Penelitian fenomenologi
Bersifat induktif, pendekatan yang dilakukan bersifat deskriptif.
Tujuan menjelaskan pengalaman seseorang dalam kehidupannya,
termasuk interaksi dengan orang lain.
b. Penelitian teori grounded
Penelitian grounded merupakan teknik penelitian induktif (Strauss
and Sayles, 1967)
c. Penelitian etnograf
Memaparkan kisah kehidupan orang-orang dalam rangka
menjelaskan fenomena budaya tersebut.
d. Penelitian historis

14
Penelitian yang dimaksudkan untuk merekonstruksi masa lalu
secara objektif, sistematis, dan akurat.
e. Penelitian kasus
Penelitian ini dimaksudkan untuk mempelajari secara intensif
mengenai latar belakang terjadinya suatu proses.
f. Inquiry filosofi
Penelitian ini melibatkan penggunaan mekanisme analisis
inteluktual guna memperjelas makna, membuat nilai-nilai menjadi
nyata, mengidentifikasi etika, serta studi tentang hakikat
pengetahuan.
g. Teori kritik sosial
Dipandu dengan teori kritik sosial, peneliti mendapatkan
pemahaman tentang cara seseorang berkounikasi serta bagaimana
ia mengembangkan makna-makna simbolis dari masyarakat.

15
BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Profil Objek Peneliian


Nama Jenis Kelamin
Nazwa Aulia Perempuan
Kanaya Azzahra Perempuan
Syifa Nurazizah Perempuan
Nasya Zahra Perempuan
Alifa Perempuan
Nizar Rasendriya Laki-laki
Dicky Mohammad Saputra Laki-laki
Saskiani Fatimah Putri Perempuan
Merdiana Perempuan
Septia Sandra Perempuan
Almira Shofia Perempuan
Putri Aira Perempuan
Fina Atalia Putri Perempuan
Fahriza Bani Laki-laki
Rifky Arief Saputra Laki-laki
Nabil Akbar Sofyan Laki-laki
Salsabila Putri Perempuan
Diana Perempuan
Fidella Annisa Perempuan
Kayla Almira Perempuan
Tabel 4.1

16
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dalam penelitian ini, penulis menyajikan tiga pembahasan, yaitu alasan
mengapa anak usia remaja juga memiliki kemungkinan mengalami gangguan
jiwa. Kedua, bagaimana menghadapi remaja yang mengalami gangguan jiwa. Dan
yang terakhir, bagaimana upaya mengatasi gangguan jiwa pada usia remaja.
Dengan demikian, dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan
tentang gangguan jiwa pada usia remaja dan mengetahui upaya mengatasi
gangguan jiwa pada usia remaja.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mayoritas orang-orang
berpendapat bahwa gangguan jiwa pada remaja disebabkan oleh banyaknya
masalah dari beberapa faktor, seperti faktor psikologis, faktor biologis, faktor
genetik, dan faktor lingkungan. Masalah-masalah dari beberapa faktor tersebut
menimbulkan tekanan pada jiwa seseorang, dan berakhir menjadi gangguan jiwa.
Dalam menghadapi remaja yang mengalami gangguan jiwa, perlu adanya
beberapa tindakan, yaitu :
1. Menghargai dan memahami keadaan penderita
2. Memberi perhatian khusus
3. Memberi kasih sayang dan dukungan
4. Mendengarkan cerita dari penderita dan berempati terhadap
penderita
Berikut ini adalah upaya mengatasi gangguan jiwa pada remaja, yaitu :
1. Bagi penderita
a. Lebih terbuka pada orang-orang sekitar
b. Menerima kekurangan pada diri sendiri
c. Lebih mencintai diri sendiri
d. Berusaha untuk mengubah diri kearah yang lebih baik
e. Self control atau menahan diri untuk tidak melarikan diri ke
hal-hal yang negatif.
f. Perbanyak lakukan kegiatan yang positif.
g. Lebih banyak menenangkan diri dengan selalu berpikir
positif.

17
2. Bagi keluarga
a. Ajak penderita untuk berkonsultasi ke psikolog.
b. Mengajak penderita untuk bersosialisasi lebih baik lagi.
c. Memberikan ketenangan pada penderita dengan
mengajarkan hal-hal tentang keagamaan

3. Bagi masyarakat
a. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga
kesehatan mental.

4. Bagi pemerintah
a. Memberikan edukasi dan penyuluhan tentang
pentingnya menjaga kesehatan mental.

18
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Nazwa Aulia

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness tanpa disadari banyak menjangkit pada para remaja dijaman
sekarang ini, tentu itu sangat berpengaruh pada diri mereka, dan orang-
orang sekitarnya. Saya harap, penderita mental illness dapat membuka
dirinya sendiri dan menerima dirinya apa adanya.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Dengan mencintai diri sendiri, dan tak lupa untuk berkonsultasi pada
orang yang lebih mengerti dengan hal tersebut, seperti psikologi, orangtua.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.2

19
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Kanaya Putri

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan karena seseorang tidak berani menunjukkan diri.
Ada pengaruh dari faktor lingkungan.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Lebih percaya diri, jangan terlalu mempedulikan pendapat orang.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.3
Keterangan :
SS : Sangat Sering J : Jarang
S : Sering TP : Tidak Pernah
K : Kadang

20
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Syifa Nurazizah

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Gangguan mental disebabkan karena banyak tekanan dan masalah.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Lebih banyak berbaur dan merubah diri.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?

No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.4
Keterangan :
SS : Sangat Sering J : Jarang
S : Sering TP : Tidak Pernah
K : Kadang

21
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Nasya Zahra

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness merupakan suatu gangguan mental yang membuat
penderitanya tersiksa.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Sering berikan semangat walaupun sedikit. Karena penderita lebih
membutuhkan dukungan daripada nasehat. Ketika penderita bercerita,
jangan beri respon toxic positivity seperti “Kamu kurang bersyukur.”, Tapi
beri respon empati seperti “Ada kalanya sesuatu terjadi tidak seperti yang
kita harapkan, tapi yakinlah sesudah ini pasti akan ada hal yang baik.”.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau cemas X

4 Merasa sangat marah X


5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola tidur X

8 Mengalami perubahan pola makan X

9 Mengalami putus asa berlebihan X

10 Mengalami perubahan mood X


Tabel 4.5

22
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Alifa

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness adalah gangguan mental yang membuat seseorang menjadi
kurang percaya diri atau introvert.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Penderita harus lebih terbuka atau lebih sering mengobrol pada seseorang
atau teman dekat.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.6
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

23
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Nizar Rasendriya

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan oleh banyaknya permasalahan, mental illness
bisa disebabkan oleh banyaknya penggunaan obat-obatan terlarang.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Jangan melarikan diri pada hal-hal negatif, perbanyaklah lakukan hal-hal
positif.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.7
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

24
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Dicky Mohammad Saputra

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Menurut saya, mental illness disebabkan oleh stress, banyaknya
permasalahan, maupun dari keluarga ataupun dari pihak luar.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Jangan banyak pikiran, luangkan waktu menyenangkan untuk keluarga dan
sahabat, refreshing.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.8
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

25
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Saskiani Fatimah Putri

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan karena banyaknya masalah, hingga membuat
jiwa seseorang tertekan.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Penderita harus banyak menghibur diri.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.9
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

26
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Merdiana

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness bisa jadi karena banyak masalah dan depresi. Ciri-ciri
banyak melamun.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Bagi penderita, sebaiknya jangan terlalu memikirkan masalah. Bagi
keluarga, sebaiknya lebih memperhatikan.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.10
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

27
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Septia Sandra

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Disebabkan oleh stress, karena banyak tugas.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Have fun, masalah jangan terlalu dipikirkan.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.11
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

28
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Almira Shofia

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Disebabkan karena banyaknya pikiran, masalah keluarga, masalah
ekonomi yang menyebabkan tekanan yang berlanjut ke gangguan mental.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Lebih dihibur oleh keluarga agar tidak berlarut-larut dalam masalah, dan
diberi masukan agar bisa menghadapi masalah.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.12
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

29
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Putri Aira

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Menurut saya, mental illness adalah gangguan pada mental yang
disebabkan karena banyaknya masalah yang membuat stress.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Penderita harus lebih diperhatikan oleh keluarga, teman-teman, dan orang-
orang sekitar.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.13
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

30
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Fina Atalia Putri

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan oleh banyak faktor, yakni faktor lingkungan,
faktor gen, dan lain sebagainya.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Perlu adanya pengembangan di bidang edukasi tentang mental illness,
sebab di masyarakat kita pengetahuan tentang mental illness masih kurang
dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental masih kurang. Cara
tepat untuk menangani mental illness yaitu memperbanyak kegiatan positif
seperti, kegiatan fisik, kontrol diri, dan sharing dengan orang-orang
terdekat.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau cemas X

4 Merasa sangat marah X


5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola tidur X

8 Mengalami perubahan pola makan X

9 Mengalami putus asa berlebihan X

10 Mengalami perubahan mood X


Tabel 4.14

31
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Fahriza Bani

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness adalah sesuatu yang harus ditindaklanjuti, jika tidak,
penderita akan lebih tidak stabil saat beranjak dewasa.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Ajak ke mall, lebih bersosialisasi, ajarkan apa itu kasih sayang, ajarkan
cara sholat dengan baik dan benar.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.15

32
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Rifky Arief Saputra

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness atau gangguan mental disebabkan oleh banyak faktor,
misalnya faktor biologis, faktor lingkungan, dan faktor keturunan.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Penderita harus lebih terbuka pada orang-orang terdekatnya, dan
perbanyak konsultasi terkait gangguan yang diderita.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.16
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

33
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Nabil Akbar Sofyan

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness adalah gangguan mental yang disebabkan oleh adanya
tekanan kejiwaan.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Perbanyak kegiatan fisik, seperti olahraga. Konsultasi ke dokter kejiwaan,
dan lakukan terapi psikologis.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.17
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

34
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Salsabila Putri

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness adalah gangguan pada kesehatan jiwa. Hal ini dipicu oleh
adanya stress dan depresi yang mengakibatkan penderita menjadi
antisosial.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Penderita harus lebih diperhatikan. Apa yang ia ceritakan harus didengar.
Hargai mereka dan pahami keadaannya. Memberi kasih sayang dan
dukungan agar mereka merasa aman.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.18

35
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Diana

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan oleh banyaknya permasalahan dalam hidup,
menyebabkan seseorang kehilangan akal sehatnya.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Sebaiknya, kita lebih memperhatikan mereka, jangan pernah mengejek
mereka karena itu membuat mereka semakin stress.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.19
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

36
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Fidella Annisa

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness adalah hal yang sangat merugikan, karena membuat
penderitanya menjadi kurang percaya diri.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Seharusnya, penderita gangguan jiwa lebih membuka diri pada orang-
orang terdekatnya. Untuk keluarganya, sebaiknya mereka lebih
menyayangi penderita agar penderita tidak merasa harus berjuang sendiri.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami pola makan X
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.20
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

37
KUESIONER MENGIDENTIFIKASI UPAYA PENYEMBUHAN
GANGGUAN JIWA PADA REMAJA

Nama : Kayla Almira

1. Bagaimana pendapatmu tentang mental illness?


Mental illness disebabkan karena penderita banyak mengalami masalah,
sehingga ia tertekan, berakhir dengan adanya keputusasaan.
2. Menurutmu, solusi apa yang paling ampuh untuk mengatasi mental
illness?
Ajak penderita untuk berkonsultasi ke psikolog, dukung mereka, beri
mereka kasih sayang yang cukup, terutama dari keluarga.
3. Atau apakah kamu juga mengalami gejala-gejala dibawah ini?
No Pernyataan SS S K J TP
1 Mengalami stress X
2 Tidak mau bersosialisasi X
3 Sering merasa takut atau X
cemas
4 Merasa sangat marah X
5 Sulit berkonsentrasi X
6 Merasa kebingungan X
7 Mengalami perubahan pola X
tidur
8 Mengalami perubahan pola X
makan
9 Mengalami putus asa X
berlebihan
10 Mengalami perubahan mood X
Tabel 4.21
Keterangan :
SS : Sangat Sering K : Kadang TP : Tidak Pernah
S : Sering J : Jarang

38
BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah diperoleh, penulis menarik
kesimpulan bahwa gangguan jiwa bisa menyerang siapa saja. Tanpa ada
batasan usia. Termasuk pada remaja.
Gangguan jiwa pada remaja disebabkan oleh banyaknya masalah
dari beberapa faktor, seperti faktor psikologis, faktor biologis, faktor
genetik, dan faktor lingkungan. Masalah-masalah dari beberapa faktor
tersebut menimbulkan tekanan pada jiwa seseorang, dan berakhir menjadi
gangguan jiwa.
Agar terhindar dari gangguan jiwa, kita harus senantiasa menjaga
fungsi-fungsi kesehatan jiwa seperti, fungsi biologis, psikologis, sosial,
dan spiritual yang merupakan hal-hal yang mempengaruhi kesehatan jiwa.

B. Saran
Agar terhindar dari gangguan jiwa, kita harus senantiasa menjaga
fungsi-fungsi kesehatan jiwa seperti, fungsi biologis, psikologis, sosial,
dan spiritual yang merupakan hal-hal yang mempengaruhi kesehatan jiwa.
Caranya adalah dengan memperbanyak kegiatan positif, lebih mencintai
diri sendiri, dan selalu berpikir positif.

39
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_jiwa

https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-mental/

https://hellosehat.com/penyakit/depresi/

https://id.wikipedia.org/wiki/Depresi_(psikologi)

https://id.wikipedia.org/wiki/Gangguan_kecemasan

https://hellosehat.com/penyakit/anxiety-disorder-gangguan-kecemasan/

https://health.detik.com/penyakit/d-1245639/anak-melawan-odd

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/4-hal-yang-perlu-anda-tahu-tentang-
bipolar-disorder/

https://id.wikihow.com/Menangani-Gangguan-Bipolar-Secara-Alami

https://bukubiruku.com/metode-penelitian-kualitatif/

40
RIWAYAT HIDUP

Nama saya Aprilia Sekarwati. Nama panggilan saya April. Saya lahir di
Bandung pada 19 April 2002. Saya beragama Islam. Saat ini, saya tinggal di Jl.
Babakan Cianjur No. 04/05/06 Kel. Campaka, Kec. Andir, Bandung.
Saya anak ketiga dari pasangan Soemarno dan Heni Nuraeni Anisah
Soemarno. Anak ketiga dari tiga bersaudara.
Saat sekolah dasar, saya bersekolah di SDN Cibeureum VIII Bandung.
Lalu melanjutkan pendidikan di SMPN 47 Bandung. Sekarang saya mengenyam
pendidikan di SMAN 9 Bandung sebagai siswa kelas XI IPA 6.
Hobi saya adalah bernyanyi, mendengarkan musik, dan mencoba hal-hal
baru. Cita-cita saya adalah menjadi pengusaha di bidang agraria, atau seorang
penerjemah bahasa.
Untuk kuliah, saya bercita-cita berkuliah di Universitas Padjajaran atau
Universitas Indonesia.

41