Anda di halaman 1dari 19

Makalah Transformator

Mesin Mesin Elektrik III

Triadhe Rezki Mulyadi Nasution


17 221 001
DASAR TEORI

 Pengertian Transformator

Transformator atau sering juga disebut trafo adalah komponen elektronika


pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan
listrik bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada
bagian primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan
skunder adalah merupakan lilitan kawat yang tidak berhubungan secara
elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti
trafo.

Gambar 2.1. Bagian – Bagian Transformator

 Komponen Transformator (trafo)


Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama
(primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang
bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat
medan magnet yang dihasilkan.
Bagian-Bagian Transformator :

Contoh Transformator Simbol Transformator


 Prinsip Kerja Transformator
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika
Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak- balik,
perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet
yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan
dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung
kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi
timbal-balik (mutual inductance).

Pada skema transformator di atas, ketika arus listrik dari sumber tegangan
yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya)
medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang
dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya.
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder,
dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

𝑉𝑝 𝑁𝑝
=
𝑉𝑠 𝑁𝑠

Dimana,

Vp = Tegangan Primer (Volt)

Vs = Tegangan Sekunder (Volt)

Np = Jumlah Lilitan Primer

Ns = Jumlah Lilitan Sekunder

Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh


kumparan sekunder adalah:
 Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
 Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
 Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer,
1 𝑁𝑠
(𝑉𝑠~ ) 𝑆𝑒ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑙𝑖𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑉𝑠 = × 𝑉𝑝
𝑁𝑝 𝑁𝑝
 Klasifikasi Transformator
a) Step –up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan


sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai
penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga
listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan
tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

b) Step down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit


daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan.
Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-
DC.
c) Auto transformator

Transformator jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut
secara listrik, dengan sadapan tengah. Dalam transformator ini, sebagian
lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan
sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya
yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis
dibandingkan transformator biasa. Keuntungan dari autotransformator
adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada
jenis dua lilitan. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan
isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. Selain itu,
autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih
dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1,5 kali).

d) Transformator Center Tap (CT)


Terdapat 2 jenis transformator yang dapat digunakan untuk
menurunkan tegangan AC dan salah satunya adalah trafo CT. Yang
membedakan trafo CT ini dengan trafo biasa adalah adanya titik center tap
yang bersifat sebagai ground. Titik center tap adalah titik tengah lilitan
sekunder pada trafo CT yang dihubungkan keluar lilitan dan bersifat sebagai
sebagai ground. Jadi, semisal terdapat 10 lilitan kawat pada bagian
sekundernya maka diantara lilitan ke-5 dan ke-6 dihubungkan pada sebuah
kawat yang terhubung keluar lilitan. Aplikasi autotransformator adalah pada
speaker audio.
 Aplikasi Transformator
a) POWER SUPPLY
Power supply (catu daya) Catu daya merupakan alat yang
digunakan untuk menghasilkan tegangan AC yang rendah. Catu daya
menggunakan trafo step down yang berfungsi untuk menurunkan
tegangan 220 V menjadi beberapa tegangan AC yang besarnya antara 2 V
sampai 12 V.

Power supply
b) Adaptor (penyearah arus)
Adaptor terdiri atas trafo step down dan rangkaian penyearah
arus listrik yang berupa diode. Adaptor merupakan catu daya yang
ditambah dengan penyearah arus. Fungsi penyearah arus adalah
mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.

c) TRAFO TRANSMISI
Transmisi daya listrik jarak jauh Pembangkit listrik biasanya
dibangun jauh dari permukiman penduduk. Proses pengiriman daya listrik
kepada pelanggan listrik (konsumen) yang jaraknya jauh disebut transmisi
daya listrik jarak jauh. Untuk menyalurkan energi listrik ke konsumen
yang jauh, tegangan yang dihasilkan generator pembangkit listrik perlu
dinaikkan mencapai ratusan ribu volt. Untuk itu, dibutuhkan trafo step
up. Tegangan tinggi ditransmisikan melalui kabel jaenteng listrik yang
panjang menuju konsumen. Sebelum masuk ke rumah-rumah penduduk
tegangan diturunkan memakai trafo step down hingga menghasilkan 220
V.

Transmisi daya listrik jarak jauh sanggup dilakukan dengan


memakai tegangan besar dan arus yang kecil. Melalui cara itu akan
diperoleh beberapa keuntungan, yaitu energi yang hilang dalam
perjalanan sanggup dikurangi dan kawat penghantar yang dibutuhkan
sanggup lebih kecil serta harganya lebih murah.

 Konstruksi Transformator
Transformator sering juga disebut trafo memiliki konstruksi dan
simbol seperti pada gambar 1 berikut ini.

Gambar 1 konstruksi dan simbol transformator

Keterangan dari gambar 1 :

NP : Jumlah lilitan primer

NS : Jumlah lilitan sekunder

VP : Tegangan primer

VS : Tegangan sekunder

Sebuah trafo terdiri dari kumparan dan inti besi. Biasanya


terdapat 2 buah kumparan yaitu kumparan primer dan kumparan
sekunder. Kedua kumparan ini tidak berhubungan secara fisik tetapi
dihubungkan oleh medan magnet. Untuk meningkatkan induksi magnetik
antara 2 kumparan maka ditambahkan inti besi seperti pada gambar 1.
Inti besi pada trafo dibedanya menjadi 2 macam yaitu :

1. Inti besi tipe Shell (Shell Core Transformator)

2. Inti besi tipe tertutup (Closed Core Transformator)

Kedua jenis inti besi ini dapat dilihat seperti pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 2 inti trafo

Pada trafo dengan inti besi berbentuk shell, kumparan dikelilingi oleh
inti besi. Fluks magnetik pada inti besi tipe shell akan terbelah dua (lihat gambar
2). Sementara kumparan primer dan kumparan sekunder digulung bersamaan.
Untuk trafo yang memiliki inti besi tipe tertutup. Tidak ada pembagian fluk
magnetik. Kumparan primer dan kumparan sekunder terpisah dan dihubungkan
dengan inti besi.

Inti besi trafo tidak dibuat berbentuk besi tunggal, tetapi dibuat dari
pelat besi yang berlapis – lapis. Bentuk lapisan pelat besi pada inti trafo dapat
dilihat seperti pada gambar 3 berikut ini.
Gambar 3 inti besi berlapis pada trafo

Cara menghubungkan lapisan inti besi juga bermacam-macam.


Beberapa cara yang umum digunakan dapat dilihat seperti pada gambar 4
berikut ini.

Gambar 4 cara menghubungkan lapisan inti besi pada trafo

Mengapa inti besi sebuah trafo harus dibuat berlapis-lapis?.


Untuk menjawab pertanyaan ini , kita terlebih dahulu harus mempelajari rugi-
rugi yang terjadi pada inti besi. Rugi – rugi yang terjadi pada inti besi disebut
“iron losses “ (rugi-rugi besi). Kerugian pada inti besi terdiri dari :

 Hysterisis losses (rugi-rugi histerisis)


Kerugian histerisis disebabkan oleh gesekan molekul yang melawan
aliran gaya magnet di dalam inti besi. Gesekan molekul dalam inti
besi ini menimbulkan panas. Panas yang timbul ini menunjukan
kerugian energi, karena sebagian kecil energi listrik tidak dipindahkan
, tetapi diubah bentuk menjadi energi panas. Panas yang tinggi juga
dapat merusak trafo ,sehingga pada trafo – trafo transmisi daya listrik
ukuran besar, harus didinginkan dengan media pendingin. Umumnya
digunakan minyak khusus untuk mendinginkan trafo ini.
Sebuah trafo didesain untuk bekerja pada rentang frekuensi tertentu.
Menurunnya frekuensi arus listrik dapat menyebabkan meningkatnya
rugi-rugi histerisis dan menurunkan kapasitas (VA) trafo.
 Rugi arus Eddy current (eddy current losses)
Kerugian karena Eddy current disebabkan oleh aliran sirkulasi arus
yang menginduksi logam. Ini disebabkan oleh aliran fluk magnetik
disekitar inti besi. Karena inti besi trafo terbuat dari konduktor
(umumnya besi lunak), maka arus Eddy yang menginduksi inti besi
akan semakin besar. Eddy current dapat menyebabkan kerugian daya
pada sebuah trafo karena pada saat terjadi induksi arus listrik pada
inti besi, maka sejumlah energi listrik akan diubah menjadi panas. Ini
merupakan kerugian. Untuk mengurangi arus Eddy, maka inti besi
trafo dibuat berlapis-lapis, tujuannya untuk memecah induksi arus
Eddy yang terbentuk di dalam inti besi. Perbedaan induksi arus Eddy
di dalam inti besi tunggal dengan inti besi berlapis dapat dilihat pada
gambar 5 berikut ini.

Gambar 5 Inti besi utuh dan inti besi berlapis


 Rugi-rugi tembaga (copper losses)
Rugi – rugi yang ketiga adalah rugi-rugi tembaga (copper losses). Rugi-
rugi tembag terjadi di kedua kumparan. Kumparan primer atau
sekunder dibuat dari gulungan kawat tembaga yang dilapisi oleh
isolator tipis yang disebut enamel. Umumnya kumparan dibuat dari
gulungan kawat yang cukup panjang. Gulungan kawat yang panjang
ini akan meningkatkan hambatan dalam kumparan. Pada saat trafo
dialiri arus listrik maka hambatan kumparan ini akan mengubah
sejumlah kecil arus listrik menjadi panas yaitu sebesar (i2R). Semakin
besar harga R maka semakin besar pula energi panas yang timbul di
dalam kumparan. Mutu kawat yang bagus dengan nilai hambatan
jenis yang kecil dapat mengurangi rugi – rugi tembaga. Sebuah trafo
yang ideal diasumsikan:

1. Tidak terjadi rugi-rugi hysterisis


2. Tidak terjadi induksi arus Eddy
3. Hambatan dalam kumparan = 0, akibatnya tidak ada rugi-rugi tembaga

 Rangkaian Ekivalen Trafo

Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan


untuk mengubah energi listrik bolak-balik dari satu level tegangan ke level
tegangan yang lain. Dapat menaikkan, menurunkan atau hanya untuk
mengisolasi sistem satu dengan yang lainnya. Transformator terdiri atas sisi
primer dan sisi sekunder. Keduanya terhubung dengan inti besi. Dalam
kondisi ideal, tanpa rugi-rugi, perbandingan lilitan antara keduanya
merupakan perbandingan tegangan antara kedua sisinya.

Namun pada kenyataannya, daya masukkan tidak pernah sama


dengan daya keluaran. Terdapat rugi-rugi yang terjadi di inti besi dan lilitan.
Rugi-rugi tersebut terjadi akibat histerisis, arus eddy, resistansi belitan dan
fluks bocor. Dari pengetahuan tersebut, transformator dapat dimodelkan
dengan rangkaian elektrik seperti di bawah ini:

Disimplisikafi menjadi,

Dimana,

𝑁𝑝 2
𝑅𝑒𝑞 = 𝑅𝑝 + ( ) × 𝑅𝑠
𝑁𝑠

𝑁𝑝 2
𝑋𝑒𝑞 = 𝑋𝑝 + ( ) × 𝑋𝑠
𝑁𝑠

Setelah kita memahami, rangkaian pengganti ini, kita dapat


menentukan nilai Req, Xeq, Rc dan Xm dengan pengujian rangkaian tanpa
beban dan hubung singkat. Yang diukur adalah daya (Watt), tegangan (V)
dan arus (I) di sisi primer.
 Uji Rangkaian Tanpa Beban

Dari pengujian ini, kita mendapatkan nilai Rc dan Xm. Nilai Rc dan Xm
jauh lebih besar dibandingkan Req dan Xeq. Karena drop tegangan lebih
signifikan terjadi di Rc dan Xm. Sehingga didapat rangkaian untuk tanpa
bebean,

Yang pertama kali kita hitung adalah lYcml dan Power Factor dari
data yang diambil.

𝐼𝑜𝑐
|𝑌𝑐𝑚 | =
𝑉𝑜𝑐

𝑃𝑜𝑐
𝑃𝐹 = 𝑐𝑜𝑠𝜑 =
𝑉𝑜𝑐 × 𝐼𝑜𝑐

Dimana,

1 1
𝑌𝑐𝑚 = ( ) + 𝑗 ( )
𝑅𝑐 𝑋𝑚

= |𝑌𝑐𝑚 | cos 𝜑 + 𝑗|𝑌𝑐𝑚 |𝑠𝑖𝑛𝜑

Sehingga didapat,

1
𝑅𝑐 =
|𝑌𝑐𝑚 |𝑐𝑜𝑠𝜑
1
𝑋𝑚 =
|𝑌𝑐𝑚 |𝑠𝑖𝑛𝜑

 Uji Hubung Singkat

Tegangan di sisi sekunder pada hubung singkat relatif kecil. Sehingga


drop tegangan di Rc dan atau Xm sangatlah kecil, dapat diabaikan. Oleh
karenanya, tegangan yang didapat merupakan tegangan di Zeq. Dapat
dijelaskan melalui rangkaian saat hubung singkat sebagai berikut,

Pertama-tama kita hitung terlebih dahulu lZeql dan PF.

𝑉𝑠𝑐
𝑍𝑒𝑞 =
𝐼𝑠𝑐

𝑃𝑠𝑐
𝑃𝐹 = 𝑐𝑜𝑠𝜑 =
𝑉𝑠𝑐 × 𝐼𝑠𝑐

Dimana,

𝑍𝑒𝑞 = 𝑅𝑒𝑞 + 𝑗 𝑋𝑒𝑞

= |𝑍𝑒𝑞 |𝑐𝑜𝑠𝜑 + 𝑗|𝑍𝑒𝑞 |𝑠𝑖𝑛𝜑


Sehingga didapat,

𝑅𝑒𝑞 = |𝑍𝑒𝑞 |𝑐𝑜𝑠𝜑

𝑋𝑒𝑞 = |𝑍𝑒𝑞 |𝑠𝑖𝑛𝜑


SEGITIGA KONVERSI ENERGI

MEKANIK

MO
OR
R

GE
TO

TO
AT

N
MO

ER

R
ER

AT
N
GE

OR
TRANSFORMATOR

ELEKTRIK ELEKTRIK
TRANSFORMATOR
Daftar Pustaka
Zuhal, Dasar Tenaga Listrik, ITB Bandung, 1991

Ebook generator dan transformator. Depdiknas 2004. Hal 18

http://ilmuelektronic.blogspot.com/2012/10/pengertian-transformator-dan-
jenisnya.html

http://www.electricityforum.com/electrical-transformers/step-down-
transformers.html

http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Autotransformator.png

Chapman, Stephen J. 1991. Second Edition Electric Machinery Fundamentals.


Singapore: McGraw-Hill Book Co.

http://content.answers.com/main/content/wp/en-
commons/thumb/e/e4/750px-Transformer_equivalent_circuit.svg.png