Anda di halaman 1dari 7

Sistem Informasi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Berbasis Desktop

Ainun Nurkharima Noviana


Program Studi Teknik Informatika
Jurusan Teknologi Informasi
email : aynunkarima@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian dan pengembangan ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi dan
masalah, potensi yang dimaksud adalah perkembangan dunia teknologi yang pesat,
khususnya di dunia internet. Hal tersebut ditunjukkan dari peningkatan jumlah
pengguna internet yang semakin banyak. Perkembangan tersebut sejatinya dapat
diimplementasikan dalam berbagai bidang, tak terkecuali bidang pertanian. Namun
yang menjadi permasalahannya adalah pemikiran terhadap penggunaan teknologi
dalam tersebut yang dianggap terlalu rumit sehingga banyak aspek yang menjadi
penghambat untuk mendapatkan data-data yang diperlukan. Oleh sebab itu
diperlukan pembiasaan diri menggunakan teknologi untuk mempermudah
mengakses data dan menyimpan data lebih aman.

Kata kunci :

PENDAHULUAN

Kehidupan manusia yang bermula dari kesederhanaan kini menjadi


kehidupan yang bisa dikategorikan sangat modern. Segala sesuatu dapat
diselesaikan dengan cara-cara praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari
hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk
mempermudah semua aspek kehidupan manusia. Penggunaan teknologi oleh
masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih.
Komunikasi yang pada zaman dahulu memerlukan waktu yang lama dalam
penyampaiannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan seakan
tanpa jarak.
Salah satu hal yang melatar belakangi diadakannya penelitian di bawah ini
yaitu menciptakan kemudahan bagi salah satu organisasi petani tebu dalam
menyalurkan hasil panen juga dalam hal pengadaan barang-barang keperluan yang
digunakan dalam bercocok tanam.sehingga nantinya para petani yang tergabung
dalam oerganisasi tersebut tidak lagi repot dalam menyalurkan hasil panen dari
sawah mereka ke beberapa pabrik gula yang belum tentu mau membeli hasil panen
dari sawah mereka.
Berdasarkan kepada penelitan yang dilakukan dapat dikatakan hal yang
membuat saya merancang sebuah aplikasi yang nantinya akan bermanfaat bagi
petani. Dengan adanya aplikasi ini nanti, saya berharap organisasi tersebut lebih
mudah mengolah data dan menyimpan data-data sehingga tidak perlu mencatat
menggunakan sistem manual. Dan juga para petani bisa lebih pintar dan modern
dalam memanfaatkan teknologi di bidang pertanian.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitf bian adalah kualitatif yaitu penelitian yang sering disebut pula
memakai metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada
kondisi yang alamiah (natural setting) dengan menggunakan metode deskriptif
yaitu penelitian yang digunakan dalam pengertian (bersifat cerita) tentang
memaparkan atau kejadian. Jadi dalam pengolahan data dan hasil penelitian semua
menggunakan deskripsi dari peneliti.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian berjudul


“Pengembangan E-Comic integratif dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Kelas
IV Sekolah Dasar” adalah Penelitian dan Pengembangan (Reseacrch and
Development/R&D). Pemilihan metode penelitian tersebut dikarenakan peneliti
hendak mengembangkan media pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat dari
Borg dan Gall (1988) yang menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan
(research and development) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk
mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam
pendidikan dan pembelajaran. Penulis berusaha untuk mengembangkan sebuah
media pembelajaran. Untuk itu diperlukan validasi terhadap media tersebut.

Selanjutnya, prosedur dalam penelitian pengembangan ini menerapkan


prosedur ADDIE. Model ini, terdiri dari lima tahap utama, yaitu (A)nalysis,
(D)esain, (D)evelopment, (I)mplementation, dan (E)valuation. Metode penelitian
dan pengembangan adalah metode yang digunakan untuk menghasilkan produk
tertentu. Prosedur pengembangan ADDIE, dalam tahapan pengembangan Borg &
Gall, hanya mencapai pada tahap ke enam. Penelitian dan pengembangan tersebut
dimualai dari analisis untuk menemukan tujuan, sampai pada tahap terakhir yaitu
ke enam melakukan evaluasi dengan jumlah 30-80 subjek.

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian dekriptif kualitatif, yang melalui


observasi dan wawancara secara mendalam dengan informan yang dianggap
mengetahui dan memahami objek yang diteliti yaitu sistem kemitraan dari pihak
PG dengan petani tebu. Peneliti mengumpulkan informasi yang mendalam
mengenai kondisi organisasi yang telah terbangun antara petani tebu dengan pabrik
gula Wringin Anom di Situbondo. Melalui penggalian data dan informasi yang
mendalam, akan didapatkan gambaran tentang adanya kenjanggalan informasi
antara data yang didapatkan oleh Asosiasi Petani Tebu Rakyat dengan data asli
yang ada di Pabrik Gula Wringin Anom.

Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif.


Pendekatan deskriptif yaitu analisis data yang dilakukan dengan cara
mengumpulkan data, mengelola data kemudian menyajikan data observasi agar
pihak lain dapat mudah memperoleh gambaran mengenai objek yang diteliti dalam
bentuk kata-kata dan bahasa.
Penentuan Informan

Penentuan informan dalam penelitian ini didasarkan pada lima petunjuk,


yaitu:

1. Informan yang cukup lama dan intensid menyatu dengan medan


aktivitas yang menjadi sasaran penelitian.
2. Informan yang mempunyai waktu untuk diminta informasi oleh
peneliti.
3. Informan yang tidak mengemas informasi, tetapi relative memberikan
informasi yang sebenarnya, dan
4. Informan yang tergolong asing bagi peneliti.

Informan ditentukan dengan Teknik pengambilan sampel purposive


sampling, yaitu teknik pengambilan sumber data berdasar pertimbangan dan tujuan
tertentu misalnya orang tersebut dianggap paling tahu tentang sesuatu sehingga
memudahkan peneliti menjelajahi objek yang diteliti. Selain itu peneliti juga
menggunakan Teknik bola salju (snowball sampling) yaitu teknik pengambilan
sumber data yang awalnya sedikit dan semakin lama semakin besar.

Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di kantor APTR (Asosiasi Petani Tebu Rakyat) yang


bertempat disebelah PG. Wringin Anom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten
Situbondo.

Metode Pengumpulan Data

Metode atau teknik pengumpulan data dilakukan melalui:

1. Observasi.

Observasi dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulakan data-data


yang diperoleh dari arsip kantor APTR (Asosiasi Petani Tebu Rakyat).
Teknik observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan
pengamatan dan pencatatan informasi secara langsung maupun tidak
langsung untuk memperoleh gambaran kegiatan operasional kantor
yang terkait dengan penelitian ini.

2. Wawancara/Interview mendalam (in depth interview).


Wawancara akan dilakukan dengan memberikan pertanyaan-
pertanyaan lisan kepada ketua umum dan ketua 1 APTR (Asosiasi Petani
Tebu Rakyat). Teknik wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah
dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan pelayanan
APTR terhadap petani yang memiliki permasalah baik itu dalam
pertanian maupun dalam pendistribusian kepada PG.

PEMBAHASAN

Aplikasi merupakan salah satu software yang banyak digunakan dalam


sistem penyimpanan data data dalam perkantoran. Dimana jenis dari aplikasi juga
tersedia dalam berbagai macam seperti berbasis desktop atau berbasis android.
Aplikasi yang dibuat biasanya disusun dari berbagai permintaan dan juga
kebutuhan dari client yang memesan aplikasi. Biasanya aplikasi memiliki berbagai
fungsi yang menguntungkan seperti memudahkan bertransaksi, memudahkan
mendapatkan data dan juga memudahkan dalam penyimpanan data.

Aplikasi yang akan dirancang untuk kantor APTR ini merupakan aplikasi
sederhana yang nantinya diharapkan dapat memudahkan pekerjaan seluruh
pengguna aplikasi ini (pegawai kantor APTR). Maksudnya dalam aplikasi ini nanti,
data-data yang tersimpan secara manual nanti bisa disimpan dalam aplikasinya
sehingga nantinya apabila ada perubahan data ataupun penambahan data dengan
menggunakan aplikasi ini, semua data yang ada dapat terubah dan tersimpan
dengan baik.
Aplikasi ini merupakan aplikasi yang dibuat khusus untuk kantor APTR
dalam menangani permasalahan yang terjadi pada para petani di situbondo yang
tergabung dalam asosiasi tersebut. Aplikasi ini nantinya yang akan menjembatani
hubungan antara APTR dan pihak Pabrik Gula. Sehingga segala urusan yang
menyangkut keduanya dapat diselesaikan menggunakan teknologi, hal ini dianggap
memudahkan kedua belah pihak dalam melakukan tranksasi.

Dari data-data yang didapatkan seputar fungsi dari organisasi APTR itu
sendiri dimana keberadaan APTR merupakan salah satu fasilitas yang membuat
petani petani tebu yang berada di daerah Situbondo khususnya 3 kecamatan yang
dimana para petani tebu yang ada di daerah tersebut tergabung dalam organisasi ini
untuk memudahkan petani dalam mendistribusikan hasil panen tebunya kepada
pabrik gula.

Dari data-data yang kami dapatkan setelah melakukan wawancara dengan


pihak pegawai APTR, dapat dibuat beberapa tabel yang nantinya akan digunakan
dalam aplikasi yang akan dirancang. Seperti table jenis tebu, tabel laporan, tabel
log in, tabel penebangan, tabel petani, dan tabel status. Tabel table tersebut nantinya
yang akan mendasari dibuatnya sebuah aplikasi yang diinginkan.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dunia teknologi
akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, oleh karena itu kita
sebagai individu juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi ini dengan
baik yaitu dengan memanfaatkan teknologi sesuai dengan bidang yang kita
inginkan juga memanfaatkan teknologi untuk memudahkan segala urusan kita
dalam urusan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pembahasan pada bab-bab
sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Sistem perangkat lunak APTR telah berhasil dikembangkan dan dapat
mempermudah proses pelayanan dari pihak APTR pada pihak para
petani baik dari segi pendataan petani beserta dengan lahannya, maupun
dari segi laporan penebangan / panen tebu.
2. Setelah diimplementasikan sistem perangkat lunak APTR dapat
mengubah proses pelayanan APTR yang awalnya berbasis paper-based
model ke suatu digital-based model.

Beberapa saran yang dapat diambil dari pembuatan aplikasi APTR sampai
pada pembuatan laporan ini adalah seperti; sistem perangkat lunak APTR ini
diharapkan bisa dikembangkan lebih lanjut dengan fungsionalitas yang semakin
baik sehingga proses pelayanan dari pihak APTR pada pihak para petani menjadi
lebih baik lagi.