Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN KGD II

KETOASIDOSIS DIABETIK (KAD)

KELOMPOK 1

ANGGOTA :

1. ADELA NOFITA
2. ALFINA NORA
3. ANNISHA ALLAMA NOPTIKA
4. ELFIRA YUNITA
5. INTAN PERMATA SARI
6. RAUKA HILLIA
7. SAFADILA UMMIA YOLANDA
8. SHAFIRA HASANAH

SI KEPERAWATAN (4A)

STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG


2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahasan : Ketoasidosis Diabetik


Sasaran : Masyarakat
Hari/ Tanggal : Selasa, 24 September 2019
Waktu : 08.00-08.30 WIB
Tempat : Puskesmas Nanggalo

A. LATAR BELAKANG
Hiperglikemia akibat saat glukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel karena
kurangnya insulin. Tanpa tersedianya KH untuk bahan bakar sel, hati mengubah
simpanan glikogennya kembali ke glukosa (glikogenolisis) dan meningkatkan
biosintesis glukosa (glukoneogenesis). Sayangnya, namun, respons ini memperberat
situasi dengan meningkatnya kadar glukosa darah bahkan lebih tinggi. (Black, 2014)
Pada DM Tipe, seperti kebutuhan untuk bahan bakar sel bertambah lebih
kritis, tubuh mulai mengambil simpanan lemak dan protein untuk energi. Sejumlah
besar asam lemak dikerahkan dari sel jaringan adiposa dan diangkut ke hati.
Kemudian, hati mempercepat laju produksi benda keton (ketogenesis) untuk
katabolisme jaringan tubuh lain, terutama jaringan otot. Seiring meningkatnya
metabolisme lemak, hati mungkin menghasilkan terlalu banyak benda keton. Benda
keton terakumulasi dalam darah (ketosis) dan dikeluarkan dalam urine (ketonuria).
(Black, 2014)
KAD teridentifikasi sekitar 40% dari klien dengan DM yang tidak terdiagnosis
sebelumnya dan bertanggungjawab untuk >160.000 penerimaan rawat inap RS per
tahun. Hal ini paling sering pada remaja dan lansia. (Black, 2014)
B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan kesehatan selama 30 menit, sasaran
diharapkan mampu memahami KAD dan penatalaksanaannya.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit sasaran mampu:

a. Menjelaskan kembali definisi KAD dengan benar


b. Menyebutkan sedikitnya 3 faktor yang menjadi penyebab KAD dengan benar.
c. Menyebutkan sedikitnya 5 tanda dan gejala KAD dengan benar.
d. Menyebutkan sedikitnya 3 penatalaksanaan KAD dengan benar.

C. PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Pokok pembahasan
a. Definisi dari KAD.
b. Penyebab KAD.
c. Tanda dan gejala KAD.
d. Penatalaksanaan KAD.
2. Sasaran
Masyarakat yang menghadiri Puskesmas
3. Metode
1) Ceramah
2) Diskusi
3) Demonstrasi
4. Media
1) LCD
2) Laptop
3) Power Point
4) Leaflet
5. Waktu dan Tempat
1) Hari/Tanggal : Selasa, 24 September 2019
2) Waktu : 08.00-08.30 WIB (30 Menit)
3) Tempat : Puskesmas Nanggalo
6. Pengorganisasian
1) Moderator : Rauka Hilliah
Uraian Tugas :
- Membuka dan menutup acara penyuluhan
- Memperkenalkan diri, penyaji, observer dan fasilitator
- Mengontrol jalannya kegiatan penyuluhan
- Mengontrol sesi Tanya jawab
- Memberikan kesimpulan
2) Pemateri : Annisha Allama Noptikha
Uraian Tugas :
- Memberikan materi penyuluhan
- Menjawab pertanyaan dari peserta penyuluhan
3) Fasilitator :
1. Shafira hasanah
2. Elfira Yunita
3. Alfina Nora
4. Intan Permata Sari
5. Safadilla Ummia Yolanda

Uraian Tugas :
- Memotivasi peserta agar berperan aktif
- Membuat absensi penyuluhan
- Mengantisipasi suasana yang dapat menganggu kegiatan penyuluhan
- Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas
- Mengiterupsi penyuluh tentang istilah atau hal-hal yang dirasa kurang jelas
bagi peserta
- Berperan akti untuk menjawab pertanyaan
4) Obsever : Adela Nofita

Uraian Tugas :

- Mengawasi proses pelaksanaan penyuluhan dari awal sampai akhir


- Mengevaluasi kegiatan
- Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan
- Mencatat perilaku verbal dan non verbal peserta kegiatan dari awal sampai
akhir
7. Setting Tempat
keterangan :

: Moderator

: Presenter

: Fasilitator

: Obsever

: Peserta

: Dosen Pembimbing

D. Kegiatan Penyuluhan

Proses Kegiatan Penyuluhan


Sasaran
No Waktu Kegiatan
Penyajian Masyarakat

1. 5 Pembukaan  Menyampaikan salam  Menjawab salam


menit pembuka, maksud dan  Memperhatikan
a. Salam pembuka
tujuan serta kontrak dan terlihat
b. Perkenalan
waktu pelaksanaan antusias mengikuti
c. Menyampaikan
kegiatan kepada peserta penyuluhan
tujuan
penyuluhan dengan
d. Kontrak waktu
bahasa yang sopan dan
e. Melakukan apersepsi
jelas serta penggunaan
kata yang efisien.
 Menanyakan beberapa
pertanyaan seputar opini
peserta mengenai topik
penyuluhan.
2. 15 Kegiatan Inti  Menyampaikan materi  Menyimak dan
menit dengan jelas dan tepat memperhatikan
 Menggali
sesuai dengan metode penyuluhan
pengetahuan
yang dipilih dengan baik dan
klien tentang
 Menyampaikan materi antusias.
definisi dari KAD.
tidak berbelit-belit serta
 Memberikan
efisien sehingga
reinforcement
mencegah kekurangan
positif
waktu
 Menjelaskan
 Memanfaatkan semua
tentang definisi
media yang tersedia untuk
dari KAD
menyampaikan materi
 Menggali
dengan baik.
pengetahuan
klien tentang
penyebab KAD.
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
tentang
penyebab KAD
 Menggali
pengetahuan
klien tentang
tanda dan gejala
KAD.
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
tentang tanda
dan gejala KAD
 Menggali
pengetahuan
klien tentang
penatalaksanaan
KAD.
 Memberikan
reinforcement
positif
 Menjelaskan
tentang
penatalaksanaan
KAD.
3. 10 Penutup  Melalukan dialog  Peserta
menit interaktif dengan peserta penyuluhan
a. Sesi tanya jawab
penyuluhan. dengan antusias
b. Melakukan evaluasi
 Menanyakan beberapa bertanya dan
c. Menyimpulkan
pertanyaan singkat berdialog tentang
materi yang
kepada pasien tentang materi
didiskusikan
materi penyuluhan untuk penyuluhan.
d. Mengakhiri kegiatan
mengetahui feed back.  Bersama penyaji
dengan salam
Misalnya dengan menyimpulkan
memberikan studi kasus materi.
dan hadiah kepada  Mengerti dan
peserta yang bisa mempunyai
menjawab dengan benar. pengetahuan baru
 Menyampaikan tentang materi
kesimpulan dengan penyuluhan
singkat dan jelas. ditandai dengan
 Menyampaikan salam hampir
penutup dan ucapan keseluruhan
terimakasih dengan sopan peserta dapat
dan jelas. menjawab studi
kasus.
 Menjawab salam.

E. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. SAP sudah siap 1 hari sebelum penyuluhan.
b. Media (Laptop, LCD, Leaflet) dan tempat sudah siap
c. Moderator dan sekretaris sudah siap.
d. Peserta siap mengikuti penyuluhan.
2. Evaluasi Proses
a. Media (Laptop, LCD, Leaflet) sudah disiapkan sesuai rencana.
b. Tempat siap dan disusun sesuai dengan setting tempat yang telah direncanakan.
c. Penyaji,moderator, sekretaris dan peserta siap mengikuti penyuluhan.
3. Evaluasi Hasil
a. Penyuluhan berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.
b. Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit sasaran mampu:
 80 % peserta dapat menjelaskan kembali definisi KAD dengan benar
 80 % peserta dapat menyebutkan sedikitnya 3 penyebab KAD dengan benar.
 80 % peserta dapat menyebutkan 5 tanda dan gejala KAD.
 80 % peserta dapat menyebutkan sedikitnya 3 penatalaksanaan KAD dengan
benar
MATERI PENYULUHAN

KETOASIDOSIS DIABETIK ( KAD )

A. PENGERTIAN
KAD teridentifikasi sekitar 40% dari klien dengan DM yang tidak terdiagnosis
sebelumnya dan bertanggungjawab untuk >160.000 penerimaan rawat inap RS per
tahun. Hal ini paling sering pada remaja dan lansia. (Black, 2014)
Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi kekacauan
metabolik yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis, dan ketosis, terutama
disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif. KAD dan Hiperosmolar
Hyperglycemia State (HHS) adalah 2 komplikasi akut metabolik diabetes mellitus
yang paling serius dan mengancam nyawa. Kedua keadaan tersebut dapat terjadi
pada Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan 2, meskipun KAD lebih sering dijumpai pada
DM tipe 1. KAD mungkin merupakan manifestasi awal dari DM tipe 1 atau mungkin
merupakan akibat dari peningkatan kebutuhan insulin pada DM tipe 1 pada keadaan
infeksi, trauma, infark miokard, atau kelainan lainnya ( Gotera, 2010).
American Diabetes Association (ADA) mendefinisikan ketoasedosis dibetikum

(KAD) sebagai suatu trias yang terdiri dari ketonemia, hiperglikemia dan asidosis

B. PENYEBAB DIABETIK KETOASIDOSIS


Penyebab umum KAD termasuk berikut:
1. Memakai terlalu sedikit insulin
2. Mangkir menggunakan insulin
3. Ketidakmampuan memenuhi peningkatan kebutuhan insulin yang dibuat oleh
pembedahan, trauma, kehamilan, stres, pubertas atau infeksi
4. Berkembangnya resistansi insulin melalui kehadiran antibodi insulin
(Black, 2014)
C. TANDA DAN GEJALA KAD
Gejala umum KAD:
1. Nyeri perut
2. Anoreksia
3. Dehidrasi
4. Bau buah-buahan keton pada pernapasan
5. Hiperpneu atau pernapasan kussmaul
6. Hipotensi
7. Gangguan tingkat kesadaran atau koma
8. Mual dan muntah
9. Poliuria
10. Somnolen
11. Takikardia
12. Haus
13. Gangguan penglihatan
14. Hangat, kulit kering
15. Lemah
16. Penurunan BB
(Black, 2014)
D. PENATALAKSANAAN KAD
1. Rehidrasi
Rehidrasi IV diperlukan bagi semua klien yang muntah, tidak mau minum, dan
mempunyai asidosis. Infus isotonik atau normal salin (0,9% NaCl) IV dimulai
segera. Biasanya, klien menerima 1.000 ml cairan isotonik IV selama 1 jam
pertama (10-20 ml/kg), diikuti dengan tambahan 2.000-8.000 ml cairan dalam 24
jam berikutnya. Klien dengan fungsi kardiovaskular membahayakan mungkin
memerlukan cairan pengganti IV lebih pelan, seperti ditunjukkan dalam
pemantauan kritis dan didalam kotak 45-5.
Slang nasogastrik mungkin diperlukan jika klien koma atau muntah dan
kemungkinan aspirasi muntahan. Mulut klien mungkin menjadi kering karena
slang nasogastrik dan dehidrasi. Perawatan oral penting untuk sering dilakukan.
Kaji berulang-ulang perubahan suara usus. Dorong klien untuk minum saat klien
dapat mentoleransi cairan. Minum kuah dasing asin bermanfaat untuk
melengkapi kebutuhan Na.
2. Mencegah kekambuhan
Pencegahan primer ketoasidosis diabetik adalahedukasi klien.
Pencegahan ketoasidosis diabetik adalah tujuan baik jangka panjang
penatalaksanaan diabtetes. Kline dan keluarganya seharusnya cukup paham
tentang ketoasidosisi untuk menghindari potensi penyebab, mengenal
pendekatannya, untuk memperlambat atau meminimalkan perkembangannya,
serta menari bantuan cepat jika hal ini terjadi. Untuk mencegah ketoasidosis
diabetik, klien dengan DM seharusnya belajar untuk lakukan sebagai berikut.
 Memakai insulin dalam dosis dan waktu yang tepat
 Meantau kadar glukosa darah berkali-kali, paling tidak sebelum setiap makan
dan saat waktu tidur.
 Memantau kadar keton dalam urine saat glukosa darah meningkat >250
mg/dl
 Jadwal kunungan tertaur ke layanan kesehatnan untuk mengukur kadar
glukosa dara, penambahan dan penurunan BB, dan keadaan umum
kesehatan dan kesejahteraan. Kenali manifestasi infeksi-penyebab utama
ketoasidosis diabetik. Manifetasi klini infeksi pertama (salura pernapasan
atasa, saluran kencing dan infeksi vagina) seharusnya dilaporkan segera ke
penyedia layanan kesehatan; stressor laim, seperti masalah keluarga atau
emosional, dapat juga memicu ketoasidosis diabetik.

Klien seharusnya menelepon untuk mendapat bantuan jika masalah


berkembang sebagai berikut.

 Anoreksia, mual, muntah atau diare


 Ketonuria ada > 8 jam
 Panas atau infeksi
 Sebuah gejala asidosis

Tekankan bahwa senjata paling ampuh terhadap serangan ketoasidosis


diabteik adalah PGDS harian yang teratur, kepatuhan terhadap program
manajemen diabtes, serta penegnalan dan intervensi dini ketosis ringan.

3. Penanganan pre-hospital Diabetik ketoasidosis.


Bila ditemukan tanda-tanda terjadi diabetik ketoasidosis maka segera
dilakuka tindakan dibawah ini:
a. Telfon bagian gawat darurat rumah sakit terdekat untuk minta bantuan
ambulance.
b. Ikuti instruksi dari operator rumah sakit sampai petugas ambulance
datang.
c. Telfon dokter anda bila mungkin.
d. Bila penderita mengalami penurunan kesadaran jangan diberi makan atau
minum, bisa tersedak dan miringkan tubuh, untuk mencegah obstruksi
pernafasan.
e. Jika pasien tidak mengalami peburunan kesadaran langsung hidrasi per-
oral (minum).
f. Jangan diberi suntikan insulin.
4. Pencegahan pre-hospital Diabetik ketoasidosis.
Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya diabetic ketoasidosis, antara
lain sebagai berikut:
a. Menjaga agar tidak terjadi defisiensi insulin (tidak menghentikan
pemberian insulin, managemen insulin yang tepat saat sakit).
b. Secara rutin control kadar glukosa darah.
c. Menghindari stress
d. Mencegah dehidrasi
e. Mengobati infeksi secara adekuat
f. Hindari makanan dan minuman tinggi gula
g. Menyimpan nomor kontak dokter atau pelayanan kesehatan terdekat
untuk dihubungi dalam keadaan darurat.
DAFTAR PUSTAKA

Black, Joyce M. 2014. Keperawatan Medikal Bedah : Manajemen Klinis Untuk Hasil Yang
Diharapkan, Edisi 8 Buku 2. Singapore : Elsevier

Gotera Wira, Dewa Gde Agung Budiyasa 2010. Penatalaksanaan Ketoasidosis Diabetik
Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam, FK Unud/RSUP Sanglah Denpasar. (Didownload pada
tanggal 1 September 2015 jam 18.30 WIB)

Aji C Haryudi 2012. Jurnal penelitian Gambaran Klinis Ketoasidosis Diabetikum Anak
Laboratorium Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. (Didownload pada
tanggal 1 September 2015 jam 18.30 WIB).

Joint British Diabetes Societies Inpatient Care Group. 2010. The Management of Diabetic
Ketoacidosis in Adults.
https://www.bsped.org.uk/clinical/docs/DKAManagementOfDKAinAdultsMarch20101.pdf.
(Didownload pada tanggal 1 September 2015 jam 18.30 WIB).

Westerberg, Dyanne P. 2013. Diabetic Ketoacidosis: Evaluation and Treatment. Cooper


Medical School of Rowan University, Camden, New Jersey.
http://www.aafp.org/afp/2013/0301/p337.pdf (Didownload pada tanggal 1 September
2015 jam 18.30 WIB).

Prof.Dr.dr. Saraswono Waspadji, Sp.PD-KEMD, dkk. Komplikasi Diabetes Tipe 2 Pencegahan


dan penaganannya. Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.

Prof.Dr.dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, dkk 2011. Penatalaksanaan Diabetes


Melitus Terpadu Fakultas kedokteran Universitas Indonesia.