Anda di halaman 1dari 12

Eksakta Vol. 18 No.

2, Oktober 2017
http://eksakta.ppj.unp.ac.id
E-ISSN : 2549-7464
P-ISSN : 1411-3724

PERBANDINGAN DAN KARAKTERISTIK BEBERAPA TES KONVERGENSI


PADA DERET TAK HINGGA

Dewi Murni
Prodi Matematika, Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Padang
dewimunp@gmail.com

ABSTRACT
The infinite series is an infinite sum of elements of a sequence of real numbers. A
main thing related to the infinite series is to determine its convergence (convergent or
divergent). Purpose this research were to analyze and determine a comparison and
characteristics of each convergence test, such as: D'Alembert test, Raabe test, Gauss's test,
Cauchy's Root Test, and Logarithm Test. A method used descriptive method by analyzing
theories relevant to the problems discussed and based on literature study.The results
showed that each convergence test had characteristics for its convergence test. The
D'Alembert Ratio test is easier to use in a series that contains the formn! ,rn, and nn. Raabe
test used if the ratio test obtained value limit comparison is, so the test does not give
conclusion. Whereas logarithmic test is used in the infinite series that contains the
logarithmic form. The Cauchy n-th root test, can be used to determine the absolute series
convergence of the nth power.

Keyword: Convergence test, convergence

PENDAHULUAN artinya jumlah tak berhingga dari dari


Deret tak hingga merupakan suku-suku barisan an menuju nilai tertentu
penjumlahan tak berhingga dari elemen- tetapi jika lim → tidak ada atau
elemen suatu barisan bilangan riil. menuju nilai tak hingga maupun negatif
Misalkan (an) barisan bilangan riil maka : tak hingga maka deret tersebut disebut
divergen.
= + + +⋯ Deret tak hingga mempunyai
bermacam bentuk mulai dari yang
disebut deret tak tak hingga dari barisan sederhana seperti: deret aritmatika, deret
(an). Selanjutnya jika = , = + geometri dan deret-p, sampai pada deret
, . . . , = + + … + , maka yang tidak sederhana, seperti :
( )
Sn disebut jumlah parsial ke n dari deret ∑ √ , atau ∑ .
tak hingga ∑ . Hal utama yang atau deret berbentuk :
berkaitan deret tak hingga adalah 2 2 4 2 4 6
menentukan apakah suatu deret + + +⋯
3 3 5 3 5 7
konvergen atau divergen. Jika deret Untuk deret deret sederhana
tersebut konvergen maka lim → ada, seperti deret aritmatika, deret geometri
Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
dan deret-p ,biasanya dengan mudah jika| | < 1, maka untuk →∞
dapat ditentukan karena sudah ada akibatnya = 0.
formulanya yang baku yang langsung ( )
Jadi ∞ = =
dapat diterapkan sehingga hasilnya
sekaligus dapat ditentukan apakah di mana a ≠ 0 disebut deret geometrik .
konvergen atau tidak . Tetapi jika deret (Stroud.KA ;
tersebut tidak dalam bentuk sederhana hal.46)
maka untuk menentukan Dapat ditunjukkan bahwa sebuah deret
kekonvergenannya perlu suatu analisis geometrik konvergen dengan jumlah S
dahulu terhadap bentuk dan polanya = , jika |r| < 1, tetapi divergen jika |r|
kemudian baru memilih formula (tes ≥ 1.
konvergensi) yang cocok yang sesuai
dengan karakteristik masing- masing tes 2.Deret tak hingga deret-p berbentuk :
konvergensi.
Beberapa tes konvergensi yang
dapat digunakan berkaitan dengan Maka: (i) deret akan konvergen jika
menentukan kekonvergenan deret tak >1
hingga antara lain : Uji banding, Uji rasio (ii) deret divergen jika ≤ 1
atau uji rasio mutlak,uji integral, uji (E.Purcell;hal.46
Kummers, uji Bertrand-DeMorgan’s, uji )
Gauss’s, uji akar Cauchy’s, uji Dirichlet Selanjutnya akan diuraikan sifat-sifat
. Pada masing- masing uji konvergensi deret tak hingga :
mempunyai karakteristik tertentu dan
mempunyai penurunan rumus yang
berbeda- beda. Beberapa uji konvergensi
diatas sudah sangat sering digunakan,
maka pada penelitian ini peneliti
Definisi 1.
memfokuskan pada uji konvergensi : Tes
Deret takterhingga konvergen dan
D’Alembert,Tes Raabe, uji, uji Gauss’s,
mempunyai jumlah S jika barisan
Tes akar Cauchy’s, dan Tes Logaritma.
jumlah-jumlah parsial { Sn } konvergen
Rumusan masalah dalam penelitian ini
menuju S. Jika { Sn } divergen, maka
adalah: “bagaimanakah perbandingan dan
deret tersebut divergen. Deret divergen
karakteristik Tes konvergensi: Tes
tidak mempunyai jumlah.
D’Alembert,Tes Raabe, uji, uji Gauss’s,
(E.Purcell;hal.74)
Tes akar Cauchy’s, dan Tes Logaritma
Perhatikan deret geometrik + +
?”
+ ⋯+ + ⋯sekali lagi. Suku
Beberapa deret tak hingga yang sering
ke-n dari andinyatakan dengan = .
dipakai adalah :
Contoh 1 menunjukan bahwa deret
geometrik akan konvergen jika dan hanya
1. Deret geometri berbentuk :
jika lim → = 0.
= + + +⋯+
Berikut adalah beberapa teorema
Jumlah n suku dari deret geometri
berkaitan kekonvergenan deret tak
adalah hingga.
(1 − )
=
1−

Dewi Murni Hal 147


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
Teorema1.Uji Suku ke-n untuk Jika ∑ → adalah deret dan entri-entri
Divergensi non negatif dan
Jika deret ∑ konvergen, maka = + + … + , maka
lim → = 0. Secara ekivalen, jika (i). ∑ konvergen jika barisan ( )
lim → ≠ 0 atau jika lim → tidak terbatas
ada, maka deret tersebut divergen. (ii) ∑ divergen jika barisan ( )
(E.Purcell;hal.75) tidak terbatas. (Wasan;
Bukti : Misalkan Sn adalah jumlah parsial hal.56)
ke-n dan lim → = . Perhatikan
bahwa = − . Karena Teorema 3
lim → = lim → = , maka Misalkan 0 ≤ ≤ ,
lim = lim ∀ ≥ , dimana m bilangan bulat
→ →
− lim = − =0 positif, maka :
→ (i) ∑ konvergen maka ∑
Pandang deret harmoikberikut: konvergen

1 1 1 1 (ii)∑ divergen maka ∑
= 1+ + + ⋯+ + ⋯
2 3 divergen.(Wasan;hal.56)
Menunjukan bahwa hal ini tidak benar.
Dapat dilihat dengan jelas bahwa Teorema 4 (Tes Perbandingan Limit)
lim → = lim → (1/ ) = 0. Misalkan , > 0, ∀ ≥ 1 dan
Walaupun demikian, deret itu divergen, lim → = , dimana L adalah bilangan
sebagaimana yang akan diperhatikan
real positif, maka ∑ → dan ∑ →
berikut ini.
keduanya konvergen atau keduanya
Contoh : Deret harmonik adalah
divergen. (Wasan; hal.57)
divergen.
Misalkan jumlah n suku deret harmonik
Bukti :
adalah:
Karena lim → = , pilih = > 0.
maka ada bilangan bulat positif m
sehingga setiap n ≥m , − <
maka 0 < < < .
Akibatnya : < < .
Maka =∑ = ∞. Jadi deret Dengan teorema perbandingan maka
harmonik ∑ adalah divergen. kesimpulan terbukti.
Berikut sifat-sifat deret konvergen : Teorema 5. Uji Integral .
Jika ∑ dan ∑ keduanya Misalkan f adalah fungsi yang kontinu,
adalah konvergen dan c sebuah konstanta positif, dan tak menaik pada selang [1, ∞)
maka : dan andaikan = ( )untuk seluruh
(i) ∑ bilangan bulat positifk. Maka deret tak
(ii) ∑ ( + ) hingga : ∑ konvergen jika dan
adalah konvergen. (E.Purcell; hal.77) hanya jika integral tak wajar
∫ ( ) konvergen.
Teorema 2

Dewi Murni Hal 148


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
Contoh penggunaan uji integral pada 3. Mengkaji perbandingan dan
pembuktian deret-p. karakteristik masing- masing uji
konvergensi: , uji Kummers, uji
Bertrand-DeMorgan’s, uji Gauss’s, uji
Maka : (i) deret akan konvergen jika akar Cauchy’s, uji Dirichlet
>1 4. Melakukan pembahasan dan
(ii) deret divergen jika ≤ 1 interpretasi dari pembahasan yang
Bukti : Jika ≥ 0 , maka fungsi telah dilakukan
( )= adalah kontinu, positif, dan HASIL PEMBAHASAN
tak naik pada [1, ∞) dan ( )= . Akan dibahas beberapa tes
Maka menurut uji integral , ∑ kekonvergenan yang khusus yang
konvergen jika dan hanya jika memuat bentuk akar atau yang memuat
fungsi logaritma.
lim → ∫ ada. 1.Tes Rasio (D’Alembert’s Ratio test)
Jika ≠ 1, ∫ ==[ ] Misalkan lim → = , maka :

= a. Jika L > 1 maka ∑ konvergen


b. Jika L < 1 maka ∑ divergen
Jika p=1, ∫ = [ ] = ln t c. Jika L = 1 maka ∑ tidak ada
Karena lim → = 0 jika p>1 dan kesmpulan
lim → = ∞ jika p< 1. d. Jika L = ∞maka ∑ konvergen
Karena lim → ln = ∞, kita dapat Bukti:
menyimpulkan bahwa deret p konvergen a.Misalkan L > 1, maka L – 1 > 0, pilih > 0
jika p>1 dan divergen jika 0 ≤ ≤ 1. ∋
Jika p < 0, maka -p > 0 sehingga suku L – 1 > >0 maka R = L- > 1.
ke-n dari deret adalah = Karena lim → = , maka ∃ K
Maka lim → ≠ 0, sehingga deret ∊ N ∋∀ n≥
divergen. Sedangkan jika p=1, maka yang − < ↔ = − < < +
terbentuk adalah deret Harmonik yang
divergen.
Jadi > , … > ,∀ n≥
METODE PENELITIAN
Akibatnya: > > >
Penelitian ini merupakan penelitian … >
dasar. Metode yang digunakan adalah sehingga diperoleh: > , ∀ n≥
metode deskriptif dengan menganalisis
teori-teori yang relevan dengan atau <
permasalahan yang dibahas dan
berlandaskan studi kepustakaan. < ↔ ∑ <∑
Langkah-langkah dalam menjawab =∑ ( )
permasalahan adalah sebagai berikut:
1. Mencari teori-teori yang berkaitan Karena R > 1 maka ∑
deret tak hingga dan kekonvergenan konvergen akibatnya ∑ juga
2. Menghubungkan teori-teori yang ada konvergen.
dengan permasalahan penelitian.

Dewi Murni Hal 149


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
Misalkan L <1 maka 1-L >0, Pilih = 1- L > Contoh : Tentukanlah kekonvergenan
0 atau L + =1
deret ∑∞ !
Karena lim → = , maka ∃ ∈ ∋ ( )!
Jawab : lim →∞ = lim →∞ !
∀ ≥ berlaku : − < ↔ −
=lim →∞ = ∞> 1
< < + =1
Berdasarkan tes Rasio maka deret
Dari pertidaksamaan sebelah kanan
∑∞ konvergen.
diperoleh : < !
Karena barisan merupakan barisan 2. Tes Raabe (Raabe’s Test)
naik dan positif maka lim → ≠0 Misalkan > 0, ∀ ∈ ,
sehingga dapat disimpulkan ∑ lim −1 =
divergen. →∞

c) Misalkan L =1 . a. Jika L∈R maka: (i) ∑∞ konvergen



Pandang: (i) ∑ jika L>1, (ii)∑ divergen jika
L<1 dan (iii) Tidak ada kesimpulan
Pandang: jika L=1
lim → = lim → = 1 dan b. Jika L = ∞, maka ∑∞ konvergen
∑ divergen. c. Jika L = −∞, maka ∑∞ divergen.
Bukti :
(ii) ∑ a. Jika L bernilai Real.
Dan (i) Misalkan L > 1.
lim = lim
( )
)= 1 Karena L>1 , Ambil = > 0.
→ →

dan∑∞ konvergen Karena lim →∞ −1 = maka


Dari (i) dan (ii) terlihat bahwa untuk L=1 ∃ ∈ ∋∀ ≥
tidak memberi kesimpulan apakah deret Maka −1 − < , sehingga
konvergen atau divergen.
d). Jika L = ∞, yaitu : lim →∞ =∞ − < −1 < + .
Dari definisi limit tak hingga , maka Dari ruas kiri yaitu − < −1
∃ > 1, ∃ ∈ ∋ > , ∀ ≥ maka < −1 .
> > >⋯> Jika kedua ruas dikurang dengan 1 maka
Sehingga diperoleh : > diperoleh: = < −1 −
atau < 1=n − ( + 1)
Karena > 1,maka → < 1 , maka Maka < − ( + 1) , ∀ ≥
.
∑∞ konvergen. Untuk,, n>m, < −
( + 1) , < ( + 1) −
Karena ∑∞ <∑∞ ( + 2) , ...,
sehingga, berdasarkan teorema < ( − 1) ( ) − .
perbandingan maka disimpulkan : Jika masing-masing pertidaksamaan
∑∞ konvergen. ditambahkan maka diperoleh:

Dewi Murni Hal 150


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
( + + …+ < − = , sehingga lim −
( ) →∞
< karena > 0.
Untuk n>m, + + …+ 1 = 1, tetapi ∑∞ ( )
konvergen.
< Dari kedua contoh deret disimpulkan
Misalkan = + + …+ bahwa L=1 tidak memberi kesimpulan
maka − = + + kekonvergenan.
b. Jika L =∞ , ambil =2 >0, maka
…+ <
∃ ∈ ∋ ∀ ≥ ,maka −1 >
Akibatnya < + . 2, Dari kasus 1 ambil = 2, Untuk n>m,
Jadi barisan ( ) adalah terbatas diatas , + + …+ <
untuk setiap n>m, maka menurut teorema
5 maka ∑∞ konvergen. Misalkan = + + …+ maka
(ii) Jika L < 1, Pilih > 0 dengan − <
=1− + = 1. Karena
Akibatnya < + .
lim →∞ −1 = maka ∃ ∈ Jadi barisan ( ) adalah terbatas diatas ,
∋∀ ≥ untuk setiap n>m, maka menurut teorema
Maka −1 − < , 5 maka ∑∞ konvergen.
c. Jika L=−∞. ambil =1 ∈ , maka
sehingg − < −1 < + = ∃ ∈ ∋∀ ≥ ,
1 maka − 1 < 1. Dari sini
Dari pertidaksamaan ruas kanan yaitu:
diperoleh −1 < ↔ <
− 1 < + = 1, diperoleh
1 Jadi untuk n>m, < , <
−1 < ↔
, …, <
+1
< Sehingga : < atau >( ) .
Jadi untuk n>m, < Karena ∑∞ divergen maka
, < , …, < ∑∞ divergen
Contoh:
. . . . . .
Diberikan deret : . + . . + . . . +
Sehingga : < atau > … ( > 0)
( ) . Tentukanlah kekonvergenan deret
tersebut.
Karena ∑∞ divergen maka ∑∞ Jawab
divergen Misalkan suku ke-n dari dari deret adalah
. . . …( )
(iii) Jika L=1. Ambil ∑∞ , maka : = . . …( )
= sehingga lim →∞ −1 = ( ) ( )
Pandang : = ( )
=
( )
1 dimana∑∞ divergen. Selanjutnya
sehingga lim →∞ =
ambil pula ∑∞ ( )
. Maka

Dewi Murni Hal 151


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
Berdasarkan teorema rasio : , ∑∞ ( )
konvergen jika Maka >( ) = . Misalkan
( )
>1 <1, =( ) dan =( ) .
akibatnya deret konvergen jika x< 1 dan
Maka > untuk setiap n ≥ m.
divergen jika x>1.
Maka untuk x = 1, maka pakai teorema Jadi untuk n > m, maka >
Raabee,
<
lim −1
→∞
Jika p >1 maka ∑∞ = ∑∞
Pandang −1 = , maka
adalah konvergen.
lim →∞ −1 = . Maka berdasarkan uji banding maka
Karena nilai limit kecil dari 1 maka deret ∑∞ adalah konvergen.
divergen. (ii) Misalkan L < 1. Pilih >
3. Tes logaritma (Logarithmic Test). 0 ℎ 1− = +1= .
Misalkan, > 0, Karena lim →∞ = , maka ada
∀ ∈ lim = bilangan asli m sehingga untuk setiap
→∞
n≥
1. Jika L∈R maka: (i) ∑∞ konvergen
∞ Maka − < . akibatnya
jika L>1, (ii)∑ divergen jika
L<1 dan (iii) Tidak ada kesimpulan < + = 1 maka <
jika L=1
1/ .
2. Jika L = ∞, maka ∑∞ konvergen /
3. Jika L = −∞, maka ∑ ∞
divergen. Selanjutnya < < /
= .
Bukti : (karena 1/n <1 )
1.(i) Misalkan L > 1. Pilih > 0 −1< −1= dan
sehingga p = L- > 1.
Karena lim →∞ = , maka lim →∞ − 1 < lim →∞ = 1.
ada bilangan asli m sehingga Berdasarka tes Raabe, maka ∑∞
divergen.
∀ ≥ berlaku − < (iv) Misalkan L = 1. Tidak ada kesimpulan.
atau Contoh : Tentukan kekonvergenan dari
p = L- < . deret :
( )
Selanjutnya < maka < ∑∞ , dengan = , x > 0. !
( ) ( )!
. Barisan ini adalah barisan naik. Jawab Pandang = ! ( )
( )
Barisan (1 + ) adalah barisan tak =( )
= Maka
( )
turun yang konvergen ke- e, sehingga lim = lim = .
→∞ →∞
( )
(1 + ) < .
Berdasarkan tes rasio: ∑∞
Pandang : (1 + ) = (1 + konvergen jika > 1 atau x <1/e,
. / /
) < < .

Dewi Murni Hal 152


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724

dan∑∞ divergen jika <1 (ii). Jika L > 1, pilih >0 sehingga L – 1
atau x >1/e.Jika x =1/e, maka > > 0 .Misalkan r = L – >1. Karena
1 1 lim →∞ ( ) maka ada k ∈ Z sehingga
= =
(1 + ) (1 + ) ∀ > maka : − < → −

= [ <( ) < L+ . Sehingga <


maka < . Karena r>1
1 maka ∑ ∞
divergen, akibatnya
− 1+
]
+1 ∑∞ divergen.
= n[1- (n+1)log (1 + )] = n (iii) Jika L=1 , maka lim →∞ ( ) = 1.
[1- (n+1) { − + − ⋯ }] Pandang kasus berikut:
( ) ( )
=n[1-1+ − + …] a. ∑∞ maka lim →∞ =1
( ) ( )
= ( )
− ( )
+ … b. ∑∞ maka lim →∞ =1
Maka lim →∞ = < 1.
Bukti: Misal = , maka
Jadi ∑∞ konvergen.
4. Tes akar ke-n Cauchy. = = ,
Misalkan >0 ∀ ∈ dan
lim →∞ ( ) =L, maka: Pandang: lim →∞ ln = lim →∞ =
1. Jika L∈ R: (i) Jika L < 1 maka lim →∞ − = 0. sehingga
∑∞ konvergen, dan
ln lim →∞ = lim ln = 0Maka
(ii) Jika L > 1 maka →∞
∑∞ divergen
lim →∞ = lim →∞ = = 1
(iii) Jika L = 1, maka
tidak memberi kesimpulan. Dengan cara yang sama diperoleh
2. Jika L = ∞ maka ∑∞ lim →∞ =1
divergen
Bukti: Dari (a) dan (b) dpat disimpukan bahwa
(i). Jika L < 1, pilih > 0 , dengan jika L=1 , maka tidak ada kesimpulan
<1-L maka L+ < 1, misalkan R = L konvergensi.
+ < 1. (iv) Kasus L = ∞. lim →∞ ( ) = ∞.
Karena lim →∞ ( ) =L maka ada artinya ∃ > 1, ∃ ∈ ∋ ∀ ≥ →
bilangan bulat positif m sehingga ( ) >2→ >2
∀ > Berdasarkan teorema perbandingan :
∑∞ < ∑∞ 2 dan ∑∞ 2
− < ↔ − <
divergen, maka ∑∞ divergen
( ) <L + = R Contoh : Tentukanlah kekonvergenan dari
Pandang, ( ) < → < deret :

dan R < 1 1
Karena ∑∞ <∑∞ dan
∑ ∞
konvergen maka
berdasarkan teorema perbandingan Jawab: Pandang, = =
disimpulkan ∑∞ konvergen.

Dewi Murni Hal 153


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724

Jadi, lim →∞ ( ) = lim →∞ = 0 < Secara umum: ∀ ≥ 1, +


+ …+ ≥2
1
Pilih : n > 2m+1 , sehingga:
Berdasarkan teorema .... maka ∑∞
konvergen. Karena ∑∞ = ∑∞ = + + …+
maka ∑∞ konvergen
≥ + + …+
5. Tes Condensasi Cauchy’s (Cauchy’s
≥ + +2 +4 + …
Condensation Test)
+2
Jika (an) barisan bilangan real positif yang
1
tidak naik, maka deret: ≥ [2 + 4
∑∞ dan ∑∞ 2 sama-sama 2
+ 8 + . . . . +2 ]
konvergen atau sama-sama divergen
Bukti : 1 1
= 2 ≥ 2 >
(i). Misalkan ∑∞ 2 konvergen, 2 2
akan ditunjukkan ∑ ∞
juga Diperoleh jumlah Sm parsial dari
konvergen. ∑∞ tidak terbatas maka ∑∞
Karena ∑∞ 2 konvergen maka divergen.
jumlah m barisan ∑ 2 terbatas di
atas, artinya: ∃ >0 ≥0 ∋ Contoh: Tunjukkan ∑∞ ,
∑ 2 <k (i) Divergen jika p≤0
Karena (an) barisan tidak naik, maka kita (ii) Konvergen jika p>1
mempunyai: (iii) Divergen jika p≤1
≤ , + ≤ + =2 Jawab: Menggunakan tes Condensasi
+ + + ≤4 , dan Cauchy’s
seterusnya. (i) Jika p<0 maka 1/np = n-p> 1,
Maka diperoleh:∑ . ≤∑ 2 . ∀ ≥ 1, maka lim →∞ ≠ 0.
.
Dan =∑ ≤∑ ≤ Maka ∑∞ divergen
∑ 2 < k.
Berdasarkan teorema 5 Karena jumlah (ii) Misalkan p>0. Barisan
parsial Sm dari deret terbatas maka merupakan barisan tidak naik.
∑ konvergen. Misalkan = , 2 =
(ii) Misalkan ∑∞ 2 divergen, akan
ditunjukkan ∑∞ juga divergen 2 ( )
= (2 ) .
Karena ∑∞ 2 divergen, maka Maka ∑∞ 2 merupakan deret
berdasarka terema 5 maka m jumlah geometri dengan rasio r=(2 )
parsial ∑ 2 tidak terbatas Sehingga deret akan konvergen jika
diatas. r=(2 ) < 1 yaitu jika p>1.
Artinya >0∃ ∈ Akan divergen jika r=(2 ) > 1 yaitu
∋∑ 2 > 2 .+ jika p≤1, (terbukti).
Karena (an) barisan bilangan real Contoh : Diberikan deret ∑∞ ( )
.
positif yang tidak naik maka :
+ ≥ + =2 Buktikan deret divergen ∀ ∈
+ + + ≥ + + Bukti : Berdasarkan teorema 1 jika p<0
+ = 4 , dan seterusnya. maka ∑∞ ( )
divergen.

Dewi Murni Hal 154


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724

Misalkan =( . Untuk n≥1, | ( )+ ( )+ ( )+ …


)
+ ( )| < , ∀ ∈
Misalkan 2 =2 ( )
= Tes Weiestrass
Misalkan ( ) adalah barisan bilangan
=(
( ) ) real positif sehingga | ( )| ≤ ,∀ ∈
Misalkan = , maka = ∈ .
( ) Jika ∑∞ ( ) konvergen maka
= (1 + ) . ∑ ( )konvergen seragam di D.

Maka, lim = < 1. Berdasarkan Bukti :


→∞
Misalkan m > n, dan | ( )| ≤ ,∀ ∈
tes rasio, ∑ ∞
divergen.
,
Berdasarkan tes kondensasi maka
maka kita mempunyai: | ( )+
∑∞→ 2 divergen mengakibatkan
( ) + … + ( )|< ,+ ,+
∑∞ = ∑∞ . …+
( ) ,
Contoh: Misalkan > 0, ∀ ∈ dan Karena ∑∞ ( ) konvergen maka
barisan ( ) terbatas , akibatnya barisan
subbarisan dari ( ) juga terbatas.
+ + + … Sehingga barisan ∑∞ ( ) konvergen.
=
+ + + … Tes Integral
Dimana k adalah bilangan bulat Misalkan f fungsi turun dan positif pada
positif dan ≥ 2. himpunan { t : t ≥1}. Maka deret
Tentukan syarat kekonvergena ∑∞ ( ) konvergen jika dan hanya jika
deret tersebut: integral tak wajar :

Jawab : ∫ ( ) = lim →∞ {∫ ( ) } ada.
Karena lim →∞ =1, maka Dalam kasus fungsi konvergen, misalkan
berdasarkan tes rasio D’Alembert jmlah parsial = ∑ ( ) dan jumlah
maka tidak ada kesimpulan. jumlah seluruhnya s = ∑∞ ( ) maka
∞ ∞
Pandang, −1 = ( ) ≤ − ≤ ( ) .
( ) ( ) …

Bukti:
Karena f positif dan turun pada interval
Maka lim →∞ −1 = −
[k, k-1] maka ;
Menggunakan tes Raabe’s:
∑∞ konvergen jika > + ( )≤ ( ) ≤ ( − 1)
1 dan divergen jika A< +1.
6. Tes Konvergensi Deret Fungsi begitu juga ( − 1) ≤ ∫ ( ) ≤
Kriteria Cauchy: ( − 2) dan seterusnya.Untuk k = 2, 3,
Misalkan ( ) adalah barisan fungsi pada 4, . . .,n. dan menjumlahkan masing-
D subhimpunan dari himpunan Real masing pertidaksamaan maka diperoleh :
konvergen ke f. Deret ∑∞ ( )adalah − (1) ≤ ∫ ( ) ≤ .
konvergen seragam pada D jika dan Dengan mengambil limit dari
hanya jika untuk setiap > 0, ada M( ) pertidaksanaan diatas maka diperoleh
sehingga jika m> n > M( ) , maka kesimpulan : Jika lim →∞ ada maka
lim →∞ [∫ ( ) ] ada dan

Dewi Murni Hal 155


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
jika lim →∞ tidak ada maka logaritma. Keutamaan bentuk
lim →∞ [∫ ( ) ] juga tidak ada. logaritma pada deret ini adalah kita
Misalkan limitnya ada, maka untuk k = dapat lebih menyederhanakan bentuk
n+1, ....,m dan menjumlahkan masing- aljabar, seperti bentuk pangkat dapat
masing pertidaksamaan, maka diperoleh : dirubah menjadi bentuk perkalian
sedangkan perkalian diubah menjadi
− ≤ ( ) ≤ − penjumlahan dan bentuk pembagian
Dari kedua pertidaksamaan diperoleh dapat dirubah menjadi bentuk
pengurangan.
bahwa ∫ ( ) ≤ − ≤ Tes akar ke-n Cauchy, dapat
∫ ( ) . Dengan mengambil →∞ digunakan menentukan
maka diperoleh: kekonvergenan deret tak hingga yang
∞ ∞
memuat bentuk pangkat ke-n. Dengan
( ) ≤ − ≤ ( ) . tes kekonvergenan ini maka bentuk
Contoh: Tentukan kekonvergenan deret: pangkat dapat disederhanakan menjadi
∑∞ bentuk lebih sederhana tanpa pangkat.
.Karena f(t) = adalah fungsi
Akibatnya akan mudah menentukan
positif dan turun maka gunakan tes nilai limit akar ke-n. Tes kondensasi
integral.Untuk p= 1 maka ∫ dt = Cauchy, dipakai untuk
log(n) – log1.Maka lim =~ menyederhanakan deret dengan
→∞ ∫
bentuk lebih rumit menjadi deret yang
Untuk p ≠1 , maka lim →∞ ∫ = lebih sederhana yang memuat bentuk
lim →∞ [ − (1 )] = 2 sehingga berikutnya dapat
[ − 1] digunakan tes Rasio, dan bisa dihitung
limitnya dengan cepat. Tes barisan
Maka deret konvergen jika p<1 dan
Fungsi: tes digunakan memeriksa
divergen jika p>0
kekonvergenan deret dari fungsi pada
SIMPULAN. DAN SARAN bilangan real.
Karakteristik dari masing –
masing tes konvergensi adalah: Tes A. Saran
Rasio D’Alembert lebih sering dipakai Untuk menentukan kekonvergenan
karena lebih mudah penggunaannya. deret tak hingga maka perlu dipakai
Karakteristiknya: mudah dipakai pada tes konvergensi yang tepat sehingga
deret yang sukunya memuat bentuk: n! dapat lebih cepat diketahui
, rn , dan nn . Maka lebih mudah kekonvergenannya. Untuk dapat
memilih tes konvergensi yang tepat
menentukan nilai lim → .: Tes
disarankan untuk mengetahui
Raabe; biasanya dipakai jika pada tes terlebih dahulu karakteristik dari
rasio diperoleh nilai limit masing-masing tes konvergensi
perbandingannya adalah 1sehingga tes tersebut.
tersebut tidak memberikan
kesimpulan.. Jadi tes ini merupakan
pengembangan dari tes rasio. Tes DAFTAR PUSTAKA
Logaritma, tes ini digunakan pada
deret tak hingga yang memuat bentuk

Dewi Murni Hal 156


Eksakta Vol. 18 No. 2 Oktober 2017
E-ISSN : 2549-7464, P-ISSN : 1411-3724
Bartle,Robert G dan Sherbert Donald R Stroud, K.A, (2003), Matematika Teknik,
(1994), Introduction To Real Jakarta, Erlangga
Analysis, United States of america, Wasan, Siri Krishan, Prakash Ravi,
Jhon Wiley & Sons. (1976), Real Analysis, New Delhi,
Purcell, Edwin J, Varberg Dale, Rigdon, Tata McGraw-Hill Publishing
(2004), Kalkulus, Jakarta, Erlangga Company Limited

Dewi Murni Hal 157