Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

MENSEJAHTERAKAN NELAYAN DENGAN MEMUTUS RANTAI


TENGKULAK

BIDANG KEGIATAN:
PKM – GAGASAN TERTULIS

Diusulkan Oleh:
Abyan Akbar Indroyono 18410100005 Angkatan 2018
Aprianto 18410100002 Angkatan 2018

INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA


SURABAYA
2018
PENGESAHAN PROPOSAL PKM – GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan : Mensejahterakan Nelayan dengan


Memutus
Rantai Tengkulak
2. Bidang Kegiatan : PKM - GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Abyan Akbar Indroyono
b. NIM : 18410100005
c. Jurusan : Sistem Informasi
d. Institut : Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya
e. Alamat Rumah dan No. HP :Jl.Rungkut Mapan Tengah DF6/
082330036808
f. Email : 18410100005@stikom.edu
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Ayouvi Poerna Wardhanie, S.M.B, M.M.
b. NIDN : 0721068904
c. Alamat Rumah dan No. Telp. : Medokan Sawah Baru 1, Perumahan Royal
Park Regency Kavling 13 No.89 Surabaya

Surabaya, 9 Oktober 2018


Menyetujui,
Ketua Program Studi Sistem Informasi Ketua Pelaksana

(Dr. Anjik Sukmaaji, S.Kom., M.Eng.) (Abyan Akbar Indroyono)


NIK. 970210 NIM. 18410100005

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

(Dr. Bambang Hariadi, M.Pd.) (Ayouvi Poerna


NIK. 900034 Wardhanie)
NIDN. 0721068904

ii
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM........................................................................ii


DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
1. PENDAHULUAN............................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................... 1
1.2 Tujuan.............................................................................................................2
1.3 Manfaat...........................................................................................................2
1.4 Luaran.............................................................................................................2
2. GAGASAN.......................................................................................................... 2
3. KESIMPULAN....................................................................................................4
4. DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 4
Lampiran 1............................................................................................................... 6
Lampiran 2............................................................................................................... 8
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA.............................. 9

iii
1

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebagai negara kepulauan, Indonesia jelas tak dapat terlepas dengan
perairan. Luas keseluruhan Indonesia adalah 7,81 juta km2 yang terdiri dari
2,01 juta km2 daratan, 3,25 juta km2 lautan, dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi
Eksklusif (ZEE) menurut data dari website Kementrian Kelautan dan
Perikanan Indonesia. Jika dikonversikan ke dalam presentase, Luas laut
Indonesia adalah 41,6% dari luas total. Inilah hal yang mendasari Indonesia
disebut sebagai negara maritim. Seperti kita ketahui bahwa setiap wilayah
perairan atau laut Indonesia memiliki potensi laut yang berbeda-beda
menyebabkan hasil laut Indonesia sangat beragam.
Keanekaragaman hasil laut Indonesia membuat ratusan biota laut dapat
hidup didasar laut, dan juga ekosistem laut Indonesia sempurna bagi ribuan
jenis ikan untuk tinggal disana. Melimpahnya hasil laut di Indonesia ini
bahkan membuat kapal asing sering menyusup masuk ke kawasan laut
Indonesia untuk memburu hasil lautnya (sering disebut ilegal fishing), tidak
jarang juga terdengar kabar kapal-kapal ilegal itu ditenggelamkan oleh
maritim Indonesia yang senantiasa menjaga laut Indonesia.
Melimpahnya hasil laut di Indonesia ini turut menyumbang potensi untuk
berkembang dalam hal ekspor. Dalam kutipan berita di okezone.com per
tanggal 10 januari 2018, Indonesia mampu mengirimkan 150 ton hasil laut
ke Amerika. Ini artinya Indonesia mempunyai potensi besar menjadi negara
yang sejahtera dengan lebih memfokuskan perbaikan di sektor laut, terutama
pada pengembangan Sumber Daya Manusianya. Hasil laut yang melimpah-
ruah ini jelas tak terlepas dari peran serta para nelayan sebagai pihak yang
bersentuhan langsung dengan bidang ini.
Kabar yang tersiar mengenai kekayaan hasil laut yang baik, berkembang,
maju ini tidak selalu berbanding lurus dengan kabar berita mengenai
kehidupan para nelayan yang melaut. Nelayan sering dibuat risau dengan
permainan harga oleh tengkulak nakal. Tengkulak mendapatkan harga beli
hasil laut rendah dari nelayan, namun harga jual kembali oleh tengkulak
sangat tinggi dari harga beli di nelayan.
Dari permasalahan yang kami amati, yaitu nelayan di Indonesia hidupnya
kurang sejahtera. Alasan pertama adalah nelayan tidak selalu dapat melaut
dengan interval yang konstan, ada beberapa situasi yang menyebabkan
nelayan tidak dapat melaut atau umumnya kondisi ini disebut dengan
paceklik. Selama paceklik, banyak nelayan yang hanya tinggal dirumah dan
tidak mencari pekerjaan aternatif lain karena minimnya pendidikan. Kondisi
itulah yang menyebabkan nelayan tidak mendapatkan pendapatan saat masa-
masa paceklik, ini yang kami bilang kehidupan nelayan kurang sejahtera.
Alasan yang kedua adalah jika nelayan kembali setelah melaut, nelayan
umumnya akan menjual ikan langsung kepada penjual besar atau tengkulak.
Harga jual yang didapat dari tengkulak biasanya rendah daripada harga jual
yang diberikan tengkulak ke pembeli selanjutnya, namun ini hal biasa dalam
perdagangan. Kondisi tidak wajar terjadi saat tengkulak memainkan harga,
hasil laut dijual dengan harga yang tinggi daripada harga semestinya. Jelas
2

nelayan hanya dapat melihat bahwa harga yang didapatkannya sangat rendah
saat menjual di tengkulak dibanding harga yang dimainkan tengkulak.
Mendasari kondisi ini, kami ingin membantu pemerintah untuk mengatasi
kondisi seperti ini dengan konsep menciptakan sebuah aplikasi yang dapat
memutuskan rantai tengkulak, aplikasi yang dapat mempertemukan antara
nelayan dengan pembeli. Dengan begitu, tengkulak tidak di perlukan lagi
sebagai pihak distributor.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan PKM-GT ini adalah
sebagai berikut.
1. Memberikan gagasan kepada pemerintah yang dapat menyelesaikan
masalah kesejahteraan nelayan dengan konsep pemutusan rantai harga di
tengkulak.

1.3 Manfaat
Manfaat yang didapat setelah menyelesaikan penulisan karya tulis PKM-
GT ini sebagai berikut.
1. Menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyelesaikan masalah sejenis.
2. Membuka mindset mahasiswa agar lebih kritis dalam menghadapi dan
menyelesaikan masalah yang terjadi dilingkungan sekitar berupa ide atau
gagasan.

1.4 Luaran
Luaran yang dapat disimpulkan dari masalah di lapangan yaitu, yang
pertama adalah sebuah konsep mengenai pemutusan rantai harga atau
permainan harga yang sering kali dilakukan oleh tengkulak melalui sebuah
aplikasi yang berbasis mobile. Pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan
masalah ini dengan mempertemukan atau menghubungkan antara nelayan
dengan pembeli secara langsung melalui sebuah aplikasi seperti e-commerce,
namun produk dalam e-commerce itu adalah hasil tangkapan laut oleh
nelayan. Luaran yang kedua adalah Artikel ilmiah, PKM-GT ini dapat
dijadikan sebuah artikel ilmiah yang nantinya dapat dipublikasikan ke
khalayak umum yang mungkin nantinya dapat diimplementasikan menjadi
nyata.

2. GAGASAN
a. Kondisi kekinian pencetus gagasan (diperoleh dari bahan bacaan, wawancara,
observasi, imajinasi yang relevan)
Memang tidak dapat dipungkiri jika tengkulak merupakan pihak yang
menjadi perantara yang menghubungkan antara produk yang dijual nelayan
berupa hasil laut kepada pembeli. Namun dari sudut pandang berbeda,
tengkulak juga bisa menjadi penentu harga disaat saat tertentu, tinggi atau
rendahnya harga disaat saat tertentu itu seperti pada masa paceklik.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Aruna Indonesia, menyebutkan jika
penghasilan nelayan oleh BPS sebesar 1,1 juta rupiah perbulannya dalam
kurun waktu 10 tahun terakhir. Menilik dari latarbelakang itu, kami ingin
3

pemerintah dapat memperbaiki kehidupan nelayan dengan memaksimalkan


penjualan hasil lautnya melalui sebuah aplikasi yang dapat mempertemukan
nelayan dan pembeli langsung dalam aplikasi tersebut.

b. Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk


memperbaiki keadaan pencetus gagasan
Solusi yang pernah ditawarkan sebelumnya mengenai gagasan
penghubung antara nelayan dan pembeli belum ada. Namun untuk masalah
sejenis dibidang kelautan, pada tahun 2017 lalu kementrian kelautan dan
perikanan telah meluncurkan aplikasi berbasis Android “nelpin” atau nelayan
pintar yang berfungsi untuk mencari fishing ground (spot penangkapan ikan)
yang berdampak pada hematnya bahan bakar untuk mencari spot fishing
ground karena fishing ground tidak perlu lagi ditelusuri area per are.
Solusi lain yang juga pernah ditawarkan adalah aplikasi “Enterprise
Resource Planning” (ERP )yang dikembangkan oleh Aruna Indonesia yang
didalamnya berfungsi sebagai pengelolaan bisnis perikanan, menyediakan data
dalam sektor perikanan serta perdagangan ikan secara online

c. Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui


gagasan yang diajukan dan prediksi hasil jika gagasan tersebut
diimplementasikan
Sesuai dengan gagasan kami yaitu pemerintah dapat membuat aplikasi
mobile yang dapat menghubungkan antara nelayan dan pembeli. Jika gagasan
ini dapat diimplementasi atau direalisasikan, maka dampak terbesarnya adalah
terputusnya rantai antara nelayan, tengkulak, dan pembeli. Nelayan dapat
terhubung secara langsung dengan pembeli dalam aplikasi. Dan dampak lain
yang mengikuti adalah kinerja penjualan hasil laut nelayan akan lebih optimal
dan nelayan tidak perlu risau lagi akan permainan harga tengkulak.

d. Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasikan


gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya
Untuk dapat merealisasikan gagasan, kami tidak dapat terlepas dari peranan
pihak-pihak yang membantu. Pihak-pihak yang dituju untuk
mengimplementasikan gagasan adalah sebagai berikut.
 Kementrian Perikanan dan Kelautan. Disini peranan penting kementrian
perikanan adalah sebagai landasan yang dapat mengizinkan pengoperasian
aplikasi ini, selain itu juga memiliki peranan untuk mengawasi, memantau,
dan mengevaluasi harga yang ditetapkan nelayan secara realtime sesuai
dengan ketentuan kementrian perikanan dan kelautan.
 Kementrian komunikasi dan Informatika. Disini peran penting kominfo
adalah sebagai pengembang aplikasi,pengawasan dan pemeliharaan sistem
aplikasi agar berjalan dengan lancar serta menjaga sistem agar data
pengguna tetap aman. Dan juga peranan Kominfo sebagai payung hukum
yang dapat membantu menangani masalah yang berkaitan dengan hukum.
 Koperasi nelayan disetiap daerah. Peran Koperasi nelayan ini sangat
penting untuk mensosialisasikan layanan aplikasi ke nelayan. Tidak semua
nelayan dapat menggunakan ponsel, apalagi aplikasi ini berbasis pada
ponsel pintar, Android.
4

 Pihak nelayan langsung. Ini pihak dengan peranan paling penting dalam
optimasi aplikasi karena nelayan sendiri yang sifatnya bersentuhan
langsung dengan aplikasi.

e. Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan


gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai
Langkah langkah akan dilakukan untuk dapat membuat aplikasi berhasil
dilakukan antara lain adalah.
 Survey ke Lapangan mengenai kondisi yang terjadi
saat ini, mempelajari pola masalah dan cara menyelesaikannya
 Mensosialisasikan projek pembuatan aplikasi kepada
dinas terkait seperti Kementrian Kelatutan dan Perikanan serta
Kementrian Komunikasi dan Informatika
 Jika proyek diterima oleh dinas terkait, Langkah yang
dituju adalah sosialisasi awal kepada para Nelayan
 Mencari programer yang dirasa mampu membuat
prototipe aplikasi yang nantinya ditujukan kepada pemerintah
untuk evaluasi tahap selanjutnya
 Jika prototipe aplikasi disetujui oleh pemerintah,
langkah selanjutnya adalah merilis versi final aplikasi dan siap
digunakan secara massal
 Sosialisasi tahap kedua kepada nelayan mengenai
aplikasi yang akan digunakan dalam membantu penjualannya
 aplikasi siap digunakan oleh masyarakat luas

3. KESIMPULAN
Tengkulak selama ini memang dikenal sebagai pihak penyalur hasil laut
antara nelayan dengan pembeli, rantai ini sudah ada dari dahulu. Dengan
tengkulak nelayan tidak selalu mendapatkan untung atau laba, seringkali dibuat
risau jika harga dipermainkan. Melihat kondisi tersebut, kami ingin
meringankan beban nelayan dengan gagasan yaitu pemerintah membuatkan
aplikasi mobile yang dapat memutus rantai tengkulak dan menghubungkan
antara nelayan dan pembeli secara langsung. Dengan demikian, nelayan dapat
menjual hasil lautnya secara optimal dan maksimal dan rantai antara nelayan,
tengkulak, dan pembeli telah terputus.
5

4. DAFTAR PUSTAKA

a. Elviana Roza, M 2017, ‘Maritim Indonesia, Kemewahan Yang Luar


Biasa’ , , Mensejahterakan Nelayan dengan Memutus Rantai Tengkulak,
dilihat 20 Septemeber 2018, <https://kkp.go.id/artikel/2233-maritim-
indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa>.

b. Vio Phio, M 2017, ‘Problematika Yang Dihadapi Nelayan


Indonesia’ ,Mensejahterakan Nelayan dengan Memutus Rantai Tengkulak,
dilihat 12 Septemeber 2018, <http://perikananku-
id.blogspot.com/2017/10/problematika-yang-dihadapi-nelayan.html>.

c. Bagus Ramadhan, M 2018, ‘Aplikasi Lautan Nusantara Buatan Indonesia,


Permudah Nelayan Tangkap Ikan’ , Mensejahterakan Nelayan dengan
Memutus Rantai Tengkulak, dilihat 20 Septemeber 2018,
<https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/09/02/aplikasi-lautan-
nusantara-buatan-indonesia-permudah-nelayan-tangkap-ikan >.
6

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing


A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan Ayouvi Poerna Wardhanie S.M.B, M.M
gelar)
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi
4 NIM/NIDN 0721068904
5 Tempat dan Tanggal Lahir Banyuwangi, 21 Juni 1989
6 Email ayouvi@stikom.edu
7 No. Telp. / HP

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Jember SMPN 2 SMAN 2
Lor 2 Jember Jember
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)


Nama Pertemuan Waktu dan
No Judul Artikel Ilmiah Tahun
Ilmiah / Seminar Tempat
1 Eksplorasi faktor
2011
penentu keberhasilan
2 Pengaruh customer
Relationship
Management (CRM)
Terhadap kepuasan,
Loyalitas, dan 2014
Advokasi Pelanggan
(Studi pada pelanggan
mie instan di kota
Malang)
3 Perancangan
Analytical CRM
untuk mendukung
2016
Segmentasi pelanggan
di Institusi
Pendidikan
4 Implementasi
Intergrated Marketing
communication Pada
Perpustakaan Institut 2017
Bisnis dan
Informatika Stikom
Surabaya
5 Peranan Media 2017
7

Digital dalam
mempertahankan
Budaya lokal
Indonesia di Era
Globalisasi
Peran Talent
Management dalam
meningkatkan kinerja 2017
pustakawan di era
Globalisasi

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.

Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
Persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-GT.

Surabaya, 5 Oktober 2018

(Ayouvi Wardhanie, S.M.B, M.M.)


8

Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

Program Bidang Alokasi Waktu Uraian


No Nama / NIM
Studi Ilmu (jam/minggu) Tugas
1 Abyan Akbar S1 Sistem 3 jam/minggu Penentuan
Indroyono / Informasi ide,
18410100005 penulisan
pendahuluan
2 Aprianto / S1 Sistem 4 jam/minggu Penulisan
18410100002 Informasi gagasan,
pembuatan
prototipe
9

RAYA KEDUNG BARUK 98

SURABAYA 60298

P. +62 31 8721731

F. +62 31 8710218

INFO@STIKOM.EDU

WWW.STIKOM.EDU

SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Abyan Akbar Indroyono
NIM : 18410100005
Program Studi : S1 Sistem Informasi
Fakultas : Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI)

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM – Gagasan Tertulis saya dengan judul
“Mensejahterakan Nelayan dengan Memutus Rantai Tengkulak” yang diusulkan untuk
tahun anggaran 2019 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau
sumber lain.

Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.

Surabaya, 12 Oktober 2018

Mengetahui,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yang menyatakan,

Materai 6000
Tanda tangan

(Dr. Bambang Hariadi, M.Pd.) (Abyan Akbar Indroyono)


NIK. 900034 NIM. 18410100005