Anda di halaman 1dari 8

Nama : One Dwi Endarningtyas

NIM : 12030119410024
Kelas : Matrikulasi BPS

RESUME BAB 13 CAPITAL INVESTMENT

Ringkasan Tujuan Pembelajaran


1. Menjelaskan apa yang dimaksud keputusan inestasi modal dan membedakan antara
keputusan investasi modal independen & keputusan investasi modal saling eksklusif.
2. Menghitung periode pengembalian, dan tingkat pengembalian akuntansi atas usulan
investasi dan menjelaskan peranannya dalam keputusan investasi modal.
3. Menggunakan analisis Net Present Value (NPV) dalam keputusan investasi modal yang
melibatkan proyek-proyek independen.
4. Menggunakan internal rate of return (IRR) menilai diterima atau tidaknya proyek-proyek
independen.
5. Menjelaskan peran dan nilai dari pascaaudit
6. Menjelaskan mengapa NPV lebih baik daripada IRR dalam keputusan investasi modal yang
melibatkan proyek-proyek saling eksklusif
7. Mengubah Arus Kas Bruto menjadi Arus Kas Setelah Pajak
8. Menjelaskan keputusan investasi modal pada lingkungan manufaktur yang canggih.

JENIS-JENIS KEPUTUSAN INVESTASI MODAL


Keputusan investasi modal (capital investment decision) berkaitan dengan proses perencanaan,
penetapan tujuan dan prioritas, pengaturan pendanaan, serta penggunaan kriteria tertentu
untuk memilih aktiva jangka panjang.

Proses pengambilan keputusan investasi modal disebut penganggaran modal. Ada dua jenis
proyek penganggaran modal, yaitu:
 proyek independen
adalah proyek yang jika diterima atau ditolak tidak akan memengaruhi arus kas proyek
lainnya.
 proyek saling eksklusif
adalah proyek-proyek yang apabila diterima akan menghalangi penerimaan proyek lain

CAPITAL INVESTMENT METHODS


Metode digunakan menajer dalam menentukan keputusan investasi antara lain

1. Model non-diskonto, mengabaikan nilai waktu dari uang

a. Periode Pengembalian (Payback Period)


yaitu waktu yang dibutuhkan suatu perusahaan untuk memperoleh investasi awalnya
kembali.
Contoh: Honley Medical melakukan investasi pada generator RV seharga $1.000.000.
Arus kasnya 500.000 per tahun.
Jadi periode pengembaliannya adalah dua tahun ($1.000.000/500.000)
- Ketika jumlah arus kas dari suatu proyek diasumsikan tetap, rumus yang digunakan
untuk menghitung periode pengembaliannya adalah:
periode pengembalian = investasi awal/arus kas tahunan

- Tetapi jika jumlah arus kas tidak tetap maka periode pengembalian dihitung dengan
menambahkan arus kas tahunan sampai waktu ketika investasi awal diperoleh
kembali

Contoh:
Investasi pada generator RV $1.000.000 dan memiliki umur lima tahun dengan
ekspektasi arus kas tahunan: $300.000, $400.000, $500.000, $600.000, $700.000.
Periode pengembalian proyek 2,6 tahun .
Analisis perhitungannya adalah:
$300.000 (1 tahun) + $400.000 (1 tahun) + $300.000 (0,6 tahun)
pada tahun ketiga hanya $300.000 yang diperlukan dari $500.000 yang dihasilkan.
Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh $300.000 diperoleh melalui
pembagian jumlah yang dibutuhkan dengan arus kas tahunan ($300.000/$500.000)

- Periode pengembalian dapat digunakan untuk memilih alternatif-alternatif yang


saling bersaing.
- Namun penggunaan periode pengembalian kurang dapat dipertahankan karena
ukuran ini memiliki dua kelemahan utama, yaitu
1. mengabaikan kinerja investasi yang melewati periode pengembalian dan
2. mengabaikan nilai waktu uang.

Contoh: suatu perusahaan sedang mempertimbangkan dua jenis CAD yang berbeda

Kedua investasi memiliki periode pengembalian dua tahun. Namun sistem CAD-A
lebih disukai daripada CAD-B karena dua alasan. Pertama CAD-A memberikan
pengembalian dolar yang lebih besar selama tahun-tahun setelah periode
pengembalian ($150.000 dibanding $75.000). Kedua CAD-A mengembalikan $90.000
pada tahun pertama sedangkan CAD-B hanya $40.000. selisih tersebut dapat
digunakan untuk tujuan produktif.
Salah satu cara untuk menggunakan periode pengembalian adalah dengan
menetapkan suatu periode pengembalian maksimum pada seluruh proyek dan
menolak setiap proyek yang melewati tingkat ini

PAYBACK PERIOD: Manfaat


 Membantu mengendalikan risiko yang berhubungan dengan ketidakpastian arus kas
di masa depan.
 Membantu meminimalkan dampak investasi terhadap masalah likuiditas
perusahaan.
 Membantu mengendalikan risiko keusangan.
 Membantu mengendalikan pengaruh investasi terhadap ukuran kinerja
Akan tetapi, metode tersebut mengandung kelemahan yang signifikan karena
mengabaikan total profitabilitas proyek dan nilai waktu uang.

b. Accounting rate of return (Tingkat Pengembalian Akuntansi)


Tingkat pengembalian akuntansi merupakan model non diskonto kedua yang
digunakan. Tingkat pengembalian akuntansi mengukur pengembalian atas suatu proyek
dalam kerangka laba, bukan dari arus kas proyek.

Tingkat pengembalian akuntansi =


Laba rata-rata / Investasi awal atau investasi rata-rata

Investasi dapat didefinisikan sebagai investasi awal atau investasi rata-rata. Jika I adalah
investasi awal, S adalah nilai sisa. Dengan asumsi investasi dikonsumsi secara merata,
investasi rata-rata dapat didefinisikan sebagai berikut:

Investasi rata-rata = (I + S)/2

Contoh :
Divisi IV dari Honley Medical melakukan investasi dengan biaya $100.000. Umur
investasi lima tahun dengan kas: $30.000, $30.000, $40.000, $30.000, $50.000.
Biaya tersebut tidak memiliki nilai sisa setelah lima tahun dan semua pendapatan yang
diperoleh dalam satu tahun tertagih pada tahun tersebut.
Total arus kas selama lima tahun adalah $180.000, hal ini berarti arus kas rata-rata
$36.000 ($180.000/5). Penyusutan rata-rata $20.000 ($100.000/5).laba bersih rata-rata
$16.000 ($36.000- $20.000). Dengan menggunakan laba bersih rata-rata dan investasi
awal , diperoleh tingkat pengembalian akuntansi 16 persen ($16.000/$100.000).
Jika investasi rata-rata yang digunakan sebagai pengganti investasi awal, maka tingkat
pengembalian akuntansi menjadi 32 persen ($16.000/$50.000)

Berbeda dengan metode periode pengembalian, tingkat pengembalian akuntansi


mempertimbangkan profitabilitas proyek; seperti periode pengembalian.
Tingkat pengembalian akuntansi mengabaikan nilai waktu dari uang. Pengabaian
nilai waktu uang juga merupakan kelemahan metode tingkat pengembalian akuntansi;
periode ini dapat mengarahkan seorang manajer untuk memilih investasi yang tidak
memaksimalkan laba.

2. Model diskonto
Model diskonto secara eksplisit mempertimbangkan nilai waktu dari uang, dan oleh karena
itu memasukkan konsep diskonto arus kas masuk dan arus kas keluar.
Dua model diskonto akan dipertimbangkan : nilai sekarang bersih (NPV) dan tingkat
pengembalian internal (IRR).
a. Net present value (NPV) / Nilai Sekarang Bersih

NPV merupakan selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan arus kas
keluar yang berhubungan dengan suatu proyek.
Tingkat pengembalian yang diperlukan adalah tingkat pengembalian minimum
yang dapat diterima. Hal itu juga disebut sebagai tingkat diskonto, tingkat
rintangan/tingkat batas, dan biaya modal.

Nilai NPV yang positif menandakan bahwa :


1. Investasi awal telah tertutupi,
2. Tingkat pengembalian yang diperlukan telah dipenuhi, dan
3. Pengembalian yang melebihi dari (1) dan (2) telah diterima.

Jika NPV > 0, maka investasi tersebut menguntungkan dan karena itu dapat diterima.
Jika NPV = 0, pengambil keputusan dapat menerima atau menolak investasi itu.
Akhirnya jika NPV < 0, maka investasi sebaiknya ditolak.
NPV positif : diterima
NPV negatif: tolak
NPV 0 : terima/tolak

Contoh Illustrasi :
Divisi produk khusus dari Honley Medical sedang mengembangkan instrumen
tekanan darah. Manajer pemasaran tertarik dengan prospek produk tersebut setelah
menyelesaikan suatu penelitian pasar secara mendalam yang mengungkapan
pendapatan tahunan diharapkan $300.000. Peralatan untuk membuat instrumen
membutuhkan biaya $320.000, siklus hidup produk lima tahun.
Setelah lima tahun peralatan dijual $40.000. Modal kerja diperkirakan bertambah
$40.000. Beban operasional kas tahunan diperkirakan $180.000, tingkat pengembalian
yang diminta 12 persen. Haruskah Honley Medical memproduksi instrumen baru
tersebut?

Langkah 1: Identifikasi arus kas

Tahun Uraian Arus kas

0 peralatan $(320.000)
modal kerja (40.000)
1-4 total $(360.000)
pendapatan $300.000
5 beban operasi (180.000)
total $120.000
pendapatan $300.000
beban operasional (180.000)
nilai sisa 40.000
perolehan model kerja 40.000
total $200.000
Langkah 2A: analisis NPV

Tahun Arus kas a Faktor Diskontob Nilai sekarang

0 $(360.000) 1,000 $(360.000)


1 120.000 0,893 107.160
2 120.000 0,797 95.640
3 120.000 0,712 85.440
4 120.000 0,636 76.320
5 200.000 0,567 113.400
NPV $117.960

Langkah 2B: Analisis NPV

Tahun Arus kasa Faktor diskontob Nilai sekarang

0 $(360.000) 1,000 $(360.000)


1-4 120.000 3,037 364.440
5 200.000 0,567 113.400
NPV $117.840

b. Internal rate of return (IRR) / Tingkat Pengembalian Internal


Model diskonto lainnya adalah metode tingkat pengembalian internal (IRR). IRR
adalah suku bunga yang mengatur nilai sekarang dari arus kas masuk proyek sama
dengan nilai sekarang dari biaya proyek tersebut. Suku bunga NPV = 0.
Tingkat pengembalian internal merupakan teknik investasi modal yang paling
luas digunakan. Salah satu alasan bagi popularitasnya mungkin karena konsep tingkat
pengembaliannya, yakni konsep yang mudah digunakan oleh para manajer.
Kemungkinan lain adalah bahwa para manajer mungkin percaya bahwa IRR adalah
tingkat pengembalian majemuk aktual atau sebenarnya yang diterima oleh investasi
awal. Persamaannya :
I - ∑ CFt / (1 + i)t
IRR lebih besar dari tingkat pengembalian yang diminta : diterima
IRR sama dengan tingkat pengembalian yang diminta : terima/tolak
IRR lebih kecil dari tingkat pengembalian yang diminta: tolak

Manfaatnya adalah untuk:


- Konsep tingkat pengembalian mudah digunakan oleh manajer
- IRR adalah tingkat pengembalian majemuk aktual

Pasca Audit Proyek Modal (Post Audit)


Membandingkan manfaat aktual dan manfaat yang diestimasi dan biaya operasional
aktual dengan biaya operasional yang diestimasi. Tujuannya, untuk mengevaluasi hasil
keseluruhan investasi dan mengusulkan tindakan perbaikan yang diperlukan.

Manfaatnya adalah untuk:


- Mengevaluasi profitabilitas.
- Berdampak terhadap perilaku manajer.

Kelemahannya:
- Biaya cukup besar.
- Asumsi yang diberikan oleh analisis awal sering tidak sesuai dengan perubahan lingkungan
operasional.

PROYEK SALING EKSKLUSIF

Sebagian besar keputusan investasi modal berkaitan dengan proyek saling eksklusif.
Memperhatikan bagaimana kemampuan NPV dan IRR berbeda dalam membantu seorang
manajer membuat keputusan maksimal saat munculnya berbagai alternatif yang saling bersaing.

NPV Dibandingkan dengan IRR

Baik NPV maupun IRR menghasilkan keputusan yang sama bagi proyek independen.
Akan tetapi, untuk proyek yang saling bersaing, kedua metode ini bisa memberikan hasil yang
berbeda. Berdasarkan intuisi, diyakini bahwa untuk proyek yang saling eksklusif, proyek yang
dimiliki NPV tertinggi atau IRR tertinggi yang harus dipilih. Karena kedua metode bisa
menghasilkan rangking yang berbeda untuk proyek-proyek yang saling eksklusif, metode yang
secara konsisten mengungkapkan proyek dengan kesejahteraan maksimal akan lebih disukai.
NPV berbeda dengan IRR dalam dua hal.
1. Pertama, NPV mengasumsikan setiap arus kas masuk yang diterima diinvestasikan
kembali pada tingkat pengembalian yang diminta, sedangkan metode IRR
mengasumsikan setiap arus kas masuk diinvestasikan kembali pada IRR yang dihitung.
2. Kedua, metode NPV mengukur profitabilitas dalam nilai absolut, sedangkan metode IRR
mengukur profitabilitas dalam nilai relatif. NPV mengukur jumlah yang disebabkan oleh
perubahan nilai perusahaan. Sebagai suatu ukuran profitabilitas relatif, IRR memiliki
kelebihan untuk mengukur dengan akurat tingkat pengembalian dana yang tetap
diinvestasikan secara internal. Meskipun demikian, memaksimalkan IRR tidak berarti
memaksimalkan kesejahteraan pemilik perusahaan karena hal itu tidak dapat terjadi
secara alami, yaitu mempertimbangkan kontribusi nilai absolut dolar proyek.

Oleh karena itu, NPV (bukan IRR) yang sebaiknya digunakan untuk memilih di antara
beberapa proyek yang bersaing, proyek saling eksklusif, atau proyek yang bersaing jika
dana modal terbatas.
Suatu proyek independen akan diterima jika NPV-nya positif, dan proyek saling eksklusif
akan dipilih dengan NPV terbesar.
Ada tiga tahap dalam memilih proyek terbaik dari beberapa proyek yang saling bersaing:
1. Menilai pola arus kas untuk setiap proyek,
2. Menghitung NPV setiap proyek, dan
3. Mengidentifikasi proyek dengan NPV terbesar.

INVESTASI MODAL: LINGKUNGAN MANUFAKTUR YANG CANGGIH

Meskipun analisis arus kas diskonto (dengan menggunakan nilai sekarang bersih dan
tingkat tengembalian internal) tetap unggul dalam keputusan investasi modal, lingkungan
manufaktur yang baru meminta perhatian lebih bagi penggunaan input dalam model arus kas
diskonto. Selain itu ada satu dimensi lagi yang penting, manajemen investasi kontemporer
mencakup kriteria keuangan dan nonkeuangan.
Proses manajemen investasi harus berkaitan dengan strategi perusahaan. Analisis dalam
teknologi manufaktur yang canggih harus mempertimbangkan kontribusi yang dibuat untuk
mendukung strategi, seperti peningkatan produk, diversifikasi, dan pengurangan resiko.

Bagaimana Investasi Dibedakan

Investasi dalam proses manufaktur yang terotomatisasi adalah jauh lebih kompleks
dibandingkan investasi dalam peralatan manufaktur dalam standar di masa lalu. Bagi peralatan
standar, biaya langsung akuisisi mencerminkan investasi sebenarnya. Pada manufaktur yang
terotomatisasi, biaya langsung mencerminkan sedikitnya 50 atau 60 persen dari total investasi.

Bagaimana Estimasi Arus Kas Operasional Dibedakan

Estimasi arus kas operasional dari investasi dalam peralatan standar memiliki ciri yang
mengandalkan manfaat berwujud yang dapat diidentifikasi secara langsung, seperti
penghematan langsung dari tenaga kerja, listrik, dan sisa bahan baku. Penghematan biaya
tenaga kerja langsung sering digunakan sebagai justifikasi utama untuk melakukan otomatisasi.
Namun, dalam sistem manufaktur yang canggih, pengurangan tenaga kerja dapat mendukung
bagian tertentu seperti penjadwalan produksi dan penyimpanan merupakan manfaat tak
langsung.
Sistem yang terotomatisasi dapat menghasilkan banyak penghematan dalam bentuk
pengurangan pemborosan, persediaan yang lebih sedikit, peningkatan kualitas, dan
pengurangan tenaga kerja tak langsung. Kenaikan perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (ABC)
membuat pengidentifikasian manfaat tak langsung mudah dilakukan dengan menggunakan
penggerak biaya. Salah satu manfaat tak berwujud yang terpenting adalah mempertahankan
dan meningkatkan posisi kompetitif perusahaan.

Nilai Sisa

Karena sulit diestimasi membuat nilai sisa atau nilai akhir sering diabaikan dalam
keputusan investasi. Namun, pendekatan tersebut mungkin tidak bijaksana karena nilai sisa
dapat menghasilkan perbedaan keputusan antara melakukan investasi atau tidak. Pendekatan
terbaik berkaitan dengan ketidakpastian ini adalah menggunakan analisis sensivitas.
Analisis sensivitas (sensivity analysis) atau yang juga sering dikenal dengan Analisis
what-if (What-if analysis) mengubah asumsi yang mengandalkan analisis investasi modal dan
menilai pengaruhnya terhadap pola arus kas.

Tingkat Diskonto

Secara teori, jika arus kas masa depan diketahui dengan pasti, maka tingkat diskonto
yang tepat merupakan biaya modal perusahaan. Dalam kenyataannya, arus kas masa depan
tidak pasti dan manajer sering memilih tingkat diskonto yang lebih tinggi daripada biaya modal
untuk menghindari ketidakpastian tersebut.
Jika tingkat diskonto yang dipilih terlalu tinggi, maka akan membiaskan proses pemilihan
investasi jangka pendek. Pengaruh faktor diskonto yang lebih tinggi adalah menempatkan beban
yang lebih besar pada arus kas sebelumnya dan beban yang lebih ringan pada arus kas
berikutnya, dimana investasi jangka pendek lebih disukai dibandingkan investasi jangka panjang.

Konsep Nilai Sekarang

Nilai dolar hari ini tidak sama dengan nilai dolar esok hari. Prinsip dasar tersebut
merupakan kekuatan dari metode pendiskontoan yang mengandalkan hubungan antara nilai
dolar saat ini dan masa depan.

Nilai Masa Depan

Nilai atau keuntungan yang diharapkan atas investasi yang dilakukan dan telah
diakumulasi dengan bunga yang telah didapatkan. Pendapatan bunga atas bunga ini sering
disebut Pemajemukan bunga (compounding of interest). Nilai yang akan diakumulasikan pada
akhir umur investasi dengan asumsi pengembalian majemuk yang spesifik adalah nilai masa
depan (Future value).

Nilai Sekarang

Seorang manajer tidak hanya menghitung nilai masa depan, tetapi juga jumlah yang
harus diinvestasikan untuk menghasilkan suatu nilai masa depan. Jumlah yang harus
diinvestasikan sekarang untuk mendapatkan nilai masa depan dikenal sebagai nilai sekarang
(Present value).

Nilai Sekarang dari Serangkaian Arus Kas Tidak Tetap


Serangkaian arus kas masa depan disebut anuitas (annuity). Nilai sekarang anuitas
diperoleh dengan menghitung nilai sekarang dari setiap arus kas masa depan, kemudian
menjumlahkan nilai-nilai tersebut.