Anda di halaman 1dari 2

Komunikasi dan Evidence Based dalam Persalinan

HAND OUT

Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir (INC)
Kode Mata Kuliah : Bd. 6. 302
Topik : Etika dan Kewenangan Bidan dalam Asuhan Persalinan
Waktu : 100 menit
Dosen : Yan Sartika, SST, MKeb dan TIM
Objektif Perilaku Siswa (OPS)
Setelah mengikuti pembelajaran ini mahasiswa dapat memahami secara baik dan benar
tentang etika dan kewenangan dalam asuhan persalinan.

Referensi :
1. Varney’s Midwifery, 1997
2. Panduan Praktis Maternal dan Neonatal, WHO, 2001
3. Betty R Sweet, Mayes Midwifery, 1997
4. Pauline M, Seller, Midwifery Vol I, 1993
5. Ruth Benner, Myles Text Book for Midwives, Edisi 12, 1993
6. Klein, A Book For Midwife, 1995
7. JNPK. Buku Acuan Persalinan Normal, 2008
8. Penny Simpkin, Pregnancy Childbirth and the Newborn The Complete Guide, 1991
9. Ilmu Kebidanan dan Kandungan, Sarwono Prawirohardjo, 2008
10. Wahyuningsih, Heni Puji, Etika Profesi Kebidanan, 2009

MATERI
A. PENGERTIAN ETIKA
Istilah etika berasal dari bahasa yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal
mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat; akhlak; watak; perasaan;
sikap; dan cara berpikir. Dalam bentuk jamak ta etha mempunyai arti adat kebiasaan. Menurut
filsuf yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Sehingga
berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu
tentang adat kebiasaan. (Wahyuningsih, Heni Puji, 2009).
Etika berasal dari bahasa inggris ethics yang artinya pengertian, ukuran tingkah laku atau
perilaku manusia yang baik, yakni tindakan yang tepat yang harus dilaksanakan oleh manusia
sesuai dengan moral pada umumnya.
Etika berasal dari bahasa Latin mos atau mores (jamak) yang artinya moral, adat, kebiasaan
sehingga makna kata moral dan etika adalah sama, hanya bahasa asalnya berbeda.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1953), etika merupakan ilmu
pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Depdikbud, 1988) etika mengandung arti:
a. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk tentang hak dan kewajiban moral.
b. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
c. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

B. ETIKA DAN KEWENANGAN BIDAN DALAM ASUHAN PERSALINAN


Dalam asuhan persalinan, bidan memiliki kewenangan-kewenangan, diantaranya:
1. Episiotomi
2. Penjahitan perineum tingkat I dan II
3. Penanganan kasus kegawatdaruratan
Komunikasi dan Evidence Based dalam Persalinan

4. Rujukan
5. Pemberian uterotonika
Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1464/Menkes/PER/X/2010 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan dalam pasal 10 ayat 3
yang berbunyi:
Pasal 10

(1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud dalam pasa 9 huruf a diberikan pada masa
pra hamil, kehamilan, masa persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa antara dua
kehamilan.
(2) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. Pelayanan konseling pada masa pra hamil;
b. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal;
c. Pelayanan persalinan normal;
d. Pelayanan ibu nifas normal;
e. Pelayanan ibu menyusui; dan
f. Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan.
(3) Bidan dalam memberikan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berwenang
untuk:
a. Episiotomi;
b. Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II;
c. Penanganan kegawat-daruratan, dilanjutkan dengan perujukan;
d. Pemberian tablet Fe pada ibu hamil;
e. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas;
f. Fasilitasi/bimbingan inisiasi menyusu dini dan promosi air susu ibu eksklusif;
g. Pemberian uterotonika pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum;
h. Penyuluhan dan konseling;
i. Bimbingan pada kelompok ibu hamil;
j. Pemberian surat keterangan kematian; dan
k. Pemberian surat keterangan cuti bersalin.

LATIHAN SISWA
1. Sebutkan kewenangan bidan dalam asuhan persalinan!