Anda di halaman 1dari 8

A.

RESPON
1. Pengertian respon
Menurut (KBBI, 2008:1170) Respon berasal dari kata response, yang berarti
tanggapan,aksi, ataupun jawaban dari suatu masalah terhadap khalayak. Menurut (Effendy,
1984:19) dalam bukunya yang berjudul ilmu komunikasi teori dan praktik, respon adalah
tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterpa pesan. Seringkali manusia
diberikan rangsangan yang sama namun responnya berbeda beda. Hal ini dikarenkan tak ada
satupun manusia di duni yang persis sama dengan manusia lain, baik itu dari segi kemampuan
alat indera, ataupun dari pengalaman sosial yang didapat dari lingkungan.
Menurut (Kartono, 2014:431) respon adalah suatu jawaban, khususnya satu jawaban bagi
pertanyaanatau satu kuesioner atau seberang tingkah laku, baik yang jelas kelihatan atau lahirilah
maupun yang tersembunyi atau tersamar. Dilihat dari psychology sendiri, istilah respon
merupakan sesuatu yang sangat umum sekali, dan merupakan istilah yang paling banyak
digunakan dalam psikologi, biasanya bersamaan dengan pemberi sifat. Respon sangatlah erat
kaitanyya dengan rangsangan, sehingga apabila rangsangan timbul dimuka mungkin sekali
diikuti oleh respon.Menerima Perilaku yang muncul setelah stimulus ditransmisikan ke
komunikan adalah sebuah bentuk respon, rspon adalah hasil yang berupa perilaku yang timbul
karena rangsangan.
Ada beberapa pengertian respon menurut para ahli, yaitu:yang pertama menurut Scheer
dalam bukunya (Wirawan, 2008:87) respon (balas) adalah proses pengorganisasian rangsang.
Rangsang proksimal diorganisasikan sedemikian rupasehingga terjadi representasi fenomenal
dari rangsang proksimal itu, proses inilah yang disebut respon. kedua menurut Jalaluddin Rahmat
di dalam (Mutiara ,2011:17) respon diartikan sebagai suatu kegiatan dari organism itu bukanlah
semata mata suatu gerakan yang positif, setiap jenis kegiatan yang ditimbulkan oleh suatu
perangsang dapat juga disebut respon. Tidak jauh berbeda dalam kamus filsafat dan psikologi
dijelaskan bahwa respon adalah aksi atau jawaban terhadap suatu reaksi atau rangsangan
(sudarsono, 1993:225).
Menurut Saifuddin Azwar (2015:14) dalam bukunya yang berjudul Sikap manusia Teori
dan Pengukurannya respon adalah suatu reaksi atau jawaban yang bergantung pada stimulus atau
merupakan hasil stimulus tersebut. Respon hanya timbul apabila individu dihadapkan
pada stimulus yang menghendaki adanya reaksi individu. Respon seseorang dapat dalam bentuk
baik dan buruk, positif atau negatif menyenangkan atau tidak menyenangkan. Untuk memberikan
respon terhadap suatu objek mulanya kita harus melakukan pengamatan terhadap objek tersebut.
Oleh karena itu objek yang kita amati disebut pula stimulus tau perangsang dan respon yang kita
berikan merupakan reaksi atau stimulus tersebut.
Dari beberpa definisi yang dikemukakan oleh apara ahli dapat disimpulkan bahwa respon
adalah perilaku atau sikap yang muncul setelah adanya stimulus berupa penerimaan melalui
pancaindera yang nantinya akan membentuk tingkah laku baru berupa persetujuan atau
penolakan. Respon dalam komunikasi sering disebut dengan istilah umpan balik (feedback).
Respon memainkan peran yang penting dalam komunikasi. Sebab respon akan menentukan
berlanjutnya komunikasi atau berhentinya komunikasi yang dilancarkan oleh komunikator.
Tujuan utama dalam suatu komunikasi adalah terjadinya respon atau tanggapan terhadap
stimulus atau rangsangan.Tanpa adanya suatu respon atau tanggapan baik secara langsung
maupun tidak langsung, maka dapat dikatakan komunikasi tersebut tidak berhasil sesuai
tujuannya.
2. Macam-macam respon
Berdasarkan teori yang di temukan oleh Stellen M Chafe respon terbagi menjadi tiga bagian
yaitu:
a. Respon kognitif (pendapat)
yaitu respon yang berhubungan langsung dengan pikiran atau penalaran, sehingga khalayak
yang semula tidak tahu, yang tadinya tidak mengerti, yang tadinya bingung menjadi merasa
jelas. Sehingga muncul adanya perubahan terhadap apa yang dipahami atau dipersepsi oleh
khalayak terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator.
b. Respon Afektif (perasaan)
yaitu respon yang berkaitan dengan perasaan atau yang terjadi secara tiba-tiba pada saat
ada perubahan apa yang di rasakan oleh khalayak, seperti perasaan senang, benci, dan apa
yang dirasakan oleh khalayak tersebut.
c. Respon Konatif (perilaku)
yaitu respon yang berhubungan dengan niat, tekad, upaya, usaha, yang cenderung menjadi
sesuatu kegiatan atau tindakan atau kebiasaan perilaku (Effendy, 2000:318-319).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa respon yang ditimbulkan oleh khalayak meliputi
pendapat, perasaan, dan perilaku. Antara proses respon, tanggapan, ataupun jawaban yang
muncul ketika disebabkan suatu kejadian atau peristiwa yang dialami secara tiba-tiba terhadap
apa yang disaksikan (dilihat), apa yang didengar, dan apa yang dirasakan terhadap khalayak tentu
akan timbul respon atau tanggapan.
B. RENTANG RESPON SOSIAL (ISOLASI SOSIAL)
Dalam membina hubungan sosial, individu berada dalam rentang respon yang adaptif
sampai maladaptif. Respon adaptif adalah respon individu dalam menyelesaikan masalah yang
dapat diterima oleh normanorma masyarakat. Sedangkan respon maladaptif adalah respon
individu dalam menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang bertentangan dengan norma-
norma agama dan masyarakat. Menurut Riyadi S dan Puerwanto T. (2013) respon adaptif dan
maladaptif tersebut adalah:

Sumber : Stuart dan Sundeen (2012)

Keterangan:

a. Menyendiri
Merupakan respon yang dilakukan individu untuk merenungkan apa yang telah terjadi atau
dilakukan dan suatu cara mengevaluasi diri dalam menentukan rencana-rencana.
b. Otonom
Merupakan kemampuan individu dalam menentukan dan menyampaikan ide, pikiran, perasaan
dalam hubungan sosial, individu mampu menetapkan untuk interdependen dan pengaturan diri.
c. Bekerjasama (Mutualisme)
Merupakan kemampuan individu untuk saling pengertian, saling memberi, dan menerima dalam
hubungan interpersonal.
d. Saling Ketergantungan (Interdependen)
Merupakan suatu hubungan saling ketergantungan saling tergantung antar individu dengan orang
lain dalam membina hubungan interpersonal.
e. Merasa Sendiri (Loneliness)
Merupakan kondisi dimana individu merasa sendiri dan merasa asing dari lingkungannya.
f. Menarik Diri
Merupakan keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali
tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya dan tidak mampu membina hubungan
secara terbuka dengan orang lain.
g. Ketergantungan (Dependen)
Merupakan terjadi bila seseorang gagal mengembangkan rasa percaya diri atau kemampuannya
untuk berfungsi secara sukses.
h. Manifulasi
Merupakan gangguan hubungan sosial dimana individu memperlakukan orang lain sebagai
obyek, hubungan terpusat pada masalah mengendalikan orang lain dan individu cenderung
berorientasi pada diri sendiri.
i. Impulsif
Merupakan respon sosial yang ditandai dengan individu sebagai subyek yang tidak dapat diduga,
tidak dapat dipercaya, tidak mampu merencanakan sesuatu, tidak mampu belajar dari
pengalaman, tidak dapat diandalkan dan penilaian yang buruk.
j. Narsisme
Merupakan individu memiliki harga diri yang rapuh, terus menerus berusaha mendapatkan
penghargaan dan pujian, pecemburuan, mudah marah jika tidak mendapatkan pujian dari orang
lain.
C. RENTANG RESPON KECEMASAN (ANXIETAS)
Rentang respon kecemasan berfluktuasi antara respon adaptif dan maladaptif (Purwanto
dan Setiyo, 2010) pada seperti gambar 1.1.

Gambar 1.1 Rentang Respon Kecemasan

 Tingkat Kecemasan
Menurut Stuart (2007), tingkat kecemasan sebagai berikut :
1. Kecemasan ringan
Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan seharihari. Kekecewaan ini
menyebabkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang persepsinya. Kecemasan
ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreatifitas.
2. Kecemasan sedang
Memungkinkan individu untuk berfokus pada hal yang penting dan mengesampingkan yang
lain. Kecemasan ini mempersempit lapang persepsi individu dengan demikian individu tidak
mengalami perhatian yang selektif namun dapat berfokus pada lebih banyak area jika
diarahkan untuk melakukannya.
3. Kecemasan berat
Sangat mempengaruhi lapang persepsi individu. Individu cenderung berfokus pada suatu
yang rinci dan spesifik serta tidak berfikir pada hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk
mengurangi ketegangan. Individu tersebut memerlukan banyak arahan untuk berfokus pada
area lain.
4. Tingkat panic
Ketakutan yang berhubungan dengan terperangah, takut, dan teror. Hal yang rinci terhadap
proposinya karena mengalami hilang kendali, individu yang mengalami panik tidak mampu
melakukan sesuatu walaupun dengan arahan. Panik merupakan disorganisasi dan
menimbulkan peningkatan aktifitas motorik, menurunnya kemampuan untuk berhubungan
dengan orang lain, persepsi yang menyimpan dan kehilangan pemikiran yang rasional,
tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan, jika berlangsung terus dalam waktu
yang lama, dapat terjadi kelelahan dan kematian.
D. RENTANG RESPON KEHILANGAN DAN BERDUKA
Peningkatan marah tawar-menawar depresi menerima
a. Fase peningkatan
Reaksi pertama individu yang mengalami kehilangan adalah syok, tidak percaya atau
mengingkari kenyataan bahwa kehidupan itu memang benar terjadi, dengan mengatakan
“tidak”, saya tidak percaya itu terjadi atau itu tidak mungkin terjadi (Prabowo, 114:2014)
b. Fase marah
Fase ini dimulai dengan timbulnya suatu kesadaran akan kenyataan terjadinya kehilangan
individu menunjukan rasa marah yang meningkat yang sering diproyeksikan kepada orang
lain atau pada dirinya sendiri.( Prabowo, 115:2014).
c. Tawar-menawar
Individu telah mampu mengungkapkan rasa marahnya secara intensif, maka ia akan maju ke
fase tawar menawar dengan memohon kemurahan kepada tuhan.( Prabowo, 115:2014)
d. Fase depresi
Pada fase ini individu sering menunjukan sikap menarik diri, kadang sebagai pasien sangat
penurut, tidak mau bicara, manyatakan keputusan, perasaan tidak berharga, dan sebagainya.
( Prabowo, 115:2014).
e. Fase penerimaan
Fase ini berkaitan dengan reorganisasi perasaan kehilangan. Pikiran yang yang selalu
berpusat kepada obyek atau orang yang hilang akan mulai berkurang sampai hilang. (
Prabowo, 115:2014)
E. RENTANG RESPON KONSEP DIRI (HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL)
Table II.1 rentang respon konsep diri

keterangan:
a. Respon adaptif
Aktualisasi diri dan konsep diri yang positif serta bersifat membangun (konstruktif)
dalam usaha mengatasi stressor yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri
sendiri.
b. Respon maladaptive
Aktuaisasi diri da konsep diri yang negative serta bersifat merusak (destruktif) dalam
usaha mengatasi stressor yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri sendiri.
c. Aktualisasi diri
Respon adaptif yang trtinggi karena individu dapat mengekspresikan kemampuan yang
dimilikinya.
d. Konsep diri positif
Individu dapat mengidentifikasi kemampuan dan kelemamhannya secara jujur dan dalam
menilai suatu masalah individu berpikir secara positif dan realistis.
e. Harga diri rendah
Transmisi antara respon konsep diri adaptif dan maladaptive.
f. Kekacauan identitas
Suatu kegagalan individu untuk mengintegrasikan berbagai identifikasi masa kanak-
kanak kedalam keepribadian psikososial dewasa yang harmonis.
g. Depersonalisasi
Suatu perasaan yang tidak realistis dan keasingan dirinya dari lingkungan. Hal ini
berhubungan dengan tingkat ansietas panic dan kegagalan dalam uji realitas. Individu
mengalami kesulitan dalam membedakan diri sendiri dan orang lain, dan tubuhnya sendiri
terasa tidak nyata dan asing baginya.

DAFTAR PUSTAKA
Azwar, Saifuddin. 2015. Sikap Manusia Teori Dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Departemen Pendidikan Indonesia (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Prabowo, E. (2014). Asuhan Keperawatan Jiwa . Yogyakarta : Nuha Medika .
Riyadi S dan Purwanto T. 2013. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: GRAHA ILMU
Stuart, G.W., and Sundenen, S.J. (2007).Buku saku keperawatan jiwa.6 thediton. St. Louis: Mosby
Yeart Book.