Anda di halaman 1dari 11

A.

PENGERTIAN VALUTA ASING DAN SAHAM


1. Valuta Asing

Bursa valuta asing (valas), atau yang dikenal dengan forex (foreign-
exchange) adalah bursa keuangan yang terbesar di dunia dengan volume transaksi
harian mencapai lebih dari 2 triliun US dollar sementara volume transaksi harian
bursa saham New York yang hanya 25 miliar US dollar. Total transaksi forex
mencapai lebih dari 3 kali lipat dari seluruh transaksi perdagangan lain yang ada.
Bursa valuta asing adalah transaksi jual-beli satu jenis mata-uang dengan mata-
uang lainnya. Awalnya forex ini semata-mata mekanisme untuk pembayaran
transaksi perdagangan antar negara, tapi sekarang sudah menjadi komoditas yang
diperdagangkan untuk keperluan spekulatif. Prinsip dasarnya, sama seperti semua
jenis perdagangan yaitu beli saat harga rendah dan jual saat harganya naik.
Yang dimaksud dengan valuta asing, ialah mata uang luar negeri, seperti
dolar Amerika, poundsterling Inggris, ringgit Malaysia, dan sebagainya. Apabila
antar Negara terjadi perdagangan internasional, maka tiap Negara membutuhkan
valuta asing untuk alat bayar luar negeri, yang dalam dunia perdagangan disebut
devisa. Misalnya, eksportir Indonesia akan memperoleh devisa dari hasil
ekspornya, sebaliknya importer Indonesia memerlukan devisa untuk mengimpor
dari luar negeri.
Dengan demikian, akan timbul penawaran dan permintaan devisa di bursa
valuta asing. Setiap Negara berwewenang penuh menetapkan kurs uangnya
masing-masing (kurs ialah perbandingan nilai uangnya terhadap uang asing ).
Misalnya 1 dolar Amerika = Rp. 1.640,00. Namun, kurs uang atau perbandingan
nilai tukar setiap saat bisa berubah-ubah, tergantung pada kekuatan ekonomi
Negara masing-masing. Pencatatan kurs uang dan transaksi jual beli valuta asing
diselenggarakan di Bursa Valuta Asing.
Dalam beberapa kamus bahasa arab transaksi valuta asing di istilahkan
dengan kata al- sharf yang berarti jual beli valuta asing atau dalam istilah bahasa
inggris adalah money changer. Menurut Taqiyuddin an-Nabhani mendefinisikan
al-sharf dengan pemerolehan harta dengan harta lain, dalam bentuk emas dan
perak, yang sejenis dengan saling menyamakan antara emas yang satu dengan
emas yang lain, atau antara perak satu dengan perak yang lain (atau berbeda
sejenisnya) semisal emas dengan perak, dengan menyamakan atau melebihkan
antara jenis yang satu dengan jenis yang lain. (Thaher : 2007)
Berdasarkan pengertian al-sharf diatas, maka dapat ditarik kesimpulan
bahwa as-sharf merupakan suatu perjanjian jual beli suatu valuta dengan valuta
lainnya, transaksi jual beli mata uang asing yang sejenis (misalnya rupiah dengan
rupiah) maupun yang tidak sejenis (misalnya rupiah dengan dolar atau
sebaliknya). Dalam literatur klasik, ditemukan dalam bentuk jual beli dinar
dengan dinar, dirham dengan dirham atau dinar dengan dirham. Tukar menukar
seperti ini dalam hukum islam termasuk salah satu cara jual beli, dan dalam
hukum perdata Barat disebut dengan barter.
Adapun aktivitas–aktivitas yang dapat dikategorikan dalam transaksi jual beli
mata uang menurut Taqiyuddin an-Nabhani meliputi :
1) Pembelian mata uang dengan mata uang yang serupa seperti pertukaran uang
kertas dinar baru dengan kertas dinar lama
2) Pertukaran mata uang asing seperti pertukaran dolar dengan Pound Mesir
3) Pembelian barang dengan uang tertentu serta pembelian mata uang tersebut
dengan mata uang asing seperti membeli pesawat dengan dolar, serta
pertukaran dolar dengan dinar Irak dalam suatu kesepakatan
4) Penjualan barang dengan mata uang, misalnya dengan dolar Australia
5) Penjualan promis (surat perjanjian untuk membayar sejumlah uang) dengan
mata uang tertentu
6) Penjualan saham dalam perseroan tertentu dengan mata uang tertentu

Dewasa ini transaksi jual beli valuta asing umumnya dapat dilakukan di bursa atau
pasar valas yang bersifat internasional. Pasar valas menyediakan sarana fisik dan
institusional untuk melakukan perdagangan valuta asing, menentukan nilai tukar
dan menerapkan manajemen valuta asing. Pasar valas ini dapat menjalankan
beberapa fungsi antara lain: Pertama, sebagai mekanisme dimana orang dapat
mentransfer daya beli antar negara; Kedua, sebagai tempat untuk mendapatkan
atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasional; dan Ketiga,
sebagai wahana untuk meminimalkan kemungkinan resiko kerugian akibat
terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang. (Yuliati : 2002)
2. Saham

Surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal sering disebut


efek atau sekuritas, salah satunya yaitu saham. Saham dapat didefinisikan tanda
penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau
perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan
bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat
berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan
yang ditanamkan di perusahaan tersebut.
Saham merupakan surat tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau
badan terhadap perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Dalam pengertian
yang lain disebutkan bahwa saham ataustocks adalah surat bukti atau tanda
kepemilikan bagian modal pada suatu perseroan terbatas. Dalam transaksi jual beli
di Bursa Efek, saham atau sering juga disebutsharesmerupakan instrumen yang
paling dominan diperdagangkan. Saham tersebut dapat diterbitkan dengan cara
atas nama atau atas unjuk. Saham dapat dibedakan kepada 2 (dua) jenis, yaitu:
saham biasa(common stocks) dan saham preferen (preferred stocks). Perbedaan
kedua jenis saham tersebut dapat dilihat dari hak dan kewenangan pemegangnya.
Perbedaan ini pulalah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi investor
untuk menentukan pilihan saham yang ingin diambil. Selanjutnya Dahlan
menambahkan bahwa hak dan kewenangan pada saham biasa(common stocks)
adalah: (1) Deviden dibayarkan sepanjang perusahaan memperoleh laba; (2)
Memiliki hak suara(one share one vote); (3.) Hak memperoleh pembagian
kekayaan perusahaan apabila bangkrut dilakukan setelah semua kewajiban
perusahaan dilunasi. Sedangkan hak dan kewenangan pada saham preferen
(Preferred stocks) adalah:
1) Memiliki hak paling dahulu memperoleh deviden
2) Tidak memiliki hak suara
3) Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan terutama dalam pencalonan
pengurus
4) Memiliki hak pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham lebih
dahulu setelah kreditor apabila perusahaan dilikuidasi
5) Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba
perusahaan di samping penghasilan yang diterima secara tetap
Kemungkinan dapat memperoleh tambahan dari pembagian laba
perusahaan di samping penghasilan yang diterima secara tetap.
Selain pembedaan di atas, saham juga dapat dibedakan berdasarkan cara
peralihannya. Saham yang peralihannya tidak menyebut nama pemiliknya
disebut sebagai saham Atas Unjuk (Nominal Shares), sedangkan saham yang
tidak menyebut nama pemiliknya disebut Saham Atas Unjuk (Bearer Shares).
Ada atau tidak adanya penyebutan nama pada masing-masing saham ini
tentunya memberikan implikasi terhadap kepemilikannya apabila berpindah
tangan disebabkan hilang atau lainnya.

B. Hukum Jual Beli Valuta Asing Dan Saham


Jual beli valuta asing dan saham diperbolehkan oleh islam, baik
transaksinya dilakukan di bursa valuta asing dan bursa efek maupun di tempat
lain, karena transaksinya telah memenuhi syarat rukun jual beli menurut hukum
islam, antar lain yang terpenting sebagai berikut :
1. Adanya ijab dan kabul yang ditandai dengan cash and carry, yakni penjual
menyerahkan barangnya dan pembeli membayar tunai. Ijab Kabul jual beli bisa
dilakukan dengan lisan, tulisan, atau dengan utusan.
2. Kedua belah pihak mempunyai wewenang penuh melakukan tindakan-tindakan
hukum (dewasa dan sehat pikirannya).
3. Valuta asing dan saham memenuhi syarat untuk menjadi obyek transaksi jual
beli ialah :
1) Suci barangnya (bukan benda najis), menurut kebanyakan ulama, jual beli
benda najis tidak boleh berdasarkan hadits Nabi yang disampaikan oleh
jabir; teks hadits Ibid, hlm 129-130. menurut ulama Hanafi dan mazham
Dzahiri, boleh jual beli barang yang ada manfaatnya, termasuk benda najis,
seperti kotoran hewan untuk rabuk tanaman dan minyak yang kena najis
untuk penerangan. Pendapat Hanafi dan Dzahiri ini didasarkan kepada
hadits Nabi, bahwa nabi menemukan kambing kepunyaan maimunah mati
tergeletak, lalu nabi bersabda, “Mengapa tidak kamu ambil kulitnya,
kemudian kamu samak dan memanfaatkannya?” Mereka menjawab,
bahwasannya kambing telah menjadi bangkai. Maka nabi bersabda,
“Bahwasannya yang dilarang itu memakannya.” Maka dapat disimpulkan,
bahwa memanfaatkan benda najis selain untuk makanan itu boleh menurut
islam.
2) Dapat dimanfaatkan
3) Dijual oleh pemiliknya sendiri atau kuasanya atas izin pemiliknya. Jual beli
barang yang bukan miliknya, misalnya milik suami atau isterinya atau
teman karibnya, maka menurut mazhab Maliki, Syafi’I dan Hambali,
adalah boleh dan sah dengan syarat: menunggu izin suami atau isteri atau
teman karibnya yang tidak menghadiri akad jual belinya. Apabila
pemiliknya ternyata menyetujuinya, sahlah jual belinya. Sebaliknya apabila
pemiliknya tidak bisa menyetujuinya, maka tidak sahlah jual belinya. Akad
seprti ini disebut akad fudhuli
4) Dapat diserahterimakan barangnya secara nyata. Contoh: tidak boleh jual
beli ikan yag masih di dalam air, burung yang belum tertangkap atau
terkurung, kecuali burung yang biasanya pulang kembali ke sangkarnya,
misalnya pada malam hari, anak hewan yang masih di dalam perut
induknya, dsb. Hal ini berdasarkan hadis nabi: Jangan kamu membeli ikan
dalam air, karena sesungguhnya jual beli yang demikian itu mengandung
unsure penipuan. (Hadis riwayat Ahman bin Hamban dan Al-Baihaqi dari
Ibnu Mas’ud).
5) Dapat diketahui barangnya dan harganya dengan jelas. Jual beli barang
yang tidak ada di tempat transaksi diperbolehkan dengan syarat harus
diterangkan sifat-sifatnya atau cirri-cirinya. Kemudian jika barang sesuai
dengan keterangan penjual, maka sahlah jual belinya tetapi jika tidak
sesuai, maka pembeli mempunyai hak khiyar, artinya boleh meneruskan
atau membatalkan jual belinya. Hal ini sesuai dengan Hadis nabi riwayat
Al-Daruquthni dari Abu Hurairah: Barang siapa yang membeli sesuatu
yang ia tidak melihatnya, maka ia berhak khiyar jika ia telah melihatnya.
6) Barangnya sudah berada ditangan pemiliknya, jika barangnya diperoleh
dengan imbalan.

C. Tipe Transaksi Jual Beli Valuta Asing Dan Saham


1. Tipe Transaksi Valuta Asing
Ada beberapa jenis tipe – tipe transaksi valuta asing yang terjadi di pasar valas,
yaitu spot, forward, dan swap (Hanafi :2004)
a. Transaction Spot (transaksi spot)
Transaksi spot merupakan transaksi valuta asing dengan penyerahan dan
pembayaran saat itu juga, meskipun dalam praktek transaksi spot akan
diselesaikan pada dua hari kerja berikutnya. Misalnya kontrak jual beli
suatu mata uang spot dilakukan atau ditutup pada tanggal 10 agustus 2007,
penyerahan dan penyelesaian kontrak tersebut dilakukan pada tanggal 12
agustus 2007, apabila tanggal 12 agustus 2007 tersebut kebetulan hari libur
atau hari sabtu maka penyelesaiannya adalah pada hari kerja berikutnya
dan penyelesaian transaksi seperti ini disebut value date. Penyerahan dana
dalam transaksi spot pada dasarnya dapat dilakukan dalam beberapa cara
berikut ini (Kuncoro : 2001) :
a) Cash, yaitu penyerahan dana dilakukan pada tanggal (hari) yang sama
dengan tanggal (hari) diadakannya transaksi (kontrak)
b) Tom (kependekan dari tomorrow), yaitu penyerahan dana dilakukan
pada hari kerja berikutnya atau hari kerja setelah diadakannya kontrak.
c) Spot, yaitu penyerahan dilakukan dua hari kerja setelah tanggal
transaksi.
b. Forward Transaction (Transaksi berjangka)
Transaksi forward merupakan transaksi valuta asing dengan penyerahan
pada beberapa waktu mendatang sejumlah mata uang tertentu berdasarkan
sejumlah mata uang tertentu yang lain. Kurs dalam transaksi forward
ditentukan di muka sedangkan penyerahan dan pembayaran dilakukan
beberapa waktu mendatang pada saat kontrak jatuh tempo.
Transaksi forward ini biasanya sering digunakan untuk tujuan hedging dan
spekulasi. Hedging atau pemagaran resiko yaitu transaksi yang dilakukan
semata-mata untuk menghindari resiko kerugian akibat terjadinya
perubahan kurs.
c. Swap Transaction (Transaksi Swap)
Yaitu transaksi pembelian dan penjualan bersamaan sejumlah tertentu mata
uang dengan 2 tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda. Pembelian dan
penjualan mata uang tersebut dilakukan pada bank lain yang sama. Jenis
transaksi swap yang umum adalah spot terhadap forward. Dealer membeli
suatu mata uang dengan transaksi spot dan secara simultan menjual
kembali jumlah yang sama kepada bank lain yang sama dengan kontrak
forward. Karena itu dilakukan sebagai suatu transaksi tunggal dengan bank
lain yang sama, dealer tidak akan menghadapi resiko valas yang tidak
diperkirakan.
Seperti dijelaskan diatas bahwa pada prinsipnya transaksi swap merupakan
transaksi tukar pakai suatu mata uang untuk jangka waktu tertetu.
Transaksi swap berbeda dengan
transaksi spot atau forward. Dalam mekanisme swap, terjadi dua transaksi
sekaligus dalam waktu yang bersamaan yaitu menjual dan membeli.
Penggunaan transaksi swap sebenarnya dimaksudkan untuk menjaga
kemungkinan timbulnya kerugian yang disebabkan oleh perubahan kurs
suatu mata uang. Swap dapat dilakukan antara nasabah dengan banknya
dan antara bank dengan bank Indonesia (disebut reswap). Pemberian
fasilitas reswap tersebut dilakukan atas dasar swap point yang ditetapkan
oleh bank Indonesia.Transaksi swap antara bank dengan BI antara lain:
a) Swap likuiditas, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif BI untuk dana
yang berasal dari pinjaman luar negeri. Posisi likuiditas ini untuk setiap
bank maksimum 20 % dari modal bank tersebut.
b) Swap investasi, yaitu swap yang dilakukan atas inisiatif bank
berdasarkan swap dengan nasabah yang adanya berasal dari pinjaman
luar negeri untuk keperluan investasi di Indonesia.
c) Perbedaan dari ketga jenis transaksi di atas adalah bahwa swap terjadi
dua transaksi pada saat yang sama (double transaction), yaitu jual beli
atau beli dan jual. Sedangkan pada spot dan forward hanya terjadi satu
kali transaksi saja (one single transaction), yaitu jual beli saja.
d. Option Transaction (Transaksi Opsi)
Transaksi Opsi merupakan kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka
membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah
unit valuta asing pada harga dan jangka waktu tertentu.
Di tinjau dari jenis hak yang diberikan, maka terdapat dua jenis opsi, yaitu
opsi call dan opsi put. Opsi call memberi hak kepada pemegang opsi untuk
membeli mata uang dengan nilai tukar tertentu yang telah disepakati
(strike price/exercise price). Sementara opsi put memberi hak kepada
pembelinya untuk menjual mata uang pada strike price. Pada umumnya
pembeli opsi call akan menggunakan haknya jika strike price lebih rendah
dari spot rate. Sebaliknya, pemegang opsi put akan menjalankan haknya
jika strike price lebih tinggi dari spot rate. Pada kedua kondisi tersebut
pemegang opsi call dan opsi put berada pada kondisi in the money.
Transaksi yang terjadi di pasar valuta asing dapat di bedakan menjadi dua
golongan yaitu antar bank (wholesale market) dan klien (retail market).
Transaksi yang terjadi dalam pasar antar bank (wholesale market) biasanya
berjumlah sangat
dolar. Sedangkan kontrak antar bank dengan nasabah (retail market)
biasanya dibuat dalam jumlah tertentu dan bisa dalam jumlah yang relatif
kecil.
Adapun partisipan/peserta yang aktif melakukan transaksi pada dua tingkat
pasar di atas terdiri dari lima kategori partisipan, yaitu (Yuliati : 2002):
a) Dealer valuta asing bank dan non bank
Dealer bank-bank dan non bank beroperasi dikedua pasar antar bank dan
nasabah. Mereka ini memperoleh keuntungan dengan membeli valuta
asing pada harga permintaan (bid) dan menjualnya kembali pada harga
yang sedikit lebih tinggi daripada harga penawaran (offer).
b) Perusahaan dan individu
Perusahaan dan individu menggunakan pasar valuta asing untuk
mempermudah pelaksanaan transfer investasi atau komersil. Kelompok ini
terdiri dari para importir, investor internasional, perusahaan-perusahaan
multinasional. Mereka menggunakan pasar valuta asing untuk tujuan
investasi.
c) Spekulator dan arbitrase
Mereka ini melakukan transaksi dalam pasar valuta asing untuk
memperoleh keuntungan. Arbitrase pada prinsipnya merupakan suatu
bentuk spekulasi yang terdapat dalam valuta asing, dimana mereka
membeli suatu valuta asing di suatu pusat keuangan kemudian menjualnya
kembali di pusat keuangan lain untuk memperoleh keuntungan. Kegiatan
arbitrase ini dimungkinkan oleh mudah dan cepatnya dilakukan transfer
dengan menggunakan alat telegrafik antara pusat keuangan satu dengan
pusat keuangan dunia lainnya. Motif mereka ini berbeda dengan dealer,
karena spekulator dan arbitrase beroperasi hanya untuk kepentingan
mereka sendiri tanpa suatu kebutuhan atau kewajiban untuk melayani klien
atau untuk memastikan kontinuitas pasar. Sedangkan dealer mencari
keuntungan dari spread antara permintaan dan penawaran dan hanya
secara insidentil mencari keuntungan dari perubahan-perubahan harga.
Sementara spekulator mencari seluruh keuntungan dari perubahan-
perubahan harga secara simultan. Spekulasi dan arbitrase dalam jumlah
besar biasanya dilakukan oleh trader. Bank-bank dalam hal ini dapat
bertindak sebagai dealer, spekulator dan arbitrase.
d) Bank Sentral
Bank-bank sentral menggunakan pasar ini untuk memperoleh cadangan
devisa dan juga mempengaruhi harga dimana mata uangnya
diperdagangkan. Bank sentral mungkin melakukan langkah-langkah yang
semata-mata dimaksudkan untuk mendukung atau mendongkrak nilai mata
uang sendiri. Kebijakan atau strategi seperti ini banyak dilakukan oleh
bank-bank sentral.
e) Pialang valuta asing
Pialang valuta asing berfungsi sebagai perantara yang mempertemukan
penawaran dan permintaan terhadap mata uang tertentu. Pialang valuta
asing bertindak atas nama klien dan atas jasanya tersebut mereka
memperoleh komisi sebagai kontra prestasi. Agar dapat menjalankan
fungsinya dengan baik, perusahaan pialang memiliki akses langsung
dengan dealer dan bank di seluruh dunia.
2. Tipe transaksi saham
Mekanisme transaksi saham dibagi menjadi dua macam-yaitu:
a. Transaksi di Pasar Perdana
Bagi investor yang ingin membeli saham di pasar perdana haruslah
menggunakan pertimbangan-pertimbangan yang mengeluarkan efek
tersebut melalui prospectus yana memberikan informasi dari catalan
keuangan historis sampai sampai proyeksi laba dan dividen yang akan
dibayarkan untuk tahun berjalan. Bagi para investor muslim., tentu lebih
didorong untuk memilih emiten vana telah terdaftar dalam listing IH
sebagai instrument keuangan syariah. Adapun prosedur pembelian efek di
pssar perdana secara umum.
a) Pembeli menghubungi agen penjual yang ditunjuk oleh undarwrtier
untuk mengisi formulir pemesanan kemudian dikembalikan kepadaagei
peijual diserta dengan tanda tangan dan kopian kartu identitas investor
serta jumlah dana yang sesuai dengan nilai efek yang dipesan.
b) Jika pemesanan efek melibihi efek yang ditawarkan, maka prosedur
selanjutnya adalah masa penjahatan dilakukan paling lambat 12 hari
kerja terhitung sejak berakhirnya masa penawaran yang dilakukan oleh
emisi dan masa pengembalian dana merupakan pengembalian dana
akibat kelebihan dana yang dikarenakan tidak terpenuhinya pesanan
oleh penjamin emisi paling lambat 4 hari kerja setelah akhir masa
penjatahan.
c) Penyerahan efek dilakukan setelah ada kesesuaian antara banyak nya
efek yang dipesan dengan banyaknya efek yang dapat dipenuhi emiten.
Penyerahan efek dilakukan oleh penjamin emisi atau agen penjual
paling lambat 12 hari keija terhitung mulai tanggal berakhirnya masa
penjatahan Investor mendatangi penjamin emisi atau agen penjual
dengan membawa bukti pembelian.
b. Transaksi di Pasar Sekunder
Mekanisme perdagangan efek di bursa efek hanya dapat dilakukan oleh
anggota bursa efek. Keanggotaan bursa efek dapat diberikan kepada
perseoranga atau badan hukum.Syarat keanggotaan bursa efek
umumnya menyangkut permodalan dan kemampuan sebagai anggota
bursa efek. Perdagangan efek di bursa efek dilakukan melalui Perantara
Pedagang Efek dan Pedagang Efek yang merupakan anggota bursa efek.
a) Transaksi melalui perantara pedagang efek (Broker)
Perantara pedagang efek (broker) berfungsi sebagai agen yang
melakukan transaksi untuk dan atas nama klien. Dari kegiatan ini
perantara pedasana efek mendapai komisi maksimum 1% dari nilai
transaksi.
b) Transaksi melalui pedagang efek (dealer)
Pedagang efek berfungsi sebagai prinsipil yang melakukan transaksi
untuk kepentingan perusahaan anggota. Perusahaan efek berfungsi
sebaaai investor sehingga pedagang arak menerima konsekuensi,
baik untung maupun tuai.