Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Kegiatan
Nama Kegiatan : Penyuluhan Pasung
Topik : Fenomena pasung pada pasien gangguan jiwa
Hari/tanggal : Rabu, 22 Mei 2019
Waktu : 10.00 WIT s/d Selesai
Penyaji : Mahasiswa Profesi Ners STIKRS Jayapura
Tempat : Polik klinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang pemasungan diharapkan sasaran
dapat memahami tentang masalah pemasungan yang ada di masyarakat.
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai mengikuti penyuluhan sasaran diharapkan mampu :
a. Memahami dan menjelaskan kembali pengertian dari pemasungan
b. Memahami dan menyebutkan kembali penyebab dari pemasungan
c. Memahami dan menjelaskan kembali tindakan pemasungan yang biasa dilakukan
d. Memahami dan menjelaskan kembali terapi yang dilakukan guna mengurangi
pemasungan
C. SASARAN
Semua pengunjung yang berobat ke polik klinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Abepura
D. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian pemasungan
b. Penyebab pemasungan
c. Tindakan pemasungan yang biasa dilakukan
d. Terapi yang dilakukan guna mengurangi pemasungan
e. Penatalaksanaan pada orang yang di pasung.
E. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab dan diskusi
E. Media
a. Poster
b. Leaflet

F. Materi
Terlampir

G. Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Kegiatan Materi penyuluhan Kegiatan Mahasiswa
Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam 1. Menjawab salam
2. Membuka daftar hadir 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan yang
akan dicapai dalam
pembelajaran
4. Penekanan pentingnya
materi yang akan di
sampaikan
5. Memberikan apresiasi
Penyampaian materi 1. menjelaskan materi 1. Mendengarkan dan
( 30 menit ) tentang pengertian memperhatikan dengan
pemasungan, penyebab seksama
pemasungan, tindakan 2. Mahasiswa menanyakan
pemasungan yang biasa hal-haal yang belum jelas
dilakukan, menjelaskan disela-sela penyajian
terapi yang dapat materi
dilakukan untuk
mengatasi pemasungan
2. Memberi kesempatan
kepada audiens untuk
bertanya
Rangkuman dan evaluasi 1. Menyimpulkan materi 1. Mendengarkan,
( 10 menit ) yang telah disampaikan memperhatikan dan
memahami
2. Menjawab pertanyaan
yang diajukan
Penutup ( 5 menit ) 1. Kesimpulan dan saran Evaluasi hasil penyuluhan
H. Pengorganisasian Kegiatan Penyuluhan :
a. Penyuluh : Maria Kairoa
b. Moderator : Ani Mairuhu
c. Notulen : Magdalena
d. Fasilitator :
a) Despinaria Purba
b) Elisabeth Hematang
c) Susi Runtuboi
d) Putri Ekawati
e) Maria Parera
I. Materi
I. Pengertian pemasungan
Pemasungan penderita gangguan jiwa adalah tindakan masyarakat terhadap
penderita gangguan jiwa (biasanya yang berat) dengan cara dikurung, dirantai kakinya,
dimasukan kedalam balok kayu dan lain-lain. Sehingga kebebasannya menjadi hilang.
Pasung merupakan salah satu perlakuan yang merampas kebebasan dan
kesempatan mereka untuk mendapat perawatan yang memadai dan sekaligus juga
mengabaikan martabat mereka sebagai manusia.
Di Indonesia kata pasung mengacu pada pengekangan fisik atau pengurungan
terhadap pelaku kejahatan, orang-orang dengan gangguan jiwa dan yang melakukan
tindak kekerasan yang dianggap berbahaya (Broch, 2001, dalam Minas & Diatri, 2008).
Pengekangan fisik terhadap individu dengan gangguan jiwa mempunyai riwayat
panjang dan memilukan.
II. Etiologi
a. Ketidaktahuan pihak keluarga, rasa malu pihak keluarga, penyakit yang tidak
kunjung sembuh, tidak adanya biaya pengobatan, dan tindakan keluarga untuk
mengamankan lingkungan merupakan penyebab keluarga melakukan
pemasungan (Depkes, 2005).
b. Perawatan kasus psikiatri dikatakan mahal karena gangguannya bersifat jangka
panjang (Videbeck, 2008). Biaya berobat yang harus ditanggung pasien tidak
hanya meliputi biaya langsung berkaitan dengan pelayanan medik seperti harga
obat, jasa konsultasi tetapi juga biaya spesifik lainya seperti biaya transportasi
ke rumah sakit dan biaya akomodasi lainya (Djatmiko, 2007).
Alasan keluarga melakukan pemasungan diantaranya :
1. Mencegah pasien melakukan tindak kekerasan yang dianggap
membahayakan terhadap diriya atau orang lain
2. Mencegah pasien meninggalkan rumah dan mengganggu orang lain
3. Mencegah pasien menyakiti diri seperti bunuh diri
4. Ketidaktahuan serta ketidakmampuan keluarga menangani pasien
apabila sedang kambuh
5. Faktor kemiskinan dan rendahnya pendidikan keluarga merupakan
salah satu penyebab pasien gangguan jiwa berat hidup terpasung.
III. Tindakan Pemasungan
Terkurung dalam kandang binatang peliharaan; terkurung dalam rumah; kaki atau
lehernya dirantai; salah satu atau kedua kakinya dimasukan kedalam balok kayu yang
dilubangi.
IV. Terapi yang dapat dilakukan pada pasien dengan gangguan jiwa
a) Dirawat samapi sembuh di rumah sakit jiwa, kemudian dilanjutkan dengan rawat
jalan
b) Untuk menghilangkan praktek pasung yang masih banyak terjadi di masyarakat
perlu adanya kesadaran dari keluarga yang dapat diintervensi dengan melakukan
terapi keluarga. Salah satu terapi keluarga yang dapat dilakukan adalah psikoedukasi
keluarga ( Family Psychoeducation Therapy )
Terapi keluarga ini dapat memberikan support kepada anggota keluarga.
Keluarga dapat mengekspresikan beban yang dirasakan seperti masalah keuangan,
sosial dan psikologis dalam memberikan perawatan ynag lama untuk anggota
keluarganya.
Family Psychoeducation Therapy adalah salah satu bentuk terapi perawatan
kesehatan jiwa keluarga dengan cara pemberian informasi dan edukasi melalui
komunikasi yang terapeutik. Program psikoedukasi merupakan pendekatan yang
bersifat edukasi dan fragmatis ( Stuart & Laraia, 2005. ) Carson ( 2000 ) menyatakan
bahwa psikoedukasi merupakan suatu alat terapi keluarga yang makin populer
sebagai suatu strategi untuk menurunkan faktor-faktor resiko yang berhubungan
dengan perkembangan gejala-gejala perilaku.
Tujuan umum dari Family Pasikoeduacation
Menurunkan intensitas emosi dalam keluarga sampai pada tingkatan yang rendah
sehingga dapat meningkatkan pencapaian pengetahuan keluarga tentang penyakit dan
mengajarkan keluarga tentang upaya membantu mereka melindungi keluarganya dengan
mengetahui gejala-gejala perilaku serta mendukung kekuatan keluarga ( Stuart & Laraia,
2005 ).
Manfaat family Psikoeducation
Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang penyakit, mengajarkan teknik yang dapat
membantu keluarga untuk mengetahui gejala-gejala penyimpangan perilaku, serta
meningkatkan dukungan bagi anggota keluarga itu sendiri. Indikasi dan terapi Psikoedukasi
keluarga adalah anggota keluarga dengan sapek psikososial dan gangguan jiwa.
Family Psikoeducation dapat dilakukan di rumah, di rumah sakit baik rumah sakit
umum maupun rumah sakit jiwa dengan syarat ruangan harus kondusif. Dapat juga dilakukan
di rumah keluarga sendiri. Selain terapi keluarga, dapat juga dilakukan terapi individu, terapi
kelompok dan terapi komunitas. Intervensi tersebut diupayakan melalui penerapan program
kesehatan jiwa komunitas, masyarakat yang efektif yang dalam hal ini dilakukan
melaluipenerapan Community Mental Healt Nursing (CMHN). Pelayanan CMHN tersebut
diwujudkan melalui beberapa kegiatan, diantaraanya kinjungan rumah oleh perawat CMHN
dan kader kesehatan jiwa (KKJ), pendididkan kesehatan, pelayanan dari puskesmas
(termasuk pemberian psikofarmaka), terapi aktivitas kelompok (TAK) dan terapi rehabilitasi
( FIK UI & WHO, 2005 )
V. Pencegahan
1. Kurasi ( penyembuhan ) dan rehabilitasi yang lebih baik
2. Memanfaatkan sumber dana dari JPS-BK
3. Penciptaan Therpeutic Community (lingkungan yang mendukung proses
penyembuhan)
4. Salah satu kasus yang ditemukan melalui pendekatan CMHN adalah tindakan
pemasungan yang masih kerap dilakukan oleh keluarga pasien dengan gangguan jiwa.
Untuk memberantas praktek tersebut, diperlukan peningkatan kesadaran dan
pengetahuan dari keluarga dan masyarakat mengenai gangguan jiwa tentang cara
penanganan yang manusiawi terhadap pasien.
J. SETTING TEMPAT PENYAJIAN
Media

Notulen Meja Penyaji dan


Moderator
Fasilitator

Bangku Sasaran Penyuluhan

Bangku Sasaran Penyuluhan

Bangku Sasaran Penyuluhan

Dokumentasi Observer
K. RENCANA EVALUASI
1.Struktur
a. Persiapan media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan siap digunakan
media yang akan digunakan adalah leaflet dan poster.
b. Persiapan Alat
Alat yang digunakan dalam penyuluhan sudah siap dipakai, alatn yang dipakai yaitu :
poster, leaflet.
c. Persiapan Materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah disiapkan dalam bentuk makalah
dan akan disajikan dalam bentuk power point untuk mempermudah penyampaian
2. Proses Penyuluhan
a. Kehadiran 80% dari seluruh undangan
b. 60 % peserta aktif mendengarkan meteri yang akan disampaikan.
c. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan
peserta
d. Peserta yang hadir diharapkan tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan.
e. 20% peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi yang diberikan
3. Hasil penyuluhan
a. Jangka pendek
 60% dari peserta dapat menjelaskan pengertian dari pemasungan
 60% dari peserta dapat menyebutkan penyebab hiperemesis gravidarum
 60% dari peserta dapat menjelaskan penyebab dari pemasungan
 60% dari peserta dapat menjelaskan tindakan pemasungan yang biasa
dilakukan
 60% dari peserta dapat memahami dan menjelaskan kembali terapi yang
dilakukan untuk mengurangi pemasungan.
b. Jangka panjang
 Meningkatkan pengetahuan tentang pemasungan pada pasien gangguan
jiwa
4. Evaluasi
 Pre penyuluhan
1. Apa yang dimaksud dengan gangguan jiwa ?
2. Apa yang dimaksud dengan pasung ?
 Post
1. Apa yang dimaksud dengan pasung ?
2. Siapa saja yang dipasung ?
3. Akibat yang dapat terjadi pada orang yang dipasung ?
DAFTAR PUSTAKA
Carson,V. B (2000). Mental Health Nursing: The nurse-pateint journey. (2th ed.)

Philadelphia : W. B. Sauders Company

Chien, W. T & Wong, K.F. (2007). A Family Psikoeducation Group Program For Chinese

People With Schizophrenia in Hong Kong. Airlington

Fitri, dkk. (2007). Hubungan pelayanan Communit Mental Health Nursing (CMHN)

Dengan Tingkat Kemandirian Pasien Gangguan Jiwa di Kabupaten Bireuen Aceh.

Keliat, B. A. (2003). Pemberdayaan Pasien dan Keluarga dalam Perawatan Pasien


Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan di RSJP Bogor. Disertai. Jakarta, FKM UI