Anda di halaman 1dari 10

Materi kuliah Tuliskan beberapa point Lakukan perkembangan / Lakukan telaah dari

penting materi yang tersebut di pendalaman materi ini dengan refleksi materi ini,
bawah ini ! mencari di sebanyak sumber kemudian deskripsikan
mungkin sumber refrensi lain, dampak pencerahan
kemudian tuliskan tambahan (insightness) materi ini
materi yang anda peroleh dan bagi anda !
jangan lupa tulis sumber
refrensinya !
Point penilaian 25 50 25
1. Bekerja dan Bekerja sebagai pemenuhan Dari materi ini saya
berkarier kebutuhan: dapat mempelajari
 Memenuhi kebutuhan Bentuk-bentuk pengembangan bagaimana pentingnya
dasar (fisiologis) karier : suatu pekerjaan untuk
 Memenuhi kebutuhan 1. Pendidikan dan latihan memunuhi kebutuhan
akan keamanan, adalah suatu kegiatan
meningkatkan perusahaan yang
kenyamanan pada dimaksudkan untuk
keluarga memperbaiki dan
 Memenuhi kebuuthan mengembangkan sikap,
akan penerimaan tingkah laku,
sosial dan kedekatan keterampilan, dan
 Memenuhi kebutuhan pengetahuan para
akna harga pegawai sesuai
diri(personal worth, keinginan dari
pencapaian prestasi) perusahaan yang
 Aktualisasi diri bersangkutan
2. Promosi adalah suatu
Pengembangan Karier : perubahan posisi atau
 Suatu proses yang jabatan dari tingkat yang
meliputi sebagian lebih rendah ke tingkat
besar kehidupan yang lebih tinggi,
 Dimulai dari masa perubahan ini biasanya
kanak-kanak (termasuk akan diikuti dengan
pengalaman formal meningkatnya tanggung
maupun informal yang jawab, hak, serta status
memberikan sosial seseorang.
munculnya talenta, Refrensi :
minat, nilai dan Falik Zulkhair Hutasuhut. 2014.
pengetahuan mengenai Pengembangan Karir Pada Pt
dunia pekerjaan), Pln (Persero) Distribusi Jawa
berlanjut ke masa Tengah Dan D.I. Yogyakarta
dewasa melalui [skripsi]. Universitas diponegoro
perkemabnagan semarang.
perilaku dalam bekerja
(penyesuaian diri
dalam bekerja) dan
hingga akhirnya
pensiun
2.Dampak positif Bekerja dan dampaknya : Faktor-faktor yang Dari materi
berkarier  Kebutuhan psikologis mempengaruhi individu bahagia perkuliahan ini saya
untuk bekerja atau di tempat kerja : dapat memahami
berkontribusi pada 1. Interaksi yang baik bagaimana dampak
orang lain merupakan dengan rekan kerja positif berkarier
komponen kunci 2. Rekan kerja yang dengan baik yang
perkembangan mendukung akan saya jadikan
identitas personal 3. Senang dalam sebagai pedoman
maupun kesehatan melakukan pekrjaan dalam berkerja
mental. 4. Atasan yang baik nantinya dan
 Bekerja dapat memberi 5. Keseimbangan kerja bermaanfaat bagi
peluang untuk yang baik saya.
membangun hubungan 6. Variasi kerja
sosial yang positif, 7. Adanya keyakinan
menumbuhkan rasa dalam melakukan
identitas dan pekerjaan
pemaknaan, serta 8. Merasa berharga
membuat kontribusi 9. Menjadi bagian dari
sosial (Savickas, kelompok, gaji, dan
2005). prestasi (Chiumento,
Kebahagiaan Karier = 2006).
tercapainya harapan dan
impian berkarier Refrensi :
 Mampu memberikan Anggun Resdasari Prasetyo.
manfaat tidak hanya 2015. GAMBARAN CAREER .
untuk dirinya Jurnal psikogi brawijaya.
(tercapainya work life
balance, mampu
mandiri menghidupi
dirinya serta mandiri
mengelola kariernya)
namun juga dapat
memberi manfaat untuk
orang lain (Abdullah,
2018)

3. Fase Konsep fase menbangun Langkah-langkah atau proses Dari materi ini saya
membangun karier karier = fase konstruksi pembangunan karier : dapat memahami
karier 1. Menilai Diri Sendiri Hal bagaimana cara
utama dalam memulai membangun karier
= Masa saat seorang individu perencanaan karir untuk kedepan dan
mulai mempunyai dorongan adalah bertanya atau mengaktualisasikan
untuk mencari informasi memahami diri sendiri. dalam kehidupan
tentang karier, mengekslorasi Mengenali nyata dan berharap
karier lebih dalam, mengambil peluangpeluang, semoga bermanfaat
keputusan karier, membangun kesempatan- bagi saya dan orang
karier dengan suatu strategi, kesempatan, kendala- lain.
kendala, pilihan-pilihan,
dan menjaga keberlanjutan konsekuensi-
karier. konsekuensi,
Fase ini dari sisi area waktu, keterampilan, bakat dan
fase ini dimulai saat seseorang nilai berhubungan pada
terbersit berkeinginan bekerja kesempatan karir.
dan mulai mengarahkan diri 2. Menetapkan Tujuan
untuk fokus melakukan Karir Setelah orang
aktivitas kerja secara riil atau dapat menilai kekuatan,
ketika seseorang menjalankan kelemahan, dan setelah
pekerjaannya / berprofesi mendapat pengetahuan
tertentu. tentang arah
Biasanya fase ini dimulai darikesempatan kerja,
ketika duduk di bangku SMA maka tujuan karir dapat
atau saat di bangku kuliah, di diidentifikasi dan
kisaran usia 20 tahun. kemudian dibentuk.
3. Menyiapkan Rencana-
Pelihan jalur karier : Rencana Rencana
 Jalur konvensional = tersebut mungkin dibuat
bekerja di dari berbagai macam
perusahaan/organisasi desain kegiatan untuk
= career ladder mencapai tujuan karir.
 Jalur non 4. Melaksanakan
konvensional = Rencana- Rencana
bekerja mandiri Untuk
 Jalur keduanya = mengimplementasika
konvensional dan satu rencana
non konvensional kebanyakan diperlukan
iklim organisasi yang
mendukung. Artinya
bahwa manajemen
tingkat atas harus
mengajak semua
tingkatan dari
manajemen untuk
membantu bawahan
mereka dalam
meningkatkan karir
mereka.
Refrensi :
Nurmasari.2015.PERANAN
PENTING PERENCANAAN
DAN PENGEMBANGAN
KARIER.1.1(2):268-281

4. Berpikir kreatif, Berpikir kreatif : Guilford (dalam Munandar, Dari materi ini saya
logis dan strategis 1. sebagai kemampuan 1977) menjelaskan tentang dapat memahami
umum untuk struktur model kreativitas. bagaiamana cara
Struktur model kreativitas berpikir kreatif, logis,
menciptakan sesuatu Guilford sampai sekarang dan kritis yang
yang baru dijadikan sumber utama dalam sebenarnya dan
2. sebagai kemampuan berpikir kreatif. Berpikir kreatif mengambil keputusan
untuk memberikan merupakan gambaran tentang dalam berfikir kritis.
gagasan2 baru yang intelegensi individu, dan
dapat diterapkan dalam termasuk hasil dari berpikir
pemecahan masalah divergen. Berpikir kreatif terdiri
3. sebagai kemampuan dari aspek-aspek sebagai
untuk melihat berikut:
hubungan-hubungan a. Fluency (kelancaran
baru antara unsur- atau keahlian) yaitu
unsur yang sudah ada kemampuan seorang
sebelumnya individu dalam
4. Berpikir kreatif membangun ide-ide
merupakan ungkapan berdasarkan kuantitas.
(ekspresi) dari Aspek kelancaran dapat
keunikan individu dilihat dari aspek
dalam interaksi dengan associational fluency
lingkungannya yaitu kemampuan dalam
5. Ungkapan kreatif inilah melakukan keterkaitan,
yang mencerminkan kemampuan
orisinalitas dari individu menerapkan konstruksi
tersebut analogi, dan
6. Dari ungkapan pribadi expressional fluency,
yang unik dapat yaitu kemampuan untuk
diharapkan timbulnya mengkontruksi kalimat
ide-ide baru dan b. Flexibility yaitu
produk-produk yang keluwesan dan
inovatif dan adanya kelenturan. Terdapat
ciri-ciri seperti: mampu dua jenis flexibility yaitu
mengarahkan diri pada spontaneous flexibility
objek tertentu, mampu yang berarti
memperinci suatu kemampuan untuk
gagasan, mampu beralih kejawaban lain
menganalisis ide-ide tanpa harus diarahkan
dan kualitas karya terlebih dahulu, dan
pribadi, mampu adaptive flexibility yang
menciptakan suatu berarti jawaban orisini
gagasan baru dalam yang diberi
pemecahan masalah. Refrensi :
Tahap-tahap berpikir kreatif : Nanang diana. 2018.
1. Orientasi: masalah Mengembangkan Kemampuan
dirumuskan, dan Berpikir Kreatif dan Berpikir
aspek-aspek masalah Logis Mahasiswa.101-112
diindentifikasi.
2. Preparasi: berusaha  F (Focus) Untuk
mengumpulkan membuat sebuah
sebanyak mungkin keputusan tentang apa
informasi yang relevan yang diyakini maka
dengan masalah. harus bisa memperjelas
pertanyaan atau isu
3. Inkubasi: proses yang tersedia, yang
pemberhentian coba diputuskan itu
sementara ketika mengenai apa.
berbagai masalah  R (Reason) Mengetahui
berhadapan dengan alasan-alasan yang
jalan buntu. Tetapi mendukung atau
mekipun begitu, proses melawan putusan-
berpikir berlangsung putusan yang dibuat
terus dalam jiwa bawah berdasar situasi dan
sadar. fakta yang relevan.
4. Iluminasi: ketika masa  I (Inference) Membuat
inkubasi berakhir kesimpulan yang
dengan ditemukannya beralasan atau
solusi untuk menyungguhkan.
memecahkan masalah. Bagian penting dari
5. Verifikasi: tahap untuk langkah penyimpulan ini
menguji dan secara adalah mengidentifikasi
kritis menilai asumsi dan mencari
pemecahan masalah pemecahan,
yang diajukan pada pertimbangan dari
tahap keempat. interpretasi akan situasi
dan bukti.
Berpikir logis : Refrensi :
Berpikir secara logis adalah Munandar, S. C. Utami.
suatu proses berpikir dengan 2002. Kreativitas dan
menggunakan logika, rasional, Keberbakatan : Strategi
dan masuk akal. Mewujudkan Potensi. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama
Cara berpikir logis dibagi
menjadi 2 :
 Berpikir deduktif :
penarikan kesimpulan
yang diambil dari
proposisi umum ke
khusus
 Berpikir induktif :
khusus ke umum

Definisi berpikir kritis :


 Proses intelektual yang
dengan aktif dan
terampil
mengkonseptualisasi,
menerapkan,
menganalisis,
mensintesis, dan
mengevaluasi informasi
yang dikumpulkan atau
dihasilkan dari
pengamatan,
pengalaman, refleksi,
penalaran, atau
komunikasi, untuk
memandu keyakinan
dan tindakan (Scriven
& Paul, 1992)

Keterampilan inti berpikir


kritis
 Interpretasi –
kategorisasi, dekode,
mengklarifikasi makna
 Analisis – memeriksa
gagasan,
mengidentifikasi
argumen, menganalisis
argumen
 Evaluasi – menilai
klaim (pernyataan),
menilai argumen
 Inferensi –
mempertanyakan
klaim, memikirkan
alternatif (misalnya,
differential diagnosis),
menarik kesimpulan,
memecahkan masalah,
mengambil keputusan
 Penjelasan –
menyatakan masalah,
menyatakan hasil,
mengemukakan
kebenaran prosedur,
mengemukakan
argumen
 Regulasi diri –
meneliti diri,
mengoreksi diri

5. Mengelola Pengertian coping stres adalah Dari materi tersubut


emosi, manajmen adalah segala usaha individu 1. Menenangkan diri : saya dapat mengelola
stress untuk mengatur tuntutan Ketika sudah bisa emosi dengan baik,
lingkungan dan segala konflik tenang maka emosipun dan manajemen stress
yang muncul, mengurangi dikendalikan dengan hal yang
ketidak sesuaian/ kesenjangan 2. Membantu mencari jaan bermanfaat.
persepsi antara tuntutan keluar :
situasi baik yang berasal dari Hanya membantu
individu maupun lingkungan mencari solusi atau
dengan sumber daya yang jalan keluar
mereka gunakan dalam 3. Meningkatkan
menghadapi stress. produktivitas :
Orang yang manajemen
stressnya bagus
biasanya ketika tertimpa
Manajmen stres : masalah,
 Menurut Cotton 2014 produktivitasnya akan
Manajemen stres suatu naik
keterampilan yang 4. Pematangan diri :
memungkinkan Semakin sering kita
seseorang untuk menghadapi dan bisa
mengantisipasi, mengatasi masalah
mencegah, mengelola yang terjadi, semakin
dan memulihkan diri matang pula kualitas
dari stres yang diri.
dirasakan karena
adanya ancaman dan
ketidak mampuan 1. Faktor lingkungan :
dalam coping yang Keadaan lingkungan yang
dilakukan tidak menentu akan dapat
menyebabkan pengaruh
Macam-macam coping : pembentukan struktur
 Coping psiko-sosial, organisasi yang tidak sehat
adalah reaksi psiko- terhadap karyawan.
sosial terhadap adanya Dalam faktor lingkungan
stimulus stres yang
terdapat tiga hal yang
diterima atau dihadapi
dapat menimbulkan Stres
oleh klien. bahwa
terdapat 2 kategori bagi karyawan yaitu
coping yang bisa ekonomi, politik dan
dilakukan untuk teknologi. Perubahan yang
mengatasi stres dan sangat cepat karena
kecemasan: adanya penyesuaian
1. Reaksi yang terhadap ketiga hal
berorientasi pada tugas tersebut membuat
(task-oriented seseorang mengalami
reaction), terdapat 3 ancaman terkena Stres.
macam reaksi (Perilaku Hal ini dapat terjadi,
menyerang, perilaku misalnya perubahan
menarik diri, teknologi yang begitu
Kompromi) cepat. Perubahan yang
2. Reaksi berorientasi baru terhadap teknologi
pada ego. akan membuat keahlian
 Coping psiko-sosial,
seseorang dan
adalah reaksi psiko-
pengalamannya tidak
sosial terhadap adanya
stimulus stres yang terpakai karena hampir
diterima atau dihadapi semua pekerjaan dapat
oleh klien. bahwa terselesaikan dengan
terdapat 2 kategori cepat dan dalam waktu
coping yang bisa yang singkat dengan
dilakukan untuk adanya teknologi yang
mengatasi stres dan digunakannya
kecemasan: 2. Faktor organisasi :
1. Reaksi yang Didalam organisasi
berorientasi pada tugas terdapat beberapa faktor
(task-oriented yang dapat menimbulkan
reaction), terdapat 3 Stres yaitu role demands,
macam reaksi (Perilaku interpersonal demands,
menyerang, perilaku
organizational structure
menarik diri,
dan organizational
Kompromi)
2. Reaksi berorientasi leadership. Pengertian
pada ego. dari masing-masing faktor
organisasi tersebut adalah
sebagai berikut :
a. Role demands :
Peraturan dan tuntutan
dalam pekerjaan yang
tidak jelas dalam suatu
organisasi akan
mempengaruhi peranan
seorang karyawan untuk
memberikan hasil akhir
yang ingin dicapai
bersama dalam suatu
organisasi tersebut.
b. Interpersonal demands
Mendefinisikan tekanan
yang diciptakan oleh
karyawan lainnya dalam
organisasi. Hubungan
komunikasi yang tidak
jelas antara karyawan satu
dengan karyawan lainnya
akan dapat menyeba bkan
komunikasi yang tidak
sehat. Sehingga
pemenuhan kebutuhan
dalam organisasi terutama
yang berkaitan dengan
kehidupan sosial akan
menghambat
perkembangan sikap dan
pemikiran antara
karyawan yang satu
dengan karyawan lainnya.
c. Organizational Structure
: Mendefinisikan tingkat
perbedaan dalam
organisasi dimana
keputusan tersebut dibuat
dan jika terjadi ketidak
jelasan dalam struktur
pembuat keputusan atau
peraturan maka akan
dapat mempengaruhi
kinerja seorang karyawan
dalam organisasi.

3. Faktor individu :
Pada dasarnya, faktor
yang terkait dalam hal
ini muncul dari dalam
keluarga, masalah
ekonomi pribadi dan
karakteristik pribadi dari
keturunan. Hubungan
pribadi antara keluarga
yang kurang baik akan
menimbulkan akibat
pada pekerjaan yang
akan dilakukan karena
akibat tersebut dapat
terbawa dalam
pekerjaan seseorang.
Sedangkan masalah
ekonomi tergantung dari
bagaimana seseorang
tersebut dapat
menghasilkan
penghasilan yang cukup
bagi kebutuhan
keluarga serta dapat
menjalankan keuangan
tersebut dengan
seperlunya. Karakteristik
pribadi dari keturunan
bagi tiap individu yang
dapat menimbulkan
Stres terletak pada
watak dasar alami yang
dimiliki oleh seseorang
tersebut. Sehingga
untuk itu, gejala Stres
yang timbul pada tiap-
tiap pekerjaan harus
diatur dengan benar
dalam kepribadian
seseorang sehingga
dapat digambarkan.
Refrensi :
Dr. H. Endi Nasrudin,M. Si,
Psikologi Manajemen, 2010.
Bandung, CV Pustaka Setia.