Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

OSTEOPOROSIS PADA USIA LANJUT

DI PANTI SOSIAL WERDA SENTANI

1. Topik : Osteoporosis

2. Sub Topik : Cara Mencegah Osteoporosis

3. Pelaksanaan :

a. Waktu : 30 Menit

b. Hari/Tanggal : Kamis, 04 Juli 2019

c. Tempat : Dapur Panti Werda

4. Sasaran : Tim Gizi Panti Werda

5. Tujuan :

a. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit tentang Osteoporosis,
tim gizi dapat mengetahui cara mencegah osteoporosis pada lansia.
b. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit tim gizi dapat :
1) Dapat menjelaskan tentang pengertian osteoporosis dengan benar
2) Dapat menyebutkan tanda dan gejala osteoporosis dengan benar
3) Dapat menyebutkan faktor resiko penyebab osteoporosis
4) Dapat menjelaskan cara mencegah osteoporosis dengan benar
5) Dapat menjelaskan makanan yang di anjurkan untuk mencegah
osteoporosis dengan benar.
6. Pokok Materi :

1) Pengertian Osteoporosis

2) Tanda dan Gejala Osteoporosis

3) Faktor yang Mempengaruhi Osteoporosis

4) Cara Mencegah Osteoporosis

5) Makan yang Baik Untuk Mencegah Osteoporosis

7. Kegiatan Penyuluhan :

Tahap/Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta


Pendahuluan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam dan
pembuka dan memperhatikan
(5 Menit) memperkenalkan diri.
2. Memperhatikan
2. Menginformasikan penyuluh
materi yang akan
disampaikan. 3. Memperhatikan
penyuluh
3. Menjelaskan tujuan
yang hendak dicapai 4. Memperhatikan
pada akhir penyuluhan. penyuluh

4. Apersepsi dengan cara


mengalih pengetahuan
yang di miliki peserta

Penyajian Materi 1. Menjelaskan tentang 1. Mendengarkan dan


pengertian osteoporosis. memperhatikan
(15 Menit)
2. Menyebutkan tanda dan 2. Bertanya
gejala osteoporosis.
3. Menjawab pertanyaan
3. Menyebutkan faktor
yang mempengaruhi 4. Mendengarkan dan
osteoporosis memperhatikan.

4. Menjelaskan makanan
yang dianjurkan untuk
mencegah osteoporosis.

5. Menjelaskan cara
mencegah osteoporosis.

6. Memberikan kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya tentang materi
yang disampaikan.

7. Memberikan kesempatan
kepada pesereta lain
untuk menjawab
pertanyaan.

8. Menjelaskan dan
menjawab pertanyaan.

Evaluasi (5 Menit) Memberikan pertanyaan Menjawab Pertanyaan


kepada peserta seputar
materi yang telah diberikan.

Penutup (5 Menit) 1. Menyimpulkan materi. Mendengarkan

2. Menutup pertemuan & Mendengarkan dan


mengucap salam menjawab salam.
penutup.

8. Metode Penyuluhan
 Ceramah
 Diskusi
 Tanya jawab
9. Setting Penyuluhan

Keterangan:
: Penyaji : S.Kep
: Moderator : S.Kep
: Notulen : S.Kep
: Observer : S.Kep
: Fasilitator : S.Kep
: Peserta Penyuluhan

10. Alat dan Media Penyuluhan


 Materi SAP
 Leaflet

11. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
 Kesepakatan pertemuan dengan peserta penyuluhan
 Kesiapan penyuluh dari mahasiswa Profesi Ners STIKES Jayapura
b. Evaluasi Proses
 Peserta
- Peserta mengikuti kegiatan sampai selesai.
- Pertemuan berjalan dengan lancar.
 Penyuluh
- Bisa memfasilitasi jalannya penyuluhan.
- Bisa menjalankan perannya sesuai tugas dan tanggung jawab.
c. Evaluasi Hasil
 Pre lisan : di awal penyuluhan
 Tes lisan : di akhir ceramah.
12. Lampiran Materi

A. Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang mempunyai sifat-sifat khas


berupa masa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan
penurunan kualitas jaringan tulang yang dapat akhirnya menimbulkan
kerapuhan tulang.

Osteoporosis primer sering menyerang wanita pasca monopause dan


juga pada pria usia lanjut dengan penyebab yang belum diketahui.
Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh penyakit yang
berhubungan dengan :

a. Kelainan hepar

b. Kegagalan ginjal kronis

c. Kurang gerak

d. Kebiasaan minum alkohol

e. Memakai obat-obatan

f. Kelebihan protein

g. Merokok.

Osteoporosis post menapause terjadi karena kekurangan estrogen


(hormon pertama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan
kalsium kedalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang
berusia diantara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun
lebih lambat. (Hidayat, 2001)

B. Tanda dan Gejala

Tanda-tanda osteoporosis perubahan tinggi badan, terjadinya patah


tulang di pergelangan tangan, tulang belakang atau panggul setelah terjatuh
atau trauma ringan. Gejala osteoprosis meliputu : hilang tinggi badan, badan
membungkuk, tulang mudah patah. (Hidayat, 2001)
C. Faktor yang Mempengaruhi Osteoporosis

Resiko osteoporosis lebih tinggi jika usia lanjut, menaupause,


keturunan, amenor, gaya hidup tidak aktif, diet rendah kalsium atau vitamin D,
merokok, terlalu banyak minum alkohol, mengkomsumsi obat tertentu
(termaksud beberapa obat anti kejang). Kondisi hormonal tertentu juga dapat
mempengaruhi penyakit osteoporosis.

Wanita selain memiliki resiko terhadap osteoporosis pada usia tua,


namun resiko ini menjadi meningkat dengan adanya faktor-faktor di bawah ini
:

a. Merokok

b. Konsumsi alkohol

c. Diet rendah kalsium

d. Gangguan dalam hal diet : Bulinia dan anoreksi

e. Menoupase yang lebih awal.

Pada usia di atas 30 tahun, di dalam tubuh wanita sudah mulai


mengambil cadangan kalsium yang ada di dalam tulang untuk keperluan
metabolisme lainnya, sehingga pada usia ini pula resiko akan osteoporosis
sudah mulai terjadi. Untuk itu bagi nwanita yang sudah berumur 30 tahun di
anjurkan untuk mulai mengkonsumsi suplemen kalsium. (Iyer, 2004)

D. Cara-Cara pencegahan osteoporosis

1. Rajin berolahraga

2. Upayakan mencapai berat tubuh yang ideal

3. Penuhi kebutuhan nutrisi tulang dengan menambah kalsium dan vitamin D

4. Hilangkan kebiasaan seperti merokok, mengkonsumsi alkohol dan kafein.

5. Berjemur kurang lebih 15 menit di bawah sinar matahari pagi atau sore,
membantu tubuh untuk mensintesa atau membuat vitamin D-nya sendiri.

6. Upayakan mengindari cedera (khusunya jatuh). (Hidayat, 2001)

E. Makanan yang di anjurkan

1. Susu

Merupakan sumber utam kalsium serta vitamin D. Untuk menjaga


kesehatan tubuh, minumlah susu yang rendah lemak agar kebutuhan
kalsium terpenuhi tanpa perlu khawatir tubuh menjadi gemuk. Asupan
kalsium dapat di peroleh dari produk olahan susu seperti keju, es krim, dll.

2. Kacang-Kacangan

Jenis kacang-kacangan seperti biji labu, almon dan kacang tanah kaya
akan magnesium yang membantu pembentukan kalsium, walnut kaya
akan asam lemak omega 3 yang membantu menguatkan tulang.

3. Wortel

Kaya akan alphacarotene, beta carotene dan betacryptoxathin yang baik


untuk mempertahankan kekuatan tulang. Cuci bersih buah wortel dan
makanlah dalam keadaan masih mentah. Wortel mentah mempunyai
manfaat mengkomsumsi sebagai campuran salad. Usahakan untuk
mengkomsumsi makanan diatas setiap hari agar dapat memiliki tulang
yang kuat.

4. Sayuran yang berdaun hijau

5. Ikan. (Hidayat, 2001)

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A.Aziz Alimul, S.Kep. 2001. Pengantar Dokumentasi Proses


Keperawatan. Jakarta; EGC

Iyer, Patricia W,Camp H. Nancy. 2004. Dokumentasi Keperawatan; suatu


pendekatan proses keperawatan, Edisi 3. Jakarta; EGC.