Anda di halaman 1dari 9

1

PANGKALAN TNI AU ATANG SENDJAJA Lamp Kep Ka Klinik Atang Sendjaja


KLINIK ATANG SENDJAJA Nomor Kep/ / /2019
Tanggal 2019

PANDUAN PENGADAAN LOGISTIK MEDIS DAN NON MEDIS


KLINIK ATANG SENDJAJA

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

a. Klinik Atang Sendjaja Lanud Atang Sendjaja adalah satuan pelaksana


Lanud Atang Sendjaja yang berkedudukan langsung di bawah Rumah Sakit
Angkatan Udara dr. M. Hassan Toto Lanud Atang Sendjaja selanjutnya disingkat
RSAU dr. M. Hassan Toto. Klinik Atang Sendjaja bertugas menyelenggarakan
kegiatan pelayanan kesehatan untuk Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI)
pada umumnya, dan TNI AU pada khususnya, juga keluarga anggota TNI serta
masyarakat di Kabupaten Bogor. Pelayanan kesehatan di Klinik Atang Sendjaja
meliputi pelayanan umum, pelayanan gigi, pelayanan kehamilan dan anak,
pelayanan laboratorium dan pelayanan farmasi.

b. Program Pengadaan Logistik Medis dan Non Medis di Klinik Atang


Sendjaja adalah Program Pengadaan kebutuhan logistik Medis dan Non Medis
guna untuk menyiapkan dan menunjang pelayanan kesehatan di Klinik Atang
Sendjaja.

2. Pengertian

a. Stok Awal Persediaan adalah stok pada akhir bulan sebelumnya pada
periode tertentu atau stok yang stok yang pertama kali diberikan.
b. Sisa Stok adalah sisa persediaan yang dihitung setiap habis periode dan
akan diakumulasikan pada periode berikutnya.
2

c. Pemakaian Rata-rata adalah jumlah pemakaian logistik medis dan non medis
di unit pelayanan dalam periode waktu tertentu dibagi jumlah waktu per
periode. Misalnya pemakaian Alkohol 70% tahun 2007 adalah 12 botol, maka
rata-rata pemakaian per tahun adalah 12 botol.
d. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah harga perkiraan barang atau jasa yang
dikalkulasikan secara keahlian dan berdasarkan data yang dapat
dipertanggungjawabkan.
e. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah seseorang yang mempunyai tugas
untuk menyusun dan menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
f. Perencanaan adalah suatu kegiatan untuk merumuskan berbagai kebijakan
logistik menyangkut pemenuhan kebutuhan logistik medis dan non medis
disetiap unit kerja, biaya pengadaannya, sumber barang, klasifikasi barang,
jumlah minimal dan maksimal serta distribusinya.
g. Pengelompokan barang adalah suatu kegiatan menyatukan barang sesuai
dengan klasifikasinya.
h. Pengadaan adalah proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan
kebutuhan dan pasokan barang.
i. Penerimaan barang adalah menerima fisik barang dari distributor atau penjual
sesuai pesanan.
j. Pendistribusian barang adalah proses kegiatan pengedaran atau pembagian
barang ke unit terkait yang membutuhkan sesuai dengan formulir
perencanaan.
k. Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas
gudang untuk menampung hasil pengadaan barang.
l. Pengendalian barang adalah usaha yang dilakukan oleh perusahaan dalam
penyediaan barang-barang yang dibutuhkan agar terpenuhi secara optimal.

3. Tujuan

a. Tujuan Umum

Tersedianya Panduan Teknis sebagai acuan Pengadaan Logistik Medis


dan Non Medis di Klinik Atang Sendjaja.
3

b. Tujuan Khusus

1) Terlaksananya perencanaan kebutuhan dan pengadaan logistik medis


dan non medis secara tepat waktu, jenis dan jumlah.
2) Tercapainya penggunaan alokasi dana Logistik medis dan non medis
untuk Klinik Atang Sendjaja secara efektif dan efisien.
3) Terjaminnya ketersediaan logistik medis dan non medis di Klinik Atang
Sendjaja.
4

BAB II

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Panduan Pengadaan Logistik Medis dan Non Medis ini disusun dengan
tata urut sebagai berikut :

a. Bab I Pendahuluan

b. Bab II Ruang lingkup. Pengadaan Logistik Medis dan Non Medis di Klinik
Atang Sendjaja, meliputi :

1) Perencanaan
2) Penentuan atau Pengelompokan
3) Pengadaan
4) Penerimaan
5) Pendistribusian
6) Penyimpanan
7) Pengendalian

c. Bab III Kebijakan

d. Bab IV Tata Laksana

e. Bab V Dokumentasi
5

BAB III

KEBIJAKAN

Kebijakan Umum

a. Pengadaan logistik medis dan non medis harus selalu berorientasi kepada mutu
dan keselamatan pasien.
b. Pengadaan barang medis dan non medis terdiri dari barang rumah tangga,
barang dapur kering, barang dapur basah, alat tulis kantor, dan barang cetakan.
c. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
d. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur
operasional yang berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak pasien.
e. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
f. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali.
g. Setiap bulan wajib membuat laporan.

Kebijakan Khusus

a. Pelaksanaan pengadaan logistik medis dan non medis terbagi antara barang
rutin dan barang tidak rutin.
b. Perencanaan barang rutin dilaksanakan oleh :
1) Barang rumah tangga, alat tulis kantor, dan barang cetakan oleh bagian tim
logistik Pengadaan Percetakan dibawah tanggungjawab koordinator logistik.
2) Obat dan Alat Kesehatan oleh Tim Logistik bagian Pengadaan Bekkes, dan
disesuaikan dengan jenis Bekal Kesehatan (Obat, Gigi, dan Laboratorium).
c. Perencanaan pengadaan barang tidak rutin dilaksanakan oleh masing-masing
instalasi atau unit sesuai dengan barang yang telah dianggarkan. Apabila barang
dalam kondisi segera diperlukan atas persetujuan Koordinator Tim Logistik,
Kepala Klinik, dan bagian keuangan.
6

d. Pembelian atau pemesanan barang medis dan non medis dilakukan oleh bagian
pengadaan yang telah ditetapkan.
e. Penjadwalan pembayaran pada rekanan dilakukan oleh bagian Administrasi.
f. Pembayaran pada rekanan dilakukan oleh bagian Keuangan.
7

BAB IV

TATA LAKSANA

Tata Laksana Pengadaan Logistik Medis dan Non Medis, meliputi :


a. Perencanaan
Merupakan suatu kegiatan untuk merumuskan berbagai kebijakan logistik
menyangkut pemenuhan kebutuhan logistik medis dan non medis disetiap unit
kerja, biaya pengadaannya, sumber barang, klasifikasi barang, jumlah minimal
dan maksimal serta distribusinya.
Persyaratan Administrasi, meliputi :
1. Formulir permintaan barang medis dan non medis
2. Nama barang
3. Jumlah
4. Lampiran jumlah stok terakhir
5. Ruangan

b. Penentuan atau pengelompokan


Suatu kegiatan menyatukan barang sesuai dengan klasifikasinya menurut
pengelompokan barang medis dan non medis dari formulir yang telah diisi oleh
unit terkait. Pengelompokan pembelian barang (Alkes Gigi, Alkes Laboratorium,
Obat, kebutuhan rumah tangga, Alat Rumah Tangga dan Cetakan).

c. Pengadaan
Proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan dan
pasokan barang sesuai dengan kebutuhan setiap unit.

d. Penerimaan
Kegiatan menerima fisik barang dari distributor atau penjual sesuai
pesanan.
8

e. Pendistribusian
Proses kegiatan pengedaran atau pembagian barang ke unit terkait yang
membutuhkan, sesuai dengan formulir perencanaan.

f. Penyimpanan
Proses kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang
untuk menampung hasil pengadaan barang. Penyimpanan barang sesuai
dengan tempat dan Standar Operasional Prosedur masing-masing unit terkait.

g. Pengendalian
Proses kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam penyediaan
barang-barang yang dibutuhkan agar terpenuhi secara optimal. Tim Logistik
Klinik Atang Sendjaja melakukan tugas monitor dan evaluasi untuk
meningkatkan mutu pelayanan agar persediaan tidak terganggu oleh kerusakan,
menghindari keborosan, menghindari penggunaan tanpa hak, menghindari
pencurian dan nilai persediaan yang sesungguhnya dapat tercermin dalam
sistem akuntansi.
9

BAB V

DOKUMENTASI

Dokumentasi tentang Pengadaan Logistik Medis dan Non Medis di Klinik Atang
Sendjaja diarsipkan dan dilaporkan ke Kepala Klinik setiap bulan.

Ditetapkan di Bogor
Pada tanggal Januari 2019

Kepala Klinik Atang Sendjaja,

dr. Agnes Anastasia S. SH. MHKes


Pembina IV/a NIP 196408081998032001