Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN EKLAMPSIA DAN

PRE-EKLAMPSIA
MATA KULIAH MATERNITAS II

Disusun oleh :
SITI SUCIATI NURKHASANAH
NIM. 170103087

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN 4A


UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

 Mata Ajaran : Maternitas


 Topik Penyuluhan : Komplikasi Kehamilan
 Pokok Bahasan : Pencegahan Penyakit pada Komplikasi Kehamilan
Preklamsia dan Eklamsia
 Sasaran : Warga Ibu Hamil
 Tempat : Purwokerto wetan
 Hari/Tanggal : Sabtu, 4 April 2019
 Waktu : Pkl.10.00 –11.00 WIB

A. LATAR BELAKANG
Sebelum dilaksanakan penyuluhan pada Warga Ibu Hamil kelompok mengadakan
pendekatan kepada Kepala Desa setempat mengenai materi yang akan disampaikan,
mengingat banyaknya komplikasi kehamilan yang dapat menyebabkan kematian ibu
dan bayi .

B. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM


Setelah mengikuti penyuluhan pencegahan penyakit pada komplikasi kehamilan
preklamsia dan eklamsia diharapkan peserta dapat memahami dan mampu mencegah
terjadinya gangguan kehamilan terutama pada trimester ke III.

C. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah diberikan penyuluhan peserta mampu :

1. Peserta dapat memahami apa itu Komplikasi Kehamilan.


2. Peserta dapat menjelaskan tentang apa itu preeklamsia dan eklamsia beserta
klasifikasinya.
3. Peserta dapat menyebutkan faktor penyebab terjadinya preeklamsia dan eklamsi.
4. Peserta mampu mengidentifikasi tanda dan gejala-gejala awal dari Preeklamsia dan
eklamsi.
5. Peserta dapat menjelaskan pencegahan awal yang bisa dilakukan sampai penanganan
dari preeklamsia dan eklamsi.

D. SASARAN
Warga Ibu Hamil di Purwokerto Wetan .
E. MATERI ( TERLAMPIR)
1. Pengertian Komplikasi Kehamilan.
2. Pengertian dan klasifikasi Preeklamsia dan Eklamsia.
3. Penyebab terjadinya Preeklamsia dan Eklamsia.
4. Tanda dan gejala Preeklamsia dan Eklamsia.
5. Proses terjadinya Preeklamsia dan Eklamsia.
6. Akibat lanjut / komplikasi yang terjadi bila tidak ditangani.
7. Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap Preeklamsia dan Eklamsia.

F. METODE
Penyuluhan dilakukan dengan cara

1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi

G. MEDIA
Media yang digunakan dalam penyuluhan antara lain.

1. LCD
2. Pengeras suara
3. Laptop
4. Leaflet
H. SATTING TEMPAT

Penyuluh Dosen

Klien
I. KEGIATAN PENYULUHAN
No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audience

1. 5 Menit Pembukaan

1. Sambutan dari Kepala Desa sekaligus 1. Memperhatikan


membuka acara penyuluhan
2. mengucapkan salam pembuka
3. Memperkenalkan diri
2. Menjawab salam
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan
3. Memperhatikan
5. Menyebutkan materi yang akan
4. Memperhatikan
diberikan
5. Memperhatikan
6. Membagikan leaflet

6. Menerima dan membaca


2. 15 Menit Pelaksanaan :

1. Menjelaskan apa itu Komplikasi 1. Memperhatikan


Kehamilan.
2. Menjelaskan tentang Pengertian dan 2. Memperhatikan
klasifikasi Preeklamsia dan Eklamsia.
3. Manyebutkan penyebab terjadinya
Preeklamsia dan Eklamsia.
4. Menyebutkan tanda dan gejala 3. Memperhatikan
Preeklamsia dan Eklamsia.
4. Memperhatikan
5. Menjelaskan proses terjadinya
Preeklamsia dan Eklamsia.
5. Memperhatikan
6. Menyebutkan akibat lanjut /
komplikasi yang terjadi bila tidak
6. Memperhatikan
ditangani.
7. Menjelaskan upaya pencegahan dan
penanggulangan terhadap 7. Memperhatikan
Preeklamsia dan Eklamsia.
8. Memberikan kesempatan pada
audience untuk bertanya dan
8. Bertanya dan
memberikan jawaban atas pertanyaan
mendengarkan jawaban
3. 5 Menit Evaluasi :

1. Meminta audience menjelaskan apa 1. Menjelaskan apa itu


itu Komplikasi Kehamilan. Komplikasi Kehamilan.
2. Meminta audience menyebutkan 2. Menyebutkan pengertian
pengertian dan klasifikasi Preeklamsia dan klasifikasi Preeklamsia
dan Eklamsia. dan Eklamsia.
3. Menyebutkan tentang

3. Meminta audience menyebutkan penyebab terjadinya

penyebab terjadinya Preeklamsia dan Preeklamsia dan Eklamsia.

Eklamsia. 4. Menjelaskan tentang


proses terjadinya
Preeklamsia dan Eklamsia.
4. Meminta audience menyebutkan
5. Menyebutkan Akibat
proses terjadinya Preeklamsia dan
lanjut / komplikasi yang
Eklamsia.
terjadi bila tidak ditangani.
6. Menyebutkan upaya
5. Meminta audience menyebutkan pencegahan dan
Akibat lanjut / komplikasi yang terjadi penanggulangan terhadap
bila tidak ditangani. Preeklamsia dan Eklamsia.

6. Meminta audience menyebutkan


upaya pencegahan dan
penanggulangan terhadap
Preeklamsia dan Eklamsia.

4. 5 Menit Terminasi

1. Mengucapkan terimakasih atas 1. Memperhatikan


perhatian yang diberikan
2. Mengucapkan salam penutup 2. Membalas salam

J. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi stuktur
Alat – alat penyuluhan berupa LCD, laptop, pengeras suara, leaflet tentang
Pencegahan Penyakit pada Komplikasi Kehamilan Preeklamsia dan Eklamsia tersedia
sebelum dilakukan penyuluhan dan peserta hadir mengikuti penyuluhan
2. Evaluasi proses
Waktu penyuluhan dimulai pukul 10.00 - 16.40 WIB, klien mendengarkan dan
menyampaikan pertanyaan tentang Preeklamsia dan Eklamsia.
3. Evaluasi hasil
Setelah dilakukan tindakan penyuluhan kesehatan, peserta dapat mencapai kriteria
tujuan khusus dari penyuluhan ini.

1) Warga Ibu Hamil bisa menjelaskan pengertian Komplikasi Kehamilan.


2) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan pengertian dan klasifikasi Preeklamsia dan
Eklamsia.
3) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan penyebab terjadinya Preeklamsia dan
Eklamsia.
4) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan tanda dan gejala Preeklamsia dan Eklamsia.
5) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan proses terjadinya Preeklamsia dan Eklamsia.
6) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan akibat lanjut / komplikasi yang terjadi bila
tidak ditangani.
7) Warga Ibu Hamil bisa menyebutkan upaya pencegahan dan penanggulangan
terhadap Preeklamsia dan Eklamsia.
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Komplikasi Kehamilan


Komplikasi kehamilan adalah kegawat daruratan obstetrik yang dapat
menyebabkan kematian pada ibu dan bayi (Prawirohardjo, 1999).
B. Apa itu Pre Eklampsia dan Eklamsia
Pre-eklamsi atau keracunan kehamilan sering juga disebut toksemia adalah penyakit
dengan tanda-tanda hipertensi, edema, proteinuria yang timbul karena kehamilan.
Penyakit ini umumnya terjadi pada triwulan ke-3 kehamilan, tetapi terjadi sebelumnya.
(Saifudin, 2005 hal. 282 ).
Eklampsia adalah kondisi lanjutan dari Pre Eklamsia yang tidak teratasi dengan baik,
disertai kejang dan atau koma yang timbul bukan akibat kelainan neurolig.
C. Penyebab Terjadinya Pre Eklamsia dan Eklamsia
Ibu hamil mana pun dapat mengalami preeklamsia. Tapi, umumnya ada beberapa
ibu hamil yang lebih berisiko, yaitu :

1) Paritas : Primigravida atau ibu yang hamil untuk pertama kali.


2) Ibu dengan kehamilan bayi kembar.
3) Penyakit yang diderita : Ibu yang menderita diabetes, ginjal, hipertensi.
4) Umur : Hamil pertama di bawah usia 20 tahun atau pada 35 tahun.
5) Riwayat Kesehatan : Ibu yang pernah mengalami Pre Eklampsia pada kehamilan
sebelumnya akan ada kemungkinan berulang pada kehamilan berikutnya.
D. Bagaimana proses terjadinya Pre Eklampsia
Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam
dan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada
beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui
oleh satu sel darah merah. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme,
maka tekanan darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar
oksigenasi jaringan dapat dicukupi. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang
disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum
diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria dapat
disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus
(Sinopsis Obstetri, Jilid I, Halaman 199).

E. Penggolongan Pre-eklamsia
Menurut Prof. Dr. Ruslam Muchtar dalam bukunya, Sinopsis Obstetri, Pre-
eklamsi dapat dibagi menjadi 2 golongan.
1. Pre-eklamsia Ringan
a. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih, atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau
lebih, atau kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih.
b. Edema umum, kaki, jari tangan dan muka, atau kenaikan berat badan 1 kg atau
lebih perminggu.
c. Proteinuria kwantitatif 0,3 gr atau lebih perliter, kwalitatif 1+ atau 2+ pada urin
kateter atau midstream untuk pemeriksaan laboratorium.
2. Pre-eklamsia Berat
a. Tekanan darah 160/110 mmhg atau lebih.
b. Proteinuria 5 gr atau lebih per liter.
c. Oliguria jumlah urine kurang dari 500 cc per 24 jam.
d. Adanya gangguan cerebral, gangguan usus dan rasa nyeri epigastriuma.
e. Adanya edema paru dan syanosis.

Eklamsi dapat dibagi menjadi 4 tingkat :


1) Tingkat awal atau aura

Bertahan 30 detik. Mata penderita terbuka tanpa melihat, kelopak mata dan tangan
bergetar.

2) Tingkat kejang klonik

Bertahan kurang 30 detik, seluruh otot kaku, wajah kaku, tangan menggenggam dan
kaki bengkok kedalam. Pernapasan berhenti, muka sianotik, lidah dapat tergigit.

3) Tingkat kejang tonik

Kejang antara 1-2 menit, spasmus tonik menghilang. Semua otot berkontraksi dan
berulang-ulang dalam tempo cepat. Kejang berhenti dan penderita menarik nafas
secara mendengkur.

4) Tingkat Koma

F. Gejala dan Akibat Pre Eklampsia Pada Ibu dan Janin


Adanya Pre Eklampsia bisa diketahui dengan pasti, setelah pada pemeriksaan
didapatkan :

1. Hipertensi :
Temuan tekanan darah yang tinggi atau peningkatan tekanan darah dari
biasanya. Sebagai patokan digunakan batasan tekanan darah lebih dari 130/90 mmHg.

2. Bengkak :
Bengkak dapat mudah dikenal di daerah kaki dan tungkai. Pada kondisi yang lebih
berat didapatkan bengkak di seluruh tubuh. Pembengkakan ini terjadi akibat pembuluh
kapiler bocor, sehingga air yang merupakan bagian dari sel merembes keluar dan masuk
ke dalam jaringan tubuh dan tertimbun di bagian tersebut.
3. Protein dalam urin :
Ada kadar protein tinggi dalam urin karena gangguan pada ginjal. Gejala Pre
Eklampsia ringan menunjukkan angka kadar protein urin lebih tinggi dari 500 mg per 24
jam. Yang parah dapat mencapai angka 5 gram dalam 24 jam. Produksi urin pun kurang
dari 400 ml per 24 jam.
4. Kenaikan berat badan :Kenaikan berat badan lebih dari 1,36 kg setiap minggu selama
trimester kedua, dan lebih dari 0,45 setiap minggu pada trimester ketiga. Berat badan yang
meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
5. Nyeri perut.
6. Sakit kepala yang berat beserta mual muntah
7. Perubahan pada refleks.
8. Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
9. Ada darah di air kencing.

Terjadinya Eklamsia pada umumnya kejang yang didahului oleh semakin


memburuknya Pre Eklampsia dan terjadinya gejala-gejala nyeri kepala dibagian frontal,
gangguan penglihatan, mual, nyeri epigastrium dan hiperrefleksia.

G. Kerusakan akibat Pre Eklampsia


1. Otak : Dapat terjadi pembengkakan di otak sehingga timbul kejang dengan penurunan
kesadaran yang biasa disebut eklampsia. Dapat juga terjadi pecahnya pembuluh darah di
otak akibat hipertensi.
2. Paru-paru : Bengkak yang terjadi di paru-paru menyebabkan sesak napas hebat dan bisa
berakibat fatal.
3. Jantung : Ada payah jantung.
4. Ginjal : Ditemukan adanya gagal ginjal.
5. Mata : Bisa terjadi kebutaan akibat penekanan saraf mata yang disebabkan bengkak
maupun lepasnya selaput retina mata. Kebanyakan bersifat sementara. Kendati demikian,
pemulihannya memakan waktu cukup lama.
6. Sistem darah : Terjadi pecahnya sel darah merah dengan penurunan kadar zat pembekuan
darah.
7. Akibat pada janin :
Janin yang dikandung ibu hamil pengidap Pre Eklampsia akan hidup dalam rahim dengan
nutrisi dan oksigen di bawah normal. Kondisi ini bisa terjadi karena pembuluh darah yang
menyalurkan darah ke plasenta menyempit.
Karena buruknya nutrisi, pertumbuhan janin akan terhambat sehingga terjadi
 Bayi dengan berat lahir yang rendah.
 Janin dilahirkan kurang bulan (prematur),
 Biru saat dilahirkan (asfiksia)

H. Komplikasi Eklampsia
 Solusio plasenta
 Hipofibrinogenemia
 Hemolisis
 Perdarahan otak (penyebab utama kematian maternal
 Kelainan mata
 Edem paru
 Nekrosis hati

I. Pencegahan
1. Diet yang tepat dan sesuai.
Karena penyebab pastinya belum diketahui, maka pencegahan utama yang
baik adalah meminta ibu hamil untuk mengurangi konsumsi garam, meski dianggap
tidak efektif menurunkan risiko Pre Eklamsia. Makanan berorientasi pada 4 sehat 5
sempurna. Untuk meningkatkan jumlah protein dengan tambahan 1 butir telur tiap
hari
2. Cukup istirahat
Istirahat yang cukup pada hamil semakin tua dalam arti bekerja seperlunya
dan disesuaikan dengan kemampuan. Lebih banyak duduk atau berbaring kearah
punggung janin sehingga aliran darah yang menuju plasenta tidak mengalami
gangguan.
3. Pengawasan antenatal
Bila terjadi perubahan perasaan dan gerak janin dalam rahim segera datang
ke tempat pemeriksaan. Keadaan yang memerlukan perhatian :

- Uji kemungkinan Pre Eklampsia


 Pemeriksaan tekanan darah atau kenaikannya
 Pemeriksaan TFU
 Pemeriksaan kenaikan BB atau odema
 Pemeriksaan protein dalam urine
 Kalau mungkin dilakukanyya fungsi ginjal, fungsi hati, gambaran
darah umum, dan pemeriksaan retina mata
- Penilaian kondisi janin dalam rahim
 Pemantauan TFU
 Pemeriksaan janin, gerakan janin dalam rahiim, DJJ dan
pemantauan air ketuban
 Usulkan untuk melakukan pemerikaan USG

4. Nutrisi yang cukup


Sebuah penelitian di tahun 2006, lebih dari 70 persen wanita yang mengkonsumsi
multivitamin dan menjaga berat tubuh sebelum hamil terbukti risiko terkena Pre
Eklamsianya lebih rendah. Suplemen nutrisi ditengarai mampu menurunkan risiko terkena
Pre Eklamsia.

3. Perbanyak minum
Sangat dianjurkan ibu hamil untuk minum dalam jumlah yang banyak tiap hari.
Minuman yang baik adalah air putih, karna air akan mendorong garam ke luar tubuh.

J. Penanggulangan
Satu-satunya cara yang pling tepat untuk menangulangi Pre Eklampsia pada akhir
kehamilan adalah dengan mempercepat persalinan, tapi pada Pre Eklamsia di awal
kehamilan, yang bisa dilakukan adalah antara lain :

1. Bed rest

Menunggu waktu kelahiran bayi dengan istirahat total agar tekanan darah turun
dan meningkatkan aliran darah menuju plasenta, agar bayi dapat bertahan.

2. Pengobatan yang sesuai

Obat yang biasa direkomendasikan yaitu pemakaian obat penurun tekanan darah.
Pada preklamsia parah, obat corticosteroid dapat memperbaiki fungsi hati dan sel darah.
Obat ini juga dapat membantu paru-paru bayi tumbuh bila harus terjadi kelahiran prematur.

3. Melahirkan

Ini adalah cara terakhir mengatasi Pre Eklamsia. Pada Pre Eklamsia akut/parah, yang
akan menganjurkan kelahiran prematur untuk mencegah kemungkinan terburuk. Kelahiran
ini juga diperlukan kondisi minimal, seperti kesiapan tubuh ibu dan kondisi janin.
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. EGC. Jakarta

Saifudin, Abdul Bari dkk 2002 Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.