Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KIMIA ANALITIK

KATION GOLONGAN IV

Dosen Pengampu : Dr. Hj. Nurlaili, M P

Disusun Oleh:

Ainun Rezkiva A. (1805025060) Yohana Fransiska D (1805025049)


Sitti Habibah (1805025059) Devi Listianingrum (1805025058)
Aura Chrismania (1805025062) Arni (1805025037)
Siti Rahma (1805025061) Clara Theresia (1805025048)
Robbiatul A. (1805025040)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
Samarinda, Kalimantan Timur
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas bimbingan dan petunjuk serta kemudahan yang diberikan oleh-Nya, kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Kation Golongan IV.
Harapan kami makalah ini dapat bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran, dan
memenuhi kriteria yang telah diajukan. Materi yang tersaji dalam makalah ini,
disusun dengan rapi dan singkat dengan harapan dapat memudahkan pembaca
dalam memahami isi makalah kami.
Penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada
sumber yang telah menyediakan materi dasar sebagai bahan makalah, Akhir kata,
semoga makalah ini dapat memenuhi harapan dan kriteria pembaca dan
bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran. Kami sangat mengharapkan saran,
kritik, dan masukan yang membangun dari semua pihak agar kami dapat
memperbaiki diri untuk ke depannya. Terima kasih.

Samarinda, 24 September 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Analisa kimia adalah penyelidikan kimia yang bertujuan untuk mencari
susunan persenyawaan atau campuran persenyawaan di dalam suatu sampel.
Analisa kimia terdiri dari analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa
kualitatif utama untuk mengenali komposisi atau struktur bahan kimia, cukup
banyak jenisnya, sesuai dengan jenis bahan kimia yang terdapat dalam sampel
analisis kualitatif untuk bahan organik biasanya menjadi bagian kajian dari
kimia organik sehingga tidak dimasukkan dalam bagian kajian dari kimia
analitik. Suatu senyawa dapat diuraikan menjadi anion dan kation.
Untuk tinjauan analisis kualitatif sistematik, kation-kation di klasifikasikan
dalam ilmu golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu tehadap beberapa
reagen. Reagen golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling
umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan ammonium
karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan
reagen-reagen ini dengan membentuk endapan atau tidak. Secara prinsip, zat
yang akan diidentifikasi dilarutkan kemudian ditambahkan pereaksi tertentu
yang sesuai, yang akan mengendapkan segolongan kation sebagai garam yang
sukar larut atau hidroksidanya. Untuk klasifikasi kation dibagi menjadi lima
golongan, yaitu kation golongan I, kation golongan II, kation golongan III,
kation golongan IV dan kation golongan V. Pada kation golongan IV ini
terdapat Ba2+, Ca2+, dan Sr2+.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja sifat fisik dari kation golongan IV?
2. Apa saja sifat kimia dari kation golongan IV?
3. Apa saja unsur atau senyawa di alam yang merupakan kation golongan IV?
4. Apa saja manfaat dari kation golongan IV?
5. Bagaimana cara mengidentifikasi kation golongan IV?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sifat fisik dari kation golongan IV.
2. Untuk mengetahui sifat kimia dari kation golongan IV.
3. Untuk mengetahui unsur atau senyawa apa saja di alam yang merupakan
golongan IV.
4. Untuk mengetahui manfaat dari kation golongan IV.
5. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi kation golongan IV.
BAB II
PEMBAHASAN

Kation golongan IV terdiri dari Barium, Kalsium, dan Stronsium. Kation-


kation golongan IV tidak dapat bereaksi dengan asam klorida, hidrogen sulfide,
dan ammonium sulfida. Tetapi pada ammonium karbonat dapat membentuk
endapan putih. Endapan putih yang terbentuk dengan reagensia golongan adalah
Barium karbonat (BaCO3), Stronsium karbonat (SrCO3), dan Kalsium karbonat
(CaCO3).

A. Sifat Fisik pada Kation Golongan IV


Sifat fisik adalah sifat yang dapat diamati tanpa harus mengubah susunan
kimianya dan tidak dapat menghasilkan zat baru. Sifat fisis dibagi menjadi dua,
yaitu fisis ekstensif dan fisis intensif. Fisis ekstensif dapat berupa massa,
volume, kalor. Fisis intensif dapat berupa warna, rasa, bau, suhu, daya hantar
listrik, dan kelarutan.
a. Barium (Ba2+)
Barium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Ba dan nomor atom 56. Barium adalah unsur kelima pada
golongan 2 dan merupakan logam alkali tanah yang lunak dan keperakan.
Barium tidak pernah ditemukan di alam sebagai unsur bebas
karena reaktivitas kimianya yang tinggi.
Sifat fisik pada Barium adalah logam lunak putih keperakan, dengan
sedikit nuansa emas saat ultra murni. Warna putih keperakan logam barium
dengan cepat menghilang pada oksidasi di udara, menghasilkan
lapisan oksida abu-abu gelap. Barium memiliki bobot jenis menengah dan
merupakan konduktor listrik yang baik. Barium ultra murni sangat sulit
disiapkan, dan oleh karena itu banyak sifat barium belum ditentukan secara
akurat. Pada suhu dan tekanan ruangan, barium memiliki struktur kubik
berpusat pada tubuh, dengan jarak barium 503 pikometer, mengembang
dengan pemanasan pada laju sekitar 1,8×10-5/°C. Barium adalah logam yang
sangat lunak dengan kekerasan Mohs 1,25. Titik lelehnya 1000 K atau
730 °C, titik didihnya 2170 K atau 1900 °C, Massa jenisnya 3,62 g·cm.
b. Kalsium (Ca2+)
Kalsium adalah sebuah unsur kimia dengan symbol Ca dan nomor atom
20. Mempunyai massa atom 40,078. Kalsium merupakan salah satu logam
alkali tanah terletak pada periode 4 dan golongan IIA.
Sifat fisika Kalsium adalah senyawa kalsium menyusun 3,64% kerak
bumi. Distribusi, kalsium sangat luas, ditemukan di hampir setiap wilayah
daratan di dunia. Unsur ini sangat penting bagi kehidupan tumbuhan dan
hewan, gigi, kulit telur, karang dan tanah. Air laut mengandung sekitar
0,15% kalsium klorida. Kalsium tidak ditemukan secara bebas di alam,
melainkan dalam bentuk senyawa seperti batu gamping, gipsum, dan fluorit.
c. Stronsium (Sr2+)
Stronsium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang Sr dan nomor atom 38. Sebuah logam alkali tanah, stronsium
adalah unsur logam lunak perak-putih atau kekuningan yang sangat reaktif
kimia. Logam membentuk lapisan oksida gelap bila terkena udara.
Stronsium memiliki sifat fisik dan kimia mirip dengan dua tetangga vertikal
dalam tabel periodik, yaitu kalsium dan barium.
Sifat fisika Stronsium adalah kepadatan stronsium 2,64 g/cm3. Stronsium
memiliki titik didih dan titik leleh yaitu 1050 K (777 OC, 1431 OF) dan 1655
O O
K (1382 C, 2520 F). Stronsium adalah senyawa yang solid. Kalor
peleburan dan kalor penguapan stronsium adalah 7,43 kJ/mol dan 136,9
kJ/mol.

B. Sifat Kimia pada Kation Golongan IV


Sifat kimia adalah sifat yang hubungannya dengan interaksi antara zat satu
dengan zat yang lainnya dan dapat menghasilkan zat baru.
a. Barium (Ba2+)
Barium secara kimiawi mirip dengan magnesium, kalsium, dan
stronsium, tetapi lebih reaktif. Barium selalu menunjukkan tingkat oksidasi
+2. Reaksi dengan kalkogen sangat eksotermal (melepas energi), reaksi
dengan oksigen atau udara dapat terjadi pada suhu kamar dan karena itu
barium disimpan di dalam minyak atau atmosfir inert. Reaksi
dengan nonlogam lainnya, seperti karbon, nitrogen, fosfor, silikon, dan
hidrogen, umumnya bersifat eksotermal dan berlanjut pada
pemanasan. Reaksi dengan air dan alkohol sangat eksotermal dan akan
melepaskan gas hidrogen. Barium termasuk logam yang mudah diserang
oleh asam. Tetapi pada asam sulfat tidak bisa, karena pasivasi menghentikan
reaksi membentuk barium sulfat yang tidak larut di permukaan. Barium
dapat bereaksi dengan logam lainnya seperti aluminium, seng, timbal dan
timah kemudian membentuk intermetalik.
b. Kalsium (Ca2+)
Sifat kimia dari Kalsium adalah kalsium dianggap kurang reaktif
dibandingkan logam alkali tanah lainnya. Pada lingkup rumah tangga, ion
kalsium yang berasal dari pipa biasanya turut larut dalam air minum. Air
dianggap menjadi “keras” saat mengandung terlalu banyak kalsium atau
magnesium. Kondisi ini bisa dihindari dengan memberikan pelunak air.
Dalam industri, logam kalsium dipisahkan dari kalsium klorida cair melalui
proses elektrolisis. Saat kontak dengan udara, kalsium membentuk lapisan
oksida dan nitrida yang melindungi dari korosi lebih lanjut.
c. Stronsium (Sr2+)
Sifat kimia dari Stronsium adalah cepat bereaksi dengan air dan udara
sehingga harus disimpan dalam wadah yang tidak memungkinkannya
kontak dengan air dan udara. Karena reaktivitas ekstrim terhadap udara,
unsur ini tidak terdapat bebas di alam dan selalu bersenyawa dengan unsur
lainnya. Bubuk logam stronsium akan menyala secara spontan di udara
untuk menghasilkan baik strontium oksida dan strontium nitrida.

C. Kelimpahan Unsur atau Senyawa Kation Golongan IV


1. Barium (Ba2+)
Kelimpahan barium di alam adalah 0,0425% dalam kerak bumi dan
13 µg/L dalam air laut. Sumber komersial utama barium adalah barit
(mineral barium sulfat) dan sumber komersial lainnya adalah witerit
(mineral barium karbonat). Jumlah barium paling banyak berada di Inggris,
Rumania, dan bekas Uni Soviet. Barit adalah suatu mineral yang terdiri atas
barium sulfat (BaSO4). Pada umumnya berwarna putih seperti susu, tetapi
tergantung pada ketidakmurnian kristal. Barit (BaSO4) mengandung
campuran unsur Cr, Ca, Pb, dan Ra, yang senyawanya mempunyai bentuk
kristal yang sama. Unsur pengotor barit adalah besi oksida, lempung, dan
unsur organik yang semuanya dapat memberikan beragam warna pada
warna kristal barit murni adalah putih atau abu-abu. Sebagai unsur Barium
(Ba), barit juga dijumpai sangat terbatas mengandung feldspar (3% BaO),
plagioklas (7,3% BaO), muskovit (9,9% BaO), dan biotit (6-8% BaO).
Sebagian besar produksi barit digunakan dalam industri perminyakan.
Pemakaian ini mencapai sekitar 85-90% dari produksi barit secara
keseluruhan. Sisanya digunakan sebagai bahan baku dalam industri kimia
barium, sebagai bahan pengisi dan pengembang (filler dan extender), dan
agregat semen.
2. Kalsium (Ca2+)
Kalsium termasuk logam alkali tanah yang hanya dapat ditemukan di
alam dalam bentuk senyawa karena bersifat reaktif. Keberadaan kalsium
menyusun 3,64% kerak bumi, banyak ditemukan pada cangkang kerang
karena mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dalam kadar yang lebih
tinggi bila dibandingkan dengan batu gamping, cangkang telur, keramik,
atau bahan lainnya. Hal ini terlihat dari tingkat kekerasan cangkang kerang.
Semakin keras cangkang, maka semakin tinggi kandungan kalsium karbonat
(CaCO3) nya. Selain itu kalsium di alam dapat juga ditemukan dalam bentuk
gips (CaSO4.2H2O), fluoroapatit [3(Ca3(PO4)2.CaF2], dan fluorit (CaF2).

3. Stronsium (Sr2+)
Kandungan stronsium kerak bumi relatif tinggi. Ada empat isotop
stronsium, Sr-88 (82,58%) adalah yang paling melimpah. Sr-90 adalah
isotop radioaktif suatu produk yang dominan dalam peledakan bom atom.
Stronsium di alam terdapat 0,034% dari semua batuan beku bersenyawa
dengan sulfat dan karbonat membentuk senyawa selestit (SrSO4) dan
senyawa strontianit (SrCO3).

D. Manfaat
1. Barium (Ba2+)
Barium memiliki beberapa manfaat dalam bidang industri:
a. Senyawa barium, khususnya barit (BaSO4), memiliki peran yang sangat
penting dalam industri minyak bumi. Barit digunakan dalam pengeboran
sumur minyak.
b. Barium karbonat dapat digunakan untuk racun tikus dan juga dapat
digunakan dalam pembuatan batu bata. Berbeda dengan sulfat, karbonat
akan melarut di dalam perut, sehingga menjadi racun bagi tubuh.
c. Barium oksida digunakan untuk melapisi elektroda pada lampu
fluoresensi, yang dapat melepaskan elektron.
d. Barium karbonat digunakan dalam pembuatan kaca. Karena beratnya,
barium dapat meningkatkan indeks bias dan kilau kaca.
e. Barit digunakan secara ekstensif dalam pembuatan karet.
2. Kalsium (Ca2+)
Manfaat kalsium bagi manusia:
a. Mengaktifkan saraf
b. Melancarkan peredaran darah
c. Melenturkan otot
d. Menormalkan tekanan darah
e. Menyeimbangkan tingkat keasaman darah
f. Menjaga keseimbangan cairan tubuh
g. Mencegah pengeroposan tulang
h. Mencegah penyakit jantung
i. Menurunkan risiko kanker usus
j. Mengatasi sakit pinggang
k. Mengatasi keluhan saat haid dan menopous
Manfaat kalsium bagi industri:
a. Sebagai agen mengurangi dalam ekstraksi logam lain, seperti uranium,
zirkonium, dan thorium.
b. Sebagai desulfurizer, deoxidizer, atau decarbonizer untuk paduan besi
dan berbagai nonferrous.
c. Sebagai agen pemadu yang digunakan dalam produksi dari aluminium,
berilium, tembaga, timah, dan paduan magnesium.
d. Dalam pembuatan semen dan mortir untuk digunakan dalam konstruksi.
e. Dalam pembuatan keju, mana ion kalsium mempengaruhi aktivitas renin
dalam membawa tentang koagulasi susu.
f. Kalsium karbonat (CaCO3) dapat digunakan untuk membuat cat putih,
membersihkan bubuk, pasta gigi dan antasida perut.
g. Kalsium sulfat (CaSO4) dapat digunakan bahan baku gypsum, yang
digunakan untuk membuat dinding kering dan plester.
h. Nitrat kalsium (Ca(NO3)2) sebagai pupuk alami
i. Kalsium fosfat (Ca(PO4)2) sebagai bahan utama yang ditemukan dalam
tulang dan gigi.
j. Kalsium arsenate (Ca3(AsO4)2) digunakan dalam insektisida.
k. Kalsium karbida (CaC2) digunakan untuk membuat gas dan dalam
pembuatan plastik.
l. Kalsium klroida (CaCl2) senagai pelebur es di jalan raya pada musim
dingin dan untuk menurunkan titik beku pada musim dingin.
m. Kalsium dihidrogen posfat (Ca(H2PO4)2) digunakan sebagai bahan
pupuk.
n. CaOCl2 sebagai disinfektan.
3. Stronsium (Sr2+)
Berikut adalah beberapa manfaat dari Stronsium:
a. Stronsium digunakan untuk memproduksi kaca (tabung sinar katoda)
untuk televisi berwarna. Selain itu dapat digunakan dalam memproduksi
magnet keramik ferit dan dalam pemurnian seng.
b. Garam stronum digunakan dalam flare dan kembang api untuk warna
krimson.
c. Stronsium klorida digunakan dalam pasta gigi untuk gigi sensitif.
d. Stronsium oksida digunakan untuk meningkatkan kualitas glasir
tembikar.
e. Isotop 90Sr adalah salah satu emitor beta berenergi tinggi yang berumur
panjang dan paling dikenal. Isotop ini digunakan dalam terapi kanker.

E. Identifikasi Kation pada Golongan IV


1. Barium (Ba2+)
Barium termasuk logam putih perak dan dapat bereaksi dengan air,
sehingga membentuk reaksi:
Ba + 2H2O → Ba2+ + H2 + 2OH-
Reaksi identifikasi Ba2+ :
a. Larutan ammonia (NH3)
Pada larutan ammonia tidak terjadi endapan karena kelarutannya
relatif tinggi.
Ba2+ + NH3 + 2H2O → Ba(OH)2 + NH4+
b. Larutan ammonium karbonat ( (NH4)2CO3 )
Pada larutan ini terdapat endapan putih barium karbonat yang larut
dalam asam asetat dan asam mineral encer.
Ba2+ + CO32- → BaCO3 ↓ putih
Endapan larut sedikit dalam larutan garam-garam ammonia dari asam-
asam kuat, ini disebabkan karena ion ammonium sebagai suatu asam kuat
bereaksi dengan basa, yaitu ion karbonat dengan mengakibatkan
terbentukmya ion hidrogen karbonat, maka konsentrasi ion karbonat dari
larutan menjadi berkurang.
NH4+ + CO32- → NH3↑ + HCO3-
atau
NH4+ + BaCO3 ↓ → NH3 ↑ + HCO3- + Ba2+
Jika jumlah endapan barium karbonat sangat kecil, ia bisa larut
dengan baik dalam garam ammonium yang berkonsentrasi tinggi.
c. Larutan ammonium oksalat ( (NH4)2C2O4 )
Pada larutan ini akan terbentuk endapan putih barium oksalat yang
hanya sedikit larut dalam air, tetapi dilarutkan dengan mudah oleh asam
asetat encer.
Ba2+ + (COO)22- ↔ Ba(COO)2 ↓ putih
Ba(COO)2 ↓ + CH3COOH → larut
d. Asam sulfat encer (H2SO4)
Terbentuk endapan putih barium sulfat (BaSO4) yang berbutir halus,
berat, dan praktis tidak larut dalam air. Hampir tidak larut dalam asam
encer dan larutan ammonium sulfat, dan larut cukup baik dalam asam
sulfat pekat mendidih. Dengan mengendapkan dalam larutan yang
mendidih atau menambahkan ammonium asetat.
Ba2+ + SO42- → BaSO4 ↓ putih
BaSO4 ↓ + H2SO4 pekat → Ba2+ + 2HSO4-
e. Larutan kalsium sulfat jenuh (CaSO4)
Terbentuk endapan segera dari barium sulfat putih.
Ba2+ + SO42- → BaSO4 ↓ segera putih
f. Larutan kalium kromat (K2Cr2O7)
Terbentuk endapan kuning barium kromat yang praktis tidak larut
dalam air.
Ba2+ + CrO42- → BaCrO4 ↓ kuning
Endapan tidak dapat larut dalam asam asetat encer, tetapi dapat larut
dalam asam mineral.
g. Reagensia natrium rhodizonat
Terbentuk endapan coklat kemerahan yaitu garam barium dari asam
radizonat dalam larutan nitrat.
h. Uji kering (pewarnaan nyala)
Garam-garam barium, bila dipanaskan dalam nyala bunsen yang tak
cemerlang (kebiru-biruan) memberi warna hijau kekuningan kepada
nyala, karena kebanyakan garam barium kecuali kloridanya, tak mudah
menguap.
2. Kalsium (Ca2+)
Kalsium termasuk logam putih perak dan dapat bereaksi dengan air.
Ca + 2H2O → Ca2+ + H2 ↑ + 2OH-
Reaksi identifikasi Ca2+ :
a. Larutan ammonia (NH3)
Pada larutan ini tidak terbentuk endapan karena kalsium hidroksida
larut cukup banyak. Dengan zat pengendap yang telah lama dibuat,
mungkin timbul kekeruhan karena terbentuk kalsium karbonat.
NH3 → tidak terbentuk endapan
b. Larutan ammonium karbonat ( (NH4)2CO3 )
Terbentuk endapan amorf putih kalsium karbonat:
Ca2+ + CO32 → CaCO3 ↓ putih
Dengan mendidihkan, endapan menjadi berbentuk kristal. Endapan
larut dalam air yang mengandung asam karbonat berlebih, karena
pembentukan kalsium hidrogen karbonat yang larut:
CaCO3 ↓ + H2O + CO2 ↔ Ca2+ + 2HCO3
Dengan mendidihkan kembali, maka endapan muncul lagi karena
karbondioksida keluar selama proses itu. Sehinggan reaksi berlansgung
ke arah kiri. Endapan larut dalam asam, bahkan asam asetat:
CaCO3 + 2CH3COOH → Ca2+ + H2O + CO2 ↑ + 2CH3COOH-
c. Asam sulfat encer (H2SO4)
Terbentuk endapan putih kalsium sulfat:
Ca2+ + SO42- → CaSO4 ↓ putih
Endapan dapat larut dalam ammonium sulfat:
CaSO4 ↓ + SO42- → [Ca(SO4)2]2-
d. Kalsium sulfat jenuh (CaSO4)
Tidak terbentuk endapan.
e. Larutan ammonium oksalat ( (NH4)2C2O4 )
Terbentuk endapan putih kalsium oksalat, segera dari larutan-larutan
pekat dan lambat larut pada larutan encer.
Ca2+ + (COO)22- → Ca(COO)2 ↓ putih
Pengendapan dipermudah dengan membuat larutan bersifat basa
dengan ammonia. Endapan praktis tidak larut dalam air, tidak larut dalam
asam asetat, tetapi dapat larut dalam asam mineral.
f. Larutan kalium kromat (K2Cr2O7)
Tidak terbentuk endapan.
g. Larutan kalium heksasianoferat (II)
Terbentuk endapan putih garam campuran:
Ca2+ + K+ + [Fe(CN)6]4- → K2Ca[Fe(CN)6] ↓ putih
Dengan adanya ammonium klorida, uji ini ajan lebih peka karena
kalium digantikan oleh ion-ion ammonium dalam endapan.
h. Reagensia natrium dihidroksitartrat
Terbentuk endapan kuning garam kalsium yang sangat sedikit larut.
i. Reangesia asam pikrolonat
Kristal-kristal empat persegi panjang khas dari kalsium pikrolonat
dalam larutan netral atau asam asetat.
j. Uji (Mikroskop) kalsium sulfat dihidrat
Uji ini merupakan uji pemastian yang baik terhadap kalsium dalam
golongan IV. Pada mikroskop tampak kristal seperti kumpulan jarum
atau prisma yang memanjang dengan adanya kalsium.
k. Uji kering (pewarnaan nyala)
Senyawa-senyawa kalsium yang mudah menguap memberi warna
merah kekuningan pada nyala bunsen.
3. Stronsium (Sr2+)
Stronsium merupakan logam putih perak dan bersifat liat serta dapat
ditempa.
Sr + 2H2O → Sr2+ + H2 ↑ +2OH-
Reaksi identifikasi Sr2+ :
a. Larutan ammonia (NH3)
Pada larutan ini terbentuk endapan.
NH3 → tidak terbentuk endapan
b. Larutan ammonium karbonat
Terbentuk endapan putih stronsium karbonat
Sr2+ + CO32- → SrCO3 ↓ putih
c. Asam sulfat encer ( (NH4)2CO3 )
Terbentuk endapan putih stronsium sulfat
Sr2+ + SO42- → SrSO4 ↓ putih
Kelarutan endapan tidak dapat diabaikan. Endapan tidak larut dalam
larutan ammonium sulfat bahkan dengan mendidihkan, dan larut sedikit
dalam asam klorida mendidih. Ia hampir sempurna diubah menjadi
karbonat yang bersangkutan dengan mendidihkan larutan karbonat pekat:
SrSO4 + CO32- ↔ SrCO3 ↓ + SO42-
d. Larutan kalsium sulfat jenuh (CaSO4)
Terbentuk endapan putih stronsium sulfat, endapan terbentuk lambat
dalam keadaan dingin, tetapi lebih cepat dengan mendidihkan.
Sr2+ + SO42- → SrSO4 ↓ putih
e. Larutan ammonium oksalat ( (NH4)2C2O4 )
Terbentuk endapan putih stronsium oksalat
Sr2+ + (COOH)22- → Sr(COOH)2 ↓ putih
Endapan yang larut dalam air hanya sedikit. Asam asetat tidak
menyerangnya tetapi asam mineral melarutkan endapan.
f. Larutan kalium kromat (K2Cr2O7)
Terbentuk endapan kuning stronsium kromat
Sr2+ + CrO42- → SrCrO4 ↓ putih
Endapan yang larut banyak dalam air, maka tidak terjadi endapan
dalam larutan stronsium encer. Endapan dapat larut dalam asam asetat
dan asam mineral seperti Barium.
g. Reagensia natrium rhodizonat
Terbentuk endapan bewarna coklat kemerahan stronsium rhodizonat
dalam larutan netral.
h. Uji kering (pewarnaan nyala)
Senyawa stronsium yang mudah menguap akan memberi warna
merah-karmin yang khas pada nyala bunsen yang tak cemerlang.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kation golongan IV terdiri dari Barium (Ba2+), Kalsium (Ca2+), dan Stronsium
(Sr2+). Sifat fisik adalah sifat yang dapat diamati tanpa harus mengubah susunan
kimianya dan tidak dapat menghasilkan zat baru. Sifat kimia adalah sifat yang
hubungannya dengan interaksi antara zat satu dengan zat yang lainnya dan dapat
menghasilkan zat baru. Kelimpahan Barium di alam 0,0425% berbentuk barit dan
waterit. Kelimpahan kalsium di alam dapat berupa kalsium karbonat, gips, dan
lain-lain. Kelimpahan stronsium di alam berbentuk senyawa selestit (SrSO4) dan
senyawa strontianit (SrCO3). Manfaat dari kation golongan IV ini sangat banyak
bagi kehidupan sehari-hari. Dalam identifikasi kation golongan IV endapan yang
dihasilkan rata-rata berwarna putih yang terbentuk dengan reagensia golongan
yaitu, kalsium karbonat (CaCO3), barium karbonat (BaCO3), dan stronsium
karbonat (SrCO3).
DAFTAR PUSTAKA

http://erlinaarikawati.blogspot.com/2014/07/unsur-kalsium.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Barium

http://infocendekia-ff.blogspot.com/2014/12/makalah-barium.html

https://www.academia.edu/18478408/Identifikasi_Kation_Golongan_IV

https://sainskimia.com/sifat-pembuatan-kegunaan-dan-sumber-dari-unsur-kimia-
stronsium/

Vogel. 1979. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro.
Jakarta: Kalman Media Pustaka.