Anda di halaman 1dari 14

A.

PENDAHULUAN
Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan, telah ditetapkan
arah kebijakan pembangunan kesehatan yang tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010 – 2014 bidang kesehatan yang
dititik beratkan pada pendekatan preventif dan promotif serta pemberdayaan
keluarga dan masyarakat dalam bidang kesehatan. Salah satu bentuk upaya
pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan adalah menumbuhkembangkan
Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang salah satunya
adalah Posyandu.
Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat
dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka
kematian ibu dan bayi. Oleh sebab itu untuk mendukung pembinaan Posyandu
diperlukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat antara lain dengan
upaya peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan kader Posyandu.
Untuk maksud tersebut, perlu disusun buku kurikulum pelatihan kader
Posyandu sehingga dapat digunakan sebagai acuan berbagai pihak yang akan
menyelenggarakan pelatihan bagi kader Posyandu. Dengan demikian,
pelatihan tersebut diharapkan menghasilkan kader yang handal dalam upaya
pengembangan Posyandu khususnya di daerahnya.
Kurikulum ini dengan pendekatan yang menempatkan pembelajar sebagai
pusat perhatian sedangkan fasilitator lebih berperan sebagai pengingat adanya
keanekaragaman kebijakan dan budaya setempat maka tujuan pembelajaran
diarahkan pada tumbuhnya proses penemuan sendiri sehingga kompetensi
yang telah diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas.

B. PENDEKATAN PELATIHAN
Pelatihan ini diselenggarakan dengan berdasarkan pendekatan berikut :
1. Berdasarkan Masalah (Problem Based)
Yaitu dalam pendekatan proses pelatihan kader harus sesuai dari
masalah yang ada dilapangan, yaitu kurangnya pengetahuan tentang
kesehatan gigi dan mulut sehingga permasalahan gigi dan mulut
dimasyarakat meningkat.
2. Berdasarkan Kompetensi (Competency Based),
Yakni proses pelatihan selalu berupaya untuk mengembangkan
keterampilan berjenjang langkah demi langkah menuju kemampuan keder
tersebut sehingga terciptanya kenaikan derajat kesehatan gigi dan mulut
masyarakat.
3. Pembelajaran Orang Dewasa (Adult Learning),
Yakni proses pelatihan yang diselenggarakan dengan pendekatan
pembelajaran orang dewasa, yang selama pelatihan peserta berhak untuk:
a. Didengarkan dan dihargai pengalamannya.
b. Dipertimbangkan setiap ide dan pendapat, sejauh berada di dalam konteks
pelatihan.
c. Dihargai keberadaannya.
4. Pembelajaran Dengan Melakukan (Learning by Doing), yang memungkinkan
peserta untuk:
a. Berkesempatan melakukan eksperimentasi dari materi pelatihan dengan
menggunakan metode pembelajaran antara lain diskusi kelompok, studi
kasus, simulasi, role play (bermain peran), dan latihan (exercise) baik
secara individu maupun kelompok.
b. Melakukan pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu.

C. PERAN dan KOMPETENSI


Peran yang telah menyelesaikan Peran Kader Posyandu memiliki peran dan
kompetensi sebagai berikut :
1. Peran
Kader sebagai penyelenggara kegiatan di Posyandu
2. Kompetensi
Peserta latih mempunyai kompetensi :
a. Mampu memahami pengelolaan Posyandu
b. Mampu memahami tugas-tugas kader dalam penyelenggaraan Posyandu
c. Mampu memahami masalah kesehatan pada sasaran Posyandu
d. Mampu menggerakkan masyarakat
e. Mampu melakukan lima langkah kegiatan di Posyandu dan kegiatan
pengembangannya
f. Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan Posyandu
g. Mampu menyusun rencana tindak lanjut
D. TUJUAN PELATIHAN
1. Tujuan Umum
Setelah Selesai pelatihan, peserta mampu menyelenggarakan kegiatan
posyandu.
2. Tujuan Khusus
Setelah selesai pelatihan, peserta mampu :
a. Memahami pengelolaan posyandu
b. Memahami tugas-tugas kader dalam penyelenggaraan posyandu
c. Memahami masalah kesehatan pada sasaran posyandu
d. Menggerakkan masayarakat
e. Melakukan lima langkah kegiatan di posyandu dan kegiatan
pengembangannya
f. Mampu melakukan penyuluhan
g. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan posyandu (Sistem Informasi
Terpadu)
h. Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL)

E. PESERTA FASILITATOR dan NARASUMBER


1. Peserta
a. Kriteria peserta
1) Kader kesehatan posyandu yang aktif di wilayah kelurahan
Pedalangan, Kecamatan Banyumanik kota Semarang.
b. Jumlah peserta
Jumlah peserta pelatihan kader sebanyak 24 orang yang merupakan
kader posyandu aktif di wilayah kelurahan pedalangan, kecamatan
banyumanik, kota Semarang.
2. Fasilitator
a. Kepala Puskesmas Padangsari
b. Kepala Kelurahan Pedalangan
3. Narasumber
a. Elizabeth Febrina : Mahasiswa Jurusan Keperawatan gigi
b. Ratna Aryani : Mahasiswa Jurusan Keperawatan gigi
4. Penyelenggara
Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh Mahasiswa Jurusan
Keperawatan gigi prodi diploma IV keperawatan gigi poltekkes kemenkes
semarang. Daftar penyelenggara acara ini adalah sebagai beriut :

Ketua : Ika Setyoningsih

Sekretaris : Yayi Setianing N

Bendahara : Novelina Indah Pratiwi

Sie Ilmiah : Ratna Aryani

Sie Dokumentasi : Eksa Shinta K.D.

Sie Konsumsi : Ulin Lian D.P.

: Vina Amalia Yusafitri

Sie Perlengkapan : Anisa Oktaviani

Sie Humas : Astri Putri Utami A.

Sie Acara : Elizabeth Febrina K.S.H.


F. STRUKTUR PROGRAM
Untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas, materi pelatihan disusun
dengan struktur program yang terdiri dari:

1. Materi Dasar
2. Materi Inti
3. Materi Penunjang
No Materi Waktu (JPL)
1 Materi Dasar T P PL Jumlah
a. Manajemen Usaha Kesehatan
3 2 0 5
Gigi Masyarakat
2 Materi Inti
a. Mengenal bagian, bentuk, fungsi,
3 0 0 3
dan usia tumbuhnya gigi
b. Memelihara kebersihan gigi dan
2 2 0 4
mulut
c. Pemeriksaaan gigi sederhana
2 3 2 7
(Simulasi KMGS dan KASIH)
d. Penyakit gigi dan mulut pada
2 2 0 4
ibu hamil dan balita
3 Materi Penunjang
a. Dinamika Kelompok 0 3 0 3
b. Rencana Tindak Lanjut (RTL) 1 3 0 4
Jumlah Total 10 18 2 30

Keterangan:

T = Teori

P = Praktek

PL = Praktek Lapangan

1 JPL = 45 Menit
G. DIAGRAM dan METODE PEMBELAJARAN
1. Diagram proses pembelajaran
Pembukaan

Pra - Tes

Dinamika Kelompok

Wawasan : Pembekalan Kemampuan


Pengelolaan - Tugas – tugas kader dalam
UKGM penyelenggaraan UKGM.
- Penilaian masalah kesehatan pada sasaran
UKGM.
Metode : - Penggerakkan masyarakat.
Ceramah – - Lima langkah kegiatan di UKGM dan
Tanya Jawab kegiatan pengembangannya.
- Penyuluhan pada kegiatan UKGM.
- Pencatatan dan pelaporan UKGM (Sistem
Informasi UKGM).

Metode : CTJ, Curah Pendapat, Diskusi, Simulasi,


Role Play, Praktik Lapang, Presentasi, Studi Kasus
dan Game

Bekerja secara tim


(In door & out door)

Diskusi :
Rangkuman Hasil Praktik Lapang

Rencana tindak lanjut

Pasca-tes

Penutupan

2. Proses dan Metode Pembelajaran


a. Proses pembelajaran
Proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut
1) Dinamisasi dan penggalian harapan peserta serta membangun
komitmen belajar di antara peserta.
2) Persiapan peserta sebagai individu atau kelompok yang mempunyai
pengaruh terhadap perubahan perilaku dalam menciptakan iklim yang
kondusif dalam melaksanakan tugas.
3) Penjajakan awal peserta dengan memberikan tes awal (pre-tes).
4) Review semua materi baik teori maupun praktik untuk memantapkan
pengetahuan dan keterampilan peserta .
5) Evaluasi akhir untuk menilai keberhasilan pencapaian kompetensi
peserta.
b. Metode Pembelajaran
Metode pelatihan ini berdasarkan pada prinsip :
1) Orientasi kepada peserta meliputi latar belakang, kebutuhan dan
harapan yang terkait dengan tugas yang akan dilaksanakan setelah
mengikuti pelatihan, memberikan kesempatan belajar dengan
melakukan (learning by doing), dan belajar atas pengalaman (learning
by experience).
2) Peran serta akktif peserta (active leaner participatory) sesuai dengan
pendekatan pembelajaran (learning).
3) Pembinaan iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya
komunikasi dari dank e berbagai arah.
4) Pengalaman praktik kerja lapang untuk membiasakan peserta
melaksanakan tugasnya.
H. GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PEMBELAJARAN
1. Materi Dasar
Materi dasar Manajemen UKGMS
waktu 5 JPL ( T: 3, P: 2, PL: 0)
Tujuan Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang
pembelajaran kesehatan gigi khususnya mengenai UKGMS serta dapat
umum memberdayakan diri untuk menjalankan kegiatan
tersebut.
Tujuan 1. Peserta latihan memahami pengertian UKGMS
pembelajaran 2. Peserta latihan memahami manfaat UKGMS
khusus 3. Peserta latihan memahami manajement UKGMS
4. Peserta latihan memahami materi yang diberikan
serta dapat memberdayakannya dalam tugasnya
dengan baik sebagai seorang kader.

Pokok A. UKGM
bahasan dan 1. Pengertian UKGMS
sub pokok 2. Manfaat kegiatan UKGMS
bahasan 3. Managemen UKGMS

Metode Curah pendapat,ceramah,tanya jawab,demonstrasi


media Slide
Alat bantu 1. Lcd
2. Laptop
3. Modul pelatihan kader UKGM
4. Formulir rujukan
5. KMGS
6. Buku register
7. Alat tulis
Referensi Kementrian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dan Mulut Di
Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
2. Materi Inti
Materi inti 1 Mengenal bagian bagian rongga mulut
waktu 3 JPL ( T: 3, P: 0, PL: 0)
Tujuan Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang
pembelajaran kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut.
umum
Tujuan Setelah pembelajaran selesai peserta mampu:
pembelajaran 1. Memahami bagian bagian gigi
khusus 2. Memahami macam bentuk dan fungsi gigi
3. Memahami masa pertumbuhan gigi

Pokok A. Bagian rongga mulut


bahasan dan 1. Pengertian bibir
sub pokok 2. Pengertian gusi
bahasan 3. Pengertian lidah
4. Pengertian gigi geligi
B. Macam macam bentuk dan Fungsi gigi
1. Pengertian fungsi gigi
2. Bentuk gigi gigi seri
3. Bentuk gigi taring
4. Bentuk gigi geraham
C. Usia tumbuhnya gigi
1. Periode gigi sulung
2. Periode gigi campuran
3. Periode gigi tetap
Metode Ceramah dan Tanya jawab
media Slide
Alat bantu 1. Lcd
2. Laptop
3. Modul
Referensi Kementrian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dan Mulut Di
Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
Materi inti 2 Memelihara kebersihan gigi dan mulut
waktu 4 JPL ( T: 2, P: 2, PT: 0)
Tujuan Setelah pembelajaran selesai , peserta mampu
pembelajaran memahami cara membersihkan gigi dan mulut
umum
Tujuan Setelah pembelajaran selesai peserta mampu:
pembelajaran 1. Mempraktekkan cara menyikat gigi yang benar
khusus 2. Memahami Waktu yang tepat menyikat gigi
Pokok A. Menjaga kebersihan gigi dan mulut
bahasan dan 1. Penegrtian cara menyikat gigi
sub pokok 2. Pemilihan sikat gigi
bahasan 3. Pengertian benang gigi
Metode Ceramah, praktek, demonstrasi ,Tanya jawab
media Slide
Alat bantu 1. Lcd
2. Laptop
3. Modul
4. Phantom
5. Sikat gigi
Referensi Kementrian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dan Mulut Di
Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Materi inti 3 Cara pemeriksaan gigi sederhana


waktu 7 JPL ( T: 2, P: 3, PL: 2)
Tujuan Setelah pembelajaran selesai , peserta mampu
pembelajaran memahami dan melakukan kegiatan pemeriksaan gigi
umum sederhana
Tujuan Setelah pembelajaran selesai peserta mampu:
pembelajaran 1. Mengetahui cara pemeriksaan gigi sederhana
khusus pada balita dan ibu hamil
2. Melakukan pemeriksaan gigi sederhana pada
balita dan ibu hamil
Pokok A. Cara pemeriksaan gigi sederhana
bahasan dan a. Pengertian pemeriksaan gigi sederhana
sub pokok b. Cara pemeriksaan gigi sederhana
bahasan c. Alat dan bahan yang digunakan dalam
pemeriksaan gigi sederhana
d. Macam penyakit gigi dan mulut pada
balita dan ibu hamil
Metode Ceramah, praktek, demonstrasi ,Tanya jawab
media Slide
Alat bantu 1. Lcd
2. Laptop
3. Modul
4. Oral Diagnostik Set
5. Handscoon
6. Masker
Referensi Kementrian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dan Mulut Di
Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
Materi inti 4 Penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil dan balita
waktu 4 JPL ( T: 2, P: 2, PL: 0)
Tujuan Setelah pembelajaran selesai , peserta mampu mengenali
pembelajaran berbagai macam permasalahan atau penyakit pada ibu
umum hamil dan balita
Tujuan Setelah pembelajaran selesai peserta mampu:
pembelajaran 1. Menyebutkan macam macam penyakit gigi dan
khusus mulut pada ibu hamil
2. Menyebutkan macam macam penyakit gigi dan
mulut pada balita
Pokok A. Macam macam penyakit pada ibu hamil
bahasan dan 1. Penyakit peradangan gusi
sub pokok 2. Penyakit gigi berlubang
bahasan 3. Penyakit tumor kehamilan
B. Macam macam penyakit pada balita
1. Pengertian karies yang disebabkan dari botol
susu
2. Kelainan kebiasaan buruk
C. Pencegahan karies pada anak balita
Metode Ceramah dan Tanya jawab
media Slide
Alat bantu 1. Lcd
2. Laptop
3. Modul
Referensi Kementrian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Dan Mulut Di
Masyarakat. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.
3. Materi Penunjang
Materi Dinamika Kelompok
penunjang 1
waktu 3 JPL ( T: 0, P: 3, PL: 0)
Tujuan Setelah mengikuti materi ini, peserta fasilisator dan
pembelajaran penyelenggaraan atau panitia saling mengenal peserta
umum menyepakati norma selama proses pelatihan berlangsung
Tujuan Setelah pembelajaran selesai, peserta mampu:
pembelajaran 1. Mengenal seluruh peserta, fasilisator dan panitia
khusus penyelenggara
2. Mengetahui tujuan pelatihan yang diikutinya
3. Menyampaikan harapannya
4. Menyepakati norma selama proses pelatihan
Pokok A. Perkenalan
bahasan dan B. Tujuan pelatihan
sub pokok C. Harapan peserta
bahasan
Metode Diskusi kelompok
Alat bantu 1. Laptop
2. Lcd
Referensi Kerja sama antara kementrian kesehatan RI dengan
kementrian dalam negeri RI,Kurikulum dan modul
pelatihan fasilisator pemberdayaan masyarakat dibidang
masyarakat, Jakarta, 2011.

Materi Rencana tindak lanjut (RTL)


penunjang 2
waktu 4 JPL (T: 1, P: 3, PL: 0)
Tujuan Peserta mampu menyusun rencana tindak lanjut (RTL)
pembelajaran berdasarkan karateristik wilayah kerja tempat bertugas
umum
Tujuan Peserta mampu
pembelajaran 1. menjelaskan dan ruang lingkup RTL
khusus 2. menjelaskan langkah langkah penyusunan RTL
3. penyajian RTL
Pokok A. pengertian dan ruang lingkup RTL
bahasan dan B. langkah langkah penyusunan RTL
sub pokok C. penyajian RTL
bahasan
Metode Ceramah, Tanya jawab, diskusi kelompok
Alat bantu 1. lcd
2. laptop
Referensi Kerja sama antara kementrian kesehatan RI dengan
kementrian dalam negeri RI,Kurikulum dan modul
pelatihan fasilisator pemberdayaan masyarakat dibidang
masyarakat, Jakarta, 2011.
I. EVALUASI dan SERTIFIKASI
1. Evaluasi
Evaluasi yang digunakan selama proses pembelajaran terdiri dari evaluasi
terhadap:
a. Peserta, meliputi:
1) Pre test
2) Post test
b. Pelatih (fasilitator/CI, asisten CI, pembimbing lapangan), meliputi:
1) Penguasaan materi
2) Ketepatan waktu
3) Cara penyajian
4) Penggunaan alat bantu diklat
5) Metode pembelajaran
6) Sikap kepada peserta
7) Pencapaian kompetensi sesuai bidang yang diajarkan
8) Kesempatan tanya jawab
9) Kerjasama antara fasilitator
c. Penyelenggara, meliputi:
1) Pengalaman peserta dalam pelatihan
2) Rata-rata penggunaan metode pembelajaran
3) Semangat peserta untuk mengikuti pelatihan
4) Tingkat kepuasan peserta terhadap proses pelatihan
5) Kenyamanan ruang pelatihan
6) Ketersediaan alat bantu diklat
7) Penilaian proses pelatihan
8) Laporan akhir
2. Sertifikasi
Sertifikasi adalah penentuan angka kredit pelatihan dilaksanakan
berdasarkan lamanya waktu pelatihan dalam satuan pembelajaran efektif,
setiap 30 jam pelatihan (jpl) akan memperoleh angka kredit 1 (satu).
KURIKULUM

PELATIHAN KADER

Kelompok 1 :

1. Anisa Oktaviani ( P1337425216007 )


2. Astri Putri Utami Azhar ( P1337425216009 )
3. Novelina Indah Pratiwi ( P1337425216010 )
4. Elizabeth Febrina K.S.H ( P1337425216025 )
5. Ratna Aryani ( P1337425216029 )
6. Ulin Lian Driandari P ( P1337425216031 )
7. Ika Setyoningsih ( P1337425216032 )
8. Yayi Setianing Nagari K ( P1337425216034 )
9. Eksa Shinta Kartika D ( P1337425216035 )
10. Vina Amalia Y ( P1337425216051 )

PRODI DIPLOMA IV JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

2019 / 2020

Anda mungkin juga menyukai