Anda di halaman 1dari 67

Solusi Manual

PRAKTIKUM
AKUNTANSI
BIAYA
Riwayadi

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 1 11/01/2016 10:05:37


BAB 1

SOLUSI MANUAL

AKUNTANSI
BIAYA
PRODUKSI

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 1 11/01/2016 10:05:37


2 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT BRIDAL FASHION DESIGNER


Pertemuan Pertama

a. Perhitungan Harga Pokok Bahan Baku per Unit.

Alokasi Ongkos Angkut


Ongkos Alokasi Ongkos
Bahan Baku Berat (kg) Rasio Berat
Angkut Angkut
Kain A005 525 0,35 Rp10.000.000 Rp3.500.000
Kain B010 900 0,60 Rp10.000.000 Rp6.000.000
Benang 75 0,05 Rp10.000.000 Rp500.000
Total 1.500 Rp10.000.000
Alokasi Biaya Asuransi
Alokasi Biaya
Bahan Baku Nilai Beli*) Rasio Nilai Beli Biaya Asuransi
Asuransi
Kain A005 Rp100.000.000 0,17 Rp6.000.000 Rp1.000.000
Kain B010 Rp499.500.000 0,83 Rp6.000.000 Rp4.995.000
Benang Rp500.000 0,001 Rp6.000.000 Rp5.000
Total Rp600.000.000 Rp6.000.000
*) Perhitungan Nilai Beli:
Kuantitas Harga Beli
Nilai Beli
Dibeli per Unit
Nilai jual beli Kain A005 500 meter Rp200.000 Rp100.000.000
Nilai jual beli Kain B010 1.000 meter Rp499.500 Rp499.500.000
Nilai beli Benang 50 gulung Rp10.000 Rp500.000
Total Rp600.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 2 11/01/2016 10:05:37


  BAB 1  SOLUSI MANUAL–AKUNTANSI BIAYA PRODUKSI 3

Perhitungan Harga Pokok Bahan Baku per Unit:


Kain A005 Kain B010 Benang Total
Nilai beli Rp100.000.000 Rp499.500.000 Rp500.000 Rp600.000.000
Ongkos angkut Rp3.500.000 Rp6.000.000 Rp500.000 Rp10.000.000
Biaya asuransi Rp1.000.000 Rp4.995.000 Rp 5.000 Rp6.000.000
Total harga pokok
Rp104.500.000 Rp510.495.000 Rp1.005.000 Rp 616.000.000
bahan baku
Kuantitas yang dibeli 500 meter 1.000 meter 50 gulung
Harga pokok Rp209.000 Rp 510.495 Rp20.100
bahan baku per unit per meter per meter per gulung

b.1. Perhitungan Biaya Bahan Baku Langsung per Unit.

Pemakaian bahan baku langsung untuk busana pengantin model SoSweet:


HP Bahan Baku
Keterangan Kuantitas Dipakai Total
per Meter
Kain A005 100 meter Rp209.000 Rp20.900.000
Kain B010 300 meter Rp510.495 Rp153.148.500
Total pemakaian bahan baku langsung Rp174.048.500
Jumlah produk yang dihasilkan 10 setel
Biaya bahan baku langsung per setel untuk model SoSweet Rp17.404.850

b.2. Perhitungan Biaya Bahan Baku Tidak Langsung.


HP Bahan Baku
Keterangan Kuantitas Dipakai Total
per Meter
Pemakaian benang: 8 gulung Rp20.100 Rp160.800

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 3 11/01/2016 10:05:37


4 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

c. Ayat Jurnal untuk Mencatat Pembelian serta Pemakaian Bahan Baku Langsung dan Bahan Baku Tidak
Langsung.

Alternatif 1: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Aset


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku Rp600.000.000
    Kas Rp600.000.000

2) Mencatat pembayaran ongkos


angkut
Ongkos angkut Rp10.000.000
    Kas Rp10.000.000

3) Mencatat pembebanan ongkos


angkut ke bahan baku
Persediaan bahan baku Rp10.000.000
    Ongkos angkut Rp10.000.000

4) Mencatat pembayaran asuransi


Beban asuransi Rp6.000.000
    Kas Rp6.000.000

5) Mencatat pembebanan beban


asuransi ke bahan baku
Persediaan bahan baku Rp6.000.000
    Beban asuransi Rp6.000.000

6) Mencatat pemakaian bahan baku


Persediaan barang dalam proses Rp174.048.500
Biaya overhead pabrik Rp160.800
    Persediaan bahan baku Rp174.209.300

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 4 11/01/2016 10:05:38


  BAB 1  SOLUSI MANUAL–AKUNTANSI BIAYA PRODUKSI 5

Alternatif 2: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Beban


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat pembelian bahan baku
Persediaan bahan baku Rp600.000.000
    Kas Rp600.000.000

2) Mencatat pembayaran ongkos


angkut
Ongkos angkut Rp10.000.000
    Kas Rp10.000.000

3) Mencatat pembebanan ongkos


angkut ke bahan baku
Persediaan bahan baku Rp10.000.000
    Ongkos angkut Rp10.000.000

4) Mencatat pembayaran asuransi


Beban asuransi Rp6.000.000
    Kas Rp6.000.000

5) Mencatat pembebanan beban


asuransi ke bahan baku
Persediaan bahan baku Rp6.000.000
    Beban asuransi Rp6.000.000

6) Mencatat pemakaian bahan baku


Barang dalam proses–biaya bahan baku
Rp174.048.500
langsung
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp160.800
    Persediaan bahan baku Rp174.209.300

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 5 11/01/2016 10:05:38


6 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT BRIDAL FASHION DESIGNER


Pertemuan Kedua

BIAYA TENAGA KERJA


a. Perhitungan Penghasilan Bersih Sherly Wulandari.
Penghasilan Bruto:
Busana pengantin model SoSweet 2 setel x Rp2.000.000 Rp4.000.000
Busana pengantin model lainnya Rp4.750.000
Tunjangan uang makan 25 hari x Rp50.000 Rp1.250.000
Total Penghasilan Bruto Rp10.000.000
Potongan:
PPh Pasal 21: 10% x Rp10.000.000 Rp1.000.000
BPJS Ketenagakerjaan: 5% x Rp10.000.000 Rp500.000
Total Potongan Rp1.500.000
Penghasilan Bersih Sherly Wulandari Rp8.500.000

b. Penentuan Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung.
Biaya Tenaga Kerja Langsung:
Busana pengantin model SoSweet 2 setel x Rp2.000.000 Rp4.000.000
Busana pengantin model lainnya Rp4.750.000
Total Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp8.750.000
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung:
Tunjangan uang makan 25 hari x Rp50.000 Rp1.250.000
Total Biaya Tenaga Kerja Rp10.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 6 11/01/2016 10:05:38


  BAB 1  SOLUSI MANUAL–AKUNTANSI BIAYA PRODUKSI 7

c. Ayat Jurnal untuk Mencatat Pembayaran Upah dan Pembebanannya ke Produk yang Dihasilkan.

Alternatif 1: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Aset


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat pembayaran upah kepada Sherly Wulandari
Biaya gaji dan upah Rp10.000.000
    Utang PPh Pasal 21 Rp1.000.000
    Utang BPJS Ketenagakerjaan Rp500.000
    Kas Rp8.500.000

2) Mencatat pembebanan biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak
langsung
Persediaan barang dalam proses Rp8.750.000
Biaya overhead pabrik Rp1.250.000
    Biaya gaji dan upah Rp10.000.000

Alternatif 2: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Beban


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat pembayaran upah kepada Sherly Wulandari
Biaya gaji dan upah Rp10.000.000
    Utang PPh Pasal 21 Rp1.000.000
    Utang BPJS Ketenagakerjaan Rp500.000
    Kas Rp8.500.000

2) Mencatat pembeban biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak
langsung
Persediaan barang dalam proses–biaya
Rp8.750.000
tenaga kerja langsung
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp1.250.000
    Biaya gaji dan upah Rp10.000.000

BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

a. Perhitungan Tarif Biaya Overhead Pabrik yang Ditentukan di Muka.


Kapasitas Normal Jam Mesin  = 10 mesin jahit x 10 jam x 300 hari
             = 30.000 jam mesin
Tarif BOP per Jam Mesin    = Rp1.800.000.000 / 30.000 jam mesin
             = Rp60.000 per mesin

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 7 11/01/2016 10:05:38


8 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

b. Ayat Jurnal untuk Mencatat Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya, Biaya Overhead Pabrik yang Dibebankan,
Menutup Biaya Overhead Pabrik, dan Menutup Selisih Biaya Overhead Pabrik.

Alternatif 1: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Aset


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat BOP sesungguhnya
Biaya overhead pabrik Rp1.410.000.000
    Persediaan bahan baku Rp800.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp400.000.000
    Biaya listrik pabrik Rp100.000.000
    Biaya penyusutan gedung pabrik Rp20.000.000
    Biaya penyusutan mesin pabrik Rp40.000.000
    Biaya penyusutan kendaraan pabrik    Rp15.000.000
    Biaya bahan bakar kendaraan pabrik Rp30.000.000
    Biaya asuransi pabrik Rp5.000.000

2) Mencatat BOP yang dibebankan


Persediaan barang dalam proses Rp1.440.000.000
    Biaya overhead pabrik Rp1.440.000.000

Perhitungan:
Biaya overhead pabrik dibebankan  = 24.000 jam mesin x Rp60.000
                = Rp1.440.000.000

3) Menutup akun BOP dan mencatat


selisih BOP
Biaya overhead pabrik Rp30.000.000
    Selisih biaya overhead pabrik Rp30.000.000

Perhitungan:
BOP sesungguhnya = Rp1.410.000.000
BOP yang dibebankan = Rp1.440.000.000
Selisih BOP = (Rp30.000.000)

4) Menutup akun Selisih BOP ke Harga


Pokok Penjualan
Selisih biaya overhead pabrik Rp30.000.000
    Harga pokok penjualan Rp30.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 8 11/01/2016 10:05:38


  BAB 1  SOLUSI MANUAL–AKUNTANSI BIAYA PRODUKSI 9

Alternatif 2: Barang dalam Proses Dicatat sebagai Beban


No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
1) Mencatat BOP sesungguhnya
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp1.410.000.000
    Persediaan bahan baku Rp800.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp400.000.000
    Biaya listrik pabrik Rp100.000.000
    Biaya penyusutan gedung pabrik Rp20.000.000
    Biaya penyusutan mesin pabrik Rp40.000.000
    Biaya penyusutan kendaraan pabrik    Rp15.000.000
    Biaya bahan bakar kendaraan pabrik Rp30.000.000
    Biaya asuransi pabrik Rp5.000.000

2) Mencatat BOP yang dibebankan


Barang dalam proses–biaya overhead pabrik Rp1.440.000.000
    Biaya overhead pabrik dibebankan Rp1.440.000.000

Perhitungan:
Biaya overhead pabrik dibebankan  = 24.000 jam mesin x Rp60.000
                = Rp1.440.000.000

3) Menutup akun BOP dan mencatat


selisih BOP
Biaya overhead pabrik dibebankan Rp1.440.000.000
    Selisih biaya overhead pabrik Rp30.000.000
    Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp1.410.000.000

Perhitungan:
BOP sesungguhnya = Rp1.410.000.000
BOP yang dibebankan = Rp1.440.000.000
Selisih BOP = (Rp30.000.000)

4) Menutup akun Selisih BOP ke Harga


Pokok Penjualan
Selisih biaya overhead pabrik Rp1.440.000.000
    Harga pokok penjualan Rp1.440.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 9 11/01/2016 10:05:38


10 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 10 11/01/2016 10:05:38


BAB 2
SOLUSI MANUAL

PENYUSUNAN
LAPORAN
KEUANGAN
PERUSAHAAN
PABRIK

11

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 11 11/01/2016 10:05:39


12 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT MAHKOTA DEWA
PERTEMUAN KETIGA

1. Data Penyesuaian dan Ayat Jurnal Penyesuaian per 31 Desember 2015.


Hlm. 1
No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti*)
JURNAL PENYESUAIAN
31 Desember Mencatat penyusutan gedung kantor
2015 Beban penyusutan gedung kantor Rp75.000.000
    Akumulasi penyusutan gedung kantor Rp75.000.000

Perhitungan:
Harga perolehan: Rp1.500.000.000
Umur: 20 tahun
Beban penyusutan per tahun: Rp75.000.000
31 Desember Mencatat penyusutan mesin
2015 Beban penyusutan mesin Rp100.000.000
    Akumulasi penyusutan mesin Rp100.000.000

Perhitungan:
Harga perolehan: Rp1.000.000.000
Umur: 10 tahun
Beban penyusutan per tahun: Rp100.000.000
31 Desember Mencatat penyusutan kendaraan kantor
2015 Beban penyusutan kendaraan kantor Rp100.000.000
    Akumulasi penyusutan kendaraan kantor Rp100.000.000

Perhitungan:
Harga perolehan: Rp500.000.000
Umur: 5 tahun
Beban penyusutan per tahun: Rp100.000.000
31 Desember Mencatat beban sewa bangunan pabrik
2015 Beban sewa bangunan pabrik Rp5.000.000
    Sewa dibayar di muka Rp5.000.000

Perhitungan:
Total sewa: Rp100.000.000
Jangka waktu: 20 tahun
Beban sewa per tahun: Rp5.000.000
*) Kosongkan nomor buktinya.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 12 11/01/2016 10:05:39


  BAB 2  SOLUSI MANUAL–PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PABRIK 13

Hlm. 2
No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti*)
JURNAL PENYESUAIAN
31 Desember Menghapus persediaan bahan baku
2015 langsung awal
Ikhtisar harga pokok produksi Rp250.000.000
    Persediaan bahan baku langsung Rp250.000.000

Memunculkan persediaan bahan baku


langsung akhir
Persediaan bahan baku langsung Rp120.000.000
    Ikhtisar harga pokok produksi Rp120.000.000

31 Desember Menghapus persediaan barang dalam


2015 proses awal
Ikhtisar harga pokok produksi Rp100.000.000
    Persediaan barang dalam proses Rp100.000.000

Memunculkan persediaan barang dalam


proses akhir
Persediaan barang dalam proses Rp80.000.000
    Ikhtisar harga pokok produksi Rp80.000.000

31 Desember Menghapus persediaan barang jadi awal


2015 Ikhtisar laba rugi Rp300.000.000
    Persediaan barang jadi Rp300.000.000

Memunculkan persediaan barang jadi


akhir
Persediaan barang jadi Rp40.000.000
    Ikhtisar laba rugi Rp40.000.000

31 Desember Mencatat beban perlengkapan kantor


2015 Beban perlengkapan kantor Rp20.000.000
    Perlengkapan kantor Rp20.000.000

Perhitungan:
Saldo perlengkapan: = Rp25.000.000
Perlengkapan yang masih ada: = (Rp5.000.000)
Beban perlengkapan: = Rp20.000.000
*) Kosongkan nomor buktinya.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 13 11/01/2016 10:05:39


14 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Hlm. 3
No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti*)
31 Desember Mencatat beban kerugian piutang usaha
2015 Beban kerugian piutang usaha Rp11.000.000
    Cadangan kerugian piutang usaha Rp11.000.000

Perhitungan:
Saldo piutang usaha per 1 Januari 2015 = Rp750.000.000
Saldo piutang usaha per 31 Desember 2015 = Rp650.000.000
Saldo rata-rata piutang usaha = Rp700.000.000

Pembentukan Cadangan Kerugian Piutang


Perhitungan:
3% x Rp700.000.000 = Rp21.000.000
Cadangan Kerugian Piutang Usaha Awal = (Rp10.000.000)
Beban Kerugian Piutang Usaha = Rp11.000.000
31 Desember Mencatat PPh Badan
2015 Saldo laba Rp125.800.000
    Utang pajak penghasilan badan Rp125.800.000

Perhitungan:
20% x Rp629.000.000 = Rp125.800.000
*) Kosongkan nomor buktinya

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 14 11/01/2016 10:05:39


2. Penyusunan Neraca Lajur (Worksheet) untuk Tahun 2015.
PT MAHKOTA DEWA
NERACA LAJUR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 15


(dalam rupiah)
NERACA SALDO LAPORAN HARGA POKOK LAPORAN POSISI
No. NERACA SALDO PENYESUAIAN LAPORAN LABA RUGI
Nama Akun DISESUAIKAN PRODUKSI KEUANGAN
Akun
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
111 Kas 50.000.000 50.000.000 50.000.000
112 Piutang usaha 750.000.000 750.000.000 750.000.000
Cadangan kerugian
113 10.000.000 11.000.000 21.000.000 21.000.000
piutang usaha
Persediaan bahan
114 250.000.000 120.000.000 250.000.000 120.000.000 120.000.000
baku langsung
Persediaan barang
115 100.000.000 80.000.000 100.000.000 80.000.000 80.000.000
dalam proses
Persediaan barang
116 300.000.000 40.000.000 300.000.000 40.000.000 40.000.000
jadi
Sewa dibayar
117 75.000.000 5.000.000 70.000.000 70.000.000
di muka
Perlengkapan
118 25.000.000 20.000.000 5.000.000 5.000.000
kantor
121 Tanah 500.000.000 500.000.000 500.000.000
122 Gedung kantor 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000
Akumulasi
123 penyusutan gedung 375.000.000 75.000.000 450.000.000 450.000.000
kantor
124 Mesin 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000
Akumulasi
125 500.000.000 100.000.000 600.000.000 600.000.000
penyusutan mesin
126 Kendaraan kantor 500.000.000 500.000.000 500.000.000
Akumulasi
127 penyusutan 150.000.000 100.000.000 250.000.000 250.000.000
kendaraan kantor
  BAB 2  SOLUSI MANUAL–PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PABRIK

211 Utang usaha 200.000.000 200.000.000 200.000.000


311 Modal saham 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000
15

11/01/2016 10:05:39
16
PT MAHKOTA DEWA
NERACA LAJUR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(dalam rupiah)

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 16


NERACA SALDO LAPORAN HARGA POKOK LAPORAN POSISI
No. NERACA SALDO PENYESUAIAN LAPORAN LABA RUGI
Nama Akun DISESUAIKAN PRODUKSI KEUANGAN
Akun
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
312 Saldo laba 965.000.000 965.000.000 965.000.000
411 Penjualan 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000
Pembelian bahan
511 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
Praktikum AKUNTANSI BIAYA

baku langsung
Biaya tenaga kerja
512 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000
langsung
Biaya bahan
513 100.000.000 100.000.000 100.000.000
penolong
Biaya tenaga kerja
514 250.000.000 250.000.000 250.000.000
tidak langsung
Biaya bahan bakar
515 150.000.000 150.000.000 150.000.000
pabrik
516 Beban listrik pabrik 20.000.000 20.000.000 20.000.000
Ongkos angkut
521 10.000.000 10.000.000 10.000.000
penjualan
531 Beban listrik kantor 30.000.000 30.000.000 30.000.000
532 Beban gaji kantor 90.000.000 90.000.000 90.000.000
Total 8.700.000.000 8.700.000.000
Beban penyusutan
533 75.000.000 75.000.000 75.000.000
gedung kantor
Beban penyusutan
517 100.000.000 100.000.000 100.000.000
mesin
Beban penyusutan
534 100.000.000 100.000.000 100.000.000
kendaraan kantor
Beban sewa
518 5.000.000 5.000.000 5.000.000
bangunan pabrik
Ikhtisar harga pokok
519 250.000.000 120.000.000 250.000.000 120.000.000 250.000.000 120.000.000
produksi
100.000.000 80.000.000 100.000.000 80.000.000 100.000.000 80.000.000

11/01/2016 10:05:40
PT MAHKOTA DEWA
NERACA LAJUR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2015
(dalam rupiah)

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 17


NERACA SALDO LAPORAN HARGA POKOK LAPORAN POSISI
No. NERACA SALDO PENYESUAIAN LAPORAN LABA RUGI
Nama Akun DISESUAIKAN PRODUKSI KEUANGAN
Akun
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit

412 Ikhtisar laba rugi 300.000.000 40.000.000 300.000.000 40.000.000 300.000.000 40.000.000
Beban
535 perlengkapan 20.000.000 20.000.000 20.000.000
kantor
Beban kerugian
536 11.000.000 11.000.000 11.000.000
piutang usaha
Total 1.201.000.000 1.201.000.000 9.226.000.000 9.226.000.000 3.975.000.000 200.000.000 636.000.000 5.040.000.000 4.615.000.000 3.986.000.000
3.775.000.000 3.775.000.000
Harga pokok
3.975.000.000 3.975.000.000 4.411.000.000 5.040.000.000 4.615.000.000 3.986.000.000
produksi
629.000.000 629.000.000
Laba bersih 5.040.000.000 5.040.000.000 4.615.000.000 4.615.000.000
  BAB 2  SOLUSI MANUAL–PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PABRIK
17

11/01/2016 10:05:40
18 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PERTEMUAN KEEMPAT
1. Penyusunan Laporan Harga Pokok Produksi untuk Tahun 2015.

PT MAHKOTA DEWA
LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI
TAHUN 2015

Persediaan bahan baku langsung awal Rp250.000.000


Pembelian bahan baku langsung Rp2.000.000.000
Bahan baku tersedia untuk dipakai Rp2.250.000.000
Persediaan bahan baku akhir (Rp120.000.000)
Bahan baku yang terpakai Rp2.130.000.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp1.000.000.000
Biaya overhead pabrik:
   Biaya bahan baku penolong Rp100.000.000
   Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp250.000.000
   Biaya bahan bakar pabrik Rp150.000.000
   Beban listrik pabrik Rp20.000.000
   Beban penyusutan mesin Rp100.000.000
   Beban sewa bangunan pabrik Rp5.000.000
Rp625.000.000
Total biaya produksi Rp3.755.000.000
Persediaan barang dalam proses awal Rp100.000.000
Total biaya diperhitungkan Rp3.855.000.000
Persediaan barang dalam proses akhir (Rp80.000.000)
Harga pokok produksi Rp3.775.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 18 11/01/2016 10:05:40


  BAB 2  SOLUSI MANUAL–PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PABRIK 19

2. Penyusunan Laporan Laba Rugi untuk Tahun 2015.

PT MAHKOTA DEWA
LAPORAN LABA RUGI
TAHUN 2015

Penjualan Rp5.000.000.000
Harga pokok penjualan:
   Persediaan barang jadi awal Rp300.000.000
   Harga pokok produksi Rp3.775.000.000
   Barang tersedia dijual Rp4.075.000.000
   Persediaan barang jadi akhir (Rp40.000.000)
    Harga pokok penjualan Rp4.035.000.000
Laba kotor Rp965.000.000
Beban operasi:
   Beban penjualan
    Ongkos angkut penjualan Rp10.000.000
   Total beban penjualan Rp10.000.000

   Beban administrasi dan umum:


    Beban listrik kantor Rp30.000.000
    Beban gaji kantor Rp90.000.000
    Beban penyusutan gedung kantor Rp75.000.000
    Beban penyusutan kendaraan kantor Rp100.000.000
    Beban perlengkapan kantor Rp20.000.000
    Beban kerugian piutang usaha Rp11.000.000
   Total beban administrasi dan umum Rp326.000.000
Total beban operasi Rp336.000.000
Laba bersih operasi sebelum pajak Rp629.000.000
PPh Badan: 20% x Rp629.000.000 Rp125.800.000
Laba bersih setelah pajak Rp503.200.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 19 11/01/2016 10:05:40


20 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

3. Penyusunan Laporan Perubahan Saldo Laba untuk Tahun 2015.

PT MAHKOTA DEWA
LAPORAN PERUBAHAN SALDO LABA
TAHUN 2015

Saldo laba awal Rp965.000.000


Laba bersih setelah pajak Rp503.200.000
Total saldo laba Rp1.468.200.000
Dividen 0
Saldo laba akhir Rp1.468.200.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 20 11/01/2016 10:05:40


  BAB 2  SOLUSI MANUAL–PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN PABRIK 21

PERTEMUAN KELIMA
1. Penyusunan Laporan Posisi Keuangan untuk Tahun 2015.

PT MAHKOTA DEWA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PER 31 DESEMBER 2015

ASET LIABILITAS
ASET LANCAR UTANG LANCAR
Kas Rp50.000.000 Utang usaha Rp200.000.000
Piutang usaha Rp750.000.000 Utang pajak Rp125.800.000
Cadangan kerugian piutang usaha (Rp21.000.000) Total Utang Lancar Rp325.800.000
Persediaan bahan baku langsung Rp120.000.000
Persediaan barang dalam proses Rp80.000.000 EKUITAS
Persediaan barang jadi Rp40.000.000 Modal saham Rp1.500.000.000
Sewa dibayar di muka Rp70.000.000 Saldo laba Rp1.468.200.000
Perlengkapan kantor Rp5.000.000 Total Ekuitas Rp2.968.200.000
Total Aset Lancar Rp1.094.000.000

ASET TETAP
Tanah Rp500.000.000
Gedung kantor Rp1.500.000.000
Akumulasi penyusutan gedung
(Rp450.000.000)
kantor
Mesin Rp1.000.000.000
Akumulasi penyusutan mesin (Rp600.000.000)
Kendaraan kantor Rp500.000.000
Akumulasi penyusutan kendaraan
(Rp250.000.000)
kantor
Total Aset Tetap Rp2.200.000.000
Total Aset Rp3.294.000.000 Total Liabilitas dan Ekuitas Rp3.294.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 21 11/01/2016 10:05:40


22 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

2. Ayat Jurnal Penutup untuk Tahun 2015.

PT MAHKOTA DEWA
JURNAL PENUTUP
TAHUN 2015
Hlm. 1
No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti*)
JURNAL PENUTUP
31 Desember Menutup saldo pendapatan
2015 Penjualan Rp5.000.000.000
    Ikhtisar laba rugi Rp5.000.000.000

31 Desember Menutup saldo biaya produksi


2015 Ikhtisar harga pokok produksi Rp3.625.000.000
    Pembelian bahan baku langsung Rp2.000.000.000
    Biaya tenaga kerja langsung Rp1.000.000.000
    Biaya bahan penolong Rp100.000.000
    Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp250.000.000
    Biaya bahan bakar pabrik Rp150.000.000
    Beban listrik pabrik Rp20.000.000
    Beban penyusutan mesin Rp100.000.000
    Beban sewa gedung pabrik Rp5.000.000

31 Desember Menutup saldo ikhtisar harga pokok


2015 produksi
Ikhtisar laba rugi Rp3.775.000.000
    Ikhtisar harga pokok produksi Rp3.775.000.000

31 Desember Menutup saldo beban operasi


2015 Ikhtisar laba rugi Rp336.000.000
    Ongkos angkut penjualan Rp10.000.000
    Beban listrik kantor Rp30.000.000
    Beban gaji kantor Rp90.000.000
    Beban penyusutan gedung kantor Rp75.000.000
    Beban penyusutan kendaraan kantor Rp100.000.000
    Beban perlengkapan kantor Rp20.000.000
    Beban kerugian piutang usaha Rp11.000.000

31 Desember Menutup saldo ikhtisar laba rugi


2015 Ikhtisar laba rugi Rp629.000.000
    Saldo laba Rp629.000.000

*) Kosongkan nomor buktinya

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 22 11/01/2016 10:05:40


BAB 3
SOLUSI MANUAL

KONSEP BIAYA
DAN PERILAKU
BIAYA

23

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 23 11/01/2016 10:05:41


24 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT ANEKA BISKUIT
PERTEMUAN KEENAM

1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Kemudahan Penelusuran (Traceability) untuk Tahun 2015.

PT ANEKA BISKUIT
KLASIFIKASI BIAYA BERDASARKAN KEMUDAHAN PENELUSURAN (TRACEABILITY)
TAHUN 2015
(dalam rupiah)
No. Keterangan Jumlah
BIAYA LANGSUNG
1. Biaya bahan baku–tepung terigu 500.000.000
2. Biaya bahan baku–tepung beras 400.000.000
3. Biaya bahan baku–gula 25.000.000
4. Biaya bahan baku–coklat 75.000.000
5. Biaya bahan baku–susu 50.000.000
6. Biaya bahan baku–rumput laut 10.000.000
7. Biaya bahan baku–nanas 15.000.000
8. Biaya bahan baku–mentega 25.000.000
9. Biaya bahan baku–keju 20.000.000
10. Biaya bahan baku–telur 5.000.000
11. Biaya tenaga kerja langsung 300.000.000
Total Biaya Langsung 1.425.000.000

BIAYA TIDAK LANGSUNG


1. Biaya tenaga kerja tidak langsung 40.000.000
2. Biaya penyusutan gedung pabrik 17.000.000
3. Biaya penyusutan gedung kantor 10.000.000
4. Biaya penyusutan mesin pabrik 16.000.000
5. Biaya penyusutan kendaraan pabrik 13.000.000
6. Biaya penyusutan kendaraan kantor 14.000.000
7. Biaya listrik pabrik 11.000.000
8. Biaya listrik kantor 24.000.000
9. Biaya gaji karyawan pemasaran 60.000.000
10. Biaya gaji karyawan akuntansi 40.000.000
11. Biaya gaji karyawan personalia 30.000.000
12. Biaya bahan bakar untuk mesin pabrik 150.000.000
13. Biaya bahan bakar untuk kendaraan pabrik 19.000.000
14. Biaya bahan bakar untuk kendaraan kantor 15.000.000
15. Ongkos angkut barang yang dijual 18.000.000
16. Biaya pajak bumi dan bangunan kantor 12.000.000
17. Biaya pajak kendaraan pabrik 10.000.000
18. Biaya pajak kendaraan kantor 8.000.000
19. Biaya iklan 50.000.000
Total Biaya Tidak Langsung 557.000.000
Total 1.982.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 24 11/01/2016 10:05:41


  BAB 3  SOLUSI MANUAL–KONSEP BIAYA DAN PERILAKU BIAYA 25

2. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Fungsi Utama Organisasi untuk Tahun 2015.

PT ANEKA BISKUIT
KLASIFIKASI BIAYA BERDASARKAN FUNGSI UTAMA ORGANISASI
TAHUN 2015
(dalam rupiah)

No. Keterangan Jumlah


BIAYA PRODUKSI
1. Biaya bahan baku–tepung terigu 500.000.000
2. BIaya bahan baku–tepung beras 400.000.000
3. Biaya bahan baku–gula 25.000.000
4. Biaya bahan baku–coklat 75.000.000
5. Biaya bahan baku–susu 50.000.000
6. Biaya bahan baku–rumput laut 10.000.000
7. Biaya bahan baku–nanas 15.000.000
8. Biaya bahan baku–mentega 25.000.000
9. Biaya bahan baku–keju 20.000.000
10. Biaya bahan baku–telur 5.000.000
11. Biaya tenaga kerja langsung 300.000.000
12. Biaya tenaga kerja tidak langsung 40.000.000
13. Biaya penyusutan gedung pabrik 17.000.000
14. Biaya penyusutan mesin pabrik 16.000.000
15. Biaya penyusutan kendaraan pabrik 13.000.000
16. Biaya listrik pabrik 11.000.000
17. Biaya bahan bakar untuk mesin pabrik 150.000.000
18. Biaya bahan bakar untuk kendaraan pabrik 19.000.000
19. Biaya pajak kendaraan pabrik 10.000.000
Total Biaya Produksi 1.701.000.000

BIAYA PEMASARAN
1. Ongkos angkut barang yang dijual 18.000.000
2. Biaya iklan 50.000.000
3. Biaya gaji karyawan pemasaran 60.000.000
Total Biaya Pemasaran 128.000.000

BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM


1. Biaya penyusutan kendaraan kantor 14.000.000
2. Biaya penyusutan gedung kantor 10.000.000
3. Biaya listrik kantor 24.000.000
4. Biaya gaji karyawan akuntansi 40.000.000
5. Biaya gaji karyawan personalia 30.000.000
6. Biaya bahan bakar untuk kendaraan kantor 15.000.000
7. Biaya pajak bumi dan bangunan kantor 12.000.000
8. Biaya pajak kendaraan kantor 8.000.000
Total Biaya Administrasi dan Umum 153.000.000
Total 1.982.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 25 11/01/2016 10:05:41


26 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PERTEMUAN KETUJUH
1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Biaya Variabel, Biaya Tetap, dan Biaya Semivariabel untuk Tahun 2015.

PT ANEKA BISKUIT
KLASIFIKASI BIAYA BERDASARKAN PERILAKU
TAHUN 2015
(dalam rupiah)

No. Keterangan Jumlah


BIAYA VARIABEL
1. Biaya bahan baku–tepung terigu 500.000.000
2. Biaya bahan baku–tepung beras 400.000.000
3. Biaya bahan baku–gula 25.000.000
4. Biaya bahan baku–coklat 75.000.000
5. Biaya bahan baku–susu 50.000.000
6. Biaya bahan baku–rumput laut 10.000.000
7. Biaya bahan baku–nanas 15.000.000
8. Biaya bahan baku–mentega 25.000.000
9. Biaya bahan baku–keju 20.000.000
10. Biaya bahan baku–telur 5.000.000
11. Biaya tenaga kerja langsung 300.000.000
12. Biaya penyusutan mesin pabrik 16.000.000
Total Biaya Variabel 1.441.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 26 11/01/2016 10:05:41


  BAB 3  SOLUSI MANUAL–KONSEP BIAYA DAN PERILAKU BIAYA 27

No. Keterangan Jumlah


BIAYA TETAP
1. Biaya tenaga kerja tidak langsung 40.000.000
2. Biaya penyusutan gedung pabrik 17.000.000
3. Biaya penyusutan gedung kantor 10.000.000
4. Biaya penyusutan kendaraan pabrik 13.000.000
5. Biaya penyusutan kendaraan kantor 14.000.000
6. Biaya gaji karyawan pemasaran 60.000.000
7. Biaya gaji karyawan akuntansi 40.000.000
8. Biaya gaji karyawan personalia 30.000.000
9. Biaya bahan bakar untuk mesin pabrik 150.000.000
10. Biaya bahan bakar untuk kendaraan pabrik 19.000.000
11. Biaya bahan bakar untuk kendaraan kantor 15.000.000
12. Ongkos angkut barang yang dijual 18.000.000
13. Biaya pajak bumi dan bangunan kantor 12.000.000
14. Biaya pajak kendaraan pabrik 10.000.000
15. Biaya pajak kendaraan kantor 8.000.000
16. Biaya iklan 50.000.000
Total Biaya Tetap 506.000.000

No. Keterangan Jumlah


BIAYA SEMIVARIABEL
1. Biaya listrik pabrik 11.000.000
2. Biaya listrik kantor 24.000.000
Total Biaya Semivariabel 35.000.000
Total 1.982.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 27 11/01/2016 10:05:41


28 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

2.a. Klasifikasi Biaya Semivariabel menjadi Biaya Tetap dan Biaya Variabel serta Penyusunan Formula Biayanya
Menggunakan Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah.

Bulan Unit Dihasilkan Total Biaya (Rp)


Januari 1.100 Rp2.150.000
Februari 700 Rp1.550.000
Maret 400 Rp1.100.000
April 1.000 Rp2.000.000
Mei 900 Rp1.850.000
Juni 1.950 Rp3.425.000
Juli 650 Rp1.475.000
Agus 1.300 Rp2.450.000
September 1.100 Rp2.150.000
Oktober 1.200 Rp2.300.000
November 750 Rp1.625.000
Desember 950 Rp1.925.000
Total 12.000 Rp24.000.000

Unit Dihasilkan Total Biaya (Rp)


Titik Tertinggi 1.950 Rp3.425.000
Titik Terendah 400 Rp1.100.000
Selisih (Beda) 1.550 Rp2.325.000

Biaya variabel per unit yang dihasilkan:


= Rp2.325.000 / 1.550 unit
= Rp1.500 per unit

Biaya tetap per bulan:


= Rp3.425.000 – (1.950 unit x Rp1.500 per unit)
= Rp3.425.000 – Rp2.925.000
= Rp500.000

Formula:
Y = 500.000 + 1.500 X

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 28 11/01/2016 10:05:41


  BAB 3  SOLUSI MANUAL–KONSEP BIAYA DAN PERILAKU BIAYA 29

2.b. Klasifikasi Biaya Semivariabel menjadi Biaya Tetap dan Biaya Variabel serta Penyusunan Formula Biayanya
Menggunakan Metode Kuadrat Terkecil.

Unit Total Biaya


Bulan X Y X² XY
yang Dihasilkan (Rp)
Januari 1.100 Rp2.150.000 100 150.000 10.000 15.000.000
Februari 700 Rp1.550.000 -300 (450.000) 90.000 135.000.000
Maret 400 Rp1.100.000 -600 (900.000) 360.000 540.000.000
April 1.000 Rp2.000.000 0 - - -
Mei 900 Rp1.850.000 -100 (150.000) 10.000 15.000.000
Juni 1.950 Rp3.425.000 950 1.425.000 902.500 1.353.750.000
Juli 650 Rp1.475.000 -350 (525.000) 122.500 183.750.000
Agus 1.300 Rp2.450.000 300 450.000 90.000 135.000.000
September 1.100 Rp2.150.000 100 150.000 10.000 15.000.000
Oktober 1.200 Rp2.300.000 200 300.000 40.000 60.000.000
November 750 Rp1.625.000 -250 (375.000) 62.500 93.750.000
Desember 950 Rp1.925.000 -50 (75.000) 2.500 3.750.000
Total 12.000 Rp24.000.000 0 0 1.700.000 2.550.000.000
Rata-Rata 1.000 Rp2.000.000

Biaya variabel per unit yang dihasilkan:


= Rp2.550.000.000 / 1.700.000 unit
= Rp1.500

Biaya tetap per bulan:


= Rp2.000.000 – (1.000 unit x Rp1.500 per unit)
= Rp2.000.000 – Rp1.500.000
= Rp500.000

Formula:
Y = 500.000 + 1.500 X

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 29 11/01/2016 10:05:41


30 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 30 11/01/2016 10:05:41


BAB 4
SOLUSI MANUAL

PERHITUNGAN
HARGA POKOK
PESANAN

31

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 31 11/01/2016 10:05:42


32 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT INDAH PERABOT
PERTEMUAN KEDELAPAN

1. Alokasi Biaya Departemen Jasa ke Departemen Produksi.


2. Tarif BOP untuk Masing-Masing Departemen Produksi.

PT Indah Perabot
Alokasi Biaya Departemen Jasa ke Departemen Produksi dan Perhitungan Tarif BOP
Metode Aljabar

Departemen Produksi Departemen Jasa


Pemotongan Perakitan Kebersihan Kafe Total
1. Total Anggaran
BOP sebelum 53.061.224.490 74.438.775.510 15.000.000.000 17.500.000.000 160.000.000.000
alokasi
2. Alokasi Biaya Dept.
1.709.183.674 11.964.285.715 (17.091.836.735) 3.418.367.347 0
Kebersihan*)
3. Alokasi Biaya
5.229.591.837 13.596.938.776 2.091.836.735 (20.918.367.347) 0
Dept. Kafe**)
4. Total BOP setelah
60.000.000.000 100.000.000.000 0 0 160.000.000.000
alokasi
5. Total BOP Tetap 32.500.000.000 60.000.000.000
6. Total BOP Variabel:
27.500.000.000 40.000.000.000
(4) – (5)
7. Kapasitas Normal 2.000.000 JM 2.500.000 JKL
8. Tarif BOP Total:
30.000 40.000
(4)/(7)
9. Tarif BOP Tetap:
16.250 24.000
(5)/(7)
10. Tarif BOP Variabel:
13.750 16.000
(6)/(7)

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 32 11/01/2016 10:05:42


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 33

Perhitungan Persentase Jasa yang Diberikan oleh Departemen Jasa ke Departemen Produksi.

Jasa yang Diberikan oleh Departemen Jasa


Kebersihan Kafe
Luas Lantai Persentase Jumlah Pekerja Persentase
Departemen Pemotongan 500 10% 25 25%
Departemen Perakitan 3.500 70% 65 65%
Departemen Kebersihan 10 10%
Departemen Kafe 1.000 20%
Total 5.000 100% 100 100%

Kebersihan = X
Kafe = Y

Persamaan Aljabar:
X = 15.000.000.000 + 0,1 Y
Y = 17.500.000.000 + 0,2 X

Penyelesaian Persamaan Aljabar:


X = 15.000.000.000 + 0,1 (17.500.000.000 + 0,2 X)
X  = 15.000.000.000 + 1.750.000.000 + 0,02 X
0,98 X = 16.750.000.000
X = 17.091.836.735

Y = 17.500.000.000 + 0,2 (17.091.836.735)


Y = 17.500.000.000 +3.418.367.347
Y = 20.918.367.347

*) Alokasi Biaya Departemen Kebersihan:


Biaya Departemen
Departemen Persentase Alokasi Biaya
Kebersihan
Pemotongan 10% Rp17.091.836.735 Rp1.709.183.674
Perakitan 70% Rp17.091.836.735 Rp11.964.285.715
Kafe 20% Rp17.091.836.735 Rp3.418.367.347
Total 100% Rp17.091.836.735

**) Alokasi Biaya Departemen Kafe:


Biaya Departemen
Departemen Persentase Alokasi Biaya
Kafe
Pemotongan 25% Rp20.918.367.347 Rp5.229.591.837
Perakitan 65% Rp20.918.367.347 Rp13.596.938.776
Kebersihan 10% Rp20.918.367.347 Rp2.091.836.735
Total 100% Rp20.918.367.347

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 33 11/01/2016 10:05:42


34 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PERTEMUAN KESEMBILAN
Kartu Harga Pokok Pesanan untuk Pesanan No. 100, No. 001, No. 002, dan No. 003.

No. Pesanan: 100


Nama Produk: Kursi Tamu

IP
PT INDAH PERABOT Tanggal Dipesan: 10 Desember 2015
Jalan Wirobrajan No. 111 Tanggal Dikerjakan: 11 Desember 2015
Yogyakarta Tanggal Selesai: 25 Januari 2016
Kuantitas yang Dipesan: 100 set
Harga Jual per Unit: Rp30.000.000
Pemesan : PT Jati Furniture
Alamat : Jalan Senopati No. 234, Yogyakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
15 Desember 2015 SPB 060 Papan Jati 1/2 inci 5 m3 Rp6.000.000 Rp30.000.000
Papan Jati 1 inci 4 m3 Rp7.500.000 Rp30.000.000
Papan Jati 3 inci 2 m3 Rp12.500.000 Rp25.000.000
16 Desember 2015 SPB 065 Kayu Balok Jati 2 x 3 inci 3 m3 Rp8.000.000 Rp24.000.000
Kayu Balok Jati 4 x 5 inci 2 m3 Rp9.000.000 Rp18.000.000
8 Januari 2016 SPB 001 Papan Jati 1/2 inci 20 m3 Rp6.000.000 Rp120.000.000
Papan Jati 1 inci 15 m3 Rp7.500.000 Rp112.500.000
Papan Jati 2 inci 10 m3 Rp10.000.000 Rp100.000.000
Papan Jati 3 inci 5 m3 Rp12.500.000 Rp62.500.000

Jumlah Rp522.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
19 Desember 2015 BM 122 1.000 Rp10.000 Rp10.000.000
24 Desember 2016 BM 001 10.000 Rp10.000 Rp100.000.000

Jumlah Rp110.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Mesin Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JM) per JM
19 Desember 2015 BM 140 5.000 Rp25.000 Rp125.000.000
26 Januari 2016 BM 001 10.000 Rp30.000 Rp300.000.000

Jumlah Rp425.000.000
Total Departemen Pemotongan Rp1.057.000.000
DEPARTEMEN PERAKITAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
10 Januari 2016 SPB 002 Kaca 50 lembar Rp2.000.000 Rp100.000.000

Jumlah Rp100.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. BKM Jumlah
(JKL) per JKL
25 Desember 2015 BM 125 2.000 Rp15.000 Rp30.000.000
24 Desember 2016 BM 002 20.000 Rp15.000 Rp300.000.000

Jumlah Rp330.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 34 11/01/2016 10:05:42


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 35

BIAYA OVERHEAD PABRIK


Jam Kerja Langsung Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
25 Desember 2015 BM 150 2.000 Rp35.000 Rp70.000.000
24 Januari 2016 BM 002 20.000 Rp40.000 Rp800.000.000

Jumlah Rp870.000.000
Total Departemen Perakitan Rp1.300.000.000
Total Departemen Pemotongan dan Departemen Perakitan Rp2.357.000.000

Penjualan: 100 set x Rp30.000.000 Rp3.000.000.000


Harga pokok penjualan Rp2.357.000.000
Laba Kotor Rp643.000.000

Rasio laba kotor terhadap penjualan 21,43%

Diverifikasi oleh: Dibuat oleh:

Prasetyo, S.E., Ak., CA. Agung Tirtayasa, S.E.


Manajer Akuntansi Staf Kartu Harga Pokok Pesanan

No. Pesanan: 001


Nama Produk: Meja Makan

IP
PT INDAH PERABOT Tanggal Dipesan: 4 Januari 2015
Jalan Wirobrajan No. 111 Tanggal Dikerjakan: 5 Januari 2015
Yogyakarta Tanggal Selesai: 27 Januari 2016
Kuantitas yang Dipesan: 500 set
Harga Jual per Unit: Rp20.000.000
Pemesan : PT Pesona
Alamat : Jalan Prambanan No. 11, Yogyakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
11 Januari 2016 SPB 003 Papan Jati 1/2 inci 80 m3 Rp6.000.000 Rp480.000.000
Papan Jati 1 inci 70 m3 Rp7.500.000 Rp525.000.000
Kayu Balok 4 x 5 inci 70 m3 Rp9.000.000 Rp630.000.000
Kayu Balok 5 x 10 inci 60 m3 Rp20.000.000 Rp1.200.000.000

Jumlah Rp2.835.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Desember 2015 BM 001 15.000 Rp10.000 Rp150.000.000

Jumlah Rp150.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Mesin Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JM) per JM
24 Januari 2016 BM 001 50.000 Rp30.000 Rp1.500.000.000

Jumlah Rp1.500.000.000
Total Departemen Pemotongan Rp4.485.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 35 11/01/2016 10:05:42


36 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

DEPARTEMEN PERAKITAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
14 Januari 2015 SPB 004 Kaca 8 lembar Rp2.000.000 Rp16.000.000

Jumlah Rp16.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Desember 2015 BM 002 30.000 Rp15.000 Rp450.000.000

Jumlah Rp450.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Kerja Langsung Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Januari 2016 BM 002 30.000 Rp40.000 Rp1.200.000.000

Jumlah Rp1.200.000.000
Total Departemen Perakitan Rp1.666.000.000
Total Departemen Pemotongan dan Departemen Perakitan Rp6.151.000.000
Penjualan: 500 set x Rp20.000.000 Rp10.000.000.000
Harga pokok penjualan Rp6.151.000.000
Laba Kotor Rp3.849.000.000

Rasio laba kotor terhadap penjualan 38,49%


Diverifikasi oleh: Dibuat oleh:

Prasetyo, S.E., Ak., CA. Agung Tirtayasa, S.E.


Manajer Akuntansi Staf Kartu Harga Pokok Pesanan

No. Pesanan: 002


Nama Produk: Lemari

IP
PT INDAH PERABOT Tanggal Dipesan: 7 Januari 2015
Jalan Wirobrajan No. 111 Tanggal Dikerjakan: 8 Januari 2015
Yogyakarta Tanggal Selesai: 30 Januari 2016
Kuantitas yang Dipesan: 200 unit
Harga Jual per Unit: Rp40.000.000
Pemesan : PT Antique
Alamat : Jalan Diponegoro No. 50, Yogyakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
15 Januari 2016 SPB 005 Papan Jati 1/2 inci 100 m3 Rp6.000.000 Rp600.000.000
Papan Jati 1 inci 75 m3 Rp7.500.000 Rp562.500.000
Kayu Balok 2 x 3 inci 50 m3 Rp8.000.000 Rp400.000.000
Kayu Balok 5 x 7 inci 40 m3 Rp15.000.000 Rp600.000.000

Jumlah Rp2.162.500.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Desember 2016 BM 001 8.000 Rp10.000 Rp80.000.000

Jumlah Rp80.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 36 11/01/2016 10:05:43


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 37

BIAYA OVERHEAD PABRIK


Jam Mesin Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JM) per JM
24 Januari 2016 BM 001 100.000 Rp30.000 Rp3.000.000.000

Jumlah Rp3.000.000.000
Total Departemen Pemotongan Rp5.242.500.000
DEPARTEMEN PERAKITAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
18 Januari 2016 SPB 006 Kaca 5 lembar Rp2.000.000 Rp10.000.000

Jumlah Rp10.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti
(JKL) per JKL Jumlah
24 Desember 2015 BM 002 15.000 Rp15.000 Rp225.000.000

Jumlah Rp225.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Kerja Langsung Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Januari 2016 BM 002 15.000 Rp40.000 Rp600.000.000

Jumlah Rp600.000.000
Total Departemen Perakitan Rp835.000.000
Total Departemen Pemotongan dan Departemen Perakitan Rp6.077.500.000
Penjualan: 200 set x Rp40.000.000 Rp8.000.000.000
Harga pokok penjualan Rp6.077.500.000
Laba Kotor Rp1.922.500.000

Rasio laba kotor terhadap penjualan 24,03%


Diverifikasi oleh: Dibuat oleh:

Prasetyo, S.E., Ak., CA. Agung Tirtayasa, S.E.


Manajer Akuntansi Staf Kartu Harga Pokok Pesanan

No. Pesanan: 003


Nama Produk: Meja Hias

IP
PT INDAH PERABOT Tanggal Dipesan: 15 Januari 2015
Jalan Wirobrajan No. 111 Tanggal Dikerjakan: 16 Desember 2015
Yogyakarta Tanggal Selesai: 5 Februari 2016
Kuantitas yang Dipesan: 400 set
Harga Jual per Unit: Rp15.000.000
Pemesan : PT Klasik
Alamat : Jalan Malioboro No. 100, Yogyakarta
KARTU HARGA POKOK PESANAN
DEPARTEMEN PEMOTONGAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
20 Januari 2016 SPB 007 Papan Jati 1 inci 50 m3 Rp7.500.000 Rp375.000.000
Papan Jati 2 inci 40 m3 Rp10.000.000 Rp400.000.000
Kayu Balok 4 x 5 inci 40 m3 Rp9.000.000 Rp360.000.000
Kayu Balok 5 x 10 inci 10 m3 Rp20.000.000 Rp200.000.000

Total Rp1.335.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 37 11/01/2016 10:05:43


38 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG


Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Desember 2015 BM 001 2.000 Rp10.000 Rp20.000.000

Jumlah Rp20.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Mesin Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JM) per JM
24 Januari 2016 BM 001 10.000 Rp30.000 Rp300.000.000

Jumlah Rp300.000.000
Total Departemen Pemotongan Rp1.655.000.000
DEPARTEMEN PERAKITAN
BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG
Tanggal No. SPB Jenis Bahan Kuantitas Harga Jumlah
22 Januari 2016 SPB 008 Kaca 2 lembar Rp2.000.000 Rp4.000.000

Jumlah Rp4.000.000
BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG
Jam Kerja Langsung Tarif Upah
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Desember 2015 BM 002 10.000 Rp15.000 Rp150.000.000

Jumlah Rp150.000.000
BIAYA OVERHEAD PABRIK
Jam Kerja Langsung Tarif BOP
Tanggal No. Bukti Jumlah
(JKL) per JKL
24 Januari 2016 BM 002 10.000 Rp40.000 Rp400.000.000

Jumlah Rp400.000.000
Total Departemen Perakitan Rp554.000.000
Total Departemen Pemotongan dan Departemen Perakitan Rp2.209.000.000
Penjualan: 400 set x Rp15.000.000
Harga pokok penjualan
Laba Kotor

Rasio laba kotor terhadap penjualan

Diverifikasi oleh: Dibuat oleh:

Prasetyo, S.E., Ak., CA. Agung Tirtayasa, S.E.


Manajer Akuntansi Staf Kartu Harga Pokok Pesanan

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 38 11/01/2016 10:05:43


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 39

PERTEMUAN KESEPULUH
1. a. Perhitungan Selisih BOP untuk Masing-Masing Departemen Produksi.

Departemen Departemen
Keterangan Total
Pemotongan Perakitan
•  Pesanan No. 100 10.000 JM 20.000 JKL
•  Pesanan No. 001 50.000 JM 30.000 JKL
•  Pesanan No. 002 100.000 JM 15.000 JKL
•  Pesanan No. 003 10.000 JM 10.000 JKL
Total Kapasitas Sesungguhnya (A) 170.000 JM 75.000 JKL
Tarif BOP (B) Rp30.000 per JM Rp40.000 per JKL
BOP yang Dibebankan:
Rp5.100.000.000 Rp3.000.000.000 Rp8.100.000.000
(A) x (B)
BOP Sesungguhnya Rp5.000.000.000 Rp3.700.000.000 Rp8.700.000.000
   Selisih BOP Rp100.000.000 (L) Rp700.000.000 (R) Rp600.000.000 (R)

b. Analisis Selisih BOP untuk Masing-Masing Departemen Produksi.

Departemen Departemen
Keterangan Total
Pemotongan Perakitan
Selisih Pengeluaran
BOP Sesungguhnya Rp5.000.000.000 Rp3.700.000.000 Rp8.700.000.000
Anggaran BOP Tetap:
200.000 JM x Rp16.250 Rp3.250.000.000 Rp3.250.000.000
50.000 JKL x Rp24.000 Rp1.200.000.000 Rp1.200.000.000
Anggaran BOP Variabel
pada Kapasitas Sesungguhnya:
170.000 JM x Rp13.750 Rp2.337.500.000 Rp2.337.500.000
75.000 JKL x Rp16.000 Rp1.200.000.000 Rp1.200.000.000
Anggaran Fleksibel
pada Kapasitas Sesungguhnya Rp5.587.500.000 Rp2.400.000.000 Rp7.987.500.000
   Selisih Pengeluaran Rp587.500.000 (L) Rp1.300.000.000 (R) Rp712.500.000 (R)
Selisih Kapasitas
(200.000 – 170.000 JM) x Rp16.250 Rp487.500.000 (R) Rp487.500.000 (R)
(50.000 – 75.000 JKL) x Rp24.000 Rp600.000.000 (L) Rp600.000.000 (L)
   Selisih Kapasitas Rp487.500.000 (R) Rp600.000.000 (L) Rp112.500.000 (L)
    Total Selisih BOP Rp100.000.000 (L) Rp700.000.000 (R) Rp600.000.000 (R)

2. Ayat Jurnal untuk Mencatat Semua transaksi yang Terjadi selama Bulan Januari 2016.

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
5 Januari 2016 BKK 001 Mencatat pembelian Papan
Persediaan bahan baku langsung Rp4.925.000.000
    Kas Rp4.925.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 39 11/01/2016 10:05:43


40 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
7 Januari 2016 BKK 002 Mencatat pembelian Kayu Balok
Persediaan bahan baku langsung Rp2.400.000.000
    Kas Rp2.400.000.000

8 Januari 2016 BKK 003 Mencatat pembelian Kaca


Persediaan bahan baku langsung Rp1.000.000.000
    Kas Rp1.000.000.000

8 Januari 2016 SPB 001 Mencatat pemakaian Papan di Departemen


Pemotongan untuk Pesanan No. 100
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp395.000.000
Pemotongan
    Persediaan bahan baku langsung Rp395.000.000

Perhitungan:
•  Papan Jati ½ inci = 20 m³ x Rp6.000.000 = Rp120.000.000

•  Papan Jati 1 inci = 15 m³ x Rp7.500.000 = Rp112.500.000

•  Papan Jati 2 inci = 10 m³ x Rp10.000.000 = Rp100.000.000

•  Papan Jati 3 inci = 5 m³ x Rp12.500.000 = Rp62.500.000


Total = Rp395.000.000

10 Januari SPB 002 Mencatat pemakaian Kaca di Departemen


2016 Perakitan untuk Pesanan No. 100
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp100.000.000
Perakitan
    Persediaan bahan baku langsung Rp100.000.000

Perhitungan:
50 lembar x Rp2.000.000 = Rp100.000.000

11 Januari SPB 003 Mencatat pemakaian Papan dan Kayu Balok


2016 di Departemen Pemotongan untuk Pesanan
No. 001
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp2.835.000.000
Pemotongan
    Persediaan bahan baku langsung Rp2.835.000.000

Perhitungan:
•  Papan Jati ½ inci = 80 m³ x Rp6.000.000 = Rp480.000.000

•  Papan Jati 1 inci = 70 m³ x Rp7.500.000 = Rp525.000.000

•  Kayu Balok 4 x 5 inci = 70 m³ x Rp9.000.000 = Rp630.000.000

•  Kayu Balok 5 x 10 inci = 60 m³ x Rp20.000.000 = Rp1.200.000.000


Total = Rp2.835.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 40 11/01/2016 10:05:43


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 41

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
14 Januari SPB 004 Mencatat pemakaian Kaca di Departemen
2016 Perakitan untuk Pesanan No. 001
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp16.000.000
Perakitan
    Persediaan bahan baku langsung Rp16.000.000

Perhitungan:
8 lembar x Rp2.000.000 = Rp16.000.000

15 Januari SPB 005 Mencatat pemakaian Papan dan Kayu Balok


2016 di Departemen Pemotongan untuk Pesanan
No. 002
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp2.162.500.000
Pemotongan
    Persediaan bahan baku langsung Rp2.162.500.000

Perhitungan:
•  Papan Jati ½ inci = 100 m³ x Rp6.000.000 = Rp600.000.000

•  Papan Jati 1 inci = 75 m³ x Rp7.500.000 = Rp562.500.000

•  Kayu Balok 2 x 3 inci = 50 m³ x Rp8.000.000 = Rp400.000.000

•  Kayu Balok 5 x 7 inci = 40 m³ x Rp15.000.000 = Rp600.000.000


Total = Rp2.162.500.000

18 Januari SPB 006 Mencatat pemakaian Kaca di Departemen


2016 Perakitan untuk Pesanan No. 002
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp10.000.000
Perakitan
    Persediaan bahan baku langsung Rp10.000.000

Perhitungan:
5 lembar x Rp2.000.000 = Rp10.000.000

20 Januari SPB 007 Mencatat pemakaian Papan dan Kayu Balok


2016 di Departemen Pemotongan untuk Pesanan
No. 003
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp1.335.000.000
Pemotongan
    Persediaan bahan baku langsung Rp1.335.000.000

Perhitungan:
•  Papan Jati 1 inci = 50 m³ x Rp7.500.000 = Rp375.000.000

•  Papan Jati 2 inci = 40 m³ x Rp10.000.000 = Rp400.000.000

•  Kayu Balok 4 x 5 inci = 40 m³ x Rp9.000.000 = Rp360.000.000

•  Kayu Balok 5 x 10 inci = 10 m³ x Rp20.000.000 = Rp200.000.000


Total = Rp1.335.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 41 11/01/2016 10:05:43


42 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
21 Januari SPB 008 Mencatat pemakaian Kaca di Departemen
2016 Perakitan untuk Pesanan No. 003
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp4.000.000
Perakitan
    Persediaan bahan baku langsung Rp4.000.000

Perhitungan:
2 lembar x Rp2.000.000 = Rp4.000.000

22 Januari BKK 004 Mencatat pembayaran upah di Departemen


2016 Pemotongan
Biaya gaji dan upah Rp350.000.000
    Utang PPh Pasal 21 Rp17.500.000
    Kas Rp332.500.000

22 Januari BKK 005 Mencatat pembayaran upah di Departemen


2016 Perakitan
Biaya gaji dan upah Rp1.125.000.000
    Utang PPh Pasal 21 Rp56.250.000
    Kas Rp1.068.750.000

24 Januari BM 001 Mencatat pembebanan BTKL pada


2016 Departemen Pemotongan
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp350.000.000
Pemotongan
    Biaya gaji dan upah Rp350.000.000

Perhitungan:
35.000 JKL x Rp10.000 = Rp350.000.000

24 Januari BM 001 Mencatat pembebanan BOP pada


2016 Departemen Pemotongan
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp5.100.000.000
Pemotongan
    Biaya overhead pabrik pada Departemen
Rp5.100.000.000
Pemotongan

Perhitungan:
170.000 Jam Mesin x Rp30.000 = Rp5.100.000.000

24 Januari BM 002 Mencatat pembebanan BTKL pada


2016 Departemen Perakitan
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp1.125.000.000
Perakitan
    Biaya gaji dan upah Rp1.125.000.000

Perhitungan:
75.000 JKL x Rp15.000 = Rp1.125.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 42 11/01/2016 10:05:44


  BAB 4  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PESANAN 43

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
24 Januari BM 002 Mencatat pembebanan BOP pada
2016 Departemen Perakitan
Persediaan barang dalam proses–Departemen
Rp3.000.000.000
Perakitan
    Biaya overhead pabrik pada Departemen
Rp3.000.000.000
Perakitan

Perhitungan:
75.000 JKL x Rp40.000 = Rp3.000.000.000

25 Januari BM 003 Mencatat Pesanan No. 100 yang sudah selesai


2016
Persediaan barang jadi Rp2.357.000.000
    Persediaan barang dalam proses–
Rp1.057.000.000
Departemen Pemotongan
    Persediaan barang dalam proses–
Rp1.300.000.000
Departemen Perakitan

27 Januari BM 004 Mencatat Pesanan No. 001 yang sudah selesai


2016
Persediaan barang jadi Rp6.151.000.000
    Persediaan barang dalam proses–
Rp4.485.000.000
Departemen Pemotongan
    Persediaan barang dalam proses–
Rp1.666.000.000
Departemen Perakitan

30 Januari BM 005 Mencatat Pesanan No. 002 yang sudah selesai


2016
Persediaan barang jadi Rp6.077.500.000
    Persediaan barang dalam proses–
Rp5.242.500.000
Departemen Pemotongan
    Persediaan barang dalam proses–
Rp835.000.000
Departemen Perakitan

31 Januari Mencatat BOP sesungguhnya yang terjadi


2016 pada Departemen Pemotongan selama bulan
Januari 2015
BOP–Departemen Pemotongan Rp5.000.000.000
    Biaya bahan baku tidak langsung Rp900.000.000
    Biaya listrik Rp700.000.000
    BIaya bahan bakar Rp600.000.000
    Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp1.200.000.000
    Biaya penyusutan gedung pabrik Rp700.000.000
    Biaya penyusutan peralatan Rp900.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 43 11/01/2016 10:05:44


44 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
31 Januari Mencatat BOP sesungguhnya yang terjadi
2016 pada Departemen Perakitan selama bulan
Januari 2015
BOP–Departemen Perakitan Rp3.700.000.000
    Biaya bahan baku tidak langsung Rp200.000.000
    Biaya listrik Rp700.000.000
    BIaya bahan bakar Rp500.000.000
    Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp1.000.000.000
    Biaya penyusutan gedung pabrik Rp800.000.000
    Biaya penyusutan peralatan Rp500.000.000

31 Januari Menutup BOP dan mencatat Selisih BOP


2016
BOP Departemen Pemotongan Rp100.000.000
Selisih BOP Departemen Perakitan Rp700.000.000
    Selisih BOP Departemen Pemotongan Rp100.000.000
    BOP Departemen Perakitan Rp700.000.000

31 Januari Menutup Selisih BOP ke Selisih Pengeluaran


2016 dan Selisih Kapasitas
Selisih BOP Departemen Pemotongan Rp100.000.000
Selisih Kapasitas Departemen Pemotongan Rp487.500.000
Selisih Pengeluaran Departemen Perakitan Rp1.300.000.000
    Selisih Pengeluaran Departemen
Rp587.500.000
Pemotongan
    Selisih Kapasitas Departemen Perakitan Rp600.000.000
    Selisih BOP Departemen Perakitan Rp700.000.000

31 Januari Menutup Selisih Pengeluaran dan Selisih


2016 Kapasitas ke Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan Rp600.000.000
Selisih Pengeluaran Departemen Pemotongan Rp587.500.000
Selisih Kapasitas Departemen Perakitan Rp600.000.000
    Selisih Kapasitas Departemen Pemotongan Rp487.500.000
    Selisih Pengeluaran Departemen Perakitan Rp1.300.000.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 44 11/01/2016 10:05:44


BAB 5
SOLUSI MANUAL

PERHITUNGAN
HARGA POKOK
PROSES

45

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 45 11/01/2016 10:05:44


46
PT SEMEN CITRA ANDALUSIA
PERTEMUAN KESEBELAS

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 46


1. Alokasi Biaya Departemen Jasa ke Departemen Produksi.
PT Semen Citra Andalusia
Alokasi Biaya Departemen Jasa ke Departemen Produksi
Metode Alokasi Bertahap Tidak Timbal Balik
Bulan Mei 2016
Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Raw Mill Kiln Cement Mill Bengkel PTL


BOP sebelum alokasi Rp30.000.000.000 Rp20.000.000.000 Rp25.000.000.000 Rp15.000.000.000 Rp10.000.000.000
Alokasi biaya Departemen PTL (a) Rp4.000.000.000 Rp2.000.000.000 Rp3.000.000.000 Rp1.000.000.000 (Rp10.000.000.000)
Alokasi biaya Departemen Bengkel (b) Rp6.400.000.000 Rp4.000.000.000 Rp5.600.000.000 (Rp16.000.000)
BOP setelah alokasi Rp40.400.000.000 Rp26.000.000.000 Rp33.600.000.000 - -
Kapasitas normal (JM) 16.160.000 6.500.000 11.200.000
Tarif BOP per JM Rp2.500 Rp4.000 Rp3.000

a. Alokasi Biaya Departemen PTL ke:


KWH Rasio KWH Biaya Departemen PTL Alokasi Biaya
Departemen Raw Mill 2.000.000 0,40 Rp10.000.000.000 Rp4.000.000.000
Departemen Kiln 1.000.000 0,20 Rp10.000.000.000 Rp2.000.000.000
Departemen Cement Mill 1.500.000 0,30 Rp10.000.000.000 Rp3.000.000.000
Departemen Bengkel 500.000 0,10 Rp10.000.000.000 Rp1.000.000.000
Total 5.000.000 1,00 Rp10.000.000.000

b. Alokasi Biaya Departemen Bengkel ke:


Rasio Jam Biaya Departemen
Jam Reparasi Alokasi Biaya
Reparasi Bengkel
Departemen Raw Mill 40.000 0,40 Rp16.000.000.000 Rp6.400.000.000
Departemen Kiln 25.000 0,25 Rp16.000.000.000 Rp4.000.000.000
Departemen Cement Mill 35.000 0,35 Rp16.000.000.000 Rp5.600.000.000
Total 100.000 1,00 Rp16.000.000.000

11/01/2016 10:05:45
2. Perhitungan Pembebanan Total Biaya Overhead Pabrik ke Masing-Masing Jenis Produk.

JM Sesungguhnya Tarif BOP Tipe I Tipe II Tipe III


Departemen Raw Mill:

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 47


Tipe I: 7.000.000 JM Rp2.500 Rp17.500.000.000
Tipe II: 5.000.000 JM Rp2.500 Rp12.500.000.000
Tipe III: 4.160.000 JM Rp2.500 Rp10.400.000.000
Departemen Kiln:
Tipe I: 3.500.000 JM Rp4.000 Rp14.000.000.000
Tipe II: 2.000.000 JM Rp4.000 Rp8.000.000.000
Tipe III: 1.000.000 JM Rp4.000 Rp4.000.000.000
Departemen Cement Mill:
Tipe I: 5.000.000 JM Rp3.000 Rp15.000.000.000
Tipe II: 4.000.000 JM Rp3.000 Rp12.000.000.000
Tipe III: 2.200.000 JM Rp3.000 Rp6.600.000.000
Total BOP Dibebankan Rp46.500.000.000 Rp32.500.000.000 Rp21.000.000.000
  BAB 5  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES
47

11/01/2016 10:05:45
48 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PERTEMUAN KEDUABELAS
1. Laporan Harga Pokok Produksi untuk Departemen Raw Mill.

PT Semen Citra Andalasia


Laporan Harga Pokok Produksi–Semen Tipe I
Departemen Raw Mill
Metode FIFO
Bulan Mei 2016

DATA PRODUKSI
Persediaan barang dalam proses awal 1.000.000 ton
Produk masuk proses selama bulan ini 14.000.000 ton
   Total Produk yang Diproses 15.000.000 ton

Produk selesai yang ditransfer ke Departemen Kiln 13.500.000 ton


Produk rusak yang bersifat normal 100.000 ton
Persediaan barang dalam proses akhir 1.400.000 ton
   Total 15.000.000 ton

BIAYA DIBEBANKAN
Harga Pokok
Unsur Biaya Total Biaya Unit Setara (a)
per Ton
Biaya bulan lalu untuk persediaan BDP awal Rp10.000.000.00
Biaya produksi bulan ini:
Biaya bahan baku Rp60.000.000.000 14.460.000 Rp4.149,38
Biaya tenaga kerja Rp50.000.000.000 14.120.000 Rp3.541,08
Biaya overhead pabrik Rp17.500.000.000 13.950.000 Rp1.254,48
   Total Biaya Dibebankan Rp137.500.000.000 Rp8.944,94

BIAYA DIPERHITUNGKAN
Harga Pokok Produk Selesai dari Persediaan Barang dalam Proses Awal:
Biaya bulan lalu Rp10.000.000.000
Tambahan biaya untuk penyelesaian:
Tingkat Harga Pokok
Tonase Jumlah
Penyelesaian per Ton
Biaya bahan baku 1.000.000 60% Rp4.149,38 Rp2.489.628.000
Biaya tenaga kerja 1.000.000 40% Rp3.541,08 Rp1.416.432.000
Biaya overhead pabrik 1.000.000 30% Rp1.254,48 Rp376.344.000
Jumlah Rp4.282.404.000
Harga Pokok Produk Selesai dari BDP Awal: Rp14.282.404.000
Harga Pokok
Tonase
per Ton
Harga pokok produk selesai dari produk masuk proses bulan ini 12.500.000 Rp8.944,94 Rp111.811.750.000
Harga pokok produk rusak yang bersifat normal 100.000 Rp8.944,94 Rp894.413.600*)
   Total Harga Pokok Produk Selesai yang Ditransfer ke Departemen
Rp126.988.567.600
Kiln (b)
Harga Pokok–Persediaan Barang dalam Proses Akhir:
Tingkat Harga Pokok
Tonase Jumlah
Penyelesaian per Ton
Biaya bahan baku 1.400.000 90% Rp4.149,38 Rp5.228.218.800
Biaya tenaga kerja 1.400.000 80% Rp3.541,08 Rp3.966.009.600
Biaya overhead pabrik 1.400.000 75% Rp1.254,48 Rp1.317.204.000
   Jumlah Rp10.511.432.400
    Total Biaya Produksi yang Diperhitungkan Rp137.500.000.000
*) Dibulatkan ke bawah sebesar Rp80.400.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 48 11/01/2016 10:05:45


  BAB 5  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES 49

a. Perhitungan Unit Setara.

Unit Setara Persediaan BDP Awal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 1.000.000 60% 600.000

Biaya tenaga kerja 1.000.000 40% 400.000

Biaya overhead pabrik 1.000.000 30% 300.000

Unit Setara Produk Selesai dari Produk Masuk Proses Bulan ini:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 12.500.000 100% 12.500.000

Biaya tenaga kerja 12.500.000 100% 12.500.000

Biaya overhead pabrik 12.500.000 100% 12.500.000

Unit Setara Produk Rusak bersifat Normal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 100.000 100% 100.000

Biaya tenaga kerja 100.000 100% 100.000

Biaya overhead pabrik 100.000 100% 100.000

Unit Setara Persediaan BDP Akhir:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 1.400.000 90% 1.260.000

Biaya tenaga kerja 1.400.000 80% 1.120.000

Biaya overhead pabrik 1.400.000 75% 1.050.000

Total Unit Setara:

Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 14.460.000

Biaya tenaga kerja 14.120.000

Biaya overhead pabrik 13.950.000

b. Harga Pokok Raw Mix per Ton.


= Rp126.988.648.000 / 13.500.000 ton
= Rp9.406,57

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 49 11/01/2016 10:05:45


50 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

2. Laporan Harga Pokok Produksi untuk Departemen Kiln.

PT Semen Citra Andalasia


Laporan Harga Pokok Produksi – Semen Tipe I
Departemen Kiln
Metode FIFO
Bulan Mei 2016

DATA PRODUKSI
Persediaan barang dalam proses (BDP) awal 500.000 ton
Produk yang diterima dari Departemen Raw Mill (a) 12.150.000 ton
   Total Produk yang Diproses 12.650.000 ton

Produk selesai yang ditransfer ke Departemen Cement Mill 9.500.000 ton


Produk rusak yang bersifat normal 50.000 ton
Persediaan barang dalam proses akhir 3.100.000 ton
   Total 12.650.000 ton

BIAYA DIBEBANKAN
Unsur Biaya Total Biaya Unit Setara (c) Harga Pokok per Unit

Biaya bulan lalu–persediaan BDP awal Rp11.500.000.000


Harga pokok dari Departemen Raw Mill (b) Rp126.988.648.000 12.150.000 Rp10.451,74
Biaya produksi bulan ini:
Biaya tenaga kerja Rp30.000.000.000 11.775.000 Rp2.547,77
Biaya overhead pabrik Rp14.000.000.000 11.260.000 Rp1.243,34
   Total Biaya Dibebankan Rp182.488.648.000 Rp14.242,85

BIAYA DIPERHITUNGKAN
Harga Pokok Produk Selesai dari Persediaan Barang dalam Proses Awal:
Biaya bulan lalu Rp11.500.000.000
Tambahan biaya untuk penyelesaian:
Tingkat Harga Pokok
Unit Jumlah
Penyelesaian per Ton
Biaya tenaga kerja 500.000 80% Rp2.547,77 Rp 1.019.108.000
Biaya overhead pabrik 500.000 70% Rp1.243,34 Rp435.169.000
Jumlah Rp1.454.277.000
Harga Pokok Produk Selesai dari BDP Awal:   Rp12.954.277.000
Harga Pokok per
Tonase
Ton
Harga pokok produk selesai dari produk masuk proses bulan ini 9.000.000 Rp14.242,85 Rp128.185.650.000
Harga pokok produk rusak yang bersifat normal: 50.000 Rp14.242,85 Rp712.149.350*)
   Total Harga Pokok Produk Selesai yang Ditransfer ke Departemen Cement Mill (d) Rp141.852.062.350
Harga Pokok – Persediaan Barang dalam Proses Akhir:
Tingkat Harga Pokok
Tonase Jumlah
Penyelesaian per Ton
Harga pokok dari Departemen 3.100.000
100% Rp10.451,74 Rp32.400.394.000
Raw Mill
Biaya tenaga kerja 3.100.000 75% Rp2.547,77 Rp5.923.565.250
Biaya overhead pabrik 3.100.000 60% Rp1.243,34 Rp2.312.612.400
   Jumlah Rp40.636.571.650
    Total Biaya Produksi yang Diperhitungkan Rp182.488.648.000
*) Dibulatkan ke atas sebesar Rp6.850.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 50 11/01/2016 10:05:45


  BAB 5  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES 51

a.  Konversi dari Raw Mix menjadi Klinker.


Raw Mix (Ton) Nilai Konversi Klinker (Ton)

Produk yang diterima dari Departemen Raw Mill 13.500.000 0,9 12.150.000

b. Harga Pokok Raw Mix per Ton setelah Dilakukan Konversi.


Produk selesai dari Departemen Raw Mill sebanyak 13.500.000 ton dengan harga pokok Rp9.406,57 per ton, setelah dikonversi dengan standar

konversi 1 ton Raw Mix menghasilkan 0,9 ton Klinker, menghasilkan 12.150.000 ton Klinker dengan harga pokok Rp10.451,74 per ton.

c. Perhitungan Unit Setara.

Unit Setara Persediaan BDP Awal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya tenaga kerja 500.000 80% 400.000

Biaya overhead pabrik 500.000 70% 350.000

Unit Setara Produk Selesai dari Produk Masuk Proses Bulan ini:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya tenaga kerja 9.000.000 100% 9.000.000

Biaya overhead pabrik 9.000.000 100% 9.000.000

Unit Setara Produk Rusak yang Bersifat Normal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya tenaga kerja 50.000 100% 50.000

Biaya overhead pabrik 50.000 100% 50.000

Unit Setara Persediaan BDP Akhir:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya tenaga kerja 3.100.000 75% 2.325.000

Biaya overhead pabrik 3.100.000 60% 1.860.000

Total Unit Setara:

Unit Setara (Ton)

Biaya tenaga kerja 11.775.000

Biaya overhead pabrik 11.260.000

d. Harga Pokok Klinker per Ton.


= Rp141.852.069.500 / 9.500.000 ton
= Rp14.931,79

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 51 11/01/2016 10:05:45


52 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PERTEMUAN KETIGABELAS
1. Laporan Harga Pokok Produksi untuk Departemen Cement Mill.
PT Semen Citra Andalasia
Laporan Harga Pokok Produksi – Semen Tipe I
Departemen Cement Mill
Metode FIFO
Bulan Mei 2016
DATA PRODUKSI
Persediaan barang dalam proses (BDP) awal 700.000 ton
Produk yang diterima dari Departemen Kiln (a) 14.250.000 ton
Tambahan unit karena adanya tambahan bahan baku 5.000.000 ton
   Total Produk yang Diproses 19.950.000 ton

Produk selesai yang ditransfer ke gudang barang jadi 18.000.000 ton


Produk rusak yang bersifat tidak normal 150.000 ton
Persediaan barang dalam proses akhir 1.800.000 ton
   Total 19.950.000 ton

BIAYA DIBEBANKAN
Harga Pokok
Unsur Biaya Total Biaya Unit Setara (c)
per Unit
Biaya bulan lalu–persediaan BDP awal Rp19.000.000
Harga pokok dari Departemen Kiln (b) Rp141.852.069.500 14.250.000 Rp9.954,53
Penyesuaian:
Tambahan unit karena adanya tambahan bahan baku 5.000.000
Harga pokok dari Departemen Kiln setelah penyesuaian Rp141.852.069.500 19.250.000 Rp7.368,94
Biaya produksi bulan ini:
Biaya bahan baku Rp25.000.000.000 18.520.000 Rp 1.349,89
Biaya tenaga kerja Rp20.000.000.000 18.130.000 Rp1.103,14
Biaya overhead pabrik Rp15.000.000.000 18.020.000 Rp832,41
   Jumlah Biaya Produksi Rp60.000.000.000 Rp3.285,44
    Total Biaya Dibebankan Rp220.852.069.500 Rp10.654,38

BIAYA DIPERHITUNGKAN
Harga Pokok Produk Selesai dari Persediaan Barang dalam Proses Awal:
Biaya bulan lalu Rp19.000.000.000
Tambahan biaya untuk penyelesaian:
Tingkat Harga Pokok
Tonase Jumlah
Penyelesaian per Ton
Biaya bahan baku 700.000 50% Rp1.349,89 Rp472.461.500
Biaya tenaga kerja 700.000 20% Rp1.103,14 Rp154.439.600
Biaya overhead pabrik 700.000 30% Rp832,41 Rp174.806.100
   Jumlah Rp801.707.200
Harga Pokok Produk Selesai dari BDP Awal: Rp19.801.707.200
Harga Pokok
Tonase per Ton
Harga pokok produk selesai dari produk masuk proses bulan ini: 17.300.000 Rp10.654,38 Rp184.320.774.000
    Total Harga Pokok Produk Selesai yang Ditransfer ke Gudang Barang
Rp204.122.481.200
Jadi (d)
Harga Pokok
Tonase per Ton
Harga Pokok Produk Rusak yang Bersifat Tidak Normal: 150.000 Rp10.654,38 Rp1.598.212.300*)
*) Dibulatkan ke atas sebesar Rp55.300.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 52 11/01/2016 10:05:45


  BAB 5  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES 53

Harga Pokok–Persediaan Barang dalam Proses Akhir:


Tingkat Harga Pokok
Tonase Jumlah
Penyelesaian per Ton
Harga pokok dari Departemen
1.800.000 100% Rp7.368,94 Rp13.264.092.000
Raw Mill
Biaya bahan baku 1.800.000 40% Rp1.349,89 Rp971.920.800
Biaya tenaga kerja 1.800.000 30% Rp1.103,14 Rp595.695.600
Biaya overhead pabrik 1.800.000 20% Rp832,41 Rp299.667.600
   Jumlah Rp15.131.376.000
    Total Biaya Produksi yang Diperhitungkan Rp220.852.069.500

a. Konversi dari Klinker menjadi Semen Curah.

Klinker (Ton) Nilai Konversi Semen Curah (Ton)

Produk yang diterima dari Departemen Kiln 9.500.000 1,5 14.250.000

b. Harga Pokok Klinker per Ton setelah Dilakukan Konversi.


Produk selesai dari Departemen Kiln sebanyak 9.500.000 ton dengan harga pokok Rp10.451,74 per ton, setelah dikonversi dengan standar konversi

1 ton Klinker menghasilkan 1,5 ton Semen Curah, menghasilkan 14.250.000 ton Semen Curah dengan harga pokok Rp9.954,53 per ton.

c. Perhitungan Unit Setara.


Unit Setara Persediaan BDP Awal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 700.000 50% 350.000

Biaya tenaga kerja 700.000 20% 140.000

Biaya overhead pabrik 700.000 30% 210.000

Unit Setara Produk Selesai dari Produk Masuk Proses Bulan ini:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 17.300.000 100% 17.300.000

Biaya tenaga kerja 17.300.000 100% 17.300.000

Biaya overhead pabrik 17.300.000 100% 17.300.000

Unit Setara Produk Rusak yang Bersifat Tidak Normal:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 150.000 100% 150.000

Biaya tenaga kerja 150.000 100% 150.000

Biaya overhead pabrik 150.000 100% 150.000

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 53 11/01/2016 10:05:45


54 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Unit Setara Persediaan BDP Akhir:

Tonase Tingkat Penyelesaian Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 1.800.000 40% 720.000

Biaya tenaga kerja 1.800.000 30% 540.000

Biaya overhead pabrik 1.800.000 20% 360.000

Total Unit Setara:

Unit Setara (Ton)

Biaya bahan baku 18.520.000

Biaya tenaga kerja 18.130.000

Biaya overhead pabrik 18.020.000

d. Harga Pokok Semen Curah per Ton.


= Rp204.122.481.200 / 18.000.000 ton
= Rp11.340,14

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 54 11/01/2016 10:05:45


  BAB 5  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PROSES 55

2. Ayat Jurnal untuk Mencatat Biaya Produksi yang Dibebankan pada Setiap Departemen, Mencatat Produk
Selesai yang Ditransfer ke Departemen Berikutnya atau ke Gudang Barang Jadi, serta Mencatat Produk yang
Rusak.

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
a. Mencatat pembebanan biaya produksi pada Departemen Raw Mill
Persediaan barang dalam proses–Departemen Raw Mill Rp127.500.000.000
    Persediaan bahan baku Rp60.000.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp50.000.000.000
    BOP–Departemen Raw Mill Rp17.500.000.000

b. Mencatat produk selesai di Departemen Raw Mill yang ditransfer


ke Departemen Kiln
Persediaan barang dalam proses–Departemen Kiln Rp126.988.567.600
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Raw Mill Rp126.988.567.600

c. Mencatat pembebanan biaya produksi di Departemen Kiln


Persediaan barang dalam proses–Departemen Kiln Rp44.000.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp30.000.000.000
    BOP–Departemen Kiln Rp14.000.000.000

d. Mencatat produk selesai di Departemen Kiln yang ditransfer ke


Departemen Cement Mill
Persediaan barang dalam proses–Departemen Cement Mill Rp141.852.062.350
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Kiln Rp141.852.062.350

e. Mencatat pembebanan biaya produksi di Departemen Cement Mill


Persediaan barang dalam proses–Departemen Cement Mill Rp60.000.000.000
    Persediaan bahan baku Rp25.000.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp20.000.000.000
    BOP–Departemen Cement Mill Rp15.000.000.000

f. Mencatat produk selesai di Departemen Cement Mill yang ditransfer


ke gudang barang jadi
Persediaan barang jadi–Semen Tipe I Rp204.122.841.200
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Cement Mill Rp204.122.841.200

g. Mencatat harga pokok produk rusak yang bersifat tidak normal di


Departemen Cement Mill
Rugi produk rusak Rp1.598.212.300
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Cement Mill Rp1.598.212.300

Catatan: Kolom Tanggal diisi dengan nomor urut ayat jurnal, sementara nomor bukti diabaikan.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 55 11/01/2016 10:05:46


56 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 56 11/01/2016 10:05:46


BAB 6
SOLUSI MANUAL
PERHITUNGAN
HARGA POKOK
PRODUK
BERSAMA
DAN PRODUK
SAMPINGAN

57

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 57 11/01/2016 10:05:46


58
PT ARGO JAYA LESTARI
PERTEMUAN KEEMPATBELAS

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 58


1. Alokasi Biaya Produksi Bersama ke Produk Bersama dan Produk Sampingan.
Biaya produksi bersama Rp1.600.000.000
Nilai jual produk sampingan (Ceker Ayam): 25.000 bungkus x Rp5.000 Rp125.000.000
Dikurangi:
Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Biaya untuk memproses lebih lanjut di Departemen Pengupasan Kulit Ceker Rp25.000.000
Nilai pasar bersih produk sampingan (Ceker Ayam) Rp100.000.000
   Biaya Produksi Bersama yang Dialokasikan ke Produk Bersama Rp1.500.000.000

2. Alokasi Biaya Produksi Bersama (setelah Alokasi ke Produk Sampingan) dan Perhitungan Harga Pokok per Unit untuk Masing-Masing
Jenis Produk Bersama.

Biaya Produksi
Produk Produksi Nilai Jual Rasio Alokasi Biaya Harga Pokok
Harga Jual Bersama
Bersama (bungkus) Bruto Nilai Jual Produk Bersama per Bungkus
untuk Produk Bersama
Dada Ayam 50.000 Rp25.000 Rp1.250.000.000 0,42 Rp1.500.000.000 Rp630.000.000 Rp12.600
Paha Ayam 50.000 Rp20.000 Rp1.000.000.000 0,33 Rp1.500.000.000 Rp495.000.000 Rp9.900
Sayap Ayam 50.000 Rp15.000 Rp750.000.000 0,25 Rp1.500.000.000 Rp375.000.000 Rp7.500
Total Rp3.000.000.000 1,00 Rp1.500.000.000

11/01/2016 10:05:46
  BAB 6  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN PRODUK SAMPINGAN 59

3. Ayat Jurnal untuk Mencatat Pembebanan Biaya Produksi dan Mencatat Barang Jadi, serta Produk yang Dijual.
No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
a. Mencatat pembebanan biaya produksi di Departemen Penyembelihan
Persediaan barang dalam proses–Departemen Penyembelihan Rp1.600.000.000
    Persediaan bahan baku Rp700.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp500.000.000
    BOP–Departemen Penyembelihan Rp400.000.000

b. Mencatat harga pokok produk selesai di Departemen Penyembelihan


yang ditransfer ke Departemen Pengupasan Kulit Ceker
Persediaan barang dalam proses–Departemen Pengupasan Kulit Ceker Rp100.000.000
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Penyembelihan Rp100.000.000

c. Mencatat barang jadi untuk produk bersama


Persediaan barang jadi–Dada Ayam Rp630.000.000
Persediaan barang jadi–Paha Ayam Rp495.000.000
Persediaan barang jadi–Sayap Ayam Rp375.000.000
     Persediaan barang dalam proses–Departemen Penyembelihan Rp1.500.000.000

d. Mencatat pembebanan biaya produksi di Departemen Pengupasan


Kulit Ceker
Persediaan barang dalam proses–Departemen Pengupasan Kulit Ceker Rp25.000.000
    Biaya gaji dan upah Rp20.000.000
    BOP–Departemen Pengupasan Kulit Ceker Rp5.000.000

e. Mencatat produk selesai di Departemen Pengupasan Kulit Ceker


Persediaan produk sampingan–Ceker Ayam Rp125.000.000
    Persediaan barang dalam proses–Departemen Pengupasan Kulit Ceker Rp125.000.000

f.1. Mencatat penjualan produk bersama (Dada, Paha, dan Sayap Ayam)
Kas Rp2.375.000.000
    Penjualan Rp2.375.000.000

Perhitungan:

Produk Unit Dijual Harga Jual Total


Dada Ayam 40.000 Rp25.000 Rp1.000.000.000
Paha Ayam 35.000 Rp20.000 Rp700.000.000
Sayap Ayam 45.000 Rp15.000 Rp675.000.000
Total Rp2.375.000.000

f.2. Mencatat harga pokok penjualan


Harga pokok penjualan Rp1.188.000.000
    Persediaan barang jadi–Dada Ayam Rp504.000.000
    Persediaan barang jadi–Paha Ayam Rp346.500.000
    Persediaan barang jadi–Sayap Ayam Rp337.500.000

Perhitungan:

Produk Unit Dijual Harga Jual Total


Dada Ayam 40.000 Rp12.600 Rp504.000.000
Paha Ayam 35.000 Rp9.900 Rp346.500.000
Sayap Ayam 45.000 Rp7.500 Rp337.500.000
Total Rp

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 59 11/01/2016 10:05:47


60 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

No.
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Bukti
g. Mencatat penjualan produk sampingan–Ceker Ayam
Kas Rp75.000.000
    Persediaan produk sampingan–Ceker Ayam Rp75.000.000

Perhitungan:

15.000 bungkus x Rp5.000 = Rp75.000.000

Catatan: Kolom Tanggal diisi dengan nomor urut ayat jurnal, sementara nomor bukti diabaikan.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 60 11/01/2016 10:05:47


BAB 7
SOLUSI MANUAL

PERHITUNGAN
HARGA POKOK
PRODUK
BERBASIS
AKTIVITAS

61

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 61 11/01/2016 10:05:47


62 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

PT GLOBAL ELECTRONIC INDONESIA


PERTEMUAN KELIMABELAS

1.   Jenis Pendekatan Perhitungan Harga Pokok Produk yang Digunakan Perusahaan.


    Perusahaan menggunakan pendekatan perhitungan harga pokok proroduk berbasis volume (fungsi).
   Hal ini terlihat dari:
    a. Biaya overhead dikumpulkan dengan menggunakan kelompok biaya “pabrik.”
   b. Biaya overhead pabrik dibebankan ke produk dengan menggunakan driver berbasis unit (unit driver), yaitu
jam kerja langsung (JKL).

2. a. Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Volume.

Aktivitas Overhead Pabrik Jumlah


Biaya pembelian bahan baku komponen Rp50.000.000
Biaya pengangkutan bahan baku komponen dari gudang ke pabrik Rp100.000.000
Biaya proses perakitan produk Rp500.000.000
Biaya pemeriksaan kembali atas produk yang dihasilkan Rp150.000.000

Total Rp800.000.000

b. Perhitungan Jam Kerja Langsung.

Jumlah Jam Kerja Langsung Jumlah


Produk Produksi
per Unit Produk Jam Kerja Langsung
(1) (2)
(3) (4) = (2) x (3)
Part-100 1.000 unit 1 JKL 1.000 JKL
Part-200 5.000 unit 0,5 JKL 2.500 JKL
Part-300 2.000 unit 0,75 JKL 1.500 JKL

Total 5.000 JKL

c. Perhitungan Tarif BOP.


= Rp800.000.000 / 5.000 JKL
= Rp160.000 per JKL

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 62 11/01/2016 10:05:47


  BAB 7  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERbasis aktivitas 63

d. Perhitungan Harga Pokok Produk per Unit.

Part-100 Part-200 Part-300


Biaya bahan baku Rp125.000.000 Rp300.000.000 Rp75.000.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp80.000.000 Rp250.000.000 Rp70.000.000
Biaya overhead pabrik
1.000 JKL x Rp160.000 Rp160.000.000
2.500 JKL x Rp160.000 Rp400.000.000
1.500 JKL x Rp160.000 Rp240.000.000

Total harga pokok produk Rp365.000.000 Rp950.000.000 Rp385.000.000


Produksi 1.000 unit 5.000 unit 2.000 unit
Harga Pokok per Unit Rp365.000 Rp190.000 Rp192.500

3. Penentuan Driver Biaya untuk Setiap Aktivitas Overhead Pabrik.

Aktivitas BOP Driver Biaya


Pembelian bahan baku komponen Jumlah pesanan
Pengangkutan bahan baku komponen dari gudang ke pabrik Jumlah pengangkutan
Proses perakitan produk Jam kerja langsung
Pemeriksaan kembali atas produk yang dihasilkan Jumlah pengecekan

4. a. Penentuan Konsumsi Driver Aktivitas untuk Pembelian Bahan Baku Komponen.

Jumlah Jumlah Jumlah Komponen


Produk Produksi Komponen Komponen untuk Setiap Kali Jumlah Pemesanan
(1) (2) per Unit Produk yang Dibeli Pemesanan (6) = (4) / (5)
(3) (4) = (2) x (3) (5)
Part-100 1.000 unit 15 komponen 15.000 komponen 500 komponen 30 kali pemesanan
Part-200 5.000 unit 5 komponen 25.000 komponen 500 komponen 50 kali pemesanan
Part-300 2.000 unit 5 komponen 10.000 komponen 500 komponen 20 kali pemesanan
Total 50.000 komponen 100 kali pemesanan

b. Penentuan Konsumsi Driver Aktivitas untuk Pengangkutan Bahan Baku Komponen dari Gudang ke Pabrik.

Jumlah Komponen Jumlah Komponen untuk


Produk Jumlah Pengangkutan
yang Dibeli Setiap Kali Pengangkutan
(1) (4) = (2) / (3)
(2) (3)
Part-100 15.000 komponen 200 komponen 75 kali pengangkutan
Part-200 25.000 komponen 200 komponen 125 kali pengangkutan
Part-300 10.000 komponen 200 komponen 50 kali pengangkutan
Total 50.000 komponen 250 kali pengangkutan

c. Penentuan Konsumsi Driver Aktivitas untuk Perakitan Produk: lihat jawaban no. 2. b.

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 63 11/01/2016 10:05:47


64 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

d. Penentuan Konsumsi Driver Aktivitas untuk Pemeriksaan Kembali Produk yang Dihasilkan.

Jumlah Unit Produk


Jumlah Pemeriksaan
Produk Produksi untuk Setiap Kali
Produk
(1) (2) Pemeriksaan
(4) = (2) / (3)
(3)
Part-100 1.000 unit 10 unit 100 kali pemeriksaan
Part-200 5.000 unit 10 unit 500 kali pemeriksaan
Part-300 2.000 unit 10 unit 200 kali pemeriksaan
Total 800 kali pemeriksaan

5. Perhitungan Tarif Aktivitas Overhead Pabrik.

Konsumsi Driver
Aktivitas BOP Total Biaya Tarif Aktivitas
Aktivitas
Rp500.000 per
Pembelian bahan baku komponen Rp50.000.000 100 kali pemesanan
pemesanan
Pengangkutan bahan baku komponen dari gudang Rp400.000 per
Rp100.000.000 250 kali pengangkutan
ke pabrik pengangkutan
Proses perakitan produk Rp500.000.000 5.000 JKL Rp100.000 per JKL
Rp187.500 per
Pemeriksaan kembali atas produk yang dihasilkan Rp150.000.000 800 kali pemeriksaan
pemeriksaan
Total Rp800.000.000

6. Perhitungan Harga Pokok Produk Menggunakan Pendekatan Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis
Aktivitas

Part-100 Part-200 Part-300


Biaya bahan baku Rp125.000.000 Rp300.000.000 Rp75.000.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp80.000.000 Rp250.000.000 Rp70.000.000
Biaya overhead pabrik:
  Biaya pembelian bahan baku komponen
   30 pemesanan x Rp500.000 Rp15.000.000
   50 pemesanan x Rp500.000 Rp25.000.000
   20 pemesanan x Rp500.000 Rp10.000.000
  Biaya pengangkutan bahan baku komponen dari gudang ke pabrik
   75 pengangkutan x Rp400.000 Rp30.000.000
   125 pengangkutan x Rp400.000 Rp50.000.000
   50 pengangkutan x Rp400.000 Rp20.000.000
  Biaya perakitan bahan baku komponen menjadi produk
   1.000 JKL x Rp100.000 Rp100.000.000
   2.500 JKL x Rp100.000 Rp250.000.000
   1.500 JKL x Rp100.000 Rp150.000.000
  Biaya pemeriksaan kembali atas produk yang dihasilkan
   100 pemeriksaan x Rp187.500 Rp18.750.000
   500 pemeriksaan x Rp187.500 Rp93.750.000
   200 pemeriksaan x Rp187.500 Rp37.500.000

Total Harga Pokok Produk Rp368.750.000 Rp968.750.000 Rp362.500.000


Produksi 1.000 unit 5.000 unit 2.000 unit
Harga Pokok Produk per Unit Rp368.750 Rp193.750 Rp181.250

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 64 11/01/2016 10:05:48


  BAB 7  SOLUSI MANUAL–PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK BERbasis aktivitas 65

7. Alasan Harga Jual Part-300 Tidak Kompetitif.


Produk Part-300 tidak kompetitif karena perhitungan harga pokok produk perusahaan tidak akurat. Ketidakakuratan
ini merupakan dampak dari pembebanan biaya overhead pabrik ke produk menggunakan tarif pabrik (plant-wide
rate) yang hanya didasarkan pada driver unit (unit driver), sementara kompetitor kemungkinan membebankan
biaya overhead pabrik menggunakan tarif aktivitas (activity rates) berdasarkan driver unit dan driver non unit (unit
and non unit driver). Hal ini berakibat pada harga pokok produk Part-300 perusahaan yang lebih tinggi Rp11.250
daripada harga pokok produk dari kompetitor.

Selisih Harga Pokok Produk Perusahaan dengan Perhitungan Harga Pokok Produk Berbasis Aktivitas.

Part-100 Part-200 Part-300


Perhitungan harga pokok produk perusahaan Rp365.000 Rp190.000 Rp192.500
Perhitungan harga pokok produk berbasis aktivitas Rp368.750 Rp193.750 Rp181.250
Selisih Harga Pokok Produk (Rp3.750) (Rp3.750) Rp11.250

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 65 11/01/2016 10:05:48


66 Praktikum AKUNTANSI BIAYA

Solusi Manual_Prakt Ak Biaya.indb 66 11/01/2016 10:05:48