Anda di halaman 1dari 27

TEKNIK BUDIDAYA BELUT

OLEH :
ANRYZA, S.Pd
Defenisi belut
• Secara umum jenis belut ada 3, yaitu :
1. Belut rawa (Synbrancus Bengalensis),
2. Belut laut (Macrotema Caligans).
3. Belut sawah (Monopterus Albus),
Belut bernafas dengan ingsang dan kulit tipis
didalam ronga mulutnya.
Ukuran insang sangat kecil, dilengkapi dengan
lubang yang menghubungkan insang dengan
media di luar tubuh.

Ingsang berguna untuk menghirup oksigen


dalam air. Karena habitatnya di lumpur belut
memiliki alat bantu pernafasan kulitnya di
dalam rongga mulutnya.
Belut termasuk hewan pemakan daging
(carnivora), dengan ciri-ciri:

• Belut kuat bertahan lama walau pun dia tidak


menemukan makanan jadi pertumbuhannya
tidak signifikan. sebanding antara yang di
makanya dengan berat tubuhnya.

• Alat pencernaan makanannya menggunakan


sistem hormonal dan enzimase, sehingga
belut mudah mencerna daging
• Sejak larva sampai fase belut muda, belut
memangsa micro organisme seperti cacing
sutra, plankton, daphnia, larva serangga,
berudu, dan ikan kecil.
Perubahan Kelamin (hermaprodit protogini)

belut muda berkelamin betina rata-rata 40 cm


kulit berwarna lebih cerah, setelah berumur lebih
dari 7 bulan akan mengalami perubahan kelamin
menjadi jantan berukuran lebih dari 40 cm
berwarna lebih gelap, masa ini belut menjadi
agresif dan ganas bisa menjadi kanibalisme.

Ketika populasi belut sedikit maka belut jantan


berubah lagi menjadi kelamin berjenis betina.
Anatomi Belut
• Secara anatomi, kelenjar kelamin (gonad)
belut memiliki ovarium sekaligus testis.
Ovarium berjumlah sepasang, terletak
memanjang di dalam rongga badan, di
sebelah kiri dan kanan gelembung renag.
Sedang testis terletak di bawah gelembung
renang.
Habitat Belut
• Secara umum belut tidak membutuhkan
kondisi iklim dan geografis yang spesifik.
Habitat belut bisa di mana saja, meliputi air
tawar, air payau hingga perairan asin dengan
kondisi berlumpur dan kedalaman kurang dari
150 cm
• Sebagai binatang malam (nocturnal), belut
menyukai tempat yang lembab, berair dan
terlindung dari sinar matahari, tapi dalam
keadaan terpaksa, belut mampu bertahan
hidup sampai berbulan-bulan dilingkungan
kurang air.
• Biasanya seumur hidup belut hanya satu kali
membuat lubang sebagai sarang. Jika tidak
terusik, belut tidak meninggalkan sarang,
kecuali setelah dewasa dan berubah kelamin
menjadi jantan, belut akan mempersiapkan
lubang baru sebagai tempat pemijahan.
Ciri-Ciri Belut Akan Kawin
1. Perkawinan biasanya terjadi di tempat yang
lebih dangkal.
2. Belut jantan membuat lubang berbentuk
“U”.
3. Perkembang biakan belut diawali dengan
proses pemijahan yasng terjadi diluar tubuh
induk betina (fertilisasi eksternal)
• Telur akan menetas dalam jangka waktu
antara 10 sampai 12 hari.
Ketika baru menetas, anak belut berwarna
kuning, dan lambat laun berubah menjadi
kecoklatan
PROSPEK EXPORT BELUT
TEKNIK BUDIDAYA BELUT
• Dari hasil pengalaman, media yang paling
tepat adalah menggunakan media lumpur.
• Media yang perlu disiapkan adalah :
1. Jerami / damen
2. Pupuk Kandang / Teletong
3. Tanah Sawah
JERAMI / DAMEN
• Carilah damen/jerami yang bagian
Dangkel/bawah atau bagian yang atas di potong-
potong sepanjang 20cm. Dengan tujuan untuk
mempermudah pembusukan (proses fermentasi
Pupuk Kandang / Teletong
• Carilah Pupuk kandang / Teletong Sapi yang
sudah kering, dalam hal ini teletong sapi
sudah tidak berbau dan kadar asam rendah.
Biasanya teletong yang sudah tahunan dan
berwarna kecoklatan hampir sama seperti
tanah
TANAH SAWAH
• Gunakan tanah sawah yang digunakan untuk
menanam PADI.
• Bersifat lumpur, tidak kasar, tidak
mengandung bebatuan/kerikir kecil
PROSES FERMENTASI DILUAR KOLAM

• Masukkan jerami dan atau teletong kedalam


tempat tertutup, dalam hal ini bisa
menggunakan tong sampah besar atau terpal.
Kemudian campur dengan microbakteria
seperti Biodecomposer, micro stater.
• Biasanya menggunakan EM 4 dengan
perbandingan 1 botol EM 4 dilarutkan ke
dalam 100 air. Diamkan 2-3 minggu dalam
keadaan tertutup agar proses
pembusukan/fermentasi bisa maksimal
PROSES FERMENTASI DALAM KOLAM
• Masukkan jerami dan atau teletong kedalam
kolam, dalam hal ini bisa menggunakan kolam
terpal / tembok. Kemudian campur dengan
microbakteria seperti Biodecomposer, micro
stater.
• Biasanya menggunakan EM 4 dengan
perbandingan 1 botol EM 4 dilarutkan ke dalam
100 air. Diamkan minimal 2-3 minggu dalm
keadaan tertutup agar proses
pembusukan/fermentasi bisa maksimal
PENCAMPURAN MEDIA
• Masukkan semua hasil fermentasi kedalam
kolam dengan perbandingan sbb:
Jerami 10 cm
Teletong 10 cm
Tanah Sawah 20 cm
Air max 5 cm

KETINGGIAN MEDIA Maximal 40-50 cm


PENCAMPURAN MEDIA
• Setelah semua media tercampur maka, media
didiamkan selama 2 minggu. Tujuanya agar
media bersifat subur.
• Pada minggu pertama, injak-injak media agar
tanah sawah benar-benar gembur dan seperti
lumpur. Selain itu juga untuk memastikan
lumpur tidak menggandung bebatuan/krikil
KESIMPULAN
• Buatlah media seperti habitat belut aslinya yaitu
“SAWAH”
• Proses fermentasi 2-3 minggu, semakin lama
semakin baik
• Proses pendiaman media setelah dicampur 2
minggu, semakin lama semakin baik agar cacing
dapat berkembang biak
• Pilihlah Bibit belut hasil budi daya. Bukan
tangkapan dari alam dengan
setruman/pancing/yang dapat membuat bibit
belut luka
Contak person
ANRYZA,S.Pd
• 0899 038 7976  khusus SMS
• 0857 321 50908
• 03537731207
(untuk nomor yang lain silahkan tanya lewat sms)
• Email : Anryza88.gmail.com
• Web :
http://bibitbelutsuperbojonegoro.blogspot.com/
• Alamat : Jl. Imam Bonjol No.38 Bojonegoro (depan
SMP Negeri 5 Bojonegoro)