Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM

PERHITUNGAN BALANCE CAIRAN

Disusun Oleh:

NAMA : Utari Ermawati

M.wildan rianda

Meilinda Wahdini

NIM :

SEMESTER/ KELAS : 1/S1 Keperawatan

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA


BANJARMASIN
2017
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : Perhitungan Balance Cairan

NAMA : Utari Ermawati

M.wildan rianda

Meilinda Wahdini

NIM :

Banjarmasin, 21 Oktober 2017

Menyetujui

Pembimbing Laporan Pendahuluan (LP)

Erma Erliani,S.Kep.,Ns
KONSEP DASAR KETERAMPILAN

PERHITUNGAN BALANCE CAIRAN

A. Definisi
Balance cairan atau keseimbangan cairan adalah keseimbangan antara
pemasukan cairan (intake) dan pengeluaran cairan(output). Masukan cairan
orang dewasa normalnya adalah 1500 ml sampai 3500 ml. Pengeluaran cairan
orang dewasa normalnya adalah 1500 ml. Menghitung balance cairanpun harus
memperhatikan mana yang termasuk kelompok Intake cairan dan mana yang
output cairan serta IWL. Berdasarkan kutipan dari Iwasa M. Kogoshi S (1995)
Fluid Therapy do (PT. Otsuka Indonesia) Penghitungan wajib per 24 jam bukan
pershift. Namun apabila ada instruksi dokter yang menyebutkan untuk
perhitungan cairan per shiftnya seseorang juga harus bisa melakukannya.
Caranya sama yaitu tetap berdasarkan intake, output dan IWL. Bedanya adalah
pada bagian IWL anda harus menghitungnya berdasarkan waktu atau jam.

Menghitung balance cairan seseorang harus diperhatikan berbagai faktor,


diantaranya Berat Badan dan Umur. Hal ini dilakukan karena penghitungan
balance cairan antara pasien anak dengan dewasa berbeda.

B. Tujuan :
Mengetahui status cairan tubuh :
1. Mengetahui jumlah masukan cairan
2. Mengetahui keluaran cairan
3. Mengetahui balance cairan
4. Menentukan kebutuhan cairan

C. Fisiologi balance Cairan


Lebih kurang 60% berat badan orang dewasa pada umumnya terdiri dari
cairan (air dan elektrolit). Secara umum orang yang lebih muda mempunyai
persentase cairan tubuh yang lebih tinggi dibanding dengan orang yang lebih tua,
dan pria secara proporsional mempunyai lebih banyak cairan tubuh dibanding
dengan wanita. Orang yang lebih gemuk mempunyai jumlah cairan yang lebih
sedikit dibandingkan dengan orang yang lebih kurus, karena sel lemak
mengandung sedikit air.
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh
tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah
merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Cairan dan elektrolit
masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan
didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti
adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh
bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan
yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang
lainnya.
Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu :
a. Cairan Intra Seluler ( CIS ) : cairan yang berda di dalam sel di seluruh
tubuh,
b. Cairan Ekstra Seluler ( CES ) : cairan yang berada di luar sel
- Plasma/ intravaskuler : cairan di dalam sistem vaskuler,
- Cairan Intertitiel : cairan yang terletak diantara sel,
Kurang lebih 2/3 cairan tubuh berada dalam kompartemen cairan intra sel, dan
kebanyakan terdapat pada massa otot skeletal.

D. PENGHITUNGAN BALANCE CAIRAN UNTUK ANAK


Menghitung Balance cairan anak tergantung tahap umur, untuk menentukan Air
Metabolisme, menurut Iwasa M, Kogoshi S dalam Fluid Tehrapy Bunko do (1995)
dari PT. Otsuka Indonesia yaitu:
Usia Balita (1 - 3 tahun) : 8 cc/kgBB/hari
Usia 5 - 7 tahun : 8 - 8,5 cc/kgBB/hari
Usia 7 - 11 tahun : 6 - 7 cc/kgBB/hari
Usia 12 - 14 tahun : 5 - 6 cc/kgBB/hari

Untuk IWL (Insensible Water Loss) pada anak = (30 - usia anak dalam tahun) x
cc/kgBB/hari
Jika anak mengompol menghitung urine 0,5 cc - 1 cc/kgBB/hari

CONTOH :
An X (3 tahun) BB 14 Kg, dirawat hari ke dua dengan DBD, keluhan pasien menurut
ibunya: "rewel, tidak nafsu makan; malas minum, badannya masih hangat; gusinya
tadi malam berdarah" Berdasarkan pemeriksaan fisik didapat data: Keadaan umum
terlihat lemah, kesadaran composmentis, TTV: HR 100 x/menit; T 37,3 °C; petechie
di kedua tungkai kaki, Makan /24 jam hanya 6 sendok makan, Minum/24 jam 1000
cc; BAK/24 jam : 1000 cc, mendapat Infus Asering 1000 cc/24 jam. Hasil
pemeriksaan lab Tr terakhir: 50.000. Hitunglah balance cairan anak ini!

Input cairan: Minum : 1000 cc


Infus : 1000 cc
AM : 112 cc + (8 cc x 14 kg)
2112 cc

Out put cairan: Muntah : 100 cc


Urin : 1000 cc
IWL : 378 cc + (30-3 tahun) x 14 kg
1478 cc
Balance cairan = Intake cairan - Output Cairam
2112 cc - 1478 cc = + 634 cc

Sekarang hitung balance cairannya jika suhu An x 39,8 °C !


yang perlu diperhatikan adalah penghitungan IWL pada kenaikan suhu gunakan
rumus:
IWL + 200 ( Suhu Tinggi - 36,8 °C) 36,8 °C adalah konstanta.

IWL An X = 378 + 200 (39,8 °C - 36,8 °C)


378 + 200 (3)
378 + 600
978 cc

Maka output cairan An X = Muntah : 100 cc


Urin : 1000 cc
IWL : 978 cc +
2078 cc
Jadi Balance cairannya = 2112 cc - 2078 cc
= + 34 cc.

Ingat menghitung Balnce cairan harus kumpulan data/24 jam


E. Penghitungan balance cairan untuk dewasa
Rumus Balance Cairan
Intake / cairan masuk = Output / cairan keluar + IWL (Insensible Water Loss)
Intake / Cairan Masuk : mulai dari cairan infus, minum, kandungan cairan dalam
makanan pasien, volume obat-obatan, termasuk obat suntik, obat yang di drip,
albumin dll.

Output / Cairan keluar : urine dalam 24 jam, jika pasien dipasang kateter maka
hitung dalam ukuran di urobag, jka tidak terpasang maka pasien harus
menampung urinenya sendiri, biasanya ditampung di botol air mineral dengan
ukuran 1,5 liter, kemudian feses.

IWL (insensible water loss(IWL) : jumlah cairan keluarnya tidak disadari dan sulit
diitung, yaitu jumlah keringat, uap hawa nafa.

Input cairan: Air (makan+Minum) = ......cc


Cairan Infus = ......cc
Therapi injeksi = ......cc
Air Metabolisme = ......cc (Hitung AM= 5 cc/kgBB/hari)

Output cairan: Urine = ......cc


Feses = .....cc
(kondisi normal 1 BAB feses = 100 cc)
Muntah/perdarahan
cairan drainage luka/
cairan NGT terbuka = .....cc
IWL = .....cc (hitung IWL= 15 cc/kgBB/hari)
(Insensible Water Loss)
Jika ada kenaikan suhu, maka untuk menghitung output dari IWL menggunakan
rumus:
IWL peningkatan suhu = IWL normal + 200 (suhu tinggi-36,8oC) = ............... cc
Contoh Kasus:
Tn Y (35 tahun) , BB 60 Kg; dirawat dengan post op Laparatomi hari kedua..akibat
appendix perforasi, Keadaan umum masih lemah, kesadaran composmentis..Vital
sign TD: 110/70 mmHg; HR 88 x/menit; RR 20 x/menit, T 37 °C: masih dipuasakan,
saat ini terpasang NGT terbuka cairan berwarna kuning kehijauan sebanyak 200 cc;
pada daerah luka incici operasi terpasang drainage berwarna merah sebanyak 100
cc, Infus terpasang Dextrose 5% drip Antrain 1 ampul /kolf : 2000 cc/24 jam.,
terpasang catheter urine dengan jumlah urine 1700 cc, dan mendapat tranfusi WB
300 cc; mendapat antibiotik Cefat 2 x 1 gram yg didripkan dalam NaCl 50 cc setiap
kali pemberian, Hitung balance cairan Tn Y!

Input Cairan: Infus = 2000 cc


Tranfusi WB = 300 cc
Obat injeksi = 100 cc
AM = 300 cc (5 cc x 60 kg) +
2700 cc

Output cairan: Drainage = 100 cc


NGT = 200 cc
Urine = 1700 cc
IWL = 900 cc (15 cc x 60 kg) +
2900 cc
Jadi Balance cairan Tn Y dalam 24 jam : Intake cairan - output cairan
2700 cc - 2900 cc
= - 200 cc.

Bagaimana jika ada kenaikan suhu? maka untuk menghitung output terutama IWL
gunakan rumus :
IWL + 200 (suhu tinggi - 36,8 .°C), nilai 36,8 °C adalah konstanta
Andaikan suhu Tn Y adalah 38,5 °C, berapakah Balance cairannya?

berarti nilai IWl Tn Y= 900 + 200 (38,5 °C - 36,8 .°C)


= 900 + 200 (1,7)
= 900 + 340 cc
= 1240 cc
Masukkan nilai IWL kondisi suhu tinggi dalam penjumlahan kelompok Output :
Drainage = 100 cc
NGT = 200 cc
Urine = 1700 cc
IWL = 1240 cc +
3240 cc
Jadi Balance cairannya dalam kondisi suhu febris pada Tn Y adalah
: 2700 cc - 3240 cc = -540 cc

F. Kebutuhan Cairan
1. Kebutuhan cairan adalah bagian dari kebutuhan dasar manusia secara
fisilogi kebutuhan ini memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh dengan
hampir 90% dari total berat badan.

Rumus Kebutuhan Cairan pada anak

< 10 Kg = 100 cc/kg BB

10-20 Kg = 1000 cc + 50 cc/kg BB


(BB – 10 kg x 50)

>20 kg = 1500 cc + 20 cc/kg BB


(BB -20 kg x 20)

2. Pada orang dewasa kebutuhannya yaitu:


a. Kebutuhan air sebanyak 30-50 ml/kgBB/hari
b. Kebutuhan kalium 1-2 mEq/kgBB/hari
c. Kebutuhan natrum 2-3 mEq/kgBB/hari
d.
G. Perhitungan Kebutuhan cairan
Rumus Kebutuhan cairan
1. Pada anak BB < 10 Kg maka 10kg dihitung 100ml/BB
100 ml/kg X BB/kg =… ml/hari/24jam
Contoh soal:
Berapa kebutuhan cairan normal per hari untuk anak dengan berat 7 kg?
Diketahui: kebutuhan air/hari untuk BB 1 sampai 10 kg = 100 ml/kg BB
Jawab : 7 kg x 100 ml/kg = 700 ml/hari

2. Pada anak dengan BB 10 – 20 Kg ,maka 1000 ml pada 10 kg pertama dan


ditambah 50 ml per Kg penambahan berat badannya. Missal BB = 15 kg, maka
1000 ml ditambah 5 x 50 ml maka menjadi 1250 ml/ hari kebutuhan cairannya
Contoh soal:
Berapa kebutuhan cairan normal per hari untuk anak dengan berat 12 kg?
Diketahui:
Kebutuhan air/hari untuk BB 11 sampai 20 kg = 1000 ml + 50 ml/ kg
12 kg = 10 kg + 2 kg
= 1000 ml + 2 kg
Jawab : 1000 ml + (2 kg x 50 ml)
= 1000 + 100
= 1100 ml/hari

3. Pada seorang dengan berat badan > 20 Kg maka rumusnya adalah 1500 ml
pada 20 kg pertama dan ditambah 20 ml/Kg sisanya, misal seseorang dengan
BB 40 Kg, maka 20 kg pertama adalah 1500 ml, sedangkan 20 kg sisanya x 20
ml = 400 ml sehingga kebutuhan cairan seseorang dengan berat 40 kg adalah
1500 + 400 ml = 1900 ml/hari
Contoh soal:
Berapa kebutuhan cairan normal per hari untuk anak dengan berat 50 kg?
Diketahui:
Kebutuhan air/hari untuk BB > 20 kg = 1500 ml + 10 ml/kg
50 kg = 20 kg + 30 kg
= 1500 ml + 30 kg
Jawab: 1500 ml + (30 kg x 20 ml)
= 1500 + 600
= 2100 ml/hari

H. Kategori
1. cairan yang masuk ke dalam tubuh klien, terdiri atas :
a) Air minum
b) Air dalam makanan
c) Air hasil oksidasi (metabolisme)
d) Cairan intravena
2. Tentukan jumlah cairan yang keluar dari tubuh klien, terdiri atas:
a) Urine
b) Kehilangan cairan tanpa disadari (insensible water liss) IWL
c) Paru dan kulit
d) Keringat
e) Feses
f) Muntah

I. Indikasi
- Diare dengan beberapa komplikasi.
- Pasien tidak dapat minum obat karena muntah, atau memang tidak dapat
menelan obat (ada sumbatan di saluran cerna atas).
- pasien dehidrasi (keadaan shock hipovolemik dan asidosis), dan dehidrasi berat
- pasien yang sedang dehidrasi karena tidak mendapat asupan oral dan pasien
yang sedang demam.

J. Prosedur tindakan
1. Persiapan Diri
a. Memberitahu pasien tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Persiapan Alat
a. Handscun
b. Alat tulis dan buku
c. Masker
d. Gelas ukur urine/urine bag
3. Pelaksanaan
a. Menghitung intake oral (minum)
b. Menghitung intake Oral (makan)
c. Menghitung intale parenteral
d. Menghitung output urine
e. Menghitung output feses
f. Menghitung output abnormal (muntah, drain,pendarahan,dll)
K. Dampak kekurangan dan kelebihan cairan

1. Dehidrasi
Dehidrasi adalah kondisi ketidakseimbangan cairan tubuh yang mengarah pada
kekurangan cairan. Pada orang yang berolahraga, dehidrasi terjadi ketika
keringat yang keluar lebih banyak dari asupan cairan. umumnya, dehidrasi yang
terjadi adalah kekurangan air saja tanpa terjadi kekurangan garam/elektrolit
tubuh, bahkan pada saat melakukan latihan fisik di lingkungan panas.

2. Gangguan kesehatan akibat panas


Dehidrasi selain menurunkan kinerja fisik juga berkontribusi terhadap terjadinya
gangguan kesehatan akibat panas seperti kram otot, pingsan akibat panas,
kelelahan akibat panas dan serangan panas. Pada keadaan yang serius
misalnya pada saat serangan panas, maka penderita harus segera dibawa ke
fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.

3. Hiperhidrasi
Hiperhidrasi adalah kelebihan cairan tubuh yang disebabkan kelebihan asupan
cairan dibandingkan jumlah keringat yang keluar. Masyarakat lazim menyebut
hiperhidrasi dengan istilah keracunan air.
Hiperhidrasi dapat terjadi akibat minum cairan mengandung gliserol atau cairan
hipertonik karena zat tersebut bersifat mengikat air, yang menyebabkan air
tertahan di dalam tubuh. Hal lain yang menyebabkan hiperhidrasi adalah terlalu
banyak minum dalam jangka waktu tertentu.

4. Hiponatremia
Akibat dari hiperhidrasi adalah cairan tubuh menjadi hipotonik, dimana kadar
natrium darah menjadi rendah. Kondisi ini disebut hiponatremia dan mampu
membahayakan tubuh. Hiponatremia dapat dicegah dengan menghindari asupan
air yang berlebihan, melebihi jumlah cairan yang keluar dari tubuh.
DAFTAR PUSTAKA

Horne, Mima M. dan P.L. Swearingen. 2001. Keseimbangan Cairan, Elektrolit dan Asam

Basa. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Muirhead, Norman dan G.R.D. Catto. 2002. Buku Saku Keseimbangan Cairan dan Elektrolit.

Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Horne, Mima M. (1993). Pocket Guide to Fluids, Electrolytes, and Acid-Base Balance

Second

Edition. Mosby Year Book, Inc. Alih Bahasa Nurmala Dewi, P. (2001) Keseimbangan

Cairan, Elektrolit, dan Asam Basa Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

http://med.unhas.ac.id/kedokteran/wp-content/uploads/2016/10/DASAR-DASAR-TERAPI-CAIRAN-DAN-
ELEKTROLIT.pdf

http://perawatskill.blogspot.co.id/2012/02/cairan-dan-elektrolit.html\

https://www.kaskus.co.id/thread/57bddc82642eb633038b456a/jenis-cairan-infus-dan-
fungsinya/

http://purwantiidewii.blogspot.co.id/2012/11/pengukuran-intake-output-cairan-dan-cvp.html