Anda di halaman 1dari 9

Home About Contact 404       

YOKATTA
ISENG-ISENG AJA (>.<) DESU

 HOME FEATURES  SEO SERVICES DOCUMENTATION DOWNLOAD THIS TEMPLATE

RESPONSIVE ADS HERE

  tugas sekolah  Hewan & Tumbuhan Langka di Indonesia #Tugas IPA


SEARCH

Te
Hewan & Tumbuhan Langka di Indonesia #Tugas IPA
RECENT POPULAR COMME

by Yokatta on 06.02 in tugas sekolah Public Relations, Pertemuan 1 - 7


14 (BSI)
HEWAN-HEWAN LANGKA  Yokatta  Jan 17, 2019

Metode Penelitian Sosial, Pertem


- 6 & 9-14 (BSI)
1. Harimau Sumatera
 Yokatta  Jan 14, 2019

Komunikasi Bisnis, Pertemuan 1 -


- 14 (BSI)
 Yokatta  Jan 14, 2019

Manajemen Pemasaran, Pertemu


6 (BSI)
 Yokatta  Nov 15, 2018

Teori Organisasi, Pertemuan 1 - 6


 Yokatta  Nov 13, 2018

      Indonesia memiliki dua jenis harimau endemik, yakni Harimau Bali yang telah dinyatakan punah sejak tahun 1937 dan
Harimau Sumatera yang masih ada hingga kini, namun dalam jumlah yang sudah sangat sedikit. Jumlah harimau Sumatra
MENGENAI SAYA
di Indonesia diperkirakan hanya berkisar 500 ekor dan berhabitat di pulau Sumatera saja.

Yokatta

2. Badak Lihat pro l lengkapku

BLOG ARCHIVE

September (23)

TAGS
KULIAH (25) TUGAS SEKOLAH (20)

      Badak bercula dua dari Sumatera (Badak Sumatera) dan badak bercula satu dari Jawa (Badak Jawa) tergolong satwa
yang sudah hampir punah di Indonesia. Data menyebutkan jumlah Badak bercula dua sisa sekitar 300 ekor saja. Sedang
Badak bercula satu lebih memprihatinkan lagi karena jumlahnya tercatat sisa puluhan ekor saja. Karenanya, telah dibuat
penangkaran khusus di Ujung Kulon Banten untuk melindungi populasi Badak bercula satu.

3. Orang Utan

      Orang Utan Sumatera dan Orang Utan Kalimantan juga tergolong satwa langka yang sangat dilindungi di Indonesia.
Dari segi sik Orang Utan Sumatera ini berukuran lebih kecil dari Orang utan Kalimantan. Dibanding Orang Utan
Kalimantan, Orang utan Sumatera berjumlah lebih minim.

4. Monyet Hitam Sulawesi

      Jenis monyet yang juga lazim disebut Yaki atau Monyet Wolai memiliki ciri sik yang sangat unik. Tubuhnya dipenuhi
bulu hitam pekat mengkilat, dengan jambul dan pantat berwarna merah muda. Monyet Hitam Sulawesi ini juga memiliki
ukuran tubuh yang besar. Sayangnya, hewan lucu ini juga sudah hampir punah.

5. Anoa
      Hewan yang habitatnya berada di pulau Sulawesi ini tampak mirip dengan kambing. Yang membedakannya adalah
ukurannya yang besar dan tanduknya yang runcing. Tanduk khas di kepalanya itu dapat mencapai panjang 30 cm.

6. Jalak Bali

      Sesuai namanya, burung langka yang satu ini hanya hidup di Bali, tepatnya bagian barat Pulau Bali. Jalak Bali
merupakan spesies burung pengicau. Ukurannya sedang, sekitar 25 centimeter.

7. Macan Tutul Jawa

      Macan yang mendapat julukan macan Kumbang ini hanya hidup di hutan tropis, area pegunungan dan kawasan
konservasi di Pulau Jawa seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Akibat perburuan liar, jumlah populasi macan
tutul di hutan pun akhirnya habis. Macan berbulu motif ini telah dinyatakan hampir punah sejak tahun 2007.

8. Kanguru Pohon Wondiwoi


      Kanguru Pohon Wondowoi merupakan hewan yang berhabitat di Papua. Jumlah hewan ini kini sangat terbatas dan
terancam punah. Dari data yang dikeluarkan Red List IUCN populasi hewan berkantung ini hanya berkisar di angka 50-an
ekor saja.

9. Gajah Sumatera

      Mulanya populasi gajah ini masih terbilang aman. Populasi mereka tahun demi tahun menurun drastis akibat
perburuan liar. Selain itu, hewan asal Sumatera ini juga banyak kehilangan tempat hidup karena hutan yang mereka diami
dijadikan kebun pribadi oleh masyarakat.

10. Pesut Mahakam

      Dari kelompok hewan laut, Pesut Mahakam bisa dibilang hewan air yang terlangka. Hewan ini adalah mamalia namun
ia hidup di air tawar. Tercatat jumlahnya sisa sekitar 70-an ekor, dan dapat ditemui di Sungai Mahakam.

TUMBUHAN-TUMBUHAN LANGKA

1. Bunga Bangkai
      Bunga bangkai merupakan bunga raksasa yang sangat unik karena dapat mengeluarkan bau busuk seperti bangkai.
Bau busuk tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengundang kumbang dan lalat agar hinggap dan membantu proses
penyerbukan. Bunga ini tumbuh tinggi menjulang ke atas hingga bisa mencapai 4 meter. Ketika mekar, bagian luarnya
berwarna putih krem sedangkan mahkotanya berwarna merah tua keunguan. Bunga ini hanya akan mekar selama 7 hari
hingga kemudian mati atau tumbuh kembali.

      Bunga bangkai berbunga pada rentang waktu yang cukup lama, bisa sekitar 5 tahun sekali. Habitat asli bunga ini ada di
hutan Sumatera. Akan tetap saat ini sudah mulai banyak yang dilestarikan di daerah lainnya seperti di Taman Hutan Raya
Ir. Djuanda, Bandung.

2. Ra esia Arnoldii 

      Padma Raksasa atau Ra esia Arnoldii juga merupakan bunga raksasa yang mengeluarkan bau busuk menyengat
ketika mekar. Karena sama-sama mengeluarkan bau busuk, terkadang banyak orang yang keliru menyebut bunga ini
sebagai bunga bangkai.

      Ra esia Arnoldii tumbuh melebar ke samping dan bukan meninggi seperti bunga bangkai. Ketika bunganya mekar,
diameternya bisa mencapai 1 meter dengan berat hingga 10 kilogram. Masa tumbuh hingga sampai mekarnya adalah
sekitar 9 bulan. Bunga ini hanya akan mekar selama 7 hari sebelum kemudian layu dan mati. Bunga Ra esia Arnoldii
hidup menumpang pada tumbuhan lain. Maka dari itu, habitatnya sangat bergantung kepada adanya tumbuhan inang. Saat
ini populasi bungai ini semakin menyusut karena habitatnya yang semakin sempit karena adanya alih fungsi hutan menjadi
area pertanian, pemukiman, ataupun pertambangan.

3. Cendana
      Cendana merupakan salah satu pohon yang memiliki banyak kegunaan di Indonesia. Kayu cendana dapat dijadikan
sebagai bahan pembuatan dupa, parfum, aroma terapi, rempah-rempah, hingga sangkur keris (warangka). Konon, harum
dari kayu cendana ini bisa bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Karena berbagai manfaatnya tersebut, tidak salah jika
pohon ini sangat terkenal di Indonesia. Sayangnya pohon cendana bukanlah tumbuhan yang mudah untuk dibudidayakan
sehingga saat ini sudah berstatus sebagai tumbuhan yang ternacam punah. 

      Pada awal kehidupannya, kecambah cendana merupakan tumbuhan parasit yang hidup menumpang di tumbuhan
lainnya karena ia tidak mampu hidup sendiri. Maka dari itu, pohon cendana saat ini sudah mulai berkurang populasinya.
Minyak dasar kayu cendana juga saat ini sudah sangat mahal karena langka dan sulit untuk ditemukan.

4. Damar 

      Tumbuhan langka di Indonesia yang selanjutnya adalah pohon damar. Pohon ini memiliki batang yang tingginya bisa
mencapai 60 meter. Pohon ini tumbuh di berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai sebutan seperti kisi (Buru), salo
(Ternate), dayungon (Samar), ki damar (Sunda), dan lainnya. 

      Selain kayunya, pohon ini juga dimanfaatkan getahnya. Getah pohon damar dapat digunakan sebagai bahan
pembuatan kopal. Kopal merupakan salah satu bahan dasar cairan pelapis kertas dan juga lak atau vernis.

5. Kantong Semar 

      Kantong semar merupakan tanaman yang sangat unik karena dapat memangsa berbagai serangga di dekatnya seperti
lalat, lebah, dan lainnya. Tumbuhan karnivora ini sudah cukup langka sehingga harus banyak dibudidayakan agar tidak
cepat punah.

      Kantong semar sendiri baru bisa memangsa serangga ketika usianya sudah dewasa. Ia akan membuka kantungnya
untuk agar ada serangga yang masuk ke dalamnya. Jika sudah ada yang terjebak, maka kantungnya akan langsung
tertutup untuk mulai mencerna serangga tersebut.

6. Ulin
      Pohon ulin atau yang sering disebut juga sebagai bulian atau kayu besi merupakan tumbuhan khas Kalimantan. Pohon
ini mampu menghasilkan kayu yang sangat kuat sehingga banyak digunakan untuk konstruksi bangunan seperti rumah,
jembatan, kapal laut, dan sebagainya. Pohon ini bisa tumbuh hingga ketinggian 36 meter dengan diameter batang sebesar
95 cm. 

      Pohon ini sendiri banyak tersebar di Kalimantan dan Suamtera. Sayangnya pohon ini cukup sulit untuk
dikembangbiakan sehingga populasinya dapat menyusut jika habitat aslinya semakin berkurang.

7. Anggrek Tebu

      Anggerk tebu merupakan keluarga bunga anggrek yang paling besar dan paling berat. Satu rumpun anggrek tebu
dewasa dapat memiliki berat lebih dari 1 ton dengan panjang mulai hingga 3 meter. Karena ukurannya yang sangat besar
tersebut, bunga ini sering disebut sebagai anggrek raksasa. 

      Bunga ini memiliki warna kuning dengan kombinasi bintik-bintik berwarna coklat, merah, dan merah kehitaman. Bunga
ini sangatlah unik karena meskipun batangnya sudah dipotong, namun bunganya tetap dapat bertahan hingga 2 bulan.
Bunga anggrek tebu ini sangat langka sehingga termasuk ke dalam tumbuhan yang dilindungi.

8. Tengkawang

      Tengkawang merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang banyak dimanfaatkan minyaknya. Pohon ini terdiri dari
berbagai macam jenis di mana 12 di antaranya saat ini sudah dilindungi pemerintah karena terancam kepunahan. Minyak
tengkawang dihasilkan dari biji-biji yang berjatuhan. Biji tersebut kemudian dijemur dan disalai hingga kering sebelum
kemudian diolah menjadi minyak. Biji tengkawang juga merupakan makanan bergizi bagi babi hutan dan binatang liar
lainnya. Minyak tengkawang dapat digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan obat-obatan tardisional. Dalam
industri modern, minyak yang memiliki julukan green butter ini juga sering dijadikan sebagai bahan pembuatan kosmetika,
lilin, sabun, dan lainnya.

9. Daun Payung

      Daun payung atau sering disebut juga sebagai daun sang dan salo merupakan tumbuhan yang banyak hidup di daerah
Sumatera. Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Johannestijsmania altifrons, yang diambil dari nama penemunya yakni
Profesor Teijsman. Tumbuhan ini memiliki daun yang sangat besar, lebar, dan juga kuat. Pada jaman dahulu daun ini sering
digunakan sebagai atap atau dinding di rumah-rumah. Karena fungsinya tersebut, maka tumbuhan ini kemudian disebut
sebagai daun payung.

10. Edelweiss Jawa

      Edelweiss Jawa atau Bunga Senduro merupakan salah satu jenis bunga yang saat ini sudah sangat kritis
keberadaannya. Bunga ini banyak hidup di daerah pegunungan di Jawa. Bahkan, bunga ini biasanya menjadi tanaman yang
pertama tumbuh setelah terjadinya erupsi gunung berapi. Bunga Edelweiss Jawa dapat tetap terlihat segar meskipun
sudah dipetik dari tangkainya. Hal tersebut membuat banyak pendaki yang mengambil bunga ini sebagai kenang-
kenangan. 

      Hasilnya, populasi bunga ini menurun drastis dan kini sudah diambang kepunahan. Bunga ini biasanya mulai
bermekaran pada bulan April hingga Agustus. Bunga ini dapat memiliki usia hingga 100 tahaun dengan tinggi batang
hingga 8 meter. Lebih dari 300 serangga yang hinggap dan menghisap madu dari bunganya. Saat ini Anda masih dapat
melihat Edelweiss Jawa di beberapa lokasi seperti Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung
Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).

Share This:  Facebook  Twitter  Google+  Pinterest  Linkedin

RECOMMENDED ARTICLES

Kisah Nabi Isa AS


           Maryam adalah seorang wanita yang salihah, yang dididik dan dibesarkan oleh Nabi Zakariya. Maryam
tinggal di ...

Ciri-Ciri Makhluk Hidup #Bukan Ciri-Ciri Mendapatkan Dia, hehehe...


1. Bernapas (Respirasi)      Bernapas atau respirasi pada manusia dapat diartikan sebagai proses
memasukkan oksigen ke dalam paru-paru ...

Ciri-Ciri Linkungan Sehat dan Linkungan Tidak Sehat #Ayo Kita Hidup Sehat Dengan
Menjaga Kebersihan
A. Lingkungan Sehat         Lingkungan yang sehat cocok untuk dijadikan arena bermain anak atau tempat
tinggal anak. Jika lin...

Istilah Kepramukaan #Semangat yeay... yeay...


Hi, good people. Teman-teman masih ingat kan zaman-zaman waktu sekolah, apalagi zaman-zaman dengan
dia, hehehe..., jadi ini ada beberapa istilah kepra...

 NEWER ARTICLE OLDER ARTICLE 


Kerajaan Hindu & Budha Di Indonesia #Tugas Sejarah Penjelasan & Rumus Bangun Datar Segi Empat #Tugas
Matematika

TIDAK ADA KOMENTAR: 

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai: khamimnur82@ Logout

Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya

Designed with  by Way2Themes | Distributed By Best Blogger Themes       