Anda di halaman 1dari 5

TUGAS SEMINAR AKUNTANSI KEUANGAN

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

LARGER RETURN TO CASH ACQUISITIONS: SIGNALING EFFECT OR LEVERAGE


EFFECT?

Oleh

Kelompok 1

I G A A Prabaningrat Dwi Kepakisan (1781611001)

Made Yunita Windasari (1781611003)

Ni Putu Eka Parastika (1781611021)

Putu Wira Hendrayana (1781611022)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

DENPASAR

2018
BAB I

RINGKASAN DAN REVIEW ARTIKEL

1.1. Ringkasan

1.1.1. Latar Belakang Fenomena yang Diuji dalam Penelitian

Penelitian sebelumnya mengkaji peran dari metode pembayaran dalam menjelaskan


pengumuman return pada perusahaan penawaran saat terjadi akuisisi dan ditemukan perbedaan
signifikan antara transaksi tunai dengan transaksi saham. Adanya bukti empiris mengenai return
yang lebih besar dalam bentuk penawaran tunai dibandingkan dengan penawaran bursa saham
menandakan pemilihan sarana pertukaran memiliki makna ekonomi.
Beberapa argumen telah diajukan untuk menjelaskan fenomena ini. Ketika saham
digunakan sebagai sarana pembayaran atas akuisisi, yaitu merupakan jenis penawaran saham
umum yang baru dan pembayaran tunai kemungkinan dibiayai oleh penerbitan utang baru,
sebagian besar argumen menghubungkan metode pembayaran yang berbeda dalam akuisisi untuk
berbagai jenis penawaran sekuritas baru. Pola respon pasar saham menggunakan kesetaraan
keuntungan yang lebih tinggi saat pengumuman masalah utang berlawanan dengan masalah
ekuitas yang juga mendukung hubungan yang diasumsikan.
Salah satu tantangan utama dalam pengujian teori ini adalah menemukan proxy yang
sesuai, terutama untuk efek sinyal, yang dapat dengan mudah diamati. Untuk mengatasi
tantangan ini, penelitian ini mengusulkan pendekatan empiris baru yang diarahkan secara
bersama sama untuk menilai dua hipotesis tentang sumber wealth effect dengan menggunakan
perubahan rating utang Standard and Poor untuk mengukur efek sinyal dan perubahan leverage.
Dengan menggunakan perubahan peringkat utang dan komentar Standard and Poor `s, penelitian
ini memberikan wawasan baru ke dalam dua teori lama di perusahaan keuangan: The Signaling
Theory dan The Benefit of Debt Theory.
1.1.2. Uraian Atas Dukungan Teori
Lane, dan Yang (1983, 1987), Asquith, Bruner, dan Mullins (1987), Travlos
(1987), Franks, Harris, dan Mayer (1988), dan Brown dan Ryngaert (1991) yang melaporkan
bahwa return ke penawar cenderung negatif dan signifikan dalam akuisisi saham dan sedikit
positif meskipun tidak signifikan dalam akuisisi tunai. Peran informasi asimetris dalam pilihan
metode pengambilalihan pembayaran di pasar telah dipelajari secara teoritis oleh Hansen (1987),
Fishman(1989), Berkovitch dan Narayanan (1990), Eckbo, Giammarino, dan Heinkel (1990),
dan Brown dan Ryngaert (1991). Semua model ini memprediksi bahwa penawar memperoleh
keuntungan yang lebih tinggi saat akuisisi dibiayai dengan uang tunai daripada saham. Beberapa
penelitian yang dilakukan oleh Jensen (1986, 1988), Harris dan Raviv (1990), dan Stulz (1990)
mengembangkan pemikiran baru untuk pinjaman, yaitu manfaat utang dalam mengurangi
masalah keagenan dan memantau efisiensi manajer. Temuannya menyatakan bahwa free cash
flow harus dibayarkan kepada pemegang saham, jika perusahaan ingin menjadi efisien dan
mampu memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
1.1.3. Skema Riset dan Alat Analisis dalam Penelitian
Skema yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Abnormal return saham dan statistik lainnya dihitung dengan menggunakan standar
metodologi event study yang dikembangkan oleh Brown and Warner (1985). Dalam menerapkan
metode ini, parameter market model dihitung menggunakan analisis cumulative median
abnormal return (CAR) dari masing-masing return perusahaan pada indeks nilai tertimbang
CRSP yang diukur dari hari -1 sampai 0. Selanjutnya, untuk mengendalikan faktor-faktor lain
yang diketahui mempengaruhi hasil pengumuman untuk penawar, digunakan analisis
multivariate berupa cross-sectional ordinary least-squares regression.

1.1.4. Hasil Uji Hipotesis


● Akuisisi Kas
Dampak dari akuisisi kas pada perbendaharaan kas saat pemeriksaan penawaran
pemegang saham perusahaan. Hasil pengujian terhadap two day cumulative median
abnormal return yang dipaparkan pada nilai Z-score dan persentase positif atas
pengumuman akuisisi. Pengujian pada seluruh penawar kas menghasilkan return
yang negatif yaitu -0,71 persen dengan Z –score sebesar -0,81. Hasil ini menunjukkan
bahwa meskipun, return negatif untuk akuisisi kas lebih besar daripada akuisisi
saham sebagian besar dilakukan pada perusahaan penawaran yang memiliki peringkat
utang downgraded. Hasil ini konsisten dengan prediksi dari debt benefit theory.
Namun, teori ini lebih berlaku untuk bidding firm dengan arus kas bebas yang dapat
digunakan untuk penghasilan tambahan atau investasi tak menguntungkan.
● Akuisisi Saham
Meskipun fokus utama dari penelitian ini adalah efek valuasi dari akuisisi kas, namun
untuk melakukan pengujian lebih lanjut terhadap teori sinyal, maka reaksi pasar
terhadap pengumuman akuisisi saham juga diuji. Pengujian dilakukan menggunakan
two day cumulative median abnormal return. Hasi pengujian untuk seluruh penawar
kas menghasilkan return yang negatif yaitu -1,51 persen dengan Z –score sebesar
-2,11 pada tingkat signifikansi sebesar 5 persen. Hasil ini bertentangan dengan
akuisisi kas dimana perusahaan downgraded bidding memperoleh return yang lebih
besar daripada perusahaan unchanged bidding dan perusahaan upgraded
memperoleh return yang lebih besar daripada perusahaan downgraded dan
unchanged di akusisi saham.
1.1.5. Simpulan Hasil Penelitian
1) Hasil menunjukkan bahwa return lebih besar daripada akuisisi kas, akuisisi saham
sebagian besar direalisasikan oleh perusahaan yang penawaran peringkat utang
terkecil. Return secara signifikan lebih besar untuk kelompok terkecil adalah
konsisten dengan prediksi dari benefit of debt theory.
2) Ketika penawar diklasifikasikan menurut metode pembayaran dan utang, peringkat
perubahan, menurunkan penawar kas mendapatkan rata-rata return lebih besar dari
penawar dengan peringkat utang tidak berubah. Hal ini konsisten dengan prediksi
benefit of debt theory tetapi bertentangan dengan signaling theory.
3) Analisis regresi menemukan bahwa variabel ukuran adalah positif dan signifikan
pada tingkat 0.04 dalam kelompok kas. Tanda positif mengindikasikan bahwa return
penawar tender meningkat dengan ukuran target. Sedangkan variabel ukuran pada
kelompok saham adalah negatif walaupun kekuatan penjelas pada marjinal terbaik
yang mana indikasi target kecil berasosiasi dengan return peserta tender.