Anda di halaman 1dari 282

Fisika Kelas XII i

1. Peserta didik mampu menggunakan voltmeter dan amperemeter untuk menentukan nilai tegangan dan arus dengan benar
setelah mempelajari hukum Ohm.
2. Peserta didik mampu mengevaluasi karakteristik dan prinsip kerja peralatan listrik searah dengan benar setelah mempelajari
materi rangkaian elektronik.
3. Peserta didik mampu menerapkan hukum Ohm dan hukum Kirchhoff dalam pemecahan masalah listrik searah dengan benar
setelah berdiskusi tentang hukum Ohm dan hukum Kirchhoff.
4. Peserta didik mampu menghitung energi dan daya listrik dengan benar setelah berdiskusi tentang aplikasi listrik searah.

Rangkaian Searah

mencakup

Hukum Ohm Rangkaian Elektronik dan Aplikasi Listrik Searah


Hukum Kirchhoff

meliputi meliputi
meliputi
Pengukuran Arus dan
Rangkaian Komponen Energi Listrik
Tegangan Listrik
Elektronik

Hubungan Kuat Arus Daya Listrik


Hukum Kirchhoff
dan Tegangan Listrik

Hambatan Listrik

• Arus • Hambatan • Hukum Kirchhoff • Energi Listrik


• Tegangan • Hukum Ohm • Listrik Searah • Daya Listrik

Fisika Kelas XII 1


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: c
Diketahui: IS = 30
1. Jawaban: d
Imaks = 60
Diketahui: RA = 1,29 Ω
IA = 2 A
IA = 500 mA = 0,5 A
Ditanyakan: I
I =2A
Jawab:
Ditanyakan : Rsh
Jawab: Is
I = I × IA
I maks
n = I
A 30
= 60 × 2 A = 1 A
2A
= 0,5A = 4 Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian adalah 1 A.
RA 5. Jawaban: b
Rsh = (n − 1)
Diketahui: A = 219,8 cm = 2,198 m
1, 29 Ω 1, 29 Ω R = 800 Ω
= (4 − 1) = 3 = 0,43 Ω
ρ = 5,6 × 10–8 Ωm
Jadi, pada amperemeter perlu dipasang resistor Ditanyakan: d
0,43 Ω secara paralel dengan hambatan. Jawab:
2. Jawaban: e R =
Diketahui: ne = 3,5 × 1020
qe = 1,6 × 10–19 C ρA
A = R
I =5A
Ditanyakan: Q 1 ρA
4
πd 2 = R
Jawab:
ρA
ne qe d 2 = 1 πR
I = t 4
ne qe
t = (5,6 × 10−8 Ωm)(2,198m)
I d2 = 1
(3,14)(800 Ω)
(3,5 × 1020 )(1,6 × 10−19 C) 4
= = 11,2 s = 0,0196 × 10–8 m2
5A
Q = It
d = 196 × 10−12 m 2
= (5A)(11,2 s) = 56 C
Jadi, muatan listrik yang terdapat dalam alat = 14 × 10–6 m = 1,4 × 10–2 mm
pecahan sebesar 56 C. Jadi, diameter kawat tungsten sebesar 1,4 × 10–2 mm.
3. Jawaban: c 6. Jawaban: c
Banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam Diketahui: R0 = 40 Ω
hambatan dapat ditentukan dengan menentukan Rt = 130 Ω
luas pada grafik. T0 = 20°C
Q = luas trapesium + luas persegi panjang α = 3,92 × 10–3/°C
( a + b )t Ditanyakan: T
= 2
+ pA Jawab:
(1,5 A + 2 A)(7,5 S − 5 S) ΔR = R0 α ΔT
= 2
+ (5 s)(2 A) Rt – R0 = R0 α ΔT
(3,5 S)(2,5 A) (130 – 40) Ω = (40 Ω)(3,92 × 10–3/°C) ΔT
= 2
+ 10 C = 14,375 C 90 = (0,1568/°C) ΔT
Jadi, muatan listrik yang mengalir dalam hambatan 90
tersebut adalah 14,375 C. ΔT = 0,1568 ≈ 573,98°C

2 Rangkaian Searah
Titik lebur aluminium = suhu akhir platina 10. Jawaban: c
ΔT = T – T0 Diketahui: R = 4,5 Ω
T = ΔT + T0 I = 3,5 A
= (573,98 + 20)°C Ditanyakan: V
= 593,98°C Jawab:
Jadi, titik lebur aluminium adalah 593,98°C. V = IR
7. Jawaban: c = (3,5 A)(4,5 Ω) = 15,75 V
Diketahui: A = 0,8 m Jadi, hasil pengukuran tegangan yang akan
A = 2 mm2 = 2 x 10–6 m2 diperoleh Linda sebesar 15,75 V.
I = 500 mA = 0,5 A
V = 10 V B. Uraian
Ditanyakan: ρ 1. Nyala lampu listrik dipengaruhi oleh aliran arus
Jawab: listrik dan hambatan lampu dengan persamaan:
V V
R = Ι I= R
10 V Arus listrik berbanding terbalik dengan hambatan
= 0,5 Α = 20 Ω
lampu. Adapun hambatan lampu dipengaruhi oleh
RA panjang dan luas penampang filamen dengan
ρ = A persamaan berikut.
(20 Ω)(2 × 10−6 m 2 )
= A
0,8m R=ρA
4 × 10−5
= Ωm = 5 × 10–5 Ωm Lampu A memiliki filamen yang lebih tebal dan
0,8
lebih pendek dari lampu B. Oleh karena itu,
Jadi, resistivitas kawat penghantar adalah 5 × 10–5 Ωm.
hambatan yang dihasilkan lampu A lebih kecil
8. Jawaban: d sehingga arus listrik yang mengalir pada lampu
Diketahui: RV = 15 Ω A lebih besar dibandingkan lampu B. Jadi nyala
VV = 50 V lampu A lebih terang dari lampu B.
V = 85 V
2. Diketahui: ne = 2 × 105
Ditanyakan: Rf
qe = 1,6 × 10–19 C
Jawab:
t = 4,5 menit = 270 s
V
n = V J = 0,6 × 10–16 A/m2
V
Ditanyakan: A
85V Jawab:
= 50V = 1,7 V
Q = neqe
Rf = (n – 1) Rv
= (1,7 – 1)(15 Ω) = 0,7 (15Ω) = 10,5Ω = (2 × 105)(1,6 × 10–19 C)
Jadi, pada galvanometer perlu dipasangi hambatan = 3,2 × 10–14 C
Q
muka sebesar 10,5 Ω secara seri dengan hambatan. I = t
9. Jawaban: a 3, 2 × 10−14 C
Diketahui: R1 = 100 Ω = 270 s
= 0,012 × 10–14 A
Ditanyakan: V
I
Jawab: A = J
Saat digunakan batas ukur 0,1 A, jarum
menunjukkan skala 80. Dengan demikian, arus (0,012 × 10−14 A)
= (0,6 × 10−16 A/m2 )
yang mengalir dapat dihitung sebagai berikut.
80 = 0,02 × 102 m2 = 2 m2
I = 100 × 0,1 A = 0,08 A
Jadi, luas pelat baja tersebut adalah 2 m2.
V = IR = (0,08 A)(100 Ω) = 8 V
Jadi, beda potensial pada titik A dan B sebesar 8 V.

Fisika Kelas XII 3


3. Persamaan resistansi pada kawat penghantar Tabel resistivitas beberapa jenis bahan:
sebagai berikut.
Bahan Resistivitas
A
R= ρA Aluminium 2,63 x 10-8 Ωm
Resistansi sebanding dengan resistivitas bahan (ρ) Besi 9,71 x 10-8 Ωm
dan panjang kawat (A) serta berbanding terbalik Perak 1,47 x 10-8 Ωm
dengan luas penampang (A). Oleh karena kawat Tembaga 1,72 x 10-8 Ωm
terbuat dari bahan yang sama, maka nilai
resistivitas kawat akan selalu sama. Jadi, cara- Jadi, kawat tersebut berbahan tembaga.
cara yang dapat dilakukan Indra adalah mengubah
5. Diketahui: To = 20°C Ro = 2,5 Ω
panjang atau luas penampang kawat.
T1 = 70°C R1 = 3,025 Ω
Agar resistansi kawat menjadi 2,5R, maka Indra
T2 = 192°C R2 = 4,306 Ω
dapat mengganti dengan kawat sepanjang 2,5A
Ditanyakan: α
atau mengganti kawat dengan luas penampang 0,4A.
Jawab:
Agar resistansi kawat menjadi 0,2R, maka Indra
dapat mengganti dengan kawat sepanjang 0,2A R1 R0 (1 + αΔT )
R2 = R (1 + αΔT )
atau mengganti kawat dengan luas penampang 5A. 0

4. Diketahui: A = 6 mm2 = 6 × 10–6 m2 R1 1 + α (T1 − T0 )


R2 = 1 + α (T − T )
A =1m 2 0

I =3A 3,025 Ω 1 + α(70 °C − 20 °C)


V = 8,6 mV = 8,6 × 10–3 V 4,306 Ω = 1 + α (192 °C − 20 °C)
Ditanyakan: ρ
Jawab: 3,025 Ω 1 + α (50 °C)
4,306 Ω = 1 + α (172 °C)
RA
ρ = A (3,025 Ω)(1 + α(172°C)) = (4,306 Ω)(1 + α(50°C)
V A 3,025 Ω + (520,3°CΩ)α = 4,306Ω+(215,3°CΩ)α
= I A (520,3°CΩ)α – (215,3°CΩ)α = 4,306 Ω – 3,025 Ω
(8,6 × 10−3 V)(6 × 10−6 m 2 ) 51,6 × 10−9 (305°CΩ)α = 1,281 Ω
= (3A)(1 m)
= Ωm
3 1, 281Ω
= 17,2 × 10–9 Ωm = 1,72 × 10–8 Ωm α = 305D C Ω
α = 0,0042/°C
Jadi, koefisien suhu kawat adalah 0,0042/°C.

4 Rangkaian Searah
A. Pilihan Ganda RP = 1 Ω
Rtot = R1 + Rp + R4
1. Jawaban: d
Diketahui: r = 20 Ω =5Ω+1Ω+6Ω
ε = 15 V = 12 Ω
I = 500 mA = 0,5 A V
Ditanyakan: V Itot = R
tot
Jawab:
24V
ε = V + Ir = 12Ω
15 V = V + (0,5 A)(20 Ω)
15 V = V + 10 V =2A
V =5V RPQ = RP + R1
Jadi, tegangan terminal pada baterai adalah 5 V. =1Ω+5Ω
=6Ω
2. Jawaban: b VPQ = Itot RPQ
Diketahui: R1 = 2 Ω
= (2 A) (6 Ω)
R2 = 6 Ω
= 12 V
R3 = 2 Ω
Jadi, beda potensial antara titik P dan Q sebesar
R4 = 3 Ω
12 V.
R5 = 5 Ω
Ditanyakan: Rtot 4. Jawaban: c
Jawab: Diketahui: R1 = R2 = 4 Ω
1 1 1 1
R3 = R4 = R5 = 2 Ω
RP = R2 + R3 + R4
V = 24 volt
Ditanyakan: I
1 1 1 Jawab:
= 6Ω + 2Ω + 3Ω
R1 dan R2 dirangkai seri
1+ 3 + 2
Rs1 = R1 + R2
= 6Ω =4Ω+4Ω
=8Ω
RP = 1 Ω
R3, R4, dan R5 dirangkai seri
Rtot = R1 + RP + R5
Rs2 = R3 + R4 + R5
=2Ω+1Ω+5Ω =2Ω+2Ω+2Ω
=8Ω =6Ω
Jadi, hambatan pengganti rangkaian listrik di atas
Rs dan Rs2 dirangkai paralel
sebesar 8 Ω. 1
Vtotal = VRs1 = VRs2 = 24 volt
3. Jawaban: a
Diketahui: R1 = 5 Ω VR s
1 24 volt
R2 = 2 Ω IRs1 = R = 8Ω
=3A
s1
R3 = 2 Ω
IRs1 = IR1 = IR2 = 3 A
R4 = 6 Ω
V = 24 V VR s
2 24 volt
Ditanyakan: VPQ IRs2 = R = 6Ω
=4A
s2
Jawab: IRs2 = IR3 = IR4 = IR5 = 4 A
1 1 1
Jadi, kuat arus terbesar adalah 4 A melewati R3.
RP = R2 + R3
1 1
= 2Ω + 2Ω

Fisika Kelas XII 5


5. Jawaban: e 1 1 14 + 16
Diketahui: R1 = 7 Ω = 16 Ω + 14Ω = 224 Ω
I1 = 0,6 A
R2 = 10 Ω 224
Rtot = 30 Ω
I2 = 0,55 A
Ditanyakan: r Rtot = 7,46 Ω
Jawab: Jadi, hambatan resistor pengganti rangkaian
E1 = V1 + I1r tersebut sebesar 7,46 Ω.
E = I1 R1 + I1 r 7. Jawaban: d
= (0,6)(7) + (0,6)r Diketahui: E1 = 6 V R2 = 4 Ω
= 4,2 + 0,6r . . . (1) E2 = 12 V R3 = 6 Ω
E2 = V2 + I2r E3 = 4 V R4 = 2 Ω
R1 = 8 Ω
E = I2 R2 + I2 r
Ditanyakan: I
= (0,55)(10) + (0,55)r Jawab:
= 5,5 + 0,55r . . . (2) Tentukan arah loop pada rangkaian seperti gambar
Eliminasi permasalahan (1) dan (2) berikut.
E = 4,2 + 0,6r E3 = 4 V
R3 = 6 Ω
E = 5,5 + 0,55r
–––––––––––––– –
0 = –1,3 + 0,05r E2 = 12 V
1,3 = 0,05r
R4 = 2 Ω
r = 26 Ω R2 = 4 Ω
Jadi, hambatan dalam baterai sebesar 26 Ω.
6. Jawaban: c R1 = 8 Ω
Diketahui: R1 = 10 Ω R4 = 6 Ω E1 = 6 V

R2 = 8 Ω R5 = 4 Ω Berdasarkan hukum Kirchhoff II, arus yang


R3 = 6 Ω mengalir pada rangkaian tersebut adalah:
Ditanyakan: Rtot ∑E + ∑IR = 0
Jawab: (E1 – E2 + E3) + I(R1 + R2 + R3 + R4) = 0
Rangkaian tersebut memenuhi kriteria jembatan (6 – 12 + 4) + I(8 + 4 + 6 + 2) = 0
wheatstone, sehingga rangkaiannya dapat –2 + 20 I = 0
disederhanakan seperti pada gambar berikut. 20 I = 2
I = 0,1 mA
Jadi, kuat arus listrik yang mengalir pada

rangkaian sebesar 0,1 mA atau 100 mA.


8. Jawaban: c
f 6Ω e 3Ω d

4Ω I1 I3
I2
6Ω 18 V 21 V


a b c
Berdasarkan jembatan wheatstone, R1 R5 = R2 R4
sehingga arus yang mengalir pada R3 bernilai nol. I3 = I1 + I2
1 1 1
= + Loop afeba
Rtot R1 + R5 R2 + R4
Σε + ΣIR = 0
1 1 –18 + 6I1 – 3I2 = 0
= 12 Ω + 4 Ω + 8 Ω + 6 Ω
6I1 – 3I2 = 18 . . . (1)

6 Rangkaian Searah
Loop cbedc R1 dan R2 disusun seri
Σε + ΣIR = 0 Rs = R1 + R2
1
–21 + I3 + 3I2 + 3I3 = 0 = 30 Ω + 50 Ω
(I1 + I2) + 3I2 + 3(I1 + I2) = 21 = 80 Ω
4I1 + 7I2 = 21 . . . (2) R4 dan R5 disusun seri
Substitusi persamaan (1) dan (2)
Rs = R4 + R5
6I1 – 3I2 = 18 ×2 12I1 – 6I2 = 36 2
= 30 Ω + 50 Ω
4I1 + 7I2 = 21 ×3 12I1 + 21I2 = 63
––––––––––––– – = 80 Ω
–27I2 = –27 Rs dan Rs2 dirangkai paralel
1
I2 = 1 A 1 1 1
6I1 – 3I2 = 18 A Rp = Rs + R s
1 2
6I1 – 3(1 A) = 18 A
1 1 2
6I1 = 21 A = 80 Ω + 80 Ω = 80 Ω
21 A
I1 = 6
= 3,5 A Rp = 40 Ω
I3 = I1 + I2 = 3,5 A + 1 A = 4,5 A VAB
I = R
Jadi, nilai yang tepat I1 = 3,5 A, I2 = 1 A, dan I3 = p

4,5 A. 120 volt


= 40 Ω = 3 A
9. Jawaban: a
Diketahui: V = 18 V R2 = 12 Ω Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
R1 = 6 Ω R3 = 9 Ω sebesar 3 A.
Ditanyakan: IAB
Jawab: B. Uraian
1 1 1 1. Jawaban:
RP = R + R
1 2 Diketahui: V1 = 20 V
1 1 4+2 6 V2 = 10 V
= 6Ω + 12Ω = 24 Ω = 24Ω
R1 = 2 Ω
RP =4Ω R2 = 10 Ω
V R3 = 4 Ω
IAB = R R4 = 12 Ω
P

18V R5 = 6 Ω
= 4Ω = 4,5 A Ditanyakan: I1, I2, dan I3
Jadi, kuat arus mengalir antara titik A dan B Jawab:
sebesar 4,5 A. Perhatikan gambar berikut.
10 Ω B 12 Ω
C
10. Jawaban: b A
I1 I2 I3
Diketahui: R1 = R4 = 30 Ω
R2 = R3 = R5 = 50 Ω 2Ω 4Ω 6Ω
VAB = 120 V
Ditanyakan: I
Jawab: F E D
Nilai R1R5 = R2R4 sehingga arus yang mengalir 20 V 10 V
pada R3 bernilai nol. Oleh karena itu, rangkaian- I2 = I1 + I3 . . . (1)
nya berubah menjadi seperti berikut. Loop ABEF
R1
∑E + ∑IR =0
20 – 10 I1 – 2 I1 – 4 I2 =0
20 – 12 I1 – 4 I2 =0
R4 R2
–12 I1 – 4 I2 = –20
R5
3 I1 + I2 =5 . . . (2)

Fisika Kelas XII 7


Loop BCDE
R1 = 8 Ω R2 = 4 Ω
∑E + ∑IR = 0
10 – 6 I3 – 12 I3 – 4 I2 = 0
10 – 18 I3 – 4 I2 = 0
–18 I3 – 4 I2 = –10 R4 = 12 Ω R5 = 6 Ω
9 I3 + 2 I2 = 5 . . . (3) 18 volt
Subtitusi persamaan (1) dan (3)
9 I3 + 2 I2 = 5 R1 dan R2 dirangkai seri
9( I2 – I1) + 2 I2 = 5 Rs1 = R1 + R2
9 I2 – 9 I1 + 2 I2 = 5 =8Ω+4Ω
–9 I1 + 11 I2 = 5 . . . (4) = 12 Ω
Eliminasi persamaan (2) dan (4) R4 dan R5 dirangkai seri
3 I1 + I2 = 5 ×3 9 I1 + 3 I2 = 15 Rs2 = R4 + R5
= 12 Ω + 6 Ω
–9 I1 + 11 I2 = 5 × 1 –9 I1 + 11 I2 = 5
= 18 Ω
–––––––––––––– + Hambatan total (R tot ) dapat ditentukan
14 I2 = 20 dengan menggabungkan Rs1 dan Rs2 yang
20 dirangkai secara paralel.
I2 = 14 A
1 1 1
= 1,43 A Rp = Rs + Rs
1 2
–9 I1 + 11 I2 = 5
1 1
–9 I1 + 11 (1,43) = 5 = 12 Ω + 18 Ω
–9 I1 + 15,73 = 5
3+ 2
–9 I1 = –10,73 = 36 Ω
I1 = 1,19 A
I3 = I2 – I1 36
Rp = 5 Ω
= (1,43 A) – (1,19 A)
= 7,2 Ω
= 0,24 A
Jadi, hambatan total bernilai 7,2 Ω.
Jadi, arus listrik yang mengalir pada I1, I2, dan I3
b. Kuat arus yang mengalir
berturut-turut adalah 1,9 A; 1,43 A; dan 0,24 A.
V
2. Diketahui: R1 = 8 Ω I = R
p
R2 = 4 Ω 18 V
R3 = 4 Ω = 7,2 Ω
R4 = 12 Ω = 2,5 A
R5 = 6 Ω
Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 2,5 A.
V = 18 volt
Ditanyakan: a. Rtotal 3. Diketahui: E1 = 20 V R2 = 10 Ω
b. I E2 = 10 V R3 = 20 Ω
Jawab: r1 = 3 Ω R4 = 20 Ω
a. Dalam rangkaian R1R5 = R2R4 sehingga dapat r2 = 7 Ω R5 = 40 Ω
ditentukan menggunakan jembatan wheatstone. R1 = 30 Ω
Oleh karena itu, tida ada arus pada hambatan Ditanyakan: a. I
R3 dan rangkaiannya menjadi seperti berikut. b. VR
5

8 Rangkaian Searah
Jawab: Tegangan disusun secara paralel maka
Rangkaian listrik pada soal dapat disederhanakan Ep = E1 = E2 = 12 V
sebagai berikut:
R2 R3
R2 = 10 Ω RP Rp = R + R
2 3

(3 Ω)(5 Ω)
= 3Ω +5Ω
R1 = 30 Ω

15
= 8 Ω
= 1,875 Ω
r1r2
E1 = 20 V E2 = 10 V rp = r + r
r1 = 3 Ω r2 = 7 Ω 1 2

R3 R4 (2 Ω)(1 Ω)
a) RP = R + R = 2 Ω +1Ω
3 4

(20 Ω)(20 Ω) = 0,67 Ω


= (20 Ω) + (20 Ω)
ΣE + ΣEIR = 0
400 Ω –Ep + I(R1 + Rp + R4 + rp) = 0
= 40 Ω –12 V + I(2 Ω + 1,875 Ω + 4 Ω + 0,67 Ω)= 0
= 10 Ω (8,545 Ω) I = 12 V
∑E + ∑IR = 0
12
(E2 – E1) + I (R1 + R2 + RP + R5 + r1 + r2) = 0 I = 8,545 A
(10 – 20) + I (30 + 10 + 10 + 40 + 3 + 7) = 0 = 1,4A
–10 + I(100) = 0 VR4 = IR4
100I = 10
I = 0,1 A = (1,4 A)(4 Ω)
b) VR = IR5 = 5,6 V
5 Jadi, nilai tegangan yang terukur pada voltmeter
= (0,1 A)(40 Ω)
sebesar 5,6 V.
=4V
Jadi, amperemeter menunjukkan nilai 0,1 A dan 5. Diketahui: E = 12 V
voltmeter menunjukkan nilai 4 V. r=2Ω
R1 = 10 Ω
4. Diketahui: R1 = 2 Ω r1 =2Ω
R2 = 4 Ω
R2 = 3 Ω r2 =1Ω
R3 = 4 Ω
R3 = 5 Ω E1 = 12 V
R4 = 4 Ω E2 = 12 V R4 = 12 Ω
Ditanyakan: VR4 Ditanyakan: Ibuka : Itutup
Jawab:
Jawab:
Saat sakelar dibuka, besar arus yang mengalir:
R2
Rbuka = R1 + R3 + R4+ r
= (10 Ω) + (4 Ω) + (12 Ω) + (2 Ω)
= 28 Ω
R3
E
R1 R4 Ibuka = R
buka
r1 E
1
12 V 3
= 28 Ω = 7
r2 E2

Fisika Kelas XII 9


Saat sakelar ditutup, besar arus yang mengalir: 12 V 6
R2 R3 = 26 Ω = 13 A
Rp = R2 + R3
Perbandingan arus saat sakelar terbuka dan
(4 Ω)(4 Ω) tertutup:
= (4 Ω) + (4 Ω)
3
I buka 7
16 I tutup = 16
= 8 Ω=2Ω 13

Rtutup = R1 + Rp + R4 + r ⎛ 3 ⎞ ⎛ 13 ⎞ 13
= ⎜ 7 ⎟ ⎜ 6 ⎟ = 14
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= (10 Ω) + (2 Ω) + (12 Ω) + (2 Ω)
= 26 Ω Jadi, perbandingan kuat arus yang mengalir saat
sakelar terbuka dan tertutup adalah 13 : 14.
E
Itutup = R
tutup

10 Rangkaian Searah
A. Pilihan Ganda Jadi, kecepatan sudut kipas angin sebesar
1. Jawaban: a 20 rad/s.
Diketahui: P = 50 W 4. Jawaban: a
V = 110 V Diketahui: ne = 500.000
t = 1,5 jam = 5.400 s R = 36 Ω
Ditanyakan: I dan E t = 4 menit = 240 s
Jawab: Ditanyakan: W
P Jawab:
I = V
ne qe
I = t
50 V
= 110 W (500.000)(1,6 × 10−19 C)
= 0,45 A = 450 mA = 240 s
W =Pt 8 × 10−14 C 1
= (50 W)(5.400 s) = 240 s
= 3 × 10–15 A
= 270.000 J = 270 kJ W = I 2 Rt
Jadi, kuat arus dan energi listrik yang diperlukan 1
untuk menyalakan lampu berturut-turut sebesar = ( 3 × 10–15 A)2(36 Ω)(240 s)
450 mA dan 270 kJ. = 960 × 10–30 J = 9,6 × 10–28 J
2. Jawaban: d Jadi, energi listrik yang digunakan alat pencacah
Diketahui: E = 4,2 x 105 J elektron adalah 9,6 × 10–28 J.
V=6V 5. Jawaban: e
t = 9 jam = 32.400 s Diketahui: P = 250 W
Ditanyakan: I V = 220 V
Jawab: t = 5 jam/hari
E biaya = Rp1.100,00/kWh
I = Vt
Ditanyakan: biaya pemakaian rice cooker
(4, 2 × 105 J) Jawab:
= (6 V)(32.400 s) W = Pt
4,2 × 105 J = (250 W)(5 jam/hari)(28 hari)
= 194.400 Vs = 2,16 A = 35.000 Wh
Jadi, kuat arus yang diperlukan untuk mengisi = 35 kWh
ulang baterai adalah 2,16 A. Biaya = (Rp 1.100,00/kWh)(35 kWh)
= Rp 38.500,00)
3. Jawaban: c Jadi, biaya yang harus dibayarkan Pak Mirza
Diketahui: P = 100 W untuk penggunaan rice cooker pada bulan
t = 15 menit = 900 s Februari 2019 sebesar Rp 38.500,00.
I = 450 kgm2
6. Jawaban: e
Ditanyakan: ω
Diketahui: V = 125 volt
Jawab:
R = 25 Ω
Ekrotas = W ; I1 = I2
i m = 2,7 kg
1 c = 1 kal/g°C
2
I ω2 = Pt
= 4.200 J/kg°C
1 ΔT = 80°C – 30°C
2
(450 kgm2)ω2 = (100 W)(900 s)
= 50°C
ω2 = 400 rad2/s2 Ditanyakan: t
ω = 20 rad/s

Fisika Kelas XII 11


Jawab: 9. Jawaban: d
W=Q Diketahui: E = 12 V R4 = 6 Ω
V 2 R1 = 8 Ω R5 = 10 Ω
t = mcΔT R2 = 6 Ω t = 5 menit = 300 s
R
(125 volt) 2 R3 = 6 Ω
t= (2,7 kg)(4.200 J/kg°C)(50°C) Ditanyakan: WAB
25 Ω
(2,7 kg)(4.200 J/kg°C)(50°C)(25 Ω) Jawab:
t= (125 volt)2 1 1 1 1
7 Rp = R + R + R
1, 4175 × 10 2 3 4
= 1,5625 × 104 s 1 1 1 3
= 907,2 s = 15,12 menit = 6Ω + 6Ω + 6Ω = 6Ω
≈ 15 menit Rp =2Ω
Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan Rs = R1 + Rp
air sekitar 15 menit. =8Ω+2Ω
7. Jawaban: c = 10 Ω
Diketahui: P = 300 W V2
t = 7 menit = 420 s WAB = R t
s
ΔT = 17,09oC (12 V 2 )
cair = 4.200 J/kgoC = 10 Ω (300 s)
Ditanyakan: m = 4.320 J = 4,32 kJ
Jawab: Jadi, energi listrik yang mengalir antara titik A
W =Q dan B selama 5 menit adalah 4,32 kJ.
Pt = m c ΔT
(300 W)(420 s) = m (4.200 J/kg°C)(17,09 °C) 10. Jawaban: c
Diketahui: R1 = 8 Ω
126.000
m = 71.778 kg = 1,76 kg R2 = 6 Ω
Jadi, massa air yang dipanaskan menggunakan R3 = 4 Ω
heater sebanyak 1,76 kg. R4 = 8 Ω
V = 12 V
8. Jawaban: d Ditanyakan: Pterbesar
Diketahui: ε = 450 V
Jawab:
r =5Ω
Untuk menghitung daya dapat digunakan per-
Ilampu = 400 mA = 0,4 A
samaan sebagai berikut.
V = 110 V
V2
Ditanyakan: nlampu P=
R
Jawab:
Untuk memperoleh daya terbesar digunakan
ε = V + Ir
hambatan terkecil.
450 V = 110 V + Itot (5Ω)
Jika S1 tertutup, S2 tertutup, dan S3 terbuka maka
340 V = Itot (5Ω)
hambatan total rangkaian:
Itot = 68 A
R = Rp + R4
Pada rangkaian lampu memerlukan I = 0,4 A,
R1R2
jumlah lampu yang dapat dipasang: = ( R + R ) + R4
1 2
I tot 68 A
nlampu = I = 0, 4 A = 170 lampu ⎛ (8 Ω)(6 Ω) ⎞
lampu = ⎜ (8 Ω) + (6 Ω) ⎟ + 8 Ω
⎝ ⎠
Jadi, banyaknya lampu yang dapat dipasang pada = 3,43 Ω + 8 Ω = 11,43 Ω
generator adalah 170 lampu. Jika S1 tertutup, S2 terbuka, dan S3 tertutup maka
hambatan total rangkaian:

12 Rangkaian Searah
R = Rp + R4 2. Diketahui: R = 15 Ω
R1R3 t = 3 menit = 180 s
=( R1 + R3 ) + R4
m = 10 kg
⎛ (8 Ω)(4 Ω) ⎞ s = 20 m
= ⎜ (8 Ω) + (4 Ω) ⎟ + 8 Ω g = 9,8 m/s2
⎝ ⎠
= 2,67 Ω + 8 Ω = 10,67 Ω Ditanyakan: V
Jika S1 terbuka, S2 tertutup, dan S3 tertutup maka Jawab:
hambatan total rangkaian: Elistrik = Emekanik
R = Rp + R4 I 2Rt = Fs
R2 R3 I (15 Ω)(180 s) = (10 kg)(9,8 m/s2)(20 m)
2
= ( R + R ) + R4 I 2(2.700 A2) = 1.960 A2
2 3

⎛ (6 Ω)(4 Ω) ⎞ 1.960 A 2
= ⎜ ⎟ +8Ω I 2 = 2.700 A 2
⎝ (6 Ω) + (4 Ω) ⎠
= 2,4 Ω + 8 Ω = 10,4 Ω I 2 = 0,726 A2
Jika S1 terbuka, S2 tertutup, dan S3 terbuka maka I = 0,85 A
hambatan total rangkaian: V = IR
R = Rp + R4 = (0,85 A)(15 Ω) = 12,75 V
= (6 Ω) + (8 Ω) = 14 Ω Jadi, tegangan yang diberikan pada starter sepeda
Jika S1 terbuka, S2 terbuka, dan S3 terbuka maka motor sebesar 12,75 V.
tidak ada arus yang mengalir sehingga daya 3. Diketahui: V = 4 L = 4 x 103 cm3
menjadi nol. T0 = 25oC
Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan T1 = 100oC
daya terbesar adalah S1 terbuka, S2 tertutup, dan t = 15 menit = 900 s
S3 tertutup. V = 220 V
cair = 4,2 J/goC
B. Uraian ρair = 1 g/cm3
1. Diketahui: V = 220 V Ditanyakan: a. Q
I = 4,5 A b. P
t = 10 jam/hari Jawab:
biaya = Rp1.476,00/kWh m =ρV
Ditanyakan: a. R = (1g/cm3)(4 × 103 cm3)
b. biaya pemakaian televisi = 4.000 g
Jawab: a. Q = m c ΔT
V = m c (T1 – T0)
a. R = I = (4.000 g)(4,2 J/g°C)(100°C – 25°C)
220 V = (16.800 J/°C)(75 °C) = 1.260.000 J
= 4,5 A = 48,89 Ω ≈ 49 Ω b. W=Q
b. W = V I t Pt = m c ΔT
= (220 V)(4,5 A)(10 jam) P(900 s) = 1.260.000 J
= 9900 Wh = 9,9 kWh P = 1.400 W
Besaranya energi listrik yang dipakai televisi Jadi, kalor yang timbul akibat pemanasan air oleh
dalam 30 hari: heater adalah 1.260.000 J dan daya listrik yang
W = 9,9 kWh × 30 hari = 297 kWh digunakan heater sebesar 1.400 W.
Biaya listrik untuk pemakaian televisi dalam 30 hari: 4. Diketahui: V = 800 mL
Biaya = 297 × Rp 1.476,00 = Rp 438.372,00 T1 = 30°C
Jadi, hambatan televisi yang dipakai Donny T2 = 70°C
adalah 49 Ω dan biaya listrik untuk pemakaian t = 20 menit = 1.200 sekon
televisi selama 30 hari sebesar Rp 438.372,00. c = 4.200 J/kg°C
Ditanyakan: ρ

Fisika Kelas XII 13


Jawab: 4
m = ρV Rp = 16 Ω = 4 Ω
= (1 gram/mL)(800 mL)
= 800 gram = 0,8 kg ΣE + ΣIR = 0
W =Q (–E1 – E2) + I(Rp + R4 + r1 + r2) = 0
Pt = mcΔT –12 V – 12 V + I(4 Ω + 4 Ω + 1 Ω + 1 Ω) = 0
(0,8kg)(4.200 J/kg°C)(40°C) 10 Ω I = 24 V
P = (1.200sekon) 24 V
134.400 I = 10 Ω
P = 1.200
= 112 W
= 2,4 A
Jadi, daya listrik yang digunakan sebesar 112 W.
Vp = IRp
5. Diketahui: R1 = 8 Ω r1 =1Ω
= (2,4 A)(4 Ω)
R2 = 16 Ω r2 =1Ω
R3 = 16 Ω E1 = 12 V = 9,6 V
R4 = 4 Ω E2 = 12 V Vp2
Ditanyakan: PR PR2 = R
2 2
Jawab:
(9,6 V )2
1 1 1 1 = (16 Ω)
Rp = R1 + R2 + R3
92,16
1 1 1 = 16 W = 5,76 W
= 8Ω + 16 Ω + 16 Ω
Jadi, daya yang dipakai oleh R2 sebesar 5,76 W.
2 +1+1 4
= 16 Ω = 16 Ω

14 Rangkaian Searah
Q
I=
t
Arus
Q
Pengukuran Arus dan J=
t
Tegangan Listrik Rapat Arus
RA
Rsh = (n − 1)
Hambatan Shunt
Rf = (n – 1) Rv
Hambatan Muka
Hubungan Kuat Arus Listrik
dan Tegangan Listrik V
Hukum Ohm I=
R
A
R=ρ
A
Resistansi Hambatan Penghantar

Hambatan Listrik R = R0(1 – αΔT)


Resistansi Dipengaruhi oleh Suhu
Resistivitas
Resistor Tetap
Jenis resistor
Hambatan Muka
Resistor Variabel

Kuat Arus Is = I1 = I2 = . . . = In

Rangkaian Seri Sumber Tegangan Vs = V1 + V2 + . . . + Vn

Hambatan Rs = R1 + R2 + . . . + Rn

Kuat Arus Ip = I1 + I2 + . . . + In
Rangkaian Rangkaian Paralel Sumber Tegangan Vp = V1 = V2 = Vn
Searah Rangkaian Komponen
Elektronika
1 1 1 1
Hambatan = + +...+
Rp R1 R1 Rn
Syarat: R1R3 ≠ R2R4
Rangkaian Delta

Rangkaian Elektronik Rangkaian Syarat: R1R3 = R2R4


dan Hukum Kirchhoff Jembatan
Wheatstone

ΣImasuk = ΣIkeluar
Hukum Kirchhoff Hukum I Kirchhoff

ΣE = ΣIR
Hukum II Kirchhoff

Energi Listrik
V2
W = Pt = VIt = I2Rt = t
R
Aplikasi Listrik
Searah Daya Listrik V2

Fisika Kelas XII


P = VI = I2R =
R

15
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: d
1. Jawaban: d Diketahui: n1 = 2 baterai
Diketahui: R = 44 Ω I1 = 0,4 A
V = 110 V n2 = 3 baterai
t = 4 menit = 240 sekon Ditanyakan: I2
Ditanyakan: n Jawab:
Jawab: V1 = n1(1,5 V) = 2(1,5 V) = 3 V
nq V2 = n2(1,5 V) = 3(1,5 V) = 4,5 V
I = te R1 = R2
V nq V1 V2
R
= te I1 = I
2

V .t 3V 4,5 V
n = Rq 0, 4 A = I2
e
1,8
(110 V)(240 sekon) I2 = 3 A
= (44 Ω)(1,6 × 10−19 C)
= 0,6 A
26.400 Vs Jadi, arus yang dihasilkan tiga baterai adalah 0,6 A.
= 70, 4 × 10−9 ΩC
4. Jawaban: e
Diketahui: ε1 = 12 V r2 = 2 Ω
= 375 × 1019 elektron
ε2 = 8 V R = 12 Ω
= 3,75 × 1021 elektron r1 = 3 Ω
Jadi, banyaknya elektron yang mengalir pada sol- Ditanyakan: I
der listrik adalah 3,75 × 1021. Jawab:
2. Jawaban: a Besar sumber tegangan seri:
Diketahui: R1 = 15 Ω ε1s = 2ε1 = 2(12 V) = 24 V
R2 = 10 Ω r1s = 2r1 = 2(3 Ω) = 6 Ω
R3 = 6 Ω ε2s = 3ε2 = 3(8 V) = 24 V
R4 = 5 Ω r2s = 3r2 = 3(2 Ω) = 6 Ω
Ditanyakan: I1 : I2 : I3 : I4 Besar arus dengan sumber tegangan paralel
Jawab: adalah:
V ε
I = R I = R+ r
n
= I1 : I2 : I3 : I4
24 V
V V V V = 12 Ω + 6 Ω
= R1 : R2 : R3 : R4
2

24 V
V V V V = 12 Ω + 3 Ω
= 15
: 10
: 6
: 5
24 V
2V 3V 5V 6V = 15 Ω = 1,6 A
= 30
: 30
: 30
: 30
Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
=2:3:5:6
tersebut sebesar 1,6 A.
Jadi, perbandingan arus yang mengalir untuk tiap-
tiap hambatan adalah 2 : 3 : 5 : 6.

16 Rangkaian Searah
5. Jawaban: a Jawab:
Diketahui: RX = R AY = 2A R2 R3
AX = A AY = 0,4A Rp = R + R
2 3
AX = A
Ditanyakan: RY (100 Ω)(100 Ω)
= (100 Ω) + (100 Ω) = 50 Ω
Jawab:
RX ρ AX
A ΣE = E1 = E2 = 12 V
RY = ρ AYX ΣE + ΣIR = 0
AY
I(R1 + Rp + R4) = ΣE
RX ρ AA
= ρ 2A I(200 Ω + 50 Ω + 50 Ω) = 12 V
RY 0,4 A
12
RX ρ AA
I = 300 A = 0,04 A
RY = ρ 5A VR4 = IR4
A

RX 1 = (0,04 A)(50 V)
RY = 5 =2V
RY = 5RX = 5R Jadi, nilai yang terukur pada voltmeter adalah 2 V.
Jadi, penghantar Y akan memiliki hambatan 8. Jawaban: e
sebesar 5R. Diketahui: R1 = 2R2
6. Jawaban: b V =V
Diketahui: V1 = 50 V Ditanyakan: P1 : P2
V2 = 150 V Jawab:
P = 100 W Beban listrik saat dirangkai seri:
Ditanyakan: ΔR Rs = R1 + R2
Jawab: = 2R2 + R2
= 3R2
V12
R1 = Beban listrik saat dirangkai paralel:
P
1 1 1
(50 V) 2 2.500 V 2 RP = R + R
= 100 W
= 100 W
= 25 Ω 1 2

1 1
P = 2R + R
2 2
I = V1
1+ 2
100 W = 2R
= 50 V =2A 2

Alat akan bekerja normal jika dialiri arus 2 A. 3


= 2R
2
V
R2 = I2 2R
Rp = 3 2
150 V
= 2 A = 75 Ω Perbandingan daya:
ΔR = R2 – R1
V2
= 75 Ω – 25 Ω = 50 Ω P1 Rs
P2 =
Jadi, alat listrik dapat bekerja normal saat V2
RP
ditambahkan hambatan 50 Ω secara seri.
P1 Rs
7. Jawaban: d P2 = R
P
Diketahui: R1 = 200 Ω R4 = 50 Ω
R2 = 100 Ω E1 = 12 V 3R2 9
= 2= 2
R3 = 100 Ω E2 = 12 V 3
R2
Ditanyakan: VR4 Jadi, perbandingan daya P1 dan P2 adalah 9 : 2.

Fisika Kelas XII 17


9. Jawaban: d Loop II
Diketahui: R = 68,75 Ω ΣE + ΣIR = 0
V = 220 V (E3 – E2) –I2R3 + I3(R4 + R5) = 0
m = 800 g = 0,8 kg
(18 V – 6 V) – I2(4 Ω) + I3(6 Ω + 6 Ω) = 0
T0 = 28oC
T1 = 72oC –4I2 + 12I3 = –12
cair = 4.200 J/kg oC –––––––––––––––––––––––––––––––––– : 4
Ditanyakan: t –I2 + 3I3 = –3 . . . (3)
Jawab: Subtitusi persamaan (1) ke persamaan (2).
W=Q 4(I2 + I3) + 2I2 = 3
V2 4I2 + 4I3 + 2I2 = 3
t = mc(T1 – T0) 6I2 + 4I3 = 3 . . . (4)
R
m c R (T1 − T0 ) Eliminasi persamaan (3) ke persamaan (4).
t= –I2 + 3I3 = –3 × 4 –4I2 + 12I3 = –12
V2
(0,8kg)(4.200 J/kg°C)(68,75 Ω)(72°C − 28° C) 6I2 + 4I3 = 3 × 3 18I2 + 12I3 = 9
= (220 V) 2 ––––––––––––––– –
10.164.000 –22I2 = –21
= 48.400
s ⇔ I2 = 0,95 A
= 210 s Tanda minus menunjukkan arah loop terbalik.
= 3 menit 30 sekon Jadi, kuat arus yang melalui titik AB sebesar
Jadi, waktu yang diperlukan heater untuk 0,95 A.
menaikkan suhu adalah 3 menit 30 sekon.
11. Jawaban: e
10. Jawaban: d Diketahui: A = 60 cm × 25 cm
Diketahui: E1 = 12 V = 1500 cm2 = 0,15 m2
E2 = 6 V η = 25%
E3 = 18 V Pout = 30 W
R1 = R2 = R3 = 4 Ω Ditanyakan: I
R4 = R5 = 6 Ω Jawab:
Ditanyakan: IAB Pout
Jawab: η = P × 100%
in
E1 R1
30 W
25% = P × 100%
in
I R2
I1 30 W
I2 R3 E2 Pin = 25% × 100%
I3 Pin = 120 W
R4 II Menghitung intensitas cahaya:
E3 R5
P
I = Ain
I1 = I2 + I3 . . . (1) 120 W
Loop I = 0,15m 2
ΣE + ΣIR = 0 = 800 W/m2
(–E1 + E2) + I1(R1 + R2) + I2R3 = 0 Jadi, intensitas cahaya minimal yang diterima
(–12 V + 6 V) + I1(4 Ω + 4 Ω) + I2(4 Ω) = 0 panel surya sebesar 800 W/m2.
8I1 + 4I2 = 6
–––––––––––––––––––––––––––––––––– : 2
4I1 + 2I2 = 3 . . . (2)

18 Rangkaian Searah
Pada rangkaian digunakan dua baterai maka
12. Jawaban: b
tegangan baterai yang digunakan:
Apabila digambarkan arah arusnya seperti berikut.
V
A Vb = n
3V
I
= 2 = 1,5 V
C Jadi, tegangan setiap baterai sebesar 1,5 V.
I1 I2
14. Jawaban: e
B D
Diketahui: AAB = 80 cm
ABC = 30 cm
Berdasarkan hukum I Kirchhoff RX = 60 Ω
I = I1 + I2 Ditanyakan: RY
I1 > I2 karena I1 hanya melewati sebuah lampu, Jawab:
sehingga urutan kuat arusnya I > I1 > I2. RX ABC = RY AAB
Lampu yang dilalui oleh kuat arus dengan arus (60 Ω)(30 cm) = RY (80 cm)
terbesar akan menyala paling terang. Oleh karena 1.800
RY = 80 Ω = 22,5 Ω
itu,
1) lampu A paling terang; Jadi, besar RY adalah 22,5 Ω.
2) lampu B lebih redup dari lampu A; dan 15. Jawaban: c
3) lampu C dan D sama terang dan paling redup
Diketahui: R1 = 1,5 Ω R5 = 2 Ω
dibandingkan lainnya.
R2 =6Ω E1 = 3 V
Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan gambar
R3 =6Ω E2 = 6 V
adalah lampu C dan D sama terang, dan lampu A
paling terang. R4 =3Ω
Ditanyakan: pernyataan yang benar
13. Jawaban: e
Jawab:
Diketahui: R1 = R4 = R5 = 4 Ω
R2 =6Ω 1 1 1 1
Rp = R + R + R
R3 =3Ω 2 3 4

P = 1,125 W 1 1 1
Ditanyakan: V = 6Ω + 6Ω + 3Ω
Jawab:
1+1+ 2 4
R2 R3 = 6Ω
= 6Ω
Rp1 = R2 + R3
(6 Ω)(3 Ω) 6Ω
= (6 Ω) + (3 Ω) = 2 Ω Rp = 4 = 1,5 Ω

R4 R5 R = R1 + Rp + Rs
Rp2 = R + R
4 5 = 1,5 Ω + 1,5 Ω + 2 Ω = 5 Ω
(4 Ω)(4 Ω) E = E1 + E2
= (4 Ω) + (4 Ω) = 2 Ω
=3V+6V=9V
R = R1 + Rp1 + Rp2
E
=4Ω+2Ω+2Ω=8Ω I = R
V2 9V
P = = 5 Ω = 1,8 A
R
V 2 = PR
= (1,125 W)(8 Ω) = 9 WΩ Vp = IRp
V=3V = (1,8 A)(1,5 Ω) = 2,7 V

Fisika Kelas XII 19


Daya pada R3 dapat dihitung dengan persamaan Biaya listrik Rp1.200,00/kWh
berikut. Ditanyakan: biaya listrik bulan Januari
Vp2
Jawab:
P = R Penggunaan lampu:
3
W1 = (180 W)(12 jam/hari)(31 hari)
(2,7 V)2 7, 25 = 66.960 Wh
= 6Ω
= 6
W = 1,215 W = 66,96 kWh
Daya pada R4 dapat dihitung dengan persamaan Penggunaan televisi:
berikut. W2 = (120 W)(6 jam/hari)(31 hari)
= 22.320 Wh
Vp2
P = R = 22,32 kWh
4 Penggunaan mesin cuci:
(2,7 V)2 7, 29 W3 = (300 W)(2 jam/hari)(31 hari)
= 3Ω
= W = 2,43 W
3 = 18.600 Wh
Jika rangkaian dinyalakan selama 5 menit, usaha = 18,6 kWh
yang dilakukan pada R4 adalah sebagai berikut. Penggunaan pompa air:
W = Pt W4 = (125 W)(2 jam/hari)(31 hari)
= (2,43 W)(300 s) = 729 J = 7.750 Wh
Jadi, pernyataan yang tepat pada pilihan jawaban c. = 7,75 kWh
B. Uraian Penggunaan dispenser:
W5 = (250 W)(5 jam/hari)(31 hari)
1. Diketahui: p = 4 cm = 38.750 Wh
A = 2 cm = 38,75 kWh
A = 8 cm2 = 8 × 10-4 m2 Wtot = 66,96 kWh + 22,32 kWh + 18,6 kWh
V=3V + 7,75 kWh + 38,75 kWh
I = 0,5 mA = 5 × 10-4 A = 154,38 kWh
EL = 30% EC Biaya = (Rp1.200,00/kWh)(154,38 kWh)
Ditanyakan: IC = Rp185.256,00
Jawab: Jadi, biaya listrik yang harus dibayarkan Bu Lusi
30 untuk bulan Januari sebesar Rp185.256,00.
100
EC = EL
3. Jawaban:
3
I At = VIt Diketahui: R1 = 8 Ω
10 C
R2 = R3 = R6 = R7 = 4 Ω
10VI
IC = 3 A R4 = R5 = 12 Ω
V = 20 volt
10(3V)(5 × 104 A) Ditanyakan: a. Rtotal
= 3(8 × 10−4 m 2 ) b. I
50 c. VAD
= 8 W/m2 = 6, 25 W/m2
Jawab:
Jadi, intensitas cahaya minimal yang harus a. R4 dan R5 dirangkai paralel
diterima panel surya sebesar 6,25 W/m2. 1 1 1
Rp1 = R + R
2. Diketahui: 4 5

Peralatan Daya Penggunaan 1 1 2


= 12 Ω + 12 Ω = 12 Ω
Lampu 6 x 30 W = 180 W 12 jam/hari
12
Televisi 1 x 120 W = 120 W 6 jam/hari Rp 1 = 2 Ω = 6 Ω
Mesin cuci 1 x 300 W = 300 W 2 jam/hari
R1 dan R3 dirangkai seri
Pompa air 1 x 125 W = 125 W 2 jam/hari
Rs1 = R1 + R3
Dispenser 1 x 250 W = 250 W 5 jam/hari
= 8 Ω + 4 Ω = 12 Ω

20 Rangkaian Searah
R2 dan R6 dirangkai seri Jawab:
Rs2 = R2 + R6 Menghitung debit air =
=4Ω+4Ω=8Ω Q= A. V
Rs1, Rs2, dan Rp1 dirangkai paralel Q = πR2 . V
2,5
1 1 1 1 = π( π × 10–2 m)2(2,24 π m/s)
Rp2 = Rs1 + Rs2 + Rp1
6, 25
1 1 1
= π( π × 10–4 m2)(2,24 π m/s)
= 12 Ω
+ 8Ω
+ 6Ω = 14 × 10–4 m3/s
2+3+ 4 9 Menghitung waktu yang diperlukan untuk
= 24 Ω
= 24 Ω memenuhi bak:
24 Volume
Rp 2 = 9 Ω Q= t
Hambatan totalnya Volume
Rtot = Rs = Rp + R7 t = Q
2
24 Ω 0,504 m3
= 9
+4Ω =
14 × 10−4 m3 /s
24 Ω 36 Ω = 360 sekon
= +
9 9 W= VIt
60 = (220 V)(0,25 A)(360 s)
= 9 Ω = 6,67 Ω = 19.800
Jadi, hambatan pengganti seluruh rangkaian = 19,8 kJ
6,67 Ω. Jadi, energi listrik yang diperlukan agar bak mandi
terisi penuh adalah 19,8 kJ.
b. V=IR
V 5. Diketahui: Aperak = 2 m
I = R Aperak = 0,5 mm2 = 5 × 10–7 m2
tot

20 V
ρperak = 1,6 × 10–8 Ωm
= 60 Aplatina = 0,48 m
Ω
9 Aplatina = 0,1 mm2 = 10–7 m2
180 ρplatina = 4 × 10–8 Ωm
= 60 A = 3 A
V = 12 volt
Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian t = 1 menit = 60 s
sebesar 3 A. Ditanyakan: W
c. VAD = Rp2 IRp2 Jawab:
24 Hambatan kawat perak
= ( 9 Ω)(3 A) = 8 V A perak
Jadi, tegangan di titik AD sebesar 8 V. Rperak = ρperak A
perak

2,5 2,5 2m
4. Diketahui: r = π cm = π × 10–2 m = (1,6 × 10–8 Ωm) (5 × 10−7 m2 )
v = 2,24π m/s
= 0,64 × 10–1 Ω
V = 220 V
Hambatan kawat platina
I = 250 mA = 0,25 A
Volume = 70 cm × 90 cm × 80 cm A
Rplatina = ρplatina Aplatina
= 504.000 cm3 platina

= 0,504 m3 (0, 48 m)
Ditanyakan: W = (4 × 10–8 Ωm) (10−7 m2 )
= 1,92 × 10–1 Ω

Fisika Kelas XII 21


Oleh karena dipasang seri maka hambatan Jawab:
totalnya 1 1 1 1 1 1
Rtotal = Rperak + Rplatina a. Rtot = R + R + R + R + R
1 2 3 4 5
= (0,64 × 10–1 Ω) + (1,92 × 10–1 Ω)
1 1 1 1 1
= 2,56 × 10–1 Ω = 2 Ω + 3 Ω + 6 Ω + 9 Ω + 18 Ω
Vtotal
Itotal = R 9 + 6 + 3 + 2 +1
total = 18 Ω
12 V 21
= 2,56 × 10−1 Ω = 18Ω
= 46,875 A 18
Oleh karena rangkaian seri, maka Itotal = Iperak Rtot = 21 Ω
= Iplatina 6
P pada kawat platina = 7Ω
P = 0,24 (I 2total Rplatina t) Jadi, besar hambatan pengganti rangkaian
= 0,24 kalori/J (46,875 A)2(1,92 × 10–1 Ω)(60 s) 6
adalah 7 Ω.
= 6.075 kalori
Jadi, panas yang timbul pada kawat platina sebesar V
6.075 kalori. b. Itot = R
tot

6. Diketahui: V = 180 V 12 V
R = 6
Ω
A
= 2,25 Ω/m 7

= 14 A
A = 25 m
Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
Ditanyakan: P
adalah 14 A.
Jawab:
V V
R c. I1 = R I4 = R
2,25 Ω/m = 25m
1 4

12 V 12 V
R = 56,25 Ω = 2Ω = 9Ω
V2 4
P= =6A = 3 A
R
(180 V)2 V V
= 56, 25 Ω I2 = R I5 = R
2 5

32.400V 2 12 V 12 V
= 56, 25 Ω = 3Ω = 18 Ω
= 576 W 2
=4A = 3 A
Jadi, daya yang dihasilkan oleh filamen sebesar
576 W. V
I3 = R
7. Diketahui: R1 = 2 Ω 3

R2 = 3 Ω 12 V
R3 = 6 Ω = 6Ω
R4 = 9 Ω =2A
R5 = 18 Ω Jadi, kuat arus yang mengalir pada tiap-tiap
V = 12 V hambatan berturut-turut adalah 6 A, 4 A, 2 A,
Ditanyakan: a. Rtot 4 2
b. Itot 3
A, dan 3 A.
c. I1, I2, I3, I4, dan I5

22 Rangkaian Searah
8. Diketahui: E1 = 6 V 9. Diketahui: R0 = 0,2 Ω
E2 = 4 V T0 = 27oC
r1 = 2 Ω T1 = 57oC
r2 = 2 Ω ΔT = 30oC
R1 = 14 Ω d = 2 mm = 2 × 10–3 m
R2 = 30 Ω α = 0,00429/oC
ρ = 2,8 x 10–8 Ωm
R3 = 20 Ω
Ditanyakan: A
Ditanyakan: VCD Jawab:
Jawab: R = R0(1 + α ΔT)
Perhatikan gambar di bawah! = (0,2 Ω)(1 + (0,00429/°C)(30 °C))
A D E = (0,2 Ω)(1 + 0,1287)
= (0,2 Ω)(1,1287)
6V;2Ω 4V;2Ω = 0,226 Ω
14 Ω 20 Ω 30 Ω 1
A = 4 πd2
I I3 II
B 1
I1 C I2 F = 4 (3,14)(2 × 10–3 m)2

1
I1 + I2 = I3 . . . (1) = 4 (3,14)(4 × 10–6 m2)
Loop I = 3,14 × 10–6 m2
∑E + ∑IR = 0 RA
–6 + 14 (I1) + 20 (I3) + 2 (I1) = 0 A = ρ
–6 + 16 (I1) + 20 (I3) = 0 . . . (2) (0, 226 Ω)(3,14 × 10−6 m 2 )
Loop II = (2,8 × 10−8 Ωm)
∑E + ∑IR = 0
0,7096 × 10−6
–4 + 30 (I2) + 20 (I3) + 2 (I2) = 0 = m
2,8 × 10−8
–4 + 32 (I2) + 20 (I3) = 0 . . . (3)
= 0,253 × 102 m = 25,3 m
Masukkan persamaan (3) ke persamaan (1): Jadi, panjang kawat aluminium tersebut adalah
–4 + 32 I2 + 20 I3 = 0 25,3 m.
–4 + 32 (I3 – I1) + 20 I3 = 0
10. Diketahui: R1 = 40 Ω E1 = 6 V
–4 + 32 I3 – 32 I1 + 20 I3 = 0 R2 = 20 Ω E2 = 12 V
–4 – 32 (I1) + 52 (I3) = 0 . . . (4) R3 = 60 Ω E3 = 16 V
Eliminasi persamaan (2) dan (4): Ditanyakan: Ibuka dan Itutup
16I1 + 20I3 = 6 ×2 32I1 + 40I3 = 12 Jawab:
–32I1 + 52I3 = 4 × 1 –32I1 + 52I3 = 4 Saat sakelar dibuka maka rangkaian dapat
––––––––––––––– + ditunjukkan seperti gambar berikut.
92I3 = 16 R1 = 40 Ω
P Q
16
I3 = 92
A E1 = 6 V

= 0,17 A
Kuat arus I3 sebesar 0,17 A R3 = 60 Ω
VCD = I3R3
E3 = 16 V
= (0,17 A)(20 Ω)
= 3,4 V
Jadi, tegangan antara titik CD adalah 3,4 V.

Fisika Kelas XII 23


ΣE + ΣIR = 0 Loop II
(–E3 + E1) + I(R1 + R3) = 0 ΣE + ΣIR = 0
(–16 V + 6 V) + I(40 Ω + 60 Ω) = 0 (E2 – E3) –I2R2 + I3R3 = 0
10 V (12 V – 16 V) – I2(20 Ω) + I3(60 Ω) = 0
I = 100 Ω
–20I2 + 60I3 = 4
= 0,1 A ––––––––––––––––––––––––––––––––––– : 2
Saat sakelar ditutup maka rangkaian dapat ditunjuk- –10I2 + 30I3 = 2 . . . (3)
kan seperti gambar berikut. Subtitusi persamaan (1) ke dalam persamaan (2).
20(I2 + I3) + 10I2 = 3
P R1 = 40 Ω Q
20I2 + 20I3 + 10I3= 3
E1 = 6 V 20I2 + 30I3 = 3 . . . (4)
I
I1 E2 = 12 V
Eliminasi persamaan (3) dan persamaan (4).
–10I2 + 30I3 = 2
I2 R2 = 20 Ω
I3 20I2 + 30I3 = 3
II R3 = 60 Ω –––––––––––––– –
–30I2 = –1
1
E3 = 16 V I2 = 30 = 0,03 A

I1 = I2 + I3 . . . (1) I2 sebesar 0,03 A


Loop I Substitusi nilai I2 ke dalam persamaan (4).
ΣE + ΣIR = 0 20(0,03) + 30I3 = 3
0,6 + 30I3 = 3
(E1 – E2) + I1R1 + I2R2 = 0
30I3 = 2,4
(6 – 12) + I1(40) + I2(20) = 0 2, 4
40I1 + 20I2 = 6 I3 = 30 = 0,08 A
–––––––––––––––––––––––– : 2 I3 sebesar 0,08 A. Nilai I1 sebagai berikut.
20I1 + 10I2 = 3 . . . (2)
I1 = I2 + I3
= 0,03 A + 0,08 A = 0,11 A
Jadi, arus yang mengalir pada PQ saat sakelar
dibuka dan ditutup berturut-turut adalah 0,1 A dan
0,11 A.

24 Rangkaian Searah
1. Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai fenomena kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar setelah melakukan
percobaan konsep listrik statis.
2. Peserta didik mampu menerapkan konsep gaya Coulomb dan kuat medan listrik dalam pemecahan masalah listrik dengan
benar setelah berdiskusi tentang konsep gaya Coulomb dan kuat medan listrik.
3. Peserta didik mampu menerapkan konsep energi potensial dan potensial listrik dengan benar setelah mempelajari energi
potensial dan potensial listrik.
4. Peserta didik mampu menerapkan nilai muatan dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel kapasitor dengan benar
setelah memahami konsep kapasitor.

Listrik Statis

mencakup

Muatan Listrik, Gaya Coulomb, Energi Potensial dan


Kapasitor
dan Kuat Medan Listrik Potensial Listrik

meliputi meliputi meliputi

Muatan Listrik Energi Potensial Listrik Kapasitas Kapasitor

mencakup
Gaya Listrik Potensial Listrik
Kapasitas Kapasitor Keping
Sejajar
Kuat Medan Listrik Hukum Kekekalan
Energi dalam Medan
Elektrostatik Kapasitas Kapasitor Bola
Hukum Gauss

Kapasitas Kapasitor Silinder


Kuat Medan Listrik
Muatan Kontinu
Rangkaian Kapasitor
mencakup
mencakup
Kuat Medan Listrik
dalam Pelat Bermuatan Rangkaian Seri Kapasitor

Kuat Medan Listrik


Rangkaian Paralel Kapasitor
dalam Konduktor Bola
Pejal dan Kulit Bola
Bermuatan Penggabungan Kapasitor

• Muatan Listrik Positif • Fluks Listrik • Kondensator


• Muatan Listrik Negatif • Beda Potensial • Paralel
• Permitivitas • Potensial Kontinu • Seri

Fisika Kelas XII 25


A. Pilihan Ganda Jadi, gaya Coulomb di salah satu titik sudut segitiga
sebesar F 3 .
1. Jawaban: d
Diketahui: qA = qB = 10–2 μC = 10–8 C 4. Jawaban: b
–1 Diketahui: r1 = r2 = r3 = r4 = a
rAB = 15 cm = 1,5 × 10 m
1 q1 = q2 = q3 = q4 = q
= 9 × 109 Nm2/C2
4πε 0 1
Ditanyakan: F = k Nm2/C2
4πε 0
Jawab: Ditanyakan: F1 = F2 = F3 = F4
k qA qB Jawab:
F =
rAB2 F 32 F q1q2
1 qA qB 42 F12 = k
= q1 a q2 a2
4πε rAB
2
q3q2
−8 F 12 F32 = k
9 2 2 (10 C)(10−8 C) a2
= (9 × 10 Nm /C ) a
(1,5 × 10−1 m) 2 qq
= k 1 22
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(10−16 C2 ) –5
a
= (2, 25 × 10−2 m 2 )
= 4 × 10 N
q4 q3
Jadi, gaya Coulomb kedua muatan sebesar
4 × 10–5 N. F2 = F122 + F322
2. Jawaban: c
2 2
q1 q2 ⎛ ⎞ qq⎛ ⎞ qq
F=k = ⎜ k 1 22 ⎟ + ⎜ k 1 22 ⎟
r2 ⎝ a ⎠ ⎝ a ⎠
Besarnya F (gaya Coulomb) berbanding terbalik q1q2
dengan besarnya r 2 (kuadrat jarak antarpartikel). =k 2
a2
Makin besar jarak, gayanya makin kecil. Dengan q4 q2
demikian, grafik yang tepat adalah pilihan c. F42 = k
(a2)
2

3. Jawaban: e 1 q4 q2
= k
2 a2
Diketahui: FAB = FBC = FAC = F
Ditanyakan: FC 1 qq
= 2 k 1 22
Jawab: a
FBC FAC
ΣF = F2 + F42
q1q2 1 qq
C = 2k 2
+ 2 k 1 22
a a
1 q1q2
=( 2 + 2 )k 2
a
Jadi, muatan di setiap titik sudut mengalami gaya
1 qq
B
sebesar ( 2 + 2 )k 1 22 .
A a
Berdasarkan gambar, FAC dan FBC mengapit sudut 5. Jawaban: c
60°. Oleh karena itu, besar FC seperti berikut. Diketahui: qA = –20 μC = –2 × 10–5 C
2 2 q B = +60 μC = +6 × 10–5 C
FC = FAC + FBC + 2 FAC FBC cos α
q C = –32 μC = –3,2 × 10–5 C
= F 2 + F 2 + 2 F F cos 60° rAC = 8 m
rAB = 6 m
1
= 2F 2 + 2F 2 ( 2 ) = 3F 2 = F 3 r CB = 10 m

26 Listrik Statis
Ditanyakan: FA (3 × 109 )(2qB2 )
Jawab: 40 =
4 × 10−4
Apabila digambarkan, arah gaya antarmuatan (40)(4 × 10−4 )
seperti gambar berikut. q B2 = (2)(3 × 109 )
C –32 μC 16 × 10−12
qB =
2×3
4 × 10−6 6
10 m qB = ×
8m 6 6
4 –6 2
= 6
6 × 10 = 3
6 × 10–6
A FAB
B 2
–20 μC 6m +60 μC Jadi, besar muatan B adalah 3 6 × 10–6 C.

FAC 7. Jawaban: b
Diketahui: qA = +20 μC
k qA qB
FAB = 2 q B = +45 μC
rAB
rAB = 15 cm
(9 × 109 Nm 2 / C2 )(2 × 10−5 C)(6 × 10−5 C)
= rAC = 10 cm
62 m 2
Ditanyakan: EA : EB
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(12 × 10−10 C2 )
= Jawab:
36 m 2
= 0,3 N EA : EB = k qA2 : k qB2
rA rB
k qA qC 20 45
FAC = 2 EA : EB = :
rAC 102 (15 − 10)2
9 2 2 −5 −5
(9 × 10 Nm /C )(2 × 10 C)(3, 2 × 10 C)
= 4 9
82 m 2 EA : EB = : 2
102 5
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(6, 4 × 10−10 C2 ) 2 3
= EA : EB = :
64 m 2 10 5
= 0,09 N
EA : EB = 10 : 30
2 2
FA = FAB + FAC + 2 FAB FAC cos α EA : EB = 1 : 3
Jadi, perbandingan medan listrik di titik A dan B
= (0,3 N) 2 + (0,09 N) 2 + 2(0,3 N)(0,09 N) cos 90° adalah 1 : 3.
= 9 × 10−2 N 2 + 0,81 × 10−2 N 2 8. Jawaban: a
1
= 9,81 × 10−2 N 2 Diketahui: q1 = – q
2
= 3,13 × 10–1 N q 2 = +2q
Jadi, besar gaya Coulomb di titik A sebesar Ditanyakan: r → E = 0
3,13 × 10–1 N. Jawab:
Kuat medan listrik dapat dicari dengan persamaan
6. Jawaban: c
kq
Diketahui: rAB = 2 cm = 2 × 10–2 m E=
r2
3 2
= 2 qA → qA = 3 qB
qB Jika ditinjau setiap titiknya:
FAB = 40 N E di titik A
Ditanyakan: q B EA = EC – EE
Jawab: 1
k ( 2 q) k (2q )
k qA qB = –
FAB = (2r ) 2 (4r ) 2
2
rAB
1
2 kq 2kq 2kq 2kq
(9 × 109 )( qB )(qB ) = 2
– = – =0
3 2
16r 2 16r 2 16r 2
40 = 4r
(2 × 10−2 ) 2

Fisika Kelas XII 27


E di titik B 2
EC ⎛R ⎞
EB = EC – EE EB
= ⎜ RB ⎟
⎝ C⎠
1 1
k ( 2 q) k (2q ) kq 2kq 5 kq 2
= – = 2
– = 18 2 EC ⎛ 10 cm ⎞
r 2
(3r ) 2 r 2
9r 2 r = ⎜ 2,5 cm ⎟
E ⎝ ⎠
E di titik D EC
ED = EC – EE = (4)2
E
1
k ( 2 q) 3 kq EC = 16E
= – k (22q ) = – 2 2 Jadi, kuat medan di titik C adalah 16E.
r2 r r

E di titik F
EF = EC – EE B . Uraian
1
k ( 2 q) 1
kq 18kq 17 kq 1. Diketahui: q 1 = 4 μC = 4 × 10–6 C
= – k (22q ) = 2
– =– 2 2
(3r ) 2 r 9r 2
9r 2 r q 2 = 3 μC = 3 × 10–6 C
Berdasarkan nilai medan listrik di setiap titik yang q 3 = 5 μC = 5 × 10–6 C
memiliki nilai E = 0 adalah titik A sehingga titik A r12 = 30 cm = 0,3 m
tidak terpengaruh medan listrik. r23 = 40 cm = 0,4 m
9. Jawaban: c Ditanyakan: F1
Diketahui: p = 5 cm = 5 × 10–2 m Jawab:
A = 8 cm = 8 × 10–2 m F 12
q = 1,77 μC = 1,77 × 10–6 C F 13 x
ε 0 = 8,85 × 10–12 C2/Nm2
Ditanyakan: E F 13 y
F 13
Jawab: r 13
A=pA r 12
= (5 × 10–2 m)(8 × 10–2 m) = 40 × 10–4 m2 30°
Rapat muatan (σ): r 23
q 1,77 × 10−6 C
σ= = = 4,425 × 10–4 r13 = r122 + r23
2
A 40 × 10−4 m 2
σ 4, 425 × 10−4
E= ε0
= 8,85 × 10−12 = 5 × 107 = (30 cm) 2 + (40 cm) 2
Jadi, kuat medan di antara dua keping konduktor
adalah 5 × 107 N/C. = 900 cm2 + 1.600 cm2

10. Jawaban: e = 2.500 cm 2


Diketahui: RA = 1,5 cm = 50 cm = 0,5 m
RB = 10 cm
q1q3
RC = 2,5 cm F13 = k
r132
EB = E
(4 × 10−6 C)(5 × 10−6 C)
qA = qB = qC = (9 × 109 Nm2/C2) (0,5 m) 2
Ditanyakan: EC = 0,72 N
Jawab: q1q2
Persamaan kuat medan listrik sebagai berikut. F12 = k
r12 2
kq
E= (4 × 10−6 C)(3 × 10−6 C)
R2 = (9 × 109 Nm2/C2) (0,3 m)2
Apabila nilai k dan q bernilai konstan, kuat medan = 1,2 N
listrik (E) berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
F13x = F13 cos 30°
(R2). Oleh karena itu, besar kuat medan listrik di
titik C adalah: = (0,72 N)(cos 30°)
= 0,62 N

28 Listrik Statis
F13y = F13 sin 30° k qE qC
= (0,72 N)(sin 30°) FEC = r 2
EC
= 0,36 N
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(2 × 10−9 C)(6 × 10−9 C)
Fx = F13x = 0,62 N = ( 2 m)2
Fy = F12 – F13y = 54 × 10–9 N
= (1,2 – 0,36) N F1 = FEB – FED
= 0,84 N = 36 × 10–9 N – 27 × 10–9 N
F1 = Fx 2 + Fy 2 = 9 × 10–9 N
F2 = FEC – FEA
= (0,62 N) 2 + (0,84 N) 2
= 54 × 10–9 N – 18 × 10–9 N
≈ 1,04 N = 36 × 10–9 N
Jadi, gaya total di muatan q1 kira-kira 1,04 N.
FE = F12 + F2 2
2. Diketahui: qA = –2 × 10–9 C
q B= +4 × 10–9 C = (9 × 10−9 N) 2 + (36 × 10−9 N) 2
q C= –6 × 10–9 C
qD= +3 × 10–9 C = 1.377 × 10−18 N 2
q E = +2 × 10–9 C = 37,11 × 10–9 N
rBC = rAB = 2 m Jadi, gaya Coulomb yang dialami qE sebesar
Ditanyakan: FE 37,11 × 10–9 N.
Jawab:
Arah gaya Coulomb yang dialami qE seperti 3. Diketahui: q 1 = 6 μC = 6 × 10–6 C
gambar berikut. q 2 = 5 μC = 5 × 10–6 C
r12 = 12 cm = 12 × 10–2 m
qD
qC Ditanyakan: a. Fudara
F EB
F EC b. Fbahan
qE Jawab:
2m 1 q1 q2
a. Fudara =
F ED 4πε 0 r 2
F EA kq1 q2
=
qA 2m
qB r2
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(6 × 10−6 C)(5 × 10−6 C)
k qE qD = (12 × 10−2 m)2
FED = r 2 Nm2/C2 −3
ED 270 × 10 Nm 2
=
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(2 × 10−9 C)(3 × 10−9 C) 144 × 10−4 m 2
= ( 2 m) 2 = 18,75 N
= 27 × 10–9 N Jadi, besar gaya Coulomb antara kedua benda
k qE qA apabila berada di udara adalah 18,75 N.
FEA = r 2 1
EA b. Fbahan = ε Fbahan
r
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(2 × 10−9 C)(2 × 10−9 C)
= 1
( 2 m)2 = 3 (18,75 N) = 6,25 N
= 18 × 10–9 N
Jadi, gaya Coulomb antara kedua benda
k qE qB apabila berada di dalam bahan dengan
FEB = r 2
EB permitivitas relatif 3 adalah 6,25 N.
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(2 × 10−9 C)(4 × 10−9 C) 4. Diketahui: r12 = 4 m
= ( 2 m)2 r1X = 1 m
= 36 × 10–9 N r2X = r12 – r1X = (4 – 1) m = 3 m
EX = 0

Fisika Kelas XII 29


Ditanyakan: q1: q2 ΣFx = T sin θ – Fe = 0
Jawab: ΣFy = T cos θ – mg = 0
Berdasarkan soal, apabila digambarkan seperti Fe = mg tan θ
berikut. = (3 × 10–2 kg)(10 m/s2)(tan 5°)
1m 3m = 2,6 × 10–2 N
Jarak bola dengan garis kesetimbangan:
q1 E2
E1 X
4m
q2
a = L sin θ
= (0,15 m) sin 5°
E=0 = 0,013 m
E1 – E2 = 0 Jarak kedua bola adalah r = 2a = 2(0,013 m) =
E1 = E2 0,026 m.
k q1 k q2 Tinjau hukum Coulomb antar dua muatan:
=
r1X 2 r2X 2 kq1q2 kq 2
Fe = =
2 2 r2 r2
q1 ⎛ r1X ⎞ ⎛1 m ⎞ 1
= ⎜r ⎟ = ⎜3m⎟ = 9 (9 × 109 N/m2 )q 2
q2 ⎝ 2X ⎠ ⎝ ⎠ 2,6 × 10–2 N = (0,026 m)2
q1: q2 = 1 : 9
(2,6 × 10−2 N)(0,026 m)2
Jadi, perbandingan antara q1dan q2 adalah 1 : 9. q2 = (9 × 109 N/m 2 )
5. Diketahui: m = 3 × 10–2 kg q = 4,42 × 10–8 C
L = 0,15 m Jadi, besar muatan pada masing-masing bola
θ = 5° sebesar 4,42 × 10–2 μC.
Ditanyakan: q Jawab:
Jawab:

θ
T
T cos θ

Fe
q T sin θ

mg

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: c


Besar potensial listrik berbanding terbalik dengan
1. Jawaban: e jari-jari.
Usaha untuk memindahkan muatan listrik dalam q
suatu medan listrik sesuai dengan persamaan: V=kr
W = q(ΔV) Saat balon ditiup, jari-jari balon membesar sehingga
Usaha bergantung pada besar muatan dan beda jarak antara muatan dengan permukaan balon
potensial antara kedua tempat pemindahan makin jauh. Oleh karena itu, potensial di permukaan
muatan. Namun, tidak bergantung pada jarak, balon lebih kecil dari potensial semula.
lintasan, dan waktu pemindahan muatan.

30 Listrik Statis
3. Jawaban: a 5. Jawaban: d
Diketahui: q 1 = –300 mC = –0,3 C Diketahui: q 1 = +8 μC = +8 × 10–6 C
q2 = +800 mC = +0,8 C q 2 = –3 μC = –3 × 10–6 C
q3 = –400 mC = –0,4 C q 3 = +4 μC = +4 × 10–6 C
q′ = +840 mC = +0,84 C r13 = 4 m
r1 = 70 cm = 0,7 m r12 = 3 m
r23 = 5 m
r2 = 140 cm = 1,4 m
Ditanyakan: Ep di P
r3 = 140 cm = 1,4 m
Jawab:
Ditanyakan: Ep
EP = EP + EP
Jawab: 13 23

k q1 q3 k q2 q3
q1 q2 q3 = +
Ep = k q′( + + ) r13 r23
r1 r2 r3
−0,3 0,8 0, 4 q1 q2
= (9 × 109)(0,84)( + – ) = k q3( + )
0,7 1, 4 1, 4 r13 r23
8 × 10−6 C
= (9 × 109)(0,84)(–0,43 + 0,57 – 0,28) = (9 × 109 Nm2/C2)(4 × 10–6 C)( +
4m
= (9 × 109)(0,84)(–0,14) −3 × 10 C −6

= –1,058 × 109 )
5m
Jadi, energi potensial listrik di muatan 840 mC = (36 × 103 Nm2/C2)(2 × 10–6 – 0,6 × 10–6) C/m
sebesar –1,058 × 109 J.
= (36 × 103 Nm2/C2)(1,4 × 10–6) C/m
4. Jawaban: b = 50,4 × 10–3 joule
Diketahui: ΔV= 200 V
= 5,04 × 10–2 joule
m = 1,6 × 10–27 kg
q = 1,6 × 10–19 C Jadi, energi potensial di titik P adalah 5,04 × 10–2
v B = 0 m/s joule.
Ditanyakan: vA 6. Jawaban: a
Jawab: 1) Arah gaya listrik = arah kecepatan lintasan
ΔEm = ΔEm linear; 1) benar.
A B
Ep + Ek = Ep + Ek 1
A A B B 2) Ep listrik → Ek sehingga qV = 2 mv2 atau
1 1
qVA + 2 mvA2 = qVB + 2 mvB2 2 qV
v= ; 2) benar dan 3) salah
m
1 1
mvA2 – 2 mvB2 = qVB – qVA F qE qV
2 3) a = m
= m → a = md m/s2; 4) salah
1
2
m(vA2 – vB2) = q(VB – VA) Jadi, pilihan yang benar adalah a.
1 7. Jawaban: d
2
(1,6 × 10–27 kg)(vA2 – 0)= (1,6 × 10–19 C)(200 V) Diketahui: V = 360 V
(0,8 × 10–27 kg) vA2 = 3,2 × 10–17 J d = 6 cm = 6 × 10–2 m
3, 2 × 10−17 J
dc = 3 cm = 3 × 10–2 m
vA2 = 0,8 × 10−27 kg Ditanyakan: VBC
Jawab:
vA2 = 4 × 1010 m2/s2
V 360 volt
vA = 2 × 105 m/s E= d = = 6.000 V/m
6 × 10−2 m
Jadi, kecepatan proton saat menumbuk pelat A Beda potensial antara titik C dan B (VBC)
sebesar 2 × 105 m/s. VBC = Ed
= (6.000 V/m)(3 × 10–2 m)
= 180 volt
Jadi, nilai beda potensial antara titik C dan B (VBC)
adalah 180 volt.

Fisika Kelas XII 31


8. Jawaban: c 9. Jawaban: d
Diketahui: q 1 = –2 μC Diketahui: R = 4,5 cm = 4,5 × 10–2 m
q 2 = +3 μC r = 2 cm = 2 × 10–2 m
q 3 = –1 μC q = 7C
q 4 = +2 μC Ditanyakan: V
r12 = r23 = r34 = r14 = 0,2 m Jawab:
Ditanyakan: Vpusat bujur sangkar q
V = kR
Jawab:
Berdasarkan penjelasan dalam soal, apabila 7C
= (9 × 109 Nm2/C2) 4,5 × 10−2 m
digambarkan letak keempat muatan tersebut
sebagai berikut. = 14 × 1011 volt
q1 q4
Pada bola konduktor, potensial listrik di semua titik
bernilai sama yaitu sebesar 14 × 1011 volt.
10. Jawaban: a
P
Diketahui: qA = –5 μC = –5 × 10–6 C
q B = +2 μC = +2 × 10–6 C
q3
q C = –0,2 μC = –2 × 10–5 C
q2
rAC = rBC = 10 cm = 0,1 m
rAC′ = rBC′ = 6 cm = 6 × 10–2 m
r= (0, 2 m) 2 + (0, 2 m) 2
Ditanyakan: W
= 0,2 2 m Jawab:
Jarak tiap-tiap muatan ke pusat bujur sangkar
C
adalah:
1 1
rp = 2 r = 2 (0,2) 2 m) = (0,1) 2 m
10 cm 10 cm
Potensial listrik di pusat bujur sangkar adalah:
V = V1 + V2 + V3 + V4
C′
k q1 kq kq kq A B
12 cm
= + 2 + 3 + 4
rP rP rP rP
k Potensial di titik C′ adalah:
= (q1 + q2 + q3 + q4) q q
rP
VC′ = k( r A + r B )
1 AC′ BC′
= (q + q2 + q3 + q4)
4πε 0 rP 1 −5 × 10−6 C 2 × 10−6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + )
1 6 × 10−2 m 6 × 10−2 m
= 4πε 0 (0,1 2 m)
(–2 μC + 3 μC + (–1 μC) + 2 μC) = –45 × 10 V 4

2 μC Potensial di titik C adalah:


=
4πε 0 0,1 2 m qA qB
VC = k( + )
20 μC 2 rAC rBC
= ×
4πε 0 2 m 2 −5 × 10−6 C 2 × 10−6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( 0,1 m
+ 0,1 m
)
20 2
= 4πε (2) μV = –27 × 10 V 4
0

10 2 W = qC(VC′ – VC)
= 4πε μV = (–0,2 × 10–6 C)(–45 × 104 V – (–27 × 104 V))
0
Jadi, potensial listrik di tengah bujur sangkar adalah = 0,036 J
10 2 Jadi, usaha yang diperlukan untuk memindahkan
4πε 0
μV. muatan C ke tengah-tengah muatan A dan B
sebesar 0,036 J.

32 Listrik Statis
B . Uraian kira 1,025 × 107 m/s.
1. Diketahui: E = 2.400 N/C 3. Diketahui: r1 = 0,3 m
2 r2 = 0,6 m
q = 3 × 10–7 C V1 = V2 = 0,9 kV = 9 × 102 V
k = 9 × 109 Nm2/C2 Ditanyakan: q1 : q2
Ditanyakan: V Jawab:
Jawab: q1
q V1 r1
V = kr V2
= q2
2 −7 r2
(3 × 10 C) 6 × 102
= (9 × 109 Nm2/C2) = volt
r r
9 × 102 V q r
V=Er = r1 q2
9 × 102 V 1 2

6 × 102 q r
V = (2.400 N/C)r 1 = r1 q2
r 1 2
6 × 102 V = (2.400 N/C)r 2 r1 q
6 × 102 V r2
= q1
2 2
r = 0,3 m q
2.400 F
= q1
r 2 = 0,25 m2 0,6 m 2
r = 0,5 m 3 q
= q1
V =Er 6 2

= (2.400 N/C)(0,5 m) 1 q
= q1
= 1.200 V 2 2

Jadi, potensial listrik di titik tersebut bernilai 1.200 V. Jadi, perbandingan muatan elektron kedua bola
adalah 1 : 2.
2. Diketahui: vK = 0 4. Diketahui: q 1 = +5 μC = +5 × 10–6 C
VAK = 300 volt q 2 = +15 μC = +15 × 10–6 C
me = 9,1 × 10–31 kg r1p = 6 m
qe = –1,6 × 10–19 C r2p = 6 m
Ditanyakan: vA Ditanyakan: a. VA
Misalnya VA dan VK adalah potensial listrik di b. VB
anode dan di katode. Jawab:
VA – VK = 300 volt Berdasarkan soal, apabila dibuat dalam bentuk
(EK + Ep)awal = (EK + Ep)akhir gambar seperti berikut.
1 1
2
m vK2 + q e (VK) = 2 m vA2 + q eVA 8 A

1 6
0 + q e VK = 2 m vA2 + q eVA
4
1
2
m vA2 = q e(VK – VA) q1
2
q2
B
2qe
vA2 = m
(VK – VA) –6 –4 –2 2 4 6

2(−1,6 × 10−19 C) a. Potensial listrik di titik A


= 9,1 × 10 kg
(–300 V)
−31
r1A = r2A = (6 m) 2 + (8 m) 2 = 10 m
≈ 1,05 × 1014 m2/s2
q1 q2
vA = 1,05 × 1014 m 2 /s 2 VA = k( + )
r1A r2A
≈ 1,025 × 107 m/s 5 × 10−6 C 15 × 10−6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + )
10 m 10 m
Jadi, kecepatan elektron saat tiba di anode kira-
= (9 × 109 Nm2/C2)(5 × 10–7 + 15 × 10–7)
= 1,8 × 104 volt

Fisika Kelas XII 33


Jadi, potensial listrik di titik A adalah Ditanyakan: qA
1,8 × 104 volt. Jawab:
b. Potensial listrik di titik B di pusat koordinat VP = VA + VB + VC
r1B = r2B = 6 m 4,5 × 105 V = k
qA
+k
qB
+k
qC
q q rAP rBP rCP
VB = k( r 1 + 2 ) qA qB qC
r2B
1B
4,5 × 105 V = k( + + )
5 × 10−6 C 15 × 10−6 C rAP rBP rCP
= (9 × 109 Nm2/C2)( + )
6m 6m
4,5 × 105 V = (9 × 109 Nm2/C2)
= (9 × 109 Nm2/C2)(0,83 × 10–6
+ 2,5 × 10–6) C/m q C −1,5 × 10−4 C 5 × 10−4 C
( 6Am + 1,5 m
+ )
= (9 × 109 Nm2/C2)(3,33 × 10–6) C/m 5m

= 29,97 × 103 volt 4,5 × 105 V = (9 × 109 Nm2/C2)( 6A – 10–4


q
Jadi, potensial listrik di titik B adalah
29,97 × 103 volt. + 10–4) C/m
q
5. Diketahui: qB = –150 μC = –1,5 × 10–4 C 4,5 × 105 V = (9 × 109 Nm2/C2)( 6A ) C/m
qC = 500 μC = 5 × 10–4 C qA = 3 × 10–4 C
r BP = 1,5 m Jadi, muatan benda di titik A adalah 3 × 10–4 C.
r CP =5m
rAP =6m

A. Pilihan Ganda q2
V =
1. Jawaban: b C2
Diketahui: C1 = 3 μF 6,65 μC
C2 = 4 μF = 4 μF = 1,66 volt
C3 = 6 μF Jadi, tegangan pada kapasitor 4 μF adalah 1,66 volt.
V =5V
Ditanyakan: V2 2. Jawaban: b
Jawab: Kapasitas kapasitor dapat diselesaikan melalui
C1, C2 , dan C3 dirangkai seri. persamaan:
kε0 A
1 1 1 1 C= d
= C1
+ C2
+ C3
Cs
Besar tiap-tiap kapasitas kapasitor sebagai berikut.
1 1 1 ε 0 k1 A1
= + + kε0 A
3 μF 4 μF 6 μF C1 = d1
= d
4+3+ 2
= 12 μF
ε 0 k2 A2 ε 0 (2k ) (2 A) kε A
C2 = d2
= 1 = 8 d0
(2 d)
9
= 12 μF
ε 0 k3 A3 ε 0 (2k )( A) kε A
C3 = = = 2 d0
Cs = 1,33 μF d3 d

Muatan total (qtot) pada rangkaian ε 0 k4 A4 ε 0 (3k )( A) 3 kε0 A


C4 = d4
= 2d
= 2 d
qtot = V Cs
= (5 V)(1,33 μF) = 6,65 μC ε 0 k5 A5 ε 0 (4k )( A) kε A
C5 = d5
= = 4 d0d
qtot = q1 = q2 = q3 = 6,65 μC
Jadi, berdasarkan perhitungan di atas kapasitas
terbesar adalah C2.

34 Listrik Statis
3. Jawaban: e Muatan total
Apabila kapasitor dirangkai seri dan dihubungkan qtotal = Ctot V
dengan sumber tegangan, besar muatan tiap-tiap = (5 μF)(12 V) = 60 μC
kapasitor bernilai sama. Jadi, perbandingan muatan
qtot = qp = qp = q3 = 60 μC
kapasitor 2 μF terhadap 3 μF adalah 1 : 1. 1 2

q3 60 μF
4. Jawaban: b V = C = 10 μF = 6 V
3
Diketahui: C1 = 2 μF
Jadi, kapasitas kapasitor total dan beda potensial
C2 = 4 μF
pada C3 secara berturut-turut adalah 5 μF dan 6 V.
V = 12 V
Ditanyakan: Ct, QC , WC , WC 6. Jawaban: a
1 1 2
Jawab: Diketahui: V = 22 volt
1) Nilai kapasitor pengganti C1 = 1 μF = 1 × 10–6 F
Ct = C1 + C2 C2 = C3 = C4 = 2 μF = 2 × 10–6 F
= 2 μC + 4 μC = 6 μC Ditanyakan: W
2) Muatan pada C1 Jawab:
QC = C1V Cp = C3 + C4
1
= (2 × 10–6 F)(12 V) = 24 × 10–6 C = (2 + 2) μF = 4 μF
3) Energi yang tersimpan pada C1
1 1 1 1
1 = C + +
W = 2 C1V 2 Ctot 1 Cp C2
1 1 1 1 8+2+4
= 2 (2 × 10–6 F)(12 V)2 = 1,44 × 10–4 J =
1 μF
+
4 μF
+ 2 μF = 8 μF
4) Energi yang tersimpan pada C2 14
1 = 8 μF → Ctot = 0,57 μF = 0,57 × 10–6 F
W = 2
C2V 2
1 1
1 –6 2 –4 W = 2 CtotV 2 = 2 (0,57 × 10–6 F)(22 V)2 = 1,37 × 10–4
= 2
(4 × 10 F)(12 V) = 2,88 × 10 J
Jadi, energi yang tersimpan dalam sistem sebesar
Oleh karena itu pernyataan 1) dan 3) benar.
1,37 × 10–4 J.
Jadi, jawaban yang tepat adalah b.
7. Jawaban: e
5. Jawaban: a
Diketahui: C1 = 2 μF = 2 × 10–6 F
Diketahui: C1= C2 = C3 = C4 = C5 = 10 μF
C2 = 6 μF = 6 × 10–6 F
V = 12 V
V1 = 20 volt
Ditanyakan: Ctotal, V3 Ditanyakan: V′
Jawab: Jawab:
C1 dan C2 dirangkai paralel. Cp = C1 + C2
Cp = C1 + C2 = (2 × 10–6 + 6 × 10–6) F = 8 × 10–6 F
1
= 10 μF + 10 μF = 20 μF q1 + q2 = qtot
C4 dan C5 dirangkai paralel. C1V1 + C2V2 = Cp V′
Cp = C4 + C5 (2 × 10 C)(20 V) + (6 × 10–6 C)(0)
–6
2
= 10 μF + 10 μF = 20 μF = (8 × 10–6 F) V′
Cp1, Cp2, dan C3 dirangkai seri.
4 × 10–5 = (8 × 10–6 F)V′
1 1 1 1
= C + C + 4 × 10−5
Cs p1 p2 C3 V′ =
8 × 10−6
1 1 1 1+1+ 2 4
= + + = 20 μF = 20 μF V ′ = 5 volt
20 μF 20 μF 10 μF
Jadi, tegangan kedua kapasitor menjadi 5 volt.
20
Cs = 4 μF = 5 μF

Fisika Kelas XII 35


8. Jawaban: d 1 1 1
Diketahui: C1 = 3 μF = 3 × 10–6 F = C + C
Cs′ s p
C2 = 5 μF = 5 × 10–6 F 1 1 n 1 ( n 2 + 1)
V1 = 15 volt = C + nC = C + nC =
nC
V2 = 30 volt n
Ditanyakan: Vgab nC
Jawab: Cs′ =
n2 + 1
q1 + q2 V1 C1 + V2 C2 nC
Vgab = = Jadi, kapasitas rangkaian yaitu .
C1 + C2 C1 + C2 n2 + 1
(15 V)(3 × 10−6 F) + (30 V)(5 × 10−6 F)
= (3 × 10−6 F) + (5 × 10−6 F) B . Uraian
45 + 150 195
= 8
volt = 8
volt = 24,37 volt 1. Diketahui: q = 15 μC = 15 × 10–6 C
Jadi, besar potensial gabungannya adalah 24,37 volt. V = 300 volt
9. Jawaban: a Ditanyakan: a. C
Diketahui: C1 = 20 μF b. W
C2 = 30 μF Jawab:
V = 12 volt a. q = C V maka
Ditanyakan: a. Cs q 15 × 10−6 C
C= V = = 5 × 10–8 F
b. Q1, Q2 300 V
c. V1, V2 1
b. W = 2 CV 2
Jawab:
1
1 1 1 = 2 (5 × 10–8 F)(9 × 104 V2)
Cs
= C1
+ C2
= 22,5 × 10–4 joule
1 1 3+ 2
= 20 μF + 30 μF = 60 μF Jadi, kapasitansinya sebesar 5 × 10–8 F dan
energi yang tersimpan sebesar 22,5 × 10–4 J.
1 5
Cs
= 60 μF 2. Diketahui: A = 5.000 cm2 = 0,5 m2
60 d = 0,5 cm = 5 × 10–3 m
Cs = 5 μF = 12 μF V0 = 10 kV = 104 V
Muatan total: K =5
Qtot = Cs V Ditanyakan: a. C0 dan Cb c. q
b. V d. E
= (12 μF)(12 V) = 144 μC
Jawab:
Qtot = Q1 = Q2 = 144 μC a. Kapasitas kapasitor sebelum disisipi bahan
Tegangan tiap-tiap kapasitor: A
C0 = ε0
Q 144 μ C d
V1 = C1 = 20 μ F = 7,2 volt 5 × 10−1 m 2
1 = (8,85 × 10–12 C2/Nm2)
5 × 10−3 m
Q 144 μ C
V2 = C2 = = 4,8 volt = 8,85 × 10–10 F
2 30 μ F
Jadi, pernyataan yang tepat adalah pilihan a, yaitu Kapasitas kapasitor setelah disisipi bahan
tegangan pada C1 sebesar 7,2 volt. C = K C0
= (5)(8,85 × 10–10 F) = 4,425 × 10–9 F
10. Jawaban: c Jadi, kapasitas kapasitor sebelum dan sesudah
n buah kapasitor disusun seri. disisipi bahan berturut-turut adalah
1 n 8,85 × 10–10 F dan 4,425 × 10–9 F.
Cs = C
b. Beda potensial setelah disisipkan bahan
C dielektrik (V)
Cs = n V 104
V = K0 = = 2.000 volt
5

36 Listrik Statis
Jadi, beda potensial kapasitor setelah disisip- d
4. Diketahui: d 1 = d2 = 2
kan bahan dielektrik adalah 2.000 volt.
c. Muatan kapasitor setelah disisipkan bahan Ditanyakan: Ctotal
dielektrik (q). Jawab:
q = CV k1 ε 0 A k1 ε 0 A 2k1 ε 0 A
= (4,425 × 10–9 C)(2 × 103 V) C1 = d1
= d = d
= 8,85 × 10–6 C = 8,85 μC 2
k2 ε 0 A k2 ε 0 A 2k2 ε 0 A
Jadi, muatan kapasitor setelah disisipkan C2 = = d =
d2 d
bahan dielektrik adalah 8,85 μC. 2

d. Kuat medan dalam kapasitor ε A


3
Jika dimisalkan 0d = C0, kapasitas kapasitor total
V 2 × 10
E= d = = 4 × 105 V/m adalah
5 × 10−3
1 1 1
Jadi, kuat medan dalam kapasitor setelah = +
Cs C1 C2
disisipkan bahan dielektrik adalah 4 × 105 V/m.
1 1 k +k
3. Diketahui: C1 = 3 F C3 = 7 F = 2k C + 2k C = 2C1 k k2
1 0 2 0 0 1 2
C2 = 4 F V = 220 volt
2k1 k2
Ditanyakan: V2 Cs = k + k C0
1 2
Jawab:
2k1 k2
C1 dan C2 dirangkai paralel Jadi, kapasitas totalnya k + k C0.
1 2
Cp = C1 + C2
5. Diketahui: A = 1 cm2 = 1 × 10–4 m2
=3F+4F=7F
d = 0,1 mm = 1 × 10–4 m
Cp dan C3 dirangkai seri K = 173
1 1 1 1 1 Ditanyakan: q
= + C = 7 + 7
Cs Cp 3 Jawab:
1 2 ε A
= 7 C = K d0
Cs
7 (8,85 × 10−12 C2 /Nm 2 )(1 × 10−4 m 2 )
Cs = = 3,5 F = (173)
2 1 × 10−4 m
Muatan total rangkaian: = 1.531,05 × 10–12 F
q = CsV = 1,531 nF
= (3,5 F)(220 V) = 770 coulomb Muatan maksimum yang dapat disimpan kapasitor
q = CV
q = qp = q3 = 770 coulomb
= (1,531 × 10–9 F)(9 V)
Tegangan pada Cp: = 13,779 × 10–9 C
qp 770 C ≈ 13,8 nC
Vp = C = 7 F = 110 volt Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor
p
sebesar 13,8 nC.
Vp = V1 = V2 = 110 volt
Jadi, tegangan C2 adalah 110 volt.

Fisika Kelas XII 37


38
Energi Potensial
Positif
Listrik Muatan Listrik

Listrik Statis
WAB = EpB – EpA
Negatif
Energi Potensial
⎛ 1 1⎞ Potensial Listrik
⎜ − ⎟ Listrik dan Potensial
ΔV = kq ⎜r ⎟ Gaya Listrik
⎝ 2 r1 ⎠ kq1q 2
Listrik F= r2
Hukum Kekekalan
Energi Mekanik Muatan Listrik, Gaya Kuat Medan Listrik kq
dalam Medan Coulomb, dan Kuat E= r2
1
q1V1 + 2
mv12 Elektrostatik Medan Listrik
Hukum Gauss q
1 ∅ = EA cos θ = q0
= q1V2 + 2
mv22
Kuat Medan Listrik
ε0A
Keping Sejajar Kapasitas Pelat Bermuatan
C= d
Kapasitor
q σ
C = V
E= ε0
R
C = 4πε0R = k
Bola Kuat Medan Listrik
Listrik Statis Muatan Kontinu
Kuat Medan Listrik
2πε 0L Konduktor Bola Pejal
C= ⎛ ⎞ Silinder
Ln ⎜⎜ RA ⎟⎟
⎝ Rd ⎠
kq
r>R→E= r2

q = q1 = q2 = qn kq
r=R→E= r2
V = V1 + V2 + V3 +
kq
. . . + Vn
1 1 1
Seri r<R→E= r2
Cs = C1 + C2 +
1 1
C3 +...+ Cn Rangkaian Kuat Medan Listrik
Kapasitor Konduktor Kulit Bola
Kapasitor
kq
q = q1 + q2 + q3 + r>R→E= R2
. . . + qn
V = V1 = V2 = Vn Paralel kq
r=R→E= R2
Cp = C1 + C2 +
C3 + . . . + Cn
r<R→E=0

Energi yang
1 q2 1
Tersimpan dalam
W = 2 C
= 2
qV = Kapasitor
1
2
CV 2
A. Pilihan Ganda F1 = F2
k ( q )(Q ) k (q )(2Q)
1. Jawaban: b =
x2 (2 + x) 2
Diketahui: r = 4 cm = 4 × 10–2 m
1 1 2
q B = 2 qA =
x2 (2 + x) 2
FAB = 280 N x 2 =2+x
Ditanyakan: q B x( 2 – 1) = 2
Jawab:
k qA qB ⎛ 2 ⎞⎛ 2 + 1⎞
F= x= ⎜ ⎟⎜ ⎟
r2 ⎝ 2 − 1 ⎠⎝ 2 + 1 ⎠
1
( qA )( qA ) 2 2+2
280 N = (9 × 10 Nm /C 9 2 2
) 2 = =2 2 +2
(4 × 10−2 m) 2 2 −1
Koordinatnya= –1 – (2 2 + 2)
280 N = (0,28 × 1013 N/C2)(qA)2
= –3 – 2 2
280 N
qA = = –3 – 8 = –(3 + 8 )
0, 28 × 1013 N/C2
Jadi, +q ditempatkan di x = –(3 + 8 ) agar tidak
= 1 × 10−10 C mendapat pengaruh gaya dari muatan lain.
= 1 × 10–5 C
3. Jawaban: b
1
q B = 2 qA q1q2 1
F =k maka F ∞ dan F ∞ Q
r2 r
1
= (1 × 10–5 C) (2q 2q )
2 F = k 12 2
r
= 5 × 10–6 C q1q2
Jadi, besar muatan di B adalah 5 × 10–6 C. = 4(k 2 ) = 4F
r
q1q2
2. Jawaban: a F =k
(2r ) 2
y
1
= F
4
+Q –2 Q
x Jika muatan menjadi dua kali semula, F akan
x = –1 x = +1
menjadi 4 kali semula. Jika jarak antarmuatan
1
menjadi dua kali semula, F menjadi kali semula.
4
Agar +q bernilai nol, kemungkinan diletakkan di Jadi, pernyataan yang benar adalah b.
sebelah kiri +Q atau sebelah kanan –2Q. Jaraknya
harus lebih dekat ke +Q. Jadi, kemungkinan 4. Jawaban: b
diletakkan di sebelah kiri +Q. Perhatikan gambar berikut.
y +20 C EB C EA +45 C

+q +Q –2 Q A
x B
x=1 x 5–x
x = –1
EC = EA – EB
2+x
0 = EA – EB
EA = EB
qA qB
k = k
rA 2 rB2

Fisika Kelas XII 39


20 C 45 C Jawab:
= E1 = E2
x2 (5 − x) 2
4 9 kq1 kq2
= =
x2 (5 − x) 2 r1p2 2
r2p
2 3 Q 2Q
= 5− x = (6a − x)2
x x
3x = 10 – 2x 6a – x = 2x
5x = 10 6a = 3x
x=2 6a
rAC = 2 cm x = 3 = 2a
Jarak dari muatan B Karena titik P berjarak 2Q dari muatan Q, jadi titik
rBC = (5 – rAC) cm P harus diletakkan pada koordinat (–1a, 0).
= (5 – 2) cm = 3 cm
7. Jawaban: c
5. Jawaban: a Diketahui: rA = 3 cm = 3 × 10–2 m
Diketahui: q P = +16 × 10–5 C r B = 1 cm = 1 × 10–2 m
qR = –36 × 10–5 C r C = 5 cm = 5 × 10–2 m
rPQ =4m EC = E
rQR =9m Ditanyakan: EA
FQ = 1,96 N Jawab:
Ditanyakan: qQ Titik A berada di permukaan bola sehingga
Jawab: q
perumusan yang digunakan adalah E = k .
FP R2
Apabila nilai k dan q konstan, kuat medan listrik
90° (E) berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (R)
Q
sehingga didapatkan persamaan:
2
4m FR 9m EA ⎛ RC ⎞
= ⎜R ⎟
EC ⎝ A⎠
2
P R EA ⎛ 5 × 10−2 m ⎞
= ⎜ ⎟
EC ⎝ 3 × 10−2 m ⎠
FQ = FP2 + FR2 EA 25
= 9
2 2 EC
⎛ k qP qQ ⎞ ⎛ k qR qQ ⎞ 25
⎜⎜ 2 ⎟
+
1,96 N = ⎟ ⎜⎜ 2 ⎟⎟ EA = E
⎝ rPQ ⎠ ⎝ rRQ ⎠ 9
25
1,96 N =
⎛ (9 × 109 Nm 2 /C 2 )(16 × 10−5 C)qQ ⎞
⎜⎜
2
⎛ (9 × 109 Nm 2 /C 2 )(36 × 10−5 C) qQ
⎟⎟ + ⎜⎜

⎟⎟
2
Jadi, kuat medan di titik A adalah 9 E.
⎝ (4 m) 2 ⎠ ⎝ (9 m) 2 ⎠

⎛ (9 × 109 Nm 2 /C 2 )(16 × 10−5 C)qQ ⎞


2
⎛ (9 × 109 Nm 2 /C 2 )(36 × 10−5 C) qQ ⎞
2
8. Jawaban: e
1,96 N = ⎜ ⎟ +⎜ ⎟
⎝ 16 m 2 ⎠ ⎝ 81 m 2 ⎠
Muatan pada bola pejal akan tersebar merata ke
seluruh bagian bola. Potensial di seluruh bagian
1,96 N = (81 × 108 )qQ 2 + (16 × 108 )qQ 2
bola sama dengan potensial di pusat bola sebesar
1,96 N = 9,8 × 104 N/C qQ kq
1,96 N V = r . Adapun medan listrik di dalam bola
qQ =
9,8 × 104 N/C kq
sebesar E = .
= 2 × 10 C –5 r2
Jadi, muatan partikel di titik Q sebesar 2 × 10–5 C. 9. Jawaban: b
6. Jawaban: b Pada hukum Coulomb dikenal:
F
Diketahui: q 1 = Q E= q →F=Eq
q 2 = 2Q
Pada hukum II Newton dikenal:
Ditanyakan: rp
F=ma

40 Listrik Statis
Sehingga: Jadi, usaha yang dilakukan dalam pemindahan
E q= m a muatan tersebut –1,44 × 10–11 joule.
qE
a = m ; jika q = e 12. Jawaban: c
Diketahui: q 1 = +35 μC = 3,5 × 10–5 C
eE
a= q 2 = +35 μC = 3,5 × 10–5 C
m
r12 = 12 cm
10. Jawaban: b
Ditanyakan: VB
Diketahui: A = (30 × 30) cm2
Jawab:
= 900 cm2
Jarak muatan q1 dan q2 terhadap titik B:
= 9 × 10–2 m2
E = 800 N/C r = (6 cm) 2 + (8 cm) 2
Ditanyakan: φ
= 36 cm 2 + 64 cm2
Jawab:
Bidang = 100 cm2
= 10 cm
60° = 1 × 10–1 m
r1B = r2B = r = 1 × 10–1 m
Garis normal
VB = V1B + V2B
k q1 k q2
= +
r1B r2B
kq kq
φ = EA cos θ = r1 + r2
= (800 N/C)(9 × 10–2 m2)(cos 30°) k
= r (q1 + q2)
1
= (800 N/C)(9 × 10–2 m2)( 2 3 )
9 × 109 Nm 2 /C2
= (3,5 × 10–5 C + 3,5 × 10–5 C)
= 62,3 Wb 1 × 10−1 m
Jadi, fluks listrik yang timbul sebesar 62,3 Wb. = (9 × 1010 Nm2/C2)(7 × 10–5 C)
11. Jawaban: a = 63 × 105 volt
Diketahui: q 1 = +8 × 10–12 C = 6,3 × 106 volt
q 2 = –12 × 10–12 C Jadi, beda potensial listrik di titik B sebesar
rZ = 4 cm = 4 × 10–2 m 6,3 × 106 volt.
rX = 8 cm = 8 × 10–2 m 13. Jawaban: a
Ditanyakan: W Diketahui: qX = 0,08 μC = 8 × 10–8 C
Jawab: rXY = 2 m
W = ΔEp V0 = –360 V
Ditanyakan: qY
1 1
= k q1 q2( – ) V0 = VX + VY
rZ rX
kq kq
= (9 × 109 Nm2/C2)( 8 × 10–12 C)(–12 × 10–12 C) V0 = r X + r Y
X0 Y0
1 1
( – ) qY
4 × 10−2 m 12 × 10−2 m qX
V0 = k( + )
rX0 rY0
= (9 × 109 Nm2/C2)( 8 × 10–12 C)(–12 × 10–12 C)
3 −1 8 × 10−8 C q
( ) (–360 V) = (9 × 109 Nm2/C2)( Y
+ 1m )
12 × 10−2 m 1m

= (9 × 109 Nm2/C2)( 8 × 10–12 C)(–12 × 10–12 C) 8 × 10−8 C


–4 × 10–8 C = + qY
2 1m
( ) qY = –12 × 10–8 C
12 × 10−2 m
= –144 × 10–13 joule = –0,12 μC
= –1,44 × 10–11 joule Jadi, muatan di titik Y adalah –0,12 μC.

Fisika Kelas XII 41


14. Jawaban: e Ep = Ek
Diketahui: q 1 = –2 μC = –2 × 10–6 C 1
q 2 = +4 μC = +4 × 10–6 C qV = 2 mv 2
q 3 = –6 μC = –6 × 10–6 C Karena p = mv
q 4 = +8 μC = +8 × 10–6 C p2
qV =
Ditanyakan: VZ 2m
Jawab: Sehingga:
4m
q1 q4 p 2 = 2mqV
p = 2mqV
2 2m
4m
Z
4m = 2(9,1 × 10−31 kg)(1,6 × 10−19 C)(7.500 V)
2 2m
= 2,184 × 10−45 Ns
q2 4m q3 = 4,67 × 10–23 Ns
Jadi, momentum elektron saat menumbuk tabung
VZ = V1 + V2 + V3 + V4 kaca sebesar 4,67 × 10–23 Ns.
q1 q2 q3 q4
= k( + + + ) 17. Jawaban: a
r1Z r2Z r3Z r4Z
Diketahui: C1 = 7,5 pF
−2 × 10−6 C 4 × 10−6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + C2 = 10 pF
2 2m 2 2m
−6 × 10−6 C 8 × 10−6 C C3 = C4 = 6 pF
+ + ) C5 = 15 pF
2 2m 2 2m
36 × 103 V = 30 volt
= volt
2 2 Ditanyakan: Qtotal
= 18 2 × 103 volt Jawab:
C3, C4, dan C5 dirangkai seri.
Jadi, beda potensial di titik perpotongan diagonal
1 1 1 1
persegi 18 2 × 103 volt. = + +
Cs C3 C4 C5
15. Jawaban: d 1 1 1
= + +
Diketahui: V = 8 × 106 volt 6 pF 6 pF 15 pF
W = 4,8 × 108 J 5+5+2
=
Ditanyakan: q 30 pF
Jawab: 12
=
1 30 pF
W= 2
qV 30
2W
Cs = 12 pF = 2,5 pF
q = V C1, C2, dan C5 dirangkai paralel.
(2)(4,8 × 108 J) Cp = C1 + C2 + C5
= = 120 C
8 × 106 volt
Jadi, muatan listrik yang dilepaskan sebanyak = (7,5 + 10 + 2,5) pF
120 C. = 20 pF
16. Jawaban: e Muatan total:
Diketahui: V = 7,5 kV = 7.500 V Qtotal = Cp V
me = 9,1 × 10–31 kg = (20 pF)(30 volt)
q = –1,6 × 10–19 C = 600 pC
= 6 × 10–10 C
Ditanyakan: p
Jadi, muatan total pada rangkaian adalah
Jawab:
6 × 10–10 C.
Energi listrik dari beda potensial akan berubah
menjadi energi kinetik elektron.

42 Listrik Statis
18. Jawaban: d Muatan total dalam rangkaian:
Diketahui: C1 = C2 = C Qtot = Ctot V
V = 10 volt = (4,67 × 10–6 F)(14 volt)
E1 = E = 65,38 × 10–6 C
Ditanyakan: E2 jika C disusun paralel Muatan yang terletak pada kapasitor C1:
Jawab:
Q1 = Qtot = 65,38 × 10–6 C
1
E1 = 2 CV 2 = E Energi yang tersimpan pada C1 sebagai berikut.
1
Jika E berbanding lurus dengan C dan dua buah W = 2 CV 2
kapasitor dirangkai paralel, besar kapasitas
1 Q
kapasitor total adalah: = 2 C1( 1 )2
C1
Cp = C1 + C2 = C + C = 2C 2
1 Q1
Energi yang tersimpan jika kedua kapasitor = 2 C
1
dihubungkan secara paralel sebagai berikut. 1 (65,38 × 10−6 ) 2
= 2
E1 C 7 × 10−6 F
= C1
E2 2 = 305,32 × 10–6 joule = 305,32 μJ
E1 C Jadi, energi yang tersimpan pada C1 adalah
= 2C 305,32 μJ.
E2
E2 = 2E 20. Jawaban: a
Jadi, energi yang tersimpan jika kedua kapasitor Diketahui: a = 1 cm = 1 × 10–2 m
dihubungkan secara paralel adalah 2E. b = 1,5 cm = 1,5 × 10–2 m
19. Jawaban: c k = 20
Diketahui: C1 = 7 μF Ditanyakan: C
Jawab:
C2 = 8 μF
2π k ε 0
C3 = 6 μF C=
An ⎛⎜ b ⎞⎟
V = 14 volt ⎝a⎠

Ditanyakan: W1 2π (20)(8,85 × 10−12 ) 2π (20)(8,85 × 10−12 )


= =
Jawab: An ⎛⎜ 1,5 ⎞⎟ An (1,5)
⎝ 1 ⎠
C2 dan C3 dirangkai paralel.
2π (20)(8,85 × 10−12 )
Cp = C2 + C3 = 0, 405
= 2,744 × 10–9 F
= 8 μF + 6 μF
Jadi, kapasitansi kapasitor sebesar 2,744 × 10–9 F.
= 14 μF
C1 dan Cp dirangkai seri.
B . Uraian
1 1 1
= + 1. Diketahui: q 1 = +40 μC = 4 × 10–5 C
Cs C1 Cp
1 1 q 2 = +30 μC = 3 × 10–5 C
= 7 μF + 14 μF
r12 = a
2 +1 3
r23 = 0,5a
= 14 μF = 14 μ F
Ditanyakan: q3 agar F2 = 0
14 μF
Cs = Jawab:
3 q 2 0,5 a q 3
q1
= 4,67 μF = 4,67 × 10–6 F a

Kapasitas kapasitor total dalam rangkaian:


C = Cs = 4,67 × 10–6 F Supaya resultan gaya Coulomb di q2 = 0 maka q3
harus bernilai positif (q+).

Fisika Kelas XII 43


F23 = F21 b. Gaya yang bekerja pada muatan di titik A
q2 q1 F
k
q2 q3
=k EA = qA
r23 2 r212
FA = EAq
( 3 × 10−5 )( q3 ) ( 3 × 10−5 )(4 × 10−5 ) = (3,47 × 106 N/C)(20 × 10–5 C)
=
( 12 a ) 2 a2 = 694 N
Jadi, gaya Coulomb di titik A sebesar 694 N.
q3 4 × 10−5
=
1 2
a a2 3. Diketahui: v = 4 × 105 m/s
4
d = 2 cm = 10–2 m
a2q 3 = 10–5a2
mp = 1,6 × 10–27 kg
q 3 = 10–5 C
q = 1,6 × 10–19 C
= 1 × 10–5 C Ditanyakan: VAB
= 0,1 μC Jawab:
Jadi, muatan q3 harus bernilai 0,1 μC. Menurut hukum kekekalan energi mekanik,
perubahan energi potensial sama dengan
2. Diketahui: q B = +40 × 10–5 C
perubahan energi kinetik sehingga;
q C = –50 × 10–5 C
ΔEp = ΔEk
r BC = rAC = 1 m
1
∠BAC = 45° qVAB = 2 mv2
Ditanyakan: a. EA 1
(1,6 × 10–19 C) VAB = 2 (1,6 × 10–27 kg)(4 × 105 m/s)2
b. FA
Jawab: (1,6 × 10–19 C) VAB = (8 × 10–28 kg)(16 × 1010 m2/s2)
a. Kuat medan listrik di titik A (EA) (1,6 × 10–19 C) VAB = (128 × 10–18) kg m2/s2
C (128 × 10−18 )
VAB = (1,6 × 10−19 ) volt
1m
1m
EC = 800 volt
45° Jadi, beda potensial listrik di kedua keping sejajar
2 m A EB itu sebesar 800 volt.
B
4. Diketahui: ΔV = 900 V
k qB m = 9,11 × 10–31 kg
EB = rAB 2 q = 1,6 × 10–19 C
(9 × 109 Nm2 /C2 )(40 × 10−5 C) Ditanyakan: v
= ( 2 m)2
Jawab:
ΔEk = ΔEp
= 18 × 105 N/C
1
k qC
2
m(v22 – v12) = qΔV
EC = r 2
AC 1
(9,11 × 10–31 kg)(v22 – 0) = (1,6 × 10–19 C) (900 V)
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(50 × 10−5 C) 2
= (1 m) 2 2(1, 44 × 10−16 )
v22 = 9,11 × 10−31 m2/s2
= 45 × 105 N/C
v22 = 0,316 × 1015 m2/s2
EA = EB 2 + EC 2 + 2 EB EC cos α
v2 = 3,16 × 1014 m 2 /s 2
= (18 × 105 N/C)2 + (45 × 105 N/C)2 + 2(18 × 105 N/C)(45 × 105 N/C) cos 135°
= 1,77 × 107 m/s
= (18 × 105 N/C) 2 + (45 × 105 N/C) 2 + 2(18 × 105 N/C)(45 × 105 N/C) (−0,707)
Jadi, kecepatan pergerakan elektron adalah
= 1, 204 × 1013 N 2 /C2 1,77 × 107 m/s.
= 3,47 × 106 N/C
Jadi, kuat medan di titik A sebesar
3,47 × 106 N/C.

44 Listrik Statis
5. Diketahui: C1 = 4 μF = 4 × 10–6 F = 224 × 10–4 joule
C2 = 6 μF = 6 × 10–6 F = 2,24 × 10–2 joule
C3 = 5 μF = 5 × 10–6 F Jadi, energi yang tersimpan pada kapasitor C6
C4 = 20 μF = 2 × 10–5 F adalah 2,24 × 10–2 joule.
C5 = 2 μF = 2 × 10–6 F Besar muatan pada Cs sebagai berikut.
2
C6 = 7 μF = 7 × 10–6 F Qs = Cs Vs
2 2 2

V = 80 volt = (3 μF)(80 volt)


Ditanyakan: a. W6 = 240 μC
b. Q1 Qs = q1 = Qp = 240 μC
Jawab: 2 1

C3 dan C4 dirangkai seri. Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor C1


adalah 240 μC.
1 1 1
= C + C 6. Diketahui: A = 500 cm2 = 5 × 10–2 m2
Cs1 3 4

1 1 d = 2,5 mm = 2,5 × 10–3 m


= + 20 μF V =7V
5 μF
4 +1 5 Ditanyakan: a. C
= 20 μF = 20 μF b. E
c. q
20 μF
Cs = 5
= 4 μF Jawab:
1
a. Kapasitas kapasitor
Cs , C2, dan C5 dirangkai paralel. ε A
1
C = 0d
Cp = Cs + C2 + C5
1 1
5 × 10−2
= 4 μF + 6 μF + 2 μF = (8,85 × 10–12) 2,5 × 10−3
= 12 μF = 1,77 × 10–10 F
Cp dan C1 dirangkai seri. = 177 pF
1
1 1 1 Jadi, kapasitas kapasitor adalah 177 pF.
= C + C
Cs2 p1 1 b. V=Ed
1 1 V 7
= + E = d = 2,5 × 10−3 = 2.800 N/C
12 μF 4 μF
1+ 3 Jadi, kuat medan listrik dalam kapasitor adalah
= 12 μF 2.800 N/C.
4 c. Muatan kapasitor
= 12 μF q
C= V
12 μF
Cs = = 3 μF q = CV
2 4
Cs dan C6 dirangkai paralel. = (1,77 × 10–10)(7)
2
Cp = Cs + C6 = 1,239 × 10–9 C
2 2
= 3 μF + 7 μF Jadi, muatan kapasitor adalah 1,239 × 10–9 C.
= 10 μF = 1 × 10–5 F 7. Diketahui: x = 4 cm = 0,04 m
Cs dan C6 dirangkai paralel sehingga Vtot = Vs = y = 3 cm = 0,03 m
Q = 8 nC = 8 × 10–9 C
2 2
V6 = 80 volt.
Energi yang tersimpan pada kapasitor C6 adalah: q 0 = 4 nC = 4 × 10–9 C
1 m = 6 × 10–6 kg
W6 = 2 C6V 62 Ditanyakan: v
1
= 2 (7 × 10–6 F)(80 volt)2
= (32 × 102 volt2)(7 × 10–6 F)

Fisika Kelas XII 45


Jawab: Σ F = ma
Energi potensial muatan q0 pada x = 3 cm. w – F = ma
Ep = q0V mg – qE = ma
k Qq0 mg − qE
= 2 2
a= m
x +y
(1 × 10−3 kg)(10 m/s 2 ) − (10−6 C)(3 × 104 N/C)
(9 × 109 Nm 2 /C2 )(8 × 10−9 C)(4 × 10−9 C) =
= 1 × 10−3
(0,03 m)2 + (0,04 m)2
10−2 N − (10−6 C)(3 × 104 N/C)
=
9 2
(9 × 10 Nm /C )(8 × 10 2 −9
C)(4 × 10 −9
C) 1 × 10−3
= 0,05 m = –20 m/s
2
9 2 2
(9 × 10 Nm /C )(8 × 10 C)(4 × 10−9 −9
C) v = v02 + 2a Δs
= 5 × 10−2 m = 0 + 2(20 m/s2)(10 m)
= 57,6 × 10–7 J
= 400 m2/s2
= 5,76 × 10–6 J
Pada saat partikel bergerak sepanjang sumbu X v = 400 m/s = 20 m/s
menjauhi cincin, energi potensialnya berkurang dan Jadi, kecepatan pergerakan bola 20 m/s.
energi kinetiknya bertambah. Ketika partikel 9. Diketahui: m = 10 g = 1 × 10–2 kg
sangat jauh, energi potensialnya sama dengan nol.
Q = +1 μC = 1 × 10–6 C
Sementara itu, besar kecepatan dapat dihitung
dengan persamaan berikut. q′ = –1 μC = –1 × 10–6 C
Ek = Ep r = 30 cm = 3 × 10–1 m
1 g = 10 m/s2
2
mv2 = 5,76 × 10–6 J
1
1 –6 2 –6 4π ε 0 = 9 × 109 Nm2/C2
2
(6 × 10 kg)v = 5,76 × 10 J
Ditanyakan: T
−6
2(5,76 × 10 J) Jawab:
v= 6 × 10−6 kg

= 1,92 = 1,38 m/s T


Jadi, kecepatan partikel adalah 1,38 m/s.
8. Diketahui: m = 1 g = 1 × 10–3 kg Q
q = 10–6 C
F
s1 = 20 m q1

E = 3 × 104 N/C w
1 Qq′
g = 10 m/s2 F=
4π ε 0 r2
s2 = 10 m
Δs = (s1 – s2) m (9 × 109 Nm 2 /C2 )(1 × 10−6 C)(1 × 10−6 C)
= (3 × 10−1 m) 2
= (20 – 10) m = 10 m
Ditanyakan: v (9 × 109 Nm 2 /C2 )(1 × 10−6 C)(1 × 10−6 C)
Jawab: =
9 × 10−2 m 2
F = qE
= 1 × 10–1 N
W = mg
= (1 × 10–2 kg)(10 m/s2)
w = mg = 1 × 10–1 N
20 m T = F2 +W 2

= (1 × 10−1 N) 2 + (1 × 10−1 N) 2

46 Listrik Statis
F31 = F32
= 2 × 10−2 N
k qQ
= 10–1 2 N = =F
r2
–1
= 2 × 10 N
F3 = F312 + F32 2 + 2 F31 F32 cos α
Jadi, besar tegangan tali 2 × 10–1 N.
F 32 = F 2 + F 2 + 2 F 2 cos α
10.
q3 = q = 2 F 2 (1 + cos α )
a C

θ
= A2 − 2r 2
F 31 2F 2 (1 + )
r r 2r 2

2r 2 + A 2 − 2r 2 A2
= F 2( ) =F
A 2r 2 r2
A B
–Q +Q A
F3 = F( r )
Nilai cos θ dapat dihitung dengan rumus kosinus k qQ A
= (r)
dalam ΔABC. r2
AB2 = AC2 + BC2 – 2AC BC cos θ qQ A
=k ( )
AB2 = AC2 + BC2 – 2AC BC cos θ r2 r
qQ A
A 2 = r 2 + r 2 – 2r 2 cos θ = k 3
r
A 2 = 2r 2 – 2r 2 cos θ
Jadi, resultan gaya yang bekerja pada muatan q
2r 2 cos θ = 2r 2 – A2 qQ A
2r 2 − A 2 sebesar k .
cos θ = r3
2r 2
cos α = –cos θ
−(2r 2 − A 2 )
= 2r 2
A 2 − 2r 2
=
2r 2

Fisika Kelas XII 47


1. Peserta didik mampu menganalisis medan magnetik, induksi magnetik, dan gaya magnetik pada berbagai produk teknologi
dengan benar melalui kegiatan praktikum dan diskusi.
2. Peserta didik mampu menyajikan laporan kegiatan dengan benar setelah melakukan percobaan induksi magnetik dan gaya
magnetik di sekitar kawat berarus listrik.

Medan Magnetik

mencakup

Gaya Lorentz
Induksi Magnet dan
Fluks Magnetik
meliputi
Induksi Magnet di Gaya pada Muatan meliputi
Sekitar Penghantar yang Bergerak dalam
Lurus Berarus Medan Magnet

Hukum Biot-Savart meliputi meliputi Gaya Lorentz

Induksi Magnet di Gaya Antara Dua Kawat


Sekitar Penghantar Sejajar Berarus
Melingkar Berarus

Induksi Magnet di
Sumbu Toroid Fluks Magnetik

Hukum Ampere meliputi

Induksi Magnet di
Pusat dan di Ujung
Solenoid

• Gaya Lorentz • Toroid


• Medan Magnet • Kawat Lurus
• Fluks Magnetik • Kawat Melingkar
• Solenoid • Induksi Magnetik

48 Medan Magnetik
I1 I
A. Pilihan Ganda = 92
1
1. Jawaban: c I1 : I2 = 1 : 9
Diketahui: I = 3 A Jadi, perbandingan antara kuat arus yang dikenai
a = 18 cm = 18 × 10–2 m kawat pertama dan kedua agar titik P tidak
μ0 = 4π × 10–7 T m/A mengalami medan magnet adalah 1 : 9.
Ditanyakan: B 3. Jawaban: d
Jawab: Diketahui: a 1 = 1 cm = 1 × 10–2 m
μ I a 2 = 3 cm = 3 × 10–2 m
B = 2π0 a
a 3 = 1 cm = 1 × 10–2 m
(4π × 10 –7 T m/A) (3 A)
= a 4 = 3 cm = 3 × 10–2 m
(2π ) (18 × 10 –2 m)
I1 = 2 A
12π × 10 –7
= 36π × 10 –2 T I2 = 6 A
I3 = 4 A
= 3,3 × 10–6 T I4 = 3 A
Jadi, besar medan magnet yang dialami titik S Ditanyakan: B0
sebesar 3,3 × 10–6 T. Jawab:
2. Jawaban: c Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan,
I II arah medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 dan
I4 adalah keluar bidang gambar (B1 dan B4 bernilai
positif), sedangkan arah medan magnet yang
I1
a1 ditimbulkan oleh I2 dan I3 adalah masuk bidang
40 cm gambar (B2 dan B3 bernilai negatif), sehingga
P
5 cm
medan magnet total di tititk O diperoleh.
a2 I2
B0 = B1 – B2 – B3 + B4
μ0 I1 μ0 I 2 μ0 I 3 μ0 I 4
= – – +
2π a1 2π a2 2π a3 2π a4
Diketahui: a 1 = 5 cm
μ ⎛I I I I ⎞
a 2 = a1 + 40 = 2π ⎜ a – a – a + a ⎟
0 1 2 3 4

= 5 + 40 ⎝ 1 2 3 4⎠
(4π × 10 –7 T m/A) ⎛ 2 A 6A 4A 3A ⎞
= 45 cm = 2π ⎜⎜ 1 × 10 –2 m – 3 × 10 –2 m – 1 × 10 –2 m + 3 × 10 –2 m ⎟⎟
⎝ ⎠
Ditanyakan: I1 : I2
Jawab: = 2 × 10–7( 2 × 102 – 2 × 102 – 4 × 102 + 1 × 102) T
Agar titik P tidak mengalami medan magnet, titik = 2 × 10–7 (–3 × 102) T
P harus diletakkan di luar kedua kawat. = –6 × 10–5 T
Induksi magnet di titik P oleh kawat 1 keluar = –6 × 10–5 T (arahnya masuk bidang gambar)
bidang. Sedangkan induksi magnet di titik P oleh Jadi, besar medan magnet total yang dialami titik O
kawat 2 masuk bidang, sehingga: sebesar 6 × 10–5 T masuk bidang gambar.
Bp = 0 4. Jawaban: b
B1 – B2 = 0 Diketahui: I = 7 A
B1 = B2 d = 20 cm = 0,2 m
μ0 I1 μ0 I 2 r = 0,1 m
2π a1 = 2π a a = r = 0,1 m
2

I1 I2 Ditanyakan: B0
a1 = a Jawab:
2
I1 I 3 μ I
5
= 452 B0 = 4 20a

Fisika Kelas XII 49


22
× 10 –7 T m/A) (7A) B 4
⎛ 3 ⎞ (4 × 7 = 9
= ⎜ ⎟ B2
⎝4⎠ (2) (0,1 m)
4 B2 = 9 B
⎛ 3 ⎞ ⎛ 88 × 10 –7 ⎞ B2 = 2,25 B
= ⎜ 4 ⎟ ⎜⎜ 0, 2 ⎟⎟ T
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ Jadi, besar medan magnet di titik pusat P sekarang
= 330 × 10–7 T menjadi 2,25 B.
= 3,3 × 10–5 T
Jadi, induksi magnetik di titik O sebesar 3,3 × 10–5 T. 7. Jawaban: c
Diketahui: N = 150 lilitan
5. Jawaban: a I =4A
Diketahui: kawat lurus = kawat pertama B = 6π × 10–5 Wb/m2
kawat setengah lingkaran = kawat kedua μ0 = 4π × 10–7 T m/A
I1 = I2 = 8 A Ditanyakan: A
a 1 = 2 cm = 2 × 10–2 m Jawaban:
a 2 = 5 cm = 5 × 10–2 m μ IN
0
μ0 = 4π × 10–7 T m/A B = 2A
Ditanyakan: B0 2AB = μ 0 IN
Jawab: μ IN
Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, A = 20 B
arah medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 dan (4π × 10 –7 ) (4) (150)
I2 adalah keluar bidang gambar (B1 dan B2 bernilai = (2) (6π × 10 –5 )
m
positif). =2m
B0 = B1 + B2 = 200 cm
μ0 I1 1 μ I Jadi, panjang solenoid sebesar 200 cm.
= + 2 20a 2
2π a1 2 8. Jawaban: b
μ0 I1 μ0 I 2 Diketahui: N = 490 lilitan
= + 4a
2π a1 2 I = 10 A
(4π × 10 –7 ) (8) (4π × 10 –7 ) (8) B = 2,8 × 10–3 T
= (2π ) (2 × 10–2 ) T + (4) (5 × 10–2 ) T
μ0 = 4π × 10–7 T m/A
= (8 × 10–5 + 1,6π × 10–5) T Ditanyakan: d
= (8 + 1,6π) × 10–5 T Jawab:
Jadi, besar induksi magnet di titik A sebesar μ IN
B = 20π a
(8 + 1,6 π ) × 10 –5 T.
μ IN
6. Jawaban: d a = 20π B
Diketahui: N1 = 120 lilitan (4π × 10 –7 ) (10) (490)
I1 = 2 A = (2π ) (2,8 × 10 –3 )
m
B1 = B = 350 × 10–3 m = 35 cm
N2 = 90 lilitan d = 2a
I2 = 6 A = 2 × 35
Ditanyakan: B2 = 70 cm
Jawab: Jadi, diameter toroid sebesar 70 cm.
μ0 I1N1 9. Jawaban: d
B1 2 a1
= μ0 I 2 N 2 Diketahui: N = 450 lilitan
B2
2 a2 I =6A
B1 I1N1 B = 4 × 10–3 T
B2 = I N
2 2 μ0 = 4π × 10–7 T m/A
B (2) (120)
= (6) (90) d = 24 cm
B2
a = 12 cm = 12 × 10–2 m
B 240
= 540 Ditanyakan: α
B2

50 Medan Magnetik
Jawaban: (4π × 10 –7 ) (6) (375)
= T
μ0 IN
∠pusat O 2
B= 2π a
360° 9π × 10 –4
μ0 IN
(360 – α )° = T
2
B= 2π a
360° = 4,5π × 10–4 T
(360 – α )° (4π × 10 –7 T m/A) (6A) (450) Jika ditambah lilitan pada solenoid sebanyak 1.250
4 × 10–3 T = 360° (2π ) (12 × 10 –2 m) lilitan, lilitannya menjadi 2.000 lilitan. Besar induksi
(360 – α )° magnetik diperoleh sebagai berikut.
40 × 10–4 = 360°
(45 × 10–4) μ0 IN
B= A
40 × 10 –4 (360 – α )° (4π × 10 –7 ) (6) (2.000)
45 × 10 –4
= 360° = T
4
8 (360 – α )° 4,8π × 10 –3
= = T
9 360° 4
= 1,2π × 10–3 T
8 (360 – α )° Jika dua solenoid yang identik digabungkan,
1
= 40° panjang dan jumlah lilitan solenoid menjadi dua
320° = 360° – α kalinya. Besar induksi magnetik diperoleh sebgai
α = 40° berikut.
Jadi, besar sudut yang dibentuk α pada toroid μ0 IN
tersebut adalah 40°. B= A
10. Jawaban: d (4π × 10 –7 ) (6) (1.500)
= T
8
Diketahui: A = 4 m
36π × 10 –4
I =6A = T
8
N = 750 lilitan = 4,5π × 10–4 T
μ0 = 4π × 10–7 T m/A Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan
Ditanyakan: B induksi magnetik di pusat solenoid terbesar adalah
Jawab: menambah lilitan solenoid sebanyak 1.250 lilitan.
Jika arus diperbesar menjadi 10 A, besar induksi
magnetik diperoleh sebagai berikut.
μ0 IN B . Uraian
B= A 1. Diketahui: I =9A
(4π × 10 –7 ) (10) (750) μ0 = 4π × 10–7 T m/A
= T
4
–4
Ditanyakan:
30π × 10
= T a. BP, a = 15 cm = 15 × 10–2 m
4
= 7,5π × 10–4 T b. BQ, a = 5 cm = 5 × 10–2 m
Jika arus diperkecil menjadi 1 A, besar induksi Jawab:
μ I
magnetik diperoleh sebagai berikut. a. BP = 2π0 a
μ0 IN (4π × 10 –7 ) (9)
B= A = (2π ) (15 × 10–2 ) T
(4π × 10 –7 ) (1) (750)
= T 36π × 10 –7
4 = 30π × 10 –2 T
3π × 10 –5
= T = 1,2 × 10–5 T
4
= 7,5π × 10–5 T Jadi, besar medan magnet di titik P sebesar
Jika solenoid dipotong menjadi dua bagian, panjang 1,2 × 10–6 T.
dan jumlah lilitan solenoid menjadi setengahnya. μ I
b. BQ = 2π0 a
Besar induksi magnetik diperoleh sebagai berikut.
μ0 IN (4π × 10 –7 ) (9)
B= = (2π ) (5 × 10–2 ) T
A

Fisika Kelas XII 51


36π × 10 –7 4. Diketahui: I =6A
= 10π × 10 –2 T Panjang busur = x = 10π cm
= 3,6 × 10–5 T rd = 25 cm
Jadi, besar medan magnet di titik P sebesar rA = 35 cm
3,6 × 10–5 T. Ditanyakan: B0
Jawab:
2. Diketahui: a = 9 cm = 9 × 10–2 m 1
I =4A a = 2 (rd + rA)
N = 360 lilitan 1
μ0 = 4π × 10–7 T m/A = 2 (25 + 35) cm
Ditanyakan: a. B0 = 30 cm = 0,3 m
b. BP x = 12 cm = 12 × 10–2 m ⎛ panjang busur toroid ⎞ ⎛ μ0 IN ⎞
Jawab: B0 = ⎜ ⎟
keliling toroid ⎠ ⎜⎝ 2π a ⎟⎠

μ I
⎛ 10π ⎞ ⎛ (4π × 10 ) (6) (270) ⎞
–7
a. B0 = 20a N = ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ T
⎝ 2π a ⎠ ⎝ (2π ) (0,3) ⎠
(4π × 10 –7 ) (4)
= (360) T ⎛ 10π ⎞ ⎛ (4π × 10 –7 ) (6) (270) ⎞
(2) (9 × 10 –2 ) = ⎜ ⎟ ⎜⎜ ⎟⎟ T
⎝ (2π ) (30) ⎠ ⎝ (2π ) (0,3) ⎠
= 320π × 10–5 T
⎛1⎞
= 3,2π × 10–3 T = ⎜ 6 ⎟ (10,8 × 10–4) T
⎝ ⎠
Jadi, besar induksi magnetik di titik pusat = 1,8 × 10–4 T
sebesar 3,2π × 10–3 T. Jadi, besar medan magnet yang dialami titik O
b. r= x2 + a2 sebesar 1,8 × 10–4 T.
5. Diketahui: I1 = 6 A
= 122 + 92 cm
I2 = 4 A
= 144 + 81 cm a 1 = x cm
= 225 cm a 2 = (30 – x) cm
= 15 cm Jawaban:
= 15 × 10–2 m B0 = 0
μ0 Ia 2 B1 – B2 = 0
BP = 2r 3 N B1 = B2
(4π × 10 –7 ) (4) (9 × 10 –2 ) 2 μ0 I1 μ0 I 2
= (360) T 2π a1 = 2π a
2(15 × 10 –2 )3 2
= 6,912π × 10–4 T I1 I2
Jadi, besar induksi magnetik di titik P a1 = a
2
berada pada jarak 12 cm dari pusat sebesar 6 4
6,912 π × 10 –4 T. x
= 30 – x
3 2
3. Diketahui: A=3m = 30 – x
x
N = 900 lilitan
2x = 90 – 3x
Bujung = 3,6π × 10–4 Wb/m2
2x + 3x = 90
Ditanyakan: I
5x = 90
Jawab:
x = 18
0 μ IN
Bujung = 2A a 2 = 30 – x
μ0 I N = 2 A Bujung = 30 – 18 = 12
2A Bujung Jadi, titik Q berada pada jarak 12 cm dari kawat
I= μ0 N A yang dialiri arus listrik 4 A.
(2) (3) (3,6π × 10 –4 )
= (4π × 10 –7 ) (900) A
=6A
Jadi, besar kuat arus yang mengalir pada solenoid
sebesar 6 A.

52 Medan Magnetik
A. Pilihan Ganda yang ditunjukkan pada jari tengah adalah
mengarah ke atas.
1. Jawaban: e Jadi, besar dan arah gaya Lorentz pada kawat
Diketahui: I = 4 A RS tersebut adalah 1,5 N ke atas.
B = 4,5 × 10–2 T
F = 0,09 = 9 × 10–2 T 4. Jawaban: b
Ditanyakan: A Diketahui: r1 = 15 cm
Jawaban: r2 = r1 + 10
F=BIA = 15 + 10
F r2 = 25 cm
A = BI
v2 = 2,5 v1
9 × 10 –2
= (4,5 × 10 –2 ) (4) m ⎛m ⎞ ⎛m ⎞
Ditanyakan: ⎜ 1 ⎟ : ⎜ 2 ⎟
= 0,5 m ⎝ q1 ⎠ ⎝ q2 ⎠
= 50 cm Jawab:
Jadi, panjang kawat tersebut adalah 50 cm. mv
r = Bq
2. Jawaban: b mv=qBr
Diketahui: v = 8 × 105 m/s m rB
a = 4 cm = 4 × 10–2 m q
= v
F = 7,68 × 10–18 N
⎛ m1 ⎞ r1B
μ0 = 4π × 10–7 T m/A ⎜ ⎟
⎜q ⎟
⎝ 1⎠ v1
Ditanyakan: I ⎛ m2 ⎞ = r2 B
⎜ ⎟
⎜q ⎟ v2
Jawab: ⎝ 2⎠
r1 v2
F=qvB = × v
r2
μ0 I 1
F = q v 2π a 15 2,5v1
= 25 × v1
2π a F
I = qvμ 3
0 = 5 × 2,5
(2π ) (4 × 10 –2 ) (7,68 × 10 –18 )
= (1,6 × 10 –19 ) (8 × 105 ) (4π × 10 –7 ) A 7,5
= 5
= (1,2) (101) A = 1,5
= (1,2) (10) A 3
= 12 A = 2
Jadi, kuat arus pada kawat tersebut adalah 12 A. =3:2
Jadi, perbandingan antara massa per satuan
3. Jawaban: b
muatan partikel pertama dan kedua adalah 3 : 2.
Diketahui: I = 5 A
B = 150 mT = 150 × 10–3 T 5. Jawaban: e
A =2m Menentukan arah gaya Lorentz menggunakan
Ditanyakan: F kaidah tangan kanan dimana.
Jawab: Ibu jari = arah arus
F=BIA Jari telunjuk = arah medan magnet
= (150 × 10–3 T)(5 A)(2 m) Jari tengah = arah gaya Lorentz
= 1,5 N Berdasarkan dari pernyataan tersebut.
Menentukan arah gaya lorentz, jika arah arus 1) Jika arah arus ke sumbu x positif, sedangkan
menggunakan ibu jari mengarah ke kiri, arah medan magnet ke sumbu y positif maka
sedangkan arah medan magnet menggunakan jari gaya Lorentz mengarah ke sumbu z positif.
tengah keluar dari bidang gambar, gaya Lorentz

Fisika Kelas XII 53


2) Jika arah arus ke sumbu y negatif, sedangkan 8. Jawaban: a
arah medan magnet ke sumbu x positif maka Diketahui: N = 750 lilitan
gaya Lorentz mengarah ke z positif. F = 10,8π mN = 10,8π × 10–3 N
3) Jika arah arus ke sumbu z negatif, sedangkan μ0 = 4π × 10–7 T m/A
arah medan magnet ke sumbu y positif maka Ditanyakan: I
gaya Lorentz mengarah ke x positif. Jawaban:
4) Jika arah arus ke sumbu x negatif, sedangkan F=BIA
arah medan magnet ke sumbu z negatif maka μ0 I N
gaya Lorentz mengarah ke y negatif. F= A
IA
5) Jika arah arus ke sumbu y positif, sedangkan F = μ0 I2 N
arah medan magnet ke z negatif maka gaya F
Lorentz mengarah ke x negatif. I2 = μ N
0
Jadi, arah medan magnet yang paling tepat (10,8π × 10 –3 N)
berdasarkan pernyataan tersebut ditunjukkan pada = (4π × 10–7 T m/A) (750)
nomor 2, 4, dan 5.
= 36 A2
6. Jawaban: d I = 36 A
Diketahui: IA = 10 A =6A
IB = 8 A Jadi, arus yang dikenai solenoid tersebut adalah 6 A.
a = 5 cm = 5 × 10–2 m
μ0 = 4π × 10–7 T m/A 9. Jawaban: b
F Diketahui: I1 = 3 A
Ditanyakan: A I2 = 2 A
Jawab: I3 = 5 A
F μ0 I A I B A = 30 cm = 0,3 m
A
= 2π a a21 = 20 cm = 0,2 m
(4π × 10 –7 ) (10) (8) a23 = (25 – 20) cm = 5 cm = 0,05 m
= (2π ) (5 × 10 –2 ) N/m
μ0 = 4π × 10–7 T m/A
320π ×10 –7 Ditanyakan: F2
= 10π ×10–2 N/m Jawab:
= 3,2 × 10–4 N/m
Oleh karena kedua arus saling berlawanan arah,
maka gaya Lorentz kedua kawat tersebut saling I1 I2
tolak-menolak.
F21 I3
Jadi, besar gaya per satuan panjang yang dialami
kedua kawat tersebut adalah 3,2 × 10–4 N/m
F23
tolak-menolak.
7. Jawaban: a
Diketahui: m = 27 g = 27 × 10–3 kg
q = 1,8 C
v = 8 m/s F2 = F21 + F23
B = 3 mT = 3 × 10–3 T = μ0
I 2 I1 I I
A + μ0 2π2 a3 A
Ditanyakan: r 2π a21 23

Jawaban: μ I ⎛ I I ⎞
mv = 20π 2 A ⎜ a 1 + a 3 ⎟
r = ⎝ 21 23 ⎠
Bq
(4π × 10 –7 ) (2) ⎛ 3 5 ⎞
(27 × 10 –3 ) (8) = (0,3) ⎜ 0, 2 + 0,05 ⎟ N
= (3 × 10 –3 ) (1,8)
m 2π ⎝ ⎠
= 40 m = (4 × 10–7)(0,3)(15 + 100) N
Jadi, jari-jari lintasan partikel sebesar 40 m. = 1,38 × 10–5 N
Jadi, gaya magnetik yang terjadi pada kawat II
sebesar 1,38 × 10–5 N.

54 Medan Magnetik
10. Jawaban: a B . Uraian
Diketahui: A = 3 m
1. Diketahui: v = 6 × 106 m/s
a = 150 cm = 1,5 m
I = 30 A
I1 = 3 A
a = 20 cm = 0,2 m
I2 = 4 A
μ0 = 4π × 10–7 T m/A
μ0 = 4π × 10–7 T m/A
Ditanyakan: F Ditanyakan: F
Jawab: Jawab:
μ0 I
Jika jarak antar kawat diubah menjadi B = 2π a
setengahnya, untuk menghitung gaya Lorentz
(4π × 10 –7 ) (30)
dapat digunakan persamaan. = T
(2π ) (0, 2)
μ0 I1 I 2
F = 2π a A = 3 ×10–5 T
(4π × 10 –7 ) (3) (4) F=evB
= (2π ) (0,75)
(3) N = (1,6 × 10–19)(6 × 106)(3 × 10–5) N
= 28,8 × 10–18 N
= 9,6 × 10–6 N
= 2,88 × 10–17 N
Jika arus listrik pada kawat 1 diubah menjadi 5 A,
Jadi, besar gaya Lorentz yang bekerja pada
untuk menghitung gaya Lorentz dapat digunakan
muatan adalah 2,88 × 10–17 N.
persamaan.
μ0 I1 I 2 2. Diketahui: a = 9 cm = 9 × 10–2 m
F = 2π a A I = 5,4 A
(4π × 10 –7 ) (5) (4) μ0 = 4π × 10–7 T m/A
= (2π ) (1,5)
(3) N
Ditanyakan: F
= 8,0 × 10–6 N Jawab:
Jika jarak antar kawat diubah menjadi dua kali, 1 μ0 I
B = 6 2a
untuk menghitung gaya Lorentz dapat digunakan
–7
persamaan. ⎛ 1 ⎞ (4π × 10 ) (5, 4)
= ⎜ 6 ⎟ (2) (9 × 10 –2 ) T
μ0 I1 I 2 ⎝ ⎠
F = 2π a A = 2π × 10–6 T
(4π × 10 –7 ) (3) (4) ⎛1⎞
= (3) N A = ⎜ 6 ⎟ Klingkaran
(2π ) (3) ⎝ ⎠
= 2,4 × 10–6 N ⎛1⎞
= ⎜ 6 ⎟ 2π a
Jika arus listrik pada kawat 2 diubah menjadi 2 A, ⎝ ⎠
untuk menghitung gaya Lorentz dapat digunakan ⎛1⎞
= ⎜ 6 ⎟ (2π)(9 × 10–2) m
persamaan. ⎝ ⎠
μ0 I1 I 2 = 3π × 10–2 m
F = 2π a A F=BIA
(4π × 10 –7 ) (3) (2) = 2π × 10–6 × 5,4 × 3π × 10–2
= (2π ) (1,5)
(3) N
= 3,24π2 × 10–7 N
= 2,4 × 10–6 N Jadi, besar gaya Lorentz yang dihasilkan di ujung
Jika panjang kedua kawat diubah menjadi 5 m, pusat sebesar 3,24π2 × 10–7 N.
untuk menghitung gaya Lorentz dapat digunakan.
μ0 I1 I 2 3. Diketahui: I = 5 mA = 5 × 10–3 A
F = 2π a A B =4T
(4π × 10 –7 ) (3) (4)
A = 20 cm = 0,2 m
= (2π ) (1,5)
(5) N F = 1,12 × 10–3 N
Ditanyakan: cos α
= 8,0 × 10–5 N Jawab:
Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan F = B I A sin α
gaya Lorentz terbesar adalah mendekatkan jarak F
antar kawat menjadi setengahnya. sin α = B I A

Fisika Kelas XII 55


(1,12 × 10 –3 N) ⎛ I 3 ⎞
= (4 T) (5 × 10 –3 A) (0, 2 m) 3
1 × 10–5 = 4 × 10–7 ⎜ 18 × 10 –2 – 12 × 10 –2 ⎟
⎝ ⎠
= 0,28 1 × 10 –5 ⎛ I 3 ⎞
3
28
4 × 10 –7
= ⎜ 18 × 10 –2 – 12 × 10 –2 ⎟
= ⎝ ⎠
100
50 I 3
7 25 = 9
– 25
= 25 50 I 3
sin2 α + cos2 α = 1 50 = 9
cos2 α = 1 – sin2 α I3 = 9
⎛ 7 ⎞
2
Jadi, arus yang mengalir pada kawat ketiga
=1– ⎜ ⎟ sebesar 9 A.
⎝ 25 ⎠
49 5. Sebuah elektron dipercepat pada beda potensial
= 1 – 625
284,375 V sebelum memasuki medan magnet 25 mT
625 – 49
= secara tegak lurus. Diketahui massa elektron
625
9,1 × 10–31 kg dan muatan elektron 1,6 × 10–19 C.
576
cos2 α = 625
a. Tentukan besar kecepatan elektron dalam
24
medan magnet!
cos α = 25 b. Berapa jari-jari lintasan elektron?
Jadi, kosinus sudut yang dibentuk antara arah arus Jawaban:
24 Diketahui: V = 284,375 V
terhadap arah medan magnet adalah 25 . B = 25 mT = 25 × 10–3 T
me = 9,1 × 10–31 kg
4. Diketahui: I1 = 3 A
e = 1,6 × 10–19 C
I2 = 2 A
Ditanyakan: a. v
a23 = 18 cm = 18 × 10–2 m
b. r
a21 = (30 – 18) cm = 12 cm
Jawab:
= 12 × 10–2 m
a. Ep = Ek
μ0 = 4π × 10–7 T m/A
1
F2 = 1 × 10–5 N/m ke arah kanan e V = 2 m v2
Ditanyakan: I3 2 eV
Jawab: v2 = m
(2) (1,6 × 10 –19 C) (284,375 V)
= (9,1 × 10 –31 kg)
= 100 × 1012 m2/s2
I1 I2 I3 v = 1014 m2/s2
2

v = 1 × 107 m/s
Jadi, kecepatan elektron dalam medan
F21 F23 magnet sebesar 1 × 107 m/s.
mv
b. r = Be
(9,1 × 10 –31 kg) (107 m/s)
= (25 × 10–3 T) (1,6 × 10–19 C)
μ I I μ I I = 0,2275 × 10–2 m
F2 = 20π a3 2 – 0 1 2
32 2π a21 r = 2,275 mm
⎛ I I ⎞ Jadi, jari-jari lintasan elektron sebesar
μ I 3 1
F2 = 20π 2 ⎜ a – a ⎟ 2,275 mm.
⎝ 23 21 ⎠
(4π × 10 –7 ) (2) ⎛ I3 3 ⎞
1 × 10–5 = ⎜ –2
– –2 ⎟
2π ⎝ 18 × 10 12 × 10 ⎠

56 Medan Magnetik
Induksi Magnet pada μ 0I
B= 2π a
Penghantar Lurus

Hukum Biot-Savart
μ0Ia 2
Di Luar Lingkaran B= 2r 3

Induksi Magnet pada


Penghantar Melingkar
μ 0I
Di Pusat Lingkaran B= 2a
Induksi Magnet

Induksi Magnet pada μ0IN


B= 2π a
Sumbu Toroid
Hukum Ampere
μ0IN
Di Pusat Solenoid B= A

Induksi Magnet pada


Solenoid
μ0IN
Di Ujung Solenoid B= 2A

Medan Magnetik
Pada Kawat Penghantar F=BIA

Gaya Lorentz F=Bqv


Gaya Lorentz Pada Muatan yang Ber-
gerak dalam Medan
Magnet mv
Jari-Jari Lintasan r= qB

Pada Dua Kawat Sejajar μ0I1I 2 A


F= 2π a
Gaya Lorentz dan Berarus
Fluks Magnet

Fisika Kelas XII


Fluks Magnetik

57
φ = A B cos θ
A. Pilihan Ganda = 256 × 10 –4 + 144 × 10 –4 m
1. Jawaban: e
Diketahui: a = 60 cm = 400 × 10 –4 m
I1 = 6 A = 20 × 10–2 m
I2 = 12 A = 2 × 10–1 m
Ditanyakan: x μ0 I a 2
Jawab: B=
2r 3
Untuk mendapatkan medan magnet nol maka titik (4π × 10 –7 T m/A) (5 A) (12 × 10 –2 m)2
S diletakaan di kiri kawat 1. = 2(2 × 10 –1 m)3
(4π × 10 –7 ) (5) (144 × 10 –4 )
= (2) (8 × 10 –3 )
T
I1 I2
= 180π × 10–8 T
S
x 60 cm
= 1,8π × 10–6 T
Jadi, besar medan magnet yang dialami titik P
sebesar 1,8π × 10–6 T.
(60 + x) cm
3. Jawaban: d
Dari gambar tersebut, jarak titik S dari kawat 2
dapat dihitung dengan persamaan. A b B
B1 – B2 = 0 1
2 b
B1 = B2
b b
μ0 I1 μ0 I 2
2π a1 = 2π a2
I1 I2
= a D b C
a1 2
6A 12 A Kuat medan magnetik pada kawat tidak panjang.
x cm
= (60 + x) cm
A B
1A 2A θ1 θ
2
x cm
= (60 + x) cm
2x = 60 + x
x = 60 cm
μ I
a1 = x BAB = 4π0 a (cos θ1 – cos θ2)
= 60 cm μ0 I
a 2 = (60 + x) cm = 1 (cos 45° – cos 135°)
4π ( 2 b)
= (60 + 60) cm
= 120 cm μ I 1 1
= 2π0 b ( 2 2 – (– 2 2 ))
Jadi, letak titik S 60 cm di kiri kawat 1 dan 120 cm
di kiri kawat 2. μ I
= 2π0 b 2
2. Jawaban: b
Diketahui: a = 12 cm = 12 × 10–2 m 2 μ0 I
=
I =5A 2π b
x = 16 cm = 16 × 10–2 m Sementara itu, melalui kawat BC, CD, dan DA
Ditanyakan: B memiliki arah dan nilai yang sama. Oleh karena
Jawab: itu, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar adalah:
⎛ 2μ I ⎞ 2 2μ I
r = x2 + y 2 B = 4BAB = 4 ⎜⎜ 2π b0 ⎟⎟ = 0
⎝ ⎠ π b
Jadi, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar
= (16 × 10 –2 ) 2 + (12 × 10 –2 ) 2 m 2 2 μ0 I
adalah .
πb
58 Medan Magnetik
4. Jawaban: e Ditanyakan: B′
Diketahui: N = 120 lilitan Jawab:
a = 50 cm = 0,5 m μ0 I N
I = 15 A B= A
Ditanyakan: B μ0 I N1
B A1
Jawab: = μ0 I N 2
B′
μ0 I N A2
B = 2π a B N A
B′
= A 1 N2
(4π × 10 –7 T m/A) (15 A) (120) 1 2
= (2π ) (0,5 m) B N1 A 2
–4 B′
= N A
= 7,2 × 10 T 2 1

Jadi, besar induksi magnetik di sumbu toroid B 180 3


B′
= 135 4
sebesar 7,2 × 10–4 T.
B 1
5. Jawaban: a B′
= 1
Diketahui: I1 = I2 = I = 6 A B′ = B
a 1 = (20 + 4) cm = 24 cm Jadi, besar medan magnet di pusat solenoid
a 2 = 4 cm sekarang adalah tetap.
Ditanyakan: B
Jawab: 7. Jawaban: d
μ I
Diketahui: B = 0,4 R0
I1 I2
Ditanyakan: α
20 cm
P Jawab:
4 cm
⎛ 360 – α ⎞ μ I
B = ⎜ 360 ⎟ 20a
⎝ ⎠
μ I ⎛ 360 – α ⎞ μ I
24 cm 0,4 R0 = ⎜ 360 ⎟ 20R
⎝ ⎠
Induksi magnet di titik P oleh kawat 1 masuk ⎛ 360 – α ⎞ 1
bidang (B1 positif), sedangkan induksi magnet di 0,4 = ⎜ 360 ⎟ × 2
⎝ ⎠
titik P oleh kawat 2 keluar bidang (B2 negaif), ⎛ 360 – α ⎞
sehingga diperoleh 0,4 × 2 = ⎜ 360 ⎟
⎝ ⎠
B = B1 – B2 360 – α
0,8 =
μ0 I μ I 360
= – 0 0,8 × 360 = 360 – α
2 π a1 2 π a2
μ0 I ⎛ I – I ⎞ 288 = 360 – α
= ⎜ ⎟ α = 360 – 288
2π ⎝ a1 a2 ⎠
α = 72°
(4π × 10 –7 T m/A) (6 A) ⎛ 1

1 ⎞
= ⎜ –2 –2 ⎟ Jadi, sudut yang dibentuk adalah 72°.
2π ⎝ (24 × 10 m) (4 × 10 m) ⎠
⎛ 1 6 ⎞ 8. Jawaban: e
= 12 × 10–7 ⎜ 24 × 10 –2 – 24 × 10 –2 ⎟ T
⎝ ⎠ Diketahui: I1 = I2 = 4 A
⎛ –5 ⎞ a 1 = a2 = 4 cm = 4 × 10–2 m
= 12 × 10–7 ⎜ 24 × 10 –2 ⎟ T Ditanyakan: Bp
⎝ ⎠
= –2,5 × 10–5 T Jawab:
= 2,5 × 10–5 T keluar bidang gambar Dengan kaidah tangan kanan, arah medan
Jadi, besar induksi magnet di titik P sebesar magnet kedua kawat sama menuju P (masuk
2,5 × 10–5 T keluar bidang gambar. bidang).
Bp = B1 + B2
6. Jawaban: a
μ0 I1 μ0 I 2
Diketahui: A 1 = 4m = 2π a + 2a
1 2
A 2 = (4 – 1) m = 3m μ I 1
N1 = 180 lilitan = 20a ( π + 1)
N2 = (180 – 45) lilitan = 45 lilitan

Fisika Kelas XII 59


(4π × 10−7 T m/A)(4 A) 1 I solenoid N solenoid I toroid N toroid
= ( 3,14 + 1) = 2π atoroid
(2)(4 × 10−2 m) 2A solenoid
= (6,28 × 10–5 T)(1,3185) (8 A) (120) (4 A) ( N toroid )
(2) (6π cm) = (2π ) (16 cm)
= 8,28 × 10–5 T
(2) (120) N toroid
Jadi, besar induksi magnet total di pusat lingkaran =
6 16
sebesar 8,28 × 10–5 T. (2) (20) N toroid
1
= 16
9. Jawaban: a
Diketahui: I1 = I2 = I Ntoroid = (16)(40)
a1 = a Ntoroid = 640 lilitan
a 2 = 1,5a Jadi, jumlah lilitan pada toroid sebanyak 640 lilitan.
α = 60° 11. Jawaban: c
N1 = 2N Diketahui: A = 60 cm = 0,6 m
N2 = N B = 0,05 T
Ditanyakan: α R=5Ω
Jawab: V = 15 Volt
Bp = B1 – B2 Ditanyakan: F
⎛ 360 – α ⎞ μ I N μ0 I 2 N 2 Jawab:
Bp = ⎜ ⎟
0 1 1

⎝ 360 ⎠ 2π a1 2π a2 V
I = R
⎛ 360 – 60 ⎞ μ0 I × 2 N μ I×N
= ⎜ ⎟ – 0 15 V
⎝ 360 ⎠ 2π a 2π × 1,5a
= 5Ω
⎛ 300 ⎞ μ0 I N μ IN
= ⎜ ⎟ – 0 =3A
⎝ 360 ⎠ π a 3π a
5μ0 I N μ0 I N F=BIA
= –
6π a 3π a = (0,05 T)(3 A)(0,6 m)
5μ0 I N 2 μ0 I N = 0,09 N
= – 6π a
6π a Arah gaya Lorentz menggunakan kaidah tangan
3μ0 I N
= kanan karena arah arus ke bawah dan arah medan
6π a
magnet masuk ke bidang gambar maka arah gaya
μ0 I N
= Lorentz ke kanan.
2π a
Jadi, besar gaya Lorentz yang dialami kawat
Jadi, besar medan magnet di titik pusat P adalah
adalah 0,09 N ke arah kanan.
μ0 I N
. 12. Jawaban: e
2π a
10. Jawaban: e Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m
Diketahui: Lsolenoid = 6π cm I = 0,8 A
Nsolenoid = 120 lilitan B = 300 mT = 0,3 T
Isolenoid = 8 A α = 53°
rd = 15 cm Ditanyakan: F
rA = 17 cm Jawab:
Itoroid = 4 A F = B I A sin α
Ditanyakan: Ntoroid = (0,3 T)(0,8 A)(0,5 m) sin 53°
Jawab: = (0,3)(0,8)(0,5)(0,8) N
1
= 0,096 N
a = 2 (rd + rA) cm = 96 mN
1 Jadi, gaya Lorentz yang bekerja pada kawat
= 2 (15 + 17) cm sebesar 96 mN.
= 16 cm 13. Jawaban: a
Bsolenoid = Btoroid Diketahui: I1 = 8 A
μ0 I solenoid Nsolenoid μ0 I toroid N toroid I2 = 10 A
2A solenoid
= 2π atoroid I3 = 12 A

60 Medan Magnetik
a13 = 40 cm = 0,4 m 130
x = 13 cm
a23 = 20 cm = 0,2 m
A = 45 cm = 0,45 m x = 10 cm di kanan kawat 1
Ditanyakan: F3 atau
Jawab: 26 – x = 26 – 10 = 16 cm di kiri kawat 2
Kawat I Kawat II Kawat III Jadi, gaya magnetik yang dialami oleh kawat 3
adalah 10 cm di kanan kawat 1 atau 16 cm di kiri
kawat 2.
I1 I2 I3
F32 15. Jawaban: c
F31
Diketahui: v = 3 × 107 m/s
α = 45°
e = 1,6 × 10–19 C
20 cm 20 cm
F = 7,2 × 10–13 2
F3 = F31 – F32 Ditanyakan: B
μ I I μ I I Jawab:
= 20π a1 3 A – 20π a2 3 A
31 32 F = e v B sin α
μ0 I 3 A ⎛ I1 I ⎞ F
= ⎜ – 2 ⎟ B = e v sin α
2π ⎝ a31 a32 ⎠
(7, 2 × 10 –13 2 N)
(4π × 10 –7 T m/A) (12 A) (0, 45 m) ⎛ 8 A – 10 A ⎞ =
= ⎜ ⎟ (1,6 × 10 –19 C) (3 × 107 m/s) sin 45°
2π ⎝ 0, 4 m 0, 2 m ⎠
= (2 × 10–7)(12)(0,45)(20 – 50) N (7, 2 × 10 –13 2 N)
= 1
= (2 × 10–7)(12)(0,45)(–30) N (1,6 × 10 –19 C) (3 × 107 m/s) 2 2
= –324 × 10–7 N = 0,3 T
= –3,24 × 10–5 N = 300 mT
Jadi, besar gaya magnetik yang dialami kawat III Jadi, besar medan magnet yang dihasilkan sebesar
sebesar 3,24 × 10–5 N arahnya ke kiri. 300 mT.
14. Jawaban: b 16. Jawaban: d
Diketahui: A = 1,5 m Diketahui: q = 5 mC = 5 × 10–3 C
a = 26 cm I =9A
I1 = 5 A a = 2 mm = 2 × 10–3 m
I2 = 8 A F = 18 μN=18 × 10–6 N
I3 = 6 A Ditanyakan: v
a13 = x cm Jawab:
a23 = (26 – x) cm μ0 I
B=
Ditanyakan: x 2π a
Jawab: (4π × 10 –7 T m/A) (9 A)
= (2π ) (2 × 10 –3 m)
F3 = 0
F31 – F32 = 0 = 9 × 10–4 T
F31 = F32 F=qvB
μ0 I1 I 3 μ I I F
2π a31
A = 20π a2 3 A v = qB
32
I1 I2 (18 × 10 –6 N)
a31 = a = (5 × 10 –3 C) (9 × 10 –4 T)
32
5 8 = 0,4 × 10
= 26 – x
x = 4 m/s
130 cm – 5x = 8x Jadi, kelajuan partikel sebesar 4 m/s.
130 cm = 5x + 8x
130 cm = 13x

Fisika Kelas XII 61


17. Jawaban: e 19. Jawaban: e
Diketahui: q 1 = 8 μC Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m
q 2 = 12 μC F = 1,5N
r1 = 10 cm B = 0,3 T
r2 = 24 cm Ditanyakan: I dan arah I
v 2 = 1,5v1 Jawab:
Ditanyakan: m1 : m2 F=BIA
Jawab: F
mv
I = BA
r= Bq (1,5 N)
mv=qBr = (0,3 T) (0, 2 m)
m rB = 25 A
q
= v Arah arus I menggunakan kaidah tangan kanan,
q1 r1 B jika arah gaya Lorentz keluar bidang gambar dan
m1 v1 arah medan magnet ki kiri maka arah arus
m2 = q2 r2 B
v2 mengalir dari Q ke P.
⎛ q ⎞ ⎛ r ⎞ ⎛v ⎞ Jadi, besar dan arah arus pada konduktor PQ
= ⎜ q1 ⎟ ⎜ 1 ⎟ ⎜ v2 ⎟ adalah 25 A dari Q ke P.
⎝ 2 ⎠ ⎝ r2 ⎠ ⎝ 1 ⎠
⎛ 8 ⎞ ⎛ 10 ⎞ ⎛ 1,5v ⎞ 20. Jawaban: d
= ⎜ ⎟ ⎜ 24 ⎟ ⎜ v 1 ⎟
⎝ 12 ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ 1 ⎠ Diketahui: I1 = 2I
5 I2 = 4I
= 12 a1 = a
= 5 : 12 a 2 = a + 3a = 4a
Jadi, perbandingan antara partikel pertama dan Ditanyakan: F
kedua adalah 5 : 12. Jawab:
18. Jawaban: c Arah gaya yang terjadi pada kawat persegi.
B
Diketahui: m = 2 × 10–8 kg Besar F1
P Q
q = 48 μC = 48 × 10–6 C F μ0 I1I 2 μ0 (2 I )(4 I )
A
= 2π a = 2π (a)
B = 600 mT = 0,6 T 1 I1 I2
F2
Ditanyakan: ω
F1
4 μ0 I 2
=
Jawab: πa O R

FL = FS Besar F2 A

2 F2 μ0 I1I 2 μ0 (2 I )(4 I ) μ I2
v = 2π a = 2π (4a) = 0
q v B=m A 2 πa
r
v
Gaya per satuan panjang pada kawat persegi
q B= mr F F F 4μ I 2 μ I2 3μ I 2
= A1 – A2 = 0 – 0 = 0
ωr A πa πa πa
q B= m r Jadi, gaya per satuan panjang pada kawat persegi
q B = mω 3μ0 I 2
sebesar .
qB πa
ω= m
(48 × 10 –6 C) (0,6 T) B . Uraian
= 2 × 10 –8 kg
= 1.440 rad/s 1. Diketahui: I =8A
Jadi, kecepatan sudut partikel tersebut sebesar μ0 = 4π × 10–7 T m/A
1.440 rad/s. a = 12 cm = 12 × 10–2 m
Ditanyakan: B

62 Medan Magnetik
Jawab: μ0 I a 2
B= N
μ0 I 2r 3
B=
2π a (4π × 10 –7 T m/A) (5 A) (196 × 10 –4 m 2 )
= (250)
(4π × 10 –7 T m/A) (8 A) (2) (125.000 × 10 –6 m3 )
= (2π ) (12 × 10 –2 m) = 3,92π × 10–5 T
= 1,33 × 10–5 T Jadi, besar medan magnet yang dialami titik P
Jadi, besar medan magnet di titik P sebesar sebesar 3,92π × 10–5 T.
1,33 × 10 –5 T.
1
4. Diketahui: L′ = 4 L
2. Diketahui: I1 = I
1 3 I′ = 2I
a1 = a – 4 a = 4 a N′= 2N
1 Ditanyakan: B′
a2 = 4 a Jawab:
μ0 I N
Ditanyakan: I2 dan arah I2 B L
Jawab: B′
= μ0 I ′ N ′
L′
BQ = 0
IN
B1 – B2 = 0 B L
B′
= I′ N′
B1 = B2 L′
μ0 I1 μ0 I 2 B ⎛ I ⎞ ⎛ N ⎞ ⎛ L′ ⎞
2π a1 = 2π a = ⎜ I′ ⎟ ⎜ N′ ⎟ ⎜ L ⎟
2 B′ ⎝ ⎠⎝ ⎠⎝ ⎠
I1 I2 ⎛ I ⎞ ⎛ N ⎞ ⎛ L⎞
1
B
a1 = a = ⎜ 2I ⎟ ⎜ 2 N ⎟ ⎜ 4 ⎟
2 B′ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠⎝ L ⎠
I I2 B 1
3
a = 1a B′
= 16
4 4
I I B′ = 16 B
3
= 12 Jadi, kuat medan magnet di pusat solenoid
3I2 = I sekarang sebesar 16 B.
1 5. Diketahui: N = 3.000 lilitan
I2 = 3 I
I =6A
Arah I2 karena arah medan magnet pada kawat 1
B = 30 mT = 0,03 T
masuk bidang gambar maka arah medan magnet
rd = 8 cm = 8 × 10–2 m
pada kawat 2 harus keluar bidang gambar,
Ditanyakan: rl
sehingga arah I2 mengarah ke atas.
Jawab
Jadi, besar dan arah induksi pada kawat kedua μ0 I N
1 B = 2π a
sebesar 3 I ke atas.
μ0 I N
3. Diketahui: N = 250 lilitan a = 2π B
I =5A (4π × 10 –7 T m/A) (6 A) (3.000)
x = 48 cm = 48 × 10–2 m = (2π ) (0,03 T)
a = 14 cm = 14 × 10–2 m = 0,12 m
Ditanyakan: B a = 12 cm
Jawab: 1
a = 2 (rd + rA)
r = x2 + a2
1
2 2 12 = 2 (8 + rA)
= 48 + 14 cm
24 = 8 + rA
= 2.304 + 196 cm rA = (24 – 8) cm
= 2.500 cm rA = 16 cm
= 50 cm Jadi, jari-jari luar pada toroid sebesar 16 cm.
= 50 × 10–2 m

Fisika Kelas XII 63


6. Diketahui: A = 1,5 m 9. Diketahui: I1 = 3 A
B = 6π × 10–5 T I2 = 6 A
N = 300 lilitan I3 = 4 A
R = 50 Ω a21 = (30 – 20) cm = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: V a23 = 20 cm = 0,2 m
Jawab: A = 30 cm = 0,3 m
μ0 I N Ditanyakan: Besar dan arah F2
B = A Jawab: kawat I kawat II kawat III
BA
I = μ0 N
(6π ×10−5 T)(1,5 m)
= (4π ×10−7 Tm/A)(300) i1 i2
F21
i3

9 × 10−5 F32
= 12 × 10−5 A
= 0,75 A
F2 = F21 + F32
V =IR
= (0,75 A)(50 Ω) μ0 I1 I 2 A μ0 I 2 I 3 A
= 2π a + 2π a23
= 37,5 V 21

Jadi, tegangan power supply tersebut adalah μ0 I 2 A ⎛ I1 I ⎞


= ⎜ + 3 ⎟
37,5 V. 2π ⎝ a21 a23 ⎠
7. Diketahui: v = 6 × 105 m/s (4π × 10 –7 T m/A) (6 A) (0,3 m) ⎛ 3 A + 4 A ⎞
= ⎜ ⎟
I =4A 2π ⎝ 0,1 m 0, 2 m ⎠
a = 12 mm = 12 × 10–3 m = (3,6 × 10–7(30 + 20)) N
q = –1,6 × 10–19 C = (3,6 × 10–7 × 50) N
Ditanyakan: F = 1,8 × 10–5 N
Jawab: Arah F2 karena gaya F21 dan F32 sama-sama
F =Bqv mengarah ke kanan, maka arah gaya magnetik
μ0 I pada kawat kedua tetap ke arah kanan.
= ( 2π a ) q v Jadi, besar dan arah gaya magnetik yang dialami
(4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(1,6 × 10−19 C)(6 × 105 m/s) kawat 2 adalah 1,8 × 10–5 N ke kanan.
= (2π )(12 × 10−3 m)
153,6π × 10 −21 10. Diketahui: Ek = 2.500 eV
= N = (2.500)(1,6 × 10–19) J
24π × 10−3
= 6,4 × 10–18 N = 4 × 10–16 J
Jadi, gaya magnetik yang dialami elektron sebesar B = 200 gauss
6,4 × 10–8 N. = 2 × 10–2 T
q = 1,6 × 10–19 C
8. Diketahui: B = 0,5 T m = 9,1 × 10–31 kg
E = 5 × 104 N/C Ditanyakan: R
Ditanyakan: v Jawab:
Jawab: mv
FLorentz = FCoulumb R = qB
qvB=qE 2 m Ek
vB=E = qB
E
v= B 2(9,1 × 10 –31 kg)(4 ×10 –16 J)
=
5 × 104 N/C (1,6 × 10 –19 C)(2 ×10 –2 T)
= 0,5 T 72,8 × 10 –47
5 = m
v = 1 × 10 m/s 3, 2 × 10 –21
Jadi, besar kelajuan gerak partikel tersebut sebesar 26,9 × 10 –24
1 × 105 m/s. = m = 8,4 × 10–3 m
3, 2 × 10 –21
Jadi, jari-jari lintasan elektron sebesar 8,4 × 10–3 m.

64 Medan Magnetik
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: e
Diketahui: RA = 31,92 Ω
1. Jawaban: b I =2A
Diketahui: n = 3,6 × 1020 elektron Rshunt = 0,08 Ω
e = 1,6 × 10–19 C Ditanyakan: IA
t = 3 menit = 3 × 60 s = 180 s Jawab:
Ditanyakan: I
R
Jawab: Rshunt = n −A1
Menentukan laju muatan listrik = menentukan 31,92 Ω
kuat arus listrik. 0,08 Ω = n −1
I = t
q 0,08 Ω (n – 1) = 31,92 Ω
31,92 Ω
ne n – 1 = 0,08 Ω
= t n – 1 = 399
(3,6 ×1020 )(1,6 ×10−19 C) n = 399 + 1 = 400
= 180 s I
= (0,032 C/s)(10) n= I
A
= 0,32 C/s 2A
Jadi, laju muatan listrik yang mengalir sebesar 400 = I
A
0,32 C/s. 2A
IA = 400
2. Jawaban: d
IA = 0,005 A
Diketahui: Vv = 30 V
IA = 5 mA
RV = 2.500 Ω
Jadi, batas ukur maksimum pada amperemeter
Rmuka = 7,5 kΩ = 7.500 Ω
tersebut adalah 5 mA.
Ditanyakan: V
Jawab: 4. Jawaban: a
Rmuka = (n – 1) Rv Diketahui: R0 = 30 Ω
7.500 Ω = (n – 1)(2.500 Ω) T0 = 20°C
7.500 Ω
R = 42 Ω
=n–1 T = 70°C
2.500 Ω
T ′ = 100°C (karena suhu mendidih)
3 =n–1 Ditanyakan: R′
n–1 =3 Jawab:
n =3+1 Menentukan koefisien muai hambatan:
n =4 R = R0( 1 + α(T – T0))
V 42 Ω = 30 Ω ( 1 + α(70°C – 20°C))
n =V
v 1,4 = 1 + α (70 – 20)°C
V = nVV 1,4 = 1 + 50°C α
= (4)(30 V) 50°Cα = 1,4 – 1
= 120 V 50°Cα = 0,4
Jadi, tegangan yang terukur pada voltmeter 0, 4
α= = 0,008/°C
sebesar 120 V. 50o C

Fisika Kelas XII 65


R′ = R0(1 + α (T – T0)) Hambatan Rs , Rs , R4 , R7 , dan R8 tersusun
1 2
= 30 Ω(1 + (0,008/°C))(100 – 20)°C) rangkaian seperti pada gambar berikut.
= 30 Ω(1 + (0,008/°C))(80°C))
= 30 Ω(1 + 0,64) Rs
1
R8
= 30 Ω(1,64) Rs
2
= 49,2 Ω
Jadi, hambatan logam sekarang naik menjadi R4 R7
49,20 Ω.
Rangkaian di atas diuji dengan persamaan:
5. Jawaban: e
Rs R7 = R4 R8
Diketahui: R1 = 8 Ω R7 = 2 Ω 1

R2 = 6 Ω R8 = 3 Ω (9 Ω)(2 Ω) = (6 Ω)(3 Ω)
R3 = 3 Ω R9 = 7 Ω 18 Ω = 18 Ω
R4 = 6 Ω R10 = 8 Ω Rangkaian di atas dapat diselesaikan dengan
R5 = 4 Ω R11 = 8 Ω konsep jembatan Wheatstone artinya hambatan
R6 = 2 Ω R12 = 2 Ω R s dianggap tidak ada sehingga hambatan
2
Ditanyakan: R pengganti jembatan Wheatstone diperoleh:
Jawab:
1 1 1
Mengubah bentuk rangkaian sederhana: = +
RWheatstone Rs1 + R8 R4 + R7
R2 R3 R8 1 1
R6 R9 R10 = + 6Ω+2Ω
9Ω+3Ω
A R1 B 1 1
R5 = +
12 Ω 8Ω
R11 R12
R4 R7 2 3
= 24 Ω + 24 Ω
Jika R 9,10 diparalel dengan R 11,12 maka R p 1 5
1
diperoleh: RWheatstone
= 24 Ω
1 1 1 24
Rp1
= R +R + RWheatstone = 5 Ω
9 10 R11 + R12
1 1 RWheatstone = 4,8 Ω
= + 8Ω+2Ω
7 Ω+8Ω Rangkaian R1 , RWheatstone , dan Rp tersusun seri,
1
1 1 maka hambatan akhir tersebut diperoleh:
= +
15 Ω 10 Ω R = R1 + RWheatstone + Rp
1
2 3 = 8 Ω + 4,8 Ω + 6 Ω
= +
30 Ω 30 Ω = 18,8 Ω
1 5 Jadi, besar hambatan listrik pengganti sebesar
= 30 Ω
Rp1 18,8 Ω.
30
RP = 5 Ω 6. Jawaban: b
1
Rp = 6 Ω Diketahui: R1 =1Ω R8 =3Ω
1
R2 =5Ω R9 =4Ω
Jika R2 dan R3 disusun seri maka Rs diperoleh:
1 R3 =3Ω R10 = 12 Ω
Rs = R2 + R3
1 R4 =2Ω R11 =8Ω
=6Ω+3Ω
R5 =6Ω R12 =3Ω
=9Ω
R6 =4Ω R13 =1Ω
Jika R5 dan R6 disusun seri maka Rs2, diperoleh:
R7 =2Ω R14 =2Ω
Rs = R5 + R6
2 I =2A
=4Ω+2Ω
Ditanyakan: V
=6Ω

66 Penilaian Tengah Semester 1


Jawab: Jika R13,14 dan R12 tersusun paralel, maka Rp
4
R2 R9 diperoleh:
1 1 1
R
Rp4
= R +R +
R1 R3 10
R11 13 14 R12

R7
1 1
= + 3Ω
1Ω + 2 Ω
2 1 1
R8
R1 = + 3Ω
R4 R R13 3Ω
5
2
R6 R14
= 3Ω
Rp = 1,5 Ω
Jika R 1,2 dan R 3 tersusun paralel, maka Rp 4
Jika R7 dan R8 tersusun seri, maka Rs diperoleh:
1
diperoleh: Rs = R7 + R8
1

1
1 1 1 =2Ω+3Ω
Rp1
= R +R +
1 2 R3 =5Ω
1 1 Hambatan Rp , Rp , Rs , Rp , dan Rp disusun
1 2 1 3 4
= + 3Ω seperti gambar berikut.
1Ω + 5 Ω

1 1 Rp Rp
= 6Ω + 1
3

1 2 Rs
1
= 6Ω +

Rp Rp
2 4
1 3
= 6Ω
Rp1
Rangkaian di atas diuji dengan persamaan:
Rp = 2 Ω Rp1 Rp4 = Rp2 Rp3
1
Jika R 4,6 dan R 5 tersusun paralel, maka Rp (2 Ω)(1,5 Ω)= (3 Ω)(6 Ω)
2
diperoleh: 3 Ω ≠ 18 Ω
1 1 1 Rangkaian di atas dapat diselesaikan dengan
Rp2
= R +R +
4 6 R5 konsep rangkaian delta, maka rangkaian tersebut
1 1 diubah menjadi:
= + 6Ω
2Ω+4Ω
Rp
1 1 1 Rp
= 6Ω
+ 6Ω Ra
3

2 Rs
= 6Ω Rb 1

Rc
Rp = 3 Ω Rp Rp
2 4
2
Jika R9,11dan R10 tersusun paralel, maka Rp
3
diperoleh:
1 1 1 Rp Rs1
Rp3
= R +R + Ra = R + R + R
1

9 11 R10 p1 s1 p2
1 1
= 4 Ω + 8 Ω + 12 Ω (2 Ω)(5 Ω)
= 2Ω+5Ω+3Ω
1 1
= 12 Ω + 12 Ω 10
= 10 Ω
1 2
= 12 Ω =1Ω
Rp3
Rp = 6 Ω
3

Fisika Kelas XII 67


Rp Rp2 7. Jawaban: e
Rb = 1
Diketahui: R1 = 10R
Rp1 + Rs1 + Rp2
R2 = 5R
(2 Ω)(3 Ω) R3 = R
= 2Ω+5Ω+3Ω
R4 = 4R
6 R5 = 2R
= 10 Ω = 0,6 Ω
R6 = 10R
Rp Rs1 V1 = 24 V
Rc = 2
Ditanyakan: V
Rp1 + Rs1 + Rp2
Jawab:
(3 Ω)(5 Ω)
= 2Ω+5Ω+3Ω Jika R2 , R3 , R4 , R5 , dan R6 tersusun rangkaian
jembatan Wheatstone, maka diuji dengan
15
= 10 Ω = 1,5 Ω persamaan:
R2 R5 = R3 R6
Sehingga rangkaian delta di atas berubah menjadi:
(5R)(2R) = (R)(10R)
Ra Rp
3 10R2 = 10R2
Dari hasil tersebut hambatan R4 dianggap tidak
Rb ada sehingga diperoleh R2,6 dan R3,5 tersusun
paralel, maka Rp1:
1 1 1
Rp1
= +
R2 + R6 R3 + R5
Rc Rp 1 1
4
= 5 R + 10 R + R + 2 R
Jika Ra,p3 dan Rc,p4 tersusun paralel, maka Rp5
1 1
diperoleh: = 15R + 3R
1 1 1
= + 1 5
Rp5 Ra + Rp3 Rc + Rp4 = 15R + 15R
1 1
= + 1,5 Ω + 1,5 Ω 6
1Ω + 6 Ω = 15R
1 1 Rp = 2,5R
= 7Ω + 3Ω 1
Jika R1 dan Rp tersusun seri, maka hambatan
1
3 7 pengganti akhir diperoleh:
= +
21 Ω 21 Ω R = R1 + Rp
1
1 10
= 21 Ω = 10R + 2,5R
Rp5
= 12,5R
Rp = 2,1 Ω
5 Karena R1 dan Rp tersusun seri, maka
1
Jika Rb dan Rp tersusun seri, hambatan pengganti I1 = Ip = I
5 1
akhir diperoleh: I1 = I
R = Rb + Rp V1 V
5
= R
= 0,6 Ω + 2,1 Ω R1
= 2,7 Ω 24 V
= 12,5R
V =IR 10R
= (2 A)(2,7 Ω) 24 V
= 12,5
10
= 5,4 V
Jadi, besar sumber tegangan pada rangkaian (24 V)(12,5) = 10V
tersebut adalah 5,4 V. 300 = 10V
10V = 300 V
V = 30 V
Jadi, sumber tegangan pada rangkaian tersebut
adalah 30 V.

68 Penilaian Tengah Semester 1


8. Jawaban: c 9. Jawaban: b
Diketahui: I = 0,75 A R4 =4Ω Diketahui: Lampu = P1 = 25 W
R1 =6Ω R5 =5Ω Radio = P2 = 40 W
R2 =2Ω E1 = 18 V Kipas angin = P3 = 70 W
R3 =3Ω E2 =9V TV = P4 = 75 W
r1 = 0,25 Ω Setrika = P5 = 250 W
Ditanyakan: r2 Kulkas = P6 = 450 W
Jawab: I5 = 1,25 A
R3 Ditanyakan: I3 dan I6
Jawab:
Keenam peralatan listrik tersusun paralel maka
R4 R5 besar tegangan listrik yang mengalir di tiap-tiap
peralatan listrik adalah sama sehingga:
V1 = V2 = V3 = V4 = V5 = V6 = Vsumber
Jika R4,5 dan R3 tersusun paralel, Rp diperoleh: P = VI
1 1 1 P
= + V = I
Rp R4 + R5 R3
1 1 Arus listrik yang mengalir pada kipas angin.
= 4Ω+5Ω
+ V3 = V5

P3 P5
1 1 = I
= + I3 5
9Ω 3Ω
1 3 70 W 250 W
= + I3 = 1, 25 A
9Ω 9Ω
1 4 200 W/A I3 = 70 W
=
Rp 9Ω 70 W
Rp = 2,25 Ω I3 = 200 W/A
Rangkaian di atas menggunakan arah loop I3 = 0,35 A
sehingga rangkaian tersebut berubah seperti Arus listrik yang mengalir pada kulkas.
gambar berikut. V6 = V5
R1 P6 P5
I6 = I
5

450 W
I6 = 200 W/A
E1
(200 W/A)I6 = 450 W
450 W
I6 = 200 W/A
R2 E2 Rp
I6 = 2,25 A
Sesuai dengan hukum II Kirchhoff, maka Jadi, besar arus yang mengalir pada kipas angin
ΣE = ΣIR dan kulkas berturut-turut 0,35 A dan 2,25 A.
E1 – E2 = I(R1 + R2 + Rp + r1 + r2) 10. Jawaban: e
18 V – 9 V = 0,75A(6 Ω + 2 Ω + 2,25 Ω + 0,25 Ω + r2) Diketahui: R1 = R2 = R3 = R
9 V = 0,75 A (10,5 + r2) RT = 20R
9V Ditanyakan: n
0,75 A
= 10,5 + r2
12 Ω = 10,5 Ω + r2
r2 = (12 – 10,5) Ω
r2 = 1,5 Ω
Jadi, sumber tegangan 9 V memiliki hambatan
dalam sebesar 1,5 Ω.

Fisika Kelas XII 69


Jawab: X ⎛ 2⎞
2

R1,3 dan R2 tersusun paralel, maka Rp diperoleh: X +5


=⎜ ⎟
⎝ 3⎠
1 1 1 X 4
= + = 9
Rp R1 + R3 R2 X +5

1 1
9X = 4X + 20
= R+R + R 5X = 20
R2 X= 4
R1
1 1
= + qC = –(X + 2)
2R R
= –(4 + 2)
3 = –6
= 2R R3
Jadi, besar muatan listrik C tersebut adalah –6 μC.
2R
Rp = 3 12. Jawaban: c
Diketahui: q y = 12 μC = 12 × 10–6 C
Jika Rp sebanyak n rangkaian tersusun seri, besar
hambatan total diperoleh: qz = 6,4 μC = 6,4 × 10–6 C
RT = nRp ry = 2 cm = 2 × 10–2 m
RT 20 R rz = (2 + 6) cm
n = R = = 30 buah
p
2R
3
= 8 cm = 8 × 10–2 m
Jadi, banyak rangkaian listrik yang terpasang k = 9 × 109 N m2/ C2
adalah 30 buah. Ditanyakan: Es
11. Jawaban: d Jawab:
Diketahui: qA = +X μC Arah medan listrik yang ditimbulkan setiap
qB = +(X + 5) μC muatannya sebagai berikut.
qC = –(X + 2) μC
EZ EY
rAB = 12 cm
rAC = 4,8 cm S
Y Z
Ditanyakan: qC
Jawab: Berdasarkan ilustrasi di atas, karena kedua medan
Susunan ketiga muatan listrik sebagai berikut. listrik yang dialami titik S berlawanan arah maka
qA qC qB
dapat dihitung dengan persamaan:
FAC FBC Es = Ey – Ez
qy qz
rAC =k –k
2
r y r 2z
rAB ⎛ qy q ⎞
= k ⎜⎜ 2 − 2z ⎟⎟
rBC = rAB – rAC = 12 cm – 4,8 cm = 7,2 cm ⎝r y r z ⎠
FC = 0 ⎛ 12×10−6 C 6,4×10−6 C ⎞
FAC – FBC = 0 = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ (2×10−2 m)2 − (8×10−2 m)2 ⎟⎟
⎝ ⎠
FAC = FBC
qA qC qB qC ⎛ 12 ×10−6 C 6, 4 ×10−6 C ⎞
k r2 = k r2 = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 4 ×10−4 m 2 − 64 ×10−4 m 2 ⎟⎟
AC BC ⎝ ⎠
qA qB = (9 × 10 9 Nm 2 /C 2 )(3 × 10 –2 C/m 2 –
=
r 2 AC r 2 BC 0,1 × 10–2 C/m2)
qA r 2 AC = (9 × 109 Nm2/C2)(2,9 × 10–2 C/m2)
qB = r2 = 26,1 × 107 N/C
BC

X 4,82 = 2,61 × 108 N/C ke kanan


X +5
= 7, 22
Jadi, besar dan arah medan listrik yang dirasakan
2
X ⎛ 4,8 ⎞ pada titik S sebesar 2,61 × 108 N/C ke kanan.
X +5
= ⎜ 7, 2 ⎟
⎝ ⎠

70 Penilaian Tengah Semester 1


13. Jawaban: d (12)(m) = (5)(300 × 10–6) kg
Diketahui: q = 4 μC = 4 × 10–6 C 12m = 1.500 × 10–6 kg
E = 750 N/C m = 125 × 10–6 kg
12 = 125 × 10–3 g
sin θ = 13
= 0,125 g
g = 10 m/s2 1
= 8 g
Ditanyakan: m
1
Jawab: Jadi, massa partikel bermuatan tersebut sebesar 8 g.

14. Jawaban: d
θ Diketahui: d = 8 cm
R = 4 cm
E rA = 2 cm
Flistrik rB = 8 cm
θ Ditanyakan: VA : VB
Jawab:
W

12
sin θ = 13
A B
sin θ
tan θ = cos θ
R = 4 cm 2 cm
8 cm
sin θ
=
1 − sin 2 θ
12 d = 8 cm
13
=
Menentukan potensial listrik di titik A.
( )
2
12
1−
13 Oleh karena rA< R, maka besar VA:
12
q
=
13 VA = k R
144
1 − 169
q
12 =k4V
13
= 25 Menentukan potensial listrik di titik B.
169 Oleh karena rB > R, maka besar VB:
12
q
=
13 VB = k
5 rB
13
q
12 = k8 V
= 5
q q
Flistrik VA : VB = k 4 : k 8
tan θ = W 1 1
= 4 : 8
12 qE
= mg =2:1
5
Jadi, perbandingan potensial listrik yang dialami
12 (4 ×10−6 C)(750 N/C) titik A dan B adalah 2 : 1.
5
= m (10 m/s 2 ) 15. Jawaban: c
12 (300 × 10−6 ) kg Diketahui: VA = 4 × 106 V
5
= m VB = 12 × 106 V
W = 2,4 × 108 J
Ditanyakan: q

Fisika Kelas XII 71


Jawab: Vp = VA + VB + VC + VD
W = q (VB – VA) q qB q qD
W = k rA + k + k rC + k
rB rD
q = VB − VA
A C

2, 4 ×108 J ⎛ qA qB qC qD ⎞
= k⎜ + + + ⎟
= 12×106 V − 4 ×106 V ⎝ rA rB rC rD ⎠
2, 4 ×108 J ⎛ 4 ×10 −6
= 8×106 V 2 ×10 −6 −6 ×10 −6 −3 ×10 −6 ⎞
= 9 × 109 ⎜⎜ 10 ×10 −2 + 10 ×10 −2 + 6 ×10 −2
+ ⎟
6 ×10 −2 ⎟⎠

= 0,3 × 102 C
= 30 C =9× 109(0,4
× 10–4 + 0,2 × 10–4 – 1 × 10–4
– 0,5 × 10 )–4
Jadi, besar muatan listrik tersebut adalah 30 C.
= 9 × 109 × (–0,9 × 10–4)
16. Jawaban: a = –8,1 × 105 V
Diketahui: qA = 4 μC = 4 × 10–6 C Jadi, potensial listrik yang dirasakan titik P sebesar
qB = 2 μC = 2 × 10–6 C –8,1 × 105 V.
qC = 6 μC = 6 × 10–6 C
qD = 3 μC = 3 × 10–6 C 17. Jawaban: e
x = 12 cm = 12 × 10–2 m Diketahui: d = 6 cm
y = 8 cm = 8 × 10–2 m R = 3 cm
k = 9 × 109 Nm2/C2 q = 80 μC = 80 × 10–6 C
Ditanyakan: Vp VA = 24 × 106 V
Jawab: VB = 6 × 106 V
qA qB VC = 9 × 106 V
Ditanyakan: letak titik A, B, dan C
Jawab:
Potensial listrik yang dialami suatu titik di dalam
rA rB y
dan di permukaan bola:
q
V=k
R
qC qD Potensial listrik yang dialami suatu titik di luar bola:
rC rD
q
x V=k
r
Letak titik A:
1
rC = rD = x q
2 VA = k rA
A
1
= 2 × 12 × 10–2 q
rA = k VA
= 6 × 10–2 m A

⎛ 80 ×10−6 C ⎞
rA = rB = rD 2 + y 2 = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 24 ×106 V ⎟⎟
⎝ ⎠
−2 2 −2 2
= (6 × 10 ) + (8 × 10 ) = 30 × 10–3 m
= 3 cm
= 36 ×10−4 + 64 ×10 −4 Oleh karena rA = R, kemungkinan letak titik A
berada di permukaan atau di dalam bola konduktor
= 100 ×10−4 berongga.
= 10 × 10–2 m Letak titik B:
qB
VB = k
rB

72 Penilaian Tengah Semester 1


qB =(9 × 109 Nm2/C2)(0,2 × 10–4 – 0,4 × 10–4)
rB = k = (9 × 109 Nm2/C2)(–0,2 × 10–4)
VB
= –1,8 × 105 V
⎛ 80 ×10−6 C ⎞
= (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 6 ×106 V ⎟⎟ Jadi, besar potensial listrik yang dirasakan pada
⎝ ⎠ titik pusat O tersebut adalah –1,8 × 105 V.
= 120 × 10–3 m 19. Jawaban: c
= 12 cm Diketahui: C = 6 μF = 6 × 10–6 F
Oleh karena rB > R, maka letak titik B berada di W = 4,32 × 10–4 J
luar bola konduktor berongga. Ditanyakan: V
Letak titik C:
Jawab:
q
V C = k rC 1
C W = 2 CV 2
q
rC = k VC V2 = C
2W
C
⎛ 80 ×10−6 C ⎞
(2)(4,32 ×10−4 J)
= (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 9 ×106 V ⎟⎟ =
⎝ ⎠ 6 ×10−6 F
= 80 × 10–3 m = 1,44 × 102 V2
= 8 cm = 144 V2
Oleh karena rC > R, maka letak titik C di luar bola
2
konduktor berongga. Letak ketiga titik tersebut V = 144 V
adalah titik A berada di permukaan atau di dalam = 12 V
bola konduktor berongga, titik B dan titik C di luat Jadi, beda potensial antarkeping tersebut adalah
bola konduktor berongga. Jadi, pilihan jawaban 12 V.
yang tepat adalah e.
20. Jawaban: d
18. Jawaban: b Diketahui: C1 = 8 μF
Diketahui: x = 25π cm C2 = 7 μF
α = 360° – 60° = 300° C3 = 4 μF
q1 = 3 μC = 3 × 10–6 C C4 = 6 μF
q2 = 6 μC = 6 × 10–6 C V = 10 V
k = 9 × 109 Nm2/C2 Ditanyakan: q1 : q4
Ditanyakan: Vo Jawab:
Jawab: Kapasitor C1 dan C2 tersusun paralel sehingga Cp1
α x q2
= K diperoleh:
360° lingkaran Cp1 = C1 + C2 = 8 μF + 7 μF = 15 μF
300° 25π r2 Kapasitor C3 dan C4 tersusun paralel sehingga Cp2
360°
= 2π r O
diperoleh:
r1
5 25 q1 α Cp2 = C3 + C4 = 4 μF + 6 μF = 10 μF
= 2r
6 Kapasitor Cp1 dan Cp2 tersusun seri sehingga
10r = 150 x kapasitor pengganti diperoleh:
r = 15 cm 1 1 1
r = 15 × 10–2 m C
= C +
p1 Cp2
Vp = V1 + V2
1 1
q q = +
= k r1 + k r2 15 μF 10 μF
1 2
2 3
⎛ q1 q2 ⎞ = +
= k⎜ + 30 μF 30 μF

⎝ r1 r2 ⎠ 5
=
−6
⎛ 3×10 C −6 ×10 C ⎞ −6 30 μF
= (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ −2
+ −2 ⎟⎟ C = 6 μF
⎝ 15 ×10 m 15 × 10 m ⎠

Fisika Kelas XII 73


q = CV Kesimpulan dari gambar di atas, medan magnet di
= (6 μF)(10 V) titik A mengarah ke utara, sedangkan medan
= 60 μC magnet di titik B mengarah ke selatan.
Jika Cp1 dan Cp2 tersusun seri, maka besar muatan
22. Jawaban: d
listrik yang tersimpan qp1 dan qp2 adalah sama
Diketahui: IB = 14 A
sehingga
α = 150°
qp1 = qp2 = q = 60 μC
BO = 0 T
Menentukan besar muatan listrik yang tersimpan aA = 6 cm
di q1.ditinjau dari susunan paralel pertama. Jika aB = (6 + 3) cm = 9 cm
C1 dan C2 tersusun paralel, beda potensial masing- Ditanyakan: IA
masing kapasitor adalah sama. Jawab:
qp1 60 Menentukan arah arus pada kawat A. Jika titik O
V1 = V2 = Vp1 = C = 15 = 4 V tidak mengalami medan magnet, arah arus kawat
p1
A harus berlawanan dengan arah arus kawat B
q 1 = C1 V1 sehingga arah medan magnet A masuk bidang
= (8 μF)(4 V) gambar, sedangkan arah medan magnet B keluar
= 32 μC bidang gambar.
Menentukan besar muatan listrik yang tersimpan B0 = 0
di q4.ditinjau dari susunan paralel kedua. Jika C3 BA – BB = 0
dan C4 tersusun paralel, beda potensial masing- BA = BB
masing kapasitor adalah sama.
qp (360 − α )° μ0 I A μ0 I B
V3 = V4 = Vp2 = C 2 360° 2 aA
= 2a
B
p2
60 (360 − α )° I A IB
= 10 = a
360° aA B
=6V
(360 − 150)° I A 14 A
q 4 = C4 V4 = 9 cm
360° 6 cm
= (6 μF)(6 V)
= 36 μC 210° I A 14 A
=
q1 : q4 = 32 μC : 36 μC 360° 6 9
=8:9 7 IA 14
= 9 A
Jadi, perbandingan muatan listrik yang tersimpan 12 6
di kapasitor 8 μF dan 6 μF adalah 8 : 9. IA 2
= 9 A
72
21. Jawaban: c
Menentukan arah medan magnet dititik A dan B 9IA = (2)(72) A
menggunakan kaidah tangan kanan dimana ibu jari IA = 16 A
sebagai arah arus dan genggaman keempat jari Jadi, besar arus listrik yang mengalir pada kawat
menunjukkan arah induksi magnet. Berdasarkan A sebesar 16 A.
ilustrasi dan arah mata angin ditunjukkan pada 23. Jawaban: d
gambar berikut. Diketahui: B = 5π 2 × 10–6 T
x = 2 cm
B Atas μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
I Ditanyakan: I
Jawab:
U
Bawah Menentukan ukuran jari-jari seperdelapan
A
lingkaran.
1 x
B T = 2π a
8

74 Penilaian Tengah Semester 1


1 2 10 × (12 ×10−2 ) 2 5
= 2π a = 3 :
8 π × 10 ×10−2
( (16 ×10−2 ) 2 + (12 ×10−12 ) 2 2 )
1 1 10 × 144 ×10 −4
5
8
= πa = :

3
π ×10 ×10−2
(20 ×10−2 ) 2
πa = 8
1.440 ×10−4 5
8 8 = (20 ×10−2 )3 :
a = π cm = π × 10–2 m π ×10 ×10−2

1 μ0 I 1.440 ×10−4 5
B= = 8.000×10−6 :
8 2a π ×10 ×10−2
5×102
16aB = 0,18 × 102 : π ×10
I= μ
0
0,5
8 −2 2 −6 = 0,18 : π
(16)( π × 10 m)(5π ×10 T)
= −7 kedua ruas dikali π
4π ×10 Tm/A
= 0,18π : 0,5
= 16 A
kedua ruas dikali 100
Jadi, besar arus yang mengalir pada kawat tersebut
= 18π : 50
adalah 16 A.
= 9π : 25
24. Jawaban: d Jadi, perbandingan induksi magnetik yang dialami
Diketahui: I1 = 10 A suatu titik pada kawat pertama dan kedua adalah
I2 = 5 A 9π : 25.
a1 = 12 cm
25. Jawaban: b
P Diketahui: N = 75
d = 24 cm O
I = 30 A
x1 = 16 cm a2 = 10 cm a = 25 cm = 25 × 10–2 m
μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
Ditanyakan: B
26 cm
Jawab:
μ0 IN
Kawat I = Kawat melingkar B = 2π a
Kawat II = Kawat lurus
(4π ×10−7 Tm/A)(30 A)(75)
d = 24 cm = (2 π )(25×10−2 m)
I1 = 10 A
I2 = 5 A = 1,8 × 10–3 T
a1 = 12 cm = 12 × 10–2 m Jadi, besar induksi magnet di sumbu toroid adalah
x 1 = 16 cm = 16 × 10–2 m 1,8 × 10–3 T.
a2 = (26 – 16) cm 26. Jawaban: e
= 10 cm = 10 × 10–2 m Diketahui: a = 6 cm = 6 × 10–2 m
Ditanyakan: B1 : B2 x = 8 cm = 8 × 10–2 m
Jawab: B = 7,2π μT = 7,2π × 10–6 T
Asumsikan bahwa arah arus kedua kawat bebas. μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
μ0 I1 a12 μI Ditanyakan: I
B1 : B2 = : 2π0 a2 Jawab:
2 r13 2

μ0 I1 a12 μI r =
= 3 : 2 π0 a2 x2 + a2
2
2( x12 + a12 ) 2
= (8 cm) 2 + (6 cm) 2
I1 a12 I2
= 3 :
π a2
( x12 + a12 ) 2 = 64 cm 2 + 36 cm 2

Fisika Kelas XII 75


2
Jika kedua kawat saling tarik menarik, maka arah
= 100 cm arus pada kawat kedua juga harus mengarah ke
= 10 cm atas sehingga kedua arus tersebut searah.
= 10–1 m Jadi, besar dan arah arus pada kawat kedua sebesar
μ0 Ia 2 3 A ke arah atas.
B = 2 r3
29. Jawaban: d
2B r 3 Diketahui: I = 6 A
I = μ0 a 2 x = 12 cm = 12 × 10–2 m
(2)(7, 2 π ×10−6 T)(10−1 m)3 y = 16 cm = 16 × 10–2 m
= (4 π ×10−7 T/mA)(6×10−2 m)2
μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
(2)(7, 2 π × 10−6 T)(10−3 m3 ) Ditanyakan: Bp
= (4 π ×10−7 Tm/A)(36×10−4 m2 ) Jawab:
= 10 A Menentukan jarak titik P terhadap kawat lurus (a):
Jadi, kawat tersebut dialiri arus listrik sebesar 10 A.
r = x2 + y 2
27. Jawaban: d
Diketahui: m = 25 g = 25 × 10–3 kg = (12 cm)2 + (16 cm)2
q =2C
v = 4 m/s = 144 cm 2 + 256 cm 2
B = 5 mT = 5 × 10–3 T
Ditanyakan: ω = 400 cm 2
Jawab:
= 20 cm
mv Menentukan jarak a
r = I
Bq mengunakan konsep
(25 × 10−3 kg)(4 m/s)
luas segitiga:
= LΔ = LΔ
(5× 10−3 T)(2 C)
r
1 1 y
= 10 m xy = 2 ar
2
v 4 a
ω = = 10 = 0,4 rad/s xy = ar
r
xy
Jadi, kecepatan sudut gerak partikel tersebut a = r P
adalah 0,4 rad/s. (12 cm)(16 cm) x
= 20 cm
28. Jawaban: c
Diketahui: a = 15 cm = 15 × 10–2 m = 9,6 cm
I1 = 2 A (ke arah atas) = 9,6 × 10–2 m
F μ0 I
= 8 μN/m= 8 × 10–6 N/m B = 2π a
μ0 = 4π × 10–7 Tm/A (4π × 10−7 Nm 2 /C2 )(6 A)
Ditanyakan: besar dan arah I2 = 2 π (9,6 ×10−2 m)
Jawab: = 1,25 × 10–5 T
F μ0 I1I 2 Jadi, besar induksi magnetik yang dialami titik P
= 2π a tersebut adalah 1,25 × 10–5 T.
2π a
F 30. Jawaban: d
I2 = μ I Diketahui: N = 100
0 1
I =4A
2 π (15 × 10−2 m)(8 × 10−6 N/m) π
= α = rad = 600
(4π × 10−7 Tm/A)( 2 A) 3
=3A x = 4 cm = 4 × 10–2 m
μ0 = 4π × 10–7 Tm/A

76 Penilaian Tengah Semester 1


Ditanyakan: B Jawab:
Jawab: Vv = I R
N = (0,2 A)(75 Ω)
= 15 V
r
a V 120 V
α n = V = 15 V = 8
P v
O x
Rmuka = (n – 1) Rv
= (8 – 1)75 Ω
= 525 Ω
Jadi, besar hambatan muka yang harus dipasang
adalah 525 Ω.
2. Diketahui: = 2,5 m
0, 2
r = mm
Menentukan besar jari-jari lingkaran kawat: π
0, 2
a = × 10–4 m
tan α = x π
a = x tan α ρ = 1,68 × 10–8 Ωm
= 4 tan 60° V = 10,5 V
Ditanyakan: I
= 4 3 cm
Jawab:
= 4 3 × 10–2 m
R =ρA
Menentukan jarak antara titik P terhadap titik
lingkaran kawat: = ρ π r2
x
cos α = r ⎛ 2,5 m ⎞
x = (1,68 × 10–8 Ωm) ⎜ 2 −4 2⎟
r = ⎜π ( ×10 m) ⎟
cos α ⎝ π ⎠
4
= ⎛ 2,5 m ⎞
= (1,68 × 10–8 Ωm) ⎜
⎜ π ( 4 ×10−8 m 2 ) ⎟⎟
cos 60°
⎝ π ⎠
4 = 1,05 Ω
= 1 = 8 cm = 8 × 10–2 m
2 V
2
I = R
μ0 I a
B = 2 r3 N
10,5 V
(4π × 10−7 Nm 2 /C2 )( 4 A)(4 3 ×10−2 m)2
= 1,05 Ω
= 2(8×10−2 m)3
× 100
= 10 A
(4π × 10−7 Nm 2 /C2 )(4 A)(48 × 10−4 m 2 ) Jadi, arus yang mengalir melalui kawat tersebut
= × 100 sebesar 10 A.
2(512 × 10−6 m3 )
= 0,75π × T 10–3
3. Diketahui: R1 = 5 Ω
= 0,75π mT
R2 = 4 Ω
Jadi, besar induksi magnetik yang dialami titik P
R3 = 6 Ω
tersebut sebesar 0,75π mT.
R4 = 3 Ω
B . Uraian E1 = 8 V
1. Diketahui: Rv = 75 Ω E2 = 6 V
I = 0,2 A E3 = 3 V
V = 120 V r1 = 1 Ω
Ditanyakan: Rmuka r2 = 0,5 Ω
r3 = 0,5 Ω
Ditanyakan: a. I
b. V3

Fisika Kelas XII 77


Jawab:
= 169 cm 2 − 25 cm 2
a. Lengkapi rangkaian tersebut menggunakan
arah loop untuk menentukan besar arus yang = 144 cm 2
mengalir di sepanjang rangkaian listrik. = 12 cm = 12 × 10–2 m
q1
R1 = 5 Ω R2 = 4 Ω
E1 = 8 V E1 = k
r 21
⎛ 12 ×10−6 C ⎞
r1 = 1 Ω = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ (12 ×10−2 m)2 ⎟⎟
R3 = 6 Ω ⎝ ⎠
Loop ⎛ 12 ×10 −6
C ⎞
E2 = 6 V
= (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 144 ×10−4 m 2 ⎟⎟
r3 = 0,5 Ω r2 = 0,5 Ω ⎝ ⎠
= 0,75 × 107 N/C = 7,5 × 106 N/C
E3 = 3 V R4 = 3 Ω
q
E2 = k 22
Sesuai dengan hukum II Kirchhoff r 2
⎛ 5 ×10−6 C ⎞
ΣE = ΣIR = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ (5×10−2 m)2 ⎟⎟
⎝ ⎠
ΣE = I ΣR
⎛ 5 ×10−6 C ⎞
E1 – E2 + E3 = (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ 25×10−4 m ⎟⎟
= I (R1 + R2 + R3 + R4 + r1 + r2 + r3) ⎝ ⎠
8 V – 6 V + 3 V = I (5 Ω + 4 Ω + 6 Ω = 1,8 × 107 N/C
+ 3 Ω + 1 Ω + 0,5 Ω = 18 × 106 N/C
+ 0,5 Ω)
5 V = I(20 Ω) Ep = E12 + E2 2
I = 0,25 A
Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian = (7,5 ×106 N/C) 2 + (18 ×106 N/C) 2
sebesar 0,25 A.
b. V3 = I R3 = 56, 25 ×1012 N 2 /C 2 + 324 × 1012 N 2 /C 2
= (0,25 A)(6 Ω)
= 1,5 V = 380, 25 ×1012 N 2 /C 2
Jadi, beda potensial pada hambatan 6 adalah 1,5 V. = 19,5 × 106 N/C
= 1,95 × 107 N/C
4. Diketahui: q 1 = 12 μC = 12 × 10–6 C
Jadi, besar medan listrik yang dirasakan pada titik P
q 2 = 5 μC = 5 × 10–6 C
sebesar 1,95 × 107 N/C.
r12 = 13 cm = 13 × 10–2 m
r1 = 5 cm = 5 × 10–2 m 5. Diketahui: q 1 = 6 μC = 6 × 10–6 C
k = 9 × 109 Nm2/C2 q 2 = 9 μC = 9 × 10–6 C
Ditanyakan: Ep q 3 = 8 μC = 8 × 10–6 C
Jawab: q 4 = 12 μC = 12 × 10–6 C
q1
r12 = 12 cm = 12 × 10–2 m
r24 = 15 cm = 15 × 10–2 m
r12
r1 r34 = 8 cm = 8 × 10–2 m
r4A = 6 cm = 6 × 10–2 m
E2 P r2
q2
k = 9 × 109 Nm2/C2
Ditanyakan: VA
Ep
Jawab:
E1 r2A = r24 – r4A
Jika kedua muatan sejenis maka kedua muatan = 15 cm – 6 cm
dianggap muatan positif. = 9 cm
= 9 × 10–2 m
r2 = r 212 − r 21
= (13 cm) 2 − (5 cm) 2

78 Penilaian Tengah Semester 1


Jawab:
r1A = r 212 + r 2 2A Menentukan nilai d:
= (12 cm) 2 + (9 cm) 2 C = εr ε0 A
d
Oleh karena C berbanding terbalik dengan d, maka
= 144 cm 2 + 81 cm 2 diperoleh perbandingan:
C1 d2
= 225 cm 2 C2 = d
1

= 15 cm C d −4
3C
= d
= 15 × 10–2 m
1 d −4
=
r3A = r 234 + r 2 4A 3 d
d = 3d –12
= (8 cm) 2 + (6 cm) 2 d – 3d = –12
–2d = –12
= 64 cm 2 + 36 cm 2 d = 6 cm
Menentukan nilai C3 diperoleh perbandingan:
= 100 cm 2 C1 d3
C3 = d
= 10 cm 1

= 10 × 10–2 m C1 d −5
C3 = d
VA = V1 + V2 + V3 +V4
C1 6−5
⎛ q1 q2 q3 q4 ⎞
C3 =
= k⎜r + r + r + r ⎟ 6
⎝ 1A 2A 3A 4A ⎠ C1 1
C3 = 6
⎛ −6 ×10 −6 −6
C 9 × 10 C
= (9 × 109 Nm2/C2) ⎜⎜ −2
+ + C3 = 6C
⎝ 15 ×10 m 9 ×10−2 m
Jadi, besar kapasitansi pada kapasitor sekarang
8 ×10−6 C −12 ×10−6 C ⎞ adalah 6C.
+ ⎟
10 ×10−2 m 6 ×10−2 m ⎟⎠ 7. Diketahui: C1= 10 μF
C2 = 15 μF
= (9 × 10 9 Nm 2/C 2)(–0,4 × 10 –4 C/m + C3 = 6 μF
1 × 10–4 C/m + 0,8 × 10–4 C/m – 2 × 10–4 C/m) C4 = 3 μF
= (9 × 109 Nm2/C2)(–0,6 × 10–4 C/m) C5 = 12 μF
= –5,4 × 105 V C6 = 6 μF
Jadi, potensial listrik yang dialami titik A sebesar V =6V
–5,4 × 105 V. Ditanyakan: a. C
b. q
6. Diketahui: Keadaan pertama: c. q 2
d1 = d cm d. V5
C1 = C Jawab:
Keadaan kedua: a. Jika C1 dan C2 tersusun seri, Cs1 diperoleh:
d 2 = (d – 4) cm 1 1 1
C2 = 3C1 = 3C Cs1 = C + C
1 2
Keadaan ketiga:
1 1
d 3 = (d – 4 – 1) cm = (d – 5) cm = +
10 μF 15 μF
Ditanyakan: C3
3 2
= +
30 μF 30 μF
5
=
30 μF

Fisika Kelas XII 79


Cs = 6 μF d. Menentukan V 5 ditinjau dari rangkaian
1
Jika C3 dan C4 tersusun seri, Cs2 diperoleh: susunan seri ketiga:
1 1 1
qs = Cs Vs
3 3 3
Cs2
= + = (4 μF)(6 V)
C3 C4
1 1 = 24 μC
= + Jika C5 dan C6 tersusun seri, maka
6 μF 3 μF
1 2 q5 = q6 = qs = 24 μC
3
= + q 5 = 24 μC
6 μF 6 μF
3 q5 24 μC
= V5 = C = 12 μF = 2 V
6 μF 5

Cs = 2 μF Jadi, beda potensial di kapasitor 12 μF sebesar


2

Jika C5 dan C6 tersusun seri, Cs diperoleh: 2 V.


3
1 1 1 8. Diketahui: I =6A
Cs3 = C5 + C6 a = 15 cm = 15 × 10–2 m
1 1 μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
= + Ditanyakan: B
12 μF 6 μF
1 2 Jawab:
= + μ0 I
12 μF 12 μF
B = 2π a
3
=
12 μF (4π ×10−7 )(6 A)
= (2 π )(15×10−2 m)
Cs = 4 μF
3
Jika Cs , Cs , dan Cs tersusun paralel, maka = 0,8 × 10–5 T
1 2 3
C diperoleh: = 8 × 10–6 T
C = Cs + Cs + Cs Jadi, besar magnet yang dialami titik P sebesar
1 2 3
= 6 μF + 2 μF + 4 μF 8 × 10–6 T.
= 12 μF 9. Diketahui: =8m
Jadi, kapasitas kapasitor pengganti rangkaian I =5A
tersebut adalah 12 μF. B = 0,09 T
b. q =CV F = 1,8 N
= (12 μF)(6 V) Ditanyakan: α
= 72 μC Jawab:
Jadi, muatan listrik yang tersimpan pada F = BI sin α
rangkaian sebesar 72 μF. F
c. Jika Cs , Cs , dan Cs tersusun paralel, maka: sin α = B I
1 2 3
Vs = Vs = Vs = V = 6 V 1,8 N
1 2 3 = (0,09 T)(5 A)(8 m)
Menentukan q 2 ditinjau dari rangkaian
= 0,5
susunan seri pertama:
α = 30°
qs = Cs Vs
1 1 1 Jadi, besar sudut yang dibentuk antara arah arus
= (6 μF)(6 V) dan arah medan magnet adalah 30°.
= 36 μC
Jika C1 dan C2 tersusun seri, maka 10. Diketahui: I1 = 6 A
q 1 = q2 = qs = 36 μF I2 = 12 A
q 2 = 36 μC
1
I3 = 9 A
Jadi, besar muatan listrik yang tersimpan di μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
kapasitor 15 μF adalah 36 μC. F2
Ditanyakan:

80 Penilaian Tengah Semester 1


Jawab: ⎛ 6A 9A ⎞
(4 π ×10−7 T m/A)(12 A)
Kawat 1 Kawat 1 Kawat 3 = ⎜⎜ −2
+ −2 ⎟⎟
2π ⎝ 6 ×10 m 24 ×10 m ⎠
I1 I2 I3 = (24 × 10–7)(1 × 102 + 0,375 × 102)
= (24 × 10–7)(1,375 × 102)
F21 = 33 × 10–5 N/m
F23 = 3,3 × 10–4 N/m
Arah gaya magnetik persatuan panjang yang
dialami kawat 2 terhadap kawat 1 maupun kawat
a21 a23 3 sama-sama mengarah ke kanan. Dapat
a13
disimpulkan bahwa gaya magnetik akhir persatuan
panjang yang dialami kawat kedua tersebut tetap
F2 F21 F23
= + mengarah ke kanan.
Jadi, besar gaya magnetik persatuan panjang yang
μ0 I1I 2 μ0 I 3 I 2 dialami kawat kedua adalah 3,3 × 10–4 N/m ke
= 2π a + 2π a
12 32 arah kanan.
μI ⎛ I
0 2 3 I ⎞
= 2π ⎜ a + a ⎟
1

⎝ 21 23 ⎠

Fisika Kelas XII 81


1. Peserta didik mampu menganalisis fenomena induksi elektromagnetik dengan benar berdasarkan percobaan.
2. Peserta didik mampu menciptakan karya sederhana berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik melalui kegiatan aktivitas
peserta didik.

Induksi Faraday

mencakup

Gaya Gerak Listrik (GGL) Aplikasi Induksi Faraday


Induktansi dalam Produk Teknologi
Induksi

meliputi meliputi meliputi

Hukum Faraday tentang Induktansi Diri Generator


GGL Induksi

Koil Tesla Transformator


Hukum Lenz

GGL Induksi pada Loop


Kawat

• Hukum Faraday • Induktansi • Transforrmator


• Hukum Lenz • Koil • Medan Magnet
• GGl Induksi • Generator • Fluks

82 Induksi Faraday
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: a
Diketahui:
1. Jawaban: c N = 50 lilitan
dΦ ΔΦ B
Persamaan GGL induksi adalah εind = –N dt B . Δt
= 30 Wb/sekon

Berdasarkan persamaan itu nilai GGL induksi akan Ditanyakan:


perbandingan lurus dengan perubahan fluks dan Jawab:
nilai lilitan kumparan. Jadi, jawaban yang tepat ΔΦ B
ε = –N (tanda menunjukkan arah saja)
terdapat pada angka 1) dan 3). Δt

2. Jawaban: d = 50 (30 Wb/sekon)


Apabila kutub utara magnet didekatkan maka = 1.500 volt
terjadi pertambahan garis gaya magnetik dari D Jadi, ggl induksi yang terjadi sebesar 1.500 volt
ke C yang dilingkupi oleh kumparan. atau 1,5 kV.
Sesuai dengan hukum Lenz maka timbul garis gaya 6. Jawaban: a
magnetik baru dari D ke C untuk menentang Diketahui: A = 1 m
pertambahan tersebut di atas. Garis gaya magnetik ω = 10 rad/s
ini menimbulkan arus induksi dengan arah CDAB B = 0,1 T
(aturan tangan kanan) sehingga jarum galvanom- Ditanyakan: ε
eter bergerak ke kanan. Jawab:
Jika kutub utara magnet dijauhkan maka akan Menurut hukum Faraday:
terjadi kebalikannya sehingga jarum galvanometer dΦ
bergerak ke kiri dan akhirnya berhenti. ε ind = dt
3. Jawaban: b B dA
= dt
Diketahui: N = 200
Φm = 6 × 10–4 Wb
1 B π A2
Φm = 1 × 10–4 Wb =
2
Δt
Δt = 0,02 s B 2π
Ditanyakan: εind = 2 ( T )A 2
Jawab :
1
dΦ m = 2 B ω A2
ε ind = –N dt
1
ΔΦ m Φ m2 − Φ m1 ε ind = (0,1 T)(10 rad/s)(1 m)2 = 0,5 V
= –N Δt = –N 2
Δt
(1 × 10 −4
Wb − 6 × 10−4 Wb)
Jadi, GGL induksi antara kedua ujung tongkat
= –(200) 0,02 s
=5V sebesar 0,5 V.
Jadi, besar GGL induksi pada ujung-ujung 7. Jawaban: b
kumparan sebesar 5 V. Analisis arah GGLGinduksi yang benar yaitu jika
G
medan magnetik B dan luas vektor A bernilai
4. Jawaban: e
positif maka sudut (θ ) adalah 0o dan searah. Jika
Bunyi hukum Lenz adalah arah arus induksi G G
sedemikian rupa sehingga medan magnet oleh medan magnetik B dan luas vektor A bernilai
arus induksi berlawanan dengan penyebabnya. negatif maka sudut ( θ ) adalah 180 o dan
Jadi, pilihan jawaban yang tepat yaitu e. berlawanan arah.

Fisika Kelas XII 83


8. Jawaban: b B . Uraian
Diketahui: N = 100 lilitan
1 Diketahui: A = 60 cm = 0,6 m
d = 104 Wb
B = 0,25 T
d Φ = 10–4 Wb
v = 3 m/s
dt = 0,01 s
Ditanyakan: εind
Ditanyakan:
Jawab:
Jawab:
ε ind = B lv
dΦ 10−4 Wb = (0,25 T)(0,6 m)(3 m/s)
dt
= 0,01 s
= 10–2 Wb/s
= 0,45 volt
dΦ Jadi, nilai GGL induksi yang terjadi sebesar 0,45
ε = –N dt volt.
= (100)(102 Wb/s) = 1 volt 2. Diketahui: NA = 1.500
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 1 volt. BA = 0,05 T
9. Jawaban: b f A = fB
Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m N B = 6.000
v = 4 m/s BB = 0,03 T
B = 0,5 Wb/m2 Ditanyakan: εA : εB
Ditanyakan: Jawab:
Jawab: εA N A BA A ωA sin ωA t
ε ind = –BAv a. ε B = N B BB A ωB sin ωB t
= (0,5 Wb/m2)(0,5 m)(4 m/s)
N A BA A (2π f A ) sin (2π f A )t
= 1 volt = N B A (2π f ) sin (2π f )t
Arah gaya Lorentz selalu berlawanan dengan arah B B A A

v. Dengan kaidah tangan kanan, diperoleh arah (1.500)(0,05 T)


= (6.000)(0,0,03 T)
arus induksi ke atas, dari B ke A.
10. Jawaban: d 75 5
= 180 = 12
Diketahui: N = 500 lilitan
s = 15 cm = 0,15 m Jadi, perbandingan GGL maksimum genera-
B1 = 0 tor A dan B sebesar 5 : 12.
B2 = 1 T 3. Diketahui: N=1
Δt = 0,5 sekon A = 0,06 m2
Ditanyakan: ε ind
ΔΒ
Jawab: Δt
= 2 × 10–4 T/s
dΦ ΔBA R = 20 Ω
εind = –N dt
= N Δt
Ditanyakan: I
( B2 − B1 ) s 2 Jawab:
=N
Δt ΔΦ ΔΒ
ε ind N Δt NA Δt
(1 T − 0)(0,15 m) 2 I = R = =
= (500) R R
0,5 s
(1)(0,06)(2 × 10−4 )
0,0225 Tm 2 = A
= (500) 0,5 s 20
= 6 × 10–7 A
11,25
= V = 22,5 V Jadi, arus induksi yang timbul sebesar 6 × 10–7 A.
0,5
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 22,5 V.

84 Induksi Faraday
4. Diketahui: N = 800 5. Diketahui: l = 30 cm= 0,3 m
Δt = 0,01 s B = 2,5 × 10–4 T
Φ B 2 = 4 × 10–5 Wb v = 8 m/s
ε = 1,5 V Ditanyakan: Iind
Ditanyakan: Φ B 1 Jawab:
Jawab: Menghitung nilai GGL induksi
N ΔΦ B ε ind = B A v
ε ind = Δt = (2,5 ×10–4 T)(0,3m)(8 m/s)
ε ind Δt = 6 × 10–4 V
ΔΦB = N Menghitung arus induksi (Iind)
(1,5 V)(0,01 s) ε
= 800
Iind = Rind
Δ Φ B = 1,875 × 10–5 Wb
6 × 10−4 V
Δ Φ B = ΦB2 – ΦB1 = 0,02 Ω
Kerapatan fluks sebelumnya: = 0,03 Ampere
Φ B 1 = ΦB2 – ΔΦB Jadi, nilai arus induksi sebesar 0,03 A.
= (4 × 10–5 Wb) – (1,875 × 10–5 Wb)
= 2,125 × 10–5 Wb
Jadi, kerapatan fluks sebelumnya sebesar
2,125 × 10–5 Wb.

Fisika Kelas XII 85


A. Pilihan Ganda ΔI2
ε2 = M Δt
1. Jawaban: b 2A
GGL induksi dirumuskan = (4 × 10–6 H)( 1 s )
dI = 8 × 10–6 V = 8 μV
ε = –L dt
Jadi, GGL imbas pada kumparan sebesar 8 μV.
Berdasarkan persamaan itu, dapat diketahui
bahwa nilai GGL induksi berbanding lurus dengan 4. Jawaban: c
perubahan arus listrik dan nilai induktasi diri suatu Diketahui: L = 500 mH = 0,5 H
rangkaian. Jadi, pernyataan yang tepat yaitu poin I1 = 100 mA = 0,1 A
1) dan 4). I2 = 40 mA = 0,04 A
t = 0,01 s
2. Jawaban: a Ditanyakan: ε ind
Diketahui: A = 0,0001 m2 Jawab
A = 10 cm = 0,1 m
dI
N = 100 lilitan ε ind = –L dt
Ditanyakan: L
( I 2 − I1 )
Jawab: = –L dt
Besar gaya pada kawat:
(0,04 A − 0,1A)
μ0 N 2 A = –(0,5 H) 0,01s
L=
A
3 × 10−2
(4π × 10−7 Wb/Am)(1002 )0,0001 m2 ) = V=3V
= 10−2
0,1m
Jadi, nilai GGL induksi yang muncul sebesar 3 V.
= 12,6 × 106 henry
= 12,6 μH 5. Jawaban: b
Jadi, induktansi diri solenoid sebesar 12,6 μH. Tepat saat sakelar S ditutup, arus listrik tidak serta
merta mengalir pada resistor. Hal ini disebabkan
3. Jawaban: b
adanya GGL induksi timbul pada induktor L yang
Diketahui: Toroid: menentang perubahan arus tersebut. Dengan
N1 = 1.000 lilitan demikian tidak ada beda potensial pada resistor
r = 0,5 m R. Sebaliknya, GGL induksi yang timbul pada
A = 2 × 10–3 m2 induktor memiliki nilai yang sama dengan GGL
ΔI = 9 A – 7 A = 2 A baterai, tetapi berlawanan arah untuk menjaga
Δt = 1 kondisi arus tetap nol. Jadi, pada saat sakelar
Kumparan: ditutup nilai GGL baterai sama dengan nilai GGL
N2 = 5 lilitan induksi pada induktor, tetapi arahnya berlawanan.
μ0 = 4π × 10–7 H/m Adapun GGL pada resistor bernilai nol karena arus
Ditanyakan: ε listrik belum mengalir. Seiring waktu berlalu, GGL
Jawab: pada induktor berkurang, sedangkan GGL pada
μ0 N1 N 2 A resistor bertambah karena arus listrik pada
M = A resistor bertambah.
(4π × 10−7 H/m)(1.000)(5)(2 ×10−3 m 2 )
= 6. Jawaban: d
(2π )(0,5 m)
Diketahui: ε ind = 2 V
= 4 × 10–6 H
ΔI = 2 A – 1,75 A = 0,25 A
GGL induksi pada kumparan
Δt = 0,5 s
Ditanyakan: L

86 Induksi Faraday
Jawab: ε
dI ΔI I = R
ε = –L dt = –L Δt
Tanda negatif hanya menunjukkan hukum Lenz. 4 × 10−6 V
= 0,1 Ω
= 4 × 10–5 A
Δt
L =ε ΔI Berdasarkan aturan tangan kanan maka arus
(2 volt)(0,5 s) induksi searah dengan putaran jarum jam.
L = 0,25 A =4H
10. Jawaban: a
Jadi, kumparan memiliki induktansi sebesar 4 H.
Diketahui: A = 25 cm = 0,25 m
7. Jawaban: d N1 = 400 lilitan
Diketahui: L = 0,8 H N2 = 100 lilitan
dI = 10 mA – 70 mA = –30 mA A = 15 cm2 = 15 × 10–4 m5
dt = 0,5 s Ditanyakan: M
Ditanyakan: Jawab:
Jawab: μ0 A N1 N 2
dI
M= A
ε = –L dt
(4π × 10−7 Wb/Am)(15 × 10−4 A)(400)(100)
= 0, 25 m
−30 mA
= –(0,8 H) = 48 mV
0,5s = 9,6π × 10–4
Jadi, GGL induksi kumparan itu sebesar 48 mV. Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
9,6π × 10–4 H.
8. Jawaban: c
Diketahui: L = 0,5 H B . Uraian
I = –3t2 + 6t + 8
1. Diketahui: Φ = 2,4 × 105 Wb
∑ = 27 V
N = 200
Ditanyakan: t
I =5A
Jawab:
Ditanyakan: L
dI
ε = –L dt Jawab:
Φ
d (−3t 2 + 6t + 8) L = μ0N2 I A = N I
27 = –(0,5)
dt
2, 4 × 10−5 Wb
27 = –0,5(–6t + 6) = 200 = 9,6 × 10–4 H
5A
27 = 3t – 3
3t = 30 Jadi, induktansi diri sebesar 9,6 × 10–4 H
t = 10 2. Diketahui: A = 0,0018 m2
GGL induksi diri 27 V terjadi saat t = 10 s. L = 5 × 10–5 H
9. Jawaban: d N = 60
Diketahui: A = 0,02 m2 Ditanyakan: A
ΔB Jawab:
Δt
= 2 × 10–4 T/s μ0 N 2 A
L=
R = 0,1 Ω A
Ditanyakan: I μ0 N 2 A (4π × 10−7 Wb/Am)(602 )(0,0018 m 2 )
Jawab: A = = 5 × 10−5 H
L
ΔΦ = 0,163 m = 16,3 cm
ε = –N Δt Jadi, solenoid sepanjang 16,3 cm.
ΔB A 3. Diketahui: L = 500 mH = 0,5 H
= –N Δt
I1 = 0,25 A
= –(1)(2 × 10–4 T/s)(0,02 m2) I2 = 0,05 A
= 4 × 10–6 V t = 20 ms = 0,02 s

Fisika Kelas XII 87


Ditanyakan: dI ε ind A
Jawab: dt
= – μ N2A
0
dI
ε = –L dt −(4 × 10−4 V)(0, 2 m)
= (4π × 10−7 Wb/Am)(500)2 (4 × 10−4 m 2 )
(I − I )
= –L 2 1 = –0,637 A/s
dt
(0,05A − 0, 25A) Jadi, laju penurunan arus listrik di dalam induktor
= –(0,5) 0,02s =5V sebesar –0,637 A/s.
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 5 Volt. 5. Perubahan medan magnet yang konstan di dalam
4. Diketahui: N = 500 lilitan induktor menimbulkan GGL induksi yang konstan
di dalam induktor. GGL induksi selalu melawan
A = 20 cm = 0,2 m
perubahan medan magnet di dalam induktor.
A = 4 cm2 = 4 × 10–4 m2
Adanya GGL induksi menyebabkan penurunan
ε ind = 400 μV = 4 × 10–4 V
arus listrik pada rangkaian. Oleh karena GGL
μ 0 = 4π × 10–7 Wb/Am
induksi bernilai konstan, arus listrik yang mengalir
dI pada saat dipasang induktor lebih kecil daripada
Ditanyakan: dt
arus listrik yang mengalir tanpa induktor pada
Jawab: tegangan sinusoidal. Selanjutnya, besi yang
dI dimasukkan ke dalam induktor meningkatkan
ε ind = –L dt medan magnet solenoid. Hal ini menyebabkan
GGL induksi pada induktor menjadi lebih besar,
μ0 N 2 A dI sedangkan arus listrik menjadi lebih kecil.
ε ind = – dt
A Akibatnya, nyala lampu menjadi lebih redup dari
semula.

88 Induksi Faraday
A. Pilihan Ganda 1
Agar εgenerator = ( 2 )εgenerator semula, jumlah lilitan,
1. Jawaban: c
Berdasarkan jumlah lilitan input dan output, benda induksi magnet, luas penampang, dan frekuensi
itu adalah trafo step-down. Fungsi dari trafo step dijadikan setengah kali semula atau periode
down yaitu menurunkan tegangan listrik. dijadikan dua kali semula. Jadi, pernyataan yang
tepat ditunjukkan oleh angka 2), 3), dan 5).
2. Jawaban: a
Diketahui: Np : Ns = 6 : 1 5. Jawaban: c
Diketahui: Transformator
Ip = 3 A
Vp = 220 V
Ditanyakan: Is Ip = 3 mA
Jawab: Is = 75 mA
Is Np Ditanyakan: Np dan Vs
Ip = N
s Jawab:
Is 6 Np Is
Ip = 1 a. Ns = I
p
Is= (6)(3 A) = 18 A Ns Is (40)(75 mA)
Jadi, arus yang mengalir pada output sebesar 18 Np = I = 3 mA = 1.000 lilitan
p
ampere. Vp Np
b. Vs = N
3. Jawaban: b s

Diketahui: Ip = 2 A Vp Ns (220 V)(40)


Vs = N = 1.000 = 8,8 V
Vp = 220 V p
Jadi, nilai x dan y secara berturut-turut adalah
Ps = 418 watt
1.000 lilitan dan 8,8 V.
Ditanyakan: η
Jawab: 6. Jawaban: b
Ps Diketahui: Vp = 60 V
η = Pp × 100% Vs = 220 V
Ps 418 watt Np = 85 V
= I V × 100% = (2 A)(220 V) × 100% = 95 %
p p
η = 85%
Jadi, nilai efisiensi transformator sebesar 95% Ps = 80 W
Ditanyakan: Ip, Is, Pp, Ns
4. Jawaban: c Jawab:
Gaya gerak listrik generator 1) Kuat arus primer:
2π Ps
εgenerator = NABω = NAB T
= NAB 2πf η= × 100%
Vp I p
1) εgenerator = NABω(2πf)) = 2NABω 80 W
2π 1 85% = (60 V)I × 100%
2) εgenerator = NAB T = 2
NABω p

80 W
1 1 Ip = (60 V)(0,85 A) = 1,57 A
3) εgenerator = (2 N)ABω = 2
NABω
2) Kuat arus sekunder:
4) εgenerator = NA(2B)ω = 2NABω Ps 80 W
Is = V = 220 V = 0,36 A
1 1 s
5) εgenerator = N( 2 A)Bω = 2 NABω

Fisika Kelas XII 89


3) Daya masukan
9. Jawaban: b
Pp = Vp Ip
Persamaan gaya gerak listrik maksimum generator
= (60 V)(1,57 A) = 94,2 W 2π N
4) Jumlah lilitan sekunder εm = N A B atau εm ~ T
T
Vs Agar ε m dua kali semula maka T (periode)
Ns = V Np
p 1
dijadikan 2 kali semula atau jumlah lilitan dijadikan
220 V
= 60 V (500) = 1.833 dua kali semula.
Jadi, besaran dan nilai yang tepat ditunjukkan 10. Jawaban: c
oleh angka 1) dan 3). Diketahui: Np = 2.000 lilitan
7. Jawaban: a Ns = 800 lilitan
Diketahui: Vp = 2,5 kV V s = 200 V
Np : Ns = 20 : 1 Is = 4 A
η = 100%
Ip = 0,5 A
I1 = 80 A
Ditanyakan: ΔP
Ditanyakan: Vs, Ip, Ps
Jawab: Jawab:
Mencari nilai tegangan pada kumparan sekunder (Vs) Ps = Vs Is = (200 V)(4 A) = 800 W
Vp Np
Ns = N
Vs = ( Np )Vp Vs s

Np 2.000
1 Vp = N Vs = 800 (200 V) = 500 V
= ( 20 )2.500 Volt = 125 volt s

Mencari nilai arus pada kumparan sekunder (Is) Pp = Vp Ip = (500 V)(0,5 A) = 250 W
Ns
ΔP= Pp – Ps = (800 – 250) = 550 W
Is = ( N ) ampere Jadi, daya yang berubah menjadi kalor sebesar 550 W.
p

1 11. Jawaban: e
= ( 20 )80 ampere = 4 ampere
Diketahui: η = 75%
Mencari nilai daya pada kumparan sekunder (Ps)
Vp = 220 V
Ps= Vs Is = 0,5 kW
Jadi, nilai tegangan, arus, dan daya pada kumparan Vs = 110 V
sekunder berturut-turut 125 V, 4 A, dan 0,5 kW. Is = 2 A
8. Jawaban: c Ditanyakan: Ip
Diketahui: N = 100 lilitan Jawab:
A = 200 cm2 = 0,02 m2 Ps
B = 0,2 T η= Pp
R = 25 Ω Ps = ηPp
f = 50 Hz VsIs = ηVpIp
Ditanyakan: Imaks Vs I s
Jawab: Ip = ηV
p
εmaks = NBAω
= NBA (2π f) (110 V)(2 A)
= (0,75)(220 V) A
= (100)(0,2 T)(0,02 m2)(2π)(50 Hz) = 40π V
ε maks 1
Imaks = R = 0,75
40π V = 1,33 A
= 25 Ω = 1,6π A Jadi, kuat arus pada kumparan primer 1,33 Ampere.
Jadi, arus induksi maksimum sebesar 1,6π A.

90 Induksi Faraday
12. Jawaban: b Ditanyakan: Vs dan Is
Diketahui: Vp = 25 V Jawab:
Vs = 250 V 1) Tegangan sekunder
V = 80% Vp Np
Lampu: = N
Vs s
Vlampu= 250 V
Plampu= 50 W Ns 1
Ditanyakan: Ip Vs = N Vp = 10 (220 V) = 22 V
p

Jawab: 2) Arus sekunder trafo 22 V.


Kumparan sekunder berhubungan dengan lampu.
Pp = VpIp = (220 V)(0,5 A) = 110 W
Hal ini menyebabkan nilai tegangan dan daya
Ps = Pp – ΔP = 110 W – 11 W = 99 W
sekunder (Ps) pada trafo bersesuaian dengan nilai
tegangan dan daya pada lampu. Nilai daya Ps = VsIs
sekunder sebagai berikut. Ps 99 W
Ps = Plamp = 50 W Is = V = 22 V = 4,5 A
s
Mencari nilai daya primer. Jadi, tegangan arus sekunder trafo secara berturut-
Ps turut sebesar 22 V dan 4,5 A.
η= Pp
(100%)
15. Jawaban: e
50 W
80% = (100%) Diketahui: V s = 150 kV = 150.000 V
Pp
V p = 200 V
100% Np = 500 lilitan
Pp = 50 W( 80% )
Ditanyakan: Ns
= 62,5 W
Mencari nilai kuat arus kumparan primer Jawab:
Np Vp
Ps 62,5W
I p= Pp
= = 2,5 A Ns = Vs
25V
Jadi, kuat arus dalam kumparan primer sebesar Vs
2,5 Ampere. Ns = V Np
p

13. Jawaban: d 150.000 V


Ns = 200 V (500) = 375.000 lilitan
Diketahui: Vp = 220 V
Ip = 50 mA = 0,05 A Jadi, lilitan sekunder harus berjumlah 375.000 lilitan.
η = 80%
B . Uraian
Vs = 5 V
Ditanyakan: Is 1. Diketahui: N = 1.500 lilitan
Jawab: A = 50 cm2 = 5 × 10–3 m2
Vp I p B = 0,4 Wb/m2
η = Vs I s εmaks = 200 volt
Ditanyakan: f
Vp I p (220 V)(0,05 A)
Is = V η = (5 V)(80%) = 2,75 A Jawab:
s εmaks = N B A ω
Jadi, arus listrik yang mengalir pada kumparan
ε maks
sekunder sebesar 2,75 A. ω = NBA
14. Jawaban: b 200 V 200
Diketahui: Np : Ns = 10 : 1 = (1.500)(0, 2 Wb/m2 )(5 × 10−3 m) = 3 rad/s
Vp = 220 V
ω = 2π f
Ip = 0,5 A 200
ω rad/s 200 200
ΔP = 11 W f = 2π = 3 = 6π Hz = 18,84 Hz = 10,61 Hz

Jadi, frekuensi yang dihasilkan 10,61 Hz.

Fisika Kelas XII 91


2. Diketahui: Vp = 110 volt Mencari daya pada kumparan sekunder.
Vs = 550 volt Ps
Ditanyakan: Solusi menaikkan tegangan dari 110 η = Pp × 100%
volt ke 550 volt. Ppη
Ps =
Jawab: 100%
Jika Heri ingin menaikkan tegangan listrik, ia harus (800 Watt)(97,5%)
menggunakan transformator jenis Step-up. Jenis = 100%
= 780 watt
trafo step-up yang digunakan harus memenuhi Jadi, daya pada kumparan sekunder 780 watt.
syarat jumlah lilitan yang mampu menaikkan
5. Diketahui: η = 80%
tegangan sesuai dengan keinginan Heri. Untuk
Lampu (10 buah; paralel)
menentukan perbandingan jumlah lilitan pada trafo
V = 12 V
step-up dapat mengacu pada perbandingan
P = 40 W
tegangan yang ingin diubah. Perhitungan
Np : Ns = 20 : 1
perbandingan jumlah lilitan mengacu pada
persamaan berikut ini. Ditanyakan: 1) Pp
Vp Np 2) Vp
Vs = Ns 3) Ip
110 volt Np Jawab:
550 volt = N a. Daya, tegangan, dan arus
s
1) Ps = Ptot lampu = 10(40 W) = 400 W
1 Np
= N Ps
5 s η = Pp
Berdasarkan perhitungan tersebut, dapat terlihat
bahwa perbandingan lilitan primer dan lilitan Ps 400
Pp = η = 0,8 W = 500 W
sekunder pada trafo yaitu 1:5.
Jadi, solusi yang harus dilakukan Heri yaitu Jadi, daya masukan trafo 500 W.
menggunakan trafo step-up dengan perbandingan 2) Oleh karena lampu dipasang paralel,
jumlah lilitan primer dan skunder sebesar 1:5. tegangan sekunder trafo sama dengan
3. Diketahui: Vs = 12 V tegangan lampu.
Vp = 240 V Vs = 12 V
Ip = 0,5 A Np : Ns = 20 : 1
Ditanyakan: Is Np Vp
Jawab: Ns = V
s

Vp I s Vp
Is = V 20
s = 12 V
1
(240 V)(0,5A)
= = 10 Ampere Vp = 20(12 V) = 240 volt
12 V
Jadi, tegangan primer trafo sebesar 240 V.
Jadi, nilai arus keluaran sebesar 10 A.
3) Pp = Vp Ip
4. Diketahui: η = 97,5% Pp 500 W
Vp = 400 V Ip = V = 240 V = 2,08 A
p
Ip = 2 A
Jadi, arus pada kumparan primer sebesar
Ditanyakan: Ps 2,08 A.
Jawab: b. Nyala lampu tetap sama karena pemasangan
Mencari daya pada kumparan primer. secara paralel.
Pp = Vp Ip
= (400 V)(2 A) = 800 watt

92 Induksi Faraday
Hukum Faraday
tentang GGL Induksi dΦ
εind = –N dt

GGL Hukum Lenz


Induksi
GGL Induksi pada
Loop Kawat dΦ
εind = –N dt
= –BAv

1
W= 2
LI 2

Induktansi Diri dl
ε = –L dt

μ0N 2 A
L= A
Induksi Induktansi
Faraday

Koil Tesla

Generator AC
Generator ε = εmaks · sin ωt
εmaks = NBAω
Generator DC

Aplikasi Induksi
Faraday dalam
Produk Step up: Vp < Vs, Np < Ns, Ip > Is
Teknologi
Prinsip Kerja
Step down: Vp > Vs, Np > Ns, Ip < Is

Vp Np
Transformator Vs
= Ns
Persamaan

Fisika Kelas XII


Vs Is
η= Vp Ip
× 100%

93
Efisiensi
A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: d
1. Jawaban: e Diketahui: Vp = 220 V
Diketahui: l = 0,5 m θ = 90° Vs = 22 V
v = 50 m/s B = 5 × 102 T Is =2A
Ditanyakan: η = 80%
Jawab: Ditanyakan: Ip
ε = B l v sin Jawab:
= (5 × 10–2 T)(0,5 m)(50 m/s)sin 90° = 1,25 volt Ps
η= Pp × 100%
Jadi, nilai GGL induksi sebesar 1,25 volt.
Vs I s
2. Jawaban: a 80% = V I × 100%
Diketahui: Φ = 6 × 1010 weber p p

t = 0,05 sekon (22 V)(2 A)


Ditanyakan: εinduksi 0,8 = (220 V)I A
p
Jawab:
Ip = 0,25 A
ΔΦ
εinduksi = –N Δt Jadi, nilai Ip sebesar 0,25 A.
6. Jawaban: b
6 × 10−10 weber
= 1 0,05 sekon = 1,2 × 10–8 volt Diketahui: Vp = 220 volt
Vs = 1.100 volt
Jadi, nilai GGLinduksi sebesar 1,2 × 10–8 volt
Np = 70
3. Jawaban: d Ditanyakan: Ns
Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m Jawab:
v = 5 m/s Np Vp
B = 2,0 Wb/m2 Ns = Vs
Ditanyakan: ε ind N pVs
Jawab: Ns = V
p
ε ind = –BAA v
70(1.1100 volt)
= – (2,0 Wb/m2)(0,5 m)(5 m/s) = –5 volt = = 350 lilitan
220 volt
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz.
Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 5 volt. Jadi, jumlah lilitan kumparan sekunder sebanyak
350.
4. Jawaban: c
Diketahui: P = 40 watt 7. Jawaban: b
η = 100% Diketahui: A = 0,05 m2
Is = 2 A dB
Ditanyakan: Vs dt
= 2 × 10–2 T/s
Jawab: A = 0,1 Ω
P =VpIp Ditanyakan: Iind
40 watt = VpIp Jawab:
VpIp = VsIs dΦ
ε ind = – dt
40 watt = VsIs
40 watt = Vs(2A) dB
= – dtA
Vs = 40 watt = 20 volt dB
2A = –A dt
Jadi, nilai tegangan sekunder sebesar 20 volt.
= –(0,05 m2)(2 × 10–2 T/s) = 1 × 10–3 V

94 Induksi Faraday
ε 10. Jawaban: c
Iind = Rind Diketahui: ΔI = 8 A – 5,5 A = 2,5 A
t = 0,2
1 × 10−3 V s = 36 V
= 0,1 Ω Ditanyakan: L
= 1 × 10–2 A = 0,01 A Jawab:
ΔΦ ΔI
Δt
= negatif ε = –L Δt
ε ind = positif ( −2,5A)
36 = –L 0, 2s
Medan magnet mengalami penurunan sehingga
fluks magnetik juga mengalami penurunan. GGL 36(0,2s)
induksi menentang perubahan fluks magnetik L= 0,5A
sehingga GGL yang timbul bernilai positif.
Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, 7, 2
L = 2,5 H = 2,88 H
arus listrik yang mengalir berlawanan putaran
jarum jam. Jadi, induktansi diri pada rangkaian sebesar 2,88 H.
Jadi, arus induksi yang mengalir 0,01 A berlawanan 11. Jawaban: b
putaran jarum jam. Diketahui: A = 15 cm = 0,15 m
8. Jawaban: e B = 0,4 T
Diketahui: A = 1.500 cm2 = 0,15 m2 F = 1,2 N
N = 200 Ditanyakan: I
ΔB = (600 – 200) mT Jawab:
= 400 mT = 0,4 T Besar arus:
Δt = 10 ms = 0,01 s F = BIA
Ditanyakan: εind F 1,2 N
Jawab: I = B A = (0,4 T)(0,15 m) = 20 A
ε ind = BA
= –N ΔBA Δt Arah arus ditentukan menggunakan kaidah tangan
= –200 (0,4T)(0,15m2)0,01s kanan. Jari telunjuk sebagai arah B menunjuk ke
= –1.200 V (tanda negatif menunjukkan kanan, jari tengah sebagai arah F masuk bidang
hukum Lenz) gambar, sehingga ibu jari sebagai arah arus
Jadi, GGL induksi yang timbul 1.200 V menunjuk ke atas. Dengan demikian, arus yang
mengalir sebesar 20 A dari B ke A.
9. Jawaban: e
Diketahui: I = 0,3 A – 0,8 A = –0,5 A 12. Jawaban: e
Δt = 0,2 s Diketahui: Np = x Vs = y
ε ind = 6 V Ns = 100 Ip = 1 A
Ditanyakan: L Vp = 220 V Is = 4 A
Jawab: Ditanyakan: x dan y
Jawab:
ΔI
ε ind = –L Δt Vs Ip
Vp = I
s
( −0,5A)
6 V = –L 0, 2s Ip 1
Vs = I Vp = 4 (220 V) = 55 V
s
6V(0, 2s)
L= 0,5A Np Vp Vp ⎛ 220 V ⎞
Ns = V → Np = V Ns = ⎜ 55V ⎟ (100)
1, 2 s s ⎝ ⎠
L = 0,5 H = 2,4 H
= 400
Jadi, induktansi diri solenoid sebesar 2,4 H. Jadi, x = 400 dan y = 55 V.

Fisika Kelas XII 95


13. Jawaban: a 16. Jawaban: c
Diketahui: ε 2 = 3ε 1 Diketahui: Ip = 2,5 A
Ditanyakan: L1 : L2 Vp = 200 V
Jawab: Ps = 375 W
ΔI Ditanyakan: η
ε ind = –L Δt
Jawab:
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. Ps
Δt
η= Pp × 100%
L = εind
ΔI Ps
Sehingga perbandingannya: = V I × 100%
Δt p p
L1 ε
ΔI 1 ε1 1
L2
= Δt = ε2
= 3
375 W
ε
ΔI 2 = (200 V)(2,5 A) × 100% = 75%
Jadi, perbandingan induktansi diri rangkaian tersebut
Jadi, efisiensi trafo sebesar 75%.
adalah 1 : 3.
17. Jawaban: c
14. Jawaban: e
Diketahui: N = 600 lilitan
Diketahui: Ip = 2 A
s = 5 cm = 5 × 10–2 m
Vp = 220 V B = 0,5 T
Ps = 352 watt f = 50 Hz
Ditanyakan: μ Ditanyakan: εmaks
Jawab: Jawab:
Ps Luas kumparan:
μ = Pp × 100% A = s2 = (5 × 10–2 m)2 = 25 × 10–4 m2
GGL maksimal:
Ps
= I V × 100% εmaks = N A B ω
p p
εmaks = N A B (2π f )
352 watt = (600)(0,5 A)(25 × 10–4 T)(2π (50 Hz))
= (2 A)(200 V) × 100% = 75π V
= 79,5% Jadi, GGL maksimum yang timbul sebesar
Jadi, efisiensi trafo sebesar 79,5%. 75π V.
15. Jawaban: d 18. Jawaban: e
Diketahui: Vp = 20 V Diketahui: η = 80%
Vs = 200 V N1 = 100
Ps = 40 W N2 = 200
μ = 80% Ip = 1,25 A
Ditanyakan: Ip Ditanyakan: Is = 0,5 A
Jawab: Jawab:
Ps Gunakan persamaan daya transformator
μ= Pp × 100% Ps
η= Pp × 100%
40W
80% = Pp × 100%
Np Vp
40W Ns ∞ Vs
Pp = 0,8 = 50 W
Saat lilitan 200 dijadikan lilitan primer sehingga arus
Pp 50W keluarannya:
Ip = V = 20 V = 2,5 A
p Ps
Jadi, kuat arus pada kumparan primer sebesar 2,5 A. η= Pp × 100%

Vs I s
80% = V I × 100%
p p

96 Induksi Faraday
Jawab:
100 ⎛ Is ⎞
0,8 = 200 ⎜ 1, 25 A ⎟ ε1 − N A BA ω sin ω t
⎝ ⎠
ε 2 = − N B BB ω sin ω t
Is = 2 A
Saat lilitan 100 dijadikan lilitan primer sehingga arus Supaya GGL bernilai maksimum, maka sin ωt = 1.
keluarannya: Persamaan menjadi:
Ps ε1 N A BA
η= Pp × 100% ε 2 = N B BB

Vs I s (1.800)(0,05 T)
80% = V I × 100% = (6.000)(0,03 T)
p p

90 1
200 ⎛ I s ⎞ = 180 = 2
0,8 = ⎜ ⎟
100 ⎝ 1, 25 A ⎠
Jadi, perbandingan GGL maksimum generator A
Is = 0,5 A dan B adalah 1 : 2.
Jadi, kondisi yang diperoleh Siti adalah
mendapatkan arus 0,5 A saat Siti menghubung-
kan lilitan 100 dengan arus masukan 1,25 A. B . Uraian

19. Jawaban: b 1. Diketahui: Is = 20 A


Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m Vs= 160 V
R =6Ω Vp= 800 volt
B = 1,5 T Ditanyakan:
v = 4 m/s a. Jenis transformator
Ditanyakan: I b. I
Jawab: Jawab:
ε
a. Vp> Vs, jenis transformator step-down
I = Rind Vp Is
b. Vs = I p
BAv
= R Vs I s
Ip = V
(1,5 T)(0,5 m)(4 m/s) p
= (6 Ω) = 0,5 A
(160 V)(20 A)
Arah arus induksi dapat ditentukan sebagai = (800 V) =4A
berikut.
Gaya Lorentz berlawanan dengan arah kecepatan 2. Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m
kawat PQ yaitu ke kiri. Selanjutnya, arah arus B = 0,05 T
induksi ditentukan menggunakan kaidah tangan v = 2 m/s
kanan. Gaya Lorentz berarah ke kiri ditunjukkan R =2Ω
oleh arah telapak tangan. Medan magnet berarah Ditanyakan: a. I
ke atas ditunjukkan oleh arah keempat jari tangan. b. besar F
Adapun ibu jari menunjukkan arah arus induksi Jawab:
yaitu ke bawah (dari P ke Q). a. ε ind = –BAv = (0,05 T)(0,3 m)(2 m/s) V = 0,03 V
ε
20. Jawaban: b I = Rind
Diketahui: NA = 1.800
0,03 V
N B = 6.000 = 2Ω
BA = 0,05
= 0,015 A = 15 mA
BB = 0,03 Jadi, arus induksi yang mengalir pada kawat
Ditanyakan: ε1 dan ε2 sebesar 15 mA.

Fisika Kelas XII 97


b. F = BIA (0,005π V)(0,1 m)
= (0,05 T)(0,015 A)(0,3 m) = 2,25 × 10–4 N = – (4π × 10−7 Wb/Am)(500)2 (2 × 10−3 A)
Jadi, gaya Lorentz yang bekerja pada kawat
sebesar 2,25 × 10–4 N = –2,5 A/s

3. Diketahui: B = 2 T Jadi, laju perubahan arus di dalam solenoid sebesar


v = 0,5 m/s –2,5 A/s.
A = 20 cm = 0,2 m 6. Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: N 1 = 500 lilitan
a. ε ind N 2 = 600 lilitan
b. I A = 15 cm2 = 15 × 10–4 m2
Jawab: μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
a. ε ind = B A v Ditanyakan: M
= (2 T)(0,2 m)(0,5 m/s) μ0 A N1 N 2
= 0,2 volt M= A
b. Arus induksinya jika R = 20
εind = I R (4π × 10−7 Wb/Am)(15 × 10−4 A)(500)(600)
= 0, 2 m
ε 0, 2 V
I = Rind = 20 Ω = 0,01 A = 9π × 10–4 H
Jadi, GGL induksi dan arus induksi masing-masing Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
sebesar 0,2 V dan 0,01 A. 9π × 10–4 H.
4. Diketahui: I1 = 2 A
7. Diketahui: PP = 4 kW = 4.000 W
I2 = 0
η = 70%
t = 0,1 s
Ditanyakan: PS
L=2H
Jawab:
Ditanyakan: ε ind
Ps
Jawab: η= × 100%
Pp
ΔI
ε ind = –L Δt P
70% = 4.000s W × 100%
(0 A − 2 A)
= –(2 H) 0,1s = 40V PS = (0,70)(4.000 W) = 2.800 W
Jadi, daya pada kumparan sekunder 2.800 W.
Jadi, GGL induksi pada induktor sebesar 40 V.
8. Diketahui: Np = 150
5. Diketahui: A = 10 cm = 0,1 m
Ns = 60
N = 500 lilitan
Vp = 220 volt
A = 20 cm2 = 2 × 10–3 m2
Ditanyakan: Vs
ε ind = 0,005π V
Jawab:
μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
Vp Np
dI
Vs = N
Ditanyakan: dt
s
N pVp
Jawab: Vs = N
p
dI
ε ind = –L dt (60)(220 V)
= 150
= 88 volt
2
μ0 N A dI Jadi, tegangan sekunder transformator sebesar 88 V.
ε ind = – dt
A
9. Diketahui: A2 = 2,5A1
dI ε ind A N2 = 2N1
dt
= – μ N2A
0
3
ω2 = 4
ω1

98 Induksi Faraday
Ditanyakan: ε1 : ε2 Ditanyakan: ε
Jawab: Jawab:
ε1 N1 B1 A1ω1 ε = N B A ω sin
ε 2 = N 2 B2 A2 ω2 = N B A 2π f sin 60°

N1 B1 A1 ω1 = (200)(0,5T)(0,03m2)(2)(40Hz)( 1 3 )
4 2
= (2 N )( B )(2,5 A )( 3 ω ) =
1 1 1 4 1 15 = 120π 3 V
Jadi, perbandingan GGL maksimum yang Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 120π
dihasilkan generator sebelum dan sesudah 3 V.
direparasi adalah 4 : 15.
10. Diketahui: N = 200
A = 300 cm2 = 0,03 m2
B = 0,5 T
f = 40 Hz
θ = 60°

Fisika Kelas XII 99


1. Peserta didik mampu melakukan pengukuran besaran-besaran listrik bolak-balik dengan benar setelah berdiskusi tentang tegangan,
arus, dan impedansi.
2. Peserta didik mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan rangkaian listrik bolak-balik
dengan benar setelah mempelajari penerapan rangkaian listrik bolak-balik.

Listrik Bolak-Balik

mencakup

Besaran dalam Listrik Bolak-Balik Rangkaian Listrik Bolak-Balik

meliputi meliputi

Tegangan dan Arus Rangkaian Murni dan


Kombinasi
meliputi
Arus danTegangan
Efektif
Rangkaian Resonansi

Arus danTegangan
Rata-Rata
Daya pada Rangkaian
Bolak-Balik
Impedansi

meliputi
Impedansi Resistor Penerapan Rangkaian
Listrik Bolak-Balik

Impedansi Konduktor

Impedansi Kapasitor

• Arus • Induktif
• Tegangan • Kapasitif
• Impedansi • Daya
• Resistif • Listrik Bolak-Balik

100 Listrik Bolak-Balik


A. Pilihan Ganda Jadi, persamaan tegangan total pada generator AC
1. Jawaban: e dalam fungsi waktu t yang dihasilkan adalah
Diketahui: Vef = 80 V 9(1 + 4 2 sin ωt) V.
Ditanyakan: Vm
4. Jawaban: b
Jawab:
Diketahui: SV = 3 DIV
Tegangan yang ditunjukkan oleh voltmeter
SVO = 4 V/DIV
merupakan tegangan efektif (Vef), sedangkan
SH = 8 DIV
tegangan bolak-balik merupakan tegangan
SHO = 10 ms/DIV
maksimum (Vm).
Ditanyakan: Vef dan f
Vm
Vef = Jawab:
2
Vm = Vef 2 Vm = (3 DIV)(4 V/DIV)
= 12 V
Vm = 80 2 V Vm
Jadi, kesimpulan yang diperoleh Vino adalah Vef = 2
tegangan arus bolak-balik berubah antara –80 2 12
= 2
V
V hingga 80 2 V.
=6 2 V
2. Jawaban: c T = (8 DIV)(10 ms/DIV)
Diketahui: I = (4 sin ωt) A = 80 ms
R = 18 Ω = 0,08 s
Ditanyakan: Vef dan Vm 1
Jawab: f = T
Im 4 1
Ief = 2 = 2 A = 2 2 A = 0,08 s
Vef = Ief R
= 12,5 Hz
= ( 2 2 A)(18 Ω)
= 36 2 V Jadi, tegangan efektif serta frekuensi berturut-turut
Vm = Im R adalah 6 2 V dan 12,5 Hz.
= (4 A)(18 Ω) 5. Jawaban: c
= 72 V Diketahui: C1 = 6 μF
Jadi, tegangan efektif dan tegangan maksimum C2 = 12 μF
yang bekerja pada lampu berturut-turut adalah C3 = 16 μF
36 2 V dan 72 V. ω = 500 rad/s
Ditanyakan: Z
3. Jawaban: e Jawab:
Diketahui: Vef = 36 V Menentukan kapasitas kapasitor total:
VDC = 9 V
1 1 1 1
Ditanyakan: Vtot = C + C + C
C
Jawab: 1 2 3

Vtot = VDC + VAC 1 1 1


= + +
6 μF 12 μF 16 μF
= VDC + Vef 2 V sin ωt
8 4 3
= 9 V + 36 2 V sin ωt = + 48 μF + 48 μF
48 μF
= 9(1 + 4 2 sin ωt) V
15
= 48 μF

Fisika Kelas XII 101


15C = 48 μF 1
C = 3,2 μF T = f
Menentukan besar impedansi total:
1
1 1 = 20 Hz
Z = ωC
= (500 rad/s)(3,2×10−6 F)
= 625 Ω
= 0,05 s
Jadi, impedansi total pada kapasitor tersebut
= 50 ms
adalah 625 Ω.
Jika digambarkan dalam kurva sinusoidal sebagai
6. Jawaban: b berikut.
Diketahui: I = (100 sin ωt) mA V (V)
Ditanyakan: Ief dan Ir 20
Jawab:
Im 0 t (ms)
25 50 75 100
Ie = 2
100
= mA Jadi, bentuk sinyal yang tepat ditunjukkan oleh
2
= 50 2 mA pilihan c.
= 0,05 2 A 9. Jawaban: c
Ir = 0,637Im Diketahui: R1 = 10 Ω
= (0,637)(100 mA) R2 = 15 Ω
= 0,0637 A R3 = 20 Ω
Jadi, arus efektif dan arus rata-rata sinyal AC V = 90 2 V
tersebut sebesar 0,05 2 A dan 0,0637 A. Ditanyakan: Ief
Jawab:
7. Jawaban: d Menentukan hambatan total pada resistor:
Diketahui: L = 500 mH = 0,5 H R = R1 + R2 + R3
Z = 75 Ω = 10 Ω + 15 Ω + 20 Ω
Ditanyakan: T = 45 Ω
Jawab: Menentukan arus maksimum pada resistor:
Z = ωL
V 90 2
75 Ω = ω(0,5 H) Im = Rm = =2 2 A
45
ω = 150 rad/s
2π Menentukan arus efektif pada resistor:
ω= T Im 2 2
2π Ief = 2
= =2A
T= 2
(150 rad/s)
Jadi, arus efektif yang mengalir pada resistor
1
T= 75
πs sebesar 2 A.
1 10. Jawaban: c
Jadi, periode arus AC yang mengalir sebesar 75 π s.
Diketahui: Vm = 8 V
8. Jawaban: c n = 2,5
t = 50 ms
Diketahui: Vef = 10 2 V Ditanyakan: V(t)
f = 20 Hz Jawab:
Ditanyakan: bentuk sinyal tegangan
t 50 ms
Jawab: T = n = 2,5 = 20 ms = 2 × 10–2 s
Vm = Vef 2 2π 2π
ω = = = 100π s
= (10 2 V)( 2 ) T 2 × 10−2 s
= 20 V

102 Listrik Bolak-Balik


V(t) = Vm sin ωt Jawab:
= (8 sin 100π t) V a. Ipp = 2Im
Jadi, fungsi tegangan berdasarkan kurva tersebut = 2(750 mA)
adalah V(t) = (8 sin 100π t) V. = 1.500 mA
B. Uraian = 1,5 A
Jadi, arus puncak ke puncak 1,5 A.
1. Diketahui: n = 2,5
Im
t = 15 s b. Irms = 2
Vm = 6 V
Ditanyakan: a. f 750 mA
= 2
b. Vrms
c. ω = 375 2 mA
d. V
= 0,375 2 A
Jawab:
n Jadi, arus rms sebesar 0,375 2 A.
a. f = t c. Vef = Irms R
2,5 = (0,375 2 A)(7,5 Ω)
= 15 s
= 2,8125 2 V
1 Jadi, tegangan efektif jika arus dihubungkan
= 6
Hz dengan sebuah alat yang memiliki hambatan
1 7,5 Ω adalah 2,8125 2 V.
Jadi, frekuensi tegangan 6 Hz.
3. Diketahui: Irms = 5 2 A
Vm f = 40 Hz
b. Vrms = 2 Ditanyakan: grafik arus bolak-balik
6V Jawab:
= 2 Im = Irms 2
=3 2V = (5 2 A)( 2 )
Jadi, tegangan rms sebesar 3 2 V. = 10 A
c. ω = 2π f 1
T = f
1
= 2π ( 6 Hz) 1
= 40 Hz
1
= 3 π rad/s = 0,025 s

1 I (A)
Jadi, kecepatan sudutnya sebesar 3 π rad/s.
10
d. V = Vm sin ωt
1 0,025 0,05 0,075 t (s)
= (6 sin 3 π t) V –10
Jadi, persamaan tegangan terhadap waktu
1 4. Diketahui: R1 = 12 Ω
adalah V = (6 sin 3 π t) V.
R2 = 18 Ω
2. Diketahui: I = (750 sin 450t) mA R3 = 36 Ω
R = 7,5 Ω C1 = 8 μF
Ditanyakan: a. Ipp C2 = 10 μF
C3 = 7 μF
b. Irms
ω = 5.000 rad/s
c. Vef Ditanyakan: Z

Fisika Kelas XII 103


Jawab: Menentukan besar impedansi total rangkaian:
Menentukan besar hambatan total rangkaian:
Z = R 2 + X C2
1 1 1 1
= + + R3
R R1 R2
= (6 Ω) 2 + (8 Ω) 2
1 1 1
= + +
12 Ω 18 Ω 36 Ω = 36 Ω 2 + 64 Ω 2
3 2 1
= + + = 100 Ω 2
36 Ω 36 Ω 36 Ω
= 10 Ω
6 Jadi, impedansi total rangkaian adalah 10 Ω.
=
36 Ω
5. Diketahui: Amplitudo sinyal tegangan
6R = 36 Ω
Vm = (2 DIV)(0,5 VOLT/DIV)
R=6Ω = 1 VOLT
Menentukan kapasitas kapasitor total rangkaian: Periode sinyal tegangan
C = C1 + C2 + C3 T = (4 DIV)(0,1 SEKON/DIV)
= 8 μF + 10 μF + 7 μF = 0,4 SEKON
= 25 μF Ditanyakan: V(t)
Menentukan reaktansi kapasitif: Jawab:
1 2π 2π
XC = ω C ω= T
= 0,4 s = 5π rad/s

1 V(t) = Vm sin ω t
= (5.000 rad/s)(25×10−6 )
= (1 sin 5π t) V
=8Ω Jadi, fungsi sinyal tegangan yang ditunjukkan
pada layar osiloskop adalah V(t) = (1 sin 5π t) V.

A. Pilihan Ganda 1
XC = ω C
1. Jawaban: c 1
Pada rangkaian R dan C seri, arus selalu =
(200 rad/s)(62,5 × 10−6 F)
mendahului sebesar 90o terhadap tegangan atau
tegangan tertinggal sebesar 90o terhadap arus. = 80 Ω
Jadi, pilihan yang tepat ditunjukkan oleh huruf c. Z = R 2 + (X L − X C ) 2
2. Jawaban: d
Diketahui: R = 120 Ω
= (120 Ω) 2 + (240 Ω − 80 Ω) 2
L = 1,2 H = 14.400 Ω 2 + 25.600 Ω 2
C = 62,5 μF = 62,5 × 10–6 F
V = (400 sin 200t) V = 40.000 Ω 2 = 200 Ω
Vm = 400 V V 400 V
ω = 200 rad/s Im = Zm = 200 Ω = 2 A
Ditanyakan: P R 120 3
Jawab: cos θ = Z = 200 = 5
XL = ωL = (200 rad/s)(1,2 H) = 240 Ω

104 Listrik Bolak-Balik


P = Vef Ief cos θ 1
XC = ω C
Vm I m R
= 2 2 Z 1
=
(100 rad/s)(25 × 10−6 F)
400 2 3
= 2 2 5 = 400 Ω
= 240 W
XL − XC 500 Ω − 400 Ω
Jadi, daya pada rangkaian sebesar 240 W. tan θ = = =1
R 100 Ω
3. Jawaban: d θ = 45°
Jika XL < XC, maka rangkaian bersifat kapasitif. Jadi, sudut fase rangkaian sebesar 45°.
Tegangan V tertinggal 90o terhadap arus I. Oleh
karena itu, jawaban yang benar adalah opsi d. 6. Jawaban: c
Pada kapasitor arus I = Im sin ωt dan tegangan
4. Jawaban: b π π
Diketahui: R = 10 Ω V = Vm sin (ωt – 2 ). Tegangan selalu tertinggal 2
L = 200 mH = 0,2 H terhadap arus.
C = 1 mF = 10–3 F
V = 50 sin 100t V 7. Jawaban: c
1
Ditanyakan: Im Diketahui: f1 = 4 f0
Jawab: Ditanyakan: pernyataan yang tepat
XL = ωL = (100 rad/s)(0,2 H) = 20 Ω Jawab:
1 1) Z = XL – XC
XC = ω C
Oleh karena frekuensi diperkecil maka nilai
1 XL dan XC akan berubah sehingga impedansi
=
(100 rad/s)(10−3 F) juga berubah.
2) ω0 = 2π f0
= 10 Ω
ω1 = 2π f1
1
Z = R 2 + (X L − X C ) 2 = 2π ( 4 f0)
= 10 Ω 2 + 10 Ω 2 1
= 4 ω0
1
= 100 + 100 Ω Jadi, kecepatan angulernya menjadi 4 kali
= 200 Ω semula.
3) XL = ω1L
= 10 2 Ω 1
1
Vm 50 V = 4 ω0L
Im = = = 2,5 2 A
Z 10 2 Ω
1
Jadi, kuat arus maksimum yang mengalir pada = 4 XL
0
1
rangkaian sebesar 2,5 2 A. Jadi, reaktansi induktif menjadi 4 kali semula.
5. Jawaban: c 4) Induktansi induktor tidak dipengaruhi
Diketahui: R = 100 Ω frekuensi.
L =5H 5) Kapasitas kapasitor tidak dipengaruhi frekuensi.
C = 25 μF = 25 × 10–6 F Jadi, pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh huruf c.
ω = 100 rad/s 8. Jawaban: e
Ditanyakan: θ Diketahui: R = 30 Ω
Jawab: L = 100 mH = 0,1 H
XL = ωL θ = 53o
= (100 rad/s)(5 H) Ditanyakan: T
= 500 Ω

Fisika Kelas XII 105


Jawab: B. Uraian

tan θ = RL
X 1. Diketahui: R = 15 Ω
50
ωL f = π Hz
tan θ = R
V = 200 V
tan θ R I =8A
ω= L Ditanyakan: C
(tan 53°)(30 Ω)
= Jawab:
0,1 H
V 200 V
4
(30) Z = I = 8 A = 25 Ω
3
= 0,1 rad/s
= 400 rad/s Z = R 2 + X C2

ω= T
25 Ω = 15 Ω 2 + X C 2
2π 2π 625 Ω2 = 225 Ω2 + XC2
T = ω = 400 rad/s = 5π × 10–3 s
400 Ω2 = XC2
Jadi, periode saat tegangan mendahului arus 53°
XC = 20 Ω
sebesar 5π × 10–3 s. Rangkaian seri kapasitor:
9. Jawaban: c 1 1 1
Cs = +
Resonansi terjadi apabila Z = R. Oleh karena itu, C1 C2
besar XL harus sama dengan XC. 1 1
= C + C
10. Jawaban: b
2
Diketahui: L = 3,5 H = C
C = 10 μF = 10–5 F
1
V = 200 V Cs = 2 C
ω = 200 rad/s
1
Z = 290 Ω XC = ω C
Ditanyakan: R s
1
Jawab: XC = 1
(2π f )( 2 C )
XL = ωL
1
= (200 rad/s)(3,5 H) C = π fX C
= 700 Ω
1 1
XC = ω C =
π ( 50
π
Hz)(20 Ω)
1
= 1
(200 rad/s)(10−5 F) = 1.000 F
1 = 1 mF
= 2 × 103 Ω
Jadi, masing-masing kapasitas kapasitor pada
= 500 Ω rangkaian tersebut sebesar 1 mF.
Z2 = R2 + (XL – XC)2
(290 Ω)2 = R2 + (700 Ω – 500 Ω)2 2. Diketahui: R = 12 Ω
R2 = 84.100 Ω2 – 40.000 Ω2 L = 20 mH = 0,02 H
R2 = 44.100 Ω2 C = 2 mF = 2 × 10–3 F
ω = 500 rad/s
R= 44.100 Ω 2 Vef = 300 2 V
R = 210 Ω Ditanyakan: a. VL
b. VC
Jadi, resistansi rangkaian adalah 210 Ω.

106 Listrik Bolak-Balik


Jawab: Oleh karena nilai fr tidak sama dengan f, pada
a. Reaktansi induktif rangkaian tidak terjadi resonansi karena besar
XL = ωL reaktansi induktif lebih kecil daripada reaktansi
= (500 rad/s)(0,02 H) kapasitif. Jadi, sifat rangkaian R–L–C seri adalah
= 10 Ω kapasitif.
Reaktansi kapasitif
4. Diketahui: R = 400 Ω
1 f = 50 Hz
XC = ωC
V = 20 sin ωt V
1
= (500 rad/s)(2 10−3 F) Ditanyakan: a. Im
b. ω
1 1
= 1 Ω=1Ω c. IR → t = 75 sekon
Impedansi 1
Z2 = R2 + (XL – XC)2 d. IR → t = 50 sekon
= (12 Ω)2 + (10 Ω – 1 Ω)2 Jawab:
= (12 Ω)2 + (9 Ω)2 a. R = 400 Ω
= 144 Ω2 + 81 Ω2 Vm 20 V
= 225 Ω2 Im = = 400 Ω = 0,05 A
R
= 15 Ω
Jadi, arus maksimal yang melalui resistor
V Vef 2 sebesar 0,05 A.
Im = Zm =
Z b. ω = 2π f
(300 2 V) 2
= (2π)(50 Hz)
= 15 Ω
= 40 A = 100π rad/s
Jadi, frekuensi sudut generator 100π rad/s.
VL = Im XL = (40 A)(10 Ω) = 400 V c. I = Im sin ω t
Jadi, beda potensial antara ujung-ujung L 1
adalah 400 V. = (0,05 A) sin (100π t rad/s)( 75 s)
4
b. VC = Im XC = (40 A)(1 Ω) = 40 V = 0,05 A sin 3 π
Jadi, beda potensial antara ujung-ujung C
1
adalah 40 V. = (0,05 A)(– 2 3 )
3. Diketahui: R = 10 Ω
= – 25 3 mA
L = 5 mH = 5 × 10–3 H
1
C = 20 mF = 2 × 10–2 F Jadi, arus yang melalui resistor saat t = 75
20
f = π Hz sekon sebesar – 25 3 mA.
Ditanyakan: fr d. I = Im sin ω t
Jawab: 1
1 1 = (0,05 A) sin (100π t rad/s)( 50 s)
fr =
2π LC = 0,05 A sin 2π
1 1 = (0,05 A)(0)
= 2π (5 × 10−3 H)(2 × 10−2 F) = 0 mA
1 1 1
= 2π Jadi, arus yang melalui resistor saat t = 50 s
10 × 10−5 HF
1 adalah 0 mA.
= 2π 10−4 Hz
1
= 2π · 102 Hz
50
= π Hz

Fisika Kelas XII 107


5. Diketahui: L = 0,2 H π
Arus pada rangkaian induktif tertinggal 2
V = (200 sin 200t) V
terhadap tegangannya. Oleh karena itu, persamaan
Ditanyakan: I
arus yang mengalir dalam rangkaian sebagai
Jawab:
berikut.
XL = ωL = (200 rad/s)(0,2 H) = 40 Ω π π
I = Im sin (ωt – 2 ) = (5 sin (200t – 2 )) A
Vm 200 V
Im = X = 40 Ω = 5 A Jadi, persamaan arus pada rangkaian induktif
L
π
tersebut adalah I = (5 sin (200t – 2 )) A.

108 Listrik Bolak-Balik


Fisika Kelas XII 109
A. Pilihan Ganda Jawab:
1. Jawaban: c Vm = Vef 2 = (6 2 V)( 2 ) = 12 V
Jenis filter band stop berfungsi meloloskan 1 1
frekuensi di tengah-tengah cut off. Pada filter band T = f = 40 Hz = 0,025 s = 25 ms
stop terjadi pengurangan frekuensi tepat di
Jika digambarkan dalam grafik hubungan sinyal
frekuensi cut off.
tegangan terhadap waktu sebagai berikut.
2. Jawaban: a V (V)
1) Z = 2 2
R + (X L − X C )
12
= 2 2
(50 Ω) + (50 Ω − 30 Ω)
12,5 25 37,5 50 t (s)
= 2
2.500 Ω + 400 Ω = 2
2.900 Ω –12

2) Z = R 2 + (X L − X C ) 2
Jadi, pilihan yang tepat ditunjukkan oleh hutuf b.
= (50 Ω) 2 + (100 Ω − 60 Ω) 2
4. Jawaban: a
= 2
2.500 Ω + 1.600 Ω = 2
4.100 Ω Diketahui: R = 100 Ω
L = 1,28 H
3) Z = R 2 + (X L − X C ) 2 C = 50 μF = 5 × 10–5 F
V = (520 sin 250t) V
= (40 Ω) 2 + (30 Ω − 10 Ω) 2 ω = 250 rad/s
Ditanyakan: I
= 1.600 Ω 2 + 400 Ω 2 = 2.000 Ω Jawab:
XL = ωL = (250 rad/s)(1,28 H) = 320 Ω
4) Z = R 2 + (X L − X C ) 2
1 1
2 2 XC = ωC = (250 rad/s)(5 × 10−5 F) = 80 Ω
= (40 Ω) + (20 Ω − 80 Ω)

= 1.600 Ω 2 + 3.600 Ω 2 Z = R 2 + (X L − X C ) 2

= 5.200 Ω = (100 Ω) 2 + (320 Ω − 80 Ω) 2

5) Z = R 2 + (X L − X C ) 2 = (100 Ω) 2 + (240 Ω) 2

= (30 Ω) 2 + (50 Ω − 100 Ω) 2 = 10.000 Ω 2 + 57.600 Ω 2

= 900 Ω 2 + 2.500 Ω 2 = 67.600 Ω 2 = 260 Ω


V 520 V
= 3.400 Ω I = Zm = 260 Ω = 2 A
Jadi, urutan rangkaian dengan impedansi mulai Jadi, kuat arus maksimum yang mengalir pada
dari yang terkecil adalah C–A–E–B–D. rangkaian sebesar 2 A.
3. Jawaban: b 5. Jawaban: d
Diketahui: Vef = 6 2 V Diketahui: R = 90 Ω
f = 40 Hz ω = 15 rad/s
Ditanyakan: grafik sinyal tegangan terhadap Z = 150 Ω
waktu Ditanyakan: L

110 Listrik Bolak-Balik


Jawab: 8. Jawaban: b
Z2 = R2 + XL2 Diketahui: η = 60%
(150 Ω)2 = (90 Ω)2 + XL2 Vout = 27 V
22.500 Ω2 = 8.100 Ω2 + XL2 Vin = 200 V
XL2 = 14.400 Ω2 L = 0,6 H
XL = 120 Ω ω = 180 rad/s
XL = ωL Ditanyakan: Iin
X Jawab:
L = ωL Rout = XL = ωL
= (180 rad/s)(0,6 H)
120 Ω
= 15 rad/s = 8 H = 108 Ω
Vout
Jadi, besar induktansi induktor yang digunakan Rout = I
out
dalam rangkaian adalah 8 H.
27 V
6. Jawaban: b Iout = 108 Ω = 0,25 A
Diketahui: R = 100 Ω
L = 12 H Vout I out
η= × 100%
C = 5 mF = 5 × 10–3 F Vin I in
ω = 40 rad/s
(27 V)(0,25 A)
Ditanyakan: θ 60% = × 100%
(200 V)I in
Jawab:
XL = ωL = (40 rad/s)(12 H) = 80 Ω (0,6)(200 V)(Iin) = (27 V)(0,25 A)
1 1 6,75
XC = ωC = (40 rad/s)(5 × 10−3 F) = 5 Ω Iin = 120 A
XL − XC 80 Ω − 5 Ω
tan θ = = = 0,75 Iin = 0,05625 A
R 100 Ω
θ = 37° Iin = 56,25 A
Jadi, arus masukan trafo sebesar 56,25 A.
Jadi, sudut fase pada rangkaian tersebut sebesar 37°.
9. Jawaban: c
7. Jawaban: c
Diketahui: I = 900 mA = 0,9 A
Diketahui: C1 = 120 μF I =6A
V = 18 V
C2 = 60 μF ω = 440 rad/s 80
C3 = 40 μF f = π Hz
Ditanyakan: V Ditanyakan: C
Jawab: Jawab:
1 1 1 1 Berdasarkan gambar diagram fasor, diketahui
= + +
C C1 C2 C3 bahwa tegangan tertinggal 90o dari arus. Jadi,
1 1 1 diagram fasor pada gambar merupakan diagram
= + +
120 μF 60 μF 40 μF fasor untuk rangkaian kapasitor.
3+6+9 Pada rangkaian kapasitor berlaku:
= 360 μF
V 18 V
1 18 XC = IC = 0,9 A = 20 Ω
= 360 μF
C
Besar kapasitansi:
18C = 360 μF 1
C = 20 μF = 20 × 10–6 F XC = ω C
1 1 1 1 1
XC = ω C = = 125 Ω C = = 2π f X =
(400 rad/s)(20 × 10−6 F) ωXC C
80
2π ( π Hz)(20 Ω)
V = IXC = (6 A)(125 Ω) = 750 V
Jadi, besar tegangan pada rangkaian adalah 1 106
= 3.200 F = μF = 312,5 μF
750 V. 3.200
Jadi, kapasitansi kapasitornya adalah 312,5 μF.

Fisika Kelas XII 111


10. Jawaban: c 1 1 0, 25
Pada rangkaian induktor murni, arus tertinggal 90o = 4( L )
2
dari tegangan atau tegangan mendahului arus L = 0,125 H = 125 mH
sebesar 90°. Jadi, diagram fasor antara arus dengan Jadi, induktor yang harus dipilih Aldo memiliki
tegangan pada rangkaian induktor murni induktansi 125 mH.
ditunjukkan oleh gambar c.
13. Jawaban: d
11. Jawaban: b Diketahui: I = 5 A
Diketahui: R1 = 200 Ω V = 150 V
R2 = 300 Ω Ditanyakan: XL
L = 300 mH = 0,3 H Jawab:
C = 500 μF = 5 × 10–4 F Jika tegangan antara ujung resistor dan induktor
V = (50 sin 200t) V sama besar, nilai R sama dengan XL sehingga:
Vm = 50 V V V
V
ω = 200 rad/s I = Z = 2 2
= X 2
XL + XL L
Ditanyakan: Z
Jawab: V 150 V 30
XL = I 2 = 5 A 2 = Ω = 15 2 Ω
XL = ωL = (200 rad/s)(0,3 H) = 60 Ω 2
1 1 1 Jadi, reaktansi induktif bernilai 15 2 Ω.
XC = ωC = (200 rad/s)(5 ×10−4 F) = 0,1 Ω = 10 Ω
14. Jawaban: c
R1 R2
Rtot = Diketahui: R = 120 Ω
R1 + R2
L = 112,5 mH = 0,1125 H
(200 Ω)(300 Ω) C = 5 μF = 5 × 10–6 F
= (200 Ω + 300 Ω) V = (100 sin 800t) V
60.000 Ω2
Vm = 100 V
= 500 Ω
= 120 Ω ω = 800 rad/s
Ditanyakan: Pef
Z = R 2 + (X L − X C ) 2 Jawab:
XL = ωL = (800 rad/s)(0,1125 H) = 90 Ω
= (120 Ω) 2 + (60 Ω − 10 Ω) 2 1 1
XC = ωC = (800 rad/s)(5 ×10−6 F) = 250 Ω
= 14.400 Ω 2 + 2.500 Ω 2
Z = R 2 + (X L − X C ) 2
= 16.900 Ω 2 = 130 Ω
= (120 Ω) 2 + ((90 Ω − 250) Ω) 2
Jadi, impedansi pada rangkaian sebesar 130 Ω.
= 14.400 Ω 2 + 25.600 Ω 2
12. Jawaban: d
Diketahui: C = 4 F = 40.000 Ω 2 = 200 Ω
1
f = 8 Hz V 100 V 1
4π Im = Zm = 200 Ω = 2 A
Ditanyakan: L 1
Im A 1
Jawab: Ief = 2 = 2
= 2 A
1 1 2 4
f= V 100
2π LC m
Vef = 2 = 2 = 50 2 V
1 ⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ ⎟ P = Vef Ief cos θ
4π 2 ⎝ LC ⎠
1 R
1 1 ⎛ 1 ⎞ = ( 50 2 V)( 2 A) Z
(8) Hz = ⎜ ⎟ 4
16π 2 4π 2 ⎝ L(4 F) ⎠
120 Ω
= (25 W) 200 Ω

112 Listrik Bolak-Balik


P = 15 W
Jadi, daya disipasi rangkaian seri R–L–C sebesar Z= R 2 + ( X L − X C )2
15 W.
1.300 Ω = (1.2002 ) + ( X L − X C ) 2
15. Jawaban: d
Diketahui: R = 10 Ω 1.690.000 Ω2 = 1.440.000 Ω2 + (XL – XC)2
L = 20 mH = 0,02 H XL – XC = 250.000 Ω
ω = 500 rad/s
Vef = 6 V XL – 1.250 Ω = 500 Ω
Ditanyakan: P XL = 1.750 Ω
Jawab: X 1.750 Ω
XL = ω L L = ωL = = 8,75 H
200 rad/s
= (500 rad/s)(0,02 H)
= 10 Ω Jadi, nilai L sebesar 8,75 H.
17. Jawaban: d
Z = X R 2 + X L2 1) Rangkaian seri R–L–C ini tidak terjadi
resonansi karena bersifat kapasitif.
= (10 Ω) 2 + (10 Ω) 2 2) Rangkaian seri R–L–C ini bersifat kapasitif
= 10 2 Ω karena XC > XL.
6V
3) Impedansi
V
Ief = Zef = 10 2 Ω = 0,3 2 A
Z= R 2 + ( X L − X C )2
P = Ief Vef cos θ
= (40 Ω) 2 + (30 Ω − 60 Ω) 2
= Ief Vef
⎛ 10 Ω ⎞
= 1.600 + 900 Ω
= (0,3 2 A)(6 V) ⎜⎜ 10 2 Ω ⎟⎟
⎝ ⎠ = 2.500 Ω
=1,8 W
= 50 Ω
Jadi, daya rangkaian seri R – L tersebut sebesar
1,8 W. 4) Beda sudut fase
16. Jawaban: d XL − XC
tan ϕ = R
Diketahui: R = 1.200 Ω
(30 − 60) Ω
C = 4 μF = 4 × 10–6 F = 40 Ω
ω = 200 rad/s
I = 200 mA = 0,2 A 30
=–
V = 260 V 40
Ditanyakan: L 3
tan ϕ = –
Jawab: 4
ϕ = –37°
V 260
Z= I
= 0, 2
Ω = 1.300 Ω 5) Arus maksimal
1 V 20 V
XC = ω C Im = Zm = 50 Ω = 0,4 A

1 Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan d.


= (200)(4 × 10−6 )

= 1.250 Ω

Fisika Kelas XII 113


18. Jawaban: b
Gambar di atas menunjukkan kurva karakteristik a. Z = R 2 + X C2
filter low pass atau tapis rendah. Berdasarkan
keterangan gambar, filter meloloskan frekuensi = (300 Ω) 2 + (125 Ω) 2
dari 0–2.000 Hz dan memblokir frekuensi di atas
2.000 Hz. Filter tidak melakukan penguatan karena
= 90.000 Ω 2 + 15.625 Ω 2
tidak menggunakan komponen aktif untuk
= 105.625 Ω 2
menguatkan sinyal output.
= 325 Ω
19. Jawaban: d Jadi, impedansi rangkaian sebesar 325 Ω.
Apabila XC > XL, rangkaian bersifat kapasitif. Arus
V
π b. I = Z
listrik mendahului tegangan sebesar 2 .
65 V
20. Jawaban: e = 325 Ω
Vm = 2 DIV = (2 DIV)(5 V/DIV) = 10 V
= 0,2 A
λ = 4 DIV
Jadi, kuat arus yang mengalir melalui
T = (4 DIV)(0,5 μs/DIV) = 2 μs kapasitor sebesar 0,2 A.
1 1 2. Diketahui: Vm = 100 mV
f = T = 2 × 10−6 s t = 60 ms = 0,06 s
λ = 3λ
= 5 × 105 Hz = 500 kHz Ditanyakan: a. Vm
Persamaan tegangan yang terukur: b. Vef
V = Vm sin 2π ft c. Vr
= 10 sin ((2π )(5 × 105)) t d. persamaan
= (10 sin 106π t) V Jawab:
a. Vm = amplitudo sinyal tegangan
Jadi, frekuensi masukan tuning sebesar 500 kHz
= 100 mV
dan persamaan tegangan yang terukur
Jadi, tegangan maksimum sebesar 100 mV.
V = (10 sin 106π t) V.
Vm 100 mV
B. Uraian b. Vef = = = 50 2 mV
2 2
1. Diketahui: V = 65 V
40 Jadi, tegangan efektif sebesar 50 2 mV.
f = π Hz c. Vr = 0,637Vm
R = 300 Ω = 0,637(100 mV)
C = 10 μF = 1 × 10–5 F = 63,7 mV
Ditanyakan: a. Z Jadi, tegangan rata-rata sebesar 63,7 mV.
b. I d. Untuk menentukan persamaan tegangan,
Jawab: terlebih dahulu menentukan frekuensi sudut.
1 t 0,06
XC = ω C T = n = 3 = 0,02 s
1 Sudut fase:
= V = Vm sin ωt
2π ( π Hz)(1×10−5 F)
40


1 V = 100 sin ( T t) mV
= 8 × 10−3 F

= 125 Ω = 100 sin ( 0,02 t) mV
= 100 sin (100π t) mV
Jadi, persamaan tegangan grafik di atas
adalah V = 100 sin (100π t) mV.

114 Listrik Bolak-Balik


3. Diketahui: R = 50 Ω
XL = 30 Ω Z = R2 + X L2
XC = 80 Ω
I = 400 mA = 0,4 A = (30 Ω) 2 + (40 Ω) 2
Ditanyakan: sifat rangkaian dan daya rata-rata
Jawab: = 900 Ω 2 + 1.600 Ω 2
Oleh karena XC > XL, maka rangkaian R–L–C
tersebut bersifat kapasitif.
= 2.500 Ω 2
= 50 Ω
Z = R 2 + ( X L − X C )2 Jadi, impedansi total pada rangkaian adalah
= (50 Ω) 2 + (30 Ω − 80 Ω) 2 50 Ω.
5. Rangkaian tersebut menunjukkan rangkaian
= 2.500 Ω 2 + 2.500 Ω 2 paralel R–L. Persamaan impedansinya sebagai
= 5.000 Ω 2 berikut.
1 1 1
= 50 2 Ω Z
= +
ZR ZL
V = ZI = (50 2 Ω)(0,4 A) = 20 2 V 1 1 Jω L + R
= R + J ω L = JRω L
Psemu = Vef Ief
⎛ J ω L + R ⎞⎛ − J ω L + R ⎞
V I = ⎜ ⎟⎜ ⎟
= · ⎝ JRω L ⎠⎝ − JRω L ⎠
2 2
20 2 0, 4 ω 2 L2 + R 2
= · =
2 2 R 2ω 2 L2
8 X L2 + R2
= = 4 2 VA =
2 R2 X L2
Jadi, daya semu dari rangkaian tersebut adalah 1
= RX L X L2 + R
4 2 VA.
RX L
4. Diketahui: R1 = 60 Ω Z =
X L2 + R2
R2 = 60 Ω
L = 800 mH = 0,8 H Jadi, persamaan impedansi untuk rangkaian
25 RX L
f = π Hz adalah Z = .
X L2 + R2
Ditanyakan: Z
Jawab: 6. Diketahui: ω = 500 rad/s
R = 300 Ω
R1 R2
R = L = 200 mH = 0,2 H
R1 + R2
C = 4 μF = 4 × 10–6 F
(60 Ω)(60 Ω) Ditanyakan: θ dan sifat rangkaian
= (60 Ω + 60 Ω) Jawab:
XL = ωL
3.600 Ω 2
= 120 Ω = (500 rad/s)(0,2 H)
= 100 Ω
= 30 Ω 1
XL = ωL XC = ω C
25 1
= 2π ( π Hz)(0,8 H) = (500 rad/s)(4 ×10−6 F)
1
= 40 Ω = 20 × 10−1 Ω
= 500 Ω

Fisika Kelas XII 115


XL − XC 100 Ω − 500 Ω −400 Ω −4
Diagram fasor antara arus dan tegangan:
tan θ = = = 300 Ω = 3
R 300 Ω VL = 25 2 V
θ = –53°
I=5 2 A
Jadi, beda fase arus terhadap tegangan sebesar 45°
VR = 100 2 V
–53°.

VL – VC = 100 2 V
Oleh karena XC > XL maka rangkaian bersifat
kapasitif.
7. Diketahui: R = 20 Ω
L = 50 mH = 0,05 H
V = 200 V
C = 400 μF = 4 × 10–4 F
V = (200 sin 100t) V VC = 125 2
Ditanyakan: a. diagram fasor antara arus dan
tegangan b. XL – XC = 5 Ω – 25 Ω = –20 Ω
b. diagram fasor antara hambatan, Diagram fasor antara hambatan, reaktansi,
reaktansi, dan impedansi dan impedansi:
Jawab: XL = 5 Ω
a. XL = ωL = (100 rad/s)(0,05 H) = 5 Ω
I=5 2 A
1 1 R = 20 Ω
XC = ωC = (100 rad/s)(4 ×10−4 F) = 25 Ω 45°

XL – XC = 20 Ω
Z = R 2 + ( X L − X C )2

= (20 Ω) 2 + (5 Ω − 25 Ω) 2
Z = 20 2 Ω
= (20 Ω) 2 + ( −20 Ω) 2
XC = 25 Ω
= 2 2
400 Ω + 400 Ω
8. Rangkaian seri L–C terdiri atas induktor dan
2 kapasitor yang tersusun seri dan dihubungkan
= 400 Ω · 2
dengan sumber tegangan bolak-balik. Sifat
= 20 Ω 2
rangkaian ini dapat cenderung induktif dan kapasitif
= 20 2 Ω tergantung dari besar tegangan masing-masing
V 200 komponen. Jika tegangan pada komponen induktor
Im = Zm = 20 2 = 5 2 A lebih besar, rangkaian akan cenderung bersifat
induktif dan sebaliknya. Akan tetapi terdapat satu
VR = Im R = (5 2 A)(20 Ω) = 100 2 V keadaan yang mengakibatkan rangkaian ini tidak
VL = Im XL = (5 2 A)(5 Ω) = 25 2 V bersifat kapasitif maupun induktif yaitu ketika
rangkaian beresonansi. Keadaan ini tercapai jika
VC = Im XC = (5 2 A)(25 Ω) = 125 2 V
nilai reaktansi induktif sama besar dengan reaktansi
VL – VC = 25 2 A – 125 2 A kapasitif.
= –100 2 A 9. Fungsi kondensator variabel untuk menyesuaikan
XL − XC impedansi total dengan sebuah frekuensi sehingga
tan θ = R tuning mampu menyala beberapa frekuensi.
5 Ω − 25 Ω Apabila kondensator diganti dengan kondesator
= biasa, tuning hanya dapat menyesuaikan dengan
10 Ω
−100 2 satu frekuensi. Konsekuensinya hanya satu
= = –1 saluran radio yang dapat disiarkan melalui radio
100 2
θ = –45° receiver tersebut.

116 Listrik Bolak-Balik


10. Diketahui: Amplitudo sinyal tegangan: Nilai resistor berdasarkan tegangan maksimum
Vm = (2 div)(5 V/div) = 10 V terukur dan arus efektif Ief = 5 mA sehingga
Periode sinyal: arus maksimum Im = 5 2 mA.
T = (4 div)(10 ms/div) = 40 ms
Vm 10 volt
Ditanyakan: a. Bentuk fungsi sinyal tegangan R = I = 5 2 × 10−3 A = 1.000 2 Ω
m
b. Rancangan nilai resistor
Jadi, resistor yang digunakan bernilai
Jawab:
a. Fungsi sinyal tegangan 1.000 2 Ω dihubungkan dengan sumber
2π 2π arus bolak-balik 10 V, 25 Hz.
ω= T
= 40 × 10−3 s = 50π rad/s
Sehingga:
V(t) = Vm sin ωt = (10 sin 50πt) V
b. Rancangan nilai resistor
Frekuensi
1 1
f = T = 40 × 10 −3 s = 25 Hz

Fisika Kelas XII 117


1. Peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat gelombang elektromagnetik dengan benar setelah melakukan kegiatan
praktikum dan diskusi.
2. Peserta didik mampu menjelaskan manfaat dan bahaya radiasi gelombang elektromagnetik dengan benar setelah melakukan
kegiatan praktikum dan diskusi.

Radiasi Gelombang Elektromagnetik

mencakup

Sifat, Manfaat, dan Bahaya Radiasi Gelombang


Elektromagnetik

meliputi
Sifat Gelombang Elektromagnetik

antara lain
Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Perubahan Medan Magnet dan Medan
antara lain Listrik Terjadi pada Saat yang Sama

Gelombang Radiasi Penjalaran Medan Magnetik Tegak


Lurus dengan Arah Rambat Gelombang
Gelombang Mikro
Mengalami Peristiwa Pemantulan,
Gelombang Inframerah Pembiasan, Interferensi, Difraksi, dan
Polarisasi
Cahaya Tampak
Tidak Dipengaruhi Medan Magnet dan
Sinar Ultraviolet Medan Listrik

Sinar X Dapat Merambat Tanpa Medium

Sinar Gamma

• Gelombang Elektromagnetik • Sinar X


• Radio • Sinar UV
• Radar • Sinar Gamma

118 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


A. Pilihan Ganda 7. Jawaban: c
Urutan spektrum gelombang elektromagnetik yang
1. Jawaban: c
memiliki energi paling kecil hingga yang paling
Spektrum gelombang elektromagnetik dari yang
besar yaitu inframerah, cahaya tampak (kuning,
memiliki frekuensi terendah berturut-turut yaitu
biru, ungu) dan sinar ultraviolet.
gelombang radio, gelombang mikro, sinar
inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, 8. Jawaban: a
sinar X, dan sinar gamma. Jadi, urutan yang benar Diketahui: λ = 300 μm = 3 × 10–4 m
adalah pilihan c. Ditanyakan: jenis gelombang elektromagnetik
Jawab:
2. Jawaban: c
c 3 × 108 m/s
Energi sebanding dengan frekuensi gelombang. υ= = = 1012 Hz
Makin besar frekuensi makin besar energinya. λ 3 × 10−4 m
Gelombang yang memiliki frekuensi terbesar Frekuensi gelombang tersebut termasuk sinar X
adalah sinar gamma sehingga energinya paling karena sinar X memiliki rentang frekuensi dari
besar. 1011 – 1014 Hz.
3. Jawaban: e 9. Jawaban: c
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai Sinar inframerah dihasilkan oleh proses di dalam
berikut. molekul dan benda panas. Getaran atom dalam
1) Dapat merambat tanpa medium perantara molekul-molekul benda yang dipanaskan merupa-
dengan kecepatan rambat cahaya. kan sumber gelombang inframerah. Sinar ultra-
2) Tidak bermuatan listrik. violet dapat dibuat di laboratorium oleh atom dan
3) Merupakan gelombang transversal. molekul dalam loncatan atau nyala listrik. Sinar ultra-
4) Arah rambatan tidak dibelokkan dalam medan violet juga dapat dihasilkan dari lampu wolfram
magnet maupun medan listrik. atau lampu deuterium. Sinar X dihasilkan dari
5) Dapat mengalami polarisasi, difraksi, partikel-partikel berenergi tinggi yang ditembakkan
interferensi, refraksi, dan refleksi. ke atom. Atom akan memancarkan sinar X jika atom
ditembaki dengan elektron. Sinar gamma dihasil-
4. Jawaban: e kan oleh isotop radioaktif seperti kobalt-60 atau
Gelombang elektromagnetik yang memiliki sesium-137. Kobalt-60 merupakan sumber yang
frekuensi sekitar 109–1010 Hz adalah gelombang paling sering digunakan untuk menghasilkan radiasi
mikro. Gelombang mikro dimanfaatkan pada sinar gamma.
microwave oven dan RADAR (radio detection
10. Jawaban: c
and ranging).
Radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan dapat
5. Jawaban: e mengakibatkan kanker kulit, eritema (kulit kaki
Periode 10–18 s mempunyai nilai frekuensi: kemerahan dan bengkak), gangguan penglihatan
1 1 seperti kemampuan penglihatan menurun, katarak,
f = = = 1018 Hz fotokerotitis (kerusakan kornea mata), dan pterygium
T 10−18
Frekuensi tersebut merupakan kisaran frekuensi (tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata).
sinar X.
B . Uraian
6. Jawaban: b
Sinar gamma memiliki frekuensi antara 1. Makin besar frekuensi maka daya tembus makin
1020–1025 Hz yang memiliki ciri-ciri frekuensinya kuat karena energinya besar. Gelombang elektro-
paling besar, panjang gelombangnya paling kecil, magnetik yang sebaiknya dipilih adalah sinar
gamma karena memiliki daya tembus paling kuat
energinya paling besar, daya tembusnya paling
sehingga mampu melumpuhkan sel-sel tumor.
besar, momentumnya paling besar, dan periodenya
paling kecil.

Fisika Kelas XII 119


2. Bahaya cahaya biru pada layar komputer sebagai Frekuensi gelombang sebesar 6 × 108 Hz tergolong
berikut. pada spektrum gelombang radio. Hal ini karena
a. Mengganggu ritme sirkadian (siklus tidur termasuk dalam kisaran frekuensi gelombang radio
seseorang). yaitu lebih dari 30 kHz dan di bawah 109 Hz.
b. Menyebabkan kerusakan retina.
4. a. Air ke udara b. Udara ke air
c. Menyebabkan kelelahan pada mata.
GEM GEM
Beberapa langkah dapat dilakukan untuk
Garis normal Garis normal
mengurangi risiko dari paparan sinar biru di Udara
antaranya menurunkan tingkat kecerahan layar,
Air
memasang pelindung layar, dan menghindari
penggunaan gawai di ruangan yang minim cahaya.
3. Diketahui: λ = 50 cm = 0,5 m
c = 3 × 108 m/s Udara Air
Ditanyakan: Frekuensi dan spektrum gelombang
elektromagnetik
Jawab: 5. Beberapa cara untuk mengurangi paparan sinar
c = λυ ultraviolet sebagai berikut.
3 × 10 m/s = (0,5 m)υ
8 a. Menggunakan tabir surya.
3 × 108 m/s
b. Menggunakan pelindung kepala.
υ= 0,5 m
c. Menggunakan pakaian yang tidak banyak
menyerap sinar matahari.
= 6 × 108 Hz d. Menggunakan pakaian yang tidak terbuka
sehingga kulit terlindungi.

120 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


Merupakan Gelombang Transversal

Sifat Gelombang Elektromagnetik Tidak Dipengaruhi Medan Magnet dan Medan Listrik

Memiliki Kelajuan 3 × 108 m/s

Mengalami Pemantulan, Pembiasan, Interferensi,


Difraksi, dan Polarisasi

Radiofon

Telepon Genggam
Gelombang Radio
Sifat, Manfaat, dan Bahaya Radio dan Pesawat Televisi
Radiasi Gelombang
Elektromagnetik Microwave

Gelombang Mikro
RADAR

Pengendali Jarak Jauh/Remote Control

Melancarkan Sirkulasi Darah


Sinar Inframerah
Menyembuhkan Encok

Spektrum Gelombang Elektromagnetik Laser


Radiasi Gelombang Cahaya Tampak
Elektromagnetik
Polimerasi

Pendeteksi
Sinar Ultraviolet
Disinfeksi

Rontgen

Sinar X
XRD

Membunuh sel Kanker

Sinar Gamma

Fisika Kelas XII


Senjata

121
A. Pilihan Ganda LED inframerah. Detektor yang terpasang pada
alat elektronik menerima radiasi inframerah.
1. Jawaban: d
Kemudian melakukan sesuai perintah dari remote
Sifat gelombang elektromagnetik yang benar
control.
adalah gelombangnya berbentuk gelombang trans-
versal, mengalami interferensi dan difraksi, serta 7. Jawaban: c
dapat merambat dalam ruang hampa. Dalam bidang teknologi, sinar ultraviolet dapat
digunakan untuk memeriksa sidik jari, bercak
2. Jawaban: b
darah kering, dan keaslian uang. Adapun pada alat
Periode merupakan kebalikan dari frekuensi. Jadi
pendeteksi panas, alat untuk memperlancar aliran
jika diurutkan dari periode terbesar hingga terkecil,
darah, dan pengendali jarak jauh memanfaatkan
dapat diurutkan dari frekuensi terkecil hingga ter-
sinar inframerah. Adapun komunikasi jarak jauh
besar. Urutan spektrum gelombang elektromagnetik
dapat menggunakan gelombang radio.
tersebut adalah gelombang mikro, cahaya tampak
(merah, oranye, biru), dan sinar gamma. 8. Jawaban: a
Pada gambar tersebut merupakan kisaran frekuensi
3. Jawaban: a
pada sinar X. Salah satu manfaatnya merupakan
Gelombang mikro dimanfaatkan pada peralatan
untuk rontgen. Penyinaran bibit unggul merupakan
microwave yang berguna untuk memasak atau
manfaat dari sinar gamma. Alat pengering surya
memanaskan makanan. Selain untuk memanaskan
merupakan manfaat dari cahaya tampak. Pemanas
makanan, gelombang mikro juga dapat digunakan
makanan merupakan manfaat dari gelombang
dalam bidang industri yaitu untuk memanaskan
mikro. Memeriksa sidik jari merupakan manfaat
material pabrik. Radar juga memanfaatkan
dari sinar ultraviolet. Sinar gamma merupakan
gelombang mikro untuk mementukan letak objek
gelombang elektromagnetik dengan daya tembus
atau melacak suatu objek.
yang sangat kuat. Dalam bidang pertanian, sinar
4. Jawaban: b gamma digunakan untuk rekayasa genetika. Dalam
Sinar inframerah bermanfaat sebagai alat kendali dunia kesehatan, sinar gamma digunakan untuk
peralatan elektronik jarak jauh (remote), transfer membunuh sel kanker.
data (contoh pada telepon seluler zaman dahulu),
9. Jawaban: a
sebagai sensor pintu otomatis pada kantor atau
Manfaat sinar gamma dalam dunia kesehatan
pusat perbelanjaan. Adapun dalam bidang
adalah untuk membunuh sel kanker dan menste-
kesehatan, sinar inframerah digunakan untuk
rilisasi alat-alat kedokteran. Mendeteksi kerusakan
menghilangkan racun dalam tubuh, sirkulasi darah,
tulang dan kondisi paru-paru menggunakan sinar X.
serta menyembuhkan penyakit cacar dan encok.
Melancarkan peredaran darah dan mendiagnosis
5. Jawaban: d penyakit menggunakan sinar inframerah.
Kecepatan perambatan gelombang elektro-
10. Jawaban: b
magnetik bergantung pada permitivitas listrik (ε0)
Spektrum yang mempunyai periode 10–15 s berarti
dan permeabilitas magnet (μ0). Persamaan yang
mempunyai frekuensi 1015 Hz. Spektrum tersebut
terkait dengan hal itu sebagai berikut.
merupakan spektrum cahaya tampak. Mendeteksi
1
uang palsu merupakan fungsi dari sinar ultraviolet.
c= ε 0 μ0
11. Jawaban: b
6. Jawaban: c Sinar inframerah banyak digunakan pada peralatan
Sinar inframerah terdapat pada remote control elektronik seperti remote atau alat pengendali jarak
alat-alat elektronik seperti televisi, pendingin jauh. Telepon seluler yang sudah menggunakan sen-
ruangan, dan pemutar DVD. Pada remote con- sor inframerah dapat digunakan sebagai remote.
trol akan mengeluarkan radiasi inframerah oleh

122 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


12. Jawaban: a 18. Jawaban: b
Gambar pada pilihan a adalah barcode scanner Kelebihan atau keuntungan radio FM adalah suara
yang menggunakan sinar laser. Sinar laser jernih, lebih tahan terhadap cuaca buruk dan noise,
merupakan cahaya tampak. Gambar pada pilihan bandwith (pita) lebih lebar. Namun jangkauan
b adalah remote control yang menggunakan sinar radio FM tidak jauh karena dapat menembus
inframerah. Gambar pilihan c adalah radar dan lapisan ionosfer dan tidak dipantulkan kembali ke
pilihan e adalah microwave oven yang mengguna- bumi.
kan gelombang mikro. Gambar pilihan d adalah
19. Jawaban: b
pesawat radio yang menerima gelombang radio.
Sinar gamma digunakan dalam bidang pertanian
13. Jawaban: d yaitu untuk rekayasa genetika. Caranya dengan
Radar digunakan dalam dunia penerbangan dan melakukan penyinaran untuk memperoleh bibit
pelayaran sebagai pemandu agar tidak menabrak unggul.
objek lain. Radar memancarkan gelombang mikro 20. Jawaban: c
dan menerima pantulannya kembali sehingga Diketahui bahwa persamaan frekuensi adalah
dapat mendeteksi posisi objek. c
υ= di mana frekuensi υ berbanding terbalik
14. Jawaban: d λ
Dampak negatif dari sinar gamma yaitu dengan panjang gelombang λ, maka grafik yang
menyebabkan mutasi genetik. Adapun bahaya benar adalah
v
radiasi sinar X yaitu menyebabkan kerusakan sel
tubuh, menyebabkan kanker, rambut rontok, dan
kulit menjadi merah. Adapun bahaya radiasi dari
sinar UV yang berlebihan dapat mengakibatkan
kanker kulit, gangguan penglihatan, dan menggagu λ
keseimbangan alam.
15. Jawaban: d B . Uraian
Diketahui: λ = 60 cm = 0,6 m 1. Salah satu sifat gelombang elektromagnetik adalah
c = 3 × 108 m/s dapat merambat dalam ruang hampa. Hal ini
Ditanyakan: υ dibuktikan pada peristiwa cahaya matahari sampai
Jawab: ke Bumi dan ke planet lain. Sebelum sampai ke
c = λυ Bumi, cahaya matahari melewati ruang hampa
3 × 108 m/s = (0,6 m)υ udara terlebih dahulu di luar angkasa hingga masuk
3 × 108 m/s ke atmosfer Bumi.
υ= = 5 × 108 Hz
0,6 m 2. Beberapa sifat gelombang elektromagnetik yang
υ = 500 MHz tidak dimiliki oleh gelombang bunyi yaitu
Jadi, frekuensinya adalah 500 MHz. gelombang dapat dipolarisasi, dapat merambat
pada ruang hampa udara, dan kecepatan
16. Jawaban: b gelombang elektromagnetik pada ruang hampa
Gelombang dalam soal tersebut termasuk udara adalah 3 × 108 m/s. Gelombang bunyi tidak
gelombang radio. Alat yang dimaksud adalah mempunyai sifat tersebut dan kecepatan
pemancar radio yang dapat memodulasikan suara gelombang bunyi hanya 340 m/s. Selain itu,
untuk dipancarkan ke segala penjuru. gelombang bunyi memerlukan medium untuk
17. Jawaban: b merambat.
Sinar X dapat digunakan untuk menentukan letak 3. Identifikasi sidik jari dapat dilakukan dengan
tulang yang patah, menyelidiki struktur kristal, sinar ultraviolet. Sebelum disinari dengan sinar ul-
memindai barang-barang di bandara, dan memeriksa traviolet, permukaan benda yang tersentuh
kondisi paru-paru melalui scan toraks. Memeriksa seseorang disemprotkan larutan kimia perak nitrat
sidik jari dan mendeteksi keretakan logam meng- terlebih dahulu. Peran sinar ultraviolet ini akan
gunakan sinar ultraviolet. membuat sidik jari yang sebelumnya tidak kasat

Fisika Kelas XII 123


mata menjadi bersinar. Dengan begitu sinar ultra- 7. Diketahui: s = 1.500 km = 1.500.000 m
violet ini akan membantu karena akan ada Ditanyakan: Δt
perbedaan nyata antara sidik jari dengan latar Jawab:
belakangnya, sehingga dapat difoto dengan jelas s = c Δt
dan dianalisis dengan lebih mudah. s
Δt =
c
4. Radar memancarkan gelombang mikro dan 1.500.000 m
menerima pantulannya. Dari data yang diperoleh Δt = 3 × 108 m/s
dapat diketahui posisi suatu objek untuk kemudian
diinformasikan ke pesawat sehingga tidak terjadi Δt = 5 × 10–3 s
tabrakan. Jika tidak menggunakan radar, lalu lintas Waktu yang digunakan gelombang inframerah
bandara akan kacau. Kemungkinan pesawat menuju satelit adalah 5 × 10–3 s.
menabrak objek lain lebih besar. Jadi, foto dapat diterima di bumi dalam waktu
2(5 × 10–3 s) = 1 × 10–2 s.
5. Gelombang yang digunakan stasiun pemancar
hingga sampai ke radio merupakan gelombang 8. a. Radiofon merupakan telepon tanpa kabel.
radio. Gelombang tersebut tidak dapat dilihat oleh Gelombang yang dikirim berupa gelombang
mata telanjang karena gelombang radio bukan radio. Telepon jenis ini dapat terganggu jika
merupakan cahaya tampak. Spektrum gelombang cuaca tidak baik.
elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata b. Telepon genggam memanfaatkan gelombang
telanjang yaitu cahaya tampak, seperti laser atau radio pada ultra high frequency (UHF).
cahaya biru (blue light) pada layar pada gawai. Frekuensinya berkisar antara 800 –1.800
Cahaya tampak diperlukan mata agar dapat MHz.
melihat benda. Cahaya tampak mempunyai
frekuensi sekitar 1015 Hz. 9. Senjata tajam dapat dideteksi di dalam tas
seseorang setelah melewati detektor sinar X.
6. a. Radiasi sinar UV yang berlebihan dapat Peran gelombang elektromagnetik pada peralatan
mengakibatkan kanker kulit, gangguan peng- ini adalah spektrum sinar X. Sinar X memiliki daya
lihatan, dan mengganggu keseimbangan alam. tembus yang sangat kuat sehingga mampu
b. Penggunaan sinar X yang melebihi batas nor- mendeteksi benda-benda seperti logam yang
mal dapat mengakibatkan pemusnahan sel- tersembunyi di dalam tas. Detektor sinar X dapat
sel dalam tubuh, perubahan struktur genetik ditemui di bandara. Selain sebagai detektor logam,
suatu sel, penyakit kanker, rambut rontok, sinar X juga dapat digunakan untuk rontgen.
serta kulit menjadi merah dan berbisul.
c. Sinar gamma dari nuklir akan menyebabkan 1
10. c =
jumlah kematian terbesar dalam penggunaan ε o μo
senjata nuklir di sebuah perang nuklir. Sinar 1
= m/s
gamma dapat mengubah struktur genetik (8,85 × 10−12 )(4π × 10−7 )
makhluk hidup sehingga terjadi mutasi. 1
= m/s
1,11156 × 10−17
1
= 3,334 × 10−9 m/s

= 2,999 × 108 m/s ≈ 3 × 108 m/s (terbukti)

124 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: d
Diketahui: R1 = 3 Ω R21 = 1 Ω
1. Jawaban: c
R2 = 6 Ω R22 = 2 Ω
Diketahui:
R3 = 1 Ω R23 = 3 Ω
Misal:
R4 = 3 Ω R24 = 1 Ω
nilai skala yang berbaca = a = 3
R5 = 2 Ω R25 = 2 Ω
nilai maksimum skala = b = 10
R6 = 1 Ω R26 = 2 Ω
batas ukur = I0
R7 = 4 Ω R27 = 6 Ω
I = 60 mA
R8 = 5 Ω R28 = 1 Ω
Ditanyakan: I0
R9 = 5 Ω R29 = 2 Ω
Jawab:
R10 = 1 Ω R30 = 1 Ω
a
I = b I0 R11 = 2 Ω R31 = 6 Ω
R12 = 3 Ω R32 = 2 Ω
b
I0 = a I R13 = 4 Ω R33 = 7 Ω
R14 = 1 Ω R34 = 1 Ω
⎛ 10 ⎞ R15 = 2 Ω R35 = 8 Ω
= ⎜ ⎟ (60 mA)
⎝3⎠ R16 = 1 Ω R36 = 4 Ω
= 200 mA R17 = 8 Ω R37 = 4 Ω
Jadi, batas ukur maksimum yang harus digunakan R18 = 1 Ω R38 = 4 Ω
adalah 200 mA. R19 = 3 Ω R39 = 7 Ω
2. Jawaban: b R20 = 1 Ω R40 = 8 Ω
Diketahui: VV = 35 V V = 9,2 V
V = 175 V Ditanyakan: I
Rmuka = 5 kΩ Jawab:
Ditanyakan: Rv R1 sampai R7 tersusun seri, maka Rs1:
Jawab: Rs1 = R1 + R2 + R3 + R4 + R5 + R6 + R7
V = (3 + 6 + 1 + 3 + 2 + 1 + 4) Ω
n= V
V = 20 Ω
⎛ 175 V ⎞ R8 sampai R13 tersusun seri, maka Rs2:
=⎜ ⎟
⎝ 35 V ⎠ Rs2 = R8 + R9 + R10 + R11 + R12 + R13
=5
= (5 + 5 + 1 + 2 + 3 + 4) Ω
Rmuka = (n – 1) RV
R
= 20 Ω
RV = nmuka
–1
Rs1 dan Rs2 tersusun paralel, maka Rp1:
5 1 1 1
= 5 – 1 kΩ Rp1 = R + R
s1 s2

5 1 1 1
= 4 kΩ Rp1 = 20 Ω + 20 Ω
= 1,25 kΩ 1 2
= (1,25)(1.000 Ω) = 1.250 Ω Rp1 = 20 Ω
Jadi, hambatan pada voltmeter tersebut adalah
Rp1 = 10 Ω
1.250 Ω.

Fisika Kelas XII 125


R14 sampai R17 tersusun seri, maka Rs3: R28 , R29 , R30 , Rp4, dan R38 tersusun seri, maka
Rs3 = R14 + R15 + R16 + R17 Rs6:
= (1 + 2 + 1 + 8) Ω Rs6 = R28 + R29 + R30 + Rp4 + R38
= 12 Ω = (1 + 2 + 1 + 2 + 4) Ω
R18 dan R19 tersusun seri, maka Rs4: = 10 Ω
Rs4 = R18 + R19 R39 dan R40 tersusun seri, maka Rs7:
= (1 + 3) Ω Rs7 = R39 + R40
=4Ω = (7 + 8) Ω
Rs3 dan Rs4 tersusun seri, maka Rp2: = 15 Ω
1 1 1
Rs6 dan Rs7 tersusun paralel, maka Rp5 diperoleh:
Rp2 = R + R 1 1 1
s3 s4
Rp5
= R + R
1 1 1 s6 s7

Rp2 = 12 Ω + 4 Ω 1 1 1
Rp5
= 10 Ω + 15 Ω
1 1 3
Rp2 = 12 Ω + 12 Ω 1 3 2
Rp5
= 30 Ω + 30 Ω
1 4
Rp2 = 12 Ω 1 5
Rp5
= 30 Ω
Rp2 =3Ω
Rp5 =6Ω
R20 sampai R26 tersusun seri, maka Rs5:
Sehingga rangkaian di atas dapat disederhanakan
Rs5 = R20 + R21 + R22 + R23 + R24 + R25 + R26
menjadi:
= (1 + 1 + 2 + 3 + 1 + 2 + 2) Ω
Rp1 Rp2 Rp3 Rp5
= 12 Ω
Rs5 dan R27 tersusun paralel, maka Rp3:
1 1 1
Rp3 = R + R
s5 27

1 1 1
Rp3 = 12 Ω + 6 Ω
1 1 2
Rp3 = 12 Ω + 12 Ω Rp1 , Rp2 , Rp3 , dan Rp5 tersusun seri, besar
hambatan pengganti:
1 3
= 12 Ω R = Rp1 + Rp2 + Rp3 + Rp5
Rp3
= (10 + 3 + 4 + 6) Ω
Rp3 =4Ω
= 23 Ω
R31,32 , R33,34 , R35 , dan R36,37 tersusun paralel, V
maka Rp4: I = R
1 1 1 1 1 9, 2 V
= R +R + R +R + R + R +R = 23 Ω
Rp4 31 32 33 34 35 36 37
= 0,4 A
1 1 1 1 1
= + + 8 Ω + (4 + 4) Ω Jadi, besar arus yang mengalir pada rangkaian
Rp4 (6 + 2) Ω (7 + 1) Ω
tersebut adalah 0,4 A.
1 1 1 1 1
= 8Ω + 8Ω + 8Ω + 8Ω 4. Jawaban: a
Rp4
Diketahui: R1 =8Ω E2 = 6 V
1 4 R2 =4Ω E3 = 18 V
Rp4
= 8Ω R3 =6Ω E4 = 7 V
E1 = 10 V
Rp4 = 2 Ω
Ditanyakan: I3

126 Penilaian Akhir Semester 1


Jawab: r1 = 0,5 Ω r3 = 1 Ω
Terapkan konsep hukum II Kirchhoff: r2 = 0,5 Ω
E1 I1 I2 E3 E1 = 6 V E3 = 11 V
E2 = 10 V
I3
Ditanyakan: VAB
R1 Loop 1 R3 Loop II R2 Jawab:
Menentukan hambatan pengganti pada rangkaian
jembatan Wheatstone, diuji dengan persamaan
E2 E4 berikut.
R3 R6 = R4 R5
I1 + I2 = I3 ……………1)
(3 Ω)(3 Ω) = (1 Ω)(9 Ω)
Pada Loop I berlaku: 9 Ω2 = 9 Ω2
ΣE = ΣIR Karena hasil uji perhitungan di atas adalah sama, maka
E2 – E1 = I1 R1 + I3 R3 hambatan di R7 dianggap tidak ada sehingga besar
6 – 10 = (I1)(8) + (I3)(6) hambatan pengganti jembatan Wheatstone, diperoleh:
–4 = 8 I1 + 6 I3 1 1 1
RWheatsone = + R +R
R3 + R4
kedua ruas dibagi 2 diperoleh: 5 6
1 1 1
–2 = 4 I1 + 3 I3 = +
RWheatsone (3 + 1) Ω (9 + 3) Ω
4 I1 = –2 – 3 I3
−2 – 3 I 3 1 1 1
I1 = ……………2) RWheatsone = 4 Ω + 12 Ω
4
Pada Loop II berlaku: 1 3 1
RWheatsone = 12 Ω + 12 Ω
ΣE = ΣIR
1 4
E4 – E3 = I2 R2 + I3 R3 = 12 Ω
RWheatsone
7 – 18 = (I2)(4) + (I3)(6)
RWheatsone = 3Ω
–11 = 4 I2 + 6 I3
Terapkan konsep hukum II Kirchhoff dan lengkapi
4 I2 = –11 – 6 I3
arah loop sehingga rangkaian di atas menjadi:
−11 – 6 I 3
I2 = 4
……………..3) R2 E1 E2
Rwheatstone
B C
Persamaan 2) dan 3) disubstitusikan ke persamaan r1 r2
1), diperoleh:
I1 + I2 = I3
R1
−2 – 3 I 3 −11 – 6 I 3
4
+ 4
= I3
r3
Kedua ruas dikali 4 diperoleh:
A D
–2 – 3 I3 – 11 – 6 I3 = 4 I3 E3
–2 – 11 – 9 I3 = 4 I3
ΣE = ΣIR
–13 – 9 I3 = 4 I3
ΣE = Ι ΣR
–13 = 4 I3 + 9 I3
E1 – E2 + E3 = I (R1 + R2 + RWheatstone + r1 + r2 + r3)
–13 = 13 I3
(6 – 10 + 11) V= I(3 + 6 + 3 + 0,5 + 0,5 + 1)
I3 = –1
7 V = I(14 Ω)
Tanda minus menunjukkan arah loop terbalik.
7V
Jadi, besar arus yang mengalir di hambatan 6 Ω I = 14 Ω
adalah 1 A. I = 0,5 A
5. Jawaban : b VAB = V1
Diketahui: R1 =3Ω R5 = 9 Ω = I R1
R2 =6Ω R6 = 3 Ω = (0,5 A)(3 Ω)
R3 =3Ω R7 = 5 Ω = 1,5 V
Jadi, beda potensial di ujung-ujung A dan B adalah
R4 =1Ω
1,5 V.
Fisika Kelas XII 127
6. Jawaban: d Menentukan gaya Coulumb yang terjadi pada
Diketahui: q1 = 16 μC = 16 × 10–6 C interaksi muatan kedua dan muatan ketiga:
q2 = 3 μC = 3 × 10–6 C q2 q3
q3 = 20 μC = 20 × 10–6 C F23 = k r 2
23
r13 = 12 cm = 12 × 10–2 m (3 × 10 –6 C)(20 × 10 –6 C)
θ = 30° = (9 × 109 Nm2/C2)
(6 3 × 10 –2 m)2
1
4πε 0 = k = 9 × 109 Nm2/C2
(3 × 10 –6 C)(20 × 10 –6 C)
Ditanyakan: F2 = (9 × 109 Nm2/C2) (108 × 10 –4 m 2 )
Jawab: = (5)(10) N
Interaksi gaya Coulumb yang bekerja pada ketiga = 50 N
muatan listrik. Karena ketiga muatan sejenis Besar gaya Coulumb yang dirasakan muatan kedua:
anggap ketiga muatan listrik positif.
q1
F2 = F212 + F232
= (120 N) 2 + (50 N) 2
r13 = (14.400 N 2 ) + (2.500N 2 )
r12
= 16.900 N 2
F23 θ
q2 r23 = 130 N
q3
Jadi, besar gaya Coulumb yang dirasakan pada
F2 F21 muatan kedua adalah 130 N.
Menentukan jarak antara muatan pertama dan 7. Jawaban: d
muatan kedua: Diketahui: q1 = 20 μC = 20 × 10–6 C
r12 = r13 sin θ q2 = 12 μC = 12 × 10–6 C
= (12 cm)(sin 30°) x = 10 π cm
⎛1⎞ α = 300°
= (12 cm) ⎜ ⎟ k = 9 × 109 Nm2/C2
⎝2⎠
= 6 cm Ditanyakan: Ep
= 6 × 10–2 m Jawab:
Menentukan jarak antara muatan kedua dan
muatan ketiga:
r23 = r13 cos θ q1
rp1
= (12 cm)(cos 30°)
x
α P θ
= 12 cm ⎛⎜ 1 3 ⎞⎟ rp2
⎝2 ⎠
q2
= 6 3 cm
= 6 3 × 10–2 m
Menentukan gaya Coulumb yang terjadi pada
interaksi muatan pertama dan muatan kedua: Komponen vektor medan listrik di titik P:
q1q2 Ep2
F23 = k r2
12

(16 × 10 –6 C)(3 × 10 –6 C)
= (9 × 109 Nm2/C2) Ep
(6 × 10 –2 m)2 P θ

(16 × 10 –6 C)(3 × 10 –6 C)
= (9 × 109 Nm2/C2)
(36 × 10 –4 m 2 ) Ep1

= (12)(10)N
= 120 N

128 Penilaian Akhir Semester 1


Menentukan jarak antara titik P terhadap muatan 8. Jawaban: a
q1 maupun q2: Diketahui: q1 = 6 mC q4 = 4 mC
α x q2 = 18 mC q5 = 5 mC
360°
= K q3 = 12 mC
lingkaran

10π cm
α = 30°
300°
360°
= 2π r β = 45°
p1
x1 = 2π cm
5 5 cm x2 = 5π cm
6
= r
p1 Ditanyakan: Ep
5 rp1 = (6)(5 cm) Jawab:
5 rp1 = 30 cm Menentukan jarak r15 dan r25:
rp1 = 6 cm α x1
= K
rp1 = 6 × 10–2 m 360° 1

rp2 = rp1 = 6 × 10–2 m 30° 2π cm


360°
= 2π r
Menentukan besar sudut θ : 15

θ + α = 360° 1 1 cm
= r
θ = 360° – α 12 15

= 360° – 300° r15 = 12 cm


= 60° r15 = 12 × 10–2 m
q1 r25 = r15 = 12 × 10–2 m
Ep1 = k
rp12 Menentukan jarak r35 dan r45:
(20 × 10 –6 C) β x
= (9 × 109 Nm2/C2) 360°
= K2
(6 × 10 –2 m) 2 2

(20 × 10 –6 C) 45° 5π cm
= (9 × 109 Nm2/C2) (36 × 10–4 m2 ) 360°
= 2π r
35

= 5 × 107 N/C 1 5 cm
8
= 2r
q2 35
Ep2 = k
rp 2 2 2r35 = 40 cm
(12 × 10 –6 C) r35 = 20 cm
= (9 × 109 Nm2/C2) (6 × 10 –2 m)2 r35 = 20 × 10–2 m
r35 = r45 = 20 × 10–2 m
(12 × 10 –6 C)
= (9 × 109 Nm2/C2) (36 × 10 –4 m2 ) Ep = E15 + E25 + E35 + E45
qq qq qq qq
= 3 × 107 N/C = k r1 5 + k 2 5 + k 3 5 + k 4 5
15 r25 r35 r45
Ep = E p12 + E p 22 + 2 E p1E p 2 cosθ
⎛ q1 q2 q3 q4 ⎞
= kq5 ⎜ + + + ⎟
= (5 ×107 N/C)2 + (3 ×107 N/C)2 + 2(5 ×107 N/C)(3 ×107 N/C)cos 60° ⎝ r15 r25 r35 r45 ⎠
= (9 × 109 Nm2/C2)(5 × 10–3 C)
= (25 × 1014 + 9 × 1014 + 2(5 × 107 )(3 × 107 ) ⎛⎜⎝ 12 ⎞⎟⎠ N2 /C2
⎛ (–6 × 10 –3 C) (–18 × 10 –3 C) (12 × 10 –3 C) (4 × 10 –3 C) ⎞⎟
⎜ + + +
= (25 × 10 ) + (9 × 10 ) + (15 × 10 )N /C
14 14 14 2 2 ⎜ (12 × 10 –2 m) (12 × 10 –2 m) (20 × 10 –2 m) (20 × 10 –2 m) ⎟
⎝ ⎠

= (45 × 106 Nm2/C)(–0,5 × 10–1 – 1,5 × 10–1 +


= (49 × 1014 )N 2 /C 2 0,6 × 10–1 + 0,2 × 10–1 )
= 7 × 107 N/C = (45 × 106 Nm2/C)(–1,2 × 10–1 C/m)
Jadi, besar medan listrik yang dirasakan oleh titik = (–54 × 105) J
P adalah 7 × 107 N/C. = –5,4 × 106 J
Jadi, energi potensial listrik yang dialami muatan
5 mC sebesar –5,4 × 106 J.

Fisika Kelas XII 129


9. Diketahui: d = 12 cm C4, C5, dan C6 tersusun paralel, maka Cp2:
R = 6 cm Cp2 = C4 + C5 + C6
q = 3 μC = 3 × 10–6 C = (5 + 6 + 1) μF
rP =R+3 = 12 μF
= 6 cm + 8 cm C1, Cp1, dan Cp2 tersusun seri, maka kapasitor
= 14 cm pengganti akhir diperoleh:
rQ = R – 4 1 1 1 1
= 6 cm – 4 cm C
= + C + C
C1 p1 p2
= 2 cm 1 1 1 1
Ditanyakan: Vp : VQ C
= 15 μF
+ 10 μF + 12 μF
Jawab: 1 4 6 5
C
= 60 μF + 60 μF + 60 μF
R
1 15
C
= 60 μF

O Q P 15 C = 60 μF
rq C = 4 μF
Menentukan muatan listrik yang mengalir pada
rangkaian:
d q=CV
rp = (4 μF)(12 V)
= 48 μC
Menentukan potensial listrik di titik P, karena rP >
C1, Cp1, dan Cp2 tersusun seri, maka:
R, maka:
q q1 = qp1 = qp2 = q = 48 μC
q
VP = k r = k 14 cm V Menentukan muatan listrik yang mengalir di C2,
p

Menentukan potensial listrik di titik Q, karena rQ < R, ditinjau dari Cp1:


q p1
maka: Vp1 = C
p1
q q
VQ = k R = k 6 cm V 48 μC
= 10 μF = 4,8 V
Perbandingan potensial listrik antara P dan Q:
q q
C2 dan C3 tersusun paralel, maka q2:
VP : VQ = k 14 cm : k 6 cm V2 = V3 = Vp1 = 4,8 V
1 1 q2 = C2 V2
= 14 : 6 = (8 μF)(4,8 V)
kedua ruas dikali 42 diperoleh = 38,4 μC
=3:7 Menentukan muatan listrik yang mengalir di C4,
Jadi, perbandingan potensial listrik yang dialami ditinjau dari Cp2:
titik P dan Q adalah 3 : 7. qp2
Vp2 = C
10. Jawaban: d p2

Diketahui: C1 = 15 μF C4 = 5 μF 48 μF
= 12 μC
C2 = 8 μF C5 = 6 μF
C3 = 2 μF C6 = 1 μF =4V
V = 12 V C4 , C5 , dan C6 tersusun paralel, maka:
Ditanyakan: q2 dan q4 V4 = V5 = V6 = Vp2 = 4 V
Jawab: q4 = C4 V4
C2 dan C3 tersusun paralel, maka besar Cp1: = (5 μF)(4 V)
Cp1 = C2 + C3 = 20 μC
= (8 + 2) μF Jadi, besar muatan listrik yang tersimpan di kapasitor
= 10 μF 8 μC dan 5 μC berturut-turut adalah 38,4 μC dan
20 μC.

130 Penilaian Akhir Semester 1


11. Jawaban: a (4π × 10 –7 T m/A) ⎛ 8A 18 A ⎞
Diketahui: I1 = 8 A = ⎜ + ⎟
2π ⎝ (4 × 10 –2
m) (6 × 10 –2 m) ⎠
I2 = 18 A
θ = 150° = (2 × 10–7 Tm/A)(2 × 102 A/m + 3 × 102 A/m)
x12 = 20 cm = (2 × 10–7)(5 × 102) T
x1 = 8 cm = (10 × 10–5) T
x2 = (20 – 8) cm = 12 cm = 1 × 10–4 T
Ditanyakan: BA Jadi, besar induksi magnetik yang dialami titik A
Jawab: tersebut adalah 1 × 10–4 T.
Kawat II 12. Jawaban: c
Diketahui: I1 = 12 A
Kawat I N1 = 100 lilitan
a2
a1 = 8 cm = 8 × 10–2 m
I1
A α α = 330°
x1
α θ I2 = 7 A
x2
a1 I2 N2 = 210 lilitan
a2 = 15 cm = 15 × 10–2 m
Ditanyakan: B0
Jawab:
a 12
I2
a2
Menentukan sudut α: I1
N1
α + θ = 180° a1
N2
α = 180° – θ
O
= 180° – 150° α
= 30°
Menentukan jarak antara titik A terhadap kawat
pertama:
a1 = x1 sin α Oleh karena arah kedua arus saling berlawanan
= (8 cm)(sin 30°) arah anggap arah arus pada toroid pertama searah
⎛1⎞ jarum jam dan arah arus pada toroid kedua
= (8 cm) ⎜ ⎟
⎝2⎠ berlawanan arah jarum jam.
= 4 cm Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, arah
= 4 × 10–2 m medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 adalah
Menentukan jarak antara titik P terhadap kawat keluar bidang gambar sedangkan arah medan magnet
kedua: yang ditimbulkan oleh I2 adalah masuk bidang
a2 = x2 sin α gambar. (B1 bernilai positif dan B2 bernilai negatif).
= (12 cm)(sin 30°) B0 = B1 – B2
⎛1⎞
= (12 cm) ⎜ ⎟ α μ IN μ I N
⎝2⎠ = 360° 0 1 1 – 0 2 2
= 6 cm 2π a1 2π a2
= 6 × 10–2 m μ ⎛ α IN
1 1 2 2⎞ I N
Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, arah = 2π0 ⎜ 360° a – a ⎟
⎝ 1 2 ⎠
medan magnet yang ditimbulkan oleh kawat I dan II (4π × 10–7 Tm/A) ⎛ 330° (12A)(100 lilitan) – (7A)(210 lilitan) ⎞
adalah masuk bidang gambar (B1 dan B2 bernilai = ⎜
⎝ 360° 8 × 10 –2 m 15 × 10 –2 m ⎠


positif). –7
= (2 × 10 Tm/A)(137,5 × 10 A/m – 98 × 2
BA = B1 + B2 102 m/A)
μ0 I1 μ0 I 2 = (2 × 10–7 Tm/A)(39,5 × 102 A/m)
= 2π a + 2π a = 79 × 10–5 T
1 2
= 7,9 × 10–4 T
μ ⎛ I1 I2 ⎞
Jadi, besar induksi magnetik yang dialami titik
= 2π0 ⎜ a + a ⎟
⎝ 1 2⎠
pusat adalah 7,9 × 10–4 T.

Fisika Kelas XII 131


13. Jawaban: e a = x cos α
Diketahui: e = 1,6 × 10–19 C = (24 3 cm)(cos 60°)
v = 8 × 105 m/s ⎛ ⎞ 1
I =3A = (24 3 cm) ⎜ 3 ⎟
⎝2 ⎠
F = 9,6 × 10–19 N = (12 cm)(3)
μ0 = 4π × 10–7 T m/A = 36 cm
Ditanyakan: a = 36 × 10–2 m
Jawab: F μ II
F =evB A
= 20π1a2
F
B = ev (4π × 10 –7 Wb/Am)(9A)(6A)
= (2π)(36 × 10 –2 m)
(9,6 ×10–19 N)
= (1,6 ×10–19 C)(8 ×105 m/s) = 3 × 10–5 N/m
= 0,75 × 10–5 T = (3 × 10–5)(106 μN)/m
= 7,5 × 10–6 T = 30 μN/m
μ I Oleh karena arah arus kedua kawat berlawanan
B = 2π0 a arah maka interaksi gaya magnetik antar kedua
μ I
kawat tersebut tolak-menolak.
a = 2π0 B Jadi, besar dan arah gaya magnetik tiap satuan
panjang yang terjadi pada interaksi kedua kawat
(4π × 10–7 Tm/A)(3A)
= tersebut adalah 30 μN/m tolak-menolak.
(2π )(7,5 × 10–6 T)
= 0,8 × 10–1 m 15. Jawaban: c
= 8 × 10–2 m Diketahui: IA = 10 A
= 8 cm IB = 8 A
Jadi, jarak antar muatan elektron terhadap kawat IC = 16 A
sebesar 8 cm. aAC = 16 cm = 16 × 10–2 m
α = 30°
14. Jawaban: e μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
Diketahui: I1 =9A Ditanyakan: BC
I2 =6A Jawab:
μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am Kawat C akan ditarik oleh kawat A dan ditolak
x = 24 3 cm oleh kawat B diilustrasikan seperti gambar
θ = 120° berikut.
F
Ditanyakan: A A
FC
Jawab: FAC
α
Kawat I
I1 aAC
Kawat II

I2 β θ
x θ FBC
B aBC C
α

a Menentukan jarak antar kawat B dan C:


aBC = aAC sin α
= (16 cm)(sin 30°)
⎛1⎞
Menentukan sudut α: = (16 cm) ⎜ ⎟
⎝2⎠
α + θ = 180° = 8 cm
α = 180° – θ = 8 × 10–2 m
= 180° – 120° = 60°

132 Penilaian Akhir Semester 1


Menentukan nilai sudut β ⎛ (0,02 Wb) – (0,08 Wb) ⎞
β = 90° – α = –(150 lilitan) ⎜
⎝ 0,5 s ⎟

= 90° – 30° = 60°
= –(150)(–0,12) V
Menentukan nilai sudut θ: = 18 V
θ = 180° – β Jadi, besar GGL induksi yang timbul sebesar 18 V.
= 180° – 60° = 120°
17. Jawaban: e
Menentukan gaya magnetik yang dialami kawat
C terhadap kawat A: Diketahui: A = 25 cm = 25 × 10–2 m
N = 150 lilitan
μ0 I A I c (4π × 10 –7 Tm/A)(10A)(16A)
FCA = 2πa = A = 5 cm2 = 5 × 10–4 m2
AC (2π)(16 × 10 –2 m) I = (–3t2 + 5t – 8) A
= 20 × 10–5 N t =5s
Menentukan gaya magnetik yang dialami kawat μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
C terhadap kawat B: Ditanyakan: ε
Jawab:
μ0 I B I C (4π × 10 –7 Tm/A)(8A)(16A)
FCB = 2π a = Menentukan besar induktansi diri:
BC (2π)(8 × 10 –2 m)
μ0 N 2 A
= 32 × 10 N –5 L =
A
Menentukan besar gaya magnetik yang dialami (4π × 10 –7 Tm/A)(150) 2 (5 × 10 –4 m 2 )
= (25 × 10 –2 m)
kawat C:
FC = FAC 2 + FBC 2 + 2 FAC FBC cos θ = 18.000π × 10–9 H
= 1,8π × 10–5 H
= (20 ×10 –5 N)2 + (32 ×10 –5 N)2 + 2(20 ×10 –5 N)(32 ×10 –5 N)cos120° Besar GGL induksi pada saat t = 5 s:
dI
= 1
400 × 10 –10 N 2 + 1.024 × 10 –10 N 2 + 2(20 × 10 –5 N)(32 × 10 –5 N)(– )
2
ε = –L dt
= 400 × 10 –10 N 2 + 1.024 × 10 –10 N 2 – 640 × 10 –10 N 2
= –(1,8π × 10–5 H)(–6t + 5)
= –(1,8π × 10–5 H)(–6(5 s) + 5)
= 784 × 10 –10 N 2 = –(1,8π × 10–5 H)(–25) V
= 28 × 10–5 N = (45π × 10–5) V
= 2,8 × 10–4 N = 4,5π × 10–4 V
Gaya magnetik persatuan panjang yang dialami Jadi, besar GGL induksi pada saat waktu 5 s
kawat C: adalah 4,5π × 10–4 V.
FC 18. Jawaban: d
A
= 2,8 × 10–4 N/m Diketahui: N = 2.000 lilitan
Jadi, besar gaya magnetik persatuan panjang yang a = 8 cm
dialami kawat C tersebut adalah 2,8 × 10–4 N/m. A = 2 cm2 = 2 × 10–4 m2
I = 30 mA = 30 × 10–3 A
16. Jawaban: e μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
Diketahui: N = 150 lilitan Ditanyakan: ε
Φ1 = 0,08 Wb Jawab:
Φ2 = 0,02 Wb Menentukan panjang busur toroid:
1
Δt = 0,5 s A = 4 × 2π α
Ditanyakan: ε
⎛1⎞
Jawab: = ⎜ ⎟ (π)(8 cm)
⎝2⎠
ΔΦ = 4π cm
ε = –N Δt
= 4π × 10–2 m
⎛ Φ2 – Φ1 ⎞
= –N ⎜ ⎟
⎝ Δt ⎠

Fisika Kelas XII 133


Menentukan besar induktansi diri: 21. Jawaban: c
μ0 N 2 A Diketahui: L = 0,75 H
L =
A I = (2 sin 250t) A
(4π × 10 –7 Tm/A)(2.000)2 (2 × 10 –4 m 2 ) Ditanyakan: V
= (4π × 10 –2 )m Jawab:
= (8 × 106)(10–9) H Berdasarkan persamaan arus, dapat ditentukan
= 8 × 10–3 H nilai arus maksimum dan frekuensi sudut sumber
Menentukan besar energi yang tersimpan dalam toroid: diperoleh:
1 I = Imax sin ωt
E = 2 L I2 sehingga diperoleh
1 Imax = 2 A
= 2 (8 × 10–3 H)(30 × 10–3A)2
ω = 250 rad/s
= (4 × 10–3)(900 × 10–6) J Menentukan reaktansi induktif:
= 3.600 × 10–9 J XL = ωL
= 3,6 × 10–6 J = (250 rad/s)(0,75 H)
Jadi, besar energi yang tersimpan di dalam toroid = 187,5 Ω
tersebut adalah 3,6 × 10–6 J. Menentukan tegangan maksimum pada rangkaian:
19. Diketahui: N = 2.500 lilitan Vmax = Imax XL
A = 150 cm2 = 150 × 10–4 m2 = (2 A)(187,5 Ω)
ε = (225 sin 120t) V = 375 V
Ditanyakan: B Persamaan tegangan pada induktor:
Jawab: π
ε = (225 sin 120t) V = Vmax sin (ωt + 2 )
ε = εmaks sin ω t π
= (375 sin (250 t + 2 )) volt
ω = 120 rad/s
εmaks = 225 V Jadi, persamaan tegangan pada induktor tersebut
π
εmaks = N B A ω adalah V = (375 sin (250 t + 2 )) volt
ε
maks
B = NA ω 22. Jawaban: e
(225V) Diketahui: R1 = 90 Ω R3 = 20 Ω
= (2.500 lilitan)(150 × 10 –4 m 2 )(120 rad/s) R2 = 60 Ω R4 = 80 Ω
= 0,05 T = 50 mT L = 0,06 H
Jadi, besar medan magnet tersebut adalah 50 mT. C1 = 10 μF C3 = 7 μF
20. Jawaban: b C2 = 8 μF C4 = 25 μF
Diketahui: η = 75 % V = 300 sin (2.000t) volt
Vp = 200 V Ditanyakan: VL
Vs = 25 V Jawab:
Is =6A Menentukan hambatan pengganti rangkaian:
Ditanyakan: IP 1 1 1
Jawab: R
= R +R + R +R
1 2 3 4

Vs I s 1 1 1
η = Vp I p × 100% R
=
(90 + 60) Ω
+
(20 + 80) Ω
Vs I s 1 1 1
Ip = V η × 100% = +
p R (150 Ω) (100 Ω)
(25 V)(6 A) 1 2 3
= (200 V)(75%) (100%) = +
R (300 Ω) (300 Ω)

=1A 1 5
= 300 Ω
Jadi, arus yang mengalir pada kumparan primer R
sebesar 1 A. R = 60 Ω

134 Penilaian Akhir Semester 1


C1 , C2 , C3 tersusun paralel, maka Cp diperoleh: 23. Jawaban: a
Cp = C1 + C2 + C3 Diketahui: Vmax = 200 V
= (10 + 8 + 7) μF f = 25 Hz
= 25 μF R = 200 Ω
Cp dan C 4 tersusun seri, maka C pengganti 100 100
C = π μF = π × 10–6 F
diperoleh:
1 1 1 Ditanyakan: IC
C
= C + C Jawab:
p 4

1 1 1
Menentukan reaktansi kapasitif:
C
= + 1
(25 μF) (25 μF) XC = ω C
1 2 1
C
= 25 μF = 2π fC
C = 12,5 μF 1
C = 12,5 × 10–6 F = ⎛ 100 ⎞
(2π )(25 Hz) ⎜ × 10 –6 F ⎟
Menentukan reaktansi induktif, reaktansi kapasitif ⎝ π ⎠
dan impedansi: = 200 Ω
XL = ωL Menentukan impedansi rangkaian:
= (2.000 rad/s)(0,06 H)
Z = R2 + X C 2
= 120 Ω
1 = (200 Ω) 2 + (200 Ω) 2
XC = ω C
1 = 2(200 Ω) 2
= (2.000 rad/s)(12,5 × 10 –6 F)
= 200 2 Ω
= 40 Ω
Menentukan arus maksimum:
Z = R 2 + ( X L – X c )2 V
Imax = max
Z
= (60 Ω) 2 + (120 Ω – 40 Ω) 2 200 V
=
200 2 Ω
= (602 + 802 )Ω 2
1
= 2 2A
= 2
(3.600 + 6.400)Ω
Menentukan arus efektif:
= (10.000 Ω 2 ) Ief =
I max
2
= 100 Ω
Menentukan arus maksimum pada rangkaian: 1
2A
Vmax = 2
= 0,5 A
2
Imax = Z
Karena R dan Xc tersusun seri, maka arus efektif
(300 V) yang mengalir melalui komponen R maupun XC
= (100 Ω) adalah sama, sehingga:
=3A Ief C = Ief = 0,5 A
Menentukan tegangan listrik di ujung-ujung induktor: Jadi, arus efektif yang mengalir pada kapasitor
VL = I XL adalah 0,5 A.
= (3 A)(120 Ω)
= 360 V 24. Jawaban: d
Jadi, tegangan listrik yang mengalir pada ujung- Diketahui: R = 80 Ω
ujung induktor adalah 360 V. L =4H
C = 4 μF
= 4 × 10–6 F

Fisika Kelas XII 135


Ditanyakan: fresonansi Menentukan besar induktor:
Jawab: XL = ωL
1 1 X 48 Ω
fresonansi = 2π L = ωL = 200 rad/s = 0,24 H = 240 mH
LC
Jadi, besar induktor pada rangkaian tersebut
1 1
= 2π adalah 240 mH.
(4H)(4 × 10 –6 F)
1 1 26. Jawaban : c
= 2π (2)(2 × 10 –3 ) Hz Sifat-sifat cahaya antara lain:
125 1. Cahaya merupakan perambatan getaran
= π Hz medan listrik dan medan magnet yang saling
Jadi, besar frekuensi resonansi tersebut adalah tegak lurus terhadap arah rambatnya dan
125 termasuk gelombang transversal.
π
Hz.
2. Cahaya tidak bermuatan listrik sehingga tidak
25. Jawaban: c dipengaruhi oleh medan listrik dan medan
Diketahui: ω = 200 rad/s magnet.
24 3. Cahaya tidak memiliki massa dan tidak
sin ϕ = 0,96 = 25 dipengaruhi medan gravitasi.
R = 14 Ω 4. Cahaya merambat dalam lintasan berupa
Ditanyakan: L garis lurus.
Jawab: 5. Cahaya dapat merambat di ruang hampa.
Menentukan nilai cos ϕ: 6. Cahaya dapat mengalami peristiwa pemantulan,
sin2 ϕ + cos2 ϕ = 1 pembiasan, interferensi, diraksi, dan polarisasi.
cos2 ϕ = 1 – sin2 ϕ 7. Kecepatan cahaya di ruang hampa sebesar
⎛ 24 ⎞
2
3 × 108 m/s.
=1– ⎜ ⎟
⎝ 25 ⎠
27. Jawaban: a
576
= 1 – 625 Diketahui: v = 2 × 108 m/s
μ = 2,5 × 10–6 T m/A
49
= 625 Ditanyakan: ε
Jawab:
49
cos ϕ = 1
625 v = με
7
= 1
25 v2 = με
R
cos ϕ = 1
Z ε = μv2
7 14 Ω
25
= Z 1
= (2, 5 × 10 –6 Tm/A)(2 × 108 m/s) 2
7Z = (25)(14 Ω)
7Z = 350 Ω 1
Z = 50 Ω = (2, 5 × 10 –6 T m /A )(4 × 1016 m 2 /s 2 )
Menentukan reaktansi induktif:
Z2 = R2 + XL2 ⎛ 1 ⎞
=⎜ ⎟ C2/Nm2
⎝ 1×1011 ⎠
XL2 = Z2 – R2
= (50 Ω)2 – (14 Ω)2 = (10–11) C2/Nm2
= 2.500 Ω2 – 196 Ω2 = 1 × 10–11 C2/Nm2
XL = 2.304 Ω2
2 Jadi, besar permitivitas medium tersebut adalah
1 × 10–11 C2/Nm2.
XL = 2.304 Ω2
= 48 Ω

136 Penilaian Akhir Semester 1


28. Jawaban: b R1,2 dan R3,4 tersusun paralel, maka Rp diperoleh:
Energi gelombang elektromagnetik dirumuskan 1 1 1
sebagai berikut. = +
Rp R1 + R2 R3 + R4
E=hf 1 1
1
c = + (9 + 6) Ω
E=hλ Rp (2 + 8) Ω
Berdasarkan rumus di atas, energi gelombang 1 1 1
elektromagnetik sebanding dengan frekuensi dan = 10 Ω + 15 Ω
Rp
berbanding terbalik dengan panjang gelombangnya. 1 3 2
Dengan demikian, energi gelombang elektromagnetik = 30 Ω + 30 Ω
Rp
terbesar adalah gelombang yang memiliki
1 5
frekuensi yang lebih besar dan memiliki panjang = 30 Ω
Rp
gelombang yang lebih kecil adalah sinar gamma.
Rp = 6 Ω
Jadi, gelombang elektromagnetik yang memiliki
energi paling besar adalah sinar gamma. ΣE = ΣIR
E2 – E1 = I (Rp + R5)
29. Jawaban: e
27 V – 9 V = I(6 + 3) Ω
Urutan spektrum gelombang elektromagnetik
berdasarkan panjang gelombang dari urutan 18 V = (9 Ω)I
terpendek hingga terpanjang (frekuensi dari urutan I=2A
terbesar hingga terkecil) adalah sinar gamma, sinar Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian tersebut
X, sinar ultraviolet, cahaya tampak, sinar inframerah, adalah 2 A.
gelombang mikro, dan gelombang radio. 2. Diketahui: R = 10 cm = 10 × 10–2 m
Jadi, urutan spektrum gelombang elektromagnetik q = 20 μC = 20 × 10–6 C
yang paling tepat adalah sinar gamma, sinar X, r = 5 cm = 5 × 10–2 m
sinar ultraviolet, cahaya tampak, sinar inframerah, k = 9 × 109 Nm2/C2
gelombang mikro, dan gelombang radio. Ditanyakan: E
30. Jawaban: d Jawab:
Gelombang eletromagnetik yang memiliki Karena r < R, maka kuat medan listrik diperoleh:
frekuensi di antara gelombang mikro dan sinar qr
E =k
ultraviolet adalah sinar inframerah dan cahaya R3
tampak. (20 × 10 –6 C)(5 × 10 –2 m)
= (9 × 109 Nm2/C2)
(10 × 10 –2 m)3
B. Uraian
1. Diketahui: R1 = 2 Ω R4 = 6 Ω (20 × 10 –6 C)(5 × 10 –2 m)
= (9 × 109 Nm2/C2)
R2 = 8 Ω R5 = 3 Ω (10 –1 m)3
R3 = 9 Ω (20 × 10 –6 )(5 × 10 –2 )
E1 = 9 V E2 = 27 V = (9 × 109 Nm2/C2)
10 –3
Ditanyakan: I = 900 × 104 N/C
Jawab: = 9 × 106 N/C
Lengkapi arah loop sesuai konsep hukum II Jadi, kuat medan listrik ketika titik berada pada
Kirchhoff: jarak 5 cm dari pusat bola adalah 9 × 106 N/C.
R
3. Diketahui: C1 = 9 μF C3 = 6 μF

2 =

C2 = 3 μF C4 = 6 μF
=1
R

V =3V
R3 = 9Ω R4 = 6Ω Ditanyakan: W1
Loop E2 = 27 V Jawab:
E1 = 9 V Jika C1 dan C2 tersusun paralel, maka Cp diperoleh:
R
5 =3
Cp = C1 + C2
Ω = 9 μF + 3 μF = 12 μF

Fisika Kelas XII 137


Jika Cp, C3, dan C4 tersusun seri, maka C diperoleh: Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, arah
1 1 1 1 medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 dan I2
C
= C + C + C adalah ke arah bawah. (B1 dan B2 bernilai positif).
p 3 4

1 1 1 1
BP = B1 + B2
C
= + + μ I μ I
12 μF 6 μF 6 μF = 2π0 a1 + 2π0 a2
1 2
1 1 2 2
= + + μ ⎛ I1 I2 ⎞
C 12 μF 12 μF 12 μF = 2π0 ⎜ a + a ⎟
⎝ 1 2⎠
1 5
C
= 12 μF (4π × 10 –7 Tm/A) ⎛ 5 A 10 A ⎞
= ⎜ 0,1 m + 0,1 m ⎟
2π ⎝ ⎠
C = 2,4 μF
q=CV = (2 × 10–7)(50 + 100) A/m
= (2,4 μF)(3 V) = 7,2 μF = (2 × 10–7)(150)T
Cp, C3, dan C4 tersusun seri, maka: = 300 × 10–7 T
qp = q3 = q4 = q = 7,2 μC = 3 × 10–5 T ke arah bawah
Jadi, besar dan arah induksi magnetik yang
Menentukan Vp dialami titik P adalah 3 × 10–5 T ke arah bawah.
qp 7, 2 μC
Vp = C = 12 μF = 0,6 V 5. Diketahui: IA = 6 A (ke arah selatan)
p
IB = 9 A (ke arah utara)
Jika C1 dan C2 tersusun paralel, maka: IC = 3 A (ke arah selatan)
V1 = V2 = Vp = 0,6 V aAB = 30 cm
1 aAC = 12 cm = 12 × 10–2 m
W1 = 2 C1V12
aBC = (30 – 12) cm
1 = 18 cm
= 2 (9 μF)(0,6 V)2
= 18 × 10–2 m
1
= 2 (9 μF)(0,36 V2) μ0 = 4π × 10–7 Tm/A
= 1,62 μJ F
Ditanyakan: Ac
= 1,62 × 10–6 J
Jadi, besar energi yang tersimpan di kapasitor C2 Jawab:
adalah 1,62 × 10–6 J. Kawat C akan ditarik oleh kawat A dan ditolak oleh
kawat B diilustrasikan seperti gambar berikut.
4. Diketahui: a12 = 20 cm
U
I1 = 5 A (mendekati pembaca)
I2 = 10 A (menjauhi pembaca) B T
μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
IA IC IB
Ditanyakan: Bp S
A FCA C B
Jawab:
Kawat I Kawat II FCB
P
I1 I2 aAC aBC

a1 B1 a2 arah arus kawat A ke selatan = mendekati pembaca.


B2 arah arus kawat B ke utara = menjauhi pembaca.
arah arus kawat C ke selatan = mendekati pembaca.
a12 Gaya magnetik yang dialami kawat C terhadap kawat
Menentukan jarak titik P terhadap kawat I maupun A maupun B adalah mengarah ke barat, sehingga:
kawat II. Fc μ0 I A I C μ0 I B I C
1 A
= 2π a + 2π a
ap1 = ap2 = a
2 12
AC BC

Fc μ I ⎛ A B ⎞I I
1 = 20πC ⎜ a + a ⎟
= (20 cm) A ⎝ AC BC ⎠
2
= 10 cm Fc (4π × 10 –7 )(3 A) ⎛ 6A
+
9A ⎞
= ⎜ –2 –2 ⎟
= 0,1 m A 2π ⎝ (12 × 10 m) (18 × 10 m) ⎠

138 Penilaian Akhir Semester 1


Fc Jawab:
A
= (6 × 10–7)(0,5 × 102 + 0,5 × 102) N/m
a. Z = R 2 + ( X L – X C )2
Fc
= (6 × 10–7)(0,5 × 102 + 0,5 × 102) N/m
A = (20 Ω) 2 + (30 Ω – 9 Ω) 2
Fc
A
= (6 × 10–7)(1 × 102) N/m = (202 + 212 ) Ω 2
Fc
= 6 × 10–5 N/m ke arah barat = (400 + 441) Ω
A
Jadi, besar dan arah gaya magnetik persatuan = 841 Ω2 = 29 Ω
panjang yang dialami kawat C tersebut adalah Jadi, besar impedansi pada rangkaian tersebut
6 × 10–5 N/m ke arah barat. adalah 29 Ω.
6. Diketahui: A = 40 cm = 0,4 m V 58 V
N = 300 lilitan b. Imax = max
Z
= 29 Ω = 2 A
A = 4 cm2 = 4 × 10–4 m2 Jadi, arus maksimum yang mengalir pada
μ0 = 4 × 10–7 Wb/Am rangkaian sebesar 2 A.
Ditanyakan: L I max 2
Jawab: c. Ief = 2
= 2 A= 2A
μ0 N 2 A Jadi, arus efektif yang mengalir pada rangkaian
L =
A
(4π × 10 –7 Wb/m)(300) 2 (4 × 10 –4 m 2 ) sebesar 2 A.
= 0, 4m d. VL = Imax XL
⎛ (4π × 10 )(9 × 10 )(4 × 10 ) ⎞
–7 4 –4 = (2 A)(30 Ω)
= ⎜ 0, 4
⎟H = 60 V
⎝ ⎠
= 360π × 10–7 H. Jadi, tegangan di ujung-ujung induktor
= 3,6π × 10–5 H sebesar 60 V.
Jadi, besar induktansi pada solenoid tersebut e. VC = Imax XC
adalah 3,6π × 10–5 H. = (2 A)(9 Ω)
= 18 V
7. Diketahui: η = 60 %
Jadi, tegangan di ujung-ujung kapasitor
Vp = 175 V
sebesar 18 V.
Vs = 35 V
Ip = 0,2 A 9. Diketahui: R = 12 Ω
C = 125 μF= 125 × 10–6 F
Ditanyakan: Is
V = (40 sin 500t) volt
Jawab:
Ditanyakan: I (t)
Vs I s
η = × 100% Jawab:
Vp I p
Menentukan reaktansi kapasitif:
V p I pη 1 1
Is = V (100%) Xc = ωC = = 16 Ω
s (500 rad/s)(125 × 10 –6 F)
(175 V)(0, 2 A)(60%) Menentukan Impedansi:
= (35 V)(100%)
= 0,6 A
Z = R2 + X C 2
Jadi, kuat arus yang mengalir pada kumparan
= (12 Ω) 2 + (16 Ω) 2
sekunder adalah 0,6 A.
8. Diketahui: R = 20 Ω = 144 Ω2 + 256 Ω2
XL = 30 Ω
XC = 9 Ω = 400 Ω2 = 20 Ω
Vmax = 58 V Menentukan arus maksimum:
Ditanyakan: a. Z V 40 Ω
I = max
Z
= 20 Ω = 2 A
b. Imax
c. Ief R 12 Ω
cos θ = Z = 20 Ω
d. VL
e. VC

Fisika Kelas XII 139


3 10. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik
cos θ = 5
yang dapat merambat dalam ruang vakum.
θ = 53° Gelombang elektromagnetik merupakan rambatan
53
θ = 180 π dari medan listrik (E) dan medan magnet (B) secara
Menentukan persamaan arus rangkaian pada saat t: periodik yang saling tegak lurus ke segala arah.
I(t) = Imax sin (ωt + θ) Adapun bunyi memerlukan medium dalam
⎛ 53 ⎞
perambatannya karena bunyi merupakan
= (2 A sin ⎜ 500t + π ⎟ ) ampere gelombang mekanik sehingga bunyi tidak dapat
⎝ 180 ⎠
Jadi, persamaan arus pada rangkaian pada saat t adalah merambat dalam ruang vakum.
⎛ 53 ⎞
(2 A sin ⎜ 500t + π⎟) ampere.
⎝ 180 ⎠

140 Penilaian Akhir Semester 1


1. Peserta didik mampu menjelaskan fenomena perubahan panjang, waktu, dan massa dikaitkan dengan kerangka acuan dan
kesetaraan massa dengan energi dalam teori relativitas khusus dengan benar setelah melakukan kegiatan dan diskusi.
2. Peserta didik mampu mempresentasikan konsep relativitas tentang panjang, waktu, massa, dan kesetaraan massa dengan
energi dengan benar setelah melakukan kegiatan dan diskusi.

Relativitas

mencakup

Transformasi Lorentz

meliputi

Transformasi Lorentz Penjumlahan Panjang


Waktu Relativistik Paradoks Kembar
untuk Kecepatan Kecepatan Relativistik Relativistik

Relativitas Newton

Transformasi Massa Relativistik


meliputi meliputi
Galileo
Momentum Massa, Momentum,
Konsep Relativitas dan Energi Relativistik
Relativistik
Percobaan
Michelson-Morley
Energi Relativistik
Postulat Einstein
dan
Teori Relativitas
Khusus

• Relativitas • Waktu Relativistik • Transformasi Lorentz


• Kontraksi Panjang • Paradoks Kembar • Postulat
• Dilatasi Waktu • Momentum Relativistik • Elektron
• Massa Relativistik • Energi Relativistik • Eter

Fisika Kelas XII 141


A. Pilihan Ganda Jawab:
u'x bernilai negatif karena berlawanan arah.
1. Jawaban: b u x = u'x + v
Diketahui: kecepatan kereta = v = 80 km/jam = –0,28c + 0,42c
kecepatan penumpang = u'x = 2 m/s = 0,14c
= 7,2 km/jam Jadi, kelajuan rudal jika diamati orang yang diam
Ditanyakan: ux di bumi sebesar 0,14c.
Jawab:
u'x bernilai negatif karena penumpang berjalan 6. Jawaban: a
berlawanan arah gerak kereta Prinsip relativitas Newton dikemukakan oleh
u x = u'x + v Galileo dan Newton. Prinsip ini menyatakan
= – 7,2 km/jam + 80 km/jam bahwa hukum-hukum mekanika berlaku sama
= 72,8 km/jam pada semua kerangka acuan inersia.
Jadi, kecepatan penumpang terhadap orang yang 7. Jawaban: d
duduk di stasiun sebesar 72,8 km/jam. Diketahui: m = 600 g
2. Jawaban: d v = 3 m/s
Pada percobaan Michelson-Morley menggunakan v0 = 3,6 km/jam = 1 m/s
prinsip sifat cahaya interferensi. Interferensi a = –10 m/s2
merupakan perpaduan antara dua gelombang Ditanyakan: x
cahaya. Cahaya dari sebuah sumber yang dijatuh- Jawab:
kan pada cermin, sebagian berkas cahaya dipantul- x = x' + vt
kan dan sebagian lainnya diteruskan dan digabung- = 0 + 3t
kan kembali. Kedua cahaya pantul akan ber- = 3t
1
interferensi sehingga menghasilkan pola y = v0t + 2 gt 2
interferensi.
1
3. Jawaban: d = (1)t + 2 (–10)t 2
Benda dikatakan diam apabila benda dan pengamat = t – 5t 2
bergerak bersama dengan kelajuan dan arah yang Jadi, kedudukan bola terhadap penonton
sama. Oleh karena itu, jawaban yang benar yaitu (3t, t – 5t 2 , 0) m.
pilihan d. 8. Jawaban: d
4. Jawaban: c Diketahui: Posisi awal anak: x01 = (3,0,0) m
Diketahui: u x = 60 km/jam Posisi awal pedagang: x02 = (21,0,0) m
u x′ = 2 km/jam t=6s
Ditanyakan: v vanak = 18 km/jam = 5 m/s
Jawab: Ditanyakan: Posisi anak pada saat t = 6 s
ux = u x′ + v ⇔ v = ux – u x′ Jawab:
= 60 km/jam – 2 km/jam x01 = 3 m
= 58 km/jam x02 = 21 m
Jadi, kecepatan kereta saat itu sebesar 58 km/jam. Menentukan posisi anak pada saat waktu 6 sekon
dari kedudukan awal:
5. Jawaban: a
x1 = x01 + vt
Diketahui: v = 0,42c
= 3 m + (5 m/s)(6 s)
u'x = –0,28c
= 3 m + 30 m
Ditanyakan: u x
= 33 m
= (33,0,0) m dari kedudukan awal

142 Relativitas
Menentukan posisi anak pada saat waktu 6 sekon 1
= (2)(sin 30°)t – 2 (10)t2
dari posisi pedagang:
x1' = x1 – x02 = t – 5t2
= (33,0,0) m – (21, 0 ,0 )m Jadi, fungsi kedudukan buah apel menurut Bella
= (12,0,0) m adalah (0, t – 5t2, 0) m.
Jadi, posisi anak pada waktu 6 sekon berada di 3. Diketahui: v = 60 km/jam
(12,0,0) m dari posisi pedagang atau di (33,0,0) m u′ x = 8 km/jam
dari posisi awal. Ditanyakan: a) ux berlawanan arah v
9. Jawaban: b b) ux searah v
Diketahui: v = 72 km/jam = 20 m/s Jawab:
u'x = 3,6 km/jam = 1 m/s a. u x berlawanan arah v maka u x bernilai
1
u'x = 4 m/s negatif.
2 u x = u x′ + v
Ditanyakan: ux : ux
1 2 = –8 km/jam + 60 km/jam
Jawab:
= 52 km/jam
u x = u'x + v
Jadi, kecepatan koin sebesar 52 km/jam.
ux1 u′x + v
= u′ 1 + v b. ux searah v maka ux bernilai positif.
ux2 x2
u x = u x′ + v
1 + 20
= 4 + 20 = 8 km/jam + 60 km/jam
= 68 km/jam
21 7
= 24 = 8 Jadi, kecepatan koin sebesar 68 km/jam.
Jadi, perbandingan kecepatan kedua benda 4. x = x' + vt
menurut temannya adalah 7 : 8. Δx
u x = Δt
10. Jawaban: a
x –x
vBagas = 288 km/jam = 80 m/s = t2 – t 1
2 1
vMade > vBagas, dapat dijelaskan bahwa: ( x2′ + vt2′ ) – ( x1′ + vt1′)
1) menurut Made, Bagas bergerak menjauhinya; = t2′ – t1′
2) menurut Made, Bagas tidak bisa mengejarnya; x2′ – x1′ + vt2′ – vt1′
3) menurut Bagas, Made bergerak menjauhinya; = t2′ – t1′
4) menurut Bagas, dia mengejar Made; ( x2′ – x1′ ) + v(t2′ – t1′)
5) menurut penonton, Bagas tidak bisa mengejar = t2′ – t1′
Made.
( x2′ – x1′ )
= t′ – t′ +v
2 1
B . Uraian
Δ x′
= Δt ′ + v
1. Dalam percobaannya, Michelson-Morley meng-
gunakan interferometer untuk mengetahui pola = u'x + v
interferensi cahaya. Jika terjadi pergeseran inter- u'x = ux – v
ferensi cahaya, eter itu ada. Akan tetapi, Jadi, terbukti bahwa transformasi Galileo untuk
kenyataannya tidak ada pergeseran cahaya, kecepatan ditentukan dengan persamaan u'x = ux – v.
artinya eter tidak ada. 5. vRossi = 240 km/jam
2. Diketahui: v = 18 m/s vPedrosa = 65 m/s = 234 km/jam
v 0 = 7,2 km/jam = 2 m/s Pernyataan yang benar:
θ = 30° 1) Menurut Rossi, Pedrossa bergerak mendekati-
Ditanyakan: (x', y', z') nya.
Jawab: 2) Menurut Rossi, Pedrossa tidak mampu mengejar-
Menurut Bella, gerak buah apel hanya dalam arah nya.
vertikal (y') sehingga x' = 0 dan z' = 0. 3) Menurut Pedrossa, Rossi bergerak menjauhi-
1 nya.
y' = v0 sin θt – 2 gt2
4) Menurut Pedrossa, jarak Rossi semakin jauh.

Fisika Kelas XII 143


A. Pilihan Ganda v2
L1 = L0 1−
1. Jawaban: b 1 c2
Diketahui: vA = 0,4c (0,8) 2
v B = 0,5c = (18 m) 1−
c2
Ditanyakan: ux 0,64c 2
Jawab: = (18 m) 1−
c2
vA + vB
vAB = vA vB = (18 m) 0,36
1+
c2
0, 4c + 0,5c = (18 m)(0,6)
= (0,4 c )(0,5c ) = 10,8 m
1+
c2
Luas lapangan yang terukur oleh pilot
0,9c
= 0,2 c 2
A = (L1)(L0 )
1+ 2
c2 = (10,8 m)(9 m)
0,9c
= = 0,75c = 97,2 m2
1, 2
Jadi, luas lapangan yang terukur oleh pilot adalah
Jadi, kecepatan pesawat B terhadap bumi adalah 97,2 m2.
0,75c.
4. Jawaban: e
2. Jawaban: c 2
Diketahui: v = 0,6c Diketahui: v = 3 2c
u ′ x = 0,3c Ditanyakan: %ΔL
Ditanyakan: u x Jawab:
Jawab:
v2
u′x + v L = L0 1−
ux = ux′ v c2
1+
c2 2

2c ⎞⎟
2
0,6c + 0,3c = L0 1 − ⎜
= (0,6 c )(0,3c ) ⎝3 ⎠
1+
c2
0,9c 8
= 1 + 0,18 = L0 1−
9

0,9c 1
= 1,18 = L0
9
= 0,763c 1
= 3 L0
Jadi, kecepatan peluru terhadap bumi sebesar
ΔL = L0 – L
0,763c.
1
3. Jawaban: e = L0 – 3 L0
Diketahui: L0 = 18 m 2 2
1 = 3 L0 (menyusut 3 bagian)
L0 = 9 m
2
v = 0,8c 2
%ΔL= 3 × 100%
Ditanyakan: A
= 66,67%
Jawab:
Jadi, benda menurut pengamat yang diam
Karena pesawat bergerak sejajar dengan panjang
menyusut sebesar 66,67%.
pesawat, maka pesawat bergerak tegak lurus
dengan lebarnya. Sehingga hanya ukuran panjang 5. Jawaban: b
lapangan yang berubah sedangkan ukuran lebarnya Diketahui: Δt0 = 49 tahun – 25 tahun = 24 tahun
tetap. v = 0,8c

144 Relativitas
Ditanyakan: Δt 12.600 m 2
Jawab: =
(0,8c )2
1−
c2
Δt0
Δt = v2
12.600 m 2
1− =
c2 0,64 c 2
1−
24 tahun c2
= 2 12.600 m2
1− (0,8c2c ) =
1 − 0,64
24 tahun 12.600 m 2
= 0,64 c 2 =
1− c2
0,36
24 tahun 12.600 m 2
= 0,36 = 0,6
= 40 tahun = 21.000 m2
Jadi, perjalanan Riki menurut Riko berlangsung Jadi, luas sebenarnya dari tempat tersebut adalah
selama 40 tahun. 21.000 m2.
6. Jawaban: b 8. Jawaban: b
Diketahui: L0 = 2.000 km Akibat relativitas khusus Einstein:
vA = 0,6c 1) Kontraksi panjang
v B = 0,8c Panjang relativistik akan lebih pendek atau
Ditanyakan: LA : LB menyusut dibandingkan panjang benda saat
Jawab: diam.
v2 2) Dilatasi waktu
L = L0 1– Waktu relativistik akan lebih panjang daripada
c2
Perbandingan LA dan LB yaitu waktu diam.
3) Ekspansi massa
v 2
LA L0 1– A Massa relativistik atau massa benda yang
c2
LB
= v 2
bergerak mendekati kecepatan cahaya akan
L0 1– B
c2 lebih besar dibandingkan massa diamnya.
vA 2
4) Energi benda yang bergerak dengan v
1− mendekati cahaya merupakan penjumlahan
c2
= energi kinetik dan energi diamnya.
vB2
1−
c2

(0,6 c ) 2
9. Jawaban: d
1− 2 Diketahui: r0 = 10 cm = 10–1 m
c
=
1−
(0,8c ) 2 v = 0,6c
c2
ρ 0 = 6.320 kg/m3
=
0,64 Ditanyakan: ρ
0,36 Jawab:
=
8
= 3
4 V0 = r03 = (10–1 m)3 = 10–3 m3
6 m = ρ0 V0
Jadi, perbandingan panjang sungai jika diamati oleh = (6.320 kg/m3)(10–3 m3)
pesawat A dan B adalah 4 : 3. = 6,32 kg
7. Jawaban: c v2
Diketahui: A = 12.600 m2 r = r0 1−
c2
v = 0,8c (0,6c) 2
Ditanyakan: A0 = (10–1 m) 1−
c2
Jawab: = (10–1 m) 0,64
A
A0 = = (10–1 m)(0,8)
v2
1−
c2
= 8 × 10–2 m

Fisika Kelas XII 145


V = r0 r0 r Jawab:
= (10–1 m)(10–1 m)(8 × 10–2 m) Menurut Sinta di bumi waktu perjalanan Rama
adalah:
= 8 × 10–4 m3
2s 2(6 tahun c)
m 6,32 kg Δt = v = = 20 tahun
ρ = = = 7.900 kg/m 3 0,6c
V 8 × 10 –4 m3
Menurut Rama waktu perjalanannya:
Jadi, kubus tersebut memiliki massa jenis
7.900 kg/m3, sehingga terbuat dari bahan besi. v2
Δt0 = Δt 1−
c2
10. Jawaban: e
Diketahui: t' = t = 5 s (0,6c) 2
= 20 1−
x' = 3,8 × 108 m c2
5 = 20 1 − 0,36
γ = 1,25 = 4
Ditanyakan: x = 20 0, 64
Jawab: = 20(0,8) = 16 tahun
1 Umur Rama = 25 + 16 = 41 tahun
γ2= v2 Umur Sinta = 20 + 20 = 40 tahun
1−
c2 Jadi, saat kembali dari misi, umur Rama dan Sinta
2
⎛5⎞ 1
⎜ ⎟ = v2
berturut-turut adalah 41 tahun dan 40 tahun.
⎝4⎠ 1− 2
25 v2
c
2. Diketahui: v 1 = 0,8c
16
(1 – 2 ) = 1 v 2 = 0,4c
c
25 25 v 2 Jawab:
16
– 16 2 = 1
c a. Menurut teori relativitas Newton:
25 25 v 2 v12 = v1 + v2
16
– 1 = 16 c 2
9 25 v 2
= 0,8c + 0,4c
16
= 16 c 2 = 1,2c
⎛ 9 ⎞ ⎛ 16 2 ⎞ Jadi, kelajuan peluru terhadap pengamat
v2 = ⎜ 16 ⎟ ⎜ 25 c ⎟ menggunakan teori relativitas Newton adalah
⎝ ⎠⎝ ⎠
9 2 1,2c.
= 25 c b. Menurut teori relativitas Einstein:
3 v1 + v2
v= 5c v12 = v1v2
1+
x = γ (x′ + vt′ ) c2

5 3 0,8c + 0, 4c
= 4 ((3,8 × 108 m) + ( 5 )(3 × 108 m/s)(5 s)) = (0,8c )(0,4 c )
1+
c2
5 1, 2c
= 4
(3,8 × 108 + 9 × 108) m = = 0,91c
1,32
5
= 4
(12,8 × 108 m) = 1,6 × 109 m Jadi, kelajuan peluru terhadap pengamat
Jadi, jarak x sejauh 1,6 × 109 m. menggunakan teori relativitas Einstein adalah
0,91c.
B . Uraian c. Selisih v2 menurut relativitas Newton dan
Einstein adalah
1. Diketahui: s = 6 tahun cahaya Δv2 = 1,2c – 0,91c = 0,29c
v = 0,6c Dengan demikian persentase kesalahan
Umur Rama mula-mula = 25 tahun relativitas Newton terhadap relativitas Einstein
Umur Sinta mula-mula = 20 tahun
Δv 0, 29c
Ditanyakan: Umur Rama dan Sinta setelah misi adalah v 2 = 0,91c × 100% = 31,86%.
12 Einstein

Jadi, kesalahan relativitas Newton relatif


terhadap relativitas Einstein mencapai 31,86%.

146 Relativitas
3. Diketahui: L0 = 180 cm v2
L = 60 cm L = L0 1−
c2
Ditanyakan: v
(0,6) 2
Jawab: = (80 m) 1−
L0 c2
L= γ
= (80 m) 0,64
L0
γ= = (80 m) (0,8)
L
180 cm
= 64 m
= 60 cm
A = p0 L
=3 = (150 m)(64 m)
= 9.600 m2
1 = 0,96 ha
γ= Jadi, luas perkebunan jika diamati oleh pilot
v2
1−
c2 pesawat adalah 0,96 ha.
1
3= 5. Diketahui: v 1 = v2
v2
1− 2 v12 = 0,8c
c
Ditanyakan: v 1
1
32 = ( )2 Jawab:
v2
1−
c2 v1 + v2
v12 = v1v2
1 1+
9= v 2 c2
1− 2v1
c2 0,8c = v12
v2 1+
9(1 – )= 1 c2
c2 v12
0,8c(1 + 2 ) = 2v1
9v 2 c
9– =1
c2 0,8cv12
v2 0,8c + = 2v1
8=9 c2
c2 0,8v12
8 (0,8c + – 2v1 = 0) × c
c
v 2 = 9 c2
(0,8v12– 2v1c + 0,8c2 = 0)
2 –––––––––––––––––––––– × 5
v= 3 2c 4v12 – 10v1c + 4c2 = 0
2 (v1 – 2c)(4v1 – 2c) = 0
Jadi, kecepatan wahana antariksa sebesar 3 2 c.
1
v1 = 2 c atau v1 = 2c
4. Diketahui: A0 = 1,2 ha = 12.000 m2
p 0 = 150 m 1
Kita gunakan v = 2 c karena tidak mungkin ada
Ditanyakan: A
kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Jadi,
Jawab:
1
Pesawat bergerak sejajar dengan lebar perkebunan, kecepatan pesawat dilihat dari bumi sebesar 2 c.
sehingga lebar perkebunan yang berubah sedangkan
panjangnya tetap.
A0 = p0 L0
12.000 m2 = (150 m) L0
12.000 m 2
L0 = 150 m
= 80 m

Fisika Kelas XII 147


1
A. Pilihan Ganda =2
v2
1–
c2
1. Jawaban: a
ET = Ek + E0 v2 1
1– 2 = 2
c
Energi total yang dimiliki oleh suatu benda tersusun
dari energi kinetik dan energi diam dari benda. v2 1
1– 2 = 4
Besaran yang memengaruhi nilai energi kinetik c
1 v2
yaitu massa dan kecepatan benda, sedangkan 1– 4 =
c2
besaran yang memengaruhi nilai energi diam 3 v2
benda salah satunya yaitu posisi benda. =
4 c2
2. Jawaban: e 3 2
4
c = v2
Diketahui: m0 = 1,67 × 10–27 kg
1 1
v = 2 3c 3 c=v
2
Ditanyakan: m Jadi, energi kinetik partikel sama dengan energi
Jawab: diam ketika kecepatannya 1 3 c.
m = γ m0 2
m0 4. Jawaban: a
=
1−
v2 Diketahui: E0 = 2 × 10–10 J
c2 p = 7 × 10–19 kg m/s
1,67 × 10−27 kg
= 1
Ditanyakan: E
( 3c )2
1− 2 Jawab:
c2
−27 E 2 = E02 + p 2 c2
1,67 × 10 kg
= 3
= (2× 10–10 J)2 + (7 × 10–19 kg m/s)2(3 × 108 m/s)2
1− 4 = 4 × 10–20 J2 + 4,41 × 10–20 J2
1,67 × 10−27 kg = 8,41 × 10–20 J2
= 1 E = 2,9 × 10–10 J
4
Jadi, energi total partikel X sebesar 2,9 × 10–10 J.
1,67 ×10−27 kg
= 1 5. Jawaban: b
2
Diketahui: V = 162 kV = 162 × 103 V
= 3,34 × 10–27 kg
me = 9 × 10–31 kg
Jadi, massa relativistik proton sebesar
c = 3 × 108 m/s
3,34 × 10–27 kg.
h = 6,6 × 10–34 Js
3. Jawaban: e Ditanyakan: λ
Diketahui: E0 = Ek Jawab:
Ditanyakan: v 1
e V = 2 mv2
Jawab:
Ek = mc2 – m0c2 2 eV
v=
= γ m0c2 – m0c2 me
Ediam = E0 = m0c2 2 (1,6 × 10 –19 C) (162 × 103 V)
Jika keduanya sama, maka = 9 × 10 –31 kg
Ek = E0
= 57,6 × 1015 m 2 /s 2
γ m0c – m0c2 = m0c2
2

γ m0c2 = 2m0c2 = 5,76 × 1016 m 2 /s 2


γ=2 = 2,4 × 108 m/s

148 Relativitas
me 7. Jawaban: e
m= Diketahui: v = 0,6c
v2
1–
c2 Ditanyakan: m
9 × 10 –31 kg Jawab:
=
( ) m = γ m0
2
2,4 × 108
1–
3 × 108 m0
9 × 10 –31 kg
m=
v2
= 1−
1 – 0,64 c2
m0
9 × 10 –31 kg =
(0,6 c )2
= 0,6
1−
c2
–31 m0 10
= 15 × 10 kg = = 8 m0
0,8
h
λ= mv Δm = m – m0
6,6 × 10 –34 J/s 10 2 1
= (15 × 10 –31 )(2, 4 × 108 ) = 8 m0 – m0 = 8 m0 = 4 m0 = 0,25m0
= 0,183 × 10–11 m Jadi, massa partikel mengembang sebesar 0,25m0.
= 1,83 × 10–12 m
8. Jawaban: e
= 1,83 pm
Diketahui: m0 = 96 kg
Jadi, panjang gelombang de Broglie relativistik
v = 0,8c
setelah elektron tersebut mengalami dipercepat v
adalah 1,83 pm. c
= 0,8
Ditanyakan: m
6. Jawaban: b
Jawab:
Diketahui: v = 0,8c 1
m0 = 1,6 × 10–27 kg γ= v2
1−
Ditanyakan: E c2

Jawab: 1
=
Kecepatan gerak proton 1 − 0,64
v = 0,8c
10
v = 6
c
= 0,8
Massa relatif m terukur
1
γ = m = γ m0
v2
1– ⎛ 10 ⎞
c2
= ⎜ 6 ⎟ (96 kg) = 160 kg
1 ⎝ ⎠
= Jadi, massa astronaut ketika berada di dalam roket
1 – (0,8) 2
sebesar 160 kg.
10
= 6 9. Jawaban: c
Energi diam proton Diketahui: m = 125%
E0 = m0c2 Ditanyakan: v
= (1,6 × 10–27 kg)(3 × 108 m/s)2 Jawab:
= 14,4 × 10–11 kg m2/s2 m = 125% m0
14, 4 × 10 –11 m0
= 1,6 × 10 –19 eV m=
v2
1–
c2
= 9 × 1018 eV
v2 m
= 900 MeV 1– 2 = m0
c
Energi total proton
E = γ E0 1–
v2
= 125
100
10 c2
= 6 (900 MeV)
v2 4
= 1.500 MeV 1– 2 = 5
c
Jadi, energi diam proton sebesar 1.500 MeV.

Fisika Kelas XII 149


v2 16 1 kg 3 kg
1– = 25 = 0,8 + 0,6
c2
16 v2 = 1,25 kg + 5 kg
1– =
25 c2 = 6,25 kg
v2 =
9 2
c Jadi, massa diam benda semula sebesar 6,25 kg.
25
3 2. Diketahui: m = 100 g = 0,1 kg
v= 5
c En = 220 kWh = 7,92 × 108 J
v = 0,6c Ditanyakan: n
Jadi, kecepatan benda bergerak adalah 0,6c. Jawab:
E = mc2
10. Jawaban: c = (0,1 kg)(3 × 108 m/s)2
v
Diketahui: = 0,6 → v = 0,6c = 9 × 1015 J
c
Ditanyakan: Ek : E0 Jumlah keluarga
E
Jawab: n= E
E = Ek + E0 n
9 × 1015
Ek = E – E0 = 7,92 ×108 = 1,14 × 107 keluarga

1 Jadi, jumlah keluarga sebanyak 1,14 × 107 keluarga.


=( – 1)m0c2
v2
1− 3. Diketahui: m01 = 12 kg
c2
1 m02 = 6 kg
=( – 1)m0c2 v1 = 0,6c
1 − (0,6) 2
v2 = 0,8c
= (1,25 – 1)m0c2 Ditanyakan: m0
= 0,25m0c2 Jawab:
Ek = 0,25E0
Ek 1 1 1 1 5
E0
= 0,25 = 4 γ1 = 2 = 2 = 0,8 =
1−
v
1−
(0,6 c ) 4
Jadi, perbandingan energi kinetik terhadap energi c2 c2

diam sebesar 1 : 4. 1 1 1 5
γ2 = v2
= = = 3
1− (0,8c )2 0,6
c2
1−
c2
B . Uraian
m0c = γ1m0 c + γ2m0 c2
2 2
1. Diketahui: m0 = 1 kg 5
1 2
5
1
m0 = 3 kg m0 = ( 4 )(12 kg) + ( 3 )(6 kg)
2
v1 = 0,6c = 15 kg + 10 kg
v2 = 0,8c = 25 kg
Ditanyakan: m0 Jadi, massa diam benda mula-mula sebesar 25 kg.
Jawab:
4. Diketahui: m0 = 6 kg
Berlaku hukum kekekalan energi relativistik
v = 0,8c
Energi relativistik awal = Energi relativistik akhir
Ditanyakan: a. m
m0 c2 = γ1m0 c2 + γ2m0 c2
1 1 2 b. E0
m0 = γ1m0 + γ2m0 c. E
1 2
m01 m0 2 d. Ek
= + Jawab:
v2 v2
1– 2 1–
c c2 m0
a. m =
1 kg 3 kg v2
1−
= + c2
(0,6 c ) 2 (0,8c )2 m0
1– 1–
c 2
c2 = (0,8c )2
1 kg 3 kg 1−
= + c2
1 – 0,36 1 – 0,64
6 kg
=
1 − 0,64

150 Relativitas
6 kg 5. Diketahui: m0 = 9,1 × 10–31 kg
= 0,36 v = 0,6c
6 Ditanyakan: m dan p
= 0,6 kg Jawab:
= 10 kg
m0
Jadi, massa bergerak benda sebesar 10 kg. m=
v2
b. E0 = m0c2 1−
c2

= (6 kg)(3 × 108 m/s)2 9,1× 10−31 kg


=
= (6 kg)(9 × 1016 m2/s2) 1−
(0,6 c ) 2
c2
= 54 × 1016 J = 5,4 × 1017 J
Jadi, energi diam benda sebesar 5,4 × 1017 J. 9,1× 10−31 kg
= 1 − 0,36
c. E = mc2
= (10 kg)(3 × 108 m/s)2 9,1 × 10−31 kg
= (10 kg)(9 × 1016 m2/s2) = 0,8
= 9 × 1017 J = 11,375 × 10–31 kg
Jadi, energi relativitas benda sebesar p =mv
9 × 1017 J. = (11,375 × 10–31 kg)(0,6)(3 × 108 m/s)
d. Ek = E – E0 = 2,0475 × 10–22 kg m/s
= (9 × 1017 – 5,4 × 1017) J Jadi, massa dan momentum relativistik elektron
= 3,6 × 1017 J sebesar 11,375 × 10–31 kg dan 2,0475 × 10–22 kg m/s.
Jadi, energi kinetik benda sebesar 3,6 × 1017 J.

Fisika Kelas XII 151


152
u x′ + v
ux = u x′ v
1+
c2

Relativitas
v2
u y′ 1 −
uy = c2
u x′ v
1+
c2

Relativitas Newton Transformasi v2


u z′ 1 −
uz = c2
x′ = x – vt Lorentz untuk u x′ v
1+
y′ = y Kecepatan c2

z′ = z
t′ = t Kebalikan:
Koordinat dan ux − v
u′x = u xv
Waktu 1−
c2
Kebalikan:
x = x′ + vt v2
u y 1−
u′y = c2
y = y′ u xv
Transformasi 1−
c2
z = z′ Galileo
t = t′ v2
uz 1−
u′z = c2
u xv
1−
c2
u′x = ux – v Konsep Relativitas
Penjumlahan
u′y = uy
Transformasi Kecepatan Relativistik vBD = v BA + v AD
(VBA )(v AD )
u′z = uz
1+
Lorentz c2
Kecepatan
Kebalikan:
Panjang Relativistik Lo
ux = u′x + v L= = v2 Lo
γ 1−
uy = u′y Percobaan c2

uz = u′z Michelson–Morley
Waktu Relativistik Δt o
v2
Δt = γ Δto =
1−
Relativitas c2
Postulat Einstein
untuk Teori
Relativitas Khusus Paradoks Relativistik

m0
Massa Relativistik
v2
m = γ m0 =
1−
c2

Massa, Momentum, p = mv = γ m0v


Momentum Relativistik m0v
dan Energi = v2
Relativistik 1−
c2

E = Ek + E0
Energi Relativistik
Ek = mc 2 – m0c 2
E2 = E02 + p 2c 2
A. Pilihan Ganda Ditanyakan: x
Jawab:
1. Jawaban: e x = x' + vt
Benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati = 0 + 4t
c maka sesuai dengan teori relativitas Einstein dan = 4t
transformasi Lorentz. Teori relativitas Einstein Karena sudut yang terbentuk 60° terhadap arah
mencakup dua teori yaitu relativitas umum dan vertikal, sehingga
relativitas khusus. Relativitas umum menjelaskan 1
y' = v0(sin θ)t – 2 gt2
ruang angkasa adalah anyaman medan ruang waktu
dan benda langit bermassa dapat melengkungkan 1
= 1(sin 30°)t – 2 (10)t2
ruang-waktu mengikuti benda-benda langit tersebut.
1
Sementara itu, teori relativitas khusus didasarkan = 2 t – 5t2
dua postulat yang bertentangan dalam mekanika Jadi, kedudukan kacang menurut Jojo adalah
klasik. Postulat pertama berbunyi hukum-hukum 1
fisika adalah sama bagi seluruh pengamat dalam (4t, 2 t – 5t2, 0) m.
gerak seragam relatif terhadap satu sama lain. 5. Jawaban: d
Postulat kedua berbunyi kecepatan cahaya dalam Diketahui: v 1 = 0,5c
ruang hampa adalah sama untuk semua pengamat, v 2 = 0,25c
terlepas dari gerak relatif mereka atau dari gerakan Ditanyakan: v12
sumber cahaya. Adapun transformasi Lorentz Jawab:
menjelaskan transformasi ruang dan waktu antara
v1 + v2
dua pengamat yang bergerak relatif. Transformasi v12 = v1v2
1+
ini melandasi teori relativitas khusus. c2
0,5c + 0, 25c
2. Jawaban: a = (0,5c )(0,25c )
1+
Interferometer adalah alat yang digunakan dalam c2
0,75c
percobaan interferometer Michelson. Prinsip kerja =
1 + 0,125
interferometer adalah memisahkan seberkas 0,75c
cahaya yang datang dari sumber, lalu meng- =
1,125
gabungkan kembali untuk membentuk suatu pola = 0,667c
interferensi. Jadi, kecepatan benda pertama terhadap benda
3. Jawaban: c kedua sebesar 0,667c.
Diketahui: m = 120 g 6. Jawaban: c
v = 5 m/s Diketahui: L0 = 200 m
u'x = 3,6 km/jam = 1 m/s 1
Ditanyakan: ux v = 3c
2
Jawab: Ditanyakan: L
u x = u'x + v Jawab:
= 1 m/s + 5 m/s Panjang relativistik jembatan
= 6 m/s 1
Jadi, kecepatan peluru jika diamati ayah sebesar L = 3
2
6 m/s.
⎛ v2 ⎞
4. Jawaban: d = L0 ⎜ 1 − 2 ⎟
c
⎝ ⎠
Diketahui: v = 14,4 km/jam = 4 m/s
1
v 0 = 1 m/s ( 3c ) 2
= (200 m) 1− 2
θ = 90° – 60° = 30° c2

Fisika Kelas XII 153


⎛ 3⎞
9. Jawaban: e
= (200 m) ⎜ 1 − 4 ⎟ Diketahui: A0 = 300 m2
⎝ ⎠
A = 84 m2
⎛ 1 ⎞
= (200 m) ⎜⎜ ⎟⎟ Ditanyakan: v
⎝ 4 ⎠ Jawab:
⎛1⎞ A0
= (200 m) ⎜ ⎟ = 100 m A= γ
2 ⎝ ⎠
Jadi, menurut awak pesawat jembatan tersebut A0
sepanjang 100 m. γ= A
7. Jawaban: e 1 300 m 2
Diketahui: Δt0 = 3 × 10–6 s =
v2 84 m 2
1−
v = 0,8c c2

Ditanyakan: Δt
1 25 m2
Jawab: =
v2 7 m2
Δt0 1−
c2
Δt = v 2
1– 1 625
c2
–6 v2
= 49
3 × 10 s 1−
= c2
(0,8c )2
1–
c2
(625) ⎛⎜1 − v2 ⎞⎟ = 49
2
–6
3 × 10 s
= ⎝ c ⎠
1 – 0,64
625v 2
3 × 10 –6 s 625 – = 49
= 0,6
c2
625v 2
= 5 × 10–6 s = 625 – 49
c2
Jadi, waktu hidup partikel tersebut adalah 5 × 10–6 s.
625v 2
8. Jawaban: c = 576
c2
Diketahui: A0 = p A v2 576
= (200 cm)(130 cm) = 625
c2
= (2 m)(1,3 m) ⎛v⎞
2
576
= 2,6 m2 ⎜ ⎟ = 625
⎝c⎠
v = 0,8c 24
Ditanyakan: A v = 25 c = 0,96c
Jawab: Jadi, kelajuan pesawat jet sebesar 0,96c.
Luas relativistik bangun ABCD: 10. Jawaban: b
A0 Diketahui: v = 0,6c
A = γ
Ditanyakan: p
v2 Jawab:
= A0( 1 − )
c2
m0v
p=
(0,8c ) 2 1−
v2
= (2,6 m2)( 1 − ) c2
c2
m0 (0,6c)
=
0,64c 2 1−
(0,6 c )2
= (2,6 m2)( 1 − ) c2
c2
= (2,6 m2)(0,6) m0 (0,6c)
=
= 1,56 m2 0,64
Jadi, luas relativistik bangun ABCD menurut m0 (0,6c)
pengamat yang diam sebesar 1,56 m2. =
0,8

154 Relativitas
3 25 25 v 2
= 4 m0c – =1
16 16 c 2
= 0,75m0c 25 v 2 25
Jadi, momentum relativistik elektron sebesar 16 c 2
= 16 – 1
0,75m0c. 25 v 2 9
16 c 2
= 16
11. Jawaban: a
3 v2 ⎛ 9 ⎞ ⎛ 16 ⎞
Diketahui: vA = 5 c = 0,6c = ⎜ 16 ⎟ ⎜ 25 ⎟
c2 ⎝ ⎠⎝ ⎠
4 9
v B = 5 c = 0,8c v2 = 25 c2
Ditanyakan: ΔtA : ΔtB 3
v= 5c
Jawab:
3
Δt = γ Δt Jadi, kecepatan gerak benda sebesar 5 c.
Δt0
Δt = 13. Jawaban: d
v2
1−
c2
Diketahui: m0 = 5,6 × 10–27 kg
vB2
c = 3 × 108 m/s
1−
ΔtA c2 v = 0,96c
=
ΔtB 1−
vA 2 Ditanyakan: 1) m
c2
2) E0
(0,8c ) 2
1− 3) E
ΔtA c2
= 4) Ek
ΔtB 1−
(0,6 c ) 2
c2 Jawab:
0,6 1) Menentukan massa relativisik:
= 0,8
m0
3 m=
v2
= 4
1–
c2
Jadi, perbandingan dilatasi waktu pesawat A dan m0
=
pesawat B adalah 3 : 4. 1–
(0,96 c ) 2
c2
12. Jawaban: c m0
Diketahui: Ek = 25%E0 =
0,9216 c 2
1–
Ditanyakan: v c2

Jawab: m0
=
Ek 25 1 1 – 0,9216
E0
= 100
= 4 m0
=
0,0784
Ek 1
=( – 1) m0
E0
1−
v2 =
c2
0,28
5,6 × 10 –27
1 1
= 0, 28
4
+1= = 20 × 10–27
v2
1−
c 2
= 2 × 10–26 kg
5 1
Jadi, massa relativistik partikel sebesar
4
=
v2
2 × 10 –26 kg.
1− 2) Menentukan energi diam:
c2
E = m0c2
25 1
= = (5,6 × 10–27 kg)(3 × 108 m/s)2
16 v2
1− = (5,6 × 10–27 kg)(9 × 1016 m2/s2)
c2
= 5,04 × 10–10 J
Jadi, partikel memiliki energi diam sebesar
5,04 × 10–10 J.

Fisika Kelas XII 155


3) Menentukan energi relativistik: 13 1
E = mc2 5
= v2
1−
= (2 × 10–26 kg)(3 × 108 m/s)2 c2
2 1
= (2 × 10–26 kg)(9 × 1016 m2/s2) ⎛ 13 ⎞
=
⎜ ⎟
= 1,8 × 10–9 J ⎝ 5⎠ 1−
v2
c2
Jadi, energi relativistik partikel sebesar 1
169
1,8 × 10 –9 J. 25
= v2
1−
4) Menentukan energi kinetik: c2

Ek = E – E0 v 2
169 – 169 = 25
= 1,8 × 10–9 J – 5,04 × 10–10 J c2
= 18 × 10–10 J – 5,04 × 10–10 J v2
169 – 25 = 169
= 12,96 × 10–10 J c2
v2
= 1,296 × 10–9 J 144 = 169 2
c
Jadi, energi kinetik partikel sebesar 144 v2
1,296 × 10 –9 J. 169
= 2
c
Jadi, opsi yang paling tepat adalah d. 144 v
= c
14. Jawaban: b 169
Diketahui: m0 = 9 × 10–31 kg 12
c =v
v = 0,6c 13
12
c = 3 × 108 m/s Jadi, kecepatan partikel sebesar 13 c.
Ditanyakan: Ek
Jawab: 16. Jawaban: b
Ek = E – E0 Diketahui: V0 = (1,5 m)(1 m)(1,2 m) = 1,8 m3
= mc2 – m0c2 v = 0,6c
m0 = 45 kg
= γ m0c2 – m0c2
Ditanyakan: m