Anda di halaman 1dari 4

Prosedur Pelaksanaan Supervisi Akademik untuk Guru Yunior

Tugas yang ke dua dari calon kepala sekolah adalah melaksanakan supervisi terhadap dua
orang guru yunior di sekolah sendiri. Esensi supervisi akademik adalah membatu guru agar dapat
mengelola pembelajaran ke arah yang lebih baik (professional). Kriteria guru yunior dimaksud dilihat
dari sisi keprofesionalnya bukan dari segi umur atau lama tugas sebagai guru. Penentuan guru
yunior dapat dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut:

Guru yang baru di angkat di sekolah tersebut

1. Guru yang masih mengikuti program induksi


2. Guru yang belum profesional dapat dilihat dari hasil PK guru atau hasil supervisi
sebelumnya dari kepala sekolah bersangkutan.
3. Guru honorer dapat sasaran supervisi apabila guru yunior yang PNS tidak ada, dan guru
PNS tidak selalu lebih professional dari guru honorer.
4. Dari sisi kepangkatan guru, sebaiknya dipilih guru yang pangkatnya lebih rendah atau sama
dengan calon kepala sekolah” hal ini untuk menghindari persepsi negatif(bukan aturan)
sekaligus menghargai status jabatan guru”.

Bagaimana jika guru di sekolah tersebut sudah kategori senior semua, tidak apa-apa disitulah
pentingnya calon kepala sekolah melakukan tindakan mempengaruhi agar mereka mau untuk di
supervisi. Perlu melibatkan/koordinasi dengan mentor ( kepala sekolah) untuk memberi dukungan
kepada calon dan menyakinkan guru-guru lain agar dapat saling bekerja sama melalui kegiatan
supervisi.

Pelaksanaan supervisi akademik yang akan dilakukan menyangkut dua hal prosedur dan teknikal.
Berkaitan dengan prosedur supervisi akademik terdiri dari 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; dan 3)
tindak lanjut. Jika dikaitkan dengan teknik supervisi yang akan dilakukan calon kepala sekolah
yaitu observasi kelas maka prosedurnya adalah sebagai berikut:

Langkah ke-1 :
Menyusun program supervisi (untuk pelaksanaan 2 orang guru). Susunan program supervisi
terdiri dari :

Bab I. Pendahuluan
a. Latar belakang
b. Tujuan
c. Hasil yang di harapkan

Bab II. Rencana pelaksanaan


a. Ruang Lingkup dan Sasaran Supervisi
b. Teknik supervisi yang digunakan
c. Tahapan Supervisi
1) Pra-Observasi
2) Observasi
3) Post Observasi
d. Komponen yang disupervisi
e. Instrumen Supervisi
f. Jadwal supervisi

Bab. III. Penutup


Berisi kalimat penekanan akan pentingnya supervisi akademik dan harapan adanya pengkatan
mutu pembelajaran melalui supervisi akademk.

Langkah -2

Setelah program disusun, tentu didalamnya sudah kita jelaskan guru yunior yang akan kita
supervisi (Bab II), jadwal dan instrument yang digunakan juga sudah disusun.Maka langkah
selanjutnya adalah berkoordinasi dengan guru yang akan di supervisi dengan memastikan
jadwal dan perlengkapan yang diperlukan dalam supervisi tersebut. Periksa kembali instrument
yang akan digunakan apakah sudah lengkap instrument pra observasi, observasi dan instrument
post observasi, dan instrumen tindak lanjut. Instrumen yang digunakan dapat memakai
instrument ketika in-1 atau yang ada di modul dengan menyesuaikan kurikulum yang digunakan
di sekolah. Bisa juga menggunakan instrument yang telah di gunakan selama ini dari sekolah
atau dari dinas pendidikan. Sebaiknya skala dalam instrument pra- observasi dan observasi
mengunakan skala Likert 1-2-3-4 (kurang-cukup-baik-sangat baik) dengan tujuan lebih mudah
pengolahannya dan interprestasi data.

Langkah ke-3

1. Melakukan pra observasi


Dalam melakukan pra observasi: calon kepala sekolah membangun komunikasi yang baik
dengan guru yang disupervisi (ingat 14 prinsip supervisi akademik). Supervisi akademik harus
mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, bersifat terbuka, kesetiakawanan dan
bersifat informal/ kekeluargaan. Diskusikan RPP yang akan digunakan guru, cermati RPP dengan
seksama mulai dari identitas hingga penilaian yang direncanakan guru. Gunakan instrument pra
observasi untuk mengumpulkan data. Catat hal-hal yang perlu direvisi pada RPP tersebut. Catatan :
Instrumen supervisi akademik dapat juga menggunakan instrument yang ada pada modul (format 1
s.d 4) hanya saja sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.

2. Melakukan Observasi
Bersama guru yang akan di observasi memasuki ruang kelas. Ambil posisi duduk di bagian
belakang tempat duduk siswa. Kehadiran supervisor tidak boleh menggangu proses pembelajaran.
Lakukan pengamatan dengan mencatat butir petunjuk konstruktif dan positif yang nantinya akan
didiskusikan dengan guru. Isi instrument dengan cermat sesuai kondisi yang ada. Bandingkan RPP
yang disusun dengan realitas pembelajaran yang terjadi dengan bantuan instrument observasi.
Lakukan analisis hasil pengamatan untuk mengidentifikasi perilaku yang positif dan yang perlu di
ubah. Observasi dilakukan mulai dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran( calon kepala
sekolah tidak boleh meninggalkan ruang kelas sebelum pembelajaran diakhiri guru).

3. Melakukan Post Observasi


Post observasi dilakukan setelah selesai observasi dalam kelas, dimana calon kepala
sekolah bersama dengan guru yang di observasi duduk bersama, akan lebih baik jika
dihadiri oleh kepala sekolah sebagai mentor untuk turut memberikan saran perbaikan
sekaligus motivasi. Pilih pendekatan yang tepat ( Direktif, Kolaboratif dan Non- Direktif).
Disarankan untuk memilih pendekatan Non- Direktif, karena posisi pendekatan ini
memungkinkan calon kepala sekolah lebih banyak belajar, dan sangat menghargai guru
yang disupervisi.

Instrumen yang digunakan berbeda dengan instrument pada saat pra observasi dan
observasi. Instrumen yang digunakan berupa interview (wawan cara), yaitu berupa
pertanyaan-pertanyan tentang perasaan atau situasi yang dialami guru tersebut saat
melaksanakan proses pembelajaran. Misalnya menyangkut pesan dan kesan, kesesuaian
RPP dengan pelaksanaan, ketercapaian tujuan pembelajaran, kesulitan siswa, kesulitan
guru dan alternatif solusi. Kemudian pertemuan ini digunakan untuk membuat kesepakatan
bersama tentang perbaikan dan pengembangan pada pertemuan berikutnya (siklus II).

Terakhir dalam post observasi, calon kepala sekolah harus menulis saran-saran dalam
lembar saran instrument. Saran yang ditulis tidak boleh keluar dari konteks analisis data
yang ada dalam instrument. Misalnya, saran agar dipertahankan prestasinya. Saran seperti
ini kurang jelas , prestasi
apa yang harus di pertahankan? Aspek apa? Caranya mempertahankan bagaimana?. Maka
saran yang diberikan harus jelas dengan memberikan jalan keluar dari kesulitan yang
dialami guru.

Langkah - 4

Setelah kegiatan pra observasi, observasi dan post observasi dilakukan calon kepala
sekolah. Maka langkah selanjutnya untuk melakukan tindak lanjut hasil supervisi guru.
Tindak lanjut hasil supervisi akademik dengan menggunakan format 4. Caranya adalah
dengan memasukkan data dan informasi dari hasil pra observasi, observasi dan post
observasi ke dalam tabel tersebut. Berdasarkan data-data yang disajikan dalam tabel maka
calon kepala sekolah dapat merumuskan tindak lanjut tentang hasil supervisi. Misalnya
meminta guru untuk merevisi kembali RPP, Menata kembali model pembelajaran yang
digunakan dan lain-lain. Bisa juga tindaklanjut mengarah ke perbaikan dengan bantuan
orang lain misalnya pendampingan guru senior, mengkuti MGMP dan lain-lain.

Demikian pelaksanaan supervsi akademik untuk siklus I(lakukan untuk masing-masing guru
junior 1 dan 2). Siklus II dilakukan dengan langkah yang sama seperti siklus I untuk guru
yunior 1 dan 2

Lampiran Kegiatan Supervisi Akademik Guru Yunior Yang Harus Ada Dalam Laporan

1. Program supervisi Akademik (2 orang guru yunior)


2. Instrumen telaah RPP yang telah diisi secara manual(lebih baik) dan ditandatangi
3. Instrument Observasi yang telahdiisi secara manual(lebih baik) dan ditandatangan
4. Instrument hasil post- observasi yang telahdi isi secara manual(lebih baik)
danditandatangani
5. Instrument tindaklanjut yang telah disisi danditandatangani
6. RPP guru yunior pada siklus I dari guru ke-1
7. RPP guru yunior pada siklus I dari guru ke-2
8. RPP guru yunior pada siklus II( hasil perbaikan siklus I) dari guru ke-1
9. RPP guru yunior pada siklus II( hasil perbaikan siklus I) dari guru ke-1
10.Dokumentasi (foto-foto kegiatan)

Search