Anda di halaman 1dari 4

No.

Absen : 21

Nama : Ketut Ferdy Tresnadiputra

Satuan Kerja : Rudenim Denpasar

Nama Widyaiswara : I Nengah Sukadana, S.H., M.H.

Judul Materi : Analisis Isu Kontemporer

Tanggal Kegiatan : 02 Oktober 2019

A. Pelatihan dasar (latsar) CPNS


Merupakan pengembangan dan pengayaan konsep diklat prajabatan (Perka lan no. 12 tahun
2018). Praktik penyelenggaraan pelatihan yang pembelajarannya di dominasi oleh ceramah
sehingga sulit membentuk karakter pns yang kuat dan profesional
Diperlukan sebuah penyelenggaraan pelatihan yang inovatif dan terintegrasi.

Penyelenggaraan pelatihan yang memadukan pembelajaran klasikal dan non klasikal


ditempat pelatihan dan ditempat kerja

Sehingga memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan


mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan (habituasi), dan merasakan
manfaatnya, sehingga terpatri dalam dirinya sebagai karakter pns yang profesional sesuai
bidang tugasnya

I. Pembentukan karakter PNS.


1. Agenda sikap prilaku bela Negara
2. Agenda nilai – nilai dasar pns
3. Agenda kedudukan dan peran pns dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
4. Agenda habituasi

Kurikulum pembentukan karakter pns dilaksanakan selama 511 jp (jam


pelajaran) atau setara dengan 51 hari kerja

 177 jp atau 18 hari kerja dilaksanakan ditempat pelatihan


 320 jp atau 30 hari kerja dilaksanakan di instansi pemerintah asal peserta
 14 jp atau 3 hari kerja yang dilaksanakan di tempat pelatihan

II. Penguatan kompetensi teknis bidang tugas.

Menekankan pada praktik pengembangan kompetensi dalam rangka


mendukung pelaksanaan tugas dan jabatan

Dilaksanakan di tempat kerja instansi pemerintah asal peserta dengan 2 agenda :

1. Agenda untuk memenuhi kompetensi teknis administratif

2. Agenda untuk memenuhi kompetensi substantif.


B. Analisis Isu Kontemporer.
Mata Pelatihan untuk pembelajaran agenda Sikap Perilaku Bela Negara adalah sebagai
berikut:
a. Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara;
b. Analisis Isu Kontemporer;
c. Kesiapsiagaan Bela Negara.
Ketiga mata pelatihan tersebut dirancang dan disampaikan secara terintegrasi untuk
mencapai tujuan kurikulum agenda Sikap Perilaku Bela Negara dengan memberi penekanan
pada kemampuan praktik.
1. Pengertian Analisis Isu Kontemporer.
 Isu = masalah yang dikedepankan (un'ruk ditanggapi dan sebagainya)
> kabar yang tidak jelas asal usulnya dan 'tidak Terjamin kebenarannya; kabar angin;
desas-desus
Barry J ones & Chase
“Isu adalah suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang
apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif Terhadap
organisasi dan berlanjut pada Tahap krisis.
 Kontemporer
“Sesuatu hal yang modern yang eksis dan Terjadi dan masih berlangsung sampai
sekarang atau segala hal yang berkaitan dengan saat ini.

Perubahan
Sesuatu yang Tidak bisa dihindari dan menjadi bagian dari perjalanan peradaban
manusia.
“Perubahan itu mutlak dan kita akan ditinggal jika tidak segera menyadari dan
berbuat dalam perubahan tersebut”

2. Diskusi Kelompok.
Mendiskusikan isu-isu kontemporer yang sedang beredar di masyarakat. Diantaranya
yaitu :
 Pasal Kontroversional dalam RUU KUHP.
 Kebakaran Hutan dan Global Warming
 Pemindahan Ibu Kota NKRI
 Sengketa Kepengurusan PBNW di NTB
 Penyebaran berita bohong (hoaks)
 Persepsi Masyarakat terhadap seleksi CPNS
Penilaian Kualitas Isu Kriteria Isu :

1. .Aktual : benar-benar terjadi dan sedang hangat dibicarakan dalam masyarakat


2. Kekhalayakan : Isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problemafik : Isu yang memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu
dicarikan segera solusinya.
4. Kelayakan : Isu yang masuk akal dan realisTis serta relevan unruk dimunculkan
inisiatif pemecahan masalahnya.
Teknik analisis yang digunakan :

 URGENCY
Seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
 SERIOUSNESS
Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan.
 GROWTH
Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebu? jika tidak ditangani
sebagaiamana mestinya.
Setiap isu dinilai dengan memberikan skor antara 1-5. 1 = sangat tidak urgent, 5 = sangat urgent.

C. Menyusun rancangan aktualisasi yang menarik.

1. Kalian Harus Menemukan GAP.


GAP itu adalah jarak atau kesenjangan antara existing (kondisi yang terjadi saat ini)
dengan ideal (kondisi yang seharusnya).
Contoh :

• Ada kebijakan terbaru mengenai pembayaran tunjangan kinerja berbasis kinerja


melalui TI (SIMPEG). Integrasi antara SIMPEG dengan absensi

• Temukan 3 atau 4 GAP dengan membuat tabel ideal dan existing.

• Dari tabel tersebut akan diperoleh solusi yang akan menjadi identifikasi isu.

• Dari identifikasi isu tersebut di pilih salah satu untuk menjadi tema Rancangan
Aktualisasi.

Ideal Existing

• Pegawai mengerjakan jurnal • Pegawai tidak tertib


harian di SIMPEG setiap hari mengerjakan SIMPEG

• Meningkatkan kinerja pegawai • Kemungkinan belum


memberikan dorongan kinerja
• Pegawai memahami SKP dan
melaksanakannya • Kemungkinan pegawai tidak
memahami SKP

Solusi :

• Sosialisasi internal pegawai

• Edukasi dan pengawasan / monitoring


2. Pilih Stakeholder
ISU -> Tentukan spesifikasi stakeholder

Tentukan tema anda mau stakeholder yang mana :

◦ PIMTI
◦ Pejabat Administrasi
◦ Satuan Kerja
◦ Rekan Kerja
Artinya fokuskan betul bahwa tema itu ditujukan ke salah satu stakeholder (rekan kerja
anda) sehingga kegiatan, output atau relevansi dengan materi pembelajaran yang akan
di aktualisasi akan menuju ke rekan kerja anda. Dengan Segmentasi dan Spesifikasi
stakeholder rancangan aktualisasi anda akan menarik

3. Kalimat Menarik

Isu -> stakeholder -> bahasa

Artinya : bahasakan rancangan aktualisasi semenarik mungkin. Bandingkan kalimat –


kalimat yang disusun yang cocok dengan stakeholder

Bagaimana kalimat menarik ?

Kalimat A (Negatif) Kalimat B (Positif)

Banyaknya pegawai di kantor wilyah Untuk meningkatkan kapasitas


yang tidak tahu tentang kebijakan pegawai dalam bentuk pemahaman
terbaru terkait pembayaran tunjangan terhadap kebijakan terbaru terkait
kinerja pegawai berbasis IT (SIMPEG), pembayaran tunjangan kinerja pegawai
maka diperlukan program sosialisasi berbasis IT (SIMPEG), maka program
kepada pegawai. sosialisasi kepada pegawai diharapkan
memiliki kontribusi terhadap kinerja
kantor wilayah.

Anda mungkin juga menyukai