Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)


DI PT. MITRA ADI JAYA
BIDANG K3 LINGKUNGAN KERJA DAN K3 BAHAN
BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM


ANGKATAN KE 39

KELOMPOK II
FADHLI NAUFAL LUTHFI
MUHAMMAD BRILLIANT BIDJAKSONO
TRI RAHAYU SETYO UTAMI
SANTOSO

PENYELENGGARA
PT. ENVIRONESIA GLOBAL SARAYA
YOGYAKARTA, 03 JULI 2019
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................ 2
BAB I ....................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ................................................................................................... 3
1.1 Latar Belakang ................................................................................... 3
1.2 Tujuan ................................................................................................ 4
1.3 Manfaat .............................................................................................. 4
1.4 Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan............................................ 4
1.5 Dasar Hukum ..................................................................................... 5
BAB II ...................................................................................................................... 6
KONDISI ................................................................................................................. 6
2.1 Gambaran Umum Tempat Kerja ........................................................ 6
2.2 Temuan-Temuan ................................................................................ 7
BAB III..................................................................................................................... 8
ANALISA TEMUAN-TEMUAN............................................................................ 8
3.1 Analisa Temuan Positif Terkait Lingkungan Kerja ........................... 9
3.2 Analisa Temuan Negatif Terkait Lingkungan Kerja ........................ 11
3.3 Analisa Temuan Positif Terkait Lingkungan Kerja ......................... 13
3.4 Analisa Temuan Negatif Terkait Lingkungan Kerja ........................ 15
BAB IV .................................................................................................................. 16
PENUTUP .............................................................................................................. 16
4.1 Penutup............................................................................................. 16
4.1 Saran ................................................................................................. 16

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak
terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. K3 tidak
saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para
pekerjanya akan tetapi jauh dari itu K3 mempunyai dampak positif atas
keberlanjutan produktivitas kerja. Oleh sebab itu, isu K3 pada saat ini bukan
sekedar kewajiban yang harus diperhatikan oleh para pekerja, akan tetapi juga
harus dipenuhi oleh sebuah sistem pekerjaan. Dengan kata lain, pada saat ini K3
bukan semata sebagai kewajiban, akan tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi setiap
pekerja dan bagi setiap bentuk kegiatan pekerjaan.
Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja telah
memberikan tanggung jawab kepada manajemen untuk melaksanakan pencegahan
kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan mewajibkan penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) ditempat kerja. SMK3
adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam
rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja, guna
terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Secara prinsip,
penerapan SMK3 merupakan kewajiban bagi perusahaan yang mempekerjakan
pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang atau mempunyai tingkat potensi
bahaya tinggi. Namun tidak menutup kemungkinan bagi perusahaan yang
mempekerjakan pekerja/buruh kurang dari 100 orang dan tidak mempunyai
potensi bahaya tinggi juga perlu untuk menerapkan SMK3.
Lingkungan kerja adalah kesatuan dari berbagai lingkungan di tempat
kerja, yang didalamnya mencakup faktor fisik, kimia, biologi, fisiologi dan
psikologi yang keberadaanya ditempat kerja dapat mempengaruhi keselamatan
dan kesehatan kerja.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik
industri maupun domestik(rumah tangga), yang lebih dikenal sebagai sampah,
yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki

3
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi,
limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik.
Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak
negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu
dilakukan penanganan terhadap limbah.
Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi
4 yaitu limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel serta limbah B3 (Bahan
Berbahaya dan Beracun) Untuk mengatasi limbah diperlukan pengolahan dan
penanganan limbah.
Oleh karena mengingat banyaknya bidang pengawasan K3 yang harus
dilakukan, maka kami mengambil dan membatasi studi Praktek Kerja Lapangan(
PKL ) pada tema pengawasan K3 bidang Lingkungan Kerja dan Bahan Kimia
Berbahaya di PT. Mitra Adi Jaya (MAJ) Berbah, Sleman, Yogyakarta.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah :
1. Untuk mempraktikan teori yang telah diterima selama kegiatan pembinaan
dan sebagai syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3 Umum.
2. Peserta Calon Ahli K3 umum dapat mengidentifikasi, menganalisa dan
memberikan saran atau rekomendasi terkait pelaksanaan K3 di perusahaan
PT. Adi Mitra Jaya.

1.3 Manfaat
Adapun manfaat penulisan laporan ini adalah untuk menambah wawasan
bagi penulis dan pembaca terkait lingkungan kerja dan limbah B3.

1.4 Lingkup Praktik Kerja Lapangan


1. Dasar hukum pengawasan norma K3 bidang lingkungan kerja dan B3.
2. Faktor lingkungan kerja yang berdampak pada kesehatan tenaga kerja.
3. Syarat-syarat kebersihan, kesehatan, dan penerangan di tempar kerja.
4. Penampungan limbah di tempat kerja.

4
5. Pengelolaan Alat pelindung diri (APD)

1.5 Dasar Hukum


a. Bahan Berbahaya & Beracun (B3)
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 8
2. Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit yang Timbul
Karena Hubungan Kerja
3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-187/MEN/1999 tentang
Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya.
4. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.Kep/Men/30/2009
b. Lingkungan Kerja
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
3. Peraturan Menteri Tenga Kerja No.5 Tahun 2018 Tentang Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Kep/Men/08 Tahun 2010 Tentang
Alat Pelindung Diri.

5
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

2.1 Gambaran Umum Tempat Kerja


PT Mitra Adi Jaya (MAJ) merupakan mitra ketiga yang berada di daerah
Yogyakarta dari PT H.M. Sampoerna. PT Mitra Adi Jaya (MAJ) mulai
berproduksi pada tanggal 27 Nopember 2005, serta diresmikan oleh Gubernur
DIY pada tanggal 9 Januari 2006. Jumlah karyawan yang ada di PT Mitra Adi
Jaya (MAJ) +/- 800 orang. Luas wilayah PT Mitra Adi Jaya (MAJ) yaitu 9800 m2
dengan produk utamanya adalah Sigaret Kretek Tangan (SKT). Terdapat beberapa
sarana prasarana untuk kesejahteraan karyawan seperti, loker, kantin, poliklinik,
ruang laktasi, mushola, koperasi simpan pinjam, minimarket, serta ATM.
Dengan kondisi perusahaan PT MAJ yang memiliki jumlah karyawan lebih
dari 100 orang maka dibentuklah organisasi P2K3 dan mulai menerapkan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada tahun 2010. Hal ini
dilakukan karena paksaan dari PT Sampoerna untuk memenuhi standar sistem
manajemen yang diakui secara Internasional. Selain P2K3 PT MAJ juga
mempunyai struktur organisasi Emergency Response yang bertugas di poliklinik
kesehatan. PT MAJ memiliki prinsip 5R yaitu, Ringkas, Resik, Rapi, Rawat dan
Rajin.
Terdapat serikat pekerja yang diakui oleh DISNAKERTRANS DIY
dengan No. Pencatatan : 560/0130 tanggal 06-02-2013. PT MAJ juga telah
memperoleh beberapa sertifikat, di antaranya ISO 9001 untuk manajemen mutu,
ISO 14001 manajemen lingkungan dan OHSAS 18001 : 2007 untuk SMK3.
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka dirasa terdapat beberapa potensi
bahaya yang ada pada PT Mitra Adi Jaya (MAJ) seperti potensi bahaya terhadap
lingkungan serta potensi bahan berbahaya dan beracun yang kemudian akan
dibahas pada sub-bab selanjutnya.

6
2.2 Temuan-Temuan
a. Temuan Positif K3 Lingkungan Kerja:
1. Perusahaan telah membentuk struktur Panitia Pembina Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (P2K3)
2. Tersedianya Loker Khusus Karyawan/ti
3. Perusahaan telah menyediakan klinik untuk pemeriksaan kesehatan dan
tenaga medis 1 orang dokter, 2 para medis dan 1 bidan serta telah
dilakukan pemeriksaan awal, berkala dan khusus
4. Perusahaan telah menyediakan kantin yang sesuai dengan standar
kesehatan
b. Temuan Negatif K3 Lingkungan Kerja:
1. Perusahaan memakai Bahan B3 dan disimpan di TPS untuk selanjutnya
limbahnya diolah oleh Pihak KetigaTempat sampah tidak memiliki tutup
2. Adanya Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) untuk Bahan Beracun
dan Berbahaya
3. Adanya koordinat TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) Limbah B3
4. Bentuk Wadah Bahan Kimia Berbahaya berbentuk drum dan sudah dipilah
serta diberi label
5. Pemasukkan dan pengeluaran bahan kimia berbahaya dari gudang
penyimpanan tercatat dengan baik.
c. Temuan Positif Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
1. Perusahaan memakai Bahan B3 dan disimpan di TPS untuk selanjutnya
limbahnya diolah oleh Pihak Ketiga
2. Adanya Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) untuk Bahan Beracun
dan Berbahaya
3. Adanya koordinat TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) Limbah B3
4. Bentuk Wadah Bahan Kimia Berbahaya berbentuk drum dan sudah dipilah
serta diberi label
5. Pemasukkan dan pengeluaran bahan kimia berbahaya dari gudang
penyimpanan tercatat dengan baik.

7
d. Temuan Negatif
1. Tidak tersedianya LDKB di ruang TPS Limbah B3.

8
BAB III
ANALISA TEMUAN

3.1 Analisa Temuan Positif Terkait Lingkungan Kerja


Berikut analisa temuan positif terkait lingkungan kerja dicantumkan dalam
table:
Temuan Positif Terkait Lingkungan Kerja
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya

Pasal 10 Ayat (1):


“Menteri Tenaga
Kerja berwenang
membentuk panitian
pembina
keselamatan dan
Perusahaan Perusahaan kesehatan kerja guna
telah telah memperkembangkan
membentuk membentuk kerjasama saling
Jika
struktur Pos struktur pengertian dan
terdapat
Panitia Satpam Panitia UU No 1 tahun partisipasi efektif
perubahan,
1 Pembina dan Pembina 1970 Pasarl 10 dari pengusaha dan
segera
Keselamatan Ruang Keselamatan Ayat (1) pengurus dan
dilakukan
dan Meeting dan Tenaga Kerja dalam
upadeting
Kesehatan Kesehatan tempat-tempat kerja
Kerja Kerja untuk melaksanakan
(P2K3) (P2K3) tugas dan kewajiban
di bidang
keselamatan dan
kesehatan kerja
dalam rangka
melancarkan usaha
berproduksi."

9
Temuan Positif Terkait Lingkungan Kerja
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya
Tersedianya
Diperbarui
Loker
loker yang
Khusus
ada Ayat (2): Fasilitas
untuk
sehingga kebersihan yang
karyawan/ti
Tersedianya menambah PERMENAKER dimaksud
Area sehingga
Loker nilai No 5 tahun 2018 menyangkut: a.
2 Depan dapat
Khusus estetika dan Pasal 33 Ayat toilet dan
Pabrik digunakan
Karyawan/ti lokasinya (2) kelengkapannya b.
untuk
ditempatkan loker dan ruang
menyimpan
di tempat ganti pakaian"
barang-
yang lebih
barang
lapang
pribadi
Perusahaan Perusahaan
telah telah
menyediakan menyediakan Ayat (2): "Pengurus
klinik untuk klinik untuk diwajibkan
pemeriksaan pemeriksaan memeriksakan
Fasilitas
kesehatan kesehatan semua tenga kerja
yang ada
dan tenaga dan tenaga yang berada
ditambah UU No 1 tahun
medis 1 Klinik medis 1 dibawah
3 sehingga 1970 Pasarl 8
orang dokter, Kesehatan orang dokter, pimpinannya, secara
menambah Ayat (2)
2 para medis 2 para medis berkala pada dokter
baik nilai
dan 1 bidan dan 1 bidan yang ditunjuk oleh
estetika
serta telah serta telah pengusaha dan
dilakukan dilakukan dibenarkan oleh
pemeriksaan pemeriksaan direktur."
awal, berkala awal, berkala
dan khusus dan khusus

Ayat (7): "Potensi


Perusahaan Kantin yang Bentuk dan
bahaya faktor
telah ada kebersihan
biologi dilakukan
menyediakan sebanyak 3 kantin lebih PERMENAKER
dengan
kantin yang dan telah ditingkatkan No 5 tahun 2018
4 N/A Kantin pengendalian: c.
sesuai mendapatkan agar Pasal 22 Ayat
mengisolasi atau
dengan sertifikat menambah (7)
membatasi pajangan
standar penjamah nilai
sumber bahaya
kesehatan makanan estetika
faktor biologi"

10
3.2 Analisa Temuan Negatif Terkait Lingkungan Kerja
Berikut analisa temuan negatif terkait lingkungan kerja dicantumkan dalam
table:
Temuan Negatif Terkait Lingkungan Kerja
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya
Ayat (2):
Fasilitas
Jika ada
Tidak Disediakan kebersihan
karyawan/ti
tersedianya ruang ganti PERMENAKER yang dimaksud
yang ingin
ruang ganti terpisah No 5 tahun 2018 menyangkut: a.
1 N/A N/A mengganti
pakaian antara laki- Pasal 33 Ayat toilet dan
baju, maka
untuk laki dan (2) kelengkapannya
menggunakan
karyawan/ti perempuan b. loker dan
kamar mandi
ruang ganti
pakaian"
Ayat (2):
"Tempat
sampah paling
Di dalam sedikit harus: a.
toilet Tempat terpisah dan
Tempat Tempat
perempuan, sampah di PERMENAKER diberikan label
sampah sampah
di depan area pabrik No 5 tahun 2018 untuk sampah
2 tidak harus
kantin dan tidak Pasal 37 Ayat organik, non
memiliki memiliki
di depan memiliki (2) organik dan B3
tutup tutup
ruang tutup b. dilengkapi
genset dengan penutup
dan terbuat dari
bahan kedap
air"
Ayat (2):
"Tempat
sampah paling
Tempat
Tidak Tempat sedikit harus: a.
sampah
Di depan terpisahnya sampah terpisah dan
tidak
ruang tempat harus PERMENAKER diberikan label
terpisah
genset dan sampah, terpisah No 5 tahun 2018 untuk sampah
3 antara N/A
di depan antara jenis antara jenis Pasal 37 Ayat organik, non
organik,
ruang organik, non organik, non (2) organik dan B3
non
produksi organik dan organik dan b. dilengkapi
organik
B3 B3 dengan penutup
dan B3
dan terbuat dari
bahan kedap
air"

11
Temuan Negatif Terkait Lingkungan Kerja
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya

Peraturan
Menteri Tenaga
Kerja No.
Pasal 34 “Toilet
Kep/Men/05
Diberikan sebagaimana
Beberapa Tidak Tahun 2018
lampu untuk dimaksud pada
kamar tersedianya Tentang Syarat
Kamar kamar pasal 33 ayat
mandi lampu untuk Kesehatan,
4 mandi mandi yang (2) huruf a
tidak menerangi di Kebersihan,
wanita belum harus: f.
memiliki beberapa Serta
memiliki memiliki
lampu toilet wanita Penerangan
lampu penerangan
dalam Tempat
yang cukup"
dan Lingkungan
Kerja Pasal 34
dan 33

Pasal 34 ayat
Jumlah (5) point f dan
kamar Jumlah Dilakukan g: "f. untuk 81-
mandi kamar mandi penambahan PERMENAKER 100 orang 6
Kamar
tidak sesuai tidak sesuai kamar No 5 tahun 2018 jamban g.
5 mandi
dengan dengan ratio mandi Pasal 34 Ayat setiap
wanita
ratio jumlah sebanyak 6 (5) penambahan 40
jumlah karyawan/ti buah orang
karyawan/ti ditambahkan 1
jamban"

12
3.3 Analisa Temuan Positif Terkait Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Berikut analisa temuan positif terkait bahan berbahaya dan beracun (B3):
Temuan Positif Terkait B3
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya
Pasal 7:
"Pengusaha
atau pengurus
yang
menggunakan,
menyimpan,
memakai,
Keputusan
Perusahaan produksi dan
Lokasi ruang Menteri Tenaga
memakai mengangkut
berada jauh Kerja RI No.
Bahan B3 Bahan Kimia
dari jangkauan Memberikan Kep.
dan disimpan TPS Berbahaya di
pekerja dan pengetahuan 187/Men/1999
1 di TPS untuk Limbah tempat kerja
ada tanda kepada petugas Tentang
selanjutnya B3 wajib
dilarang TPS tentang B3 Pengendalian
limbahnya mengendalikan
masuk selain Bahan Kimia
diolah oleh bahan kimia
petugas Berbahaya Di
Pihak Ketiga berbahaya
Tempat Kerja
untuk
mencegah
terjadinya
kecelakaan
kerja dan
penyakit
akibat kerja."
Pasal 3 bagian
a:
Keputusan “Pengendalian
Adanya Menteri Tenaga Bahan Kimia
Memberi
Lembar Data Dilakukan Kerja RI No. Berbahaya
pengetahuan
Keselamatan peremajaan Kep. sebagaimana
Di kepada
Bahan terkait rambu- 187/Men/1999 dimaksud
2 ruang pekerja
(LDKB) rambu, agar Tentang pasal 2
genset tentang risiko
untuk Bahan lebih terlihat Pengendalian meiputi: a.
bahaya bahan
Beracun dan jelas. Bahan Kimia Penyediaan
bakar
Berbahaya Berbahaya Di lembar data
Tempat Kerja keselamatan
bahan (LDKB)
dan label”
Sesuai dengan
lampiran II
Adanya Tempat Peraturan
persyaratan
koordinat Untuk sampah harus Menteri
Di administrasi
TPS (Tempat mempermudah terpisah antara Lingkungan
3 ruang dan teknis izin
Penyimpanan mengetahui jenis organik, Hidup
TPS pengumpulan
Sementara) lokasi TPS non organik No.Kep/Men/30
dan atau
Limbah B3 dan B3 Tahun 2009
penyimpanan
limbah b3.

13
Temuan Positif Terkait B3
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya
Pasal 4 ayat
(1) LDKB
Keputusan sebagaimana
Bentuk
Menteri Tenaga di maksud
Wadah Melakukan
Kerja RI No. dalam pasal 3
Bahan Kimia Pengelolaan
Kep. huruf a
Berbahaya TPS Limbah Secara
Mudah 187/Men/1999 meliputi
4 berbentuk Limbah Mandiri untuk
dikelola Tentang keterangan
drum dan B3 Meningkatkan
Pengendalian pada huruf g
sudah dipilah Kualitas
Bahan Kimia yaitu:
serta diberi Perusahaan
Berbahaya Di “Penyimpanan
label
Tempat Kerja dan
Penanganan
Bahan”
Pasal 4 ayat
(1) LDKB
Keputusan sebagaimana
Pemasukkan
Menteri Tenaga di maksud
dan
Kerja RI No. dalam pasal 3
pengeluaran
Agar dapat Kep. huruf a
bahan kimia TPS
Mudah ditingkatkan 187/Men/1999 meliputi
5 berbahaya Limbah
diidentifikasi lagi dalam Tentang keterangan :
dari gudang B3
pelaksanaannya Pengendalian pada huruf g.
penyimpanan
Bahan Kimia Yaitu
tercatat
Berbahaya Di “penyimpanan
dengan baik.
Tempat Kerja dan
penanganan
bahan”.

14
3.4 Analisa Temuan Negatif Terkait Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Berikut analisa temuan negatif terkait bahan berbahaya dan beracun (B3):
Temuan Negatif Terkait B3
Analisa
Temuan /
No Temuan Foto Temuan Lokasi Saran Dasar Hukum Bunyi Ayat
Potensi
Bahaya
Pasal 3 bagian
a:
“Pengendalian
Keputusan
Bahan Kimia
Menteri
Kurangnya Berbahaya
Tenaga Kerja
Tidak informasi Perlu sebagaimana
RI No. Kep.
tersedianya TPS LDKB di diletakkan/ditempel dimaksud
187/Men/1999
1 LDKB di N/A Limbah di dalam keterangan LDKB pasal 2
Tentang
ruang TPS B3 TPS di dinding dalam meiputi: a.
Pengendalian
Limbah B3 Limbah TPS Limbah B3 Penyediaan
Bahan Kimia
B3 lembar data
Berbahaya Di
keselamatan
Tempat Kerja
bahan
(LDKB) dan
label”

15
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Peserta PKL dapat menyesuaikan peraturan perundangan yang berlaku
dengan penerapannya di perusahaann sesuai dengan ruang lingkup laporan
ini.
2. Peserta Calon Ahli K3 umum dapat mengidentifikasi, menganalisa dan
memberikan saran atau rekomendasi.
3. Berdasarkan analisis saat dilapangan, PT. Mitra Adi Jaya belum
berkomitmen penuh dalam pelaksanaan K3 di bidang Lingkungan dan
Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

4.2 Saran
1. Melakukan updating jika ada perubahan hal-hal yang tercantum secara
administrative
2. Memperbaiki beberapa fasilitas untuk karyawan/ti agar menambah
kenyamanan kerja dan meningkatkan nilai estetika
3. Menyediakan ruang ganti terpisah antara laki-laki dan perempuan
4. Menyediakan tempat sampah yang tertutup dan terpisah antara jenis
organic, non organic dan B3
5. Menambah jumlah kamar mandi sebanyak 6 buah
6. Memberikan pengetahuan kepada petugas TPS tentang B3
7. Melakukan peremajaan rambu-rambu atau instruksi kerja
8. Melakukan Pengelolaan Limbah Secara Mandiri untuk Meningkatkan
Kualitas Perusahaan
9. Menyediakan LDKB di dinding dalam TPS Limbah B3

16

Anda mungkin juga menyukai