Anda di halaman 1dari 7

AKUNTANSI MANAJEMEN

CRITICAL BOOK REPORT

Dosen ;

Drs. Jihen Ginting, M.Si, Ak, CA

Disusun Oleh:

Yesicha Sinulingga 7163220066

Philippi Ali S 7161220017

Christopher Lambert 7163220008

Tengku Anisa 7161220039

Nerpi Tambunan 7161220023

Siti Nurul Faizah 7211415080

Monica Aprilia R 7163220039

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Critical book report adalah salah satu instrumen yang dapat mendukung keberhasilan dalam
proses pembelajaran dibangku perkuliahan. Indicator keberhasilan critical book report dalam
pembelajaran itu dapat dilihat dari terciptanya kemampuan mahasiswa/mahasiswi untuk
mengevaluasi dan menginterpretasikan kelemahan serta kelebihan, artikel ataupun buku sehingga
berdampak besar bagi kemampuan berpikir mahasiswa yang pada akhirnya menambah
pemahaman dan pengetahuan mahasiswa itu sendiri terhadap mata kuliah yang diambilnya.
Dengan kata lain, melsalui critical book report mahasiswa di ajak untuk menguji pemikiran dari
pengarang ataupun penulis berdasarkan sudut pandang serta pengetahuan dan pengalaman yang
mereka miliki.

B. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan critical book report ini yaitu:

1. Untuk memenuhi tugas dari dosen


2. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku
3. Untuk lebih memahami isi buku

C. Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan critical book report ini yaitu:

1. Terpenuhinya tugas dari akuntansi manajerial


2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku
3. Memahami isi buku
BAB II
IDENTITAS BUKU
A. Identitas Buku
Judul Buku : Akuntansi Manajerial Edisi 8 (Buku 1)
Penulis : Hansen, Don R dan Mowen Martanne M
Penerbit : Salemba Empat
Tahun Terbit : 2009
Hal : 666 hlm ( 16 x 26 cm )
ISBN : 978-981-254-673-9

B. Ikhtisar Buku

 BAGIAN 1 KONSEP – KONSEP DASAR AKUNTANSI MANAJEMEN


BAB 1
Sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan
untuk memenihui tujuan – tujuan manajemen tertentu. Inti dari sistem informasi akuntansi
manajemen adalah proses yang dideskripsikan ileh aktivitas – aktivitas, seperti pengumpulan,
pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan informasi.

Akuntansi manajemen berbeda dengan akuntansi keuangan dalam beberapa hal.


Informasi akuntansi manajemen ditunjukkan untuk pengguna internal, sedangakan akuantasi
keuangan diarahakan untuk penggunka eksternal, akuntansi manajemen tidak terikat oleh aturan
dari luar mengenai laporan keuangan. Selain itu, akuntansi lebih bersifat subjektif dan
menggunakan ukuran keuangan dannonkeuangan, sedangakan akuntansi keuangan menyediakan
informasi keuangan yang diaudit dan objektif.

BAB 2
Biaya dibebankan pada objek biaya, seperti produk, proyek, pabrik, dan pelanggan. Tiga
metode pembabanan biaya, yaitu penelusuran langsung, penelusuran penggerak dan alokasi.
Penelusuran langsung dan penelusuran penggerak lebih akurat karena didasarkan kepada
hubungan sebab akibat.

Dalam menyusun laporan laba rugi untuk organisasi manufaktur dan jasa. Jika beban
dikelompokkan menurut fungsi dan dikurangkan dari pendapatan, maka diperoleh laba laporan
laba rugi perhitungan biaya absorpi. Laporan laba rugi perhitungan biaya absorpsi diperlkan untuk
pelaporan keuangan eksternal.
 BAGIAN 2 AKUNTANSI BERDASARKAN AKTIVITAS
BAB 3
Mendefinisikan perilaku biaya tetap, variabel, dan campuran. Perilaku biaya adalah cara
biata berubah dalm hubungannya dengan perubahan penggunaan aktivitas. Rentang waktu
berperan penting dalam penentuan perilaku biaya karena biaya dapat berubah dari tetap menjadi
variabel. Hal itu bergantung pada apakah keputusaan yang diambil mencakup jangka pendek atau
jangka panjang. Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah ketika penggunaan aktivitas
berubah.

Biasanya, diasumsikan bahwa biaya variabel meningkat secara proporsional dengan


peningkatan penggunaan aktivitas. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah ketika
penggunaan aktivitas berubah. Biaya campuran mengandung koponen variabel dan tetap.

BAB 4
Mengungkapkan penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dapat
menimbulkan distorsi biaya. Biya overhead meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu dan
presentase biay produk lebih tinnggi dibandingkan tenaga kerja langsung pada banyak perusahaan,
pada saat yang sama, banyak aktivitas overhead yang tidak berkaitan dengan jumlah unit yang
diproduksi.

Sitem perhitungan biaya berdasarkan fungsi tidak dapat membebankan biaya dari aktvitas
overhead yang tidak berkaitan dengan jumlah unit secara benar. Aktivitas overhead tersebut
digunakan oleh produk dlam proporsi berbeda dari aktivitas overhead berdasarkan unit. Oleh
karena itu, pembebanan overhead dengan hanya menggunakan pengerak berdasarkan unit, dapat
menyebabkan distorsi pada biaya produk. Hal ini dpat menjadi maslah serius jika biaya overhead
nonunit memiliki proporsi yang signifikan dari jumlah biaya overhead.

BAB 5
Menjelaskan analisis nilai proses. Analisis nilai proses menyediakan informasi mengenai
alasan suatu pekerjaan dilakukan dan seberapa baik pekerjaan tersebut dilakukan. Analisis nilai
proses melibatkan analisis penggerak biaya, analisis aktivitas, dan pengukuran kinerja. Dimensi
inilah yang menghubungkan analisi volume proses dengan konsep perbaikan berkelanjutan.

Elemen utama dari pengendalian berdasarkan aktivitas adalah analisis aktivitas – proses
identifikasi dan deskripsi perusahaan, penilaian nilai aktivitasterhadap perusahaan dan pemilihan
aktivitas yang benar – benar bernilai. Penguragan biaya direalisasikan dengan penurunan,
eliminasi, pemilihan, dan pembagianaktivitas. Penakanan diberikan pada identifikasi biaya yang
tak bernilai tambah dan mengeleminasinaya. Biaya ini adalah akibat dari aktivitas yang tidak
perlu dan ketidakefesienan yang ditemukan dlam aktivitas yang perlu dilakukan
 BAGIAN 3 PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK DAN JASA
BAB 6
Mendeskripsikan arus biaya yang berkaitan dengan perhitungan biaya pesanan. Pada
perhitugan biaya pesanan, dokumen atau catatan utama untuk mengakumulasi biaya produsi
disebut lembar biaya pesanan. Formulir permintaan bahan baku ( untuk bahan baku langsung ),
kartu jam kerja ( untuk tenaga kerja langsung ), dan dokumen sumber untuk aktvitas produksi
merupakan dokumen sumbery ang dibutuhkan untuk membebankan biaya produksi pada
pekerjaan.

Biaya setiap pekerjaan diakmulasi pada lembar biaya pesanan. Jumlah biaya pekerjaan
terdiri atas biaya aktual bahan baku langsung, biaya aktual tenaga kerja langsung, dan overhead
yang dibebankan dengan mengguakan sebuah tarif yang telah ditentukan sebelumnya. Saldo
untuk barang dalm proses terdiri atas saldo semua pekerjaan selesai, biaya nya ditransfer dari
barang dalam proses ke barang jadi kemudian ketika terjual akan masuk ke harga pkok
penjualan.
BAB 7
Mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi dengan
menggunakanmetode langsung,berurutan, dan timbal balik. Tiga metode dapat digunkan
untukmengalokasikan biaya pendukung ke departemen produksi: metode langsung, berurutan dan
metode timbal balik. Metode – metode ini berbeda dalam tingkay interaksi antar departemen
pendukung yang dipertimbangkan.

Dengan mempertimbangkan interaksi antar departemen pedukung, perhitungan biaya


produk yang lebih akurat dapat dicapai. Hasilnya dapat berupa perbaikan perencanaan,
pengendalian dan pengambilan keputusan. Dua metode laokasi mengakui interaksi antar
departmen pendukung: metode berurutan (atau bertahap)dan metode timbal balik. Metode ini
mengalokasikan biayajasa antara beberapa (atau semua) departemen pendukung yangbeinteraksi
sebelum mengalokasikan biayake departemen produksi.

 BAGIAN 4 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN


BAB 8
Mendefenisikan dan meyiapkan anggaran induk, mengidentifikasi komponen – komponen
utamanya, dan menguraikan hubungan antarkomponen tersebut. Anggaran induk serta rencana
keuangan organisasi yang komperhensifdibentuk dari anggaran operasional dan anggaran.
Anggran operasional adalah laporan laba rugi yang dianggarkan beserta semua laporan
pendukungnya.Anggran penujualan ( Laporan 1 ) terdiri atas jumlah yang diantisipasi dan harga
semua produk yang dijual.
( Laporan 2 ) menyajikan perkiraan produksi dalm unit untuk memenuhi prediksi penjualan
dengan tujuan persediaan akhiryang diinginkan; perkiraan produksi dilengkapi dengan persediaan
awal. Anggran pembelian bahan baku langsung ( Laporan 3 ) menyajikan pemeblian – pembelian
yang dibutuhkan selama tahun berjalan untuk tiap jenis bahan baku agar dapat memenuhi produksi
dan tujuan persediaan akhir yang dinginkan. Anggaran tenaga kerja langsung ( Laporan 4 )
dananggaran overhead ( Laporan 5 ) menyajikan jumlah sumber dya yang dibutukan untuk
produksi tahun mendatang.

Anggaran overhead dapt dibagi dalam komponen tetap dan variabel untuk memfasilitasi
persiapan anggaran. Anggaran beban penjualan dan administrasi ( Laporan 8 ) menyajikan prediksi
biaya utnuk fungsi – fungsi ini. Anggran ersediaan barang jadi ( Laporan 6 ) dan anggaran harga
pkok penjualan ( Laporan 7 ) merinci biaya produksi untuk pekiraan persediaan akhit dan unit
yang terjual. Laporan laba rugi yang dianggarkan ( Laporan 9 ) menguraikan pendpatanbersih yang
akan didapat jika rencana – rencana yang dianggarkan terlaksanakan dengan baik.
Anggaran keuangan meliputi anggaran kas, anggaran pengeluaran untuk barang modal, dan
laporan neraca yang dianggarkan. Anggran kas ( Laporan 10 ) hanyalah saldo awal dalamminus
pengelaran yang diantisipasi, plus atau minus pnjaman yang diperlukan. Neraca yang dianggrakan
(atau proforma) ( Laporan 11 ),menyajikan saldo akhir aktiva, kewajiban dan akun modal jika
rencana yang dianggarkan berjalan sesuai rencana.

BAB 9
Menghitung variansi overheadvariabel dan tetap, serta mendefenisikannya. Variansi
pengeluaran overhead variabel adalah perbedaan antara pengeluaran overhead variabel aktual
dengan biaya overhead variabel yang dianggarkan pada jam kerja aktual. Oleh sebab itu, hal itu
adalah variansi anggaran yang dihasilkan dari erubahan harga dan penggunaan efesien atau tidak
efesien atas input overhead variabel. Variansi efesiensi vvariabel adalah perbedaan antara
overhead variabel yang dianggarkan pada input aktual dan overhead variabel yan dibebankan.Hal
ini langsung dapat ditambahkan pada efensiensi penggunaan tenaga kerja dan asumsi bahwa
semua overhead variabel digerakkan oleh jam tenaga kerja langsung.

Variansi pengeluaran overhead tetap adalah perbedaan antara biaya aktual oberhead tetap
yang dianggarkan. Jadi, variansi ini hanyalah variansi anggaran. Variansi volume adalah
erbedaan antara overhead tetap yang dianggarakan dan overhead tetap yang dibebankan. Variansi
ini muncul ketika volume aktual produksi yang diperkirakan sehingga merupakan ukuran
penggunaan kapasitas
BAB III
PENUTUP
A. Kelebihan
Setelah kami membaca serta mengkritisi buku Akuntansi Manajemen Edisi 8 ( Buku 2 ) terbitan
dari Salemba Empat ini , kami menemukan beberapa kelebihan yang terdapat di dalam buku ini.
Kelebihan-kelebihan tersebut antar lain :

- Bahasa mudah dimengerti


- Penjelasannya langsung kepada intinya
- Pada setiap bab terdapat ilustrasi pembuka dan contoh yang merupakan kondisi perusahaan
yang terjadi di Indonesia yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hal ini membantu
pembaca untuk memiliki penalaran Dan memahami contoh nyata dari materi yang
dijelaskan.
- Pada setiap bab terdapat latihan soal yang sangat membantu pembaca untuk memahami
materi yang dipaparkan.
- Dalam setiap bab terdapat rerangka bab yang sangat bermanfaat untuk mengetahui rincian
materi yang akan dibahas.
- Pada akhir bab terdapat ikhtisar pembelajaran yang bermanfaat untuk merangkum isi dari
keseluruhan materi dalam bab tersebut.
- Memiliki banyak variasi soal yaitu pertanyaan, pilihan ganda, latihan, Dan soal. Hal ini
sangat berguna untuk mengembangkan pemikiran pembaca.
- Materi dilengkapi dengan gambar ilustrasi, struktur, tabel maupun peta konsep, sehingga
memudahkan para pemabaca untuk memahami materi pembelajaran.

B. Kelemahan
1. Pada buku ini lebih terfokus pada pembahasan atau teori. tidak ada penjelasan tentang
perhitungan. Tetapi dalam latihan soal terdapat perhitungan sehingga pembaca kurang
paham dalam mengerjakan latihan yang diberikan.
2. Cover pada buku kurang menarik tidak sesuai dengan judul buku yang membahas
akuntansi manajemen. Begitu juga tampilan isi buku, terlalu padat akan teori
sehingga pembaca kurang berminat membacanya.

C. Kesimpulan
Buku ini ditulis untuk mahasiswa, khusunya mahasiswa yang berjurusan dibidang ekonomi.
Buku ini sangat baik bagi mahasiswa yang ingin memahami Akuntansi Manajemen. Bahasanya
yang mudah dimengerti dan contoh soal yang dipaparkan dibuku sangat membantu pembaca.
Diharapkan buku ini dapat membantu mahasiswa dalam mata kuliah Akuntansi Manajemen.