Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL

RPS PERTEMUAN 1
KELAS D2M

Dosen Pengampu : Dr. I Putu Gede Sukaatmadja, S.E.,M.P


Penulis : I Wayan Agus Karisna Widyananda (1707522060)
Intan Maitri (1707522061)

S1 MANAJEMEN REGULER DENPASAR


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
Abstrak

Keywords : Marketing Mix, Global Marketing Strategy, Standarized, Localized,


Ethnocentric, Polycentric, Regiocentric, Geocentric, Multilateral Trade Agreements,
Quality, Leverage, Restraining Forces, Driving Forces.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi syarat kelulusan dari Mata Kuliah
Manajemen Pemasaran Global. Selain itu, untuk mengetahui lebih lanjut juga mengenai
apa saja yang terjadi dalam lingkungan pasar global. Sehingga diharapkan, dari penelitian
paper ini kami mendapatkan ilmu yang akan berguna untuk penerapan kerja kami di masa
depan nanti.

Pendahuluan
Tujuan Penelitian
1. Untuk Menyelesaikan Tugas Mata Kuliah Manajemen Pemasaran Global
2. Untuk Menambah Wawasan Bagi Mahasiswa
3. Untuk Mengenal Lingkungan Ekonomi Global
4. Untuk Mengetahui Apa Saja Yang Terjadi Dalam Lingkungan Ekonomi Global
MENGENAL PEMASARAN GLOBAL

Pengertian Global Marketing

Dikutip dari bahasan yang telah disampaikan Bapak Dosen pada awal perkenalan
mata kuliah Manajemen Pemasaran Global, bahwa Pemasaran Global diartikan sebagai
“usaha dalam melayani pasar yang pada dasarnya identik dan terdapat dibanyak negara
di seluruh dunia mengikuti strategi yang terintegrasi atas skala dunia, berorientasi
geosentris atau berpusat pada geografi”.

Lalu, jika kami kutip dari Wikipedia. Wikipedia menyatakan bahwa Pemasaran
Global merupakan “pemasaran yang berskala seluas dunia. Peluang pasar selalu terbuka
bagi semua pelaku usaha, tak terkecuali di pasar ekspor”.
Dan menurut kami, Pemasaran Global itu berkaitan erat dengan ekspor dan
impor. Sebuah kegiatan perdagangan yang dilakukan diseluruh dunia. Sekarang sudah
bukan lagi hanya melayani pelanggan di dalam negeri melainkan warga Indonesia
diizinkan untuk berdagang atau memiliki target pasar di luar negeri dan sebaliknya WNA
juga diizinkan untuk berdagang di Indonesia dan sebagainya.

Pentingnya Global Marketing

Dengan adanya Global Marketing perusahaan dapat melakukan :


 Pertumbuhan, pertumbuhan perusahaan dapat lebih baik karena ada kesempatan
untuk mengeksplorasi kreativitas individu di perusahaan agar dapat survive di
pasar global. Jadi perusahaan ada kesempatan untuk bisa berinovasi akan
produknya agar bagaimana bisa di terima di pangsa pasar yang berbeda dari
sebelumnya domestik sekarang menjadi manca negara

 Memiliki peluang mendapatkan keuntungan yang lebih besar karena memiliki


sangat banyak target pasar yang bisa dipilih. Dan pastinya populasi
masyarakatnya pun sangat lah banyak.

 Dengan adanya Global Marketing juga kita bisa manfaatkan untuk melengkapi
kebutuhan yang tidak kita miliki. Semisal kan Indonesia yang mengekspor bumbu
– bumbu masakan, yng dimana hal ini akan membantu negara yang mengimpor
produk ini untuk diolahnya sebagai produk jadi dan di ekspor lagi ke negara –
negara lain. Karen seperti yang sudah kita ketahui, bahwa disetiap negara pasti
memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa kita saling lengkapi dengan adanya
Global Marketing ini.

 Dan yang terpenting ialah untuk bertahan hidup. Dengan adanya Global Marketing
akan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan kita dan kita membutuhkan
mereka. Jadi bisa saling melengkapi

4 Strategi Pertumbuhan Pasar


 Penetrasi Pasar
Merupakan usaha meningkatkan penjualan produk lama di pasar yang lama pula,
bukan mengubah target pasar. Cara yang bisa dilakukan bermacam – macam
salah satunya ialah dengan promosi atau pendekatan secara lebih pribadi.
Contohnya, Starbucks membangun kesetiaan pelanggannya dengan membuat
aplikasi pada smartphone seperti kartu member yang akan memberikan rewards
kepada customers. Contoh kedua, Indomie melakukan pendekatan kepada
pengecer (warung) yang menjual Indomie agar hubungan semakin baik dan
warung tetap mau menjual Indomie.
Di contoh ini bisa dilihat usaha mereka untuk meningkatkan penjualan produk
mereka tapi tanpa mengubah target pasar mereka.
 Pengembangan Pasar
Usaha yang dilakukan perusahaan ketika target pasarnya yang lama sudah tidak
laku atau stabil (segitu – segitu saja), maka perusahaan bisa mengakalinya
dengan membuka / menjual produknya ke pasar yang baru. Jadi simpel nya ialah
membidik segmen baru.
Contohnya, minuman suplemen yang awalnya di dalam iklannya menggunakan
tokoh binaragawan Ade Rai karena perusahaan menargetkan pasar olahragawan.
Kemudian mereka berubah dengan menggunakan tokoh Inul Daratista karena
ingin melebarkan atau memperluas segmen atau target pasarnya, dan tujuan
mereka memilih tokoh perempuan karena minuman suplemen ini ingin
menunjukkan bahwa yang boleh meminum suplemen ini tidak hanya untuk pria,
jadi wanita juga dianjurkan. Lalu kemudian, mereka menggunakan tokoh lain lagi
yaitu Mbah Marijan. Mereka menggunakan beliau karena mereka ingin
memperluas segmen pasarnya lagi dan menunjukkan bahwa produknya dapat
dikonsumsi dan aman bagi orang tua.
 Pengembangan Produk
Pengembangan ini dilakukan pada produk yang perusahaan produksi.
Pengembangan pada produk dapat dilakukan pada berbagai hal seperti tingkat
kualitas produknya, berapa kuantitas produknya, harga produknya, varian rasa,
bentuk yang berbeda dan masih banyak lagi.
Dalam pengembangannya juga perusahaan pasti memiliki faktor, faktor kenapa
perusahaan ingin mengembangkan produknya. Bisa saja karena alasan ingin
beradaptasi dengan target pasarnya, seperti contoh saja Indomie yang membuat
varian rasa baru sesuai daerah seperti daerah Bali yaitu Indomie rasa sambal
matah. Atau ingin mengembangkan produknya karena adanya kemajuan teknologi
yang membuat perusahaan ingin terlihat lebih canggih dan lebih dapat menarik
perhatian konsumen, seperti contoh di bawah ini
Contohnya, Starbucks membuat brand baru yaitu kopi instan. Dimana dengan
peluncuran atau inovasi ini diharapkan agar orang – orang bisa menikmati kopi
miliknya dimana pun mereka berada tanpa perlu atau harus datang ke store
Starbuck itu sendiri. Dan setelah kesuksesannya meluncurkan inovasi baru itu ke
United States, Starbucks juga meluncurkannya ke Great Britain, Japan, South
Korea, dan negara – negara di Asia lainnya.
 Diversifikasi
Usaha untuk memperoleh keuntungan perusahaan yang maksimum. Dengan cara
menganekaragamkan produk atau lokasi perusahaan sehingga arus kas
perusahaan dapat lebih stabil. Dan biasanya ini dilakukan perusahaan untuk
mengatasi krisis ekonomi, sehingga apabila suatu perusahaan mengalami
kemerosotan pendapatan di salah satu produknya atau negara/daerah, maka di
produk atau negara/daerah lain yang mendapat kelebihan pendapatan di sinilah
mereka berperan untuk menutupi kekurangan yang ada.
Jadi simpel nya ialah perusahaan yang biasanya memproduksi produk A namun
sekarang menambahkan produk pendukung lainnya agar lebih bisa mendapatkan
keuntungan lebih dari produk pendukung tersebut.
Contohnya, J-Co yang merupakan perusahaan menjual minuman, yogurt dan
donat sebagai produk utamanya memiliki produk pendukungnya seperti gelas atau
botol.
Global Marketing Strategy (GMS)
Diperlukan banyak strategi agar usaha kita bisa survive di pasar global.Dan
menentukan strategi pun harus disesuaikan dengan produk kita maupun negara tujuan
kita. Diantaranya :
 Diungkapkan oleh Viswanathan dan Dickson (2006)
Bahwa ada 2 strategi yaitu standarization dan adaptation. Pendekatan
standarizationmempercayai bahwa konsumen di dunia ini relatif memiliki
kebutuhan dan keinginan yang sama (homogen). Jadi perusahaan yang memakai
strategi ini akan tetap menjual produknya yang sama tanpa ada perubahan, di
setiap negara sasarannya dan maka perusahaan berfokus pada keseragaman
permintaan pelanggan. Contohnya, Coca Coladan peralatan dapur yang menjual
produknya sama di setiap negara sasarannya.
Beda dengan pendekatan adaptation yang berasumsi bahwa konsumen memiliki
karakteristik yang berbeda di setiap negara. Sehingga perusahaan akan
beradaptasi dengan mengikuti bagaimana kebutuhan atau keinginan di negara
sasarannya. Contohnya, Honda yang membedakan CC motor yang akan di
produksi untuk Indonesia lebih kecil dari yang diproduksi untuk Australia karena
dilihat bahwa masyarakat Indonesia memang cenderung memiliki badan yang
tidak terlalu besar. Contoh lain adalah KFC yang memadukan nasi sebagai
menunya dan McD yang membuat McRendang di Indonesia.
 Diungkapkan oleh Maulana (1999)
Ada strategi perluasan langsung, jadi perusahaan tidak mengubah apapun baik
dari produknya maupun cara promosinya. Jadi perusahaan tetap melakukannya
sama seperti yang di lakukan di asar domestiknya. Biasanya strategi ini digunakan
untuk produk kamera dan peralatan elektronik.

BURBERRY

Mari kita lihat bagaimana Global Marketing Strategy yang digunakan oleh
perusahaan BURBERRY dengan fokus mereka terhadap marketing mix nya (bauran
pemasaran) :
 Product
BURBERRY meningkatkan penjualannya terhadap tas, ikat pinggang dan
aksesoris. Kenapa? Karena mereka ingin memproduksi produk yang siklus
penjualannya kurang ketimbang pakaian yang cepat atau sering berganti-ganti.

 Price
BURBERRY menentukan harga jualnya lebih mahal ketimbang produk dari
perusahaan COACH. Namun lebih murah dari produk yang dijual oleh perusahaan
PRADA. “Affordable Luxury” mereka menekankan pada bagaimana agar
BURBERRY dapat memasarkan produknya yang mewah namun tetap dengan
harga yang masih terjangkau. Karena baginya, prinsip itulah nilai perusahaannya.

 Place
BURBERRY berniatan untuk membuka cabang – cabang toko nya lagi di kota –
kota utama seperti New York, London, dan Hong Kong. Why? Karena baginya, di
kota – kota pilihannya itu bisa menghasilkan lebih dari setengah pendapatan dan
laba perusahaannya.

 Promotion
BURBERRY membuat dan mengeluarkan logo baru nya yaitu “plaid
overexposure”. Dengan menggunakan media sosial seperti Twitter dan Website
yaitu www.artofthetrench.com. Lalu BURBERRY juga meluncurkan “Acoustic”
yang merupakan sebuah proyek untuk memberikan wadah bagi orang – orang
yang memiliki bakat bermusik pada http://live.burberry.com.

Example of Effective Global Marketing


McDonald’s

Marketing Mix Standardized Localized


Product Big Mac McAloo Tikka potato
burger (India)
Promotion Brand name Slang nicknames, for
example, Mickey D’s
(USA, Canada), Macky D’s
(UK, Ireland), Macca’s
(Australia), Makkari
(Finland), MakDo
(Philippines), McDo
(France)
Place Free standing restaurants McDonald’s Switzerland
in high traffic public areas operetes themed dining
cars on the Swiss national
rail system; McDonald’s is
served on the Stene Line
ferry from Helsinki to Olso;
home delivery (India)
Price Average price of Big Mac $6.79 (Norway) and $2.44
is $4.20 US (China)

Orientasi Manajemen
Orientasi manajemen ini merupakan bagaimana suatu manajemen di dalam
sebuah perusahaan merespons atau mengasumsikan peluang yang ada di dalam pasar
global ini. Dan hal ini semua bergantung pada keyakinan manajemen yang dimiliki
perusahaan. Entah itu mereka sadar atau pun tidak sadar akan sifat dunia.

Cara pandang ini pun dibagi menjadi 4 yaitu :


 Etnosentrisme
Cara pandang yang berasumsi bahwa negara asalnya lah yang lebih unggul jika
dibandingkan dengan negara – negara lain di dunia. Manajemen hanya melihat
persamaan yang ada di pasar dan berasumsi bahwa produk dan kebiasaan yang
laku atau sukses di negaranya akan sukses pula dimana saja. Sekarang paham
ini menjadi ancaman internal terbesar yang dihadapi perusahaan.

Contoh perusahaan yang menggunakan Ethnocentric Orientation :


- Perusahaan Nissan yang merupakan perusahaan bentukan Jepang. Kala itu
perusahaan ini pernah mengeluarkan mobil dan truk yang di desain cocok
untuk musim dingin di Jepang. Tetapi Nissan mulai kesulitan ketika mereka
menjualnya ke berbagai bagian di Amerika Serikat selama berbulan – bulan
pada musim dingin. Dibagikan utara Jepang, biasanya pemilik mobil akan
menaruh selimut di atas kap mobil mereka. Nissan berasumsi bahwa Amerika
Serikat akan melakukan hal yang sama, tapi ternyata tidak.

 Polisentris
Cara pandang yang berasumsi bahwa masing – masing negara ialah unik
sehingga perusahaan mengembangkan strategi yang berbeda – beda. Jadi
masing – masing anak perusahaan yang dimiliki disetiap negara yang berbeda
memiliki strateginya sendiri – sendiri. Perusahaan polisentris ini juga sering
disebut sebagai terminologi perusahaan multinasional.
Contoh perusahaan yang menggunakan Polycentric Orientastion :
- Perusahaan unilever yang merupakan perusahaan bentukan Anglo – Dutch.
Mereka mengeluarkan produk deodoran dengan brand Rexona yang memiliki
30 desain kemasan yang berbeda dan memiliki 48 formulasi yang berbeda
pula. Iklannya pun mereka buat berdasarkan pada daerah itu masing – masing.

 Regiosentris
Dalam konteks ini yang di maksud dengan regional adalah misalkan sebuah
perusahaan di AS yang berfokus pada negara – negara yang termasuk dalam
Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yaitu Amerika Serikat,
Kanada, dan Meksiko. Inilah yang disebut menggunakan orientasi regiosentris.
Dan perusahaan yang regiosentris lebih memperkuat daya saing regionalnya
daripada langsung berpindah fokus dalam mengembangkan respons global.
 Geosentris
Orientasi geosentris merupakan perpaduan antara orientasi etnosentrisme dan
orientasi polisentris. Yang dimana perusahaan melihat persamaan dan perbedaan
yang dimiliki di setiap negara. Dan mencoba menciptakan strategi global guna
merespons seluruh kebutuhan dan keinginan global.

Mekanisme UKM untuk Tembus Ekspor


Sebenarnya produk – produk usaha kecil menengah di Indonesia memiliki potensi
yang sangat besar untuk menembus pasar ekspor. Tapi sayangnya, masih banyak
mereka para pelaku UKM ini tidak paham dan bahkan tidak tahu mengenai bagaimana
sih prosedur dan mekanisme yang harus dilakukan supaya produknya bisa diekspor ke
luar negeri.
Direktur pengembangan pasar dan informasi ekspor kementerian perdagangan Ari
Satria menjabarkan bahwa ada 4 langkah yang harus ditempuh pelaku usaha hingga
produknya bisa di ekspor, yakni persiapan administrasi, legalitas sebagai eksportir,
persiapan produk ekspor, dan persiapan operasional :

 Persiapan Administrasi
Sebagai badan usaha yang akan melakukan bisnis internasional tentunya
harus mempunyai kantor yang bersifat permanen atau memiliki kontrak dalam
jangka waktu panjang, beserta perlengkapan dan peralatan pendukung lainnya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus mempunyai jaringan komunikasi dan
tenaga operasional yang dapat berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, serta
menyiapkan company profile sebagai bahan informasi dan promosi kepada
calon pembeli.
 Legalitas sebagai Eksportir
Kemudian, calon eksportir juga harus mempersiapkan legalitas yang
dibutuhkan untuk mengekspor produknya. Beberapa persyaratan yang harus
dipersiapkan di antaranya, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar
Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pokok (NPWP), serta dokumen lain
yang dipersyaratkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Setelah persyaratan di atas dipenuhi, pelaku usaha juga harus menyiapkan
dokumen lainnya seperti kontrak penjualan, faktur perdagangan, letter of credit
(L/C), Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Bill of Lading (B/L), polis
asuransi, packing list, Surat Keterangan Asal, surat pernyataan mutu,
dan wessel export untuk eksportir.

 Persiapan Produk Ekspor


Sambil persyaratan di atas dilengkapi, pelaku usaha sebelumnya harus dapat
mengetahui ketentuan persyaratan internasional atau ketentuan permintaan
pasar luar negeri, misalnya kuantias, kualitas, pengemasan, pelabelan,
penadanaan dan waktu pengiriman.

“Pelaku usaha juga harus mengkalkulasi biaya-biaya yang diperlukan mulai dari
ongkos produksi hingga pemasaran, sehingga bisa menetapkan harga jual
produk,” katanya.

Selain itu, pelaku usaha juga harus bisa memastikan produksi yang kontinyu,
sehingga tidak akan kelimpungan saat mendapatkan pesanan dalam jumlah
yang besar.

 Persiapan Operasional
Di sisi lain, pelaku usaha juga harus memperhatikan hal operasional lainnya,
seperti proses ekspor, prosedur dan dokumen ekspor. Serta mulai mengenali
kebijakan dan peraturan ekspor-impor, serta strategi ekspor.

Ari menambahkan, saat ini para pelaku usaha bisa mengikuti pelatihan yang
diselenggarakan di Pusat Pelatihan Ekspor Daerah yang saat ini sudah ada di lima
daerah. Pelatihan tersebut dipandu oleh para praktisi, sehingga materi yang diberikan
bisa secara teknis.

“Karena sudah ada di beberapa daerah, pelaku usaha tidak perlu ikut pelatihan ke
Jakarta. Selain itu, karena pengisi materinya adalah praktisi maka yang dijelaskan
tidak mengawang,” paparnya.
Meskipun sudah banyak pelatihan diupayakan pemerintah untuk mendorong ekspor
produk, Ari mengakui masih banyak kendala lain yang dihadapi para pelaku usaha. Di
antaranya, para pelaku usaha kurang mampu dalam melakukan komunikasi bisnis
dengan calon pembeli.

Selain itu, banyak juga yang belum tahu arti penting kontrak bisnis yang harus
dilakukan secara cermat untuk menghindari perselisihan dagang.

“Pelaku usaha juga belum memanfaatkan keberadaan lembaga pemerintah di dalam


dan luar negeri untuk mempromosikan produk serta berkonsultasi terkait peluang
pasar,” ujarnya.

Para pelaku usaha juga terus didorong untuk mengikuti berbagai program dan
memanfaatkan fasilitas yang disediakan Kementerian Perdagangan, misalnya layanan
satu pintu Customer Service Center dan Designer Dispatch Service (DDS).

Dengan menjadi anggota dari layanan satu pintu tersebut, pelaku usaha dapat
memperoleh berbagai layanan seperti melakukan promosi, mendapatkan hasil riset
pasar, dan permintaan hubungan dagang yang dikirimkan oleh para Perwakilan
Perdagangan Indonesia di luar negeri maupun KBRI.

Di sisi lain, pelaku usaha juga harus menyesuaikan produknya dengan selera pasa
yang dibidik. Mulai dari desain produk, preferensi konsumen, termasuk mengenai
standar produk serta kebijakan perdagangan yang berlaku.

“Pelaku usaha juga harus mengubah mindset menjadi aktif, agresif dan kreatif. Dari
awalnya menunggu pembeli, menjadi menjemput pembeli,” kata Ari.

HAL YANG MEMPENGARUHI INTEGRASI GLOBAL DAN PEMASARAN GLOBAL.

Pertumbuhan yang luar biasa dari perekonomian global selama 65 tahun terakhir telah
dibentuk oleh interaksi yang dinamis dari berbagai mengemudi dan menahan pasukan.
Selama sebagian besar dari mereka dekade, perusahaan dari berbagai belahan dunia
dalam industri yang berbeda mencapai sukses besar dengan mengejar strategi
intemasional, multinasional, atau global. Selama tahun 1990-an, perubahan lingkungan
bisnis menyajikan sejumlah tantangan untuk cara mendirikan melakukan bisnis. Hari ini,
meskipun panggilan untuk proteksionisme sebagai respons terhadap krisis ekonomi,
pemasaran global terus tumbuh di pentingnya. Hal ini disebabkan fakta bahwa, bahkan
hari ini, kekuatan pendorong memiliki lebih momentum dari pasukan menahan. Kekuatan
yang mempengaruhi integrasi global ditunjukkan oleh perjanjian ekonomi regional,
konvergen kebutuhan pasar dan keinginan, kemajuan teknologi, tekanan untuk
memotong biaya, tekanan untuk meningkatkan kualitas, perbaikan dalam komunikasi dan
teknologi transportasi, pertumbuhan ekonomi global, dan kesempatan untuk
memanfaatkan semua merupakan kekuatan pendorong yang penting; subjek industri
untuk kekuatan-kekuatan ini merupakan kandidat untuk globalisasi.

Perjanjian Perdagangan Multilateral

Sejumlah perjanjian perdagangan multilateral telah mempercepat laju integrasi global.


NAFTA adalah memperluas perdagangan antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
General Agreement On Tarif dan Perdagangan (GATT), yang telah diratifikasi oleh lebih
dari 120 negara pada tahun 1994, menciptakan World Trade Organization (WTO) untuk
mempromosikan dan melindungi perdagangan bebas. Di Eropa, keanggotaan
memperluas Uni Eropa adalah menurunkan batas untuk perdagangan di kawasan ini.
Penciptaan zona mata uang tunggal dan pengenalan euro telah menyebabkan
peningkatan perdagangan intra-Eropa di abad kedua puluh satu.

Menemukan Kebutuhan dan Keinginan Pasar, serta Revolusi Informasi

Untuk menemukan kebutuhan pasar, kita hendaknya berpikir terlebih dahulu mengenai
kebutuhan masyarakat pada zaman sekarang yang dirasa paling diperlukan. Lalu,
sembungkan dengan factor – factor global yang mempengaruhi calon konsumen
terhadap “mengapa mereka mengonsumsi kebutuhan tersebut ?”. Setelah menentukan
hal tersebut, barulah dimasukkan “apa keinginan dari pasar tersebut ?” Sehingga, kita
dapat mengetahui 2 variabel utama dari suatu kegiatan ekonomi dalam pasar skala
global.

Revolusi-informasi aatau yang disebut sebagai “demokratisasi informasi” adalah salah


satu alasan untuk tren ke arah konvergensi. revolusi didorong oleh berbagai teknologi,
produk, dan jasa, termasuk piring satelit; jaringan TV dunia-mencakup seperti CNN dan
MTV; akses luas ke lnternet broadband; dan Facebook, Twitter, YouTube, dan media
sosial lainnya. Secara bersama-sama, alat komunikasi ini berarti bahwa orang-orang di
pendatang terpencil dunia dapat membandingkan gaya hidup dan standar hidup dengan
orang-orang di negara-negara lain mereka sendiri. Di pasar regional seperti Eropa dan
Asia, tumpang tindih meningkatkan iklan melintasi batas-batas nasional dan mobilitas
konsumen telah menciptakan peluang bagi pemasar untuk mengejar posisi produk pan-
regional. lntemet merupakan kekuatan pendorong lebih kuat: Ketika sebuah perusahaan
menetapkan sebuah situs di lntemet, perusahaan otomatis menjadi global. Selain itu,
lnternet memungkinkan orang di mana-mana di dunia untuk menjangkau, membeli dan
menjual bermacam-macam hampir tak terbatas dari produk dan jasa.

Transportasi dan Perbaikan Komunikasi

Waktu dan biaya hambatan terkait dengan jarak telah jatuh sangat selama 100 tahun
terakhir. Pesawat Jet merevolusi komunikasi dengan membuatorang mungkin untuk
melakukan perjalanan di seluruh dunia dalam waktu kurang dari 48 jam. Pariwisata
memungkinkan orang-orang dari berbagai negara untuk melihat dan mengalami produk
terbaru dijual di luar negeri. Pada tahun 1970, 75 juta penumpang bepergian secara
internasional; menurut angka yang dikumpulkan oleh International Air Transport
Association, angka itu meningkat menjadi hampir 980 juta penumpang di 2011. Sebuah
karakteristik penting dari bisnis global yang efektif adalah komunikasi tatap muka antara
karyawan dan antara perusahaan dan pelanggan. Teknologi informasi saat ini
memungkinkan mitra aliansi maskapai penerbangan seperti Amerika dan Lufthansa
untuk menjual kursi pada penerbangan masing-masing, sehingga membuat lebih mudah
bagi wisatawan untuk mendapatkan dari titik ke titik. Sementara itu, biaya data
internasional, suara, dan komunikasi video mulai menurun. Hari ini, Skype, Google +, dan
Cisco Telepresence adalah saluran komunikasi baru yang kuat yang merupakan
terobosan terbaru dalam serangkaian inovasi termasuk fax, e-mail, telekonferensi video,
Wi-Fi, dan broadband internet yang memungkinkan manajer, eksekutif, dan pelanggan
untuk menghubungkan elektronik dari hampir setiap bagian dari dunia tanpa bepergian
sama sekali . Sebuah revolusi serupa telah terjadi dalam teknologi transportasi. Biaya
yang berkaitan dengan distribusi fisik, di tenns baik uang dan waktu, telah sangat
berkurang juga.

Biaya Pengembangan Produk


Tekanan untuk globalisasi adalah intens ketika produk baru membutuhkan investasi
besar dan jangka waktu yang lama pembangunan. Industri farmasi memberikan ilustrasi
mencolok dari kekuatan pendorong ini. Menurut Pharmaceutical Research and
Manufacturers Association, biaya pengembangan obat baru pada tahun 1976 adalah $
54 juta. Hari ini, proses pengembangan obat baru dan mengamankan persetujuan
peraturan untuk pasar itu dapat menghabiskan waktu selama 14 tahun, dan rata-rata total
biaya membawa obat baru ke pasar diperkirakan melebihi $ 400 juta. Baya tersebut harus
dipulihkan di pasar global, karena tidak ada pasar nasional tunggal mungkin cukup besar
untuk mendukung investasi ukuran ini. Dengan demikian, Pfizer, Merck,
GlaxoSmithKline, Novartis, Bristol Myers Squibb, Sanofi-Aventis, dan perusahaan
farmasi terkemuka lainnya memiliki sedikit pilihan selain untuk terlibat dalam pemasaran
global. Seperti disebutkan sebelumnya, bagaimanapun, pemasaran global tidak berarti
operasi di mana-mana; dalam industri farmasi, misalnya, ada tujuh negara yang
beroperasi untuk 75 persen dari penjualan secara global.

Kualitas

Strategi pemasaran global dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dan margin
operasi yang lebih besar yang, pada gilirannya, mendukung desain dan manufaktur
kualitas. A dan perusahaan domestik global mungkin masing-masing menghabiskan 5
persen dari penjualan pada R & D, tetapi perusahaan global mungkin memiliki banyak
kali total pendapatan perusahaan dalam negeri karena melayani pasar dunia. Sangat
mudah untuk memahami bagaimana John Deere, Nissan, Matsushita, Caterpillar, dan
perusahaan global lainnya telah mencapai kualitas kelas dunia. Perusahaan global
“menaikkan bar” untuk semua pesaing dalam industri. Ketika sebuah perusahaan global
yang menetapkan patokan dalam kualitas, pesaing harus cepat melakukan perbaikan
dan menyamakan keadaan. Sebagai contoh, produsen mobil Amerika Serikat telah
melihat pangsa pasar mereka mengikis selama empat dekade terakhir karena produsen
Jepang membangun reputasi untuk kualitas dan daya tahan. Meskipun membuat langkah
besar dalam kualitas, Detroit kini menghadapi ancaman baru: Penjualan, pendapatan,
dan keuntungan telah jatuh di tengah krisis ekonomi Bahkan sebelum krisis, Jepang telah
berinvestasi dalam jumlah besar di kendaraan hibrida yang semakin populer dengan
produk yang sadar akan lingkungan.

Tren Ekonomi Dunia

Sebelum krisis ekonomi global yang dimulai pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi
telah menjadi kekuatan pendorong dalam ekspansi ekonomi internasional dan dalam
pertumbuhan pemasaran global karena tiga alasan. Pertama pertumbuhan ekonomi, di
negara-negara berkembang utama menciptakan peluang pasar yang memberikan
insentif besar bagi perusahaan untuk memperluas secara global. Berkat meningkatnya
pendapatan per kapita di India, Tiongkok, dan di tempat lain, jajaran pertumbuhan
konsumen kelas menengah memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan daripada di
masa lalu. Pada saat yang sama, pertumbuhan yang lambat di negara-negara industri
telah memaksa manajemen untuk melihat di luar negeri peluang di negara-negara atau
daerah dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi.

Kedua, pertumbuhan ekonomi telah mengurangi resistensi yang dinyatakan mungkin


telah dikembangkan untuk menanggapi masuknya perusahaan asing ke perekonomian
domestik. Ketika sebuah negara seperti Tiongkok yang mengalami pertumbuhan
ekonomi yang cepat, pembuat kebijakan cenderung terlihat lebih baik pada orang luar.
Sebuah negara berkembang berarti pasar berkembang; mereka sering banyak
kesempatan untuk semua orang. Dengan demikian mungkin untuk “asing” perusahaan
untuk memasukkan ekonomi domestik dan membangun dirinya tanpa mengancam
keberadaan perusahaan lokal. Yang terakhir ini akhirnya dapat diperkuat dengan
lingkungan kompetitif baru. Tanpa pertumbuhan ekonomi, namun, perusahaan global
dapat mengambil bisnis dari yang domestik. Dapat diprediksi, bisnis domestik lebih
cenderung untuk mencari intervensi pemerintah untuk melindungi posisi lokal mereka jika
pasar tidak tumbuh.

Gerakan di seluruh dunia menuju pasar bebas, deregulasi, dan privatisasi merupakan
pendorong ketiga. Kecenderungan menuju privatisasi membuka pasar sebelumnya
tertutup; peluang luar biasa sedang dibuat sebagai hasilnya. Dalam buku mereka, Daniel
Yergin dan Joseph Stanislaw dijelaskan tren ini sebagai berikut:
Sebagai contoh, ketika perusahaan telepon bangsa adalah monopoli negara, pemerintah
dapat meminta untuk membeli peralatan dan jasa dari perusahaan nasional. Perusahaan
independen yang perlu memaksimalkan nilai pemegang saham memiliki kebebasan
untuk mencari vendor yang menawarkan yang terbaik secara keseluruhan proposisi nilai,
terlepas dari kebangsaan. Privatisasi sistem telepon di seluruh dunia menciptakan
peluang yang signifikan bagi pemasok peralatan telekomunikasi seperti Ericsson Swedia;
Alcatel-Lucent, sebuah perusahaan Franco-Amerika; Nortel Networks dan Kanada
berbasis Setelah bertahun-tahun pertumbuhan, sebagian besar pemasok telekomunikasi
mengalami pertumbuhan lebih lambat karena pelanggan memotong pengeluaran mereka
dalam menghadapi resesi global. Pada tahun 2009, Nortel Networks mengalami
kebangkrutan dan dilelang ribuan patennya untuk aliansi perusahaan termasuk Apple
dan Microsoft.

Leverage

Sebuah perusahaan global memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan leverage.


Dalam konteks pemasaran global, leverage berarti beberapa jenis keuntungan yang
perusahaan menikmati berdasarkan fakta bahwa ia memiliki pengalaman di lebih dari
satu negara. Leverage memungkinkan perusahaan untuk menghemat sumber daya
ketika mengejar peluang di pasar geografis baru. Dengan kata lain, leverage
memungkinkan perusahaan untuk menghabiskan lebih sedikit waktu, sedikit usaha, dan
/ atau sedikit biaya. Empat jenis penting leverage adalah Transfer Pengalaman, Skala
Ekonomi, Pemanfaatan Sumber Daya, dan Strategi Global.

TRANSFER PENGALAMAN. Sebuah perusahaan global dapat memanfaatkan


pengalaman di pasar manapun di dunia. Hal ini dapat memanfaatkan praktek
manajemen, strategi, produk, banding iklan, atau penjualan atau ide-ide promosi yang
telah diuji dalam pasar satu negara atau wilayah dan menerapkannya di pasar sebanding
lainnya. Misalnya, Whirlpool memiliki pengalaman yang cukup di Amerika Serikat
berurusan dengan pembeli ritel yang kuat seperti Sears dan Best Buy. Mayoritas
pengecer alat Eropa memiliki rencana untuk membangun lintas batas “kekuasaan” sistem
ritel mereka sendiri. Sebagai mantan CEO Whirlpool David Whitwam menjelaskan,
“Ketika pengecer listrik memegang di Eropa, kami akan siap untuk itu. Keterampilan kita
sudah dikembangkan di sini adalah langsung ditransfer.” Chevron adalah contoh lain dari
sebuah perusahaan global yang memperoleh pengaruh melalui pengalaman transfer.

SKALA EKONOMI. Perusahaan global yang dapat mengambil keuntungan dari volume
produksi yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan skala tradisional dalam satu
pabrik. Juga, produk jadi dapat diproduksi dengan menggabungkan komponen
diproduksi di pabrik skala-efisien di berbagai negara. Matsushita Electric Company
adalah contoh klasik dari pemasaran global dalam tindakan. Dimana dalam mencapai
skala ekonomi dengan mengekspor VCR, televisi, dan produk elektronik konsumen
lainnya di seluruh dunia dari pabrik-pabrik skala dunia di Jepang. Pentingnya Skala
manufaktur telah agak berkurang sebagai perusahaan menerapkan teknik manufaktur
yang fleksibel dan berinvestasi di pabrik-pabrik di luar negeri. Namun, skala ekonomi
adalah landasan keberhasilan Jepang pada 1970-an dan 1980-an.

Leverage dari skala ekonomi tidak terbatas pada manufaktur.

PENGGUNAAN SUMBER DAYA. Kekuatan utama dari perusahaan global adalah


kemampuannya untuk memindai seluruh dunia untuk mengidentifikasi orang, uang, dan
bahan baku yang akan memungkinkan untuk bersaing secara efektif di pasar dunia.
Untuk perusahaan global, tidak masalah jika nilai dari mata uang naik atau turun secara
dramatis, karena benar-benar ada hal seperti itu sebagai mata uang. Dunia ini penuh
dengan mata uang, dan perusahaan global mencari sumber dana pada sumber terbaik
yang tersedia. Mereka selalu mencari di mana ada Peluang terbesar untuk melayani
kebutuhan pada keuntungan.

STRATEGI GLOBAL. Global perusahaan dapat menjadi strategi global, sebuah strategi
global dibangun pada sistem informasi yang memindai lingkungan bisnis dunia untuk
mengidentifikasi peluang, tren, ancaman, dan sumber daya. Ketika kesempatan
diidentifikasi, perusahaan global yang menganut tiga prinsip diidentifikasi sebelumnya:
Ini memanfaatkan keterampilan dan memfokuskan sumber daya untuk menciptakan nilai
yang dirasakan unggul bagi pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif, Strategi
global adalah desain untuk membuat memenangkan menawarkan global skala. Hal ini
membutuhkan disiplin yang tinggi, banyak kreativitas, dan usaha yang terus menerus.
pahala itu tidak hanya sukses, itu bertahan hidup.
Kekuatan Penahan

Meskipun dampak dari kekuatan pendorong diidentifikasi sebelumnya, beberapa


kekuatan penahan dapat memperlambat upaya perusahaan untuk terlibat dalam
pemasaran global. Selain perbedaan pasar dibahas sebelumnya, pasukan penahanan
penting termasuk miopia manajemen, budaya organisasi, kontrol nasional, dan oposisi
terhadap globalisasi. Seperti yang kita ketahui, namun, di dunia saat ini kekuatan
pendorong mendominasi atas kekuatan menahan. Itulah mengapa pentingnya
pemasaran global terus berkembang.

MANAJEMEN MIOPI DAN BUDAYA ORGANISASI. Dalam banyak kasus, manajemen


hanya mengabaikan peluang untuk mengejar pemasaran global. Sebuah perusahaan
yang “rabun jauh” dan etnosentris tidak akan memperluas geografis. Anheuser-Busch,
pembuat bir dari bir Budweiser, kehilangan kemerdekaannya setelah bertahun-tahun
berfokus terutama pada domestik AS. pasar. Miopia juga resep untuk bencana pasar jika
markas mencoba untuk mendikte ketika harus mendengarkan. pemasaran global tidak
bekerja tanpa tim lokal yang kuat yang dapat memberikan informasi tentang kondisi pasar
lokal.

Di perusahaan di mana manajemen anak perusahaan “tahu semuanya,” tidak ada ruang
untuk visi dari dia atas. Di perusahaan di mana manajemen kantor pusat adalah semua-
mengetahui, tidak ada ruang untuk inisiatif lokal atau pengetahuan yang mendalam
tentang kebutuhan dan kondisi setempat. Eksekutif dan manajer di perusahaan-
perusahaan global yang sukses telah belajar bagaimana untuk mengintegrasikan visi
global dan perspektif dengan inisiatif pasar lokal dan masukan Tema mencolok muncul
selama wawancara yang dilakukan oleh salah satu penulis dengan para eksekutif dari
perusahaan-perusahaan global yang sukses. Tema yang menghormati inisiatif lokal dan
masukan oleh kantor pusat eksekutif, dan sesuai menghormati visi markas oleh eksekutif
lokal.

KONTROL NASIONAL. Setiap negara melindungi kepentingan komersial perusahaan


lokal dengan mempertahankan kontrol atas akses pasar dan masuk ke kedua industri
teknologi tinggi lowand. rentang kendali tersebut dari monopoli mengendalikan akses ke
pasar tembakau untuk kontrol pemerintah nasional pasar siaran, peralatan, dan transmisi
data. Hari ini, hambatan tarif telah banyak dihapus di negara-negara berpenghasilan
tinggi, berkat WTO, GATT, NAFTA, dan perjanjian ekonomi lainnya. Namun, nontariff
barriers (NTB) masih sangat banyak bukti. NTB pembatasan nonmoneter pada
perdagangan CMSS-perbatasan, seperti “Buy American” ketentuan yang diusulkan
dalam paket stimulus ekonomi Washington, aturan keamanan pangan, dan hambatan
birokrasi lainnya.

OPOSISI UNTUK GLOBALISASI Untuk banyak orang di seluruh dunia, globalisasi dan
pemasaran global merupakan ancaman. Istilah Globaphobia kadang-kadang digunakan
untuk menggambarkan sikap permusuhan terhadap perjanjian perdagangan, merek
global, atau kebijakan perusahaan yang muncul untuk menghasilkan kesulitan bagi
beberapa individu atau beberapa negara. Globaphobia memanifestasikan dirinya dalam
berbagai cara, termasuk protes atau kekerasan diarahkan pada kebijakan atau terkenal
perusahaan global. Penentang globalisasi termasuk serikat buruh, perguruan tinggi dan
mahasiswa, nasional dan organisasi non-pemerintah internasional (LSM), dan lain-lain.

Daftar Pustaka :

Keegan, Warren. J. Green, C. Mark. 2015. Global Marketing Ninth Edition. United States.
Pearson Education
Pertanyaan diskusi.

1-4. Apa tujuan dasar pemasaran? Apakah tujuan tersebut relevan dengan pemasaran
global ?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

Jadi, tujuan dasar dari suatu pemasaran ialah : Memahami konsumen dan pasar,
membentuk produk sesuai dengan pasar, membangun popularitas positif dari produk,
mencapai citra dan penjualan serta, kepuasan konsumen. Menurut saya, tujuan – tujuan
ini sudah relevan dengan pemasaran global.

1-5. Apa yang dimaksud dengan “lokalisasi global”? Apakah Coca – Cola merupakan
produk global ? Jelaskan.

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

Lokalisasi Global adalah, suatu metode untuk menyesuaikan produk di suatu wilayah
tertentu dengan budaya di wilayah tersebut sehingga dapat memudahkan pemasaran
dan pendistribusian produk. Sebagai contoh, Coca – Cola mendistribusikan produk –
produk mereka di Bali ketika suatu perayaan dari adat bali dilaksanakan karena mereka
telah memprediksi pada saat event tersebut akan dilaksanakan, pihak penyelenggara
event akan memesan coca – Cola dalam jumlah besar. Sehingga, puhak Coca – Cola
pun akan memberi harga yang lebih murah dari harga biasanya. Lalu, Coca – Cola sendiri
adalah produk Multinasional dan bukan Global. Dikarenakan, Coca – Cola belum dapat
menyasar keseluruhan pasar di dunia.

1-6. Sebuah perusahaan menggunakan global strategy marketing (GMS) yang mana hal
ini adalah alat kompetitif yang penting. Diskusikan beberapa strategi pemasaran global
yang tersedia untuk perusahaan. Berikan contoh-contoh perusahaan yang menggunakan
strategi yang berbeda.

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda


NIM : 1707522060

GMS : Partisipasi Pasar Global, Pengembangan Bauran Pemasaran, Adaptasi Produk /


Standarisasi, Adaptasi Harga / Standarisasi, Adaptasi Promosi / Standarisasi, Adaptasi
Tempat / Standarisasi, Konsentrasi Terhadap Aktivitas Pemasaran, Koordinasi Terhadap
Aktivitas Pemasaran, Integrasi Terhadap Langkah – langkah Persaingan. Jadi, saya
mengambil antara Adaptasi Produk dan Adaptasi Harga. Dimana Adaptasi Produk sendiri
berarti, kita harus beradaptasi terhadap pembentukan produk kita agar dapat dibeli di
suatu wilayah tersebut. Contohnya : Pantene yang mengeluarakan Shampoo Sachet di
Indonesia agar dapat lebih terjangkau dan mudah dibawa oleh konsumen Indonesia.
Sementara, Adaptasi Harga sendiri berarti saat perusahaan menstandarisasi dari harga
penjualan produk mereka ke harga yang dapat dijangkau oleh konsumen di wilayah –
wilayah tertentu. Contohnya : KFC menetapkan Harga KFC di Indonesia untuk se-
paketnya adalah Rp. 40.000,- sementara untuk pelanggannya di Malaysia disesuaikan
sebesar RM 19,60 (Rp. 67.000,-) sejak 8 Januari 2019, dikarenakan pendapatan
masyarakatnya yang berbeda.

1-7. Burberry di Inggris adalah merek fashion mewah yang menarik bagi kedua jenis
kelamin dan untuk semua usia. Untuk meningkatkan daya saing Burberry di pasar barang
mewah, CEO Angela Ahrendts baru ini meluncurkan strategi baru yang mencakup semua
elemen dari bauran pemasaran. Strategi ini juga membahas pasar kunci dimana Burberry
akan berpartisipasi, serta integrasi dan koordinasi kegiatan pemasaran. Carilah artikel
terbaru tentang Burberry dan diskusikan GMS dari Burberry.

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

Artikel : https://www.harpersbazaar.co.id/articles/read/2/2019/6487/Jarang-Tampil-di-
London-Gigi-Hadid-Debut-di-Show-Burberry-

Jadi, sesuai dengan Artikel di website yang saya cari di atas, menurut diskusi yang telah
kami lakukan juga, kami menyimpulkan bahwa untuk pengadaan Fashion Show ini,
Burberry mengundang Gigi Hadid yang juga untuk mempromosikan produk mereka
melalui Instagram pribadi milik Gigi Hadid yang dimana Foto Outfit yang digunakkan pada
saat Fashion Show di upload ulang oleh Gigi Hadid agar mencakup pasar kunci Burberry
yakni, Global melalui Internet. Jadi, GMS yang digunakkan oleh burberry adalah Strategi
Partisipasi Pasar Global.

1-8. Diskusikan perbedaan antara strategi pemasaran global Harley-Davidson dan


Toyota.

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-9. Jelaskan perbedaan antara ethnocentris, polisentris, regiosentris, dan geosentris


orientasi manajemen.

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-10. Mengidentifikasi dan menjelaskan secara singkat beberapa kekuatan yang telah
mengakibatkan peningkatan integrasi global dan pentingnya pertumbuhan pemasaran
global.

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-11. Mendefinisikan leverage dan menjelaskan berbagai jenis leverage yang tersedia
untuk perusahaan dengan operasi global.

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-12. Setiap Juli, Fonune menerbitkan itu 500 daftar Global perusahaan terbesar di dunia.
Anda dapat menemukan peringkat cument online di;
http://money.cnn.com/magazines/fortune / globalSOO / 2012 / full_list /. Atau, Anda dapat
berkonsultasi edisi cetak Fortune. Menelusuri daftar dan memilih perusahaan yang
menarik minat Anda. Bandingkan 2012 tanking dengan peringkat terbaru. Telah peringkat
perusahaan berubah? Konsultasikan sumber tambahan (misalnya, artikel majalah,
laporan tahunan, situs Web perusahaan) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
baik dari faktor-faktor dan kekuatan yang berkontribusi langkah perusahaan atas atau
bawah dalam peringkat. Menulis ringkasan singkat dari temuan Anda.

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-13. Ada pepatah dalam dunia bisnis bahwa “tidak ada gagal seperti keberhasilan.”
Ambil Gap, misalnya. Bagaimana pengecer busana yang pernah menjadi sumber pokok
lemari seperti celana chino dan T-shirt putih tiba-tiba kehilangan tepi pemasaran?
Motorola juga menjadi korban kesuksesannya sendiri. ponsel Razr perusahaan itu
sukses besar, namun Motorola berjuang untuk meningkatkan keberhasilan itu. Sekarang,
Google memiliki Motorola Mobility. Juga, CEO Starbucks Howard Schultz baru-baru ini
memperingatkan bahwa perusahaannya dan merek n'sk menjadi commoditized. Dan,
seperti yang tercantum dalam Kasus [-3, beberapa pengamat industri mengatakan bahwa
Apple telah “kehilangan nya keren.” Jika Anda membuat rekomendasi terpisah untuk
manajemen di masing-masing perusahaan, apa yang akan Anda katakan?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-14. Anheuser-Busch (AB), yang telah digambarkan sebagai “ikon Amerika," sekarang
di bawah kepemilikan sebuah perusahaan yang berbasis di Belgia. Menanggapi laporan
bahwa beberapa konsumen berencana untuk memboikot produk Budweiser untuk
memprotes kesepakatan itu, salah satu pengamat industri mengatakan , "Merek
kebangsaan adalah semua tentang di mana ia dilahirkan, dan juga bahan-bahan bir itu
dan bagaimana mereka membuat bir. Pada dasarnya, tidak peduli siapa pemiliknya. Kami
berada dalam dunia global sekarang. " Apa kamu setuju?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-15. Anheuser-Busch telah lama menikmati reputasi sebagai tempat yang sangat
diinginkan untuk bekerja. Eksekutif diberikan wellappointed suite perusahaan dan
berwisata jet perusahaan; banyak memiliki sekretaris serta asisten eksekutif. Ketika
manajer mengambil penerbangan komersial, mereka terbang kelas satu. Sebagian besar
karyawan menerima bir gratis dan bisa mengandalkan sumbangan dari bir dan barang
dagangan untuk acara komunitas. Tiket ke Cardinals pertandingan kandang juga
digunakan sebagai alat pemasaran AB menghabiskan banyak iklan dan promosi;
berbagai biro iklan yang dihasilkan sekitar 100 iklan baru untuk AB setiap tahun.
Mengingat fakta ini, perubahan apa, jika ada, yang Anda harapkan pemilik baru AB untuk
membuat? Mengapa ?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-15. Pada tahun 2009, ltalia Fiat mengakuisisi 20 persen saham di Chrysler, perusahaan
Amerika ikon lain. Apakah Anda akrab dengan Fiat? Apa yang Anda pikirkan CEO Sergio
Marchionne berharap untuk mencapai kesepakatan dengan ini? Bagaimana mungkin
Chrysler manfaat dari aliansi ?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-17. Ben & Jerry Homemade adalah es krim marketer unik berbasis di Burlington,
Vermont. Pendiri Ben Cohen dan Jerry Greenfield adalah legendaris untuk praktek
mereka tercerahkan bisnis, yang mencakup pernyataan misi tiga bagian: misi produk,
misi keuangan, dan misi sosial. Ketika perusahaan ini diakuisisi oleh raksasa produk
konsumen Unilever, beberapa pelanggan setia merek yang khawatir. Apa yang Anda
pikirkan adalah sumber keprihatinan mereka?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-18. ldentify elemen kunci dalam strategi pemasaran giobal McDonald. Secara khusus,
bagaimana pendekatan McDonald masalah standarisasi? Apakah McDonald berpikir
secara global dan bertindak secara lokal? Apakah itu juga berpikir secara lokal dan
bertindak secara global?
Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-19. Apakah Anda pikir pejabat pemerintah di negara-negara berkembang seperti Rusia,
Cina, dan India menyambut McDonald? Apakah konsumen di negara-negara tersebut
menyambut McDonald? Mengapa atau mengapa tidak ?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-20. Rencana inisiatif Win dibangun sekitar lima faktor yang mendorong McDonald.
bisnis: orang, produk, tempat, harga, dan promosi. Sebagai mahasiswa pemasaran, apa
yang dapat Anda katakan tentang faktor-faktor ini ?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-21. adalah realistis untuk mengharapkan bahwa McDonald-atau weII dikenal


perusahaan-dapat memperluas secara global tanpa sesekali membuat kesalahan atau
menghasilkan kontroversi ? Mengapa demonstran antiglobalisasi seluruh dunia
frequentIy sasaran McDonald ?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061

1-22. Apakah Anda memiliki smartphone? Jika demikian, yang merek yang Anda beli.
dan mengapa ?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-23. Haruskah Apple memperkenalkan iPhone yang lebih rendah-biaya untuk menarik
konsumen yang tidak mau atau mampu membayar premi untuk perangkat Apple ?

Nama : Intan Maitri


NIM : 1707522061

1-24. Apakah Anda pikir Apple dapat terus tumbuh dengan mengembangkan produk
terobosan yang menciptakan pasar baru, seperti yang terjadi dengan iPod, iPhone, dan
iPad ?

Nama : I Wayan Agus Karisna Widyananda

NIM : 1707522060

1-25. Bagaimana strategi pemasaran global Samsung diaktifkan n untuk bersaing secara
efektif terhadap Apple?

Nama : Intan Maitri

NIM : 1707522061