Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN SPESIALITE DAN TERMINOLOGI KESEHATAN

SPESIALITE OBAT GINJAL DAN SALURAN KEMIH

Dosen Pembimbing:
Dicki Bakhtiar Purkon, M.Si., Apt

Disusun Oleh:
Kelompok 3
Kelas 3A
SITI NURJANAH P17335117001
CINDI ARWAN S. P17335117005
GISKA VANESA P. P17335117006
NADIA SYIFA P17335117017

POLTEKKES KEMENKES BANDUNG


JURUSAN FARMASI
2019
I. JUDUL PRAKTIKUM
Spesialite Obat Gangguan Pencernaan

II. WAKTU DAN TEMPAT


Hari Jum’at, 13 September 2019 di ruang Kelas C Kampus Farmasi
Poltekkes Kemenkes Bandung

III. TUJUAN PRAKTIKUM


1. Mahasiwa mampu mengetahui jenis-jenis gelaja/pengakit yang
mengindikasikan adanya gangguan pencernaan.
2. Mahasiwa mampu mengetahui obat-obatan yang digunakan sebagai
obat gangguan pencernaan.

IV. DASAR TEORI


Pencernaan makanan ialah suatu proses biokimia yang bertujuan
mengolah makanan yang dimakan menjadi zat-zat yang mudah dapat
diserap oleh selaputselaput lendir usus, bilamana zat-zat tersebut
diperlukan oleh badan(Sujono Hadi, 2002).
Gangguan pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh pola makan
yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan yang
memberikan gejala seperti gastroenteritis, konstipasi, obstipasi maupun
ulkus. Gangguan pencernaan ini banyak disebabkan oleh sebagian besar
Enterobacteriaceae, namun tidak semua Enterobacteriaceae dapat
menyebabkan gangguan pencernaan, seperti Proteus mirabilis yang
merupakan flora normal usus manusia dapat menjadi patogen bila berada
di luar usus manusia dan mengenai saluran kemih(Jawetz, dkk, 2010).
Mual adalah kecenderungan untuk muntah atau sebagai perasaan di
tenggorokan atau daerah epigastrium yang memperingatkan seorang
individu bahwa muntah akan segera terjadi. Mual sering disertai dengan
peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis termasuk diaphoresis, air
liur, bradikardia, pucat dan penurunan tingkat pernapasan. Muntah
didefinisikan sebagai ejeksi atau pengeluaran isi lambung melalui mulut,
seringkali membutuhkan dorongan yang kuat (Dipiro et al., 2015).
Prevalensi mual dan muntah akibat kemoterapi tetap tinggi dan
mempengaruhi kehidupan sehari-hari pasien di Italy, khususnya
mualmuntah pada fase lambat (Ballatori et al, 2007).
Mual dan muntah masih terus menjadi hal yang paling menimbulkan
stress diantara efek samping kemoterapi, meskipun perkembangan agen
antiemetik saat ini lebih efektif. Selain adanya toleransi mual-muntah,
waktu timbulnya atau pola mual-muntah juga bervariasi. Waktu timbulnya
mual-muntah dapat terjadi sebelum kemoterapi (antisipator), saat
kemoterapi (akut/24 jam pertama) dan setelah kemoterapi (lambat/24-120
jam), serta ada pula mual-muntah berlanjut (Garret et al, 2003).
Mual dan muntah biasanya merupakan gejala yang bisa disebabkan
oleh banyak hal. Kondisi ini adalah cara tubuh untuk membuang materi
yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh. Obat-obatan tertentu seperti
kemoterapi untuk kanker dan agen anestesi sering menyebabkan mual
muntah. (Porter et al, 2010). Penyakit gastroenteritis adalah penyebab
paling umum yang mengakibatkan terjadinya mual dan muntah.
Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di
perut. Selain menyebabkan mual dan muntah, gastroenteritis biasanya juga
menyebabkan diare (Porter et al, 2010).
Obat anti-emetik bebas dan dengan resep paling umum
direkomendasikan untuk mengobati mual muntah. Untuk pasien yang bisa
mematuhi pemberian dosis oral, obat yang sesuai dan efektif dapat dipilih
tetapi karena beberapa pasien tidak dapat menggunakan obat oral atau
obat oral tidak sesuai. Pada pasien tersebut disarankan penggunaan obat
secara rektal atau parenteral. Untuk sebagian besar kondisi dianjurkan
antiemetik tunggal, tetapi bila pasien tidak memberikan respon dan pada
pasien yang mendapatkan kemoterapi emetonik kuat, biasanya dibutuhkan
regimen multi obat (Sukandar, 2008).
Obat antagonis bekerja dengan cara menghambat reseptor berikatan
dengan molekul lain. Misalnya, antihistamin bekerja dengan cara
menyekat reseptor histamin sehingga tidak dapat berikatan dengan
histamin atau agonis serupa yang dapat berikatan dengan reseptor tersebut.
Contoh lainnya, penyekat reseptor asetilkolin seperti atropin yang
menghambat jalan masuk asetilkolin pada reseptornya. Zat-zat antagonis
seperti ini mengurangi efek dari histamin maupun asetilkolin (Katzung et
al., 2000).

V. TABEL PENGAMATAN
Nama Zat Nama Produk
BSO dan Kekuatan Produsen
Aktif (merk)
Golongan Antagonis Reseptor 5HT3
Sirup: 4mg/5mL (60mL) Narfoz Pharos
Tablet: 4mg
Ondansetron Ceteron Combiphar
Ampul injeksi: 4mg/2mL
Ampul injeksi: 8mg/4mL Dantroxal Sandoz
Ampul injeksi: 1mg/mL Gravomit Ferron
Granisetron Ampul injeksi: 1mg/mL,
Opigran Otto
3mg/3mL
Kalbe
Palonosetron Vial: 250mcg/5mL Paloxi
Farma
Golongan Antagonis Dopamin
Metoklorpamid Tablet: 10mg Enakur Harsen
Golongan Antagonis Reseptor Histamin
Tablet: 50mg
Antimo Phapros
Dimenhydrinate Cair/sachet: 12,5m /5mL
Tablet: 50mg Antimab Zenith
Tablet: 10mg
Sirup: 1mg/mL (60mL) Dominal Actavis
Domperidon Tetes oral: 5mg/mL (10mL)
Suspensi: 5mg/5mL Novell
Monell
(60mL) Pharma
Golongan Fenotiazin
Tablet: 40mg + vit. B6
Pregvomit Fahrenheit
37,5mg
Piratiazin
Tablet: 40mg + vit. B6
Mediamer B6 Daya Varia
37,5mg
Golongan Antagonis Kanabioid
Kapsul: 2,5mg; 5mg; dan
Dronabinol Marinol Unimed
10mg

VI. PEMBAHASAN
Saluran kemih terdiri dari dua bagian, yaitu saluran kemih bagian atas
yang berada di ginjal hingga ureter proximal dan saluran kemih bagian bawah
yang terdiri dari ureter distal, kandung kemih dan uretra. Faktor risiko yang
dapat menyebabkan penyakit ginjal dan saluran kemih antara lain : diabetes,
protein dalam urin, tekanan darah tinggi, serta riwayat keluarga berpenyakit
ginjal.
Penyakit yang berhubungan dengan ginjal dan saluran kemih adalah
batu ginjal di saluran kemih dan ginjal, kista ginjal, gagal ginjal, dan infeksi
saluran kemih. Batu ginjal didalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah
massa keras seperti batu yang terbentuk disepanjang saluran kemih dan bisa
menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu
ini dapat terbentuk didalam ginjal maupun didalam kandung kemih. Proses
pembentukan batu ini disebut urolitiasis. Jenis batu ginjal adalah batu
kalsium, batu oksalat, dan batu asam urat.
Obat-obat yang berhubungan dengan ginjal dan saluran kemih adalah :
1) antiseptik saluran urin (asam nalidiksat, asam pipemidat,
flavoksat,solefinasi suksinat metebamin), 2) parasimpatomimetik
(fenazopiridin, alfuzin), 3) antimuskarinik (tolterodin, propiverin, plavoksat,
solifenasi), 4) penyakit batu ginjal (kalkurenal, obat tradisional yang
mengandung herbal, heksamin), dan 5) antibiotika untuk ISK (nitrofurantoin,
trimetropim-sulfametoksazol, metenamin).
Obat batu ginjal nefrolitiasis adalah pembentukan materi keras
menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Gejala
batu ginjal seringkali baru muncul apabila batu ginjal sudah berukuran besar
seperti sering buang air kecil, sakit saat buang air kecil dan jumlah urine yang
keluar sedikit. Pengobatan batu ginjal akan disesuaikan dengan kondisi
pasien. Pengobatan itu dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya
yaitu pemberian obat-obatan, prosedur untuk memecah batu ginjal
(ureteroskopi), bedah terbuka, prosedur lain seperti Extracorporeal Shock
Wave Lithotripsy (ESWL) atau percutaneous nephrolithotomy.
Obat-obat penyakit batu ginjal umumnya bertujuan untuk memecah
dan mengeluarkan batu ginjal. Obat untuk batu ginjal antara lain kalkurenal,
heksamin, dan obat tradisional yang mengandung herbal. Contoh produknya
yaitu Kejibeling pil dan kapsul yang diproduksi oleh Jamu Borobudur
mengandung Serycocalyx folium 1000 mg, sanchi folium 125 mg dan
orthosiphon folium 125 mg. Adapula tanaman herbal Daun Kejibeling yang
terkandung dalam sediaan Batugin Elixir sirup kekuatan 120mL/300mL
produksi Kimia Farma dan Probagin eliksir 300 mL produksi Indofarma.
Kemudian ada Kalkurenal drop 50 mL produksi Darya Varia mengandung
ekstrak Berberidis dest, ekstrak Rubiae dest, ekstrak Saxifragae gran dest 9
mL , Lithium HCl 100 mcg, Mg Borocitrate 1 mg, Na Phosphate 100 mcg,
ekstrak Berberidis ecort rad fluid, ekstrak Rubiae e rad fluid dan ekstrak
Saxifragae gran fluid 20 mL. Dan Nephrolit kapsul 100 mg/kapsul produksi
Kalbe Farma yang mengandung ekstrak folium Plantago 100 mg, ekstrak
folium Sonchus arvensis 24 mg, ekstrak folium Orthosiphon stamineus 18
mg, ekstrak folium Strobilantus crispus 16 mg dan ekstrak folium Phyllantus
niruri 2,4 mg.
Infeksi bakteri dapat terjadi pada saluran kemih. Biasanya urin tidak
mengandung bakteri, namun jika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal
dan berkembang biak dalam urin maka terjadilah infeksi saluran kemih atau
Sistitis. Pengobatan untuk Infeksi Saluran Kemih (ISK) umumnya digunakan
Obat Antiseptik dan Antibiotik Saluran Kemih seperti nitrofurantoin,
trimetropim-sulfametoksazol, metenamin. Contoh obat dengan zat aktif Asam
Nalidiksat tablet 500 mg dengan merek dagang Unireg produksi Armoxindo
Farma. Asam Pipemidat kapsul 400 mg dengan merek dagang Urotracin
produksi Sanbe Farma. Nitrofurantoin kapsul 100 mg dengan merek dagang
MacroBID produksi Mercury Pharma. Tablet Trimetropim 80 mg –
Sulfametoksazol 400 mg dengan merek dagang Sanprima produksi Sanbe
Farma. Dan Metenamin tablet 1 g dengan merek dagang Hippurin produksi
Recordati Rac.
Inkontinensia adalah ketidakmampuan menahan air kencing yang
disebabkan oleh kegagalan sistem kandung kemih dan uretra pada saat
masuknya urin secara berangsur-angsur dari ureter. Obat yang digunakan
untuk pengobatan ini adalah golongan antimuskarinik. Contoh obat
antimuskarinik dan parasimpatomimetik yaitu Tolterodin tablet salut selaput 2
mg dengan merek dagang Detrusitol produksi pFizer. Kemudian Proviperin
tablet 15 mg dengan merek dagang Mictonorm produksi Phapros. Plavoksat
tablet 200 mg dengan merek dagang Urispas produksi Indofarma. Solifenasi
tablet 5 mg dan 10 mg dengan merek dagang Vesicare produksi Astellas
Pharma Indonesia. Fenazoperidin kaplet 100 mg dengan merek dagang
Urogetix produksi Ifars. Dan Alfuzosin tablet lepas lambat 10 mg dengan
merek dagang Xatral XL produksi Aventis.

VII. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan antara lain :
1. Penyakit yang berhubungan dengan ginjal dan saluran kemih adalah
batu ginjal di saluran kemih dan ginjal, kista ginjal, gagal ginjal, dan
infeksi saluran kemih.
2. Obat-obat yang berhubungan dengan ginjal dan saluran kemih adalah
: antiseptik saluran urin, parasimpatomimetik, antimuskarinik, obat
penyakit batu ginjal / herbal dan antibiotika untuk ISK.

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Ballatori, N., 2007. Mechanisms of Mercury Disposition In the Body. Am
J Ind Med 50:757–764.
DiPiro J.T., Wells B.G., Schwinghammer T.L. and DiPiro C. V., 2015,
Pharmacotherapy Handbook, Ninth Edit., McGraw-Hill
Education Companies, Inggris.
Garret, et al. (2003). Managing Nause and Vomiting Current Strategies.
Journal Critical care nurs. Vol 23, No. 1.
Heinrich, M, (et, al). 2009. Farmakognosis dan Fitoterapi. Jakarta: EGC.
Jawetz dkk.2010. Mikrobiologi Kedokteran (25 ed.). (G. F. Brooks, K. C.
Carroll, J. S. Butel, S. A. Morse, T. A. Mietzner, Penyunt., A. W.
Nugroho, D. Ramadhani, H. Santasa, N. Yasdelita, & K. W.
Nimala, Penerj.) New York: Mc Graw Hill.
Neal, M.J. 2006. At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelima. Jakarta :
Penerbit Erlangga. pp. 85.
Porter. 2010. Basic Econometrica. Fifth Edition. New York : Mc Graw
Hill.
Sholekhudin, M., 2014, Buku Obat Sehari-hari, 52-53, PT. Elex Media
Komputindo, Jakarta cit. Muliana, D., 2014, Analisis Kadar
Alkohol dalam Obat Batuk Sirup yang Beredar di Kota
Pemalang, Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut
Agama Islam Negeri Walisongo Semarang.
Sujono, Hadi.2002. Sirosis Hepatis dalam Gastroenterologi.
Bandung:Alumni.pp:637- 638.

Anda mungkin juga menyukai