Anda di halaman 1dari 12

A.

Definisi Metabolit
Metabolisme adalah reaksi kimia yang berlangsung di dalam organisme hidup,

dan merupakan reaksi yang sangat terkoordinasi, mempunyai tujuan, serta mencakup
berbagai kerjasama dari banyak sistem multi enzim. Secara singkat, metabolisme adalah

proses pembentukan metabolit. Metabolit adalah senyawa-senyawa organic yang


dihasilkan dan terlibat dalam metabolisme.Metabolisme memiliki empat fungsi spesifik

yaitu:

1. Untuk memperoleh energi kimia dari degradasi makanan yang kaya energi dari

lingkungan atau dari energi solar.

2. Untuk mengubah molekul nutrisi menjadi prekursor unit pembangunbagi makrmolekul

sel.
3. Untuk menggabungkan unit-unit pembngunan ini menjadi protein, asam nukleat, lipid,

polisakarida, dan komponen selainnya.


4. Untuk membentuk dan mendegradasi biomolekul yang di perlukan dalam fungsi khusus

sel.

Metabolisme terdiri dari dua proses yag berlawanan, keduanya berangsung

serempak. Aspek metabolisme yang pertama adalah anabolisme, yaitu proses sintesis

makromolekul kompleks misalnya asam nukleat, lipid, dan polisakarida serta

penggunaan energi. Aspek metabolisme yag kedua adalah suatu proses yang berlawanan

disebut katabolisme. Proses katabolisme merupakan proses penguaraian bahan organik

kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana atau bahan anorganik dan
menghasilkn energi, misalnya adenosin trifosfat (ATP) atau guanosine trifosfat (GTP).

Metabolit adalah hasil dari metabolisme. Metabolit dibedakan menjadi dua

macam, yaitu metabolit primer dan metabolit sekunder.

B. Perbedaan Metabolit Primer dan Metabolit


Sekunder Mikroorganisme
Terdapat dua bentuk dasar metabolit mikroorganisme yang disebut metabolit
primer dan sekunder. Metabolit primer merupakan salah satu yang dibentuk selama fase
pertumbuhan primer mikroorganisme, sedangkan metabolit sekunder merupakan salah

satu yang dibentuk menjelang akhir fase pertumbuhan primer mikroorganisme,


seringkali menjelang atau fase stationer pertumbuhan.
1. Metabolit Primer

Metabolit primer adalah suatu metabolit atau molekul yang merupakan produk

akhir atau produk anatara dalam proses metabolisme makhluk hidup, yang funsinya

sangat esensial bagi kelangsungan hidup organisme tersebut, serta terbentuk secara

intraseluler. Contohnya adalah protein, lemak, karbohidrat, dan DNA.pada umumnya

metabolit primer tidak diproduksi berlebihan. Pada sebagian besar mikroorganisme,

produksi metaboit yag berlebihan dapat menghambat pertumbuhan, dan kadang-kadang


dapat mematikan mikroorganisme tersebut. Proses metabolisme tersebut untuk

membentuk metabolit primer disebut metabolisme primer.

Mikroorganisme menghasilkan metabolit primer, misalnya etanol; dan metabolit

sekunder, misalnya antibiotik. Metabolit primer diproduksi pada waktu yang sama

dengan pembentukan sel baru, dan kurva produksinya mengikuti kurva pertumbuhan

populasi secara paralel. Metabolit sekunder mikroorganisme tidak diproduksi hingga sel

mikroorganisme menyelesaikan secara lengkap fase pertumbuhan logaritmiknya,

dikenal sebagai fase tropofase dan memasuki fase stasioner. Periode selanjutnya, ketika

sebagian besar metabolit sekunder dihasilkan, disebut sebagai idiofase. Metabolit

sekunder mikroorganisme dapat merupakan konversi dari metabolit primer


mikroorganisme.

Ciri-ciri metabolit primer yaitu :


a. Terbentuk melalui metabolisme primer

b. Memiliki fungsi yang esensial dan jelas bagi kelangsungan hidup organisme
penghasilnya (merupakan komponen esensial tubuh misalnya asam amino, vitamin,

ukleotida, asam nukleat dan lemak).


c. Sering berhubungan dengan pertumbuhan orgnisme penghasilnya.

d. Bersifat tidak spesifik (ada pada hampir semua makhluk hidup).

e. Dibuat dan dismpan secara intraseluler.

f. Dibuat dalam kuantitas yang cukup banyak


g. Hasil akhir dari metabolisme energi adalah etanol.

2. Metabolit Sekunder
Metabolit sekunder diproduksi oleh mikroorganisme setelah fase pertumbuhan

aktif telah berhenti. Zat tersebut biasanya tidak diperlukan untuk metabolisme atau
pemeliharaan sel tujuan penting. Meskipun tidak dibutuhkan untuk pertumbuhan,

namun metabolit sekunder dapat pula berfungsi sebagai nutrisi darurat untuk bertahan
hidup.

Fungsi metabolit sekunder bagi mikroorganisme penghasil itu sendiri sebagian

besar belum jelas. Metabolit sekunder dibuat dan disimpan secara ekstraseluler.

Metabolit sekunder tidak diproduksi pada saat pertumbuhan sel secara cepat (fase

logaritmik) tetapi biasanya disintesis pada akhir siklus pertumbuhan sel, yaitu pada fase

stasioner saat populasi sel tetap karena jumlah sel yang tumbuh sama dengan jumlah sel
yang mati. Pada fase ini sel mikroorganisme lebih tahan terhadap keadaan ekstrm,

misalnya suhu yang lebih panas atau dingin, radiasi, bahan-bahan kimia, dan metabolit
yang dihasilkannya sendiri (antibiotik).

Ciri-ciri metabolit sekunder adalah :

a. Dibuat mealui proses metabolisme sekunder

b. Diproduksi selama fase stasioner

c. Fungsi bagi organisme penghasil belum jelas, diduga tidak behubungan dengan sintesis

komponen sel atau pertumbuhan


d. Dibuat dan disimpan secara ekstraseluler

e. Hanya dibuat oleh spesies tertentu dan dalam jumlah terbatas


f. Umumnya diproduksi oleh fungi filamemntus dan bakteri pembentuk spora

g. Merupakan kekhasan bagi spesies tertentu


h. Biasanya berhubungan dengan aktivitas anti ikroba enzim spesifik, penghambatan,

pendorong pertumbuhan, dan sifat-sifat farmakologis.

3. Hubungan Metabolit Primer Dengan Metabolit Sekunder


Sebagian besar metabolit sekunder merupakan molekul organik kompleks yang
dibutuhkan untuk sintesis sejumlah besar reaksi enzimatik spesifik. Sebagai contoh, saat
ini diketahui paling sedikit 72 tahap enzimatik yang dilibatkan dalam sintesis antibiotika
tetrasiklin dan lebih dari 25 tahap enzimatik pada sintesis eritromisin, tidak satupun
reaksi tersebut terjadi selama metabolisme primer, karena bahan pemula untuk
metabolisme datang dari jalur biosintetik utama. Hal ini dapat dilihat pada gambar 13.3.

Starting material (precursor) biosintesis metabolit sekunder didapatkan dari proses


metabolisme primer (Dewick, 1999). Struktur dan jumlah dari prekursor menentukan
kerangka metabolit sekunder. Oleh sebab itu precursor-prekursor ini sering disebut
sebagai building blocks dari metabolit sekunder. Secara garis besar hanya ada 3
senyawa antara (intermedier) pokok, yaitu : asetat, shikimat dan mevalonat, ditambah
beberapa L-asam amino (seperti ornitin dan lisin) yang berasal dari proses metabolism
primer, seperti fotosintesis, glikolisis, siklus pentosa dan krebs (gambar 2, didalam
kotak), degradasi β -oksidasi, dll. Jadi senyawa antara tersebut merupakan “jembatan”
antara metabolisme primer dan sekunder.
Berdasarkan pada macam senyawa antara sebagai sumber precursor, maka
biosintesis metabolit sekunder dapat dikelompokkan menjadi beberapa jalur (pathway),
yaitu: jalur asam asetat (Acetic pathway), jalur asam shikimat (Shikimate pathway), jalur
asam mevalonat (Mevalonate pathway), dan jalur-jalur biosintesis alkaloid,
protein/peptide, dan karbohidrat. Berdasarkan jalur biosintesis tersebut maka :
senyawa-senyawa asam lemak (baik jenuh maupun tidak jenuh), prostaglandin,
makrolid, poliketid aromatic biosintesisnya masuk ke dalam jalur asam asetat;
sedangkan senyawa-senyawa asam amino aromatic, flavonoid, terpenoid, lignan, lignin,
flavonolignan, dll. Biosintesisnya masuk ke dalam jalur shikimat. Biosintesis kelompok
terpen (seperti monoterpen, seskuiterpen, diterpen, triterpen, dan tetraterpen), steroid,
dll. Masuk ke dalam jalur mevalonat. Sedangkan biosintesis bermacam-macam alkaloid
(seperti kafein, teofilin, kinin, kuinidin, kodein, morfin dan lain-lain) masuk ke dalam
jalur precursor asam amino; dan bermacam-macam protein/enzim, hormone,
oligopeptida, masuk ke dalam jalur peptide dengan precursor asam amino protein.
Adapun biosintesis bermacam-macam gula (baik monosakarid, olgosakarid, maupun
polisakarid) masuk ke dalam jalur karbohidrat (Dewick, 1999).

C. Manfaat Metabolit Primer dan Metaboit


Sekunder dalam Kehidupan
a. Metabolit Primer

Metabolit dan metabolisme primer dibutuhkan untuk menunjang terjadinya


pertumbuhan pada setiap organisme; oleh karena itu bersifat growth link.

b. Metabolit Sekunder
Metabolit sekunder banyak bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lain karena

banyak diantaranya bersifat sebagai obat, pigmen, vitamin ataupun hormone serta
kebanyakan diantaranya adalah antibiotik. Contohnya adalah kloramfenikol

dari Streptomyces venezuellae, Penicillin dari Penicillium notatum, dan papaverin yang
dihasilan oleh Papaver sp.

Hasil Metabolisme Bakteri


By tohir |

0 Comment

Metabolisme terjadi pada semua mahluk hidup termasuk kehidupan mikroba.


Metabolisme merupakan serentetan reaksi kimia yang terjadi dalam sel hidup. Dalam
metabolisme ada dua fase yaitu katabolisme dan anabolisme. Metabolime selalu terjadi
dalam sel hidup karena di dalam sel hidup terdapat enzim yang diperlukan untuk
membantu berbagai reaksi kimia yang terjadi. Kegiatan metabolisme meliputi proses
perubahan yang dilakukan untuk sederetan reaksi enzim yang berurutan. Metabolisme
mikroba meliputi semua reaksi biokimia yang terjadi dalam sel mikroba yang berperan
penting dalam regenerasi energi dan metabolit.

Reaksi kimia yang tersusun dalam jalur-jalur metabolisme bercabang dengan tujuan
mengubah satu bentuk molekul ke bentuk lainnya melalui rangkaian tahapan reaksi.
Beberapa jalur metabolisme membebaskan energi dengan cara merombak molekul
yang kompleks menjadi sederhana (katabolik). Sebaliknya jalur anabolik menggunakan
energi untuk membangun molekul yang kompleks dari molekul yang lebih sederhana.

Bahan yang digunakan dalam metabolisme adalah sumber karbon, nitrogen, dan
substrat yang bisa digunakan enzim sebagai penyedia elektron untuk melaksanakan
proses reduksi biosintesis. Jalur respirasi seluler dan jalur fermentasi merupakan jalur
katabolik (penghasil energi). Prosesnya menggunakan glukosa atau bahan organik
lainnya menjadi produk yang lebih sederhana, sehingga menghasilkan energi untuk
sintesis ATP. Selanjutnya ATP akan mentransfer gugus fosfat ke berbagai substrat dan
memancingnya untuk bekerja. Agar pekerjaan tetap berlanjut, maka sel harus
meregenerasi ATP. Berawal dari glukosa atau bahan organik lain, mengguapkan
oksigen, respirasi seluler akan menghasilkan air, karbondioksida dan energi dalam
bentuk ATP dan panas. Sel mengambil energi yang tersimpan dalam molekul senyawa
organik melalui reaksi redoks, dimana suatu bahan, sebagian atau seluruhnya
memindahkan elektron ke tempat lain. Elektron yang berasal dari molekul senyawa
organik biasanya dilewatkan ke NAD+ yang akan mereduksinya menjadi NADH.
Selanjutnya NADH melwatkannya ke rantai transpor elektron, yang menghantarkannya
ke O2 dalam tahap pelepasan energi. Energi yang dilepas ini akan digunakan untuk
membuat ATP.
Metabolisme terdiri dari dua proses yang berlawanan yang terja secara
simultan.Reaksi tersebut adalah:

1. Sintesis protoplasma dan penggunaan energi yang disebut sebagai Anabolisme.

2. Oksidasi substrat diiringi dengan terbentuknya energi disebut dengan Katabolisme.

Metabolisme menghasilkan senyawa yang disebut Metabolit. Metabolit terbagi menjadi


2, metabolit primer, dan metabolit sekunder. Metabolit primer merupakan senyawa yang
dihasilkanpada fase eksponensial dan digunakan untuk pertumbuhan bakteri tersebut
yang berupa enzim (Amilase), Vitamin (vitamin D), peptidoglikan, nukleotida, protein.
Metabolit primer merupakan metabolit yang diproduksi bakteri seperti enzim asam
amino dan hasil fermentasi, yang berguna dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidup
bakteri itu sendiri. Metabolit sekunder merupakan senyawa yang dihasilkan pada fase
pertumbuhan stasioner. Senyawa metabolit sekunder tidak digunakan untuk
pertumbuhan bakteri, namun digunakan sebagai agensia pertanian yang berupa
antibiotik (gramisidin), toxin (botulinin), pigmen (β-karotein), alkaloid (scytonemin).
Metabolit sekunder dari mikroba ternyata merupakan bahan baku obat yang tak ternilai
harganya, perlu terus menerus mendapat perhatian kita semua. Pemanfaatan teknologi
bioteknologi terhadap mikroba di rasa sangat membantu untuk memperoleh metabolit
sekunder. Produksi metabolit sekunder dapat dilakukan secara in vitro dalam skala
besar. Demikian pula rekayasa genetika dan transformasi genetik dapat meningkatkan
produksi metabolit sekunder. Peran mikroba yang dapat memproduksi metabolit
sekunder berupa antibiotik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya
dengan teknik fermentasi yang sangat potensial untuk terus dikembangkan guna
memperoleh metabolit sekunder yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis
penyakit.
Kondisi lingkungan yang dapat menghasilkan metabolit primer adalah dengan cara
memperpendek fase lag dan memperpanjang fase eksponensial dengan cara
menambahkan nutrien kunci). Kondisi lingkungan yang menghasilkan metabolit
sekunder adalah dengan cara memperpanjang fase stasioner, membatasi suplai
nutrient, dan menghadirkan bakteri patogen. Berikut adalah grafik dihasilkannya
metabolit primer dan metabolit sekunder.

Dalam proses metabolisme terdapat senyawa utama yang akan disintesis menjadi
senyawa baru yang disebut prekusor. Contohnya berupa Asam pimelat, Vitamin A, Beta
alanin, Asam pentotenat, Purin, Pirimidin, Asam nukleat, Niasin, NAD, Asam pentotenat,
Ko-A, Riboflafin. Cara memperoleh prekusor dapat diambil pada kepadatan sel yang
rendah, pertumbuhan secara cepat dan oleh sebab itu metabolisme primer merupakan
prioritas utama dan hanya pada saat pertumbuhan menjadi perlahan saat kepadatan sel
tinggi, menyebabkan sel mengeluarkan banyak energi untuk bias memproduksi
metabolit sekunder, yaitu berupa antibiotik. Banyak organisme yang memproduksi
antibiotik justru kurang produktif dengan adanya kelebihan sumber karbon, seperti
misalnya glukosa. Hal ini mengingatkan pada fenomena catabolite repression yang kita
ketahui dalam E. coli. Untuk mengatasi katabolit repression, sumber karbon harus
ditambahkan kedalam kultur medium dengan hati-hati.

Metabolit sekunder disintesis dari metabolit primer, jadi produksi lebih efesien dari
antibotik memerlukan arus stabil dari prekursor. Dalam banyak kasus, produksi dari
prekursor terjadi suatu regulasi yang mekanismenya telah diketahui. Sebuah contoh
menarik bagaimana regulasi dari suplai prekursor dan bagaimana hal tersebut dapat
mempengaruhi produksi antibiotik yaitu berupa kondisi kultur dari produksi α-asam
aminoadipik, sebuah prekursor untuk biosintesis β-laktam. Dalam jamur, α-asam
aminoadipik adalah intermediate dalam jalur biosintesis lisin, karena lisin merupakan
produk akhir dari jalur biosintesis, dimana level dari lisinnya tinggi sehingga menutupi
proses biosintesis dengan menghambat enzim pertama dari jalur (feedback inhibition).
Hasilnya akan menyebabkan kekurangan intermediate yang ada di jalur, termasuk α-
asam aminoadipik, jadi kehadiran dari lisin yang berlebih akan menghambat dengan
kuat produksi penicillin dari fermentasi P. Chrysogenum, namun sebaliknya dengan
penambahan lisin berlebihan menjadi stimulat pada produksi cephamisin C dari
streptomyces. Hal ini disebabkan α-asam aminoadipik disintesis secara total melalui rute
lain dalam eubacteria, lisin berfungsi sebagai precusor.

Metabolit primer yang diproduksi untuk pertumbuhan bakteri antara lain:

1. Enzim

Setiap organisme menghasilkan berbagai enzim, sebagian besar dihasilkan dalam


jumlah yang kecil dan dilibatkan dalam proses seluler. Bagaimanapun, enzim tertentu
dihasilkan dalam jumlah yang besar oleh beberapa organisme, dan dibutuhkan dalam
sel, dikeluarkan ke dalam medium. Enzim ekstraseluler biasanya dapat menguraikan
bahan nutrien yang tak-larut misalnya selulosa, protein, pati, dan hasil pencernaan
selanjutnya diangkut ke dalam sel, dimana enzim digunakan sebagai nutrien untuk
pertumbuhan. Beberapa enzim ekstraseluler digunakan dalam makanan, perusahaan
susu, pabrik obat, dan industri tekstil dan dihasilkan dalam jumlah yang besar melalui
sintesis mikrobiologi. Enzim tersebut sering digunakan karena spesifisitas dan efisiensi
pada reaksi katalisis yang dibutuhkan, pada suhu dan pH yang wajar. Reaksi yang
sama dapat dicapai dengan bahan kimia yang umumnya membutuhkan kondisi suhu
dan pH ekstrim, dan kurang efisien dan kurang spesifik. Secara komersial enzim
dihasilkan dari fungi dan bakteri. Proses produksi biasanya aerobik, dan medium biakan
sama dengan yang digunakan pada fermentasi antibiotik. Enzim itu sendiri umumnya
hanya sedikit dibentuk selama fase pertumbuhan aktif tetapi akumulasi dalam jumlah
besar terjadi selama fase stasioner pertumbuhan.

Enzim mikroorganisme dihasilkan dalam jumlah yang sangat banyak pada suatu industri
dasar adalah protease bakteri, digunakan sebagai tambahan dalam deterjen pencuci.
Sejak tahun 1969, 80% deterjen pencuci mengandung enzim, khususnya protease, juga
amilase, lipase, reduktase, dan enzim lain. Tetapi mulai tahun 1971, penggunaannya
menurun setelah terjadi alergi pada pemakai dan konsumen, sehingga dikembangkan
teknik pemrosesan khusus misalnya ‘microencapsulation’ untuk menjamin pengolahan
bebas-debu.

Enzim penting lain yang dibuat secara komersial adalah amilase dan glukoamilase,
yang digunakan dalam produksi glukosa dari pati. Setelah dihasilkan glukosa,
selanjutnya dengan bantuan glukosa isomerase akan diubah menjadi fruktosa (yang
lebih manis dari glukosa dan sukrosa) dan menghasilkan produk akhir pemanis fruktosa-
tinggi dari pati jagung, gandum, atau kentang. Penggunaan proses tersebut dalam
industri makanan mengalami peningkatan, khususnya dalam produksi minuman ringan.
2. Asam sitrat dan Senyawa Organik lain

Beberapa senyawa organik dihasilkan oleh mikroorganisme dalam jumlah yang cukup
sehingga dapat dibuat melalui fermentasi secara komersial. Asam sitrat, digunakan
secara luas dalam makanan dan minuman, asam itakonat, digunakan dalam pembuatan
resin akrilik, dan asam glukonat, digunakan dalam bentuk kalsium glukonat untuk
mengobato defisiensi kalsium pada manusia dan dalam industri digunakan sebagai
pelembut dan pencuci, dihasilkan oleh fungi. Sorbose dihasilkan ketika Acetobacter
mengoksidasi sorbitol, digunakan dalam pembuatan asam askorbat, vitamin C.
Gibberellin merupakan hormon pertumbuhan tanaman dihasilkan oleh fungi, digunakan
untuk menstimulasi pertumbuhan tanaman, Dihidroksiaseton dihasilkan melalui oksidasi
gliserol oleh Acetobacter, digunakansebagai pemoles tubuh saat berjemur (‘suntanning
agents’) , Dextran, suatu getah yang digunakan untuk menggabungkan plasma-darah
dan sebagai reagen biokimia, dan asam laktat digunakan dalam industri makanan untuk
mengasamkan makanan dan minuman, dihasilkan oleh bakteri asam laktat. Aseton dan
butanol dapat dihasilkan melalui fermentasi oleh Clostridium acetobutylicum tetapi saat
ini diproduksi dari industri perminyakan melalui sintesis senyawa kimia secara ketat.
3. Vitamin

Vitamin digunakan sebagai tambahan pada makanan manusia dan pakan ternak.
Sebagian besar vitamin dibuat secara komersial melalui sintesis bahan kimia. Sejumlah
vitamin terlalu sulit disintesis dengan biaya murah tapi keuntungannya vitamin dapat
dibuat dengan fermentasi mikrobial. Vitamin B12 dan riboflavin yang terpenting dalam
kelompok vitamin.

Vitamin B12 , disintesis secara khusus di alam oleh mikroorganisme Kebutuhan vitamin
ini pada hewan dipenuhi melalui ambilan makanan atau melalui absorpsi vitamin yang
dihasilkan mikroorganisme dalam usus hewan. Tetapi pada manusia vitamin B12
diperoleh melalui makanan atau sebagai tambahan vitamin, karena seandainya vitamin
ini disintesis oleh mikroorganisme dalam jumlah yang besar di dalam usus besar, tetapi
tidak masuk ke dalam saluran darah.

Strain mikroorganisme dipilih dan digunakan untuk menghasilkan banyak vitamin.


Anggota bakteri dari genus Propionibacterium menghasilkan vitamin mulai dari 19-23
mg/liter pada proses dua-tahap, sedangkan bakteri lain, Pseudomonas denitrificans
menghasilkan 60 mg/liter pada proses satu-tahap yang menggunakan molase gula-bit
sebagai sumber karbon. Vitamin B12 mngandung kobalt sebagai bagian esensial
strukturnya, dan untuk meningkatkan produksi vitamin, dilakukan dengan menambahkan
kobalt pada medium biakan.

Riboflavin disintesis oleh beberapa mikroorganisme, termasuk bakteri, fungi, dan ragi.
Fungi Ashbya gossypii menghasilkan sejumlah besar riboflavin (> 7 gram/liter) dan oleh
karena itu sering digunakan dalam proses produksi mikrobiologi. Hasil perolehan yang
sangat banyak ini menyebabkan persaingan ekonomi tinggi di antara proses
mikrobiologi dengan proses sintesis secara kimia.
4. Asam amino

Asam amino digunakan secara luas dalam industri makanan, tambahan pakan, dalam
obat, dan sebagai bahan pemula pada industri kimia. Sebagian besar asam amino yang
penting secara komersial adalah asam glutamat, yang digunakan untuk meningkatkan
rasa. Dua asam amino yang juga penting, asam aspartat dan fenilalanin, yang
menyusun bahan pemanis buatan, aspartat, merupakan unsur penting dalam minuman
ringan diet dan makanan lain yang dijual sebagai produk bebas-gula. Lisin, merupakan
asam amino esensial untuk manusia, dihasilkan oleh Brevibacterium flavum, juga
digunakan sebagai tambahan makanan.

Meskipun sebagian besar asam amino dapat dibuat secara kimia, intesis bahan kimia
menyebabkan pembentukan bentuk DL inaktif. Jika secara biokimia bentuk L
dibutuhkan, maka diperlukan metode enzimatik atau metode mikrobiologi pada
pembuatannya. Produksi asam amino secara mikrobiologi juga dapat melalui fermentasi
langsung, dimana mikroorganisme menghasilkan asam amino dalam suatu proses
fermentasi standar, atau melalui proses enzimatik, dimana mikroorganisme sebagai
sumber enzim dan enzim tersebut digunakan dalam proses produksi.

Pembentukan metabolit sekunder tidak terlepas dari peran metabolit primer. Contoh dari
metabolit Metabolit yang paling sering dibahas adalah antibiotik dan toxin. Kedua zat ini
dihasilkan sebagai alat untuk mempertahankan diri demi kelangsungan hidupnya.
Berikut dijelaskan menganai antibiotik dan toxin.

Hasil metabolit sekunder, diantaranya :

1. Antibiotika

Antibiotika merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme, dan dapat
menghambat atau membunuh mikroorganisme lain. Perkembangan antibiotika sebagai
zat untuk pengobatan penyakit infeksi lebih banyak mempengaruhi penggunaan obat
dibandingkan dengan perkembangan antibiotik itu sendiri.
Antibiotika merupakan produk metabolisme sekunder. Meskipun hasilnya relatif rendah
dalam sebagian besar industri fermentasi, tetapi karena aktivitas terapetiknya tinggi
maka menjadi memiliki nilai ekonomik tinggi, oleh karena itu antibiotika dibuat secara
komersial melalui fermentasi mikroba. Beberapa antibiotika dapat disintesis secara
kimia, tetapi karena kompleksitas bahan kimia antibiotika dan cenderung menjadi mahal,
maka tidak memungkinkan sintesis secara kimia dapat bersaing dengan fermentasi
mikroorganisme.

Bakteri yang memiliki metabolisme Khusus

Methylothrophy

Bakteri kelompok methylotrophy biasa disebut bakteri methyltroph yanng merupakan


kelompok bakteri yang dapat menggunakan Komponen C-1 sebagai sumber energi.
Komponen ini meliputi methanol, methyl amines, formaldehyde, dan formate. Contohnya
adalah methylomonas dan methylobacter.

Methanotrophs adalah tipe methylotroph yang juga dapat menggunakan metan (CH4)
dan karbondioksida yang dioksidasi secara berurutan menjadi methanol, formaldehid,
formate dan karbondioksida dengan menggunakan enzim metane monooksigenase
contohnya methylococcus. Hal ini didukung dengan bakteri yang dapat memproduksi
metane atau disebut metanogene dalam proses metanogenesis, contohnya
methanococcus dan archea lainnya. Kedua bakteri ini hidup bersimbiosis.

Syntrophy
Syntrophy merupakan berbagai jenis spesies bakteri yang berhubungan dalam sebuah
reaksi kimia, seperti proses oksidasi dari produk akhir fermentasi seperti asetat, ethanol
dan butirat. Salah satu bakterinya adalah Syntrophomonas.