Anda di halaman 1dari 2

Hidrolisis merupakan proses pemecahan polisakarida pada biomassa lignoselulosa menjadi

monomer gula penyusunnya (glukosa ampas tebu sari)

Penggunaan enzim selulase yang siap pakai pada proses hidrolisis enzimatis harganya sangat mahal,
sehingga menurut Wyman et al. (2005) menyarankan sebaiknya mengurangi penggunaan enzim.

Ada tiga kelompok enzim yang terlibat pada hidrolisis selulosa yaitu endoglukonase yang bekerja
pada serat selulosa untuk memecah selulosa secara acak, eksoglukonase atau selubiohidrolase yang
mendegradasi lebih jauh molekul tersebut dan beta-glulosidase yang menghidrolisis selobiosa
menjadi glukosa.

Beberapa organisme fungi dan bakteri yang dapat menghasilkan enzim selulosa ialah Trichoderma
sp., Aspergillus niger, Bacillus sp., Streptomycess sp.

Sumber: Wyman et al. (2005), PEROLEHAN GLUKOSA DENGAN HIDROLISIS ENZIMATIS DARI AMPAS
TEBU MENGGUNAKAN TRICHODERMA VIRIDE DAN ASPERGILUS NIGER SEBAGAI BAHAN BAKU
BIOETANOL Sari, Ellyta et al. (2015)

Karakteristik serat selulosa antara lain muncul karena adanya struktur kristalin dan amorf serta
bersifat hydrophylic (suka air) dan biodegradability

Pemanfaatan selulase dapat dilihat untuk salah satu aplikasi turunannya, yaitu karboksimetil selulosa
atau yang dikenal dengan CMC. Fungsi CMC:industri farmasi, deterjen, tekstil, kosmetik dan
pengeboran. Karena sifatnya sebagai pengental, penstabil emulsi dan bahan pengikat.

Tanah hutan yang dipenuhi guguran daun dan ranting ranting membuat tanahnya subur. Tanah yang
subur akibat dekomposisis dan penguraian daun beserta rnting-ranting oleh mikroorganisme
menjadi unsur hara yang diperlukan tumbuhan. Tanah yang subur diindikasikan populasi
mikroorganisme melimpah karena banyaknya sumber energi dari reduksi senyawa organik yang
dibutuhkan oleh mikroorganisme tersebut.

Produksi enzim selulase dalam skala industri membutuhkan biaya produksi tinggi sehingga enzim
yang dihasilkan mahal, untuk mengatasi masalah dalam produksi enzim banyak digunakan substrat
dari limbah pertanian.

Banyaknya kebutuhan akan enzim selulase diperlukan waktu inkubasi dalam jumlah yang sesuai agar
mendapatkan enzim selulase yang optimal, sehingga aktivitas enzim selulase maksimal.
Bakteri menghasilkan enzim selulase sebagai respon terhadap adanya selulosa pada lingkungannya.
Proses ini berlangsung apabila terjadi kontak langsung antara sel bakteri dan permukaan selulosa.

Strategi yang biasa dilakukan untuk menurunkan biaya produksi ke tingkat ekonomi yaitu dengan
cara

1. Meningkatkan produktivitas enzim


2. Menggunakan substrat yang murah
3. Meningkatkan stabilitas produksi yang baik
4. Menghasilkan enzim yang memiliki aktivitas yang tinggi pada substrat yang spesifik.