Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PROYEK ANATOMI DAN FISIOLOGI HEWAN (BI2103)

Pengaruh Dosis Pendedahan Ekstrak Mint (Mentha piperita) sebagai


Agen Antiobesitas terhadap Parameter Pencernaan Mencit (Mus
musculus) Swiss-Webster

Tanggal Praktikum :Rabu ,18 September 2019


Tanggal Pengumpulan :Selasa , 1 Oktober 2019

Disusun oleh :
Jefta Natanael
10618057
Kelompok 9

Asisten:
Madevya Shinta Martha
10617077

PROGRAM STUDI BIOLOGI


SEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
BANDUNG
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman ini masyarakat di dunia kurang memerhatikan tentang

permasalahan berat badan yang ditimbulkan karena rutinitas dan gaya

hidup sehari-hari,padahal hal ini dapat menimbulkan dampak yang ku-

rang baik bagi tubuh,bahkan dapat menyebabkan kematian.Akumulasi

lemak dalam tubuh manusia yang melebihi jumlah yang diperlukan

untuk fungsi tubuh normal disebut obesitas.Obesitas ini dapat muncul

dikarenakan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat,selain itu juga

dapat disebabkan karena faktor genetik. Salah satu standar seseorang

dapat dikategorikan mengalami obesitas yang umum digunakan adalah

Indeks Massa Tubuh (IMT) >30 kg/m2 .Menurut WHO,di dunia

obesitas telah meningkat lebih dari 75% sejak 1980,dan sekitar 1,1 mili-

yar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan,diantaranya 312

juta orang mengalami obesitas dan lebih dari 1,7 miliyar orang men-

galami risiko yang terkait permasalahan berat badan serta sekitar 2,5

juta orang meninggal setiap tahunnya akibat permasalahan ini.Dampak

yang ditimbulkan oleh obesitas selain fisik adalah munculnya penyakit


seperti gangguan cardiovaskular,serangan jantung,hipertensi,stroke,di-

abetes mellitus II,dan lain-lain.Cara untuk mencegah dan mengobati

permasalahan obesitas ini adalah dengan gaya hidup dan pola makan

yang sehat. ( Maria & Evagelia, 2009)

Daun mint (Mentha piperita) adalah salah satu jenis tumbuhan yang

dipercayai dapat menurunkan berat badan,sudah banyak penelitian yang

dilakukan untuk mengetahui kandungan apa yang dimiliki oleh daun

mint yang berperan dalam penurunan berat badan.Kandungan antioksi-

dan diketahui berkontribusi pada pengurangan oksidatif stres pada

orangyang mengalami obesitas,kandungan flavonoid dapat bertindak

dengan cara yang berbeda pada berbagai komponen plasma lipid dan

polifenol zaitun dapat menurunkan LDL-c teroksidasi kadar dalam

plasma dan mengurangi kerusakan oksidatif.

(Barbalho, et al., 2009)

Selama proses pengamatan perlu dilakukannya pengukuran param-

eter pencernaan ,dikarenakan dengan mengetahui paramaternya

efisiensi dari sistem pencernaan biasanya digunakan untuk menentukan

tingkat kinerja organ-organ pencernaan juga dalam menentukan pola

makan yang tepat bagi penderita obesitas.Untuk mengetahui parameter

pencernaan digunakan kandang metabolisme yang berguna dalam

proses pemisahan hasil ekskresi dari objek percobaan yang berupa feses
dan urin,dengan demikian hasil data yang didapatkan selama proses

pengamatan akan lebih akurat dan presisi sehingga akan memudahkan

dalam proses perhitungan efisiensi sistem pencernaan. (Kalliokoski,

2013).

Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan diatas dapat

diketahui pentingnya penelitian ini serta pengaplikasiannya dimana

dengan pengamatan dan penelitian yang dilakukan kepada mencit

dengan variabelnya adalah air dengan daun mint,dapat diketahui apakah

memang benar daun mint berdampak atau memengaruhi berat ba-

dan,dan jika memang benar berpengaruh daun mint dapat saja dijadikan

obat penurun berat badan.

1.2 Tujuan
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini adalah:

1. Menentukan pengaruh dosis pendedahan ekstrak mint (Mentha


piperita ) terhadap parameter pencernaan mencit (Mus musculus)
Swiss-Webster
BAB II

TEORI DASAR

2.1 Sistem pencernaan mamalia dan asimilasi nutrisi menjadi biomassa da-
lam tubuh
Sistem pencernaan adalah serangkaian organ-organ tubuh yang
memiliki fungsi untuk mencerna makanan yang memiliki ukuran yang be-
sar menjadi ukuran yang lebih kecil baik secara mekanik ataupun
kimiawi,sehingga komponen – komponen di dalalmnya dapat diserap oleh
tubuh.Sistem pencernaan manusia terdiri atas mulut, kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, dan anus.Perbedaan sistem pencernaan
mamalia terdapat pada adanya gigi geraham yang berfungsi untuk mengu-
nyah makanan.Proses pencernaan sangat erat hubungannya dengan asimil-
iasi,yaitu proses dimana nutrisi dari makanan dibawa ke dalam sel-sel
tubuh, setelah makanan dicerna dan diserap,terdapat beberapa tahapan di
dalamnya,yaitu ingesti, digesti, sekresi, absorpsi, dan eliminasi.Dalam
prosesnya,asimilasi akan dilakukan saat bekerjanya enzim yang dihasilkan
oleh kelenjar pencernaan,contohnya seperti kelenjar ludah dan lambung
yang menghasilkan pepsin yang berperan untuk untuk mengubah protein
menjadi asam amino, renin untuk memecah protein susu, dan HCl yang
berfungsi sebagai zat pembunuh kuman di lambung. (Campbell, 2002).

2.2 Daun mint sebagai agen pengatur berat badan dan mekanisme kerjanya
secara umum
Daun mint (Mentha piperita) mempunyai kandungan senyawa
antioksidan yang berperan sebagai agen antiobesitas. Selain itu,terdapat
senyawa lainyang terkandung di dalam daun mint yang dapat berfungsi
inhibitor bagi enzim lipase pankreas sehingga menyebabkan proses pen-
cernaan dari lemak terganggu dan menyebabkan hanya sedikit saja lemak
yang dapat diserap oleh tubuh.Tidak hanya itu terdapat senyawa lain yang
terkandung pada daun mint seperti polifenol dan antosianin yang mampu
mengurangi resiko terjadinya penyakit komplikasi yang dapat disebabkan
karena obesitas,seperti penyakit kardiovaskular, stroke atau diabetes melli-
tus tipe 2.Kandungan antioksidan pada daun mint juga dapat mengurangi
jumlah reactive oxygen species (ROS) yang dapat merusak sel pada tubuh.
Lipid peroxidation adalah senyawa turunan lipid yang merupakan ROS
yang dapat merusak tubuh dan dengan mengonsumsi ekstrak daun mint,
kerusakan selular yang diakibatkan oleh ROS dapat diminimalisir (Said et
al, 2011). Ekstrak dari daun mint juga dapat berfungsi sebagai agen diu-
retic yang mempercepat laju sekresi air dan garam, sehingga pendedahan
ekstrak daun mint dapat menurunkan berat badan, serta mampu membantu
menghancurkan lemak yang ada didalam tubuh (Abbaszadeh, 2009).
2.3 Kandang metabolisme dan parameter pencernaan
Kandang metabolisme adalah kandang atau tempat pemeli-
haraan yang di desain khusus untuk melakukan suatu penelitian ataupun
percobaan,dimana kandang ini di desain untuk memisahkan antara feses
dan urin dari objek percobaan,selain itu kandang ini juga dilengkapi
dengan wadah pakan dan minum yang terpisah,sehingga dapat memu-
dahkan peneliti untuk mencari dan menginvestigasi setiap momen biologis
dan farmakofinamis pada metabolisme dari objek percobaan.Terdapat be-
berapa parameter yang digunakan dalam mengetahui tingkat pencernaan
dari suatu mahluk hidup,yaitu Laju konsumsi adalah jumlah pakan yang
dikonsumsi hewan uji per satuan waktu (hari).Lalu,laju pertumbuhan
adalah perubahan berat suatu hewan uji per satuan waktu. Selanjutnya, laju
pertumbuhan relatif adalah perbandingan antara perubahan berat hewan uji
dengan berat awalnya sebelum diberi perlakuan.Kemudian efisiensi pakan
adalah perbandingan antara perubahan berat hewan uji dengan jumlah
pakan yang dikonsumsi oleh hewan uji. Efisiensi pencernaan adalah
perbandingan antara selisih pakan yang dikonsumsi dan berat zat ekskresi
dengan jumlah total pakan yang dikonsumsi, sedangkan efisiensi absorpsi
adalah perbandingan antara perubahan berat badan hewan uji dengan
selisih total pakan yang dikonsumsi dan zat ekskresi. (Kalliokoski, et al.,
2013 )
2.4 Dosis pendedahan serta kaitannya dengan LD50 dan LC50
Data untuk dosis pendedahan pada hewan uji terdapat pada Tabel
2.4.1

Tabel 2.4.1 dosis pendedahan zat

Bila LD50 (dosis tertentu yang dinyatakan dalam miligram berat ba-
han uji per kilogram berat badan (BB) hewan uji yang menghasilkan 50%
respon kematian pada populasi hewan uji dalam jangka waktu tertentu)
dan LC50 (konsentrasi yang menyebabkan kematian pada 50% binatang
percobaan) dikaitkan dengan data dosis yang didedahkan atau diinjeksikan pada
hewan percobaan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis dan konsen-
trasi dari suatu zat yang diinjeksikan atau didedahkan tidak boleh melebihi batas
yang telah ditetapkan,karena apabila berlebih dapat menyebabkan kematian bagi
objek percobaan. (Ugine, et al., 2005)
BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini terdapat pada
Tabel 3.1

Tabel 3.1 Alat dan bahan percobaan

Alat Bahan

Wadah penampung feses Mencit (Mus musculus)

Jarum gavage Alkohol 70%

Baki preparasi Larutan NaCl 0,9%

Tabung falcon Pakan mencit

Botol vial Aquades

Gelas kimia Detergen

Kandang metabolisme Alumunium foil

Gelas penampung urin Zat yang didedahkan (aquade,


curcumin, slimming tea)

Timbangan digital Syringe dan jarum suntik

Oven Gloves
3.2 Langkah Kerja

3.2.1 Rancangan Percobaan


Rancangan percobaan pada praktikum ini terdapat pada
Gambar 3.2.1.1

Gambar 3.2.1.1 Rancangan percobaan pengaruh dosis pendedahan ekstrak mint (Mentha piperita) ter-
hadap parameter pencernaan mencit (Mus musculus)

Gambar diatas merupakan rancangan kerja dalam percobaan


kali ini,dimana beberapa kelompok kecil digabungkan menjadi be-
berapa kelompok besar,yang nantinya bekerja berdasarkan perlakuan
dan waktu yang ditetapkan,setiap kelompok besar bertugas untuk
mendedahkan larutan ke dalam mencit dan mengukur setiap parameter
pencernaannya.
3.2.2 Pemeliharaan Mencit
 Aklimatisasi
Ditimbang dan dicatat berat mencit,lalu dimasukkan ke dalam
kandang metabolism yang telah disiapkan,lalu diletakkan pakan dan mi-
num serta ditaruh wadah feses dan urin yang telah ditimbang dan
Mencit dibiarkan selama satu hari.
 Pemberian pakan
Dimasukkan pakan ke tempat pakan yang telah disiapkan setiap
satu hari sekali setelah dilakukan penimbangan pakan sisa,disesuaikan
pakannya berdasarkan berat badan mencit tiap harinya (pakan 10% dari
beratnya) dengan dilepaskan wadahnya dari kandang lalu setelah diisi
dipasang kembali
 Permberian minum
Diberikan minum secara ad libitum ke wadah minum dengan
dilepaskan wadahnya dari kandang lalu setelah diisi dipasang kembali.
 Penimbangan berat mencit
Dikeluarkan mencit dari kandang lalu ditimbang beratnya tiap
hari menggunakan timbangan analitik,dan hasilnya dicatat,selanjutnya
dimasukkan kembali. Lalu dicatat hasilnya.
 Penimbangan berat pakan sisa
Wadah pakan sisa dilepaskan dari kandang metabolisme,lalu
ditimbang berat pakan sisa + wadah tiap hari menggunakan timbangan
analitik. Lalu dicatat hasilnya.
 Penimbangan berat pakan
Diletakkan pakan kedalam wadah pakan yang kosong,lalu
ditimbang beratnya tiap hari menggunakan timbangan analitik sampai
sesuai dengan 10% dari berat mencit.Lalu dicatat hasilnya.
 Penimbangan berat urin
Ditimbang urin murni + wadah menggunakan tiap hari timbangan
analitik. Lalu dicatat hasilnya.
 Penimbangan berat feses
Ditimbang feses basah murni+ wadah tiap hari menggunakan
timbangan analitik. Lalu dicatat hasilnya.

3.2.3 Pendedahan Ekstrak Daun Mint


Didedahkan dengan metode oral gavage ,Dilakukan tiap hari
dengan cara dipasasngkan jarum gavage pada syringe ,lalu dimasukkan
ekstrak daun mint ke dalam alat gavage .Selanjutnya mencit dikeluar-
kan dari kandang,lalu alat gavage dimasukkan ke dalam kerongkongan
mencit,lalu diinjeksikan,kemudian alat gavage dibersihkan dan mencit
kembali dimasukkan ke kandang.
BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada percobaan kali ini berupa tabel yang berisi data-
data yang telah diolah sesuai dengan parameter pencernaan yang ingin
dicari,yaitu laju konsumsi, laju pertumbuhan, laju pertumbuhan relatif, efisiensi
pakan, efisiensi pencernaan, dan efisiensi absorpsi menggunakan rumus-rumus
dan data mentah ( Tabel 4.1.1 – Tabel 4.1.12) yang telah dicantumkan pada
lampiran.

4.1.1 Perhitungan nilai rata-rata parameter pencernaan

Berikut adalah hasil perhitungan nilai rata-rata parameter pen-


cernaan data milik kelompok besar A2 (perlakuan akuades).Pada Tabel
4.1.1

Tabel 4.1.1 Hasil Perhitungan Nilai Rata-Rata Parameter Pencernaan Data Kelompok Besar A2

Parameter Pencernaan Nilai Rata-Rata


Laju Konsumsi 2.06 gram/hari
Laju Pertumbuhan -0.4 gram/hari
Laju Pertumbuhan Relatif -3,34 %
Efisiensi Pencernaan 59.95 %
Efisiensi Pakan -68.47 %
Efisiensi Absorpsi -195 %
4.1.2 Grafik rata-rata laju konsumsi mencit yang didedahkan akuades, ekstrak
mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Laju Konsumsi Mencit (g/hari)


3.0
Laju Konsumsi (g/hari)

2.5

2.0

1.5

1.0

0.5

0.0
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.2 rata-rata laju konsumsi mencit

4.1.3 Grafik rata-rata laju pertumbuhan mencit yang didedahkan akuades,


ekstrak mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Laju Pertumbuhan Mencit (g/hari)


1
Laju Pertumbuhan (g/hari)

-1

-2

-3

-4

-5
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.3 rata-rata laju pertumbuhan mencit


4.1.4 Grafik rata-rata laju pertumbuhan relatif mencit yang didedahkan aku-
ades, ekstrak mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Laju Pertumbuhan Relatif Mencit (%)


4
Laju Pertumbuhan Relatif (%)

2
0
-2
-4
-6
-8
-10
-12
-14
-16
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.4 rata-rata laju pertumbuhan relatif mencit

4.1.5 Grafik rata-rata efisiensi pakan mencit yang didedahkan akuades,


ekstrak mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Efisiensi Pakan Mencit (%)


50
0
Efisiensi Pakan (%)

-50
-100
-150
-200
-250
-300
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.5 rata-rata efisiensi pakan mencit


4.1.6 Grafik rata-rata efisiensi pencernaan mencit yang didedahkan akuades,
ekstrak mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Efisiensi Pencernaan Mencit (%)


100
90
Efisiensi Pencernaan (%)

80
70
60
50
40
30
20
10
0
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.6 rata-rata efisiensi pencernaan mencit

4.1.7 Grafik rata-rata efisiensi absorpsi mencit yang didedahkan akuades,


ekstrak mint 140 mg/kg BB, dan ekstrak mint 700 mg/kg BB

Efisiensi Absorpsi Mencit (%)


200
100
Efisiensi Absorpsi (%)

0
-100
-200
-300
-400
-500
Perlakuan

Akuades Mint 140 mg/kg Mint 700 mg/kg

Gambar 4.1.7 rata-rata efisiensi absorpsi mencit


4.1.8 Tabel Pengamatan Preparat

Tabel 4.1.8 Hasil pengamatan dan literatur

Hasil Pengamatan Literatur

Esofagus Esofagus

Gambar 4.1 esofagus


(Dokumen pribadi, 2015)

Gambar 4.1.8.2 esofagus hasil literatur


Gambar 4.1.8.1 esofagus perbesaran (Une education, 2015)
100x

Lambung
Lambung

Gambar 4.1.8.4 lambung hasil literatur


(UNSW, 2015)
Gambar 4.1.8.3 lambung perbesaran
100x
Colone cavia Colone cavia

Gambar 4.1.8.6 Colon hasil literatur


(Deltagen Inc, 2015)

Gambar 4.1.8.5 colon perbesaran


100x

Mus duodenum
Mus duodenum

Gambar 4.1.8.7 mus duodenum


perbesaran 100x Gambar 4.1.8.8 duodenum hasil literatur
(Siumed education, 2015)
Rectum Rectum

Gambar 4.1.8.10 rectum hasil literatur


(Une education, 2015)

Gambar 4.1.8.9 rectum perbesaran


100x

4.2 Pembahasan

Aklimatisasi adalah suatu proses yang dilakukan sebagai upaya


untuk menyesuaikan kondisi fisiologis atau adaptasi dari suatu organ-
isme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya dengan
tujuan untuk meminimalisir tingkat stress dari terhadap perubahan
lingkungan yang terjadi,sehingga kondisi dari organisme tetap stabil.
(Capdevila, et al., 2006)

Kandang metabolisme adalah suatu tempat yang didesain


khusus untuk penelitian, dimana kandang ini dapat secara otomatis
memisahkan antara urin dan feses hewan objek penelitian. Pemisahan
ini dapat dilakukan karena adanya instalasi. Kandang ini juga
dilengkapi dengan wadah pemisah makanan dan minuman untuk
hewan uji. Kelebihan dari penggunaan kandang metabolisme dalam
penelitian adalah memfasilitasi peneliti dalam melakukan investigasi
setiap momen biologis dan farmakofinamis hewan uji. (Kalliokoski, et
al., 2013 )

Terdapat beberapa jenis injeksi yang pernah dilakukan dalam


percobaan ini,yaitu intraperitoneal, intravena, injeksi subkutan,
intramuscular, dan oral gavage. Injeksi intraperitoneal dilakukan
dengan mendedahkan zat ke rongga abdomen yang berfungsi untuk
menargetkan ruang abdominal,tepatnya hati.Injeksi intravena
dilakukan dengan memasukkan zat melalui aliran darah melalui ekor
hewan uji dan berfungsi untuk menargetkan vena,biasanya digunakan
untuk bius. Injeksi subkutan dilakukan dengan cara memasukkan zat
ke dalam lapisan kulit hewan uji menggunakan syringe,bertujuan un-
tuk menargetkan bagian dalam kulit,tepatnya sel lemak. Oral gavage
merupakan metode pendedahan zat dengan menggunakan jarum
gavage yang nantinya dimasukkan langsung ke mulut hewan uji dan
bertujuan untuk.Injeksi intramuscularvbiasanya jarang sekali
digunakan, karena otot mencit berukuran kecil. Jika diperlukan, pem-
berian zat tertentu ke dalam otot paha. (Turner, et al., 2011)
Dalam percobaan kali ini digunakan rancangan kerja yang di-
tujukan untuk memudahkan praktikan dalam proses dan alur
kerja.Selain itu dalam percobaan mencit didedahkan dengan zat yang
berbeda-beda,yaitu akuades, perlakuan ekstrak mint 140 mg/kg BB,
dan ekstrak mint 700 mg/kg BB hal ini bertujuan untuk mengetahui
perbedaan dampak yang muncul kepada berat badan dari mencit pada
setiap zatnya,akuades sebagai zat netral, ekstrak mint 140 mg/kg BB
sebagai zat dengan kadar rendah atau menengah,dan ekstrak mint 700
mg/kg BB sebagai zat dengan kadar tinggi,sehingga setelah diketahui
hasilnya dapat dibandingkan dan diketahui zat mana yang bekerja pal-
ing optimal dalam penurunan berat badan mencit.
Berdasarkan hasil pembahasan diatas ,diketahui pengaruh
ekstrak mint terhadap beberapa parameter,yaitu sebagai berikut: Pada
grafik rata-rata laju konsumsi diketahui trend tertinggi berada pada
aquades(2.265 g/hari),lalu menurun pada ekstrak daun mint 140 mg/kg
(1.71 g/hari),dan naik kembali pada ekstrak daun mint 700 mg/kg
(2.121 g/hari),berdasarkan literature seharusnya laju konsumsi akan
terus menurun seiring ditambahnya dosis pada ekstrak dikarenakan
daun mint bekerja menurunkan nafsu makan,tetapi dalam percobaan
diketahui pada ekstrak daun mint 700 mg/kg trendnya mengalami pen-
ingkatan,hal ini dapat saja disebabkan dalam proses gavage ekstrak
tidak sepenuhnya tercerna sehingga efek yang diberikan tidak terlalu
terlihat.Selanjutnya pada laju pertumbuhan,laju pertumbuhan
relatif,dan efesiensi pakan memiliki trend yang mirip,dimana trend ter-
endah berada pada mencit yang didedahkan dengan ekstrak daun mint
140 mg/kg,lalu disusul oleh mencit yang didedahkan dengan
aquades,dan trend tertinggi pada mencit yang didedahkan dengan
ekstrak daun mint 700 mg/kg,berdasarkan literatur diketahui bahwa
seharusnya semakin tinggi dosis ekstrak daun mint yang didedahkan
pada mencit maka semakin rendah laju pertumbuhannya karena berat
badan mencit akan berkurang,hal yang dapat menyebabkan ketidaks-
esuain antara hasil pengamatan dengan literatur adalah pada ketiga pa-
rameter yang diuji diketahui pembilang yang digunakan pada rumus
ini adalah berat badan mencit akhir dikurangi dengan berat badan
mencit awal,sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin rendah berat
badan akhir pada mencit maka ketiga parameter tersebut akan semakin
rendah,dalam hasil pembahasan ini hasil terendah berada pada mencit
yang didedahkan dengan ekstrak daun mint 140 mg/kg,yang artinya
berat badan mencit mengalami penurunan paling dratis pada ekstrak
mint dengan dosis 140 mg/kg,hal ini dapat disebabkan karena tubuh
mencit akan mengalami penurunan berat badan paling efektif dan
maksimal pada dosis ini ataupun mencit pada pendedahan dengan do-
sis ini mengalami kondisi stress sehingga berat badannya terus
menurun.Terakhir,pada efisiensi pencernaan dan absorpsi hasil yang
didapatkan sesuai dengan hasil literatur, dimana trend fisiensi pen-
cernaan dan absorpsi akan terus meningkat seiring ditambahkannya
dosis ekstra mint. (Abbaszadeh, 2009).
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan,dapat ditarik
kesimpulan bahwa ekstrak mint merupakan zat pengatur yang memen-
garuhi penurunan berat badan apabila pemberian dosis yang diberikan
tepat,sehingga ekstrak mint dapat bekerja secara maksimum dalam
menurunkan berat badan,ekstrak mint dapat disimpulkan sebagai zat
yang dapat memengaruhi berat badan karena ekstrak mint meningkat-
kan efisiensi pencernaan dan absorpsi dalam tubuh sehingga makanan
dapat dimetabolisme secara cepat sehingga menyebabkan berat badan
dapat berkurang.
Dengan diketahuinya bahwa ekstrak mint merupakan zat penga-
tur yang memengaruhi penurunan berat badan,dapat juga diketahui do-
sis ekstrak mint yang paling efektif sebagai zat pengatur tubuh,yaitu
dosis yang paling efektif bekerja dalam memengaruhi menurunkan laju
pertumbuhan ,laju pertumbuhan efektif,dan efisiensi pakan adalah
ekstrak daun mint dengan dosis 140 mg/kg.Sedangkan dosis yang pal-
ing efektif dalam memengaruhi efisiensi pencernaan dan absorpsi ada-
lah ekstrak mint dengan dosis 700 mg/kg atau dapat ditarik kesimpulan
bahwa laju pertumbuhan ,laju pertumbuhan efektif,dan efisiensi pakan
mencit akan bekerja maksimum saat dosis yang diberikan tidak terlalu
tinggi dan tidak terlalu rendah,sedangkan efisiensi pencernaan dan ab-
sorpsi akan bekerja semakin maksimum saat dosis ekstrak mint yang
diberikan semakin tinggi.
Mekanisme dari daun mint dalam menurunkan berat badan ada-
lah dengan mengurangi kerja dari enzim lipase pankreatik,yaitu salah
satu senyawa yang terdapat pada daun mint dapat berfungsi sebagai
pancreatic lipase inhibitor sehingga mampu mengurangi proses pen-
cernaan lemak, dan mampu mengurangi penyerapan lemak sebanyak
60 – 70 % karena sebagian besar dari pencernaan lemak dilakukan oleh
enzim lipase pankreatik.Selain itu,ekstrak dari daun mint dapat ber-
fungsi sebagai agen diuretic yaitu bekerja mempercepat laju sekresi air
dan garam, sehingga pendedahan ekstrak daun mint dapat menurunkan
berat badan, serta mampu membantu menghancurkan lemak yang ada
di dalam tubuh (Abbaszadeh, 2009).

Selama keberlangsungan pemeliharaan dan pendedahan,ter-


dapat beberapa mencit yang mati,khususnya pada kelompok A2.Pada
hari Kamis,19 September 2019 pukul 17.13 WIB mencit nomor tiga
mati,setelah dilakukan pembedahan (terdapat pada lampiran Gambar
4.2.1),diketahui hal penyebab mencit mati adalah kerusakan pada
esophagus,dimana esophagus robek dan berdarah,hal ini disebabkan
karena teknik pendedahan oral gavage yang kurang tepat sehingga
jarum gavage malah menusuk esophagus yang menyebabkan mencit
mengalami pendarahan dan kehabisan nafas,selain itu kematian mencit
juga dapat disebabkan karena cara handling mencit yang kurang te-
pat,yang bisa saja saat melakukan handling posisi tubuh masih dapat
bergerak ataupun posisi tubuh belum lurus,sehingga menabrak esoph-
agus yang akhirnya merobeknya.Selanjutnya pada hari Minggu,22
September 2019 pada pukul 16.30 mencit nomor satu sudah ditemukan
mati kaku ketika kandang metabolisme dibuka,setelah dilakukan pem-
bedahan (terdapat pada lampiran Gambar 4.2.2) diketahui saat dia-
mati situs habitus-nya badan mencit sangat kurus (berat badan hanya
23,25 gram ) dan saat diamati situs viscerum-nya diketahui bahwa pada
usus dan lambungnya mengalami penyusutan ukuran dan hanya berisi
gas,hal ini mengindikasikan bahwa mencit tersebut tidak makan dan
minum sehingga mencit mati dikarenakan kelaparan ataupun men-
galami penyakit pada lambung,penyebab kematian yang memungkin
adalah disebabkan karena kompetisi dan dominansi oleh mencit nomor
tiga,karena saat diamati tingkah lakunya sangat agresif dan sebagian
besar makanan dihabiskan oleh mencit ini.
BAB V

KESIMPULAN

Ekstrak mint dengan dosis 140 mg/kg memiliki tingkat efektifitas pal-
ing tinggi dalam meminimumkan laju pertumbuhan,laju pertumbuhan efek-
tif,serta efektifitas pakan,sedangkan ekstrak mint dengan dosis 700 mg/kg
bekerja sangat efektif dalam meningkatkan laju efisiensi pencernaan dan ab-
sorpsi.
DAFTAR PUSTAKA

Abbaszadeh, B., Valadabadi, S. A., Farahani, H. A. & Darvishi, H. H., 2009. “Studying
of essential oil variations in leaves of Mentha species,” African Journal of Plant
Science, 3(10):217–221.
Barbalho, M. S. et al., 2009. Investigation of the effects of peppermint (Mentha
piperita) on the. In: Brasil: Campinas, pp. 584-587.
Campbell, N. A., Reece, J. B., Mitchell, L. G. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 3.
Jakarta: Erlangga.

Capdevila, S. et al., 2006. Acclimatization of rats after ground. In: Amsterdam:


Laboratory Animals Ltd, p. 255–261.
Deltagen. 2015. “Histology of Colon”. [Online] http://histology-
world.com/photoalbum/albums.userpics/normal_colon20x.jpg diakses pada 30
September 2019 pukul 19:27 WIB.

Kalliokoski, . O. et al., 2013 . Mice do not habituate to metabolism cage housing--a


three week study of male BALB/c mice. In: Denmark: Department of
Experimental Medicine, University of Copenhagen and University Hospital.
Maria, P. & Evagelia, S., 2009. OBESITY DISEASE. In: Greece: HEALTH
SCIENCE JOURNAL , pp. 132-136.
Said, O., Saad, B., Fulder, S., Khalil, K. & Kassis, E., 2011. “Weight Loss in Animals
and Humans Treated with “Weighlevel”, a Combination of Four Medicinal
Plants Used in Traditional Arabic and Islamic Medicine”. Evidence-Based Com-
plementary and Alternative Medicine, 2018: pp. 1-6.
Siumed Education. 2015. “Histology of Duodenum”. [Online]
http://www.siumed.edu/~dking2/erg/images/GI071b.jpg diakses pada 30
September 2019 pukul 19:56 WIB.

Turner, P. V., Brabb, T., Pekow, C. & Vasbinder, M. A., 2011. Administration of
Substances to Laboratory Animals:Routes of Administration and Factor To
Consider. In: America: J Am Assoc Lab Annimal Sci.
Ugine, T., Wraight, S., Brownbridge, M. & Sanderson, J., 2005. Development of a
Novel Biossay For Estimation of Median Lethal Concentration (LC50) and
Doses (LD50) of The Entomopathogenic. In: Ethaca: Elseveir.
Une Education. 2015. “Histology of Digestive System”. [Online]
http://faculty.une.edu/com/abell/histo/esophagusw.jpg diakses pada 30 Septem-
ber 2019 pukul 18:00 WIB.
UNSW. 2015. “Histology of Stomach”. [Online].
https://embryology.med.unsw.edu.au/embryology/images/3/36Stomach_histolo
gy_003.jpg diakses pada 30 September 2019 pukul 19:12 WIB.
LAMPIRAN

Perhitungan Nilai Parameter


Perhitungan nilai parameter dilakukan dengan rumus-rumus di bawah ini :
Dimisalkan :
Berat pakan yang diberikan (gram)= a
Berat pakan yang tersisa (gram)= b
Berat pakan yang dikonsumsi (gram)= a – b = C
Berat feses kering (gram)= F
Berat urin (gram) =U
Berat awal tikus (gram)= Wo
Berat akhir tikus (gram)= Wt
Waktu (hari) =t

Perhitungan
𝐶
Laju konsumsi (CR) = 𝑡 (gram/hari)
(𝑊𝑡−𝑊𝑜)
Laju pertumbuhan (GR) = (gram/hari)
𝑡
(𝑊𝑡−𝑊𝑜)
Laju pertumbuhan relatif (RGR) = x 100%
𝑊𝑜
(𝑊𝑡−𝑊𝑜)
Efisiensi pakan (FE) = × 100%
𝐶
(𝐶−𝐹−𝑈)
Efisiensi pencernaan (ED) = × 100%
𝐶
(𝑊𝑡–𝑊𝑜)
Efisiensi absorpsi (AE) = (𝐶−𝐹−𝑈) × 100%
Tabel 4.1.1 Data massa mencit

Tabel 4.1.2 Data massa pakan yang diberi setiap hari


Tabel 4.1.3 Data massa pakan sisa

Tabel 4.1.4 Data massa alumunium foil


Tabel 4.1.5 Data massa feses kering

Tabel 4.1.6 Data massa urine


Tabel 4.1.7 Laju Konsumsi

Tabel 4.1.9 Laju Pertumbuhan


Tabel 4.1.8 Laju Pertumbuhan Relatif

Tabel 4.1.10 Efisiensi Pencernaan Tabel 4.1.11 Efisiensi Absorpsi

Tabel 4.1.12 Efisiensi Pakan


Esophagus
robek dan
mengalami
pendarahan

Gambar 4.2.1 Hasil pem- Usus dan


lambung
bedahan mencit no 3
menyusut-
dan berisi Gambar 4.2.2 Hasil pem-
gas bedahan mencit no 1