Anda di halaman 1dari 39

4

STOIKIOMETRI

A. HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA


B. PERHITUNGAN KIMIA

Kata Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, stoicheion yang berarti unsur
(partikel) dan metron yang berarti pengukuran. Stoikiometri menggambarkan
hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia. Dasar-dasar
stoikiometri, kita dapat menghitung massa atau volume pereaksi yang diperlukan
untuk memperoleh massa atau volume hasil reaksi yang dikehendaki. Pengetahuan ini
sangat diperlukan untuk menghitung bahan baku yang dibutuhkan guna menghasilkan
sejumlah produk yang dikehendaki dalam industri.

Setelah Anda mempelajari stokiometri Anda diharapkan dapat membuktikan dan


mengkomunikasikan berlakunya hukum dasar kimia.
Hubungan antara konsep satu dengan yang lain dalam perhitungan kimia dapat
Anda perhatikan pada peta konsep berikut.
66 KIMIA X SMA

STOIKIOMETRI

meliputi

perhitungan hukum dasar


kimia kimia

penentuan RE hukum kekekalan


terdiri dari rumus kimia massa
dapat
perhitungan RM hukum perbandingan
massa tetap
terdiri
perhitungan hukum kelipatan
volume perbandingan
Ar
massa hukum perbandingan
molar volume
Mr
persamaan
reaksi hukum Avogadro
M untuk diukur
O persamaan keadaan gas lain
L pembatas diketahui
volume
keadaan menghitung
molar
standart

jumlah
keadaan suhu
partikel
tekanan tertentu
berkaitan
tetapan
Avogadro

Peta Konsep Stoikiometri

A. HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA


Pada awal abad ke-18 para ilmuwan mempelajari secara kuantitatif susunan
zat-zat melalui percobaan-percobaan dari berbagai reaksi kimia. Hasil percobaan
yang diperoleh para ilmuwan tersebut terangkum dalam Hukum-hukum Dasar
Kimia.
KIMIA X SMA 67
1. Hukum Kekekalan Massa
Perhatikan hal-hal berikut ini:
• Bagaimanakah massa rokok sebelum dibakar dan sesudah dibakar?
• Bagaimanakah massa buah mangga sebelum masak (matang) dan sesudah
masak?
• Bagaimanakah massa besi sebelum dan sesudah berkarat?
Dalam serangkaian percobaan pembakaran dan proses-proses yang
berhubungan dengan pembakaran, Antoine Laurent Lavoisier (1743 – 1794)
menyatakan bahwa dalam semua proses pembakaran suatu materi dengan oksigen
dari udara maka materi tersebut akan mengalami perubahan. Lavoisier melakukan
percobaan, di mana cairan merkuri bereaksi dengan oksigen membentuk merkuri
oksida yang berwarna merah (mercury calx). Bila merkuri oksida dipanaskan lagi,
maka akan terurai menghasilkan cairan merkuri dan gas oksigen, yang jumlahnya
sama dengan yang dibutuhkan pada waktu pembentukan merkuri oksida.

Berdasarkan serangkaian percobaannya, Lavoisier mengemukakan suatu


hukum dalam bukunya yang berjudul "Treaite Elementaire de Chemie" yang
dikenal dengan Hukum Kekekalan Massa.
Hukum Kekekalan Massa berbunyi:
“ Jumlah massa zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi sama”.

Percobaan: Membuktikan Hukum Kekekalan Massa

tutup • Rangkailah alat seperti gambar (Pipa Y yang


gabus ujung-ujungnya secara terpisah diisi dengan
larutan HCl 1 M pada salah satu ujung dan
butiran Al butiran logam Al pada ujung yang lain,
kemudian timbanglah) Catat massa (berat)
sebelum kedua zat tersebut direaksikan.
• Miringkan pipa tersebut sehingga larutan HCl
larutan HCl 1M bercampur dengan logam Al. Apakah yang
menunjukkan terjadinya reaksi kimia?
• Timbang kembali semua alat beserta isinya
- Catat massa (beratnya)
- Bagaimana massa sebelum dan
sesudah reaksi?
68 KIMIA X SMA

Latihan 1
1. Lengkapilah data pada tabel berikut, reaksi antara besi dengan belerang
menghasilkan besi (II) sulfida
No. Massa sebelum reaksi Massa sesudah reaksi
Besi (gr) Belerang (gr) Besi(II) sulfida (gr)
1. ... 4 11
2. 14 8 ...
3. ... 16 44
4. 56 ... 88
2. Sejumlah 12,7 gram tembaga dipijarkan dengan belerang menghasilkan 19,1 gram
tembaga (II) sulfida. Berapa gram-kah belerang yang telah bereaksi?

2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)


Pada proses pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya, menunjukkan adanya
hubungan massa yang bereaksi secara kuantitatif. Karena itu para ilmuwan kimia
mendapatkan dorongan kuat untuk mencari hubungan massa antara zat yang
menyusun senyawa.
Joseph Louis Proust (1754 – 1826) melakukan percobaan dengan
memanaskan kalsium karbonat, (CaCO3) sehingga menghasilkan gas CO2.
Ternyata, persentase unsur-unsur penyusun gas CO 2 dari hasil pemanasan kalsium
karbonat sama dengan persentase CO2 yang ada di alam.
Proust mengembangkan hasil temuannya dan mendapatkan suatu hukum yang
disebut Hukum Perbandingan Tetap.
Hukum Perbandingan Tetap berbunyi:
“Perbandingan massa unsur-unsur penyusun senyawa selalu tetap“
Contoh:
Data berikut diperoleh dengan cara membakar logam magnesium
(mereaksikan magnesium dengan gas oksigen) menghasilkan magnesium oksida.

Tabel 4.1
Massa Massa Massa Perbandingan massa
No. magnesium oksigen magnesium oksida magnesium dan oksigen
(gr) (gr) (gr) dalam magnesium oksida
1. 0,60 0,40 1,00 0,60 : 0,40 = 3 : 2
2. 0,48 0,32 0,80 0,48 : 0,32 = 3 : 2
3. 0,36 0,24 0,60 0,36 : 0,24 = 3 : 2
KIMIA X SMA

69
Berdasarkan data di atas membuktikan bahwa perbandingan massa
magnesium dan massa oksigen dalam magnesium oksida memiliki nilai tetap
yaitu 3: 2, walaupun massa magnesium dan oksigen yang disediakan berbeda-
beda.

Latihan 2
1. Hasil percobaan reaksi antara logam tembaga dengan belerang diperoleh data
sebagai berikut.
No. Massa tembaga Massa belerang Massa tembaga belerang
(gr) (gr) (gr)
1. 4,23 2,13 6,36
2. 3,17 1,60 4,77
3. 2,54 1,28 3,82
4. 2,12 1,06 3,18

a. Berapakah perbandingan massa tembaga dan belerang dalam senyawa


tembaga belerang? Apakah data tersebut menunjukkan berlakunya hukum
Proust?
b. Buatlah grafik antara massa tembaga dengan massa belerang!
2. Dalam senyawa air, perbandingan massa hidrogen dan massa oksigen adalah 1 : 8.
Jika 40 gram hidrogen direaksikan dengan oksigen, ternyata diperoleh 270 gram
air, berapa gram oksigen yang telah bereaksi?

3. Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)


John Dalton (1766 – 1844) mengamati bahwa karbon dan oksigen dapat
membentuk dua macam senyawa. Pada senyawa pertama perbandingan massa
karbon dan oksigen adalah 3 : 4, sedangkan pada senyawa kedua perbandingan
karbon dan oksigen adalah 3 : 8. Pada massa karbon yang sama, perbandingan
massa oksigen dalam kedua senyawa itu merupakan bilangan bulat dan sederhana,
yaitu 1 : 2.
Massa atom karbon dan oksigen dalam kedua senyawa di atas, digambarkan oleh
Dalton sebagai berikut.
Senyawa I Senyawa II

= massa oksigen = massa karbon

Gambar 4.1
Hukum Kelipatan Perbandingan.
70 KIMIA X SMA

Beberapa penelitian terhadap unsur-unsur yang membentuk lebih dari satu


senyawa, Dalton menyatakan pendapatnya, bahwa:
"Bila dua unsur membentuk dua senyawa atau lebih dan salah satu unsurnya
mempunyai massa yang sama maka massa unsur yang lainnya berbanding sebagai
bilangan bulat dan sederhana."
Pernyataan Dalton tersebut disebut Hukum Kelipatan Perbandingan
Contoh:
Belerang dan oksigen dapat membentuk dua senyawa yaitu SO2 dan SO3.
Perhatikan tabel berikut ini.
Tabel 4.2
Massa Massa unsur pembentuk Perbandingan massa
Senyawa senyawa senyawa
(g) belerang dan oksigen
Belerang (g) Oksigen (g)
SO2 6,4 3,2 3,2 3,2 : 3,2 = 1 : 1 = 2 : 2

SO3 8,0 3,2 4,8 3,2 : 4,8 = 1 : 1,5 = 2 : 3

Dari data di atas ternyata, untuk massa S yang sama, perbandingan massa O yaitu
2 : 3, yang merupakan bilangan bulat dan sederhana.

Latihan 3
1. Unsur A dan B bergabung membentuk dua senyawa. Pada senyawa I mengandung
42,9% A dan senyawa II mengandung 27,3% A. Buktikan bahwa kedua senyawa
itu sesuai Hukum Kelipatan Perbandingan!
2. Unsur N dan O dapat membentuk tiga senyawa oksida nitrogen. Persentase N
dalam ketiga oksida nitrogen tersebut berturut-turut adalah 46,7%, 36,8% dan
25,9%. Apakah dalam senyawa itu berlaku Hukum Kelipatan Perbandingan?
Jelaskan!

4. Hukum Perbandingan Volum (Hukum Gay-Lussac)


Percobaan tentang beberapa reaksi yang berwujud gas pada suhu dan tekanan
tertentu telah dilakukan oleh Gay-Lussac (1778 – 1850). Berdasarkan
serangkaian percobaannya diperoleh data sebagai berikut:
a. satu liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas klorin, menghasilkan dua
liter gas hidrogen klorida;
b. dua liter gas hidrogen bereaksi dengan satu liter gas oksigen, menghasilkan
dua liter uap air;
c. tiga liter gas hidrogen beraksi dengan satu liter gas nitrogen, menghasilkan 2
liter gas ammonia.
KIMIA X SMA

71
Reaksi di atas selanjutnya dapat dituliskan persamaan reaksinya sebagai berikut.

1) H2(g) + Cl2(g) → 2HCl(g) Perbandingan volumnya: 1: 1: 2


1 liter 1 liter 2 liter
2) 2H +O → 2H O Perbandingan volumnya: 2: 1: 2
2(g) 2(g) 2 (g)
2 liter 1 liter 2 liter
3) 3H + N → 2NH Perbandingan volumnya: 3: 1: 2
2(g) 2(g) 3(g)
3 liter 1 liter 2 liter
Berdasarkan hasil percobaan tersebut Gay Lussac mengemukakan hukum
yang disebut Hukum Perbandingan Volum, berbunyi:
"Volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi, jika diukur
pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana".
Berdasarkan hukum tersebut, untuk reaksi zat yang berwujud gas,
perbandingan koefisien reaksi ekivalen dengan perbandingan volumnya, sehingga
berlaku hubungan sebagai berikut:
Volum gas X = Koefisien gas X
Volum gas Y Koefisien gas Y

Contoh Soal:
Sebanyak 4 liter gas etana dibakar sempurna menghasilkan gas karbon dioksida
dan uap air, menurut reaksi:
CH +O → CO + H O
2 6(g) 2(g) 2(g) 2 (g)

Hitunglah:
a. volum gas oksigen yang diperlukan.
b. volum gas CO2 yang terbentuk.
c. volum uap air yang terbentuk.
Jawab:
Persamaan reaksi setara: 2C2H6(g) + 7O2(g) → 4CO2(g) + 6H2O(g)
7
a. Volum O2 yang diperlukan = 2 x 4 liter = 14 liter

4
b. Volum CO2 yang terbentuk = 2 x 4 liter = 8 liter

6
c. Volum uap air = 2 x 4 liter = 12 liter
7 2 KIMIA X SMA
Latihan 4

Pembakaran sempurna 4 liter gas amonia NH3 menghasilkan gas nitrogen


dioksida NO2 dan uap air, menurut reaksi:
NH3(g) + O2(g) → NO2(g) + H2O(g) (reaksi belum setara)
Hitunglah:
a. Volum gas oksigen yang diperlukan.
b. Volum gas NO2 yang dihasilkan.
c. Volum uap air yang dihasilkan.
d. Jika udara mengandung 20% gas oksigen, berapa liter volum udara yang
diperlukan?

5. Hipotesis Avogadro
Pada saat Gay Lussac mengemukakan hasil percobaannya, para ilmuwan saat
itu belum menerima, karena tidak sesuai dengan teori atom Dalton. Menurut teori
atom Dalton, partikel terkecil dari semua unsur adalah atom-atom tunggal dan
partikel senyawa adalah gabungan dari atom yang berbeda dan disebut atom
senyawa.
Amedeo Avogadro (1776 – 1856) mengemukakan pendapatnya, bahwa hukum
Gay Lussac dan teori Dalton dapat sejalan, apabila ada dua anggapan sebagai
berikut.
a. Volum yang sama dari gas-gas yang berbeda, pada suhu dan tekanan yang
sama mempunyai jumlah partikel yang sama.
b. Pada dasarnya yang dimaksud partikel gas adalah molekul-molekul yang
merupakan gabungan terdiri atas sejumlah atom yang bergabung.
Avogadro mengusulkan bahwa gas hidrogen dan oksigen keduanya berada
sebagai molekul-molekul diatomik yang merupakan gabungan dari atom-atom
yang sama, yaitu sebagai H2 dan O2.

+
2 liter gas hidrogen 1 liter gas oksigen 2 liter uap air
2 molekul gas hidrogen 1 molekul gas oksigen 2 molekul uap air

Gambar 4.2
KIMIA X SMA

73
Apa yang diusulkan oleh Avogadro tersebut pada kurun waktu berikutnya
diperkuat oleh ilmuwan dari Jerman, Stanisalao Cannizaro (1826 – 1910). Dia
mengemukakan daftar massa atom yang diperolehnya dari pendapat Avogadro.
Pendapat Avogadro ini dikenal dengan Hipotesa Avogadro.

Dari berbagai percobaan membuktikan kebenaran dari hipotesa Avogadro


maka hipotesa Avogadro dapat disebut Hukum Avogadro, berbunyi:

"Pada suhu dan tekanan yang sama gas-gas yang volumnya sama akan
mempunyai jumlah partikel yang sama".

Contoh soal:
Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas nitrogen tepat bereaksi dengan 4 liter
gas oksigen menghasilkan 4 liter oksida nitogen, NxOy. Bagaimana
rumus oksida tersebut?
Jawab:
Perbandingan volum sama dengan perbandingan koefisien reaksi, sehingga
reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:
2N + 4O → 4N O
2(g) 2(g) x y(g)

Dalam persamaan reaksi jumlah atom kiri harus sama dengan jumlah atom kanan,
sehingga harga x dan y dapat ditentukan sebagai berikut.
Jumlah atom N kiri = jumlah atom N kanan
2 x 2 = 4x
x=1
Jumlah atom O kiri = jumlah atom O kanan
4 x 2 = 4y
y=2
Jadi rumus oksida tersebut adalah NO2

Latihan 5

1. Sebanyak 200 ml gas klor, Cl2 (P, T) tepat bereaksi dengan 500 ml gas oksigen,
O2 (P, T) menghasilkan 200 ml oksida klor, ClxOy (P, T). Tentukan rumus oksida
tersebut!
20
2. Pada suhu dan tekanan tertentu, 6 liter gas NH3 mempunyai 2 x 10 molekul. Pada
P dan T yang sama, berapa jumlah molekul 4 liter gas SO3?
74 KIMIA X SMA

B. PERHITUNGAN KIMIA
Pembahasan perhitungan kimia dimulai dari pengertian massa molekul relatif
(Mr), konsep mol, penerapan hukum Gay Lussac serta hukum Avogadro dalam
persamaan reaksi, penentuan rumus empiris rumus molekul, air kristal dan kadar
zat dalam senyawa, serta pereaksi pembatas.

1. Massa Molekul Relatif (Mr)


Partikel dasar suatu senyawa adalah molekul yang merupakan gabungan dari
atom-atom suatu unsur. Oleh karena itu penentuan massa molekul relatif (Mr)
juga menggunakan pembanding atom karbon-12. Jadi, massa molekul relatif
1
adalah perbandingan massa rata-rata satu molekul terhadap ⁄12 kali massa satu
atom karbon-12. Untuk senyawa yang terdiri
atas ion-ion digunakan istilah massa rumus relatif, dengan lambang yang sama,
yaitu Mr.
Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa X 2Y3 dapat dirumuskan sebagai
berikut:
= Massa rata - rata 1 molekul X Y
Mr senyawa X2 Y3 2 3
1 12 x massa 1 atom C – 12

Untuk memperoleh harga Mr dijabarkan sebagai berikut:


Mr X
Y = (2 massa rata - rata atom X)+(3 massa rata - rata atom Y
2 3 1 12 x
massa 1 atom C – 12
=2 massa rata - rata atom X +3 massa rata - rata atom Y
1 12x massa 1 atom C – 12 1 12 x massa 1 atom C – 12

= 2 . Ar X + 3 . Ar Y
Jadi massa molekul relatif (Mr) merupakan penjumlahan dari massa atom relatif
(Ar) atom-atom penyusun molekul atau senyawa.

Contoh soal:
Hitunglah massa molekul relatif asam sulfat, H2SO4 jika diketahui Ar H = 1, S =
32 dan O = 16.
Jawab:
Mr H2SO4 = (2 x Ar H) + (1 x Ar S) + (4 x Ar O)
= (2 x 1) + (1 x 32) + (4 x 16)
= 2 + 32 + 64
= 98
KIMIA X SMA 75
Latihan 6
Hitunglah Mr senyawa berikut ini!
1. NH3 6. KMnO4
2. HNO3 7. H3PO4
3. Mg(OH)2 8. Na2CO3
4. Al(OH)3 9. Ca3(PO4)2
5. FeSO4 10. Al2(SO4)3
Diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16, Na = 23, Mg = 24, Al = 27, P = 31, S =
32, Ca = 40, Mn = 55, Fe = 56 dan K = 39.

2. Mol
Dalam perhitungan kimia para ahli kimia sepakat mencari satuan yang
digunakan untuk menyatakan jumlah zat yaitu mol. Telah kita ketahui bahwa
partikel dasar penyusun suatu unsur adalah atom, sedangkan partikel penyusun
senyawa berupa molekul atau ion. Karena ukuran partikel dasar tersebut sangat
kecil maka untuk keperluan perhitungan digunakan satuan jumlah seperti halnya
yang telah kita kenal dalam kehidupan sehari-hari yaitu lusin, kodi, rim, dan
sebagainya.
IUPAC menetapkan satuan mol tersebut didasarkan pada atom C-12, yang
dinyatakan sebagai berikut.
Satu mol suatu zat adalah banyaknya partikel dalam suatu zat di mana
jumlahnya sama dengan banyaknya atom yang terdapat dalam 12 gram C-12.

Ilmuwan dari Jerman Johann Loschmidt pada tahun 1865 melalui


percobaannya berhasil menghitung banyaknya atom yang terdapat dalam 12 gram
23
C-12, yaitu sebanyak 6,02 x 10 . Bilangan ini selanjutnya disebut Tetapan
Avogadro, sebab yang pertama menyatakan perlunya satuan jumlah bagi atom
atau molekul adalah Amedeo Avogadro, dilambangkan L (Loschmidt) untuk
menghargai jasa Loschmidt.
23
1 mol = 6,02 x 10 = tetapan Avogadro (L)

a. Hubungan Mol Dengan Jumlah Partikel


23
Satu mol zat adalah banyaknya zat tersebut yang mengandung 6,02 x 10
partikel. Partikel ini dalam zat dapat berupa atom, molekul atau ion.
76 KIMIA X SMA

Contoh:
23
1 mol unsur tembaga (Cu) mengandung 6,02 x 10 atom Cu
23
1 mol gas nitrogen (N2) mengandung 6,02 x 10 molekul N2
23
1 mol gas karbon dioksida (CO2) mengandung 6,02 x 10 molekul CO2 1
- 23 -
mol ion nitrat (NO3 ) mengandung 6,02 x 10 ion NO3 Hubungan mol
dengan jumlah partikel dapat dirumuskan:
Jumlah partikel
Jumlah partikel zat = mol x L Mol =
L
23
1 mol = 6,02 x 10 partikel = L

Contoh soal:
1. Hitunglah jumlah partikel zat berikut:
a. 2 mol aluminium (Al)
b. 0,04 mol gas belerang dioksida (SO2)
2-
c. 0,2 mol ion sulfat SO4

a. Jumlah atom Al = mol x L


23
= 2 mol x 6,02 x 10 atom/mol
23
= 12,04 x 10 atom Al
23
b. Jumlah molekul SO2 = 0,04 mol x 6,02 x 10 molekul/mol
21
= 24,08 x 10 molekul SO2
2- 23
c. Jumlah ion SO4 = 0,2 mol x 6,02 x 10 ion/mol
= 22 2-
12,04 x 10 ion SO4

2. Hitung mol zat berikut:


22
a. 3,01 x 10 atom besi (Fe)
20
b. 6,02 x 10 molekul asam nitrat (HNO3)
21 +
c. 15,05 x 10 ion natrium (Na )
Jawab:
a. Mol Fe = Jumlah atom Fe
L
= 22
3,10 x 10
23
6,02 x 10
=
0, 05 mol Fe
KIMIA X SMA 77
b. = 20 molekul
Mol HNO3 6,02 x 10
23
6,02 x 10 molekul/mol
= 0, 001 mol HNO3
c. Mol Na =
+ 21 ion
15,05 x 10
23
6,02 x 10 ion/mol
= +
0, 025 mol Na

3. Hitunglah jumlah atom C dan atom O dalam 0,1 mol CO2 .


Jawab:
Dalam 1 molekul CO2 terdapat 1 atom C dan 2 atom O
Jumlah atom C = 1 x 0,1 x 6,02 x 1023
= 6,02 x 1022 atom
Jumlah atom O = 2 x 0,1 x 6,02 x 1023
= 12,04 x 1022 atom

Latihan 7
Hitunglah:
1. Jumlah atom dalam 2 mol belerang!
2. Jumlah molekul CO2 dalam 0,01 mol gas CO2!
21
3. Jumlah mol dari 6,02 x 10 molekul N2!
20
4. Jumlah mol dari 24,8 x 10 atom besi!
5. Jumlah atom S dan atom O dalam 1 mol SO3!

b. Hubungan Mol dengan Massa (gram)


Pada penetapan satuan mol dijelaskan, bahwa dalam 12 gram karbon -12
23
(Ar C-12) terdapat 6,02 X 10 atom karbon, dinyatakan sebagai satu mol.
Massa atom karbon-12 dalam 1mol ini disebut massa molar karbon. Karena
atom karbon-12 sebagai standar, maka massa molar zat secara umum dapat
ditentukan berdasarkan atom karbon-12.
-1
Satuan massa molar adalah gram/mol atau gram mol .
78 KIMIA X SMA

Perhatikan contoh pada tabel di bawah ini.


Tabel 4.3 Hubungan Rumus Zat, Mr, dan Massa Molar
Nama Rumus zat Massa 1 mol Ar atau Mr Massa molar
zat (gr) (gr/mol)
air H2O 18 18 18
aluminium Al 27 27 27
karbondioksida CO2 44 44 44
asam sulfat H2SO4 98 98 98

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.

Massa molar adalah massa 1 mol zat yang besarnya sama dengan massa
atom relatif (Ar) atau massa molekul relatif (Mr) zat tersebut dan
dinyatakan dalam gram.

Pernyataan tersebut dapat dirumuskan:


Massa molar (g/mol) = Ar atau Mr
Mol = gram Gram = Mol x Ar atau Mr
Ar atau Mr dan

Contoh soal:
1. Berapa gramkah massa 2 mol gas amonia, NH 3 (Ar H=1, N=14)?
Jawab:
Mr NH3 = 14 + (3 x 1) = 17
massa NH3 = Mol x Mr
= 2 x 17 = 34 gram NH3
2. Hitunglah Ar unsur A jika 0,02 mol A massanya 1,12 gram.
Jawab:
gram
mol =
Ar

1,12
Ar = 0, 02 = 56
KIMIA X SMA 79
3. Berapakah jumlah molekul yang terdapat dalam 8,8 gram gas CO 2 (Ar C = 12,
O = 16)?
Jawab:
Mr CO2 = 12 +(2 x 16) = 44

8,8
= 44

= 0, 2 mol

= 23
0,2 x 6,02 x 10
= 2
12,04 x 10

Latihan 8
1. Hitunglah massa zat berikut!
a. 0,002 mol logam timbal (Ar Pb = 207)
-2
b. 2 x 10 mol H2SO4 (Ar H =1, O =16, S = 32)
22
c. 3,01 x 10 atom besi (Ar Fe = 56)
21
d. 1,204 x 10 molekul metana, CH4 (Ar H =1, C =12)
22
2. Sebanyak 6,4 gram suatu unsur X mengandung 12,04 x 10 atom X. Tentukanlah
Ar unsur X!

c. Hubungan Mol Dengan Volum


1) Volum Gas Pada Suhu dan Tekanan yang Sama
Hukum Avogadro menyatakan bahwa:
"Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama
mengandung jumlah partikel yang sama pula."
Karena jumlah partikel sama, berarti gas-gas yang bervolum sama akan
mempunyai jumlah mol yang sama.
atau mol gas I = mol gas II

Sedangkan untuk gas-gas yang volumnya berbeda berlaku hubungan:


Volume gas I = Mol gas I atau
V1 = n1
Volume gas II Mol gas II V n 2
2
80 KIMIA X SMA

Contoh Soal:
1. Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 liter gas O 2 (Mr = 32) massanya 3,2
gram. Berapa volum 7,5 gram gas NO (Mr = 30 ) pada keadaan tersebut?

Jawab:
Volume O2 = Mol O2
Volum NO Mol NO
2 = gr O2 /Mr O2
Volum NO gr NO/Mr NO
2 = 3, 2/32
Volum NO 7, 5/30
Volum NO = 5 liter

2. Dalam suatu tabung yang bervolum 1 liter diisi 8 gram gas oksigen (O 2).
Jika pada keadaan yang sama tabung tersebut diisi gas nitrogen, (N 2)
berapa massa gas nitrogen tersebut?

=
gr O2 gr N2
Mr O2 Mr N2
gr N
8= 2
32 28
8 x 28
gr N2 =
32
= 7 gram

Latihan 9

22
1. Dalam ruang 2 liter diisi gas CO 2 ternyata mengandung 6,02 x 10 molekul CO2.
Jika pada suhu dan tekanan yang sama diisi gas A ternyata massanya 8 gram.
Berapa Mr gas A tersebut?
2. Pada suhu dan tekanan tertentu 4 liter gas SO2 (Mr = 64) massanya 19,2 gram.
Berapa massa gas NO2 (Mr = 46) yang volumnya 2 liter?
3. Sebuah botol hampa mempunyai berat 30,50 gram. Jika diisi gas nitrogen, N 2 (Ar
N =14) beratnya menjadi 31,9 gram. Akan tetapi jika botol tersebut diisi gas X
beratnya menjadi 34,05 gram. Hitunglah Mr gas X!
KIMIA X SMA 81
o
2) Volum Gas Pada Keadaan Standar ( 0 C, 1 atm)
Volum molar gas menyatakan volum 1 mol gas pada suhu dan tekanan
tertentu.
Stanislao Cannizzaro (1826–1910) dari Italia mengemukakan hasil
percobaannya sebagai berikut.
o
Setiap 1 mol gas apa saja pada suhu 0 C dan tekanan 1 atmosfer mempunyai
volum 22,4 liter.
Sesuai dengan rumus gas ideal:

P.V=n.R.T

P : tekanan gas (atm)


V : volume gas (liter) n :
mol gas
o
R : tetapan gas ideal (= 0,082 liter atm/mol K)
o o
T : suhu mutlak (= C + 273) K
V=n.R.T
P
= 1 x 0,082 x 273
1
= 22, 386 liter
~ 22, 4 liter
o
Suhu 0 C (273 K) dan tekanan 1 atmosfer dikenal sebagai keadaan standar
atau STP (Standard Temperature and Pressure). Jadi volum 1 mol gas pada
keadaan standar disebut Volum Molar Standar.
Pada keadaan standar, volum (liter) dari sejumlah mol (n) suatu gas,
berlaku hubungan sebagai berikut.

Volum gas (STP) = n x 22,4 liter/mol atau mol = liter


22, 4
82 KIMIA X SMA

Contoh:
1. Hitunglah volum 2 mol gas oksigen pada keadaan standar.
Jawab:
Volum O2 = 2 mol x 22,4 liter/mol
= 44,8 liter

o
2. Berapakah mol gas nitrogen, jika pada suhu 0 C dan tekanan 1 atm
mempunyai 4,48 liter?
Jawab:
= 4, 48 liter
Mol N2
22, 4 liter/mol
= 0, 2 mol

3. Berapakah gram gas CO2 terdapat dalam 2240 ml pada STP? Ar C = 12, O
= 16
Jawab:
Mr CO2 = 44 , volum CO2 = 2240 ml = 2,24 liter
gram = mol x Mr
gram = 2, 24 liter x 44
22, 4 liter/mol
= 4, 4 gram

4. Berapakah jumlah molekul yang terdapat dalam 6,72 liter gas hidrogen
pada STP?
Jawab:
jumlah partikel = mol x L
6, 72 liter
Molekul H2 = x 6,02 x 1023 molekul/mol 22, 4
liter/mol
22
= 18, 06 x 10 molekul
KIMIA X SMA

83
Hubungan antara mol, gram, volum (STP) dan jumlah partikel dapat
digambarkan skema sebagai berikut.

: massa molar 23
x 6,02 x 10
Gram Mol Jumlah
partikel
x massa molar 23
: 6,02 x 10

: 22,4 L x 22,4 L

Volume
(STP)
o
0 C, 1 atm

Gambar 4.3 Konversi satuan mol dengan massa, jumlah partikel dan volum

Latihan 10
o
1. Hitunglah volum gas berikut ini, jika diukur pada suhu 0 C, 1 atm:
-2
a. 2 x 10 mol gas NO
b. 12,8 gram gas SO3 (Ar O = 16, S = 32)
22
c. 2,408 x 10 molekul gas Cl2

2. 3,2 gram gas X2 pada keadaan standar mempunyai volum 2240 ml (kondisi STP),
berapa Ar X?
o
3. Sebanyak 4480 ml gas SO3 diukur pada 0 C, 76 cmHg, berapa gramkah massa
gas SO3 tersebut? (Ar O = 16, S = 32)

3) Volum Gas pada Suhu dan Tekanan Tertentu


Volum gas sangat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan, sehingga menurut Boyle Gay
Lussac dirumuskan sebagai berikut.
PV = C atau P V = P V
1 1 2 2
T T T
1 2
84 KIMIA X SMA

o o
Pada keadaan standar suhu 0 C (273 K) dan tekanan 1 atm, satu mol
semua gas mempunyai volum 22,4 liter, sehingga harga C dapat ditentukan
sebagai berikut:
P = 1 atm
V = 22,4 liter/mol
o
T = 273 K
C = 1 atm x 22, 4 liter/mol
273 K
-1 -1
= 0,082 atm liter K mol
Angka 0,082 dinamakan tetapan gas ideal (R). Jika banyaknya mol gas = n,
maka rumus Boyle Gay Lussac tersebut diturunkan menjadi:
PV = nRT

Rumus ini dikenal dengan Persamaan Umum Gas Ideal.

Contoh:
o
1. Berapakah volum 11 gram gas CO2 (Mr = 44) pada suhu 27 C dan tekanan 1
-1 -1
atm? (R = 0,082 atm.lt.K .mol )
Jawab:
PV = nRT n = 11
V = nRT 44
P = 0, 25 mol
= 0, 25 x 0,082 x 300
1
= 6,15 liter
2. Suatu gas mempunyai volum 250 ml pada keadaan standar. Berapakah volum
o
gas tersebut jika diukur pada suhu 25 C dan tekanan 760 mmHg? Jawab:

o
P1 = 1 atm = 760 mmHg, V1 = 250 ml = 0,25 lt, T1 = 0 C = 273 K P2
o
= 760 mmHg = 1 atm, T2 = 25 C = 298 K
PV P V
1 1= 2 2

T1 T2
P VT
V2 = 1 1 2
P2 T1
= 1 atm x 0,25 L x 298 K
1 atm x 273 K
= 0, 27 liter
KIMIA X SMA 85
Latihan 11
o
1. Hitunglah volum 6,4 gram gas SO2 (Mr = 64) diukur pada suhu 27 C dan tekanan
700 mmHg!
o
2. Gas karbon dioksida, CO2 pada suhu 27 C dan tekanan 2 atm mempunyai volum
24,6 liter. Berapakah gram massa gas CO2? (Ar C = 12, O = 16)
o
3. Sebanyak 2,4 gram gas A pada suhu 127 C, tekanan 152 cmHg mempunyai volum
492 ml. Hitunglah Mr gas A!

3. Komposisi Senyawa
Salah satu manfaat penting dari ilmu kimia adalah kemampuannya dalam
mengidentifikasi suatu zat. Ada 2 tahap dalam melakukan identifikasi ini, yaitu
analisa kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisa kualitatif digunakan untuk
menentukan jenis komponen penyusun zat tersebut, sedangkan analisa kuantitatif
digunkaan untuk mengetahui massa dari setiap komponen penyusun zat tersebut.

Di dalam mengetahui jenis dan massa setiap komponen penyusun zat kita
dapat mengetahui komposisi zat tersebut. Kompossi zat ini biasanya dinyatakan
dalam satuan persen massa (% massa).
a. Persentase Unsur Dalam Senyawa
Sesuai Hukum Perbandingan Tetap dari Proust, bahwa massa unsur-unsur
penyusun suatu senyawa mempunyai perbandingan tertentu dan tetap, maka
persentase unsur dan massa unsur dalam suatu senyawa A xBy dapat
dirumuskan sebagai berikut.
Rumus persentase unsur dalam senyawa:
x . Ar A
%A dalam senyawa AxBy = x 100%
Mr AxBy
y . Ar B x 100%
%B dalam senyawa AxBy =
Mr AxBy
Contoh:
Berapakah persentase massa unsur Ca, C dan O dalam senyawa CaCO 3? (Ar
C = 12, O = 16 dan Ca = 40)
Jawab:
1 Ar Ca x 100%
% Ca dalam CaCO3 =
Mr CaCO3
1 .40
= 100 x 100%
= 40%
86 KIMIA X SMA

1 .12
% C dalam CaCO3 = 100 x 100%
= 12%
3 . 16
% O dalam CaCO3 = x 100%
100
48
= 100 x 100% = 48%

Rumus massa unsur dalam senyawa:


x . Ar A
Massa A dalam AxBy = x massa AxBy
Mr AxBy
y. Ar B
Massa B dalam AxBy = x massa AxBy
Mr AxBy

Contoh:
a. Berapa gramkah massa unsur nitrogen yang terdapat dalam 120 gram urea,
CO(NH2)2? (Ar H = 1, C = 12, N = 14 dan O = 16) Jawab:

2Ar N
Massa N dalam CO(NH2 )2 = x massa CO(NH2 )2
Mr CO(NH2 )2
= 2 . 14 x 120 gram
60
= 54 gram

b. Dalam senyawa Al2O3 mengandung 540 gram aluminium. Berapa


gramkah massa Al2O3 tersebut? (Ar O = 16 dan Al = 27)
Jawab:
Mr Al2 O3
Massa Al2 O3 = x massa Al
2 Ar Al
102
= 54 x 540 gram
= 1020 gram

Latihan 12

1. Hitunglah persentase unsur kalium, nitrogen dan oksigen dalam senyawa KNO 3!
(Ar K = 39, O = 16 dan N = 14)
2. Berapa gramkah massa unsur nitrogen dalam 1 kuintal pupuk ZA, (NH 4)2SO4?
(Ar H = 1, N =14, O = 16 dan S = 32)
KIMIA X SMA 87
3. Bijih bauksit mengandung 60% massa Al2O3. Berapa gramkah massa aluminium
yang terkandung dalam 100 gram bijih bauksit tersebut? (Ar O = 16 dan Al = 27)

b. Rumus Empiris dan Rumus Molekul


Konsep mol dapat digunakan untuk menentukan rumus kimia suatu
senyawa, baik rumus empiris (RE) maupun rumus molekul (RM).
Bagaimanakah hubungan rumus empiris dan rumus molekul suatu zat?
Di dalam memahami hubungan RE dan RM, perhatikan contoh RE dan
RM pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.4 Hubungan Antara RE dan RM
Nama Senyawa Rumus Empiris Rumus Molekul
asam klorida HCl HCl
amoniak NH3 NH3
hidrogen peroksida HO H2O2
asam oksalat HCO2 H2C2O4
etana CH
CH3 2 6
glukosa CH O
CH2O 6 12 6

Berdasarkan tabel tersebut dapat disimpulkan, bahwa rumus molekul


merupakan kelipatan bilangan bulat n (n =1,2,3 dan seterusnya) dari rumus
empiris. Hubungan ini secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.

RM = (RE)n

Rumus molekul mempunyai Mr yang merupakan penjumlahan Ar atom


penyusun suatu molekul, maka rumus di atas dapat di tuliskan menjadi

Mr = (ΣAr RE)n

Langkah-langkah menentukan rumus empiris.


• Menghitung perbandingan % atau gram unsur-unsur penyusun senyawa.

• Menghitung perbandingan mol unsur-unsur tersebut dengan cara, % atau


gram dibagi Ar masing-masing unsur.
88 KIMIA X SMA

• Menuliskan perbandingan mol unsur-unsur penyusun dengan angka bulat


dan sederhana.
• Menuliskan rumus empiris.
Jika diketahui Mr senyawa, rumus molekul dapat ditentukan dengan rumus Mr
= (ΣAr RE)n.

Contoh:
1. Suatu senyawa hidrokarbon terdiri atas 80 % massa karbon dan 20% massa
hidrogen. Tentukanlah rumus empiris hidrokarbon tersebut! (Ar H = 1 dan C =
12).
Jawab:
Perbandingan % atau perbandingan massa
massa C : massa H = 80 : 20 Perbandingan mol

Mol C : Mol H = 80 : 20
12 1
= 6,67 : 20
= 1 : 3
Jadi, umus empiris senyawa hidrokarbon tersebut adalah CH 3.

2. Sebanyak 14,2 gram suatu senyawa ternyata mengandung 4,6 gram natrium,
3,2 gram belerang dan sisanya oksigen. Tentukanlah rumus empiris senyawa
tersebut! (Ar S = 32, Na = 23 dan O = 16)
Jawab:
Massa Na = 4,6 gram S
= 3,2 gram
O = 14,2 – (4,6 + 3,2) = 6,4 gram
Perbandingan massa
massa Na : massa S : massa O = 4,6 : 3,2 : 6,4
Perbandingan mol
Mol Na : Mol S : Mol O = 4, 6 : 3, 2 : 6, 4
23 32 16
= 0,2 : 0,1 : 0, 4
= 2 : 1 :4
Jadi, rumus empiris senyawa tersebut adalah Na 2SO4.
KIMIA X SMA 89
3. Suatu oksida NxOy mengandung 30,43 % nitrogen dan 69,56 % oksigen. Jika
oksida tersebut mempunyai Mr = 92, tentukan rumus molekulnya! (Ar N = 14
dan O = 16).
Jawab:
N = 30,43%; O = 69,56%
Perbandingan mol
Mol N : Mol O = 30, 43 : 69, 56
14 16
= 2,17 : 4,34
= 1 : 2
Rumus empiris oksida adalah NO2
Mr = (ΣAr RE)n
92 = (14 + 2.16)n
92 = (46)n
n=2
Rumus molekul oksida adalah (NO2)2 = N2O4

Latihan 13
1. Suatu oksida besi, FexOy mengandung 70% besi (Ar Fe = 56, O = 16). Tentukan
rumus oksida tersebut!
2. Sebanyak 50 gram suatu oksida logam MO mengandung 30 gram logam M. Jika
Ar O = 16, berapa Ar logam M?
3. Suatu senyawa hidrokarbon mengandung 80% karbon (Ar C = 12, H = 1) dan
22
sisanya hidrogen. Jika 3,01 x 10 molekul senyawa tersebut massanya 1,5 gram,
tentukan rumus molekul hidrokarbon tersebut!
4. Sebanyak 22 gram senyawa organik terdiri atas C, H, dan O dibakar sempurna,
menghasilkan 44 gram CO2 dan 18 gram H2O ( Ar H = 1, C = 12 dan O = 16).
Jika Mr senyawa = 88, tentukan rumus molekulnya!
5. Vitamin C terdiri atas unsur C, H, dan O mempunyai Mr = 176. Pembakaran 88
gram vitamin C tersebut menghasilkan 132 gram CO 2 dan 36 gram H2O (Ar H =
1, C =12 dan O = 16). Tentukan rumus molekul vitamin C tersebut!
90 KIMIA X SMA

4. Air Kristal
Kristal merupakan zat padat yang memiliki bentuk teratur. Beberapa senyawa
yang berwujud kristal padat mempunyai kemampuan untuk menyerap uap air dari
udara, sehingga kristal senyawa itu mengandung air kristal. Senyawa yang
mengandung air kristal dikenal sebagai senyawa hidrat. Molekul- molekul air
tersebut terkurung rapat dalam susunan kristal senyawa, sehingga senyawa hidrat
tetap kering. Air kristal akan terlepas bila dipanaskan/dilarutkan, sehingga dalam
proses reaksinya air kristal tidak terjadi reaksi kimia.

Contoh:
CaSO4. 2H2O, menunjukkan tiap satuan kristal CaSO4 terkandung 2 molekul air.

CuSO4. 5H2O, menunjukkan tiap satuan kristal CuSO4 terkandung 5 molekul air.

Contoh di atas terlihat bahwa setiap 1 mol CaSO 4 terkandung 2 mol air dan
setiap 1 mol CuSO4 terkandung 5 mol air. Penentuan jumlah air kristal
didasarkan pada perbandingan mol zat murni dengan mol air dalam kristal
tersebut.
Contoh soal:
1. Kristal BaCl2.XH2O mengandung 15,4% massa air kristal. Tentukan rumus
kristal tersebut. (Ar H =1, O = 16, Cl = 35,5 dan Ba = 137)
Jawab:
% BaCl2 = 100 % – 15,4 % = 84,6 %
:
Perbandingan Mol BaCl2 : Mol H2O = %BaCl2 %H2O
Mr BaCl2 Mr H2O
= 84, 6 : 15, 4
208 18
= 0, 4 : 0,8
Perbandingan mol BaCl2: Mol H2O = 1: 2
Jadi rumus kristal tersebut adalah BaCl2. 2H2O
2. Jika 38 gram MgSO4.XH2O dipanaskan, ternyata diperoleh 20 gram MgSO4.
(Ar H = 1, O = 16, Mg = 24 dan S = 32). Tentukan harga X!
Jawab:
Massa MgSO4.XH2O = 38 gram
Massa MgSO = 20 gram
Massa H2O = 38 gram – 20 gram = 18 gram
KIMIA X SMA 91
Perbandingan Mol MgSO4 : Mol H2O = 1 : X

= 20 : 18
120 18
1
= 6 :1
=1:6
Jadi, harga X adalah 6, dan rumus kristal adalah MgSO4.6H2O.

Latihan 14
1. Sebanyak 43 gram gips (CaSO 4.XH2O) dipanaskan sehingga diperoleh 34 gram
CaSO4 murni. Tentukan rumus kristal gips tersebut! (Ar H = 1,O = 16, S = 32 dan
Ca = 40).
2. Kristal terusi (CuSO4. XH2O) sebanyak 62,37 gram dipanaskan sehingga
diperoleh kristal anhidrat yang massanya 39,87 gram. Tentukan harga X! (Ar H =
1,O = 16, S = 32 dan Cu = 63,5)

6. Kemurnian (Kadar Zat Dalam Senyawa)


Sering kita jumpai barang-barang perdagangan yang mencantumkan
kemurniannya (kadar), terutama paling banyak bahan-bahan kimia yang
memerlukan ketelitian untuk keperluan analisa kuantitatif. Cara menentukan
kemurnian dapat digunakan rumus sebagai berikut.

Kemurnian (kadar) = % zat dari hasil eksperimen x 100%


% zat secara teoretis
Kemurnian (kadar) = massa zat hasil eksperimen x 100%
massa sampel

Contoh:
1) Dalam pupuk perdagangan tertulis "Pupuk Urea CO(NH 2)2 dengan kandungan
nitrogen 20%. Tentukan berapa persenkah kemurnian pupuk urea tersebut?
(diketahui Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16)
Jawab:
Mr CO(NH2)2 = 12 + 16 + 2 . 14 + 4 . 1
= 60
92 KIMIA X SMA

== =
Massa sampel
=
Massa S
- Persentase N dalam CO(NH 2)2 murni:

= Jumlah atom N x Ar N x 100%


Mr CO(NH2 )2
1 x 14
= x 100%
60
= 23,33%
- Persentase N dalam sampel = 20%
- Jadi, kemurnian CO(NH2)2 dalam sampel adalah:
20

= 23,33 x 100%

2) Dalam menentukan kadar belerang (S) dalam suatu batuan, ditimbang


sebanyak 10 gram batuan tersebut kemudian dibakar. Massa zat sete-lah
pembakaran ditimbang ternyata tinggal 6,8 gram. Dari data terse-but
tentukan kadar belerang (S) dalam batuan tersebut!
Jawab:
- Massa batuan (sampel) = 10 gr
- Massa batuan etelah dibakar = 6,8 gr
Massa zat yang hilang adalah massa belerang karena pada pembakaran
belerang diubah menjadi gas belerang dioksida (SO2)
S +O → SO
(s) 2(g) 2(g)
- Jadi, massa belerang (S) dalam batuan (sampel) = (10 - 6,8) = 3,2 gr - Maka
kadar belerang (S):
= Massa hasil eksperiman x 100%

= x 100%
Massa batuan sebelum dibakar

= 32%

Latihan 15
1. Dalam 60 gram terdapat 32 gram oksigen, tentukan berapa % kemurnian
Al2(SO4)3 tersebut (Ar Al = 27, S = 32, O = 16)!
2. Berapa gram asam fosfat yang dapat dibuat dari 248 gram fosfor?
KIMIA X SMA 93
6. Hitungan Kimia Dalam Persamaan Reaksi
Reaksi kimia berlaku hukum kekekalan massa, yang ditunjukkan oleh
persamaan reaksi setara.
Contoh:
CH + 5O → 3CO + 4H O
3 8(g) 2(g) 2(g) 2 (g)
Menurut persamaan reaksi setara ini kita bisa melihat adanya hubungan
kuantitatif antara zat satu dengan zat yang lain melalui koefisien masing-masing
zat.
Menurut hukum Gay Lussac, perbandingan volume menunjukkan
perbandingan koefisien. Menurut hukum Avogadro, perbandingan volum
menunjukkan perbandingan jumlah partikel. Sedangkan menurut konsep mol
perbandingan jumlah partikel sama dengan perbandingan mol.
Bisa kita tarik suatu kesimpulan, bahwa:

Perbandingan koefisien = perbandingan volum = perbandingan jumlah


partikel = perbandingan mol

Tetapi ingat, ini hanya berlaku bila zatnya berwujud gas. Mengapa demikian?

Bagaimanakah untuk zat yang tidak berwujud gas apakah ketentuan itu tidak
berlaku? Ya tetap berlaku sama, kecuali untuk perbandingan volume. Sehingga
ketentuan itu menjadi:
Perbandingan koefisien = perbandingan mol = perbandingan jumlah partikel

Menurut persaman reaksi setara ini jika mol salah satu zat diketahui (misal B)
maka mol-mol zat yang lain dapat dicari dengan membanding-kan koefisien.

mol A = koefisien A koefisien A


atau mol A = x mol B
mol B koefisien B koefisien B
Contoh:
1. Sebanyak 3 gram gas etana, C2H6 (Mr = 30) dibakar sempurna meng-hasilkan
gas karbon dioksida dan uap air, menurut persamaan reaksi:
2C2H6(g) + 7O2(g) → 4CO2(g) + 6H2O(g)
a. Berapakah mol O2 yang diperlukan untuk membakar etana?
b. Berapakah gram CO2 yang dihasilkan? (Ar C =12, O = 16)
c. Jika diukur pada suhu 0oC, 1 atm, berapkah liter volum gas CO2 yang
dihasilkan?
94 KIMIA X SMA

Jawab:
2C H + 7O
2 6(g) 2(g) → 4CO2(g) + 3H2O
(Diketahui) (dicari) (dicari)

mol =
gram
Mr mol = 7 x 0,1 mol = 4 x 0,1
2 2
= 3 = 0, 35 = 0, 2
30
a. jadi O2 yang diper- b. gram = mol x Mr CO2
=
0,1 lukan 0,35 mol = 0,2 x 44
= 8,8 gram
c. liter = mol x 22,4
= 0,2 x 22,4
= 4,48

2. Pemanasan kalium klorat, KClO3 terurai menurut reaksi:


KClO3(S) → KCl(s) + O2(g) (reaksi belum setara)
Jika volum O2 yang dihasilkan 6 liter, diukur pada kondisi di mana 6 gram gas
NO (Mr = 30) volumnya 4 liter. Berapa gram KClO 3 yang ter-urai? (Ar K =
39, Cl = 35,5 dan O = 16)
Jawab:
Persamaan reaksi setara: 2KClO3(S)→ 2KCl(s) + 3O2(g)
6
Mol NO = 30
= 0,2 mol
mol O2 = volum O2
mol NO volum
6 liter
NO

mol O2 = 4 liter x 0,2 mol

= 2 x 0,3 mol 0,3 mol


3
= 0, 2 mol
Massa KClO3 = mol x Mr
= 0,2 x 122,5
= 24,5 gram
KIMIA X SMA 95
Latihan 16
1. Sejumlah 12,8 gram belerang dibakar menghasilkan gas belerang dioksida,
menurut reaksi:
S(s) + O2(g) → SO2(g) (reaksi belum setara)
Hitunglah!
a. Massa gas oksigen yang diperlukan untuk pembakaran.
o
b. Volum gas SO2 jika diukur pada suhu 0 C, 1 atm. (Ar O = 16, S = 32)

2. Pada peruraian perak oksida, Ag 2O dihasilkan logam perak dan gas oksigen. Jika
volum gas oksigen diukur pada keadaan standar sebanyak 672 ml, hitunglah!

a. Massa perak oksida yang terurai.


b. Massa perak yang terjadi. (Ar Ag = 108, O = 16)
3. Pembakaran sempurna 13,8 gram etanol, C2H5OH dihasilkan gas CO2 dan uap air.
a. Berapakah gramkah gas oksigen yang diperlukan untuk membakar?
b. Berapakah gramkah uap air yang terbentuk?
c. Berapakah volum gas karbon dioksida, bila diukur pada suhu dan
tekanan di mana 7 gram gas nitrogen (Mr N2 = 28) volumnya 0,5 liter?
(Ar H = 1, C = 12, O = 16)

7. Pereaksi Pembatas
Dalam suatu persamaan reaksi, koefisien reaksi menyatakan perban-dingan
mol zat-zat yang terlibat reaksi. Apabila mol yang tersedia tidak sesuai dengan
perbandingan koefisien reaksinya, maka salah satu zat akan habis bereaksi dan zat
yang lain tidak habis bereaksi. Zat yang habis bereaksi disebut sebagai pereaksi
pembatas, sedangkan yang tidak habis bereaksi disebut pereaksi sisa atau
berlebih.
Perhatikan contoh reaksi berikut ini.
2 mol gas etena, C2H4 direaksikan dengan 3 mol gas oksigen, menghasilkan gas
karbon dioksida dan uap air, menurut persamaan reaksi:
C H + 3O → 2CO + 2H O
2 4(g) 2(g) 2(g) 2 (g)

Apakah gas C2H4 dan O2 dapat bereaksi semua?


96 KIMIA X SMA

Perhatikan penyelesaian berikut:


Perbandingan koefisien C2H4: O2 adalah 1: 3
3
•) Jika C2H4 habis bereaksi (2 mol), maka diperlukan O2 = ⁄1 x 2 mol = 6 mol
O2. Karena O2 yang tersedia hanya 3 mol maka mol O2 tidak memadai (tidak
mungkin).
1
•) Jika O2 habis bereaksi (3 mol), maka diperlukan C 2H4 = ⁄3 x 3 mol = 1 mol,
sehingga C2H4 masih tersisa 1 mol. Jadi O 2 habis bereaksi (pereaksi
pembatas), sedangkan C2H4 sebagai pereaksi sisa.

Contoh soal:
12 gram logam magnesium, Mg (Ar = 24) direaksikan dengan 2 mol asam klorida,
HCl menurut reaksi:
Mg(s) + 2HCl(aq) → MgCl2(aq) + H2(g)
a. Tentukan pereaksi pembatas.
b. Berapa gram zat yang tersisa?
c. Berapa gram MgCl2 yang terbentuk? (Ar H = 1, Mg = 24, Cl = 35,5)
d. Berapa volum gas hidrogen diukur pada keadaan standar?
Jawab:
gram
Jumlah mol =
Ar
12
= 24 = 0, 5 mol
Mg + 2HCl → MgCl +H
(s) (aq) 2(aq) 2(g)

•) mula-mula = 0,5 mol 2 mol - -


•) reaksi = 0,5 mol 1 mol 0,5 mol 0,5 mol
•) akhir reaksi =0 1 mol 0,5 mol 0,5 mol
Catatan:
•) Pada bagian "reaksi" berlaku "Perbandingan koefisien = perbandingan mol"

•) Pada bagian akhir reaksi, berlaku:


- sebelah kiri anak panah = mula-mula – bereaksi
- sebelah kanan anak panah = mula-mula + hasil reaksi
Menurut skema di atas kita dapat melihat dengan jelas, berapakah banyak
masing-masing zat pada keadaan mula-mula (sebelum reaksi)? Berapakah banyak
yang bereaksi (kiri anak panah), zat hasil reaksi (sebelah kanan anak panah), dan
bagaimanakah komposisi zat setelah reaksinya selesai (akhir reaksi)?
KIMIA X SMA

97
Berdasarkan skema tersebut, kita gunakan untuk menjawab pertanyaan-
pertanyaan.
a. Pereaksi pembatas (yang habis bereaksi) adalah Mg.
b. Zat yang tersisa HCl sebanyak = 1 x 36,5 = 36,5 gam.
c. Massa MgCl2 yang terbentuk = 0,5 x 59,5 = 29,75 gram
d. Volum H2 (STP) = 0,5 mol x 22,4 liter/mol
= 11,2 liter.

Latihan 17
1. Sebanyak 30 gram besi direaksikan dengan 16 gram belerang menurut reaksi:

Fe(s) + S(s) → FeS(s) (Ar Fe = 56,S = 32)


a. Zat manakah yang sebagai pereaksi pembatas?
b. Berapa gram FeS yang terbentuk?
c. Berapa gram zat yang tersisa?
2. Pada pemanasan 25 gram cuplikan batu pualam, CaCO 3 (Mr = 100), menurut
reaksi:
CaCO3(s) → CaO(s) + CO2(g)
Gas CO2 yang terbentuk dialirkan ke dalam Mg(OH)2 terjadi reaksi:
CO2(g) + Mg(OH)2(aq) → MgCO3(s) + H2O(l)
Apabila Mg CO3 yang terbentuk 0,072 gram, berapa persen kadar CaCO 3 dalam
cuplikan batu pualam tersebut?
3. Sebanyak 1,2 gram cuplikan yang mengandung belerang, dibakar sempurna
o
menghasilkan gas SO2. Jika volum gas SO2 diukur pada 0 C, 1 atm sebanyak 672
ml, berapa % kadar belerang dalam cuplikan? (Ar S = 32)
4. Pemanasan 61,25 gram KClO3 terurai sempurna menurut reaksi:
KClO3(s) → KCl(s) + O2(g) (belum setara)
Hitunglah:
a. massa KCl yang dihasilkan
o
b. volum O2 pada suhu 0 C, 1atm
o
c. volum O2 diukur pada suhu 27 C, tekanan 1 atm. (R = 0,082)
(Ar O = 16, Cl = 35,5, K = 39)
98 KIMIA X SMA

5. Sebanyak 25,4 gram tembaga direaksikan dengan 15 gram belerang menghasilkan


tembaga sulfida, CuS. (Ar S = 32, Cu = 63,5)
Tentukan:
a. pereaksi pembatasnya
b. berapa gram zat yang tersisa
c. berapa gram CuS yang terbentuk

i
a K
u
n
c

RANGKUMAN
t
a

K
stoikiometri • Hukum-hukum dasar kimia
hukum kekekalan massa 1) Hukum kekekalan massa: jumlah massa
Antoine Laurent Lavoiser zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi
sama
hukum perbandingan tetap
2) Hukum perbandingan tetap: per-
bandingan massa unsur-unsur penyusun
Joseph Louis Proust
senyawa selalu tetap
hukum kelipatan per-
3) Hukum kelipatan perbandingan
bandingan (Hukum Dalton): bila dua unsur
John Dalton membentuk dua senyawa atau lebih,
hukum perbandingan perbandingan massa dari unsur pertama
volume dengan unsur kedua merupakan bilangan
bulat dan sederhana
Gay – Lussac hipotesa 4) Hukum perbandingan volume (Hukum
Avogadro Amedeo Gay - Lussac): volume gas-gas yang
bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi
Avogadro Stanisalad
jika diukur pada suhu dan tekanan yang
Cannizaro konsep mo sama akan berbanding sebagai bilangan
bulat dan sederhana
massa atom relatif (Ar) 5) Hukum Avogadro: pada suhu dan tekanan
massa molekul relatif (Mr) yang sama gas-gas yang volumnya sama
mol akan mempunyai jumlah partikel yang
sama
Loschmidt
• Stoikiometri: menggambarkan hubungan
massa molar
kuantitatif antar atom unsur-unsur zat dan
volum molar hubungan kuantitatif antar zat-zat pereaksi
STP dan hasil reaksi dalam suatu reaksi kimia.
volum molar standar
KIMIA X SMA 99
Boyle Gay Lussac • Massa atom relatif (Ar) : Perbandingan massa
persamaan umum gas ideal 1
rata-rata 1 atom suatu unsur terhadap ⁄12 kali
massa 1 atom C–12
analisa kualitatif • Massa molekul relatif (Mr): penjumlahan dari
analisa kuantitatif massa atom relatif (Ar) atom-atom penyusun
rumus empiris molekul suatu unsur/senyawa
rumus moleku • Satu mol zat (n) menyatakan banyaknya
air kristal, 92 partikel yang terkandung dalam suatu zat
yang jumlahnya sama dengan banyaknya
pereaksi pembatas
atom yang terdapat dalam 12 gram C–12
koefisien reaksi
• Massa molar (Mm) adalah massa dari satu
pereaksi sisa mol zat yang sama dengan Ar atau Mr zat
tersebut yang dinyatakan dalam gram

• Volume molar gas adalah volum dari 1 mol


gas pada suhu (T) dan tekanan (P) tertentu.

o
Kondisi STP (0 C, 1 atm) setiap 1 mol gas
volumnya 22,4 liter.
• Hubungan antara mol, massa molar dan
volume molar

:
gram massa molar MOL x L jumlah partikel
x :
: x 22,4

liter
(STP)

• Persentase unsur x dalam senyawa

% x = Σunsur x . Ar x . 100%
Mr senyawa
• Hubungan antara rumus molekul dan rumus
empiris
Rumus molekul = (rumus empiris)n

Mr rumus molekul = n . (Mr rumus empiris)


100 KIMIA X SMA

- Senyawa hidrat adalah senyawa yang


mengadung air kristal
- Pereaksi pembatas: pereaksi yang habis lebih
dahulu (pereaksi yang tidak habis disebut
pereaksi sisa)

ELATIHAN SOAL
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Sebanyak 9 gram magnesium tepat 3. Data dari hasil percobaan pem-
habis bereaksi dengan serbuk bentukan FeS dari reaksi antara Fe
belerang menghasilkan dan S adalah sebagai berikut.
magnesium sulfida yang massanya Massa Massa Massa Massa sisa
21 gram maka massa belerang Fe (gr) S (gr) FeS (gr) Fe S
yang telah bereaksi sebanyak .... 7 6 11 - 2
15 8 20 1 -
a. 17 gram 21 14 33 - 2
b. 12 gram Dari data tersebut, perbanding-an
c. 9 gram massa Fe: S pada senyawa
d. 7 gram FeS adalah ....
e. 4 gram a. 7: 6 d. 7: 3
2. Pada senyawa SO3 perbandingan b. 6: 7 e. 4: 2
massa S: O = 2: 3. Jika 8 gram c. 7: 4
belerang dibakar dengan 16 gram 4. Sebanyak 100 cm3 gas NO tepat
oksigen maka massa gas SO3 yang bereaksi dengan 25 cm3 gas
dihasilkan sebanyak oksigen menghasilkan 50 cm3
suatu oksida nitrogen, NxOy.
.... Rumus oksida nitrogen tersebut
a. 24 gam adalah ....
b. 22 gram a. N2O d. N2O4
c. 20 gram b. NO2 e. N2O5
d. 18 gram
c. N2O3
e. 16 gram
KIMIA X SMA

5. Perbandingan massa rata-rata 1 101


1
atom suatu unsur dengan ⁄12
9. Pada suhu dan tekanan yang sama,
massa 1 atom C-12 disebut .... 3 liter gas NO dan 2 liter gas X
a. satuan massa atom (sma)
mempunyai massa yang sama. Jika
b. massa 1 atom Mr NO = 30 maka Mr
c. massa atom relatif gas X adalah ....
d. massa 1 molekul a. 20 d. 45
e. massa molekul relatif. b. 24 e. 48
6. Jika massa 1 atom C-12 adalah c. 40
2,04 x 10-26 kg dan massa rata-rata
1 atom B adalah 6,8 X 10-27 kg 10. Pada suhu dan tekanan tertentu 2
maka Ar unsur B adalah .... liter gas CH4( Mr = 16) massanya
a. -26 4 gram. Jika diukur pada keadaan
2, 04 x 10 x 12
-27
yang sama maka massa 4 liter gas
6, 8 x 10 O2 (Mr = 32) adalah ....
b. -27 x 12
6, 8 x 10
-26 a. 32 gram d. 8 gram
2, 04 x 10
-27 b. 24 gram e. 4 gram
c. 6, 8 x 10 c. 16 gram
-26 11. Sebanyak 32 gram oksida besi,
2, 04 x 10 x 12
d. -27 FexOy mengandung 22,4 gram
6, 8 x 10
-26 besi. Jika Ar Fe = 56 dan O = 16
2, 04 x 10 maka rumus oksida besi itu
e. -26 adalah ....
2, 04 x 10
-27 a. FeO d. Fe2O3
6, 8 x 10
b. Fe2O e. Fe3O4
7. Diketahui Mr (MH4)3PO4 = 149.
c. FeO2
Jika Ar H = 1, O = 16 dan P = 31
maka Ar M adalah .... 12. Sebanyak 30 gram senyawa
a. 18 d. 14 organik jika dibakar sempurna
b. 17 e. 12 menghasilkan 44 gram CO2 dan 18
c. 15 gram H2O (ArH = 1, C = 12, O =
8 Sejumlah 1,6 gram suatu 16). Jika senyawa tersebut
senyawa mengandung 2,4 X 23
mengandung 3,01 x 10 molekul
22
10 molekul. Mr senyawa maka rumus molekul senyawa
tersebut adalah .... organik tersebut adalah ....
a. 16 d. 36
b. 24 e. 40 a. CH2O d. C3H6O2
c. 32 b. CH2O2 e. C4H8O2
c. C2H4O2
102 KIMIA X SMA

13. Pemanasan 49,2 gram senyawa a. 23 d. 29


hidrat MgSO4.xH2O dihasilkan 24 b. 24 e. 30
gam MgSO4 anhidrat (Mr MgSO4 c. 27
= 120, H2O = 18). Harga
x adalah .... 15. Pemanasan 49 gram KClO3 (Mr =
a. 3 d. 6 122,5), menurut reaksi:
b. 4 e. 7 KClO3(s) → KCl(s) + O2(g)
c. 5 (reaksi belum setara) Volum
14. Sebanyak 7,2 gram logam M O2 diukur pada suhu dan tekanan
direaksikan dengan larutan HCl
di mana 5 liter gas N2 (Mr = 28)
berlebihan, menurut reak-si:
massanya 1,4 gram maka volum
M + 2HCl → MCl +H O2 yang terjadi sebanyak ....
(s) (aq) 2(aq) 2(g)
Jika dihasilkan 6,72 liter gas
o
a. 20 liter d. 50 liter
hidrogen pada 0 C,1 atm maka Ar b. 30 liter e. 60 liter
logam M adalah .... c. 40 liter

II. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan benar!


1. Dalam senyawa besi sulfida perbandingan massa Fe: S = 7: 4. Jika massa besi
dan belerang masing-masing disediakan 14 gram, berapa gram massa besi
sulfida yang dihasilkan?
2. Pembakaran sempurna 4 liter gas CxHy menghasilkan 8 liter gas CO2 dan 12
liter uap air. Tentukan rumus molekul CxHy tersebut!
3. Dalam 100 kg pupuk urea, mengandung 85% CO(NH 2). Jika pupuk urea
tersebut digunakan untuk memupuk tanaman padi seluas 1 Ha, berapa gram
2
tiap m tanaman padi tersebut mendapatkan unsur nitro-gen? (Ar H = 1, C =
12, N = 14)
4. Sebanyak 13,8 gram senyawa C xHyOz dibakar sempurna ternyata
menghasilkan 26,4 gram CO2 dan 16,2 gram H2O. Jika senyawa tersebut
23 23
mempunyai 1,8 x 10 molekul ( L = 6 x 10 ), tentukan rumus molekul
CxHyOz tersebut! (Ar H = 1, C =12, O = 16)
5. Sebanyak 22,4 gram unsur X direaksikan dengan asam klorida berlebihan,
menurut reaksi:
2X + 6HCl → 2XCl3 + 3H2
gas hidrogen yang terjadi sebanyak 6 liter diukur pada P dan T di mana 6 gram
gas NO (Mr = 30) volumnya 2 liter. Hitunglah Ar X!