Anda di halaman 1dari 36

Pendahuluan

Tahap yang paling penting dari proses


surfacing lensa adalah lay out. Jika lensa tidak
ditandai secara tepat, lensa tersebut tidak
akan berguna walaupun pada tahapan-
tahapan lainnya dilakukan dengan baik.
Beberapa alasan mengapa kita perlu
melakukan surfacing lensa single vision :
 Ukuran lensa spheris maupun cylinder yang
diperlukan lebih besar dari standar stok lensa
uncut
 Lensa tersebut kemungkinan harus dibuat
dari bahan kaca dan memerlukan pewarnaan
khusus yang tidak biasa digunakan
 Lensa kemungkinan dipesan dari bahan
tertentu (misalnya bahan high index) dan
jarang sekali dibutuhkan. Menyetok lensa
seperti ini bukanlah investasi yang bagus
 Menggunakan lensa semifinish dapat
membuat kesan lebih tipis pada lensa plus
dibandingkan dengan penggunaan lensa
blank finish pada ukuran yang sama. Hal ini
merupakan keuntungan, terutama bagi anak-
anak yang harus memakai kacamata dengan
lensa plus tinggi
 Lensa diperlukan untuk frame tertentu yang
besar sehingga lensa blank finish
kemungkinan terlalu kecil
 Jarak PD yang terlalu kecil dibandingkan
dengan lebar kacamatanya sehingga jika
dilakukan desentrasi yang besar akan
menyebabkan pemotongan lensa yang terlalu
kecil
Ada 2 cara penandaan lensa :
1. Off Center Blocking
Cara ini merupakan teknik lama dan lebih
tradisional. Di beberapa kasus, teknik ini
masih merupakan pilihan untuk penandaan
lensa
2. On Center Blocking
teknik ini lebih banyak dipakai saat ini
dikarenakan lebih praktis dnegan bantuan
komputer
OFF CENTER BLOCKING
Sebelum lensa semifinish digosok untuk
menjadi kelengkungan/ ukuran tertentu,
lensa tersebut harus ditempelkan dengan alat
yang disebut dengan blocker agar lensa tidak
bergerak-gerak sendiri. Saat generator
menggosok lensa, gerakan penggosokan
tersebut membuat lokasi pusat optik lensa
tepat berada di tengah-tengah blocker
(kecuali jika penggosokan prisma)
Jika blocker digeser ke bagian sisi lain lensa,
maka pusat optik lensa akan bergeser juga
sesuai dengan lokasi blocker.

block

Semifinish lens
Location of
surfaced lens
optical center
Dikarenakan cara ini menempatkan posisi OC
lensa dengan cara menggeser posisi blocker
lensa dari sisi lensa ke sisi lainnya, maka cara
ini disebut Off Center Blocking, sesuai
namanya meskipun kadang kala posisi
blocker tepat pada geometric center lensa.
Blocking pada Pusat Geometrik Lensa
Jika lensa blank semifinish cukup besar,
maka blcker lensa akan dengan mudah
diletakkan pada pusat geometrik lensa
tersebut. Ketika digosok, maka OC lensa
akan bertempat sama dengan lokasi pusat
geometrik lensa blank.
Lensa spheris yang akan diblock pada pusat
geometrik lensa merupakan tipe lensa yang
paling mudah ditandai.
 Alasan lensa ditandai supaya teknisi yang
memblocking lensa dapat menentukan
pusat geometrik lensa blank tersebut
Menentukan Pusat Geometrik Lensa Blank
- Cara yang paling mudah untuk lensa SV 
memperkirakan dan menandai dengan
spidol
“bukan merupakan cara yang paling akurat”

- Cara yang dipakai bertahun-tahun oleh


para teknisi laboratorium  menempatkan
lensa blank di atas protraktor. Lensa blank
diposisikan berpusat pada titik tengah
lingkaran-linkaran lensa yang terdapat
pada protraktor
Setelah itu, buatlah sebuah garis panjang
horizontal memotong titik tengah lensa dan
sebuah garis pendek vertikal uang juga
memotong titik tengah lensa. Dengan
mengacu pada garis utama protractor, maka
pusat lensa dapat ditentukan secara akurat.
 Untuk lensa spheris, hanya penandaan ini
yang diperlukan
Untuk mempersingkat waktu produksi, banyak
laboratorium menggunakan “lens center
locator”. Alat ini menggunakan tiga penahan
berbentuk kerucut terbalik. Sewaktu lensa
diletakan pada alat ini, maka lensa akan
ditandai dengan tinta yang berasal dari pin
tinta yang menyentuh permukaan lensa.
Secara teori, hanya titik-titik tinta ini yang
diperlukan untuk memblock lensa, akan tetapi
karena titik-titik tinta tersebut agak sukar
untuk dilihat dan gampang dihapus, maka
setelah itu lensa diletakan pada alat penanda
dan dibuat garis silang secara manual diatas
titik-titik tinta tadi
Saat ini, banyak alat penanda lensa yang
disertai dengan gambar lingkaran-lingkaran
sesuai dengan ukuran standar lensa blank.
Posisi lensa dipusatkan pada lingkaran,
kemudian ditandai.
Besar pergeseran lokasi blocker pada metode
off center blocking untuk menggeser lokasi
OC lensa adalah sebesar ukuran desentrasi
jarak jauh pada tiap lensa 
- Tentukan PD frame. PD frame adalah jarak
antara kedua boxing center rim frame

PD frame = A + DBL
- Kurangi PD frame dengan PD pemakai,
kemudian dibagi 2

Desentrasi tiap lensa = [(A +DBL) – PD]/ 2

- Buat titik pada geometrik lensa yang


baru
- Posisi lensa menghadap ke atas
- Tandai lensa dengan tanda silang
 Besarnya desentrasi tiap lensa senilai
dengan desentrasi yang diperlukan
blocker lensa
Menandai Lensa Sphero Cylinder

Spherocylinder tidak membutuhkan


desentrasi blocker.
Memblocking lensa spherocylinder pada pusat
geometriknya membuat lensa tersebut
menjadi lensa “uncut”. Lensa spherocylinder
akan menjadi lensa finish setelah digosok.
Selama proses edging, axis cylinder dapat
berputar ke arah manapun. Karena axis
cylinder dapat diputar lagi saat pemotongan,
maka penandaan lensa spherocylinder untuk
blocking dilakukan sama hal nya pada lensa
spheris. Lokasi axis tidak berpengaruh.
Menandai lensa spherocylinder untuk
blocking off center
Ketika lensa diblock secara off center, maka
akan tidak simetris lagi. OC telah digeser/
diposisikan pada arah tertentu untuk
mendapatkan area yang lebih baik dengan
diameter lensa yang terbatas. Jika lensa
sudah digosok, maka tidak dapat diputar
lagi. Artinya axis cylinder perlu
diindikasikan dengan jelas pada blank lensa
semifinish dalam proses lay out
Saat penandaan lensa untuk axis cylinder,
sangat penting untuk memberi catatan
apakah permukaan cembung (sisi depan)
atau permukaan cekung (sisi belakang)
yang menghadap ke operator/ teknisi
lab. Hal ini dikarenakan ada dua derajat
skala yang digunakan pada protraktor
dan alat penanda:
- skala yang bergerak mengikuti arah
jarum jam dari kanan ke kiri yang
digunakan jika posisi lensa cembung
atau sisi depan menghadap ke atas
- skala yang bergerak kebalikannya yaitu dari
kiri ke kanan, digunakan jika posisi lensa
bagian depan menghadap ke bawah.
 Penandaan lensa dapat dilakukan di
permukaan depan maupun permukaan
belakang lensa tetapi kebanyakan
laboratorium melakukan penandaan di
permukaan depan lensa
Penandaan Resep Prisma pada Off Center
Blocking

Resep prisma adalah prisma yang diresepkan


oleh dokter atau refraksionis. Jika akan
ditambahkan penggosokan prisma pada
sebuah lensa, maka arah prisma tersebut
harus diindikasikan yaitu dengan anak panah.
Tanda panah digambar bersamaan ketika
penggunaan protraktor
Dengan menggunakan alat penanda, axis
prisma ini dicetak/ dibuat dengan cara
memutar tanda silang ( ) pada
derajat meredian yang tepat.
setelah axis prisma dibuat, garis
tersebut dipanjangkan sampai batas tepi
lensa. Arah panah dapat digambar
> maupun < kemudian
digambar pada permukaan depan lensa.
Jika digambar pada permukaan belakang
lensa, maka tanda tersebut dapat hilang
saat lensa diproses pada tahap-tahap
berikutnya.
Jika lensa harus dilepaskan dari generator
untuk dicek, maka tidak akan ada petunjuk
lagi bagaimana cara menentukan prisma
lensa lagi.

Jika dalam suatu resep kacamata memerlukan


koreksi cylinder dan prisma, maka akan ada
dua garis pada lensa tersebut.
Contoh Soal :
1. Sebuah resep kacamata yang dipesan:
R : S+2.00 C -2.25 X 60 2Δ BI
L : S+2.00 C -2.50 X 120 2Δ BI dengan
dimensi frame :
A = 48, DBL = 18, PD pasien = 60
Buatlah penandaan lensa off center blocking
dengan bagan lay out lensa
Jawab :
- Desentrasi block = [(48+18)-60]/2
= 3 mm
Maka penandaan pada lensa :
Axis cylinder 120°

Axis cylinder
60°

Base in (basis
Base in (basis
prisma 0°)
prisma 0°)
2. Jika resep kacamata yang diminta :
R = S-2.75 C-1.00 X 25 3Δ D BI & 1Δ BU
L = S-2.50 C-1.25 X 160 3Δ D BI & 1Δ BD
A = 50, DBL = 18, PD pasien = 60, maka:
- berapa desentrasi block yang diperlukan?
- berapa total dioptri prisma?
- penandaan lensa?
Jawab :
- Desentrasi = [(50+18)-60/2 = 4 mm
- Total dioptri prisma (R) untuk mata kanan =

- √V² + H²
= √1² + 3² = √10 = 3.2 Δ D
sudut prisma nya : tgθ = V/H
= 1/3 = 0.333
θ = 18.43 ~ 18°
25°

18°

4 mm

Lensa R

Coba kerjakan untuk lensa sebelah kiri!


Penandaan lensa pada on center blocking

Kadang-kadang OC lensa harus digeser agak


jauh jika menggunakan teknik off center
blocking. Jika teknik ini digunakan, blocker
lensa harus ditempatkan dari tepi lensa. Jika
hal ini terjadi, maka blocking off center tidak
lagi praktis.
Pada lensa plastik, sangat tidak dianjurkan
memakai teknik off center blocking
dikarenakan bagian lensa yang berada paling
jauh dari blocker akan cenderung untuk
menjadi lentur ketika lensa telah selesai pada
tahap fining dan poleshing. Bagian lensa
tersebut disebut overhang.
Ketidakseimbangan tekanan pada bagian
lensa yang lentur akan mengakibatkan prisma
pada lensa atau gelombang pada permukaan,
atau keduanya.
“Lensa overhang”

Lensa yang
melentur
Ketika lensa blank semifinish erukuran kecil,
pengosokan OC di tengah menyebabkan
lensa tersebut tidak cukup besar untuk
frame. Jika ukuran lensa tidak dicek
sebelumnya, masalah itdak akan timbul
sampai saat proses edging yaitu adanya
celah antara tepi lensa dnegan rim frame
kacamata.
Karena metode blocking off center tidak
menguntungkan pada kondisi-kondisi
tertentu, alternatif lain adalah memblock
lensa tepat ditengah dan melakukan
penggosokan prisma pada lensa. Teknik ini
disebut on center blocking. Jika ukuran
besar prisma yang dipilih sudah tepat, maka
OC akan digeser tepat pada lokasi yang
diinginkan
Blocking on center biasanya selalu dilakukan
dengan bantuan lay out lensa pada komputer.
Setelah informasi ukuran kacamata
dimasukkan dalam komputer, komputer akan
menghitung dan memberikan hasil besarnya
ukuran prisma yang diperlukan untuk
menempatkan OC pada posisi yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai