Anda di halaman 1dari 6

1. Landasan Yuridis dan Filosofis dari pend.

Pacasila perguruan tinggi


Jawab:
 LandasanYuridis
Landasan yuridis (hukum) perkuliahan Pendidikan Pancasila di pendidikan tinggi tertuang
dalam UU No. 20 Tahun 2003 mengenai system Pendidikan Nasional, dimana pasal 1
ayat 2 menyebutkan bahwa system pendidikan nasional berdasarkan Pancasila yang
artinya bahwa pancasila merupakan sumber hukum pendidikan nasional. Pada UU
No. 2 tahun 1989 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, pasal 39 menyatakan bahwa
isi kurikulum setiap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat Pendidikan
Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan.
Mendiknas RI, No.232/U/2000, mengenai Pedoman Penyusunan Kurikulum
Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, dengan pasal 10 ayat 1
dijelaskan bahwa kelompok mata kuliah pendidikan kewarganegaraan wajib
diberikan dalam kurikulum setiap program studi, yang terdiri atas Pendidikan
Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan. Penyelenggaraan
pendidikan pancasila di Perguruan Tinggi lebih penting lagi karena Perguruan
Tinggi sebagai agen perubahan yang melahirkan intelektual-intelektual muda yang
kelak akan menjadi tenaga inti pembangunan dan pemegang estafet kepemimpinan
bangsa dalam setiap strata lembaga dan badan-badan negara, lembaga-lembaga daerah,
lembaga-lembaga infrastruktur politik dan sosial kemasyarakatan, lembaga-lembaga
bisnis, dan lainnya.
 Landasan Filosofis
Pancasila merupakan dasar filsafat negara dan pandangan filosofis bangsa Indonesia, oleh
karna itu sudah mejadi suatu keharusan moral bagi anak bangsa untuk secara konsisten
merealisasikannya dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itulah pancasila disebut mengandung nilai-nilai dasar filsafat (philosophische
gronslag), merupakan jiwa bangsa (volksgeist) atau jati diri bangsa (innerself of nation),
dan menjadi cara hidup (way of life) bangsa Indonesia yang sesungguhnya. Pendidikan
pancasila perlu karna dengan cara itulah karakter bangsa dapat dilestarikan, terpelihara dari
ancaman gelombang globalisasi yang semakin besar.
2. Uraian ringkas sejarah lahirnya Pancasila (BPUPKI, PPKI) Sebutkan point poko ide
Pancasila moh. Yamin!
Jawab:
 Lahirnya Pancasila:
Penetapan hari lahir Pancasila mengacu pada sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei-1 Juni 1945. Dalam hari-hari
itu, ada 3 orang tokoh yang memaparkan tentang dasar negara yakni Muhammad Yamin,
Soepomo, kemudian Sukarno.
Istilah Pancasila baru diperkenalkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni
1945. Tetapi masih ada proses selanjutnya yakni menjadi Piagam Jakarta (Jakarta Charter)
pada 22 Juni 1945 dan juga penetapan Undang-undang Dasar yang juga finalisasi Pancasila
pada 18 Agustus 1945.

 Pembentukan BPUPKI
 Jepang meyakinkan akan janjinya terhadap bangsa Indonesia untuk dimerdekakan
dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang BPUPKI berarti Dokuritsji Junbi
Cosakai. Jenderal Kumakichi Harada, merupakan komandan pasukan jepang di
jawa dan mengumumkan pembentukan BPUPKI lalu pada tanggal 28 April 1945
diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI. Upacara peresmiannya di gelar
Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang, Gedung Departemen Luar
Negeri).
 BPUPKI beranggotakan 67 orang, termasuk 7 orang Jepang dan 4 orang Cina dan
Arab. Jabatan Ketua BPUPKI adalah Radjiman Wedyodiningrat, Wakil ketua
BPUPKI adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P.
Soeroso.
BPUPKI mengadakan 2 sidang: Sidang pertama (29 Mei- 1 Juni 1945) mengenai
rumusan-rumusan pancasila, tentang dasar negara Indonesia, yang menghasilkan
Pancasila, sidang ini juga dibentuk Panitia Sembilan. Sidang kedua (10 Juli- 16 Juli
1945), menghasilkan *pernyataan Indonesia merdeka *pembukaan UUD * UUD
(batang tubuh).
 PPKI
 Pembentukan Panitia Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan di Jepang. Untuk menindaklanjuti hasil kerja
dari BPUPKI, maka jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Lembaga tersebut dalam bahasa Jepang disebut dengan Dokuritsi Junbi Inkai. Anggota
PPKI terdiri dari 21 orang untuk seluruh masyarakat Indonesia, 12 orang wakil dari jawa,
3 wakil dari sumatera, 2 orang wakil sulawesi, dan seorang wakil Sunda Kecil, Maluku
serta penduduk cina. Tanggal 18 Agustus 1945, ketua PPKI menambah 6 anggota lagi
sehingga anggota PPKI berjumlah 27 orang.
 Pada tanggal 29 Mei 1945, Point-point ide pancasila Mr. Muhammad Yamin dalam
pidato singkatnya mengemukakan lima asas yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan Persatuan Indonesia.
3. Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
3. Apa yang dimaksud Pancasila sebagai pandangan hidup dan praktiknya. Berikan
contohmya
Jawab:
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia adalah kristalisasi pengalaman-
pengalaman hidup dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang telah membentuk
sikap, watak, perilaku, tata nilai, moral, etika yang melahirkan pandangan hidup. Pancasila
sebagai pandangan hidup (way of life) merupakan petunjuk arah semua kegiatan atau
aktivitas hidup dan kehidupan di segala bidang.
Praktiknya:
1. Sebagai pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam bertingkah laku dan menjalankan
aktifitas sehari-harinya.

2. Sebagai petunjuk untuk bangsa Indonesia dalam menyelesaikan persoalan politik, sosial
budaya, ekonomi, hukum dan persoalan lainnya.

3. Sebagai konsep dasar kehidupan yang dicita-citakan serta dasar pikiran terdalam dan
gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik.

4. Sebagai sumber semangat dalam mendorong individu dan kelompok untuk berusaha
mewujudkan nilai-nilai yang terkadung di dalam Pancasila.

5. Membangun diri bangsa Indonesia sesuai dengan kepribadian yang berkarakter atau ciri
khas dari bangsa Indonesia.

6. Sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri atas keragaman suku, budaya, adat
istiadat, bahasa, warna kulit, dan agama. Membingkai perbedaan di dalam Bhineka
Tunggal Ika.

7. Sebagai petunjuk untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.


4. Jelaskan : a. Definis Ideologi
b. Makna ideologi Pancasila dalam hidup berbangsa

Jawab:

a. Idelogi
Karl Marx mengartikan Ideologi sebagai pandangan hidup yang dikembangkan
berdasarkan kepentingan golongan atau kelas sosial tertentu dalam bidang politik
atau sosial ekonomi. Gunawan Setiardjo mengemukakan bahwa ideologi adalah
seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman
dan cita-cita hidup.
b. Secara umum makna ideologi pancasila adalah sebagai berikut:
1. Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila menjadi cita-cita bersifat
normatif dalam penyelenggaraan negara.
2. Nilai-nilai yang tercantum dalam pancasila merupakan nilai yang telah
disepakati bersama sehingga dapat menjadi salah satu pemersatu
masyarakat dan bangsa Indonesia

Makna ideologi pancasila dijadikan suatu dasar negara memiliki tujuan bahwa
segala seuatu dalam bidang pemerintahan maupun semua yang berhubungan
dengan kenegaraan harus didasari dengan titik tolaknya, dibatasi gerakan
pelaksanaanya dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan
menggunakan Pancasila.
5. Definisi etika Pancasila dan sebutkan etika-etika utama dari nilai Pancasila
Jawab :
Definisi Etika Pancasila
Etika Pancasila adalah etika yang mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai
Pancasila, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan
nilai keadilan. Suatu perbuatan dikatakan baik bukan hanya apabila tidak bertentanan
dengan nilai-nilai Pancasila tersebut. Nilai-nilai Pancasila, meskipun merupakan
kristalisasi nilai yang hidup dalam realitas sosial, keagamaan, maupun adat kebudayaan
bangsa Indonesia, namun sebenarnya juga nilai-nilai yang bersifat universal dapat diterima
oleh siapa pun dan kapan pun. Etika Pancasila berbicara tentang nilai-nilai yang sangat
mendasar dalam kehidupan manusia.

Etika-Etika Utama Nilai Pancasila