Anda di halaman 1dari 26

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pemeriksaan sediaan (specimen) yang di ambil atau di keluarkan dari tubuh


Pengertian pasien untuk menunjang diagnose atau diagnosaa banding penyakit pasien.

1. Sebagai acuan untuk proses pemeriksaan laboratorium di UPTD


Puskesmas Situraja
Tujuan
2. Meningkatkan efektifitas efisiensi daan kualitas pemeriksaan
laboratorium di UPTD Puskesmasa Situraja

1. Pemeriksaan di lakukan oleh petugas laboratorium.


Kebijakan 2. Perda pemerintah Kabupaten Sumedang No.8 Tahun 2006 tentang bebas
biaya pelayanan dasar di Puskesmas Kabupaten Sumedang

Referensi

1. Petugas Menerangkan tata cara pemeriksaan laboratorium pada


pasien
2. Petugas memberikan informed Consent secara lisan pada pasien
(Bila pasien menolak pasien kembali lagi ke bagian yang merujuk).
3. Petugas mengambil specimen dari tubuh pasien yaitu darah,urine
atau faeces sesuai dengan jenis pemeriksaan yang di minta.
4. Petugas melakukan pemeriksaan sesuai dengan langkah pemeriksaan
Langkah-langkah laboratorium yang dminta.
5. Petugas membaca hasil pemeriksaan
6. Hasil pemeriksaan laboratorium ditulis dalam blangko pemeriksaan
laboratorium dan dicatat dalam buku register hasil pemeriksaan
laboratorium harian.
7. Blangko hasil pemeriksaan diserahkan kepada pasien
8. Data pasien dicatat dalam buku register pasien laboratorium dan
register jenis pemeriksaan laboratorium.
PENERANGAN INFORMASI CONSENT
PEMERIKSAAN

PENGAMBILAN SPESIMEN

PEMERIKSAAN LAB
Bagan alir
PEMBACAAN HASIL

PENCATATAN HASIL

PENCATATAN PENYERAHAN HASIL

Hal-hal yang
perlu diperhatikan
Unit terkait BPU,BPG,KIA,POND

Dokumen terkait Rekam medis, format hasil pemeriksaan laboratorium


Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Diberlakukan
Rekaman historis 1 No Dokumen /UKP/PKM-STRJ/I/2019 07 Januari 2019
perubahan
PEMERIKSAAN GULA DARAH
(ACCUCHECK)

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pemeriksaan gula darah adalah pemeriksaan laboratorium dengan bahan


Pengertian
pemeriksaan berupa darah yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula dalam
darah

Sebagai acuan melaksanakan pemeriksaan gula darah di UPTD Puskesmas


Tujuan
Situraja

SK Kepala Puskesmas Nomor : 440/ /PKM-STRJ/I/2019 tentang jenis-jenis


Kebijakan
pemeriksaan laboratorium

Referensi

1. Petugas menyalakan alat accucheck


2. Petugas memasukan strip pemeriksaan pada alat accucheck pada
tempatnya dengan benar dan tunggu muncul sampai muncul tanda di
layar untuk meneteskan sampel darah pada strip
3. Petugas menusuk jari pasien dengan blood lancet
Langkah-langkah 4. Teteskan setetes darah pada strip pemeriksaan
5. Tunggu beberapa saat sampai alat membaca hasil dan menampilkannya
di layar accucheck
6. Petugas menyabut strip pemeriksaan dan bersihkan alat dengan kapas
alcohol
7. Petugas mencatat hasil pada blangko pemeriksaan laboratorium
Petugas menyalakan
Masukan strip pemeriksaan gula darah
accucheck

Tusuk jari paasien dengan blood lancet

Bagan alir Teteskan darah pada strip

Tunggu sampai hasil pemeriksaan


tertera di layar alat acucheck

Catat hasil
Cabut strip pemeriksaan
pemeriksaan

Hal-hal yang
perlu diperhatikan

Unit terkait BP Umum, KIA, BP Gigi, PONED

1. Buku pedoman pemeriksaan laboratorium


Dokumen terkait
2. Blangko pemeriksaan laboratorium

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Diberlakukan
Rekaman historis
1 No Dokumen /UKP/PKM-STRJ/I/2019
perubahan 07 Januari 2019

2 Kebijakan SK Kepala Puskesmas


Nomor : 440/ /PKM-
02 Januari 2019
STRJ/I/2109
PROSEDUR PEMERIKSAAN
ASAM URAT DARAH
(ACCUCHECK)
No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pemeriksaan untuk menilai kadar trigliserida dalam darah menggunakan alat


Pengertian
pemeriksaan sampel darah portable (Accucheck).
1. Sebagai acuan untuk proses pemeriksaan laboratorium Asam urat
darah di Puskesmas Situraja.
Tujuan
2. Menunjang diagnose atau diagnose banding penyakit.
3. Menilai kemajuan dan hasil pengobatan pada pasien
hiperkolesterolemia.
1. Pemeriksaan di lakukan oleh petugas laboratorium berpendidikan D3
Analis Kesehatan.
2. Perda Pemerintah Kabupaten Sumedang No.8 tahun 2006 tentang
Kebijakan bebas biaya pelayanan dasar di Puskesmas Kabupaten Sumedang.
3. Jam pelayanan pasien di Puskesmas :
 Hari Senin s/d Kamis jam 07.30 –13.00 WIB
 Hari Jum’at s/d Sabtu jam 07.30 – 11.00 WIB

Petugas Analis Kesehatan


1. Accucheck beserta strip pemeriksaan.
Peralatan 2. Blood lancet
3. Kapas alcohol 70 %
Asam urat dalam darah akan terdeteksi oleh reagen yang terdapat pada strip
Prinsip pemeriksaan sehingga nilainya dapat diukur dan di tampilkan oleh alat
accucheck.
1. Nyalakan Alat accucheck
2. Masukan strip pemeriksaan pada alat accucheck pada tempatnya
dengan benar dan tunggu sampai muncul tanda di layar untuk
meneteskan sampai darah pada strip.
3. Tusuk jari pasien dengan blood lancet
4. Teteskan setetes darah pada strip pemeriksaan
Prosedur
5. Tunggu beberapa saat sampai alat membaca hasil dan
menampilkannya di layar accucheck
6. Catat hasil pemeriksaan.
7. Cabut strip pemeriksaan dan bersihkan alat dengan kapas alcohol.
8. Catat hasil pada blangko pemeriksaan laboratorium.
Petugas Masukan strip pemeriksaan Asam
menyalakan Urat
accucheck

Tusuk jari paasien dengan blood


lancet

Bagan Alir Teteskan darah pada strip

Tunggu sampai hasil pemeriksaan


tertera di layar alat acucheck

Catat hasil
Cabut strip pemeriksaan
pemeriksaan

Hal-hal yang
perlu di
perhatikan
BP Umum
Unit Terkait
Dokumen
Terklait
1. Buku Pedoman pemeriksaan Laboratorium
Dokumen terkait 2. Blangko Pemeriksaan Laboratorium

Rekaman
No Yang Dirubah Isi Perubahan Tgl mulai di berlakukan
historis 1 No Dokumen /UKP/PKM-STRJ/I/2019 07 Januari 2019
perubahan
PROSEDUR PEMERIKSAAN
KOLESTEROL DARAH
(ACCUCHECK)
No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pemeriksaan untuk menilai kadar kolesterol dalam darah menggunakan alat


Pengertian
pemeriksaan sampel darah portable (accucheck).
1. Sebagai acuan untukm proses pemeriksaan laboratorium kolesterol
Darah di Puskesmas Situraja.
Tujuan
2. Menunjang diagnose atau diagnose banding penyakit
3. Menilai kemajuan dan hasil pengobatan pada pasien
hiperkolesterolemia.
1. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Laboratorium berpendidikan D3
Analis Kesehatan.
2. Perda Pemerintah Kabupaten Sumedang No.8 Tahun 2006 Tentang
Kebijakan bebas biaya pelayanan dasar di Puskesmas Kabupaten Sumedang.
3. Jam pelayanan pasien di Puskesmas :
 Hari Senin s/d Kamis jam 07.30 – 13.00 WIB
 Hari jum’at s/d Sabtu jam 07.30 – 11.00 WIB

Petugas Analis Kesehatan


1. Accucheck beserta strip pemeriksaan
Peralatan 2. Blood Lancet
3. Kapas alcohol 70 %
Kolesterol dalam darah akan terdeteksi oleh reagen yang terdapat pada strip
Prinsip pemeriksaan sehingga nilainya dapat diukur dan ditampilkan oleh alat
accucheck.
Untuk pemeriksaan kolesterol darah pasien berpuasa minimal 8 – 12 jam tidak
Persiapan pasien
makan minum atau merokok sebelum pemeriksaan.
1. Nyalaka alat accuchcek
2. Masukan strip pemeriksaan pada alat accuchcek pada pada tempatnya
dengan benar dan tunggu sampai darah pada strip
3. Tusuk jari pasien dengan blood lancet
4. Teteskan setetes darah pada strip pemeriksaan
Prosedur 5. Tunggu beberapa saat samapi alat membaca hasil dan
menampilkannya dilayar accuchcek
6. Catat hasil pemeriksaan
7. Cabut strip pemeriksaan dan bersihkan alat dengan kapas alcohol
8. Catat hasil pada blangko pemeriksaan laboratorium
Petugas menyalakan
accucheck Masukan strip pemeriksaan Kholesterol

Tusuk jari paasien dengan blood lancet

Bagai Alur Teteskan darah pada strip

Tunggu sampai hasil pemeriksaan


tertera di layar alat acucheck

Catat hasil
Cabut strip pemeriksaan
pemeriksaan

Hal-hal yang perlu di


perhatikan

Unit Terkait
1. Buku Pedoman Pemeriksaan Laboratorium
Dokumen Terkait
2. Blangko pemeriksaan Laboratorium

No Yang Di rubah Isi Perubahan Tanggal mulai di


berlakukan
Rekaman historis 1 No Dokumen /UKP/KM-STRJ/I/2019 07 Januari 2019
perubahan
PEMBUATAN BAKTERI
TAHAN ASAM ( BTA )
No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 3
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

BTA ( + ) : dinding sel bakteri mengandung lemak tebal sehingga bakteri


dapat menyerap zat warna utama utama (Carbol Fudisial ) tidak dapat
Pengertian dlunturkan oleh zat yang bersifat keras ( asam alcohol), bakteri tidak
menyerap pewarna Methylene Blue sehingga bakteri berwarna merah.

Tujuan Menentukan adanya bakteri tahan asam dalam sempel

Metode Pewarnaan Ziehl Neelsen


1. PERSIAPAN ALAT
 Objek gelas
 Mickroscope
 Pinset
 Ose
 Tusuk gigi
 Lidi steril
 Pinset atau penjepit lainnya
 Rak pengecatan
 Pembakaran spirtus
 Tiner
Uraian prosedur  Minyak imersi

2. SAMPEL DARAH
 Jenis : Sputum
 Jumlah 1 – 2 ml
 Stabilitas : Temperatur < 2 jam

3. REAGEN :
 Ziehl-Neelsen A ( Carbol Fuchsin )
 Ziehl-Neelsen B ( Asam Alkohol )
 Ziehl-Neelsen C ( Methylene Bleu )
a. Pembuatan Peparat

1. Pilih kaca sedian yang baru dan bersih, pastikan nomor tiap
sediaan sesuai nomor pada wadah dahak.
Tulis pada ujung kaca sediaan.
2. Gunakan lidi untuk mengambil dahak pilih yang putulen / kental
kuning kehijauan. Ratakan buat pola melingkar kecil – kecil
berbentuk opal, dengan lebar 1 – 2 cm panjang 2 – 3 cm sampai
kering pada suhu kamar.
3. Lewatkan sediaan diatas api 2 -3 kali.

b. Pewarnaan :

Langkah-langkah
1. Genangi seluruh permukaan sediaan dengan larutan carbol
fuchin, panaskan sampai timbul uap jangan didihkan, biarkan 5
menit.
2. Cuci dengan air mengalir dan miringkan tiap preparat dengan
pinset untuk mengalirkan air yang berlebih.
3. Genangi sedian dengan larutan asa, alcohol dan biarkan 3 menit,
ulangi beberapa kali samapai sediaan bersih.
4. Genangi dengan methylene blue diamkan 30 detik.
5. Cuci dengan air mengalir dan miringkan.
6. Biarkan kering di udara
7. Amati dengan mickroscope ( pembesaran objektif 100 kali
dengan minyak imersi ).

Siapkan Alat Buat prepparat

Lakukan Pewarnaan
Bagan Alir

Catat hasil
pemeriksaan

Interpretasi hasil Bakteri tahan asam ( + ) : Berwarna Merah


Bakteri tahan asam ( - ) : Berwarna biru

Tidak Di temukaan BTA dalam 100 lapang pandang


Pelaporan hasil 1. 1 – 9 BTA / 100 LPB Scanty : Tulis jumlah bakteri yang di jumpai
yang dilihat 2. 10 – 99 BTA / 100 LBP (1+) = +
3. Ditemukan 1 – 10 BTA / 1 LBP = (2+) = ++
4. Ditemukan lebih dari 10 BTA / 1 LBP = (3+) = +++
Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
Unit Terkait

Dokumen Terkait

Rekaman Historis
Perubahan
No Yang Di rubah Isi Perubahan Tanggal mulai di
berlakukan
1 No Dokumen /UKP/KM-STRJ/I/2019 07 Januari 2019
PEMERIKSAAN REDUKSI
URINE
No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen
No.
:1
Revisi
SOP
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Glukosa dapat mereduksi ion cupri dalam larutan alcohol sehingga terjadi
Pengertian perubahan warna

Tujuan Menentukan adanya glukosa dalam urine secara semi kuantitatif

Semi kuantitatif adanya perubahan warna ( benedict )


Metode
Pasien dilarang minum obat – obatan seperti Vit C Dosis tinggi,selisilat
Persiapan pasien berlebih yang akan memberikan hasil positif palsu.

a. PERSIAPAN ALAT :
 Pippet
 Pemanas air atau lampu spirtus
 Penjeput tabung
 Reagen benedict
 Tabung Reaksi
Uraian prosedur

b. SAMPEL DARAH :
 Urine pagi, sewaktu
 Jumlah : 1 ml urine

a. Masukan 5 ml atau 2.5 ml reagen benedict kedalam tabung reaksi.


b. Teteskan 8 tetes urine (untuk 5 ml) atau 4 tetes (untuk 9.5 ml reagen)
c. Didihkan selama 5 menit atau panaskan perlahan di atas api -+ 2 menit
Langkah-langkah juga sampai mendidih.
d. Angkat dan kocok isi tabung
e. Eace gasil reduksinya (warna)

Negatif ( - ) = Larutan tetap biru jernih atau sedikit kehijauan


Positif ( + ) / 1 + = Hijau kekuningan dan keruh
Positif ( ++ ) / 2 + = Kuning keruh
Pelaporan Positif ( +++ ) / 3 + = Jingga atau warna lumpur keruh
Positif ( ++++ ) / 4 + = Merah keruh
Bagan Alir

Hal-Hal yang
perlu di
perhatikan
Unit Terkait

Dokumen Terkait

No Yang di rubah Isi perubahan Tanggal mulai di


berlakukan
Rekaman historis
1 No Dokumen /UKP/PKM-STRJ/I/2019 07 Januari 2019
perubahan
PEMERIKSAAN REDUKSI
URINE

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pengertian Terjadi endapan protein dalam urine secara semi kuantitatif

Tujuan Menentukan adanya protein dalam urine secara semi kuantitatif

Metode Kekeruhan

1. PERSIAPAN ALAT
 Pipet
 Asam sulfosasisalat 20 %
 Kertas karbon
 Tabung reaksi dan rak
Uraian prosedur
2. SAMPEL DARAH
 Urine pagi dan sewaktu
 Volume 5 ml urine

a. Dua tabung reaksi ( A + B ) masing – masing di isi dengan 2 ml urine


b. Tabung A di tambahkan 8 tetes larutan asam sulfosalisilaty 20 % kemudian
Langkah-langkah goyang perlahan.
c. Kekeruhan di lihat dengan latar belakang gelap ( missal : kertas karbon )
d. Bandingkan isi tabung A dan B

Negatif (-) = Tidak ada kekeruhan


Positif (+) /1+ = Ada kekeruhan ringan tanpa butir - butir
Positif (++) /2 + = Kekeruhan mudah dilihat tampak butir - butir
Positif (+++) / 3+ = Urine jelas keruh butiran berkeping – keeping
Pelaporan Positif (++++) / 4+ = Urine sangat keruh,berkeping – keeping besar atau
bergumpal – gumpal atau memadat.
Dokumen terkait

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Diberlakukan
Rekaman historis
perubahan
Nomor dokumen /UKP/PKM/STRJ 07 Januari 2019
PROSEDUR PEMERIKSAAN
TES KEHAMILAN (PP TEST)

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pemeriksaan kuantitatif untuk menentukan ada tidaknya kehamilan pada seorang


Pengertian wanita secara kuantitatif dengan specimen urine pasien.

1. Sebagai acuan untuk proses pemeriksaan test kehamilan di UPTD


Puskesmas Situraja .
Tujuan 2. Menunjang diagnosa atau diagnosa banding kehamilan.
3. Menilai ada tidanya proses kehamilan pada seorang wanita usia subur.

1. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas laboratorium berpendidikan D3


Analis Kesehatan.
2. Perda pemerintah kabupaten sumedang No.8 tahun 2006 Tentang bebas
biaya pelayanan dasar di Puskesmas Kabupaten Sumedang
Kebijakan
3. Jam pelayanan pasien di Puskesmas :
 Hari Senin s/d kamis jam 07.30 – 13.00 WIB
 Hari Jum’at s/d Sabtu jam 07.30 – 11. 00 WIB

Petugas Analis Kesehatan


1. Strip tes kehamilan
Peralatan 2. Botol sampel bermulut lebar

Hormon kehamilan β-HCG ( Human Chorionic Gonadotropin ) yang terdapat pada


Prinsip urine wanita hamil akan terdeteksi oleh reagen yang terdapat pada strip tes
kehamilan.
1. Siapkan strip pemeriksaan kehamilan
2. Pasien mengambil sampel urine ± sebanyak 50 ml yang di tempatkan dalam
botol sampel bermulut lebar.
3. Celupkan strip pemeriksaan sampai ± setengah strip terendam dalam urine.
4. Tunggu beberapa saat.
5. Hasil di baca dengan melihat jumlah garis yang terbentuk pada strip
pemeriksaan :
 Bila tedapat 2 garis berbentuk artinya hasil ( + ) positif ( pasien
Prosedur kemungkinan hamil )
 Bila terdapat hanya 1 garis berbentuk artinya hasil ( - ) negative (pasien
tidak hamil )
Catatan :
Untuk semua hasil pemeriksaan ( + ) atau ( - ) perlu dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut untuk memastikan ada tidaknya kehamilan
6. Catat hasil pada blangko pemeriksaan laboratorium
Dokumen terkait

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Rekaman historis Diberlakukan
perubahan
07 Januari 2019
PEMERIKSAAN GOLONGAN
DARAH

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Pengertian Adanya Aglutinasi sel darah merah dengan anti sera tertentu
Tujuan Untuk mengetahui golongan darah seseorang (system ABO)

Metode Aglutinasi
Uraian prosedur A. PERSIAPA ALAT
 Objek gelas
 Kapas alcohol
 Anti sera set terdiri dari :
Serum anti A
Serum anti B
Serum anti AB
Anti RH factor
 Kartu golongan darah
 Tusuk gigi

B. SAMPEL
 Darah Vena / kapiler (Whole blood)
 Darah EDTA
Langkah-langkah a. Taruh pada sedian kaca objek :
1. Tetesi serum anti A, anti B, anti AB, Resus factor
2. Teteskan 1 Tetes darah pada objek gelas atau kartu golongan darah
pada objek gelas atau kartu golongan darah, campur dengan
menggunakan tusuk lidi.
3. Goyang kaca objek secara melingkar selama 1 – 2 menit
4. Lihat bagaimana yang aglutinasi.
Pelaporan
Golongan Serum Anti
Serum Anti A Serum Anti B
darah AB
Golongan Positif Negative Positif
darah A Aglutinasi Aglutinasi Aglutinasi
Golongan Negative Positif Positif
darah B Aglutinasi Aglutinasi Aglutinasi
Golongan Negative Negative Negative
darah O Aglutinasi Aglutinasi Aglutinasi
Golongan Positif Positif Positif
darah AB Aglutinasi Aglutinasi Aglutinasi
Dokumen terkait

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Rekaman historis Diberlakukan
perubahan

07 Januari 2019
PEMERIKSAAN REDUKSI URINE

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Glukosa dapat mereduksi ion cupri dalam larutan alcohol sehingga terjadi
Pengertian perubahan warna

Tujuan Menentukan adanya glukosa dalam urine secara semi kuantitatif

Semi kuantitatif adanya perubahan warna ( benedict )


Metode
Pasien dilarang minum obat – obatan seperti Vit C Dosis tinggi,selisilat berlebih
Persiapan pasien yang akan memberikan hasil positif palsu.

c. PERSIAPAN ALAT :
 Pippet
 Pemanas air atau lampu spirtus
 Penjeput tabung
 Reagen benedict
Uraian prosedur  Tabung Reaksi

d. SAMPEL DARAH :
 Urine pagi, sewaktu
 Jumlah : 1 ml urine

f. Masukan 5 ml atau 2.5 ml reagen benedict kedalam tabung reaksi.


g. Teteskan 8 tetes urine (untuk 5 ml) atau 4 tetes (untuk 9.5 ml reagen)
Langkah-langkah h. Didihkan selama 5 menit atau panaskan perlahan di atas api -+ 2 menit juga
sampai mendidih.
i. Angkat dan kocok isi tabung
j. Eace gasil reduksinya (warna)

Negatif ( - ) = Larutan tetap biru jernih atau sedikit kehijauan


Positif ( + ) / 1 + = Hijau kekuningan dan keruh
Pelporan Positif ( ++ ) / 2 + = Kuning keruh
Positif ( +++ ) / 3 + = Jingga atau warna lumpur keruh
Positif ( ++++ ) / 4 + = Merah keruh
Dokumen terkait

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Rekaman historis Diberlakukan
perubahan

07 Januari 2019
PEMERIKSAAN
HEMAGLOBIN (HB)

No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Hemaglobin darah di ubah menjadi Asam Hematin dengan pertolongan larutan


HCL, Kadar Asam Hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang
Pengertian
terjadi dengan warna yang standar.

Menetapkan Kadar Hemaglobin dalam darah


Tujuan
Cara Sahli
Metode
Uraian prosedur 1. PERSIAPAN ALAT
 HEMOGLOBINOMETER/HEMOMETER
 Tabung Sahli
 Larutan Hcl
 Aquades
 Tissu
 Mikropipet 20 ml
 Sarung Tangan

2. SAMPEL DARAH
 Darah Vena / kapiler (Whole blood)
 Darah EDTA
 Jumlah 20 ml

Langkah-langkah
a. Tabung Hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2
b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pippet sahli sampai tepat pada tanda
20 ul
c. Hapus kelebihan darah dengan tissue
d. Masukan darah kedalam larutan HCL tadi, bilas 3x,jangan sampai
bergelembung,aduk rata dengan batang pengaduk
e. Tunggu 5 Menit untuk pembentukaan asam hematin
f. Baca larutan dengan membandingkan larutan standar di baca adalah
permukaan terendah larutan.

Laki – laki = 14-18 gram / dl


Nila inormal Wanita = 12-16 gram / dl
Dokumen terkait

Tgl. Mulai
No Yang dirubah Isi perubahan
Diberlakukan
Rekaman historis
perubahan
07 Januari 2019

PEMERIKSAAN
HEMAGLOBIN (HB)
No.
: /UKP/PKM-STRJ/I/2019
Dokumen

No.
:0
SOP Revisi
Tanggal
: 07 Januari 2019
Terbit
Halaman : 1 dari 2
UPTD PUSKESMAS Dr .Hj.R. Deti Rahmawati,MHKes
SITURAJA NIP. 19651231 200212 2 010

Urine diputar dalam waktu 5 menit dengan kecepatan 2000 rpm, kemudian di
Pengertian ambil endapannya dan di periksa dibawah mickroscope.

Untuk mengetahui adanya keaianan ginjal dan saluran kemih,serta berat ringannya
Tujuan penyakit.

Mikroskopis
Metode
1. PERSIAPAN ALAT
 Tabung kaca Centripuge
 Objek gelas
 Mickroscope
 Kaca penutup dek gelas
 Centripuge
Uraian prosedur
2. SAMPEL URINE
 Urine pagi,sewaktu stabilitas 2 jam
 Jumlah 15 ml
 Stabilitas 2 jam pada temperature kamar

Langkah-langkah A. Ambil urine 10 - 12 ml,masukkan tabung urinecentripuge 2000rpm


selama 5 menit
B. Buang urine dengan satu gerakan sehingga didapat kira-kira 1 ml
sedimen.
C. Kocok teteskan objek pada objek gelas tutup dengan kaca penutup, kaca
dibawah mickroscope.
D. Baca dan hitung jumlah rata – rarta unsure sedimen salam minimal 10
lapang pandang.

Baca jumlah rata – rata leukosit, eritrosit per lapang pandang besar (LPB).

Untuk Unsure lain – lain di laporkan per lapang pandang kecil (LPK) dengan :
1. ( + ) : Jumlah sedikit
Pelaporan hasil
2. ( ++ ) : Jumlah banyak
3. (+++) : Jumlah banyak sekali

Dokumen terkait
Tgl. Mulai
Rekaman historis No Yang dirubah Isi perubahan
Diberlakukan
perubahan

07 Januari 2019

PEMERIKSAAN PROTEIN URINE


No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
UPTD PUSKESMAS
SITURAJA Halaman :

Dr .Hj.R. DetiRahmawati, MHKes


PUSKESMAS SITURAJA
NIP. 19651231 200212 2 010

1. PENGERTIAN Terjadinya perubahan warna pada stik coumbourtest setelah


dicelupkan pada urine
2. TUJUAN Menentukan adanya protein dalam urine secara metode carik celup
3. METODE Coumbourtest/carik celup

4. URAIAN 1. PERSIAPAN ALAT :


PROSEDUR - Pot urine
- Stik comburtest reduksi

2. SAMPEL :
- Urine pagi dan sewaktu
- Volume 5 ml urine
5. LANGKAH KERJA a. Pertama tama kasih lebel pada pot urine komplit data diri pasien
b. Masukan urine pada pot urine kurang lebih 5 ml
c. Celupkan comburtest reduksi pada urine
d. Angkat stik coumburtest kemudian bandingkan pada parameter
coumburtest

6. PELAPORAN Negatif (-) = Tidak ada perubahan warna


Positif (+) / 1 + = Warna hijau agak tua
Positif (++) 2 + = hijau
Positif (+++) 3 + = hijau tua

PEMERIKSAAN PROTEIN URINE


No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit :
UPTD PUSKESMAS
SITURAJA Halaman :

Dr .Hj.R. DetiRahmawati, MHKes


PUSKESMAS SITURAJA
NIP. 19651231 200212 2 010
1. PENGERTIAN Terjadinya perubahan warna pada stik coumbourtest setelah
dicelupkan pada urine
2. TUJUAN Menentukan adanya protein dalam urine secara metode carik celup
3. METODE Coumbourtest/carik celup

4. URAIAN 1. PERSIAPAN ALAT :


PROSEDUR - Pot urine
- Stik comburtest reduksi

2. SAMPEL :
- Urine pagi dan sewaktu
- Volume 5 ml urine
5. LANGKAH KERJA a. Pertama tama kasih lebel pada pot urine komplit data diri pasien
b. Masukan urine pada pot urine kurang lebih 5 ml
c. Celupkan comburtest reduksi pada urine
d. Angkat stik coumburtest kemudian bandingkan pada parameter
coumburtest

6. PELAPORAN Negatif (-) = Tidak ada perubahan warna


Positif (+) / 1 + = Warna hijau agak tua
Positif (++) 2 + = hijau
Positif (+++) 3 + = hijau tua