Anda di halaman 1dari 14

RMK

RPS 11: Cara Menyeleksi Strategi Entry Pasar yang Sesuai Dengan
Perusahaan
Pengampu : Dra. Ni Ketut Purnawati, M.S.

KELOMPOK 7

I Putu Dharma Sadhana (1607522095)


I Komang Dedi Sanjaya (1607522197)
I Putu Agus Ari Sanjaya (1607522100)

PROGRAM MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
BAB I
PENDAHULUAN

Pada era globalisasi saat ini, persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat.
Segala hal dilakukan dalam persaingan tersebut oleh berbagai perusahaan untuk
merebut pasar target. Hal ini sebagai dampak dari pemasaran global yang
dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memperluas target penjualan,
memperbanyak konsumen, serta meningkatkan profit perusahaan. Dalam hal ini,
pemasaran global sebagai proses memfokuskan sumber daya dan tujuan-tujuan
dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman
pasar global. Dan dalam melakukan pemasaran global tentunya ada strategi
tersendiri yang harus di terapkan dan di lakukan perusahaan. Baik dari segi
faktor-faktor pertimbangan utama dalam melakukan pemasaran global hingga
mode of entry yang akan di gunakan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor
utama dalam pelaksanaan pemasaran global, maka perusahaan akan mampu
menentukan mode of entry yang akan di gunakan dalam upaya membidik
persaingan global yang sangat ketat. Banyaknya hal yang harus di pertimbangkan
dalam melakukan pemasaran global membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam
meaksanakan strateginya agar berhasil dalam pelaksanaannya.
Dikarenakan entry mode sangat penting terhadap bisnis internasional, maka akan
di bahas topik:
1. Keputusan entry mode
2. Mode Entry yang digunakan
3. Faktor strategis dalam memilih Mode Entry
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keputusan Entry Dasar


1. Waktu Masuk/Entry
Timing of entry atau waktu masuk adalah kegiatan awal ketika bisnis
internasional memasuki pasar asing sebelum perusahaan asing lainnya dan
terlambat ketika memasuki bisnis internasional setelah bisnis lainnya menetapkan
diri.
 Keuntungan dari waktu masuk/entry
a. Keunggulan penggerak pertama (first mover advantages) adalah
kemampuan untuk mendahului rival dan menangkap permintaan
dengan membentuk nama merk yang kuat.
b. Keunggulan kedua adalah kemampuan untuk membangun volume
penjualan di Negara itu dan menurunkan kurva pengalaman lebih
dulu daripada pesaingnya, memberikan peserta awal keuntungan
biaya daripada perusahaan yang masuk ke bisnis lebih akhir.
c. Keuntungan ketiga adalah kemampuan pendatang awal untuk
menciptakan biaya pergantian yang mengikat pelanggan ke produk
atau jasa mereka.
 Kerugian dari waktu masuk/entry
a. Kerugian penggerak pertama (first mover disadvantages) adalah
entry awal memungkinkan memerlukan biaya perintisan atau
pioneering cost, biaya yang harus ditanggung perusahaan yang
dapat dihindari oleh perusahaan yang masuk sesudahnya.
2. Skala Masuk dan Komitmen Strategis
Tidak semua perusahaan yang memiliki sumber daya yang diperlukan
untuk masuk pada skala besar dan bahkan beberapa perusahaan besar lebih
memilih untuk memasuki pasar asing dalam skala kecil dan membangun secara
perlahan seiring mereka menjadi lebih memahami pasar.Konsekuensi masuknya
pada skala signifikan atau masuk dengan cepat terkait dengan nilai yang
dihasilkan dari komitmen strategis.

2.2. Mode Entry


Setelah perusahaan memutuskan untuk memasuki pasar asing, pertanyaan
yang muncul adalah mode terbaik untuk masuk. Perusahaan dapat menggunakan
tujuh mode berbeda untuk memasuki pasar asing: ekspor, turnkey project, lisensi,
francise, ventura bersama dengan perusahaan Negara tuan rumah, atau mendirikan
anak perusahaan yang baru yang dimiliki secara penuh di Negara tuan rumah.
Setiap mode entry memiliki kelebihan dan kekurangan.

2.2.1. Lisensi
Lisensi merupakan mode entry kontraktual dimana perusahaan yang
memiliki property yang intangible(licensor) hibahkan ke perusahaan lain
(licensee) hak untuk menggunakan property tersebut untuk periode waktu tertentu.
Licensor biasanya menerima pembayaran royalty berdasarkan pada persentase
pendapatan licensee yang dihasilkan oleh property yang dilisensikan. Biasanya,
property intangible yang dilisensikan berupa paten, hak cipta, formula dan desain
khusus, nama merk, dan trademarks. Contoh; Hitachi melisensi teknologi yang
digunakan untuk mendaur ulang plastik dari Duales System Deustchland.
Lisensi eksklusif memberikan perusahaan hak khusus untuk memproduksi
dan memasarkan properti, atau produk yang dibuat oleh properti tersebut, di
daerah geografi tertentu.Sedangkan lisensi nonekslusif memberikan hak untuk
menggunakan properti tapi tidak memberikan akses ke pasar.
Cross licensing terjadi ketika perusahaan menggunakan perjanjian lisensi
untuk bertukar aset intangible dengan yang lainnya. Contoh; Fujitsu
menandatangin perjanjian cross licensinglima tahun dengan Texas Instruments.
Perjanjian ini memperkenankan setiap perusahaan untuk menggunakan teknologi
satu sama lainnya dalam memproduksi barangnya sendiri – jadi mengurangi biaya
penelitian dan pengembangan.
Kelebihan Kekurangan
Licensor bisa menggunakan lisensi Lisensi bisa menghalangi aktivitas
untuk mendanai ekspansi internasional masa depan licensor
mereka.
Lisensi bisa menjadi metode ekspnasi Lisensi bisa mengurangi konsistensi
internasional yang lebih aman bagi kualitas dan pemasaran global dari
lisensor produk licensor di pasar negara yang
berbeda
Lisensi bisa membantu mengurangi Lisensi bisa sama dengan lending
kemungkinan produk lisensor akan property perusahaan secara strategis
muncul di pasar gelap penting bagi pesaing masa depan
Lisensi bisa menguntungkan dengan
menggunakan lisensi sebagai metode
untuk mengupgrade teknologi produk
yang ada
Tabel 1. Kelebihan & Kekurangan dari Lisensi

2.2.2. Franchise (Waralaba)


Franchise merupakan mode entry kontraktual yang dimana perosahaan
(franchiser) menyediakan perusahaan lain (franchisee) dengan properti
intangibledan dukungan lain untuk periode yang diperpanjang. Franchiser
biasanya menerima kompensasi sebagai tarif rata, pembayaran royalty, atau
keduanya.Franchise paling populer adalah yang brandnya paling populer seperti
Mercedes, McDonalds, dan Starbucks.
Franchising berbeda dari lisensi. Pertama, franchise memberikan
perusahaan kendali lebih.besar pada penjualan dari produknya di target pasar.
Kedua, walaupun lisensi cukup umum di industri manufaktur, franchise
digunakan di industri jasa seperti otomotif, entertainment, lodging, restoran, dan
layanan bisnis. Ketiga, walaupun lisensi biasanya melibatkan transfer property
sekali, franchise memerlukan dukungan dari franchiser terus menerus.
Kelebihan Kekurangan
Pemilik waralaba dapat menggunakan pemilik waralaba mungkin merasa
waralaba sebagai mode masuk berbiaya kesulitan untuk mengelola sejumlah
rendah dan berisiko rendah ke pasar besar pemegang waralaba di berbagai
baru. pasar nasional. Kekhawatiran utama
adalah bahwa kualitas produk dan
pesan promosi di antara pewaralaba
tidak akan konsisten dari satu pasar
ke pasar lainnya.

waralaba adalah mode entri yang Pewaralaba dapat mengalami


memungkinkan ekspansi geografis kehilangan fleksibilitas organisasi
yang cepat. Perusahaan sering dalam perjanjian waralaba. Kontrak
mendapatkan keunggulan kompetitif waralaba dapat membatasi opsi
dengan menjadi yang pertama dalam strategis dan taktis mereka, dan mereka
merebut peluang pasar. bahkan mungkin dipaksa untuk
mempromosikan produk-produk yang
dimiliki oleh divisi pemilik waralaba
lainnya.

Tabel 2. Kelebihan & Kekurangan dari Franchise

2.2.3. Ventura Bersama


Ventura bersama adalah pendirian perusahaan yang dimiliki bersama dua
atau lebih perusahaan lain yang independen.
Kelebihan Kekurangan
Perusahaan mendapat manfaat dari Seperti pemberian lisensi sebuah
mitra lokal dalam hal pengetahuan perusahaan yang masuk kedalam
tentang kondisi kompetisi, budaya, ventura bersama mempunyai resiko
bahasa, system politik, dan system memberikan kendali teknologi untuk
bisnis Negara tuan rumah. mitranya.
Ketika biaya pengembangan atau resiko Ventura bersama tidak memiliki
untuk membuka pasar asing tinggi, kendali ketat perusahaan atas anak
perusahaan dapat berbagi biaya-biaya perusahaan yang mungkin perlu
dan atau resiko ke mitra lokal. menyadari kurva pengalaman atau
lokasi ekonomi.
Di banyak Negara pertimbangan politik Pengaturan kepemilikan bersama dapat
membuat ventura bersama menjadi satu menyebabkan konflik dan pertempuran
satunya mode entry yang layak. untuk mendapatkan kendali diantara
perusahaan yang berinvestasi jika
sasaran dan tujuan mereka berubah atau
jika mereka mengambil pandangan
yang berbeda mengenai strategi yang
seharusnya digunakan.
Tabel 3.Kelebihan dan Kekurangan Ventura Bersama

2.2.4. Proyek Turnkey


Turnkey (bangun–gunakan–transfer) merupakan praktik dimana satu
perusahaan mendesain, membangun, dan menguji fasilitas produksi bagi
perusahaan pelanggan.Istilah turnkey project berasal dari pemahaman bahwa
pelanggan, yang biasanya membayar pada tarif flat pada proyek, diharapkan untuk
tidak melakukan lebih dari hanya “turn a key” untuk memnuat fasilitas
beroperasi. Perusahaan memberikan turnkey project seluruhnya mempersiapkan
fasilitas bagi pelanggannya.
Mirip dengan kontrak manajemen, turnkey projects cenderung untuk
menjadi skala besar dan sering melibatkan agensi pemerintah. Namun tidak
seperti kontrak manajemen, turnkey project mentransfer proses teknologi khusus
atau desain fasilitas produksi kepada pelanggan. Mereka biasanya melibatkan
pembangunan pembangkit listrik, bandara, pelabuhan, sistem telekomunikasi, dan
fasilitas petrokimia yang diberikan pelanggan.
Kelebihan Kekurangan
Turnkey Projects memperkenankan Perusahaan mungkin bisa diberikan
perushaan untuk berspesialisasi pada proyek karena alasan politik bukan
kompetensi inti dan untuk memanfaatkan karena pengetahuan teknologi
peluang yang mereka tidak bisa jalankan
sendiri
Turnkey Projectsmemperkenankan Turnkey Projects bisa menciptakan
pemerintah untuk mendapatkan desain pesaing masa depan yang kuat
proyek infrastruktur dari perusahaan
terbaik di dunia
Tabel 4. Kelebihan dan Kekurangan dari Turnkey Projects

2.2.5. Ekspor
Perusahaan sering melakukan ekspor ketika pelanggan di Negara lain
mencari produk mereka. Dalam cara ini, perusahaan menjadi sadar akan potensi
internasional produk mereka dan merasakan bisnis internasional. Namun,
perusahaan seharusnya tidak jatuh ke perilaku langsung merespon permintaan
internasional secara acak untuk produk mereka.
Kelebihan Kekurangan
Kegiatan ekspor dapat membantu Mengekspor dari kantor pusat
perusahaan mencapai kurva perusahaan mungkin tidak tepat jika
pengalaman dan lokasi ekonomi. lokasi yang berbiaya lebih rendah untuk
pembuatan produk dapat ditemukan
diluar negeri.
Menghindari biaya yang sering mahal Untuk kegiatan ekspor biaya
untuk mendirikan operasi transportasi yang tinggi dapat membuat
manufacturing di Negara tuan rumah. kegiatan ekspor tidak ekonomis,
khususnya untuk produk massal.

2.2.6.Anak Perusahaan yang Dimiliki Seutuhnya


Anak perusahaan yang dimiliki seutuhnya merupakan fasilitas yang
seluruhnya dimiliki dan diawasi oleh perusahaan induk tunggal.Perusahaan bisa
mendirikan anak perusahaan yang dimiliki seutuhnya baik dengan membentuk
perusahaan baru dan membangun fasilitas baru atau dengan membeli perusahaan
yang sudah ada dan menginternalisasi fasilitasnya.
Sebaliknya, menemukan perusahaan yang sudah ada serta mampu
melakukan pemasaran dan penjualan akan memudahkan karena teknologi khusus
biasanya tidak diperlukan. Dengan membeli operasi pasar dan penjualan dari
perusahaan yang sudah ada di target pasar, perusahaan induk bisa membuat anak
perusahaan beroperasi dengan cepat.

Kelebihan Kekurangan
Manajer bisa memiliki kendali penuh Mereka bisa menjadi proyek yang
pada operasi sehari – hari di target pasar mahal karena perusahaan harus
dan akses untuk teknologi, proses, dan mendanai investasi secara internal atau
properti intangible di dalam anak mengumpulkan dana di pasar keuangan
perusahaan
Anak perusahaan yang dimiliki Paparan risiko menjadi tinggi karena
seutuhnya merupakan mode entry yang anak perusahaan yang dimiliki
baik ketika perusahaan ingin untuk seutuhnya memerlukan sumber daya
mengkoordinasikan aktivitas dari perusahaan yang banyak
seluruh anak perusahaan negara
Tabel 5. Kelebihan dan Kekurangan dari Anak Perusahaan yang Dimiliki
Seutuhnya

2.2.7. Aliansi Strategis


Aliansi strategis merupakan hubungan dimana dua entitas atau lebih
mekerjasama (namun tidak membentuk perusahaan yang terpisah) untuk
mencapai tujuan strategis dari perusahaan itu sendiri.Mirip dengan joint venture,
aliansi strategis bisa dibentuk untuk waktu yang relatif singkat atau untuk
bertahun – tahun, tergantung pada tujuan dari setiap partisipan.Aliansi strategis
bisa didirikan antara perusahaan dan suppliernya, pembelinya, bahkan
pesaingnya.Dalam membentuk aliansi tersebut, terkadang setiap mitra membeli
sebagian dari saham perusahaan mitra. Dengan cara ini, setiap perusahaan bisa
memiliki keterlibatan langsung pada performa mitra masa depan.
Kelebihan Kekurangan
Perusahaan bisa menggunakan aliansi Aliansi strategis menciptakan pesaing
strategis untuk berbagi biaya proyek lokal bahkan pesaing global di masa
investasi internasional depan
Perusahaan menggunakan aliansi Konflik bisa datang dan akhirnya bisa
strategis untuk menggunakan kekuatan merusak kerjasama
spesifik dari pesaing
Perusahaan bisa berganti ke aliansi
strategis untuk berbagai alasan yang
sama seperti mereka berganti ke joint
ventures
Tabel 7. Kelebihan dan Kekurangan Aliansi Strategis

2.3. Faktor Strategis dalam Memilih Mode Entry


Pemilihan mode entry memiliki implikasi strategis yang penting untuk
masa depan operasi perusahaan. Karena besarnya investasi pada waktu dan uang
bisa menentukan mode entry, pemilihan harus dibuat secara hati – hati. Berikut
merupakan faktor yang mempengaruhi pemilihan mode entry
2.3.1. Memilih Mitra untuk Kerjasama
Setiap tujuan perusahaan dan strateginya dipengaruhi oleh baik daya saing
dan tantangan yang dihadapi di pasar.Karena tujuan dan strategi dari kedua
perusahaan tidak pernah sejenis, kerjasama bisa menjadi sulit.Bahkan, ventura dan
aliansi sering bertahan lama, mungkin tidak tentu. Jadi, pemilihan mitra
merupakan bahan terpenting untuk mencapai kesuksesan.
2.3.2. Lingkungan Budaya
Dimensi budaya bisa sangat berbeda dari satu negara ke negara lainnya.
Dalam kasus tersebut, manajer bisa menjadi kurang percaya diri dengan
kemampuan mereka untuk mengatur operasional di host country. Mereka bisa
khawatir pada potensi masalah komunikasi tapi juga kesulitan interpersonal.Jadi,
manajer bisa menghindari mode entry investasi dan lebih memilih ekspor atau
mode kontraktual.Disamping itu, kemiripan budaya mendorong kepercayaan dan
kemungkinan investasi. Begitupula, pentingnya perbedaan budaya menurun ketika
manajer paham mengenai budaya dari target pasar.
2.3.3. Lingkungan Politik dan Hukum
Ketidakstabilan politik di target pasar meningkatkan paparan risiko pada
investasi. Sistem hukum target pasar juga mempengaruhi pemilihan mode entry.
Regulasi impor tertentu, seperti tariff yang tinggi atau batas kuota yang rendah,
bisa mendorng investasi. Perusahaan yang memproduksi secara lokal menghindari
tariff yang meningkatkan biaya produksi; hal tersebut juga tidak perlu
dikhawatirkan.Namun tariff yang rendah dan batasan kuota yang tinggi
menurunkan entry pasar dengan cara investasi.Juga, pemerintah mungkin
memberlakukan hukum yang melarang jenis investasi tertentu secara langsung.
2.3.4. Ukuran Pasar
Ukuran dari pasar potensial juga mempengaruhi pilihan dari mode
entry.Contoh; meningkatnya pendapatan di pasar mendorong mode entry
investasu karena investasi memperkenankan perusahaan bersiap untuk
berkembangnya permintaan pasar dan meningkatkan pemahaman dari target
pasar.Permintaan domestik yang tinggi di Cina menarik investasi dalam joint
ventures, aliansi strategis, dan anak perusahaan yang dimiliki secara
utuh.Disamping itu, jika investor percaya bahwa pasar tetap relatif kecil, opsi
yang lebih baik adalah ekspor atau entry kontraktual.
2.3.5. Biaya Produksi dan Pengiriman
Dengan membantu untuk mengendalikan biaya total, produksi berbiaya
rendah dan pengiriman bisa memberikan perusahaan sebuah keuntungan.
Biasanya, menyiapkan produksi di pasar adalah desirable ketika biaya total
produksi lebih rendah daripada di home market. Produksi lokal berbiaya rendah
mungkin juga mendorong entry kontraktual melalui lisensi atau franchise.
Keuntungan potensial lain dari produksi lokal mungkin adalah bahwa manajer
bisa mengamati perilaku pembeli dan merubah produknya untuk lebih memenuhi
kebutuhan dari pasar lokal.
Perusahaan yang memproduksi barang dengan biaya pengiriman yang
tinggi biasanya memilih produksi lokal.Mode entry kontraktual dan investasi
merupakan mode entry yang layak dalam kasus ini.Alternatifnya, ekspor adalah
layak ketika produk memiliki biaya pengiriman yang relatif lebih rendah.Terakhir,
karena mereka merupakan subyek terhadap persaingan harga yang lebih sedikit,
produk yang dimana sedikit penggantinya atau yang lebih mudah menyerap biaya
pengiriman dan produksi yang lebih tinggi.Untuk kasus tersebut, ekspor
merupakan pilihan yang paling cocok.
2.3.6. Pengalaman Internasional
Banyak perusahaan memasuki pasar internasional karena ekspor.Saat
perusahaan mendapatkan pengalaman internasional, mereka cenderung untuk
memilih mode entry yang membutuhkan keterlibatan yang dalam.Namun hal ini
berarti bisnis harus menerima risiko lebih besar sebagai untuk kendali lebih besar
terhadap operasional dan strategi.Akhirnya, mereka bisa memanfaatkan
keuntungan dari lisensi, franchise, kontrak manajemen, dan proyek
turnkey.Setelah bisnis menjadi lebih nyaman di pasar tersebut, joint venture,
aliansi strategis, dan anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya menjadi pilihan
yang layak.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Perusahaan dpat mempertimbangkan keputusan entry mode dengan dua
pertimbangan yaitu timing of entry serta skala masuk dan komitmen
strategis.
2. Terdapat enam mode entry yang dapat digunakan perusahaan untuk
memasuki pasar global yaitu Lisensi, Franchise, Ventura Bersama, Proyek
Turnkey, Ekspor, Anak Perusahaan yang Dimiliki Seutuhnya, dan Aliansi
Strategis.
3. Beberapa faktor strategis dalam memilih mode entry yaitu Memilih Mitra
untuk Kerjasama, Lingkungan Budaya, Lingkungan Politik dan Hukum,
Ukuran Pasar, Biaya Produksi dan Pengiriman, dan Pengalaman
Internasional
DAFTAR PUSTAKA

Hill, Charles W.L. (2012). Bisnis Internasional. Washington: McGraw-Hill


Education