Anda di halaman 1dari 5

TERM OF REFERENCE

(TOR)

PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA PADANG
TERM OF REFERENCE
(TOR)

PELAYANAN DOKUMEN DAN PERLENGKAPAN


JEMAAH HAJI
(2147.002)

PENYELENGGARAAN HAJI DAN UMRAH


KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA PADANG
TERM OF REFERENCE (TOR)
JAMAAH HAJI YANG TERLAYANI SECARA PRIMA

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Agama


Unit Eselon I : Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Unit Eselon II : Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat
Satker : Kantor Kemenag Kota Padang
Program : Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Hasil (Outcome) : Terwujudnya Pelayanan Prima kepada
jemaah haji
Kegiatan : Pelayanan Haji Dalam Negeri
Indikator Kinerja Kegiatan :
Keluaran (Output) : Pelayanan Dokumen dan Perlengkapan
Jemaah Haji
Volume : 998
Satuan Ukur/Jenis Keluaran : Orang

A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
a. Undang - Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
b. Peraturan Pemerintah nomor 79 Tahun 2012 tentang pelaksanaan Undang-
Undang Repoblik Idonesia Nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Ibadah Haji.
c. Undang - Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pegelolaan dan
Tanggungjawab Keuangan.
d. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
e. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana
Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5178).
f. Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan tata
kerja Kementerian Agama ( Berita Negara Repoblik Indonesia Tahun 2010
Nomor 592).
g. Peraturan Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Ibadah Haji Reguler.
2. Gambaran Umum
Penyelenggaraan Ibadah Haji merupakan tugas nasional karena jumlah
jemaah haji Indonesia yang sangat besar,melibatkan berbagai instansi dan
lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri, dan berkaitan dengan berbagai
aspek, antara lain bimbingan, transportasi, kesehatan, akomodasi, dan keamanan.
Disamping itu, Penyelenggaraan Ibadah Haji dilaksanakan di negara lain dalam
waktu yang sangat terbatas yang menyangkut nama baik dan martabat bangsa
Indonesia di luar Ibadah.
Untuk menjamin Penyelenggaraan Ibadah Haji yang adil, profesional dan
akuntabel dengan mengedepankan kepentingan jemaah, diperlukan adanya
lembaga pengawas mandiri yang bertugas melakukan pengawasan dan
pemantauan terhadap Penyelenggaraan IbadahHaji serta memberikan
pertimbangan untuk penyempurnaan Penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia.
Upaya penyempurnaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
Penyelenggaraan Ibadah Haji secara terus-menerus dan berkesinambungan yang
meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji sejak
mendaftar sampai kembali ketanah air.

B. PENERIMA MANFAAT
Penerima Manfaat adalah Jemaah Haji

C. STRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN


1. Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaannya berupa swakelola
2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan
a. Pengurusan Dokumen Haji.
b. Perjalanan Dinas ke Embarkasi.

D. WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN


TAHUN 2019
NO. KOMPONEN/SUB KOMPONEN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Pengurusan Dokumen Haji
2. Perjalanan Dinas ke Embarkasi

E. SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN


VOLUME H. SATUAN JUMLAH
NO. KOMPONEN/SUB KOMPONEN
(Rp) (Rp)
1 10.750.000
1. Pengurusan Dokumen Haji
Kegiatan
2. Perjalanan Dinas ke Embarkasi 1 Tahun 10.000.000

JUMLAH 20.750.000

Rincian anggaran biaya terlampir.

Padang, 26 Oktober 2018


Kabid Penyel. Haji dan Umrah
Kanwil Kemenag Sumatera Barat

H. Afrijal, S.Ag, MM
NIP. 196107231990011001

Anda mungkin juga menyukai